cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Holistik: Journal For Islamic Social Sciences
ISSN : 25277588     EISSN : 25279556     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Holistik Journal for Islamic Social Sciences is a publication containing the results of research, development, studies and ideas in the field of Islamic social sciences. Firstly published in 2016 and has been listed on PDII LIPI on May 27, 2016, Holistik Journal published twice a year, in July and December. This Journal is open to the public, researchers, academics, practitioners and observers of mathematics education.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 5 Documents clear
Peningkatan Aktivitas dan Prestasi Belajar Al-Qur’an Surat Al-Mujadalah Ayat 11 dan Ar-Rahman Ayat 33 melalui Strategi Pembelajaran Langsung Santinah Santinah
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.539 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1434

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi rendahnya prestasi belajar kelas VII F SMP N 1 Batang dibanding kelas VII yang lain.Hasil ulangan harian 2 sebagai langkah pre tindakan  menunjukan bahwa prestasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti paling rendah. Dari 37 siswa terdapat  67,57 % atau 25 siswa belum mencapai KKM (Kriteri Ketuntasan Minimal).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan aktivitas siswa dalam strategi pembelajaran langsung pada materi Al-Qur’an  Al- Mujadalah Ayat 11 Dan  Surat Ar-Rahman Ayat 33 di Kelas VII F SMP Negeri 1 Batang Tahun Pelajaran 2016/2017 dan mengetahui pelaksanaan aktivitas guru dalam strategi pembelajaran langsung pada materi Al-Qur’an  surat Al- Mujadalah Ayat 11 Dan  Surat Ar-Rahman Ayat 33 di Kelas VII F SMP Negeri 1 Batang Tahun Pelajaran 2016/2017 serta mengetahui prestasi belajar siswa setelah menggunakan srtategi pembelajaran langsung pada materi Al-Qur’an  surat Al- Mujadalah Ayat 11 Dan  Surat Ar-Rahman Ayat 33 di Kelas VII F SMP Negeri 1 Batang Tahun Pelajaran 2016/2017. Tekhnik pengumpulan data menggunakan lembar obsevasi  dan tes.Terjadi peningkatan  aktifitas  siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung. Pada siklus I hanya sebagian siswa yang aktif mengikuti pembelajaran sedangkan pada siklus II sebagian besar siswa aktif mengikuti pembelajaran. Prestasi  belajar siswa juga mengalami peningkatan, hasil tes pada siklus I nilai rata-rata kelas 36,51% yang tuntas dalam belajar, sedangkan dalam siklus II nilai rata-rata kelas 75,67%  tuntas dalam belajar. Pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung memotivasi guru untuk lebih mempersiapkan diri dalam mengajar, dari hasil obsevasi teman sejawat dan siswa pada siklus I guru mendapat predikat cukup sedangakan pada siklus II mendapat predikat baik. Hal ini karena guru pada saat akan mengajar lebih mempersiapkan diri.Simpulan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VII F  bahwa Strategi pembelajaran langsung dapat meningkatkan aktivitas siswa, Pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung memotivasi guru untuk lebih mempersiapkan diri dalam mengajar dan pembelajaran serta dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung dapat meningkatkan prestasi belajar yang berupa peningkatan hasil tes siswa.Kata kunci : Strategi Pembelajaran Langsung, Aktifitas dan Prestasi Belajar.
Menuju Holistik Pembelajaran Campuran (Blended Learning) Ani Cahyadi
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.981 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1668

Abstract

Blended Learning/hybrid learning atau pembelajaran campuran disinyalir memiliki beberapa kelemahan intrinsik, di antaranya melupakan domain afektif dalam pembelajaran.Blended learning juga diduga kuat ikut menyebabkan tumbuhnya generasi yang belakangan disebut ‘digital native’. Selain itu, model ini juga terindikasi hanya dapat “menambah nilai” ketika difasilitasi oleh tenaga pendidik yang memiliki keterampilan interpersonal, handal, dan melek menggunakan teknologi. Dengan demikian, blended learning sesungguhnya masih belum berbasis pada sebuah teori yang koheren. Melalui pendekatan naratif dan fenomenologis tulisan berikut akan mengungkapkan beberapa kelemahan ini, sembari menggagas konsepsi blended learning yang berwawasan holistik. Diharapkan melalui konstruksi ini, kelemahan-kelemahan blended learning dapat ditekan atau dihilangkan.
Hubungan Pemahaman Konsep Pecahan dan Aturan Radd Dalam Ilmu Fara’idh terhadap Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Pembagian Harta Warisan Khaerul Iqbal Juhdi; Indah Nursuprianah; Muhamad Ali Misri
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.349 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1709

Abstract

This study starts from the number of people around us who are still goingscience, fara'idh but the science is very important to be studied, understood and practiced especially among the Muslim community, but in reality both in our own neighborhood much practice division of inheritance is not based applicable law.Elderly ancient proverb says "learning at a time when parents like to carve on the water and learn to carve like a young diwaktu on rock". Therefore, this study was conducted on young people (students Manba'ul Huda MA) in order to determine the extent of students' knowledge and understanding of the concept of fractions andrules radd in resolving problems that are often overlooked by the Muslim community (the division of the inheritance).After conducting research with qualitative approach earned the average percentage of students answered a questionnaire by 72.43% to understanding the concept of fractions, 68.00% for the understanding of the rules radd, in the science fara'idh63.62% for the students' ability to resolve the matter of division inheritance. While the quantitative approach using t test analysis showed that there is a relationship X1 to Y with sig. amounted to 0.010 <0.05 andtcount> 2.717 ttable 2,023, there is no relationship X2 to Y with sig. amounted to 0.401> 0.05 and  valuet 0,849 <ttable 2.023. As to determine whether there is a relationship X1 and X2 to Y simultaneously researchers used F test, the results that there is a relationship X1 and X2 to Y simultaneously with sig. 0,001 <0.05 andFcount> 8.185 Ftable 3,23.
Pelestarian Sintren melalui Kurikulum Muatan Lokal Sekolah di Cirebon Tamsik Udin
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.462 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1378

Abstract

ABSTRACT Etymologically, The word Sintren and Putren, when it merged into The Putren (the Princess). The term refers to the Princess Princess apparition, i.e. women who entered the spirit of angels so that women become the reincarnation of Apsaras. Sintren is one of the arts as a local culture in areas of the North coast line. Art that supposedly is always dikonotasikan with the mystique that has been around since the 1940 's, and even the menusut legend sintren it already existed since the days of animism dynamism. The development from the time of animism sintren dynamism until now was marked by the development of the times. For example in staging sintren there incense and fragrances; This influence of the animism of dynamism, which at the time was to invite the spirit required incense and fragrances. But at the moment it's been sintren as da'wah media, this can have a look at the text of the poem the song of sintren. Sintren which until recently still existed, though besieged by modern performing art-forms, but no less and still exist. Untainted sintren is indispensable so that the value of the local culture, especially in Cirebon is not extinct. The preservation of this right is sintren via education. Because of local content in the curriculum, subjects containing character values of local culture can be incorporated into school subjects in school. Preservation sintren via the education at the school is very possible, because: a) there is already regulation of local cultural values can be taught at school b) Sintren contains local cultural values and the value of good character that can be developed in schools, c) mystical in sintren can be eliminated or reduced, so can diilmiahkan sintren d) initial period sintren included in school activities can be in the form of extra-curricular activities that he should first , because to get into local content, require time for academic study and considerable cost. Keywords: Conservation, Sintren, local content. ABSTRAK Secara etimologi, Sintren berasal dari kata Si dan Putren, bila digabung menjadi Si Putren (sang putri).   Sebutan sang putri ini merujuk pada putri jelmaan, yaitu perempuan yang dimasuki roh bidadari sehingga perempuan itu  menjadi  jelmaan  bidadari. Sintren merupakan salah satu kesenian sebagai  budaya lokal di daerah pantai utara (pantura). Kesenian yang konon selalu dikonotasikan dengan mistik itu sudah ada sejak tahun 1940 an, dan bahkan menusut legenda sintren itu sudah ada sejak zaman animisme dinamisme. Perkembangan sintren sejak dari zaman animisme dinamisme  sampai dengan sekarang itu ditandai dengan perkembangan zaman.Misalnya dalam pementasan sintren ada dupa dan wewangian; ini pengaruh dari zaman animisme dinamisme, dimana pada zaman itu untuk mengundang roh diperlukan dupa dan wewangian. Tetapi sintren pada saat ini sudah dijadikan sebagai media da’wah, hal ini dapat kita lihat pada teks syair nyanyian sintren. Sintren yang sampai saat ini masih eksis, meskipun dikepung oleh kesenian-kesenian modern, tetapi tidak kalah dan masih eksis. Usaha pelestarian sintren ini sangat diperlukan supaya nilai budaya lokal khususnya di Cirebon ini tidak punah. Pelestarian sintren ini yang tepat  adalah melalui jalur pendidikan. Karena dalam Kurikulum Muatan Lokal, mata pelajaran yang mengandung nilai-nilai karakter budaya lokal dapat dimasukkan ke dalam mata pelajaran di sekolah.Pelestarian sintren melalui jalur pendidikan di sekolah sangat memungkinkan, karena : a) Sudah ada regulasi tentang nilai budaya lokal dapat diajarkan di sekolah b) Sintren mengandung nilai budaya lokal dan nilai karakter yang baik yang dapat dikembangkan di sekolah , c) unsur mistik dalam sintren dapat dihilangkan atau dikurangi, sehingga sintren dapat diilmiahkan d) periode awal sintren dimasukkan dalam kegiatan sekolah dapat berupa kegiatan ekstra kurikuler terlebiih dahulu, karena untuk sampai menjadi muatan lokal, memerlukan waktu untuk studi akademik dan biaya yang cukup besar.  Kata kunci : Pelestarian, Sintren, Muatan Lokal. 
Teknik Bimbingan Konseling dalam Mengembangkan Potensi Siswa di Sekolah Jaja Suteja
Holistik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.094 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v2i1.1413

Abstract

ABSTRAKSDi sekolah, upaya untuk menangani siswa yang bermasalah, khususnya yang terkait dengan pelanggaran disiplin sekolah dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu: (1) pendekatan disiplin dan (2) pendekatan bimbingan dan konseling. Penanganan siswa bermasalah melalui pendekatan disiplin merujuk pada aturan dan ketentuan (tata tertib) yang berlaku di sekolah beserta sanksinya. Tetapi yang harus diingat, bahwa sekolah bukan “lembaga hukum” yang harus mengobral sanksi kepada siswa yang mengalami penyimpangan perilaku sosial. Sebagai lembaga pendidikan, justru kepentingan utamanya adalah bagaimana berusaha menyembuhkan segala penyimpangan perilaku sosial yang terjadi pada para siswanya.Oleh karena itu, model pendekatan yang kedua perlu digunakan yaitu pendekatan melalui Bimbingan dan Konseling. Pendekatan ini, berbeda dengan pendekatan disiplin yang memungkinkan pemberian sanksi untuk menghasilkan efek jera, penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling justru lebih mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang ada. Penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun, tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah, sehingga setahap demi setahap siswa tersebut dapat menyadari kesalahannya.Kata Kunci : Teknik, Bimbingan Konseling, Potensi Siswa 

Page 1 of 1 | Total Record : 5