cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dinamika Pendidikan
ISSN : 14104695     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JDP (Journal of Dynamics of Education), a journal with registered number p-ISSN : 1410-4695 is a scientific journal which published by Faculty of Teaching and Education Christian University that covered about teaching discussion area. The aims of JDP is to disseminate the conceptual thoughts and ideas or research results that have been achieved in the area of education.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2019): APRIL" : 6 Documents clear
Bimbingan dan Konseling Bagi Orangtua Anak Usia Dini Berkebutuhan Khusus (ABK) Melda Rumia Rosmery Simorangkir
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v12i1.1030

Abstract

ABSTRACT A happiness when a woman in a family gives birth. Moreover, the baby who wasborn has been waiting long enough. However, sometimes what is expected byhumans is not always the same as what was presented by the creator. Thenwhat if it turns out that children who are present in the family are specialchildren? These children need special attention due to physical and mentaldisorders. Not a few parents must have children with special needs (ABK)confused, shocked or even blame each other. This is certainly not something thatis expected from children. ABK requires education, attention, assistance, speciallearning methods. Thus ABK parents must get special assistance so that theycan accept their child and educate the child with great attention and love. ABKparents must be assisted from early childhood, so that education and care aremore optimal. Counseling for ABK parents is done so parents do not feel alone,not ashamed, willing to accept and have a great readiness to accompany theirchildren in the future. The counselor is expected to be able to help ABK's parentsby providing counseling services specifically to guide parents. The guidance alsoserves to help parents provide alternative education and therapy that can begiven to children with special needs from an early age. Keywords: children with special needs, counselling, and guidance ABSTRAK Sebuah kebahagian ketika seorang perempuan dalam sebuah keluargamelahirkan. Apalagi buah hati yang dilahirkan telah ditunggu cukup lama.Namun, terkadang apa yang diharapkan manusia tidak selalu sama dengan apayang dihadirkan oleh pencipta. Lalu bagaimana apabila ternyata anak yang hadirdalam keluarga adalah anak yang special?. Anak tersebut memerlukan perhatiankhusus baik disebabkan kelainan fisik maupun mental. Tidak sedikit Orangtuaharus anak berkebutuhan khusus (ABK) mengalami kebingungan, kaget ataubahkan saling menyalahkan. Hal ini tentu bukan hal yang diharapkan dari anak.ABK memerlukan pendidikan, perhatian, bantuan, metode belajar khusus.Demikian orangtua ABK harus mendapatkan pendampingan khusus agarmereka bisa menerima anak mereka dan mendidik anak tersebut dengan penuhperhatian dan cinta yang besar. Orangtua ABK harus dibantu sejak anak usiadini, agar pendidikan dan pengasuhan lebih optimal. Konseling bagi orangtuaABK dilakukan agar orang tua tidak merasa sendiri, tidak malu, mau menerimadan memiliki kesiapan hati yang besar untuk mendampingi anak mereka dikemudian hari. Konselor di harapkan mampu menolong orang tua ABK denganmemberikan layanan-layan konseling khususnya membimbing orangtua.Bimbingan tersebut juga berfungsi untuk membantu orangtua memberikanalternatif pendidikan dan terapi yang dapat diberikan pada anak berkebutuhankhusus sejak usia dini. Kata kunci: anak berkebutuhan khusus konseling, dan bimbingan
EFEKTIVITAS KESIAPAN GURU, INFRASTRUKTUR DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP KEBERHASILAN PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SMP KRISTEN KANAAN TANGERANG Rinto Rain Barry
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v12i1.1026

Abstract

ABSTRACT The study looked at how to apply Teacher Readiness, Infrastructure, andStudent Learning Motivation to the application of the 2013 Curriculum (Kurtilas)and the continued application of the 2013 Curriculum at the Canaan ChristianMiddle School in Tangerang as a case study. The research method used isquantitative research. Population of 8th and 9th grade students of CanaanChristian Middle School Tangerang. Payment sample of 60 students. Datacollection is done by following a questionnaire conducted directly by therespondent. Furthermore, it was analyzed using the IBM SPSS Statistics 20.Program. The results showed that there were benefits from Teacher Readiness,Infrastructure, and Student Motivation in Canaan Christian Middle School inTangerang, both partially and jointly on the Successful Implementation of the2013 Curriculum. 2013 can be achieved by the readiness of teachers in terms ofprofessional, pedagogical, personality, and social competence; Schools thathave good and decent infrastructure or can be given proper ones; and studentshave good and high learning motivation. Matters that need attention from allstakeholders of Education, and further research on this must be added toeducation in Indonesia in general. Keywords: Curriculum 2013, Infrastructure, Student Learning Motivation, andTeacher Readiness ABSTRAK Penelitian melihat bagaimana efektivitas Kesiapan Guru, Infrastruktur, danMotivasi Belajar Siswa terhadap penerapan Kurikulum 2013 (kurtilas) dankeberlangsungan penerapan Kurikulum 2013 di SMP Kristen Kanaan Tangerangsebagai studi kasus. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kuantitatif.Populasi meliputi siswa kelas 8 dan 9 SMP Kristen Kanaan Tangerang. Sampelberjumlah 60 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkankuesioner secara langsung kepada sampel responden selanjutnya dianalisismenggunakan Program IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian menunjukkanada efektivitas dari Kesiapan Guru, Infrastruktur, dan Motivasi Balajar Siswa diSMP Kristen Kanaan Tangerang, baik secara parsial maupun secara bersamasamaterhadap Keberhasilan Penerapan Kurikulum 2013. Kesimpulan yangdidapat terhadap Keberhasilan Penerapan Kurikulum 2013 setidaknya dapatdicapai dengan adanya kesiapan guru-guru dalam hal kompetensi profesional,pedagogik, kepribadian, dan hubungan sosial; Sekolah seharusnya memilikiinfrastruktur yang baik dan memadai atau boleh dikatakan layak; serta siswasendiri memiliki motivasi belajar yang baik dan tinggi. Hal-hal ini perlu mendapatperhatian dari seluruh stakeholder Pendidikan, dan setidaknya penelitian inimenjadi masukan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia pada umumnya. Kata Kunci: Kurikulum 2013, Infrastruktur, Motivasi Belajar Siswa, dan KesiapanGuru
IMPLEMENTASI WEBINAR TERHADAP SIKAP SADAR KEAMANAN KIMIA MAHASISWA Nelius Harefa; Sumiyati Gultom; Leony Sanga Lamsari Purba
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v12i1.1027

Abstract

ABSTRACT Chemical security is one of the important indicators in the chemistry learningprocess. It is important for students to explore their knowledge of the consciousattitude of chemical security. Insecure attitudes will cause problems for thesestudents, others, and the environment. Many sources can be used to foster aconscious attitude to chemical security, one of which is by participating in awebsite-based seminar (webinar). Knowledge formed at the webinar is areference for respondents in choosing the option of choice in the statementprovided. Data collection is done by giving questionnaires to respondents. Thequestionnaire contained nine statements related to chemical security awareness.Each statement is given five choice options with reference to the Likert scalesystem. Based on respondents' data, it was seen that 42.7% of respondentschose the basic knowledge option in the chemical security statement, 28.1%chose the option above basic knowledge, 26.9% chose the intermediateknowledge option, and the other 2.3% chose the advanced knowledge option.While the expert knowledge option which is the highest value option is notchosen by the respondent. From these data, it shows that the respondent'schemical security attitude is classified as low. Keywords: Chemical Security, Webinar ABSTRAK Keamanan kimia merupakan salah satu indikator penting dalam prosespembelajaran kimia. Penting bagi pebelajar untuk menggali pengetahuannyaterhadap sikap sadar keamanan kimia. Sikap yang tidak aman akanmenyebabkan masalah bagi pebelajar tersebut, orang lain, dan lingkungan.Banyak sumber yang dapat digunakan untuk menumbuhkan sikap sadarkeamanan kimia, salah satunya dengan berpartisipasi pada acara seminarberbasis website (webinar). Pengetahuan yang terbentuk pada acara webinarmenjadi acuan responden dalam memilih opsi pilihan pada pernyataan yangtelah disediakan. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket padaresponden. Angket tersebut memuat sembilan pernyataan terkait sikap sadarkeamanan kimia. Masing-masing pernyataan diberi lima opsi pilihan denganmengacu pada sistem skala Likert. Berdasarkan data responden terlihat bahwa42,7% responden memilih opsi pengetahuan dasar pada pernyataan keamanankimia, 28,1% memilih opsi diatas pengetahuan dasar, 26,9% memilih opsipengetahuan menengah, dan 2,3% lainnya memilih opsi pengetahuan mahir.Sedangkan opsi pengetahuan ahli yang merupakan opsi dengan nilai tertinggitidak dipilih oleh responden. Dari data tersebut, menunjukkan bahwa sikapkeamanan kimia responden tergolong rendah. Kata Kunci: Keamanan Kimia, Webinar
PENINGKATAN KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA MELALUI PEMANFAATAN EVALUASI PEMBELAJARAN QUIZIZZ PADA MATA KULIAH KIMIA FISIKA I Leony Sanga Lamsari Purba
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v12i1.1028

Abstract

ABSTRACT This research is a descriptive qualitative study to determine the increase instudent learning concentration through the use of quizizz learning evaluations inPhysics Chemistry I. The population in this study were all Chemistry EducationStudents FKIP-UKI, with student sampling in the 3rd semester of the 2018/2019academic year. Questionnaires that are used as instruments in research arevalidated by two validators who are experts in the field of learning evaluation.The results of data analysis obtained from the pre-test and post-test showed anincrease in the concentration of student learning through the utilization of quizizzlearning evaluations in Chemistry Physics I courses of 0.45, with a moderateincrease in interpretation. Of the five indicators of learning concentration, theindicator of accuracy experienced the highest increase of 0.53 and theunderstanding indicator experienced the lowest increase of 0.36. Based on indepthinterviews with students used as sampling, accuracy increases due to timeconstraints and students 'fear of the response of answers inputted by students toquizizz. Evaluation of learning using quizizz helps improve students' learningconcentration. The use of quizizz can be done by other lecturers, teachers andstudents who will implement PKM to support the 4.0 industrial revolution. Keywords: concentration, education, industry 4.0, physical chemistry, danquizizz ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif untuk mengetahuipeningkatan konsentrasi belajar mahasiswa melalui pemanfaatan evaluasipembelajaran quizizz pada mata kuliah Kimia Fisika I. Populasi dalam Penelitianini adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP-UKI, dengan samplingmahasiswa Semester 3 tahun ajaran 2018/2019. Angket yang digunakansebagai instrument dalam penelitian di validasi oleh dua orang validator yang ahlidibidang evaluasi pembelajaran. Hasil analisis data yang diperoleh dari pre-testdan post-test menunjukkan terjadi peningkatan pada konsentrasi belajarmahasiswa melalui pemanfaatan evaluasi pembelajaran quizizz pada matakuliah Kimia Fisika I sebesar 0,45, dengan interpretasi peningkatan sedang. Darilima indikator konsentrasi belajar, indikator ketelitian mengalami peningkatantertinggi yaitu sebesar 0,53 dan indikator pemahaman mengalami peningkatanpaling rendah yaitu 0,36. Berdasarkan wawancara mendalam terhadapmahasiswa yang digunakan sebagai sampling, ketelitian meningkat akibatadanya batasan waktu dan ketakutan mahasiswa terhadap respon jawaban yangdiinput mahasiswa pada quizizz. Evaluasi pembelajaran dengan menggunakanquizizz membantu meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik. Penggunaanquizizz dapat dilakukan oleh dosen pengampu matakuliah lain, guru danmahasiswa yang akan melaksanakan PKM untuk mendukung revolusi industri4.0. Kata Kunci: konsentrasi, pendidikan, industri 4.0, kimia fisik, dan quizizz
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DI SMAN 92 JAKARTA Yohana Junita; Leony Sanga Lamsari Purba
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v12i1.1029

Abstract

ABSTRACT This research is a pure experimental study with a pre-test and post-test onlycontrol design. The population includes all students of class XI MIPA SMAN 92Jakarta Semester I Academic Year 2018/2019. The study sample consisted oftwo classes with a sample size of 58 students determined by purposive sampling.The research instrument is a test question. Hypothesis test conducted byparametric test is testing paired samples t test at a significant level of 0.05 withthe help of SPSS 23 for windows. The results of this study obtained t count of36,286 and a significant value of 0.00. Based on data analysis and hypothesistesting carried out obtained that: (1) There is an increase in student chemistrylearning outcomes through cooperative learning models think pair share atSMAN 92 Jakarta. (2) Increasing students' chemistry learning outcomes by usingthe cooperative learning model think pair share of 0.7 in the N-gain category,when compared to the conventional model of 0.67. Keywords: improvement, learning model, learning outcomes, and Think pairshare ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni dengan desain pre-testand post-test only control. Populasi meliputi seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN92 Jakarta Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Sampel penelitian terdiri daridua kelas dengan jumlah sampel 58 siswa yang ditentukan dengan purposivesampling. Instrumen penelitian berupa tes soal. Uji Hipotesis yang dilakukandengan uji parametrik yaitu uji paired samples t test pada taraf signifikan 0,05dengan bantuan SPSS 23 for windows. Hasil penelitian ini memperoleh t hitungsebesar 36,286 dan nilai signifikan 0,00. Berdasarkan analisis data dan ujihipotesis yang dilakukan diperoleh bahwa: (1) Terdapat peningkatan hasil belajarkimia siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe think pair share di SMAN92 Jakarta. (2) Peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan meggunakan modelpembelajaran kooperatif tipe think pair share sebesar 0,7 dalam kategori N-gain,bila dibandingkan dengan model konvensional sebesar 0,67. Kata Kunci: peningkatan, model pembelajaran, hasil belajar dan think pair share
MISKONSEPSI MAHASISWA CALON GURU FISIKA TENTANG HUKUM I NEWTON DAN GRAVITASI Ngia Masta
Jurnal Dinamika Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51212/jdp.v12i1.1083

Abstract

ABSTRACT This study aims to investigate Newton's legal errors and gravity in prospective physics students. Participants in this study came from 39 students of the Physics Education study program, Teacher Training and Education Faculty, Universitas Kristen Indonesia in the 2018-2019 academic year. The instrument used was misconception diagnostic test in form multiple choice with closed reasons consisting of five items. Diagnostic test were adopted from the Force Concept Inventory (FCI) instrument with sub topics of Newton's Law I and Implementation. Answers were coded correspond to the misconception taxonomy of FCI. The average percentage of misconceptions resolved by students on gracity sub-topics was assisted: air pressure-assisted gravity(13.80%),gravity intrinsic to mass (39.25%), and heavier objects fall faster (27.95%). Furthermore, the average percentage of student misconception on the Newton’s 1st Law, consists of: only active agents exert force (25.03%), motion implies active force (28.20%), no motion implies no force (16.65% (48.75%), and velocity proportional to applied force (48.75%) .The results of this study will help teachers and curriculum makers to revise the learning meto and content of textbooks to overcome misconceptions. Keywords: Gravitasi, Miskonsepsi, Hukum I Newton, FCI ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi miskonsepsi Hukum I Newton dan Gravitasi pada mahasiswa calon guru fisika. Partisipan dalam penelitian ini berasal dari 39 mahasiswa program studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia tahun akademik 2018-2019. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik miskonsepsi berbentuk pilihan ganda dengan alasan tertutup yang terdiri atas lima butir soal. Tes diagnostik diadopsi dari instrumen Force Concept Inventory (FCI) dengan sub topik Hukum I Newton dan gravitasi. Jawaban yang keliru diberi kode sesuai dengan taksonomi miskonsepsi Hastenes. Rerata persentase miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa pada sub topik gravitasi, di antaranya: tekanan udara memperbesar percepatan gravitasi (13,80%), gravitasi dipengaruhi oleh massa (39,25%), dan benda berat jatuh lebih cepat (27,95%). Selanjutnya, rerata persentase miskonsepsi mahasiswa pada sub topik Hukum I Newton, terdiri atas: hanya benda bergerak yang menghasilkan gaya (25,03%), gerak memerlukan gaya aktif (28,20%), benda diam tidak mengalami gaya (16,65%), dan gaya sebanding dengan kecepatan benda (48,75%).Hasil dari penelitian ini akan membantu guru dan pembuat kurikulum untuk merevisi metoe pembelajaran dan isi buku teks untuk mengatasi miskonsepsi. Kata Kunci: Gravitasi, Miskonsepsi, Hukum I Newton, FCI

Page 1 of 1 | Total Record : 6