cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam
ISSN : 19791399     EISSN : 25483889     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal OASIS adalah jurnal ilmiah kajian Islam dibawah pengelolaan program pascasarjana IAIN Syekh Nurjati, kehadirannya ditujukan sebagai wadah aktualisasi karya para akademisi maupun praktisi dengan fokus kajian terkait ilmu Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam dan Psikologi Pendidikan Islam. Jurnal ini terbit dua kali selama satu tahun yaitu bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
KONSEPSI PENDIDIKAN DALAM KELUARGA MENURUT PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA DAN HASAN LANGGULUNG Neni Yohana
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.058 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1252

Abstract

ABSTRACTThis research have the background that the family as one of the three education centers, have an important effect in which every person in this institution will definitely be changes and developments according to the color and pattern of this institution. Family holds responsibility and a very important role in children's education, because education have impacts not only on individual families but also to society. Nowadays, the cultural characteristics of Indonesia began to fade on themselves each nation, so the concept of Ki Hadjar Dewantara thought needs to be studied more in depth, especially education in the family. It takes understanding and a profound awareness of the importance of interest as well as the role of parents in educating their children, in developing their potential to be a child of the faithful and devoted to Allah., So the concept of Hasan Langgulung thought more escpecially Islamization process of education in the family needs to be studied more in depth.Based on that background, the purpose of this research are: 1) To analyze the concept of education in the family according to Ki Hadjar Dewantara and Hasan Langgulung thought. 2) To analyze the comparative concept of education in the family according to Ki Hadjar Dewantara and Hasan Langgulung thought. 3) To analyze the relevance of the concept of education in the family according to the Ki Hadjar Dewantara and Hasan Langgulung thought against Islamic Education. To obtain the results of the study, the authors use research library with a descriptive approach to qualitative data, as well as using a variety of methods, descriptive critical. The data collection was done by examining and analyzing the data sources and the corresponding reference of the study data analysis that can be generated conclusion.The results of this research concluded that: Ki Hadjar Dewantara and Hasan Langgulung thoughts and ideas about education in the family, are still relevant enough to be applied in the present. The concept of education in the family by Ki Hadjar Dewantara and Hasan Langgulung have some similarities and differences. That is because both have the educational background and the situation of different socio-cultural environment. The style of educational thought of Ki Hadjar Dewantara is not far from the culture of Indonesia. According to Ki Hadjar Dewantara, education is an effort to inculcate freedom for the people through education. Hasan Langgulung outlook towards education in the household can not be separated from his philosophy as a Muslim who took the basic idea of Islamic values which were based on the Qur'an, Hadith, and Muslim scholars thought earlier. Education in the family is very important as foundation of Islamic characteristic of children. Keywords: Education, Family, Ki Hadjar Dewantara, Hasan LanggulungABSTRAK Penelitian ini memilki latar belakang bahwa keluarga sebagai salah satu tri pusat pendidikan, mempunyai pengaruh penting di mana setiap orang yang berada dalam institusi ini pasti akan mengalami perubahan dan perkembangan menurut warna dan corak institusi tersebut. Keluarga memegang tanggung jawab dan peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak, sebab dampak pendidikan keluarga tidak hanya pada individu tetapi juga kepada masyarakat. Pada saat ini karakteristik budaya Indonesia mulai pudar pada diri masing-masing anak bangsa, sehingga konsep pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang lebih meng-Indonesia perlu dikaji lebih mendalam khususnya pendidikan dalam keluarga. Dibutuhkan pengertian dan kesadaran yang mendalam akan pentingnya tujuan serta peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya, dalam mengembangkan potensi dan fitrahnya untuk menjadi anak yang beriman dan bertaqwa terhadap Allah SWT., sehingga konsep pemikiran Hasan Langgulung yang lebih meng-Islamisasi proses pendidikan khususnya pendidikan dalam keluarga perlu dikaji lebih mendalam.Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk menganalisa konsep pendidikan dalam keluarga menurut Ki Hadjar Dewantara dan Hasan Langgulung. 2) Untuk menganalisa perbandingan  konsep pendidikan dalam keluarga menurut pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Hasan Langgulung. 3) Untuk menganalisa relevansi konsep pendidikan dalam keluarga menurut pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Hasan Langgulung terhadap Pendidikan Agama Islam. Untuk memperoleh hasil penelitian, penulis menggunakan library research dengan pendekatan deskriptif terhadap data yang bersifat kualitatif, serta menggunakan berbagai metode yaitu deskriptif analitis kritis. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menelaah dan menganalisis sumber data dari referensi yang terkait dan dari telaah analisis data itu dapat dihasilkan kesimpulan.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pemikiran dan gagasan Ki Hadjar Dewantara dan Hasan Langgulung tentang pendidikan dalam keluarga, masih cukup relevan untuk diterapkan di masa sekarang. Konsep pendidikan dalam keluarga menurut Ki Hadjar Dewantara dan Hasan Langgulung memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Hal tersebut dikarenakan kedua tokoh tersebut memiliki latar belakang pendidikan dan situasi lingkungan sosial budaya yang berbeda. Corak pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara tidak jauh dari budaya Indonesia. Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan adalah upaya menanamkan jiwa merdeka bagi rakyat melalui bidang pendidikan. Pandangan Hasan Langgulung terhadap pendidikan dalam rumah tangga tidak terlepas dari filosofinya sebagai seorang muslim yang mengambil dasar pemikiran dari nilai-nilai keislaman yang disandarkan pada al-Qur’an, Hadist, serta pemikiran cendikiawan muslim terdahulu. Pendidikan dalam keluarga sangatlah penting sebagai fondasi bagi proses dan pembinaan anak-anak agar menjadi manusia yang berkepribadian Islami. Kata Kunci : Pendidikan, Keluarga, Ki Hadjar Dewantara, Hasan Langgulung
PENGARUH KECERDASAN INTELEKTUAL (IQ), KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) DAN KECERDASAN SPIRITUAL (SQ) TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA SMPN 1 KADUGEDE KABUPATEN KUNINGAN Tintin Hartini
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.694 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1317

Abstract

The object this researchs are: (1) to find influence of intellectual intelligence for social behavior students (2) to find influence of emotional intelligence for social behavior students (3) to find influence of spiritual intelligence for social behavior students (4) to evidence influence of intellectual intelligence, emotional intelligence and spiritual intelligence for social behavior students of SMPN 1 Kadugede district Kuningan.This research use quantitative method where the writer present the data base on questionersin-the field. The analysis technique the data use regrissim, determination, and dereble regression. The data collected processing to see, analysis, and description base on the problem and to object research.Base on this research the can be concluded that there are : (1) there is influence of intellectual intelligence (IQ) with social behavior students the way of significant and pattern direction is 25,6% and the research include of catagery enough strong (2) there is influence of emotional intelligence (EQ) with social behavior students the way of significant and the pattern direction is 46,7% and the research in clude of category enough strong (3) there is influence of spiritual intelligence (SQ) with social behavior students the way of significant and the pattern direction is 45,6% and the research in clude of category enough strong (4) there are influence of intellectual intelligence (IQ), emotional intelligence (EQ) and spiritual intelligence (SQ) with social behavior students are significant and there is relation direction is 56,5% and include of category strong.Key words : Intelectual Intelligence (IQ), Emotional Intelligence (EQ), Spiritual Intelligence (SQ) and Social Behavior.
MODEL BIMBINGAN KESEHATAN MENTAL UNTUK PARA SANTRI PONDOK PESANTREN SYAFI’IYAH CISAMBENG MAJALENGKA Yedi Supriadi
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.726 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1028

Abstract

The goal  of the research  are  to describe  the development of the mental health  for young students at the boarding  school in the islamic school of Syafi'iyyah in Cisambeng city of  Palasah-Majalengka  regency.  Development  of  mental  health  in  question  is  with  the planting of character and morals and a healthy mental approach to the students through some methode is called  “shuhbah” (friendship)  for the  purpose  of mental  development can  be achieved easily, accurately,  effectively and efficiently. The method of the research  are using descriptive   method   with  collecting   some   information,   by  techniques   gained   through observation,  interviews, questionnaires  and documentation  study. Data  retrieval  is derived from respondents who are seen mental health problems with a purposive sampling technique that aims to find out what the problem occurs in teenagers  these students then how after he followed the  guidance  of mental  health  at  boarding  Syafi'iyyah Cisambeng  approach  by “shuhbah” (friendship). Islamic conseling emphasizes spiritual  solutions based on love and fear of Allah and the duty of fulfil our responsibility as the servants of Allah on this earth.The results of the research  illustrate  that the application  of mental health counseling with shuhbah (friendship) perceived benefit to the students who participated  in mental health counseling because  after being interviewed and completed questionnaires  the students who have experienced problems of mental disorders  (misconduct) after obtaining calculated  the mean category average high.Based on the recognition  of the students,  they are  feel much better  after  attending mental health training  activities in Pondok Pesantren  Syafi'iyyah Cisambeng guided by Mas Nawawi (Ustd.Muhamad Nawawi Fathulloh, M.Pd.I). Thus the results of this study presented a picture of the actual conditions in the field as the information and report the study authors. Keywords: Model Guidance, Mental Health,  and Pupils
PELAKSANAAN TOLERANSI KEBERAGAMAAN DALAM PROSES PENDIDIKAN AGAMA DI GEETA SCHOOL CIREBON Mochamad Ariep Maulana
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.357 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1300

Abstract

Pendidikan agama berperan penting dalam mengajarkan ajaran agama. Ajaran agama merupakan dasar untuk membina kerukunan hidup antar umat beragama. Sekolah merupakan tempat yang tepat dalam mengajarkan pendidikan agama dan toleransi, salah satunya adalah Geeta School Cirebon. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengetahui lebih dalam bagaimana pelaksanaan toleransi keberagamaan dalam proses pendidikan agama di Geeta School Cirebon.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara mendalam tentang: 1) Konsep toleransi beragama dan pendidikan agama dalam sistem pendidikan nasional secara umum. 2) konsep toleransi beragama diterapkan dalam iklim akademik di Geeta School Cirebon. 3) Pelaksanaan toleransi keberagamaan diterapkan dalam proses pendidikan agama di Geeta School Cirebon.Penelitian ini mengggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik penelitian yang meliputi: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif. Sedangkan, keabsahan datanya akan diperkuat dengan melakukan pengecekan data menggunakan teknik triangulasi dan menggunakan bahan referensi.Hasil penelitian ini adalah (1) Konsep toleransi beragama dalam Sistem Pendidikan Nasional secara umum berdasarkan makna dan tujuan pendidikan, yaitu menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan. (2) Konsep toleransi beragama sangat diterapkan dalam iklim akademik di Geeta School Cirebon. Pihak sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai toleransi dalam diri siswa melalui interaksi sosial, pendidikan agama, dan kegiatan keagamaan. Pada akhir tahun 2015, pihak sekolah memutuskan untuk menerima dan membolehkan siswi dan guru yang beragama Islam untuk menggunakan jilbab di area sekolah. (3) Pelaksanaan toleransi keberagamaan dalam proses pendidikan agama di Geeta School Cirebon berjalan sangat tertib. Kurikulum yang digunakan Geeta School Cirebon adalah Kurikulum KTSP dengan metode pembelajaran aktif (active learning) dan berpusat kepada siswa (students center). Penggunaan metode dan media pembelajaran yang variatif membuat proses pembelajaran agama menjadi aktif dan menyenangkan.Kata Kunci: toleransi, toleransi keberagamaan, pendidikan agama, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional
IMPLIKASI PENGGUNAAN JILBAB PADA MAHASISWI SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) AL-AMIN INDRAMAYU (STUDI KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TENTANG ETIKA BERBUSANA) Mohammad Akmal Haris; Farihin Nur
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.154 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1313

Abstract

AbstractThe phenomenon of the use of the hijab today has shifted it’s meaning, so that the hijab is no longer suitable as a cover aurat Islamic law, but has now become a fashion of it’s own among student School of Tarbiyah (STIT) Al-Amin Indramayu. Almamater College that in fact labeled Islam does not guarantee the absolute whole of his students to know and understand the implications of the use conditions and the wearing of a hijab. This study aims to identify and explain the historical emergence of the tradition of hijab as well as to identify and explain the implications of the use of hijab on university student STIT Al-Amin Indramayu. This type of research is a field research with a qualitative approach and methods used is a case study. Author data collection using interviews, observation and documentation. As for the analysis, the authors used a qualitative descriptive analysis techniques. The object of this research is student of Al-Amin STIT Indramayu. The results of this study indicate that the use of the hijab on the students STIT Al-Amin Indramayu has implications psychologically as well as it’s implications on religious behavior, religious behavior that is both vertical (habluminallah) and religious behavior that are horizontal (habluminannas).Keywords: Implications, Use of Hijab, College Student AbstrakFenomena penggunaan jilbab dewasa ini telah bergeser maknanya, sehingga jilbab bukan lagi sebagai penutup aurat sesuai syariat Islam, tetapi kini telah menjadi fashion tersendiri di kalangan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Amin Indramayu. Almamater Perguruan Tinggi yang notabene berlabel Islam tidak menjamin secara mutlak seluruh mahasiswinya mengerti dan memahami ketentuan serta implikasi penggunaan jilbab yang dikenakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan sejarah munculnya tradisi berjilbab serta untuk mengidentifikasi dan menjelaskan implikasi penggunaan jilbab pada Mahasiswi STIT Al-Amin Indramayu. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah studi kasus (case study). Pengumpulan data penulis lakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah Mahasiswi STIT Al-Amin Indramayu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan jilbab pada mahasiswi STIT Al-Amin Indramayu memiliki implikasi secara psikologis maupun implikasi pada perilaku keagamaan penggunanya, baik perilaku keagamaan yang bersifat vertikal (habluminallah) maupun perilaku keagamaan yang bersifat horizontal (habluminannas).Kata Kunci: Implikasi, Penggunaan Jilbab, Mahasiswi
PROSPEK MADRASAH DI INDONESIA: ANALISIS POLITIK PENDIDIKAN Pradi Khusufi Syamsu
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.466 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1304

Abstract

AbstractThis paper confirms that the politics of national education has a strong influence on the development of madrasah in Indonesia. Even marginalized by the political madrassa education in Indonesia who are concerned and care about the school system. As a result, the alumni madrasas are not allowed to compete with school graduate or equivalent. Attempts to obtain state recognition done by the madrasah. Madrasah was slightly gained recognition with the publication of the Joint Decree (SKB) Three Ministers in 1975. The government's political orientation in 1980 until the 1990s that is more accommodating to Muslims make significant changes to the current madrasah trip.The climax, the school became part of the educational system after the enactment of the National Education System Law no. 20 in 2003. However, the true struggle madrasah to be part of the national education system is not free. There is a cost to be paid by the madrasah for recognition. Knowingly or not, almost like the madrasah school curriculum even more such as school. Madrasah has lost the spirit. Islamic sciences trimmed, on the pretext of simplification, for recognition. So, it is too early to conclude that the struggle madrasah was over. Madrasah should be part of the national education system, but do not lose the spirit and erode the values and teachings of his religion.Keywords: Politic, National Education, Madrasah, School. AbstrakTulisan ini menegaskan bahwa politik pendidikan nasional memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan madrasah di Indonesia. Bahkan madrasah termarginalkan oleh politik pendidikan Indonesia yang mementingkan dan mempedulikan sistem sekolah. Akibatnya, alumni madrasah tidak diperkenankan untuk bersaing dengan lulusan sekolah yang sederajat. Upaya untuk mendapatkan pengakuan negara dilakukan oleh madrasah. Madrasah pun sedikit mendapat pengakuan dengan terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tahun 1975. Orientasi politik pemerintah tahun 1980 hingga 1990-an yang lebih akomodatif terhadap umat Islam membuat perubahan yang cukup signifikan terhadap perjalanan madrasah saat itu.Puncaknya, madrasah menjadi bagian dari sistem pendidikan setelah disahkannya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003. Namun, sejatinya perjuangan madrasah untuk menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional tidaklah gratis. Ada cost yang harus dibayar oleh madrasah untuk mendapat pengakuan. Disadari atau tidak, madrasah nyaris mirip sekolah secara kurikulum bahkan makin tersekolahkan. Madrasah telah kehilangan ruh. Ilmu-ilmu keislaman dipangkas, dengan dalih penyederhanaan, untuk mendapat pengakuan. Maka, terlalu dini menyimpulkan bahwa perjuangan madrasah telah usai. Madrasah harus menjadi bagian sistem pendidikan nasional namun tidak kehilangan ruh dan terkikis nilai-nilai serta ajaran-ajaran agamanya.Kata Kunci: Politik, endidikan Nasional, Madrasah, Sekolah.
MODEL PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA (STUDI KASUS PADA KELUARGA YANG ISTRINYA BERPROFESI SEBAGAI GURU PAI SD DI LINGKUNGAN UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN) yunani yunani
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.531 KB) | DOI: 10.24235/oasis.v1i2.1348

Abstract

AbstractThe family is the smallest social unit that has an important role in the development of child character.The important role of the family which also adds to the character development, among others, lies in the character education model that given the parents to their children. But in general, the implementation of the character education in family operasionally and prosedully has not been a seriousconcern of parents and impressed ignored. As a result, character education in the family has not been conceptualized steadily, giving rise to a variety of educational praxis in accordance with an understanding of each parents. Therefore required a steady framework and detailed models to be able to implement character education in the family appropriately in accordance with the teachings of Islamic pedagogical. This study used qualitative methods. Data collection technique is done throughobservation, interviews, and documentation. The data analysis have been done bymeans of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification ofdata.Keywords: model of character education, family AbstrakPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun analisis datanya dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan dan veriflkasi data. Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memiliki peran penting dalam pengembangan karakter anak. Peran penting keluarga yang ikut mewarnai pengembangan karakter tersebut antara lain terletak pada model pendidikan karakter yang diberikan orangrua terhadap anaknya. Namun pada umumnya, penyelenggaraan pendidikan karakter dalam keluarga secara operasional maupun proseduralnya belum menjadi perhatian serius para orangrua dan terkesan diabaikan. Akibatnya pendidikan karakter dalam keluarga belum dikonseptualisasi secara ajeg, sehingga menimbulkan praksis pendidikan yang beragam sesuai dengan pemahaman masing-masing orangtua. Oleh karena itu, diburuhkan kerangka model yang ajeg dan rinci iintuk dapat melaksanakan pendidikan karakter dalarii keluarga secara tepat sesuai dengan ajaran pedagogis Islami. Penelitian ini bertujuan menemukan model pendidikan karakter daJam keluarga, yang meliputi tujuan, program, proses. Lokasi penelitian yang dipilih adalah 6 (enam) keluarga yang istrinya berprofesi sebagai guru PAI SD di Lingkungan UPTD Pendidikan Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan.Kata kunci : model pendidikan karakter, keluarga

Page 1 of 1 | Total Record : 7