cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pendidikan
ISSN : 14104695     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JDP (Journal of Dynamics of Education), a journal with registered number p-ISSN : 1410-4695 is a scientific journal which published by Faculty of Teaching and Education Christian University that covered about teaching discussion area. The aims of JDP is to disseminate the conceptual thoughts and ideas or research results that have been achieved in the area of education.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2017): JULI" : 7 Documents clear
KETERKAITAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DENGAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) Jafriansen Damanik
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v10i2.613

Abstract

ABSTRACT Many sides quest on the needs of two standards in implementing education in Indonesia, they are Minimum Service Standards (MSS) and National Education Standards (NES). This article is aimed at discussing the relation between MSS and NES through goverment regulation and related program. In the goverment regulation itself, it is told that the fulfilment of MSS is the initial requirement of the fulfilment of NES. In relation with accreditation instruments as a measurement or assestment tool on the fulfilment of NES, it is proved that all indicators of MSS of primary education by educational unit are also found in accreditation instrument. Some indicators of MSS issued by district goverment are also relevant with accreditation instrument. The difference just belongs to the way to assest and measure the fulfilment standard. The instrument of MSS uses an absolute assestment, in the mean time accreditation instrument uses an interval scale. This action creates the existence of an accredited school but it does not fulfil the MSS yet. Basically, MSS and NES are closely related since both of them are quality assurance of public school or school madrasahs. The MSS are required to meet especially by the goverment of district city by means to be improved in order to fulfil even to exceed the NES. The fulfilment of MSS and NES must be implemented periodically as a mutual responsiblity of educational unit, goverment and private educational institutions, the district and central goverment. Keywords: minimum service standards, national education standards, the connection. ABSTRAK Banyak pihak yang mempertanyakan perlunya dua standar dalam bidang pendidikan di Indonesia, yakni Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Tulisan ini dimaksudkan untuk membahas keterkaitan antara SPM dengan SNP, melalui peraturan dan program yang terkait. Dalam peraturan disebutkan bahwa pemenuhan SPM merupakan syarat awal pemenuhan SNP. Terkait dengan instrumen akreditasi sebagai alat ukur pemenuhan SNP, ternyata seluruh indikator SPM Dikdas oleh satuan pendidikan terdapat juga dalam instrumen akreditasi. Beberapa indikator SPM oleh pemerintah kab./kota juga relevan dengan instrumen akreditasi. Perbedaannya terletak cara penilaian atau pengukuran pemenuhan standar. Instrumen SPM menggunakan penilaian absolut atau mutlak, sementara instrumen akreditasi menggunakan skala interval. Hal ini menyebabkan adanya sekolah yang terakreditasi tetapi belum memenuhi SPM. Pada dasarnya SPM dan SNP sangat terkait, karena keduanya merupakan ukuran mutu sekolah/madrasah. SPM diupayakan pemenuhannya terutama oleh pemerintah daerah, untuk selanjutnya ditingkatkan hingga memenuhi bahkan melampaui SNP. SPM maupun SNP harus diupayakan pemenuhannya secara bertahap, sebagai tanggungjawab bersama satuan pendidikan, lembaga penyelenggara pendidikan swasta, pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kata kunci: standar pelayanan minimal, standar nasional pendidikan, keterkaitan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MOBILE DICTIONARY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MOBILE LEARNING TERHADAP PEMBELAJARAN MATA KULIAH MEMBACA BAGI MAHASISWA S1 PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA Elyana Elyana; Ziyo Chaprin
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v10i2.637

Abstract

ABSTRACTThe journal is titled Effectiveness of Use of Mobile Dictionary for Mobile Based Learning Media against Reading Learning Subject for Chinese Language Education Student at Christian University of Indonesia. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the use of mobile dictionary as a learning media in the reading subject. This research uses survey method with qualitative and quantitative approach, and has descriptive nature. Data collection techniques used are interviews and surveys. The discussion is analyzed by interpretation of interview result by reading study subjects and a student. In addition, an analysis of the questionnaires was distributed to Chinese Language Education Student at Christian University of Indonesia. The results showed that mobile dictionary can serve as a medium of mobile learning due to the features that are quite helpful for students in following the learning of reading. Based on the results of the questionnaire, the level of effectiveness of mobile dictionary usage as a learning medium in the classified as good reading.Keywords: Mobile dictionary, learning media, Mobile learning, Reading subject ABSTRAKJurnal ini berjudul Efektivitas Penggunaan Mobile Dictionary Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Mobile Learning Terhadap Pembelajaran Mata Kuliah Membaca Bagi Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Kristen Indonesia. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas penggunaan mobile dictionary sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah membaca. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berbentuk survey dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, serta memiliki sifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adala wawancara dan survey. Pembahasannya dianalisis dengan cara interpretasi hasil wawancara yang dilakukan dengan pengajara mata kuliah membaca dan seorang mahasiswa. Selain itu juga dilakukan analisis terhadap kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa Pendidikn Bahasa Mandarin Universits Kristen Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobile dictionary dapat berfungsi sebagai media mobile learning dikarenakan adanya fitur-fitur yang cukup membantu mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran membaca. Berdasarkan hasil kuesioner, tingkat efektivitas penggunaan mobile dictionary sebagai media pembelajaran dalam mata kuliah membaca tergolong baik.Kata Kunci: Efektivitas, Mobile dictionary , Media pembelajaran, Mobile learning, Mata kuliah membaca
PENDIDIKAN UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Familia Novita Simanjuntak
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v10i2.614

Abstract

ABSTRACT Sustainable development urges to merge the three complex dimensions: global economy, global society and physically earth environment. Sachs (2015) states that sustainable development is the expert effort to comprehend the world and the method to solve the crowded earth issues by the global population growth that nine times increase than the first industry era. Education is one of fatal element for sustainable development phase especially for the human (society) development. Human development becomes the main core of invesment for economy development because it is prepared for the youngst as the next generation to develop economic improvement individually for their family and also for their community (include for the State’s development interest). Marshall, Hine and East (2017) studied about the education which develop the autonomous motivation to support individu execute the pro-environmental behaviors (PEBs). This autonomous motivation will establish the environmental attitude and personality in decision making and action of sustainable environment protection and preservation. Keywords: sustainable development, education, pro-environmental behaviors ABSTRAK Pembangunan berkelanjutan berupaya untuk mengkaitkan tiga sistem yang rumit yaitu sistem ekonomi dunia, sistem sosial dunia dan lingkungan fisik bumi. Sachs (2015) menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan menjadi cara para pakar untuk memahami dunia dan sebuah metode untuk menyelesaikan permasalahan dunia yang berawal dari sesaknya bumi akibat pertumbuhan penduduk dunia yang sudah mencapai sembilan kali lebih banyak dari populasi manusia yang hidup pada jaman dimulainya revolusi industri. Pendidikan adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pembangunan berkelanjutan terutama pembangunan yang terkait manusia (sosial). Pembangunan manusia menjadi bagian vital dari investasi yang dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi karena merupakan jalur investasi yang disiapkan untuk anak-anak sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan perbaikan ekonomi baik secara individu bagi keluarganya maupun secara berkelompok bagi komunitasnya (termasuk kepentingan pembangunan di Negaranya). Penelitian Marshall, Hine and East (2017) menyatakan bahwa pendidikan dapat membentuk dorongan dari dalam setiap individu untuk melakukan perilaku pro lingkungan hidup (pro-environmental behaviours). Dorongan dari dalam individu ini secara otonomi membentuk watak dan karakter yang ramah lingkungan untuk membuat keputusan dan bertindak yang melindungi dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Kata kunci: pembangunan berkelanjutan, pendidikan, pro-environmental beharviors
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTEGRAL TAK TENTU BERBASIS MODEL SMALL GROUP DISCUSSION DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UKI TAHUN 2016/2017 Jitu Halomoan Lumbantoruan
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v10i2.610

Abstract

ABSTRACT This study aims to: (1) Develop instructional materials indefinite integral calculus which include small group discussion learning models as teaching materials in teaching and learning in the classroom; (2) Testing the feasibility and effectiveness of teaching materials integral calculus developed; (3) Test whether there is a good improvement in the learning process with the help of teaching materials and see what there is a difference between a class using teaching materials with a class that does not use ingredients teaching. The method used in this research is the development. The increase in scores of pre-test and post-test through a test N-Gain in the third semester the field tests obtained a value of 0.63 with the interpretation Medium. While the N-Gain for classes that use very high 0.7 teaching materials or research say completely 100% and the class that does not use teaching materials or finished lower 0.3 and 16.60%. Keywords: Development Integral Calculus, Calculus ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan bahan ajar kalkulus integral tak tentu yang dilengkapi model pembelajaran small group discussion sebagai bahan ajar dalam proses belajar mengajar di dalam kelas; 2) Menguji Kelayakan dan keefektifan bahan ajar kalkulus integral yang dikembangkan; 3) Menguji apakah ada peningkatan hasil belajar yang baik di dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan bantuan bahan ajar serta melihat apa ada perbedaan antara kelas yang menggunakan bahan ajar dengan kelas yang tidak menggunakan bahan ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Peningkatan skor pre-tes dan pos-tes melalui uji N-Gain pada uji lapangan semester III diperoleh nilai sebesar 0,63 dengan interpretasi Sedang. Sedangkan N-Gain untuk kelas yang mengunakan bahan ajar 0,7 sangat tinggi atau penelitian ini mengatakan tuntas 100% dan kelas yang tidak menggunakan bahan ajar 0,3 rendah atau yang tuntas haya 16,60%. Kata Kunci: Pengembangan Bahan Ajar Integral, Kalkulus
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENGAJARKAN STRUKTUR PELENGKAP ARAH (趋向补语qūxiàng bǔyǔ) BAHASA MANDARIN DI UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA Dewi Sulistyowati
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v10i2.615

Abstract

ABSTRACT This study discusses the implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to teach the Chinese Complete Directions (CD) structure. To be able to understand the PA well, the learners must be able to understand where the speaker and what reference because PA is very thick with the feel of place deixis. Therefore, researchers apply the CTL approach to teach PA. This study is a classroom action research that lasts for two cycles. Classroom action research is a research conducted by teachers themselves to evaluate and improve the quality of classroom teaching. In the teaching of this CD, researchers who simultaneously act as instructors conduct research for two cycles. The result of cycle I shows a good understanding of CD structure but not yet accompanied by contextual understanding of CD. After the application of cycle II, the result is almost the same between understanding the structure and contextual understanding of PA. Keywords: classroom action research, CTL approach, complement of directions, Mandarin ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang pengimplementasian pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk mengajarkan struktur Pelengkap Arah (PA) bahasa Mandarin. Untuk dapat memahami PA dengan baik, pemelajar harus mampu memahami di mana penutur dan apa acuannya karena PA ini amat kental dengan nuansa deiksis tempat. Oleh karena itu, peneliti menerapkan pendekatan CTL untuk mengajarkan PA. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama dua siklus. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh pengajar sendiri untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pengajaran di kelas. Dalam pengajaran PA ini, peneliti yang sekaligus bertindak sebagai pengajar melakukan penelitian selama dua siklus. Hasil siklus I menunjukkan adanya pemahaman struktur PA yang baik tetapi belum diiringi dengan pemahaman kontekstual PA. Setelah penerapan siklus II diperoleh hasil yang hampir sama antara pemahaman struktur dan pemahaman kontekstual PA. Kata kunci: penelitian tindakan kelas pendekatan CTL, pelengkap arah, bahasa Mandarin
MEMPERSIAPKAN ANAK MASUK SEKOLAH DASAR Evi Deliviana
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v10i2.611

Abstract

ABSTRACT This article was made to discuss government regulations regarding the chronological age limit of children to enter elementary school, which is 7 years old. In fact, many parents cannot wait to get their children to enter elementary school even if their children age is not sufficient. This article is prepared based on the literature review to explain the readiness indicators for children to entering elementary school and the importance of a child to have school readiness. The authors use literature study method that is based on: 1) abstract of research result, 2) journal review, and 3) reference book. Based on the results of the study, the authors found that the readiness of children to enter elementary school is not only determined by chronological age alone but also by aspects of cognitive development, language, motor, socioemosional, and independence of children. Another factor that influence the school readiness of children to enter elementary school are environmental support such as family and school. Through a comprehensive understanding of indicators of school readiness of children to enter elementary school, parents are expected to be more sensitive in seeing and taking a raft of whether the child ready to enter elementary school or not. Keywords: school readiness, elementary school ABSTRAK Tulisan ini berawal dari adanya peraturan pemerintah mengenai batas usia kronologis anak untuk masuk Sekolah Dasar, yaitu 7 tahun. Pada kenyataanya, banyak orang tua yang tidak sabar untuk memasukkan anak mereka ke Sekolah Dasar meski dari segi usia belum mencukupi. Tulisan ini disusun berdasarkan pada literatur review yang bertujuan untuk menjelaskan indikator kesiapan anak masuk Sekolah Dasar dan pentingnya seorang anak untuk memiliki kesiapan sekolah. Penulis menggunakan metode studi literatur yang bersumber pada: 1) abstrak hasil penelitian, 2) review jurnal, dan 3) referensi buku. Berdasarkan hasil telaah, penulis mendapati bahwa kesiapan anak masuk Sekolah Dasar bukan hanya ditentukan oleh usia kronologis saja akan tetapi ditentukan juga oleh aspek perkembangan kognitif, bahasa, motorik, sosioemosional, serta kemandirian anak. Faktor lain yang turut mempengaruhi kesiapan sekolah anak adalah dukungan lingkungan seperti keluarga dan sekolah. Melalui pemahaman yang komprehensif mengenai indikator kesiapan anak masuk Sekolah Dasar, diharapkan orangtua semakin peka dalam melihat dan mengambil keputusan apakah anaknya telah siap untuk masuk Sekolah Dasar. Kata Kunci: Kesiapan sekolah, Sekolah Dasar
TO WHAT EXTENT CAN PROVIDING SCAFFOLDING IN ZPD HELP IN DEVELOPING SLA OF ENGLISH LANGUAGE LEARNERS? Asri Purnamasari
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): JULI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v10i2.612

Abstract

ABSTRACTAs learners face difficulties in acquiring Second Language Acquisition (SLA) where English is used as a foreign language, in this writing she will analyse the writer practice as a teacher in a secondary school in Indonesia through the lens of Vygotskian Socio-Cultural Theory – Zone of Proximal Development (ZPD). She illustrate how ongoing support through cooperative learning which promoted teamwork and dialogue among peers could help learners understand the concept of using procedure text. Although social interaction involvement has been controversial, the learning process, through which support or scaffolding is provided in learners’ ZPD, can have a positive effect on language development.Key Words: Scaffolding, ZPD, SLA, EFL, Cooperative Learning, Socio-cultural Theory ABSTRAKSebagaimana para siswa menghadapi kesulitan dalam mencapai Second Language Acquisition (SLA) di mana Bahasa Inggris digunakan sebagai Bahasa asing, dalam tulisan ini saya akan menganalisa pengajaran pada sekolah menengah di Indonesia berdasarkan Vygotskian Socio-Cultural Theory – Zone of Proximal Development (ZPD). Dalam tulisan ini akan terjabarkan bagaimana dukungan terus-menerus (scaffolding) melalui cooperative learning yang menggunakan teamwork dan dialog antar siswa dapat membantu mereka mengerti konsep dari penggunaan procedure text. Meskipun penerapan interaksi sosial masih menjadi konstroversi dalam proses pembelajaran, namun scaffolding yang selalu dberikan pada ZPD siswa terbukti dapat memberikan dampak positif dalam perkembangan bahasa.Kata Kunci: Scaffolding, ZPD, SLA, EFL, Pembelajaran Kooperatif, Socio-cultural Theory

Page 1 of 1 | Total Record : 7