cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2024): September" : 23 Documents clear
Rancang Bangun Sistem Informasi Ketersediaan Air Irigasi Subak Berbasis JavaScript Putra, I Putu Arya Patrama Khrisna; Sulastri, Ni Nyoman; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Budisanjaya, I Putu Gede; Harimurti, Gusti Bagus Dwi Anugrah
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p10

Abstract

Sistem irigasi subak masih memiliki keterbatasan dalam pencatatan dan pengelolaan data debit irigasi. Sehingga, dibutuhkan sistem informasi yang mampu menampilkan data digital debit air irigasi serta dapat diakses melalui website. Tujuan dari penelitian adalah merancang sistem informasi yang responsif, fleksibel, dan mudah diakses, membangun pelayanan data debit secara live dalam bentuk diagram batang, serta menguji fitur dan aksesibilitas. Perancangan sistem pada penelitian ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut, mengidentifikasi masalah dari sisi pengguna, merancang algoritma sistem, mengintegrasikan framework dan API, melakukan hosting, serta melakukan pengujian dengan black-box testing. Seluruh perancangan sistem tersebut mengikuti metode air terjun (waterfall model). Sistem yang berhasil dirancang memiliki tujuh fitur yaitu, informasi website, data debit secara otomatis dari alat IM-Logger, data debit dengan pengukuran manual, berita subak, galeri subak, login, dan fitur informasi berbasis WhatsApp. Pada penelitian dilakukan pengujian terhadap responsivitas fitur, fleksibilitas sistem, dan aksesibilitas sistem terhadap berbagai perangkat. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur yang diuji memiliki responsivilitas dan kecepatan yang baik. Pada fitur data digital debit irigasi dapat ter-update secara konsisten dan berhasil dikonversi menjadi diagram batang. Pengujian fleksibilitas sistem mendapatkan nilai sangat baik dengan hasil persentase kesesuaian sebesar 100% pada perangkat berlayar lebar dan 93.8% pada perangkat berlayar sempit. Pengujian aksesibilitas, sebanyak 59.66% persen responden menyatakan aksesibilitas sistem ini baik, 39.98% sangat baik, dan 0.6% kurang baik. Berdasarkan keseluruhan hasil pengujian sistem informasi, dapat disimpulkan bahwa sistem sudah berfungsi dengan responsif, fleksibel dan mudah diakses. ABSTRACT The subak irrigation system still needs to be improved in recording and managing irrigation discharge data. Thus, an information system is required to display digital data on irrigation water discharge, which can be accessed via the website. The research aimed to design a responsive, flexible, and easily accessible information system, to build a live discharge data service in the form of a bar chart, and to test the features and accessibility of the information system. System design in this study was carried out in the following stages, identifying problems from the user side, designing system algorithms, integrating frameworks and API, hosting, and conducting black-box testing. The entire system design followed the waterfall model. The system has seven features: website information, automatic discharge data from the IM-Logger tool, discharge data with manual measurements, subak news, subak gallery, login, and WhatsApp-based information features. This study tested features responsiveness, flexibility, and system accessibility for various devices. The test results showed that all the features tested had good responsiveness and speed. In the digital data feature, irrigation discharge could be updated consistently and successfully converted into a bar chart. The system flexibility test obtained a very good score, with 100% and 93.8 % conformity percentages for wide and narrow screen devices, respectively. In the accessibility test, 59.66% of respondents stated that the accessibility of this system was good, 39.98% was very good, and 0.6% was not good. Based on the overall results, it can be concluded that the information system functions responsively, and flexibly, and is easily accessible.
Pengaruh Variasi Jumlah Perforasi Kemasan Terhadap Mutu Kentang Konsumsi (Solanum tuberosum L) Guna, Kadek Mahendra Adhi; Pudja, Ida Ayu Rina Pratiwi; Setiyo, Yohanes
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p14

Abstract

Abstrak Tingginya produksi kentang di Indonesia tidak diimbangi dengan penanganan pascapanen yang tepat, sehingga banyak kentang yang mengalami kerusakan selama masa penyimpanan. Kemasan dengan perforasi dapat mempertahankan umur simpan umbi kentang. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan pengaruh perforasi kemasan terhadap mutu kentang konsumsi selama penyimpanan serta menentukan perlakuan yang dapat mempertahankan mutu kentang konsumsi selama penyimpanan. Penelitian dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan perforasi kemasan (0,42%, 0,63%, dan 0,84%). Setiap unit percobaan diulang 3 kali. Parameter yang diukur adalah susut bobot, kelembaban udara, suhu udara, color difference, dan tekstur umbi kentang. Laju peningkatan susut bobot untuk perlakuan kontrol, kemasan tanpa perforasi, kemasan perforasi 0,42%, kemasan perforasi 0,36%, dan kemasan perforasi 0,84% masing-masing adalah: 0,09 g/hari, 0,025 g/hari, 0,036 g/hari, 0,051 g/hari, 0,058 g/hari. Laju perubahan kelembaban udara untuk masing-masing perlakuan adalah: 0,10 %, 0,36 %, 0,30 %, 0,23 %, 0,16 %, dan laju perubahan suhu kemasan adalah: 0,03oC/hari, 0,056oC/hari, 0,020oC/hari, 0,026oC/hari, dan 0,033oC/hari. Laju perubahan color difference untuk masing-masing perlakuan adalah: 0,24 /hari, 0,36 /hari, 0,26 /hari, 0,27 /hari, dan 0,23 /hari. Laju perubahan tekstur dari masing-masing perlakuan adalah: 0,13 /hari, dan 0,53 N/hari, 0,65 N/hari, 0,53 N/hari, 0,56 N/hari, dan 0,63 N/hari. Kecukupan oksigen merupakan parameter penentu kualitas umbi kentang yang disimpan, maka perlakuan terbaik adalah perlakuan kemasan perforasi 0,84% dengan nilai penurunan susut bobot 8,77%, kelembaban 69,8%, perubahan suhu 28,8oC, color difference 6,95, tekstur 63,4 N. Abstract The high production of potatoes in Indonesia is not balanced with proper post-harvest handling, so many potatoes are damaged during storage. Packaging with perforations can maintain the shelf life of potato tubers. The aim of this research is to determine the effect of packaging perforation on the quality of consumption potatoes during storage and determine treatments that can maintain the quality of consumption potatoes during storage. Research with a completely randomized design (CRD) with packaging perforation treatment (0.42%, 0.63%, and 0.84%). Each experimental unit was repeated 3 times. The parameters measured were weight loss, air humidity, air temperature, color difference, and texture of potato tubers. The rate of increase in weight loss for the control treatment, packaging without perforation, 0.42% perforated packaging, 0.36% perforated packaging, and 0.84% perforated packaging were respectively: 0.09 g/day, 0.025 g/day, 0.036 g/day, 0.051 g/day, 0.058 g/day. The rate of change in air humidity for each treatment was: 0.10%, 0.36%, 0.30%, 0.23%, 0.16%, and the rate of change in packaging temperature was: 0.03oC/day, 0.056oC/day, 0.020oC/day, 0.026oC/day and 0.033oC/day. The color difference change rates for each treatment were: 0.24/day, 0.36/day, 0.26/day, 0.27/day, and 0.23/day. The rates of change in texture of each treatment were: 0.13 /day, and 0.53 N/day, 0.65 N/day, 0.53 N/day, 0.56 N/day and 0.63 N /day. Oxygen adequacy is a parameter determining the quality of stored potato tubers, so the best treatment is 0,84% perforated packaging with a weight loss value of 8,77%, humidity 69.8%, temperature change 28.8oC, color difference 6.95, texture 63,4 N.
Analisis Tingkat Akurasi Pendugaan Serangan Penyakit Blas Menggunakan Pendekatan Citra Multispektral pada Berbagai Ketinggian Akuisisi Nirmalayani, Komang Puspha; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Sumiyati, Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p13

Abstract

Abstrak Pengukuran intesitas serangan penyakit blas biasanya dilakukan secara manual, sehingga diperlukan waktu lama dan ketelitian dalam mengidentifikasi. Hal tersebut dapat menghambat penanganan yang menyebabkan penyebaran semakin meluas sehingga beresiko terhadap penurunan produktivitas padi, maka diperlukan pengembangan mengenai pendugaan intesitas serangan melalui teknologi dengan menggunakan citra multispektral. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara indeks vegetasi dengan intensitas serangan penyakit padi pada berbagai ketinggian akuisisi citra dan mendapatkan akurasi pendugaan intensitas serangan penyakit padi pada berbagai ketinggian. Sampel intesitas serangan penyakit diambil sebanyak 3 petak dimana perpetaknya diambil 5 titik secara diagonal, setiap titik terdapat 9 rumpun. Akuisisi citra pada ketinggian 15 meter, 30 meter, dan 45 meter menggunakan drone Phantom 4 yang dilengkapi dengan kamera multispektral. Mosaiking menggunakan software Agisoft dan normalisasi menggunakan photoshop. Analisis indeks vegetasi NDVI, SAVI, CIG menggunakan QGIS 2.28. Hasil penelitian menunjukkan hubungan indeks vegetasi dengan intesitas serangan penyakit blas pada berbagai ketinggian berkorelasi linier. Indeks vegetasi NDVI 15meter, SAVI 15meter dan 30meter, CIG 15meter, 30meter, dan 45meter berkorelasi sangat kuat. Indeks vegetasi NDVI 30meter, SAVI 45meter berkorelasi kuat dengan intesitas serangan penyakit, sedangkan NDVI ketinggian 45meter berkorelasi cukup kuat dengan intesitas serangan. NDVI 15meter memiliki akurasi paling tinggi sebesar 97,96%. Citra multispektral dengan ketinggian 15meter dapat digunakan untuk menduga penyakit blas karena memiliki korelasi sangat kuat dan akurasi untuk pendugaan yang tinggi. Abstract Measurement of the intensity of blast disease attack is usually done manually, so it takes a long time and accuracy in identifying. This can hamper the handling which causes the spread to be more widespread so that it risks a decrease in rice productivity, so it is necessary to develop the estimation of attack intensity through technology using multispectral imagery. This study aims to determine the relationship between vegetation index and the intensity of rice disease attack at various heights of image acquisition and get the accuracy of estimating the intensity of rice disease attack at various heights. Samples of disease attack intensity were taken as many as 3 plots where each plot was taken 5 points diagonally with per point taken 9 clumps. Followed by acquiring images of heights of 15 meters, 30 meters, and 45 meters using a Phantom 4 drone equipped with a multispectral camera, after the image is obtained, continued mosaicing using Agisoft software, then normalization using Photoshop. NDVI, SAVI, CIG vegetation index analysis is carried out using QGIS 2.28. The results showed that correlation was made to obtain the equation used for validation, and accuracy. The relationship between vegetation index and blast disease intensity at various altitudes was linearly correlated. Vegetation index NDVI 15 meters, SAVI 15 meters and 30 meters, CIG 15 meters, 30 meters, and 45 meters were strongly correlated. Vegetation indices NDVI at 30 meters, SAVI at 45 meters were strongly correlated with disease intensity, while NDVI at 45 meters was moderately strongly correlated with disease intensity. The 15-meter NDVI had the highest accuracy of 97.96%. Multispectral imagery with a height of 15 meters can be used to predict blast disease because it has a very strong correlation and high accuracy for estimation.
Pengaruh Dosis Pupuk Kompos Kotoran Sapi terhadap Pertumbuhan Sawi Hijau (Brassica juncea L.) pada Media Tailing Fonataba, Maria Paskalia; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Kencana, Pande Ketut Diah
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p22

Abstract

Abstrak Tanah bekas tambang atau yang biasa disebut tailing dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan apabila tidak diolah dengan baik, sehingga perlu dilakukan remediasi kembali salah satunya dengan cara aplikasi pemupukan. “Studi ini ingin melihat bagaimana kompos dapat mengubah penampilan dan cara kerja tanah dari tambang. Mereka akan mencoba menggunakan berbagai jenis dan jumlah kompos, dan juga melihat apakah menambahkan makanan nabati membantu tanaman tumbuh lebih baik di tanah ini. Mereka menggunakan cara khusus untuk memastikan tes itu adil.” Faktor yang diamati adalah faktor kompos yang terdiri dari empat taraf, yaitu: D1: 0 g (100% tailing); D2: 10 g/polybag (2,7% pupuk kompos); D3: 20 g/polybag (5,4% pupuk kompos); dan D4: 30 g/polybag (7,8% pupuk kompos). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, lebar daun, berat basah, dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kompos kotoran sapi dengan dosis 30 g/polybag menghasilkan pertumbuhan sawi hijau terbaik, yaitu tinggi tanaman 29,00 cm, lebar daun 7,00 cm, berat basah 19,67 g, dan berat kering 5,33 g. Abstract Ex-mining land or what is commonly called tailings can have a negative impact on the environment if it is not treated properly, so remediation needs to be carried out, one of which is by applying fertilization. This study wanted to see how compost can change the appearance and workings of the soil from a mine. They will try using different types and amounts of compost, and also see if adding plant food helps plants grow better in this soil. They use special means to ensure the test is fair. The factors observed were the compost factor which consisted of four levels, namely: D1: 0 g (100% tailings); D2: 10 g/poly bag (2.7% compost); D3: 20 g/poly bag (5.4% compost); and D4: 30 g/polybag (7.8% compost). Parameters observed included plant height, leaf width, fresh weight and dry weight. The results showed that the dose of cow manure compost at a dose of 30 g/polybag produced the best growth of mustard greens, namely plant height 29.00 cm, leaf width 7.00 cm, wet weight 19.67 g, and dry weight 5.33 g.
Pengaruh Modifikasi Rasio Diameter Pulley terhadap Frekuensi Getaran Meja Getar sebagai Alat Simulasi Transportasi Darat Marhaeni, Ni Made Yulistiana; Pudja, Ida Ayu Rina Pratiwi; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p03

Abstract

Abstrak Salah satu satuan ukuran getaran, gelombang listrik, atau getaran yang dihasilkan per detik ialah frekuensi. Elemen mesin yang memindahkan tenaga dari satu poros ke poros lainnya melalui sabuk yang disebut katrol dapat menimbulkan getaran. Pulley meneruskan gerak dan mengubah arah putaran searah dengan gaya yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu modifikasi rasio pulley untuk memperoleh frekuensi yang lebih rendah dan untuk memperoleh nilai frekuensi pada maing-masing kombinasi diameter pulley pada alat meja getar. Sebelum dimodifikasi alat ini menggunakan 2 pulley dan menghasilkan getaran yang besar sehingga membuat produk pertanian memar di bagian kulit, lalu dimodifikasi dengan menambahkan 2 pulley untuk menurunkan nilai frekuensinya. Parameter yang diamati yaitu memperhitungkan kecepatan keliling pada masing-masing pulley, memperhitungkan jumlah putaran belt, pengaturan kecepatan dari pulley ke pulley. Hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh frekuensi yang lebih rendah dengan menggunakan 4 kombinasi diameter pulley, dimana pulley A berukuran 5cm dengan putaran 1496 rpm, pulley B berukuran 20cm dengan putaran 374 rpm, pulley C berukuran 7cm dengan putaran 374 rpm, pulley D berukuran 30cm dengan putaran 87,27 rpm. Nilai frekuensi yang dihasilkan oleh 4 pulley yaitu 0,105 Hz lebih rendah dibandingkan dengan 2 pulley yaitu 3 Hz, pengujian ini dilakukan dengan box kayu yang diisi produk pertanian yaitu kentang bibit yang dijalankan selama 120 menit. Hasilnya, kentang bibit hanya mengalami pergeseran ke kanan dan kiri dan ada pula yang terbalik tetapi tidak mengalami kerusakan fisik. Abstract Frequency is the number of vibrations that occur in one second or the number of electrical waves or vibrations produced every second. Vibrations can be produced by machine elements whose function is to transmit power from a shaft to another using a belt called a pulley. The pulley works in the direction of the applied force, sending motion and changing the direction of rotation. The aim of this research is to modify the pulley ratio to obtain a lower frequency and to obtain frequency values ??for each combination of pulley diameters on the vibrating table tool. Before being modified, this tool used 2 pulleys and produced large vibrations that caused agricultural products to bruise the skin. Then it was modified by adding 2 pulleys to lower the frequency value. The parameters observed are calculating the circumferential speed on each pulley, calculating the number of belt revolutions, setting the speed from pulley to pulley. The research results show that a lower frequency is obtained by using 4 combinations of pulley diameters, where pulley A measures 5cm with a rotation of 1496 rpm, pulley B measures 20cm with a rotation of 374 rpm, pulley C measures 7cm with a rotation of 374 rpm, pulley D measures 30cm with a rotation 87.27 rpm. The frequency value produced by 4 pulleys, namely 0.105 Hz, is lower than with 2 pulleys, namely 3 Hz. This test was carried out with a wooden box filled with agricultural products, namely seed potatoes, which was run for 120 minutes. As a result, the seed potatoes only experienced shifts to the right and left and some were tipped over but did not experience physical damage.
Pengaruh Penambahan Berbagai Variasi Coating terhadap Karakteristik Mutu Fillet Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer Sp) selama Penyimpanan Dingin Widia, I Wayan; Budana, I Putu Yosan; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p09

Abstract

Abstrak Ikan kakap putih (Lates calcarifer sp) merupakan salah satu produk perikanan yang mudah rusak, sehingga perlu dilakukannya penanganan yang baik selama penyimpanan. Menggunakan kitosan dan Cinnamon essential oil sebagai coating berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan anti bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai variasi coating dan perlakuan coating terbaik terhadap karakteristik mutu fillet ikan kakap putih selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak lengkap). Perlakuan penambahan coating terdiri dari tanpa coating, coating penambahan kitosan 1,5g, coating penambahan cinnamon essential oil 1,5 % dan coating dengan kombinasi 1,5g kitosan dan 1,5 % cinnamon essential oil, dengan pengulangan sebanyak dua kali dan sample disimpan pada suhu 15oC selama 8 hari. Hasil penelitian menunjukan dengan penambahan kitosan 1,5g dan cinnamon essential oil 1,5% serta perlakuan kombinasi dengan kitosan 1,5g dan cinnamon essential oil 1,5% sebagai coating memberikan pengaruh nyata selama penyimpanan dingin dilihat dari parameter pH, tekstur (hardness), color difference, TVB dan TPC. Perlakuan terbaik ditemukan pada coating menggunakan cinnamon essential oil 1,5% selama penyimpanan dingin. Perlakuan terbaik ditemukan pada coating menggunakan cinnamon essential oil 1,5% selama penyimpanan dingin. hingga hari ke 8 dengan nilai pH 5,9, tekstur (hardness) 3,1476 N, color difference 7,6, total volatile base 44,70 mg N/100 g, total plate count 5,79 CFU/g. Abstract White snapper (Lates calcarifer sp) is a perishable fishery product, so it needs to be handled properly during storage. Using chitosan and cinnamon essential oil as a coating has the potential to be used as an antibacterial. The purpose of this study was to determine the effect of adding various coating variations and the best coating treatment on the quality characteristics of barramundi fillets during storage. This study used CRD (completely randomized design). The coating addition treatment consists of no coating, coating with the addition of 1.5g chitosan, coating with the addition of 1.5% cinnamon essential oil and coating with a combination of 1.5g chitosan and 1.5% cinnamon essential oil, with repetition twice and the sample will be stored at temperature. 15oC for 8 days. The research results showed that the addition of 1.5g chitosan and 1.5% cinnamon essential oil as well as a combination treatment with 1.5g chitosan and 1.5% cinnamon essential oil as a coating provided different effects during cold storage in terms of the parameters pH, pH, texture (hardness), color difference, TVB and TPC. The best treatment was found in coating using cinnamon essential oil 1.5% during cold storage until day 8 with a pH value of 5.9, texture (hardness) 3.1476 N, color difference 7.6, total volatile base 44.70 mg N /100 g, total plate count 5.79 CFU/g.
Analisis Hubungan Nilai SPAD dengan Nilai Indeks Vegetasi pada Tanaman Padi yang Terserang Penyakit Blas Menggunakan Citra Multispektral Putra, Gede Suyoga Ariasta; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Sumiyati, Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p08

Abstract

Abstrak Penyakit blas yaitu penyakit yang menyerang daun tanaman padi. Serangan penyakit blas dapat mempengaruhi klorofil dan kesehatan tanaman padi. Klorofil daun dapat diestimasi menggunakan alat klorofil meter SPAD untuk memperoleh nilai SPAD. Klorofil tanaman dapat diestimasi menggunakan citra multispektral dengan analisis indeks vegetasi. Nilai indeks vegetasi mempunyai hubungan kuat dengan klorofil. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan nilai SPAD dengan nilai Indeks Vegetasi pada tanaman padi yang terserang penyakit blas menggunakan citra multispektral dan menentukan tingkat korelasi nilai SPAD dengan nilai Indeks Vegetasi pada tanaman padi yang terserang penyakit blas menggunakan citra multispektral. Pengambilan sampel nilai SPAD dilakukan pada 3 petak sawah, setiap petak diambil 5 titik secara diagonal, setiap titik diambil 9 rumpun padi. Selanjutnya akuisisi citra multispektral menggunakan Drone DJI Phantom 4 dengan kamera multispektral pada ketinggian 15 m, 30 m, dan 45 m. Citra selanjutnya dimosaicking menggunakan Agisoft Metashape, kemudian dinormalisasi dengan Photoshop. Berikutnya analisis indeks vegetasi NDVI, CIG, dan SAVI menggunakan QGIS 3.16, dilanjutkan dengan analisis regresi antara nilai SPAD dengan nilai indeks vegetasi. Hasil analisis menunjukkan ketiga indeks vegetasi pada berbagai ketinggian menghasilkan hubungan linier dan tingkat korelasi berkisar kuat sampai sangat kuat. Tingkat korelasi kuat pada indeks NDVI 45 m (65,4%), SAVI 45 m (63,1%), dan tingkat korelasi sangat kuat pada indeks NDVI 15 m (94,2%), 30 m (79,5%), CIG 15 m (80,5%), 30 m (84,8%), 45 m (82,5%), dan SAVI 15 m (80,5%), 30 m (78%). Dapat disimpulkan bahwa indeks vegetasi NDVI dengan ketinggian 15 m memberikan nilai korelasi paling kuat. Abstract Blast disease is a disease that attacks the leaves of rice plants. Blast disease attacks can affect chlorophyll and the health of rice plants. Leaf chlorophyll can be estimated using a SPAD chlorophyll meter to obtain the SPAD value. The vegetation index value has a strong relationship with chlorophyll. This study aims to obtain the relationship between SPAD value and Vegetation Index value in rice plants affected by blast disease using multispectral imagery and determine the level of correlation between SPAD value and Vegetation Index value in rice plants affected by blast disease using multispectral imagery. SPAD value sampling was carried out on 3 rice field plots, each plot was taken 5 points diagonally, and each point was taken 9 rice paddy clumps. Next, multispectral image acquisition using the DJI Phantom 4 Drone with multispectral cameras at altitudes of 15 m, 30 m, and 45 m. The image is then mosaiced using Agisoft Metashape, then normalized with Photoshop. Next, the vegetation index analysis of NDVI, CIG, and SAVI using QGIS 3.16, followed by regression analysis between the SPAD value and the vegetation index value. The results of the analysis showed that the three vegetation indices at various altitudes produced a linear relationship and the degree of correlation ranged from strong to very strong. Strong correlation rate on NDVI 45 m (65.4%), SAVI 45 m (63.1%), and very strong correlation on NDVI index 15 m (94.2%), 30 m (79.5%), CIG 15 m (80.5%), 30 m (84.8%), 45 m (82.5%), and SAVI 15 m (80.5%), 30 m (78%). It can be concluded that the NDVI vegetation index with a height of 15 m provides the strongest correlation value.
Pengolahan Limbah Pisang Menggunakan Metode Continuous Flow Bin Vermikompos di PT Nusantara Segar Abadi Jembrana Bali Faqih, Fajar Khun; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p12

Abstract

Abstrak PT Nusantara Segar Abadi merupakan perusahaan yang berfokus dalam bidang budidaya pisang jenis Cavendish yang terletak di Kabupaten Jembrana. Badan Pusat Statistik melaporkan data produksi pisang di Indonesia tahun 2022 mencapai 9.245.427 Ton, PT NSA menyumbang produksi tahun 2022 sebesar 68.254 ton. Permasalahan yang dihadapi PT NSA adalah penanganan limbah buah pisang yang tidak sesuai spesifikasi akan mengakibatkan polusi dan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kompos dari metode continuous flow bin vermikompos. Perlakuan penelitian ini adalah 7 kg bedding kotoran sapi dengan 1 kg cacing (A1), 7 kg bedding kotoran sapi dengan 1,5 kg cacing (A2), dan 7 kg bedding kotoran sapi dengan 2 kg cacing (A3) yang masing masing diberikan 1,25 kg limbah pisang dalam selang waku 3 hari. Parameter pengamatan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia 19-7030-2004. Data diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Setelah 18 hari menunjukan kinerja pengomposan dan karakteristik kompos yang berbeda beda, pada parameter C/N rasio pelakuan A1 melebihi standar maksimum yakni 20,12%, sedangkan pada perlakuan A2 yakni 16,43% dan A3 yakni 16,11% sudah memenuhi standar. Pada karakteristik lainnya mempunyai nilai pH 7,4-7,5, kadar air 8,8% – 9,69%, Kadar C-Organik memiliki nilai 27,43% – 29,37%, Kadar N-Total 1,46%–1,71%, Fosfor (P) 0,15%–0.25%, dan Kalium (K) 0,33% – 0,37% sudah sesuai dengan standar kompos dari SNI 19-7030-2004. Pelakuan A3 dengan 2 kg cacing menjadi perlakuan terbaik karena parameter teknis dan unsur makro pada seluruh pengujian sudah memenuhi standar. Abstract PT Nusantara Segar Abadi is a company that focuses on the cultivation of Cavendish bananas located in Jembrana Regency. According to the Central Statistics Agency, banana production data in Indonesia reached 9,245,427 tons in 2022, with PT NSA contributing 68,254 tons to the production in the same year. The challenge faced by PT NSA is the improper handling of banana waste, which can lead to pollution and aesthetic issues. This research aims to create compost from banana waste using the continuous flow bin vermicomposting method. The research treatments include 7 kg of cow dung bedding with 1 kg of worms (A1), 7 kg of cow dung bedding with 1.5 kg of worms (A2), and 7 kg of cow dung bedding with 2 kg of worms (A3), each receiving 1.25 kg of banana waste every 3 days. Observations are conducted according to the Indonesian National Standard 19-7030-2004. The obtained data are analyzed using descriptive statistical analysis. After 18 days, the composting performance and characteristics of the compost vary. In terms of the C/N ratio parameter, treatment A1 exceeds the maximum standard at 20.12%, while treatment A2 is at 16.43%, and treatment A3 is at 16.11%, meeting the standard. Other characteristics include a pH value of 7.4-7.5, moisture content of 8.8%–9.69%, organic C content of 27.43%–29.37%, total N content of 1.46%–1.71%, phosphorus (P) content of 0.15%–0.25%, and potassium (K) content of 0.33%–0.37%, all of which comply with the compost standards specified in SNI 19-7030-2004. Treatment A3, with 2 kg of worms, proves to be the best treatment as technical parameters and macroelement content in all tests meet the standards.
Penentuan Nilai Optimum Konsentrasi KMnO4 dan Minyak Jarak pada Kemasan Aktif Bioplastik Yulianti, Ni Luh; Ana, Ni Kadek Tia Putri; Wirawan, I Putu Surya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p05

Abstract

Abstrak Kemasan aktif merupakan konsep kemasan inovatif untuk menjaga mutu dan meningkatkan umur simpan produk di mana senyawa aktif yang ditambahkan dalam kemasan dapat berinteraksi dengan produk makanan dan lingkungannya, sehingga penelitian tentang kemasan aktif layak untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kombinasi konsentrasi KMnO4 dan konsentrasi minyak jarak yang paling optimum untuk menghasilkan karakteristik kemasan aktif bioplastik yang sesuai dengan Standar SNI dan Standar Internasional, serta mengetahui model matematika respon kuat tarik, perpanjangan, elastisitas, menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Data diolah menggunakan software Design Expert ® 12. Hasil pengujian dan analisis memperoleh model kuadratik pada respon yang diamati. Konsentrasi KMnO4 1,75 % dan konsentrasi minyak jarak 1 % adalah kombinasi optimum terpilih. Hasil uji verifikasi menunjukkan nilai aktual kuat tarik 18,56 MPa, perpanjangan 0,02 % elastisitas 659.15 MPa. Respon kombinasi konsentrasi KMnO4 dan konsentrasi minyak jarak optimum memiliki nilai desirability sebesar 0,751% menandakan sebesar 75,1% kriteria respon yang diharapkan dapat terpenuhi. Abstract Active packaging is an innovative packaging concept to maintain quality and increase product shelf life where active compounds added to the packaging can interact with food products and the environment, so research on active packaging is worth developing. This study aims to produce the most optimum combination of KMnO4 concentration and castor oil concentration to produce bioplastic active packaging characteristics that are in accordance with SNI Standards and International standards, and to determine the mathematical model of tensile strength response, elongation, elasticity, using Response Surface Methodology (RSM). Data was processed using Design Expert ® 12 software. The results of testing and analysis obtained a quadratic model on the observed responses. KMnO4 concentration of 1.75% and castor oil concentration of 1% was the optimum combination selected. The verification test results showed the actual value of tensile strength 18.56 MPa, elongation 0.02 % modulus young 659.15 MPa. The response of the combination of KMnO4 concentration and optimum castor oil concentration has a desirability value of 0.751% indicating that 75.1% of the expected response criteria can be met.
Pengaruh Suhu Pengeringan dan Masa Simpan terhadap Karakteristik Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Hasil Fermentasi Pradnyadari, Ni Kadek Febrina Dwi; Kencana, Pande Ketut Diah; Sucipta, I Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p07

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik biji kakao hasil fermentasi serta mendapatkan kombiniasi suhu pengeringan dan masa simpan terbaik. Penelitian ini mengunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu lama penyimpanan (7 hari dan 14 hari) dan suhu (50 oC, 60 oC, dan 70 oC). Biji kakao dipanen dan di fermentasi menggunakan kotak kayu albesia berukuran 26cm x 25cm x 23cm dengan ketebalan 2 mm selama 7 hari. Benih direndam dan dicuci dengan air mengalir setelah proses fermentasi selesai. Pengeringan dimulai dengan memasukan biji ke dalam alat dehydrator ST-02. Hasil penelitian menunjukan suhu dan waktu pengeringan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap parameter kadar air, kadar lemak, uji pH dan organoleptik meliputi warna, tekstur, aroma. Kombinasi perlakuan terbaik adalah pada suhu 50°C (S1) dengan waktu pengeringan 20jam dan masa simpan 7 hari (P1) menghasilkan biji kakao kering dengan karakteristik sesuai 2323:2008 biji kakao, SNI 3749:2009 lemak kakao dan hasil uji organoleptic, Kadar air 6,04%, kadar lemak 36,52%, pH 4,60, uji hedonik warna 4,13, tekstur biji 3,93, dan aroma biji 4,13. Abstract This research was conducted to determine the effect of temperature and drying time on the characteristics of fermented cocoa beans and to obtain the best combination of drying temperature and shelf life. This research used a completely randomized design (CRD) with two factors :storage time (7 days and 14 days) and temperature (50°C, 60°C, and 70°C). Cocoa beans are harvested and fermented using an albesia wood box measuring 26cm x 25cm x 23cm with a thickness of 2 mm for 7 days.the seed are soaked and washed with running water arter the fermentation process in complete. Drying begins by placing the seeds into the ST-02 dehydrator.. The research results showed that temperature and drying time had a significant effect (P<0.05) on the parameters of water content, fat content,pH, organoleptic tests including color, texture, aroma. The best treatment combination is at a temperature of 50°C (S1) with a drying time of 20 hours and a storage period of 7 days (P1) to produce dry cocoa beans with characteristics according to 2323:2008 cocoa beans, SNI 3749:2009 cocoa butter and organoleptic test results. water content 6.04%, fat content 36.52%, pH 4.60, color hedonic test 4.13, seed texture 3.93, and seed aroma 4.13.

Page 1 of 3 | Total Record : 23