cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
AWLADY Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016)" : 8 Documents clear
OPTIMALISASI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN PAUD Andri Hardiyana
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.986 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i1.762

Abstract

Memasuki era modernisasi saat ini, bangsa Indonesia mengalami kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Hal ini ditandai dengan adanya informasi dan komunikasi yang menyebar secara cepat dalam setiap lini kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan. Seiring dengan perkembangan hal tersebut, dunia pendidikan juga mengalami dampak yang signifikan. Dampak tersebut sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah. Oleh karena itu, pembelajaran sesungguhnya memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga pembelajaran yang diselenggarakan dapat membawa kebermaknaan dan kemanfaatan bagi pembelajar.  Proses pembelajaran bagi anak usia dini diarahkan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak secara optimal. Hal ini dikarenakan pembelajaran saat ini, lebih dioptimalkan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai aktivitas pembelajaran dengan harapan dapat membantu anak usia dini menemukan dunianya sendiri dengan senang dan gembira. Salah satu hal yang bisa dimanfaatkan oleh dunia pendidikan terutama guru dalam melaksanakan proses pembelajaran pada anak usia dini yaitu dengan cara memanfaatkan layananTIK berupa media audivisual, komputer, dan internet.  Kata Kunci: Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pembelajaran, Anak Usia Dini
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL JAWA Syarif, Muhammad Arif
AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : AWLADY Jurnal Pendidikan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.197 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan proses pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar melalui permainan tradisional Jawa dan mengetahui peningkatan keterampilan motorik kasar kelompok B di TK Al-Islah melalui permainan tradisional Jawa. Keterampilan motorik kasar yang akan dinilai adalah aspek gerak lokomotor meliputi berlari dan berjalan, aspek gerak nonlokomotor meliputi berdiri, memegang dan membungkuk, serta aspek gerak manipulatif meliputi menangkap dan menggelindingkan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan menurut Kemmis dan Taggart dengan dua siklus yang terdiri dari 16 pertemuan. Siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Sebelum penelitian dilakukan, diadakan penelitian pratindakan untuk mengetahui hasil prosentase keterampilan awal motorik kasar. Data yang diperoleh dari penelitian pratindakan, siklus I, siklus II. Hasil akhir dari penelitian memaparkan bahwa keterampilan motorik kasar anak kelompok B meningkat, yaitu mulai pratindakan memperoleh 25%, permainan kucing dan tikus siklus I sebesar 58,33% dan permainan roda gelinding, siklus I sebesar 50% dan pada kedua permainan siklus II mencapai 100%.Implikasi dari penelitian ini adalah melalui permainan tradisional Jawa, dapat menjadikan belajar keterampilan motorik menjadi lebih mudah dan menyenangkan serta menjadi alternatif guru untuk mengajarkan keterampilan motorik kasar anak. Kata kunci : keterampilan motorik kasar, permainan tradisional Jawa dan penelitian tindakan kelas 
MOTIVASI BELAJAR ANAK RAUDHATUL ATHFAL Saifuddin Saifuddin
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.539 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i1.759

Abstract

Motivasi belajar merupakan sarana pembelajaran yang menjadi solusi dari kejenuhan belajar siswa, yang dibantu dengan banyaknya permainan, dimana permainan bukan berarti menghilangkan substansi pembelajaran yang sudah terprogram, sarana permainan hanyalah alat yang menjadi metode di dalam meningkatkan belajar siswa. Di dalam diri anak perlu dikembangkan kecerdasan spiritual quetsion, yang memberikan sebuah kecerdasan agama yang lebih kepada nilai-nilai kehidupan. Namun, pendidikan ini memerlukan sebuah rangsangan yang memerlukan alat peraga, belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar memberikan sebuah metode tersendiri dimana anak pada dasarnya kehidupannya penuh dengan bermain, segala aspek kehidupannya merupakan sarana bermain yang tak pernah ada bosennya. Lalu bagaimana mungkin seorang anak akan memperoleh tujuan belajar yang diharapkan tanpa seorang guru yang mengarahkan cara belajar anak-anak tersebut. Anak-anak harus diberikan sebuah pendidikan yang memberikan sebuah rangsangan nilai-nilai kehidupan yang lebih matang, dengan bantuan alat peraga dapat memberikan sebuah harapan dan cita-cita hasil belajar mereka.Kata kunci: motivasi belajar, hasil belajar, dan alat peraga.
PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL GURU PAUD DALAM PROSES PEMBELAJARAN Masdudi Masdudi
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v2i1.761

Abstract

Kecerdasan emosional guru PAUD dalam mengajar merupakan salah satu usaha dari pendidik dalam menciptakan suasana pendidikan yang lebih efesien dalam proses pentransferan pendidikan kepada peserta didik. Dihubungkan denngan proses pembelajaran, kecerdasan emosional guru PAUD dapat diartikan sebagai kemampuan seorang guru dalam mengelola emosinya, baik kedalam (personal) maupun keluar (interpersonal) secara idividual. Hal ini berarti kecerdasan emosional yang dimiliki oleh seorang guru dapat mendorong peserta didik untuk melakukan tindakan-tindakan dalam mencapai tujuan pembelajaran serta kemungkinan terwujudnya efektifitas dalam mencapai tujuan kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, pendidik dituntut untuk memiliki kecerdasan emosional yang tinggi sehingga dapat memancing siswa untuk menumbuh kembangkan sikap inhibisinya dalam belajar.Kata Kunci: Kecerdasan, Emosional, Guru, Pembelajaran
ASPEK PERKEMBANGAN MOTORIK DAN HUBUNGANNYA DENGAN ASPEK FISIK DAN INTELEKTUAL ANAK Isnin Agustin Amalia
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.218 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i1.760

Abstract

Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Adapun tujuan penulisan ini adalah agar orang tua memahami dan dapat meningkatkan perhatiannya kepada anak.. Setelah dikaji secara teori, maka dapat disimpulkan bahwa motorik anak perlu dilatih agar dapat berkembang dengan baik. Perkembangan motorik anak berhubungan erat dengan kondisi fisik dan intelektual anak.Kata Kunci: Perkembangan Motorik, Fisik dan Intelektual Anak.
BENTUK AGRESIVITAS ANAK DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) SE-KOTA CIREBON Indriya Mulyaningsih
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/awlady.v2i1.764

Abstract

Anak sama dengan orang tua yang memiliki agresivitas. Berdasarkan pengamatan di 10 sekolah usia dini di Kota Cirebon dapat disimpulkan bahwa bentuk agresif yang dilakukan berupa fisik dan nonfisik atau verbal dan nonverbal. Adapun bentuk agresivitas itu meliputi: menangis, memukul, mendorong, membentak, mengejek, membanting benda atau barang, beradu mulut, melempar, dan melotot. Kata kunci: agresivitas, anak, bentuk, verbal, nonverbal
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual) TERHADAP HASIL BELAJAR ANAK USIA DINI Dwi Anita Alfiani
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.436 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i1.763

Abstract

Salah satu faktor penting dalam kegiatan belajar (KBM)  untuk anak usia play group adalah guru yang memahami berbagai macam karakterisik peserta didik dan peduli terhadap kebutuhan anak didiknya. Namun Dari hasil penelitian dan kenyataan di lapangan, menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) untuk anak-anak usia dini ( play group) masih banyak kelemahan dan kekurangannya karenanya  guru  juga harus mampu menguasai teknik dan metode dalam  mengajar belajar untuk Anak didik pada usia dini.Untuk dapat menanamkan pemahaman terhadap materi yang disampaikan akan lebih terasa enjoy, fun, fress dan anak merasa happy tidak menjenuhkan dan membosankan, maka perlu adanya pemilihan penggunaan metode yang tepat, sehingga perlu rancang dengan ketertarikan agar anak didik tidak jenuh dan membosankan dikelas sekaligus mensinegrikan aktivitas belajar dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat yaitu menerapkan Model Pembelajaran SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual)“. Pemilihan model pembelajaran yang tepat dan peran serta peserta didik dalam proses pembelajaran akan membantu peserta didik dalam memahami  materi. Melalui penerapan Model Pembelajaran SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual) dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan kegairahan dengan keinginan untuk belajar. Metode pembelajaran Menurut Hamdani (2011 : 80) dapat diartikan ialah sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan antara siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Dengan demikian, model pembelajaran merupakan alat untuk menciptakan proses belajar mengajar.Model pembelajaran merupakan rancangan pembelajaran yang nantinya dijadikan sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran. Menurut Joyce dan Weil 1980 (dalam Rusman, 2012:133) Model pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain. Sekarang ini banyak model-model yang bermunculan, hal ini merupakan suatu upaya dalam memperbaiki proses pembelajaran supaya lebih baik. Salah satunya yaitu model pembelajaran SAVI.Kata Kunci: Somatis, Auditori, Visual, Intelektual dan Hasil belajar
PERAN KELUARGA DALAM MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI aip saripudin
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.599 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v2i1.2585

Abstract

AbstrakSalah satu kemampuan anak yang sedang berkembang pesat saat usia dini yaitu kemampuan  motorik. Kemampuan motorik merupakan keterampilan gerak tubuh anak yang berpusat pada pusat gerak yakni otak. Terdapat beberapa penyebab yang mempengaruhi perkembangan motorik anak usia dini yakni faktor genetic atau keturunan, factor asupan gizi, factor pola pengasuhan orang tua serta latar belakang budaya. Dengan demikian tentunya perkembangan motorik anak akan berbeda-beda sesuai dengan faktor penyebab perkembangannya serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Perkembangan motorik terbagi menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar memerlukan koordinasi kelompok otot-otot besar yang dapat membuat mereka melompat, memanjat, berlari, menaiki sepeda, menaiki tangga dan lain sebagainya. Sementara motorik halus memerlukan koordinasi otot-otot kecil yakni tangan dan mata seperti menggambar, menulis, menggunting, menali sepatu dan lain sebagainya. Semakin baiknya gerakan motorik, maka membuat anak dapat berkreasi dan kreatif. Begitupula sebaliknya anak yang belum matang motoriknya maka akan cenderung diam dan tidak bergairah dalam bermain bersama teman sebayanya. Untuk mengoptimalkan motorik baik kasar maupun halus, maka diperlukan peran-peran dari keluarga dalam mengembangkannya. Peran keluarga sangat penting, sehingga anak dapat mencapai keterampilannya sesuai dengan usia perkembanganya. Kata Kunci: Peran Keluarga, Perkembangan, Motorik, Anak Usia Dini

Page 1 of 1 | Total Record : 8