cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2021): April" : 15 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Beberapa Jenis Mulsa terhadap Sifat Fisik Tanah dan Laju Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum L) I Kadek Dwi Adi Saputra; I Wayan Tika; Ni Luh Yulianti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p01

Abstract

ABSTRAK Pengolahan tanah secara intensif tanpa memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain kurangnya unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang dapat menurunkan kualitas sifat fisik tanah. Oleh karena itu dibutuhkan pengolahan tanah agar sesuai dengan syarat tumbuh tanaman tomat. Penggunaan berbagai jenis mulsa pada tanaman tomat diharapkan mampu menciptakan iklim mikro yang sesuai bagi tanaman, memperbaiki sifat fisik tanah antara lain bahan organik tanah, permeabilitas, porositas tanah dan laju pertumbuhan, melancarkan pendauran hara dalam sistem tanah, air, tanaman dan memperbaiki ketersediaan hara bagi tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan sifat fisik tanah akibat penggunaan jenis mulsa sejalan dengan usia tanaman tomat dan mengetahui pengaruh penggunaan jenis mulsa terhadap laju pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan acak lengkap dengan perlakuan tanpa mulsa, mulsa plastik perak, mulsa plastik hitam, mulsa plastik UV transparan, dan mulsa jerami padi. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 15 plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tanah 2 MST 13-35%, 4MST 20-42%, 6MST 23-44%, 8MST 27-51%, 10MST 26-53%, 12MST 32-63%. Rata-rata bahan organik tanah 1,16% dengan kategori rendah. Rata-rata permeabilitas tanah 4,13 cm/jam dengan kategori lambat sampai sedang. Perlakuan tanpa mulsa berpengaruh nyata pada porositas tanah dengan nilai rata-rata 48% pada kelas kurang baik. Rata-rata nilai jumlah daun pada perlakuan mulsa plastik perak 122.89 helai dan pada perlakuan jerami padi 124.83 helai. Nilai berat kering tanaman tomat pada perlakuan mulsa jerami padi 205.87 gram dan pada perlakuan mulsa plastik UV transparan 118.33 gram. ABSTRACT Soil processing intensively without paying attention to factors that affect it such as the lack of nutrients, unbalance fertilization decreases the physical quality of the soil. Therefore, soil processing is necessary to the growing condition of the tomato plants. The use of various types of mulch on tomato plants is expected to create a microclimate that suitable for plants, improve soil physical properties including soil organic matter, permeability, soil porosity, and growth rate, reinforce nutrient cycling in the soil, water, plant system and improve nutrient availability for plants. The aims of the research are to determine the changes in soil physical properties due to the use of mulch types in line with the age of tomato plants and determine the effect of the use of mulch types on the rate of growth of tomato plants. This research is conducted with a completely randomized design with treatment without mulch, silver plastic mulch, black plastic mulch, transparent UV plastic mulch, and rice straw mulch. Each handling 15 times. The results show that the groundwater content of 2 MST was 13-35%, 4MST 20-42%, 6MST 23-44%, 8MST 27-51%, 10MST 26-53%, 12MST 32-63%. Average soil organic matter 1.16% with low category. The average permeability of land is 4.13 cm/hour in the slow to moderate category. Treatment without mulch significantly affected the soil porosity with an average value of 48% in the less grade. The average value of the number of leaves in the silver plastic mulch treatment 122.89 strands and 124.83 strands of rice straw. The dry weight value of tomato plants in the treatment of rice straw mulch 205.87 grams and in the treatment of transparent UV plastic mulch 118.33 grams.
Pendugaan Intensitas Serangan Penyakit BLB (Bacterial Leaf Blight) pada Tanaman Padi menggunakan Pendekatan Citra Termal Ni Luh Putu Jullyantari; I Made Anom Sutrisna Wijaya; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p09

Abstract

Penyakit BLB merupakan salah satu penyakit yang berbahaya bagi tanaman padi. Penyakit ini biasanya menyerang di setiap fase pertumbuhan. Perhitungan intensitas serangan penyakit BLB masih dilakukan secara manual. Pengembangan teknologi dalam pendugaan intensitas serangan penyakit BLB sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun persamaan pendugaan intensitas serangan penyakit BLB menggunakan pendekatan citra termal. Penelitian ini menggunakan Drone DJI Inspire 1 dengan kamera termal DJI Zenmuse XT. Pengolahan data menggunakan software Agisoft Photoscan, Arcgis 10.3 dan Microsoft Excel. Dari hasil analisis citra termal diperoleh bahwa persamaan pendugaan intensitas serangan adalah y = 4.9533x-144.42 dan akurasi pendugaannya tinggi yaitu 90,45% dengan nilai eror 8,43%. Suhu kanopi dapat diklasifikasi menjadi empat sesuai dengan intensitas serangan yaitu 29,83-31,84oC untuk intensitas serangan ringan, 31,85-34,39oC untuk intensitas serangan sedang, 34,40-43,52oC untuk intensitas serangan berat dan 43,53-48,09oC untuk intensitas serangan puso. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pendekatan citra termal dapat digunakan untuk menduga intensitas serangan penyakit BLB pada tanaman padi. Bacterial Leaf Blight (BLB) is a dangerous disease for rice plants. This disease can attack in every phase of growth. Calculation of BLB disease attack intensity is currently still done manually. Technology development in estimating the intensity of BLB disease is very necessary. This study aims to establish the equation for estimating BLB disease intensity using a thermal image approach. Drone DJI Inspire 1 with a thermal camera DJI Zenmuse XT was used in this research. Processing data using software Agisoft Photoscan, Arcgis 10.3 and Microsoft Excel. From the results of the thermal image analysis, it was found that the equation for estimating attack intensity is y = 4.9533x-144.42 and estimation accuracy is high at 90,45% with an error value of 8,43%. Temperature of the canopy can be classified into four according to the intensity of the attack, namely 29,83-31,84oC for mild attack intensity, 31,85-34,39oC for moderate attack intensity, 34,40-43,52oC for intensity of severe attacks and 43,53-48,09oC for intensity of puso attacks. From these results it can be concluded that the thermal image approach can be used to estimate BLB disease attacks on rice plants.
Pengaruh Jenis Kemasan Terhadap Karakteristik Teh Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) Selama Penyimpanan Maria Elfira Semana; Pande Ketut Diah Kencana; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p10

Abstract

ABSTRAK Bambu tabah termasuk kingdom Plantae, divisi Magnoliophyta, kelas Monocotyledoneae, ordo Graminales, famili Gramineae, sub famili Bambusoideae genus Gigantochloa, spesies Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz. Bambu tabah merupakan varietas asli yang berasal dari Pupuan-Tabanan dan banyak dibudidayakan di desa Payangan Gianyar. Penelitian ini dilakukan degan tujuan untuk menentukan kemasan yang dapat mempertahankan karakteristik yang terdapat pada teh daun bambu tabah dengan perlakuan pengemasan menggunakan tiga jenis kemasan yang berbeda yang disimpan pada inkubator dengan suhu 30 °C ± 3 dengan lama penyimpanan enam minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu penggunaan jenis kemasan yang berbeda dan lama waktu penyimpanan. Faktor pertama terdiri dari tiga taraf yaitu, (K1) : Alumunium Foil, (K2) : Plastik Polipropilen (PP), dan (K3) : Paper Sack. Faktor kedua terdiri dari tiga taraf yaitu, (T1) : 14 hari penyimpanan, (T2) : 28 hari penyimpanan, dan (T3) : 42 hari penyimpanan. Parameter yang diamati dalam penelitian terdiri dari Kadar Air, Laju Pengeringan, pH, Total Asam, Total Fenol, Total Flavonoid, dan Uji Organoleptik terdiri dari warna, aroma, dan rasa pada daun teh bambu tabah yang diseduh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan fenol tertinggi terdapat pada perlakuan penggunaan jenis kemasan alumunium foil selama penyimpanan 42 hari yaitu 119.354 mg/100g dan total flavonoid yang tertinggi atau terbaik terdapat pada perlakuan penggunaan jenis kemasan alumunium foil selama penyimpanan 42 hari yaitu 27.419 mg/100g. ABSTRACT Rigid bamboos include kingdom Plantae, division Magnoliophyta, class Monocotyledoneae, order Graminales, family Gramineae, sub family Bambusoideae genus Gigantochloa, species Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz Tabah bamboo is a native variety originating from Pupuan-Tabanan and is widely cultivated in Payangan Gianyar village. This research was conducted with the aim of determining the packaging that can maintain the characteristics contained in tabah bamboo leaf tea with packaging treatment using three different types of packaging stored in an incubator at a temperature of 30 ° C ± 3 with a storage time of six weeks. This study used a completely randomized design (CRD) which consisted of two factors, namely the use of different types of packaging and storage time. The first factor consists of three levels, namely, (K1): Aluminum Foil, (K2): Polypropylene Plastic (PP), and (K3): Paper Sack. The second factor consists of three levels, namely, (T1): 14 days of storage, (T2): 28 days of storage, and (T3): 42 days of storage. The parameters observed in the study consisted of moisture content, drying rate, pH, total acid, total phenol, total flavonoids, and organoleptic tests consisting of color, aroma, and taste of brewed tabah bamboo tea leaves. The results showed that the highest phenol content was found in the treatment of using aluminum foil packaging for 42 days, which was 119,354 mg / 100g and the highest or best total flavonoids were found in the treatment of using aluminum foil packaging for 42 days, namely 27,419 mg / 100g.
Rancang Bangun Sistem Informasi E-Commerce Penjualan Ayam Pedaging Berbasis Website di Kabupaten Manggarai Barat, NTT Kevin Imanto K. Resman; Ida Bagus Putu Gunadnya; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p03

Abstract

ABSTRAK Penjualan ayam pedaging di Kabupaten Manggarai Barat masih dilakukan secara manual. Pemasaran ayam pedaging secara manual tersebut dinilai kurang efektif dilakukan pada era digitalisasi saat ini, karena banyak bisnis telah mengarah ke dunia digital salah satunya yaitu sistem penjualan secara online atau e-commerce. Tujuan dari penelitian ialah merancang sistem penjualan ayam pedaging secara daring, sehingga dapat menghubungkan antara peternak dan pembeli didalam dunia digital. Sistem e-commerce ayam pedaging dibangun dalam bentuk website untuk memudahkan pengguna mengakses sistem tanpa perlu menginstal aplikasi serta bebas biaya akses. Sistem dibangun menggunakan Laravel framework versi 5.8 dan aplikasi XAMPP sebagai database server. Pengujian sistem menggunakan black box testing dan user acceptance testing (UAT). Pengujian black box berfokus pada kebutuhan fungsional perangkat lunak sedangkan pengujian UAT berfokus pada kebutuhan nonfungsional yaitu tingkat penerimaan pengguna terhadap perangkat lunak yang telah dibuat. Hasil pengujian sistem menggunakan metode black box testing menunjukkan bahwa sistem telah berjalan sesuai dengan hasil yang diharapkan. Hasil pengujian UAT diperoleh nilai interpretasi skor sebesar 80,53%. Hal ini menunjukan bahwa persentase penerimaan pengguna terhadap sistem informasi penjualan ayam pedaging berbasis website di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang telah dibangun ini masuk dalam kategori sangat baik. ABSTRACT Broiler chicken sales in the West Manggarai Regency are still done traditionally. Traditional broiler chicken marketing is considered ineffective in the current digitalization era because many businesses have directed to the digital world, one of which is an online sales system or e-commerce. The purpose of this research was to design a system of selling broilers chicken online so that it can connect to farmers and buyers in the digital world. Broiler chicken e-commerce the system was built in the form of a website to facilitate users accessing the system without has to install applications and get free access. The system was built using Laravel framework version 5.8 and the XAMPP application as a database server. System testing used black-box testing and user acceptance testing (UAT). Black box testing focuses on the functional requirements of the software, while UAT testing focuses on non-functional requirements. Results of the UAT test revealed the percentage of user acceptance of software that had been made. The results of the system testing using the black box testing method indicated that the system met the expectations of the users. UAT tests result obtained score interpretation score which value of 80.53%. This showed that the percentage of user acceptance of website-based broiler chicken sales information system in West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara that had been built got the very good category.
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Karakteristik Teh Herbal Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) dalam Kemasan Paper Sack Ni Made Dwi Lantari; Pande Ketut Diah Kencana; Ni Luh Yulianti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p12

Abstract

ABSTRAK Teh merupakan minuman yang populer serta banyak di minati masyarakat Indonesia maupun dunia. Salah satu jenis teh yaitu teh herbal, yang terbuat dari berbagai daun, biji maupun akar tanaman. Teh daun bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) merupakan salah satu contoh teh herbal yang diolah untuk memanfaatkan senyawa yang terkandung di dalam daun bambu tabah tersebut untuk menghasilkan karakter tersendiri. Penyimpanan pada suhu yang tepat dapat menjaga karakter yang dimiliki oleh teh daun bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz). Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan suhu dan lama penyimpanan yang tepat dengan kemasan paper sack. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama yang digunakan dalam rancangan penelitian ini adalah suhu penyimpanan dan faktor kedua yang digunakan yaitu lama penyimpanan. Faktor pertama terdiri dari dua jenis suhu yaitu (F1) : suhu 10°C dan (F2) : suhu 30°C. Faktor kedua terdiri dari 6 taraf yaitu (T1) : lama penyimpanan 1 minggu, (T2) : lama penyimpanan 2 minggu, (T3) : lama penyimpanan 3 minggu, (T4) : lama penyimpanan 4 minggu, (T5) : lama penyimpanan 5 minggu dan (T6) : lama penyimpanan 6 minggu. Parameter yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari analisis kimia meliputi kadar air, pH, total asam, total fenol, flavonoid dan uji organoleptik terdiri dari warna air seduhan, aroma dan rasa pada daun teh yang telah di seduh. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu penyimpanan 10°C dapat mempertahankan karakteristik teh daun bambu selama waktu penyimpanan 6 minggu lebih baik yaitu dengan kandungan fenol sebesar 114,466 mg/100g dan kandungan flavonoid sebersar 27,675 mg/100g. ABSTRACT Tea is a popular drink and is in great demand by Indonesians as well as in the world. One type of tea is herbal tea, which is made from various leaves, seeds and plant roots. Tabah bamboo leaf tea (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) is an example of herbal tea that is processed to utilize the compounds contained in the tabah bamboo leaves to produce its own character. The storage at the right temperature can maintain the character of the tabah bamboo leaf tea (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz). This research was carried out to determine the proper storage temperature of tabah bamboo leaf tea during storage with packs of papersack from different temperature treatments for 6 weeks. This study used a completely randomized design (CRD) which consisted of two factors, the first factor used was storage temperature and the second factor was storage time. The first factor consists of two types of temperature, namely : a temperature of 10°C and a temperature of 30°C. The second factor consists of 6 levels, namely 1 week storage time, 2 weeks storage time, 3 weeks storage time, 4 weeks storage time, 5 storage time weeks and 6 weeks of storage. The parameters observed in this study consisted of chemical analysis including moisture content, pH, total acid, total phenol, flavonoids and organoleptic tests consisting of the color of the brewed water, aroma and taste of the brewed tea leaves. The results showed that the storage temperature of 10°C could better maintain the characteristics of bamboo leaf tea during the storage time of 6 weeks, namely with a phenol content of 114.466 mg / 100g and a flavonoid content of 27.675 mg / 100g.
Pelapisan Gel Aloe Vera (Aloe barbadensis Miller) dan Ekstrak Jahe pada Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Ni Wayan Prilia Dewi; Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja; Pande Ketut Diah Kencana
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p06

Abstract

ABSTRAK Buah tomat (Lycopersicum esculentum Mill) adalah tanaman hortikultura yang baik dimanfaatkan sebagai buah segar, sayuran dan bumbu masak sehari-hari, tanaman tomat merupakan tanaman perdu, baik ditanaman di dataran rendah maupun didataran tinggi. Tomat memiliki sifat yang mudah rusak akibat penanganan yang tidak tepat pada buah tomat sebelum, selama, dan sesudah pemanenan sehingga mengakibatkan penurunan mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah mempertahankan umur simpan pada buah tomat dengan konsentrasi gel aloe vera dan ekstrak jahe terbaik pada penyimpanan suhu dingin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama konsentrasi gel aloe vera dan faktor kedua dengan konsentrasi ekstrak jahe. Faktor pertama terdiri dari tiga taraf, yaitu: 0 % gel aloe vera, 30 % gel aloe vera, 50 % gel aloe vera dan ditambahkan kontrol. Faktor kedua terdiri dari 2 taraf, yaitu: 8% ekstrak jahe, 10 % ekstrak jahe dan ditambahkan kontrol dan disimpan pada suhu showcase 10±2°C. Pada masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dengan penyimpanan selama 25 hari. Parameter yang di amati dalam penelitian ini yaitu: laju respirasi, vitamin C, kekerasan, tingkat kerusakan dan organoleptik. Hasil terbaik menunjukan pada perlakuan 30% gel aloe vera dan 8% ekstrak jahe dengan nilai parameter laju respirasi dengan nilai sebesar 40.26 ml CO2/Kg.Jam, vitamin C dengan nilai sebesar 27.63mg/100g, kekerasan dengan nilai sebesar 3.53 kg-force, tingkat kerusakan dengan nilai sebesar 3.56, organoleptik rasa dengan nilai sebesar 3.67 dan organoleptik aroma dengan nilai sebesar 3.62. ABSTRACT Tomato fruit (Lycopersicum esculentum Mill) is a horticultural plant is well utilized as fresh fruit, vegetables and daily cooking spices, tomato plants are shrubs, both planted in the lowlands and highlands. Tomatoes have perishable properties due to improper handling of tomatoes before, during and after harvesting resulting in a decrease in quality. The purpose of this study was to maintain the shelf life of tomatoes with the best concentration of aloe vera gel and ginger extract in cold storage. This study uses a completely randomized design (CRD) consisting of two factors. The first factor is the concentration of aloe vera gel and the second factor is the concentration of ginger extract. The first factor consists of three levels, namely: 0% aloe vera gel, 30% aloe vera gel, 50% aloe vera gel and added control. The second factor consists of 2 levels, namely: 8% ginger extract, 10% ginger extract and added control and stored at a showcase temperature of 10±2°C. Each treatment was repeated 3 times, with storage for 25 days. The parameters observed in this study are: repiration rate, vitamin C, hardness, level of damage and organoleptics. The best results showed in the treatment of 30% aloe vera gel and 8% ginger extract with a respiration rate parameter value of 40.26 ml CO2/Kg. Hours, vitamin C with a value of 27.63 mg/100g, hardness with a value of 3.53 kg-force, damage level with a value of 3.56 and organoleptic the scent with a value of 3.62.
Penerapan Metode Six Sigma untuk Menurunkan Jumlah Defect pada Produksi Fillet Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer bloch) Putu Ayu Aripradnyani; I Wayan Widia; I Gusti Ketut Arya Arthawan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p04

Abstract

ABSTRAK Setiap perusahaan seyogyanya berupaya memperkecil resiko kegagalan dalam berproduksi. Tingginya persentase produk defect dalam setiap siklus produksi selain berimplikasi terhadap menurunkan kepercayaan konsumen juga menaikkan biaya produksi sehingga berakibat menurunkan daya saing produk di pasar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor kritis penyebab defect pada produk dan menemukan bentuk perbaikan kinerja dalam proses manajemen yang dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah produk defect pada proses produksi fillet ikan kakap putih kualitas ekspor pada salah satu perusahaan pengolahan ikan di Bali menggunakan metode six sigma. Penelitian ini mencakup lima tahapan implementasi six sigma yaitu DMAI (Define, Measure, Analyze, dan Improve) yang melibatkan pihak manajemen dan karyawan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terindentifikasi dua faktor kritis penyebab tertinggi dari enam kategori defect fillet ikan kakap putih. Karakteristik kinerja yang dicapai oleh perusahaan saat ini dicirikan oleh angka DPU (Defect per Unit) sebesar 0,09, DPO (Defect per Opportunities) sebesar 0.045, DPMO (Defect per Million Opportunities) sebesar 45,463 yang setara dengan kinerja pada level 3,125-Sigma sehinga tergolong dalam kategori tingkat kinerja rata-rata industri. Perusahaan berpotensi meraih peningkatan kinerja hinga pada level 4,000-Sigma sepanjang bersedia melakukan sejumlah perbaikan secara berkesinambungan dalam manangani baik terhadap pengawasan mutu bahan baku ikan maupun ketidaksempurnaan pemberiaan gas CO pada produk. Dengan penerapan metode six-sigma, maka faktor kritis penyebab defect tertinggi yang ditemukan yakni daging pecah/lembek dan berbau serta pemberian gas CO yang kurang merata sehingga bentuk perbaikan kinerja dalam proses manajemen yang direkomendasikan adalah menjalankan formulir checklist pada setiap proses produksi, memberikan pelatihan-pelatihan bagi karyawan dan melakukan pemeriksaan terhadap kemasan. ABSTRACT Every company should try to minimize the risk of failure in production. The high percentage of defective products in each production cycle has implications not only reducing consumer confidence but also increasing production costs, which results in lower product competitiveness in the market. The objective of this study was to identify the critical factors that cause defects in the product and find a form of performance improvement in the management process that can be done to reduce the number of defect products in the export quality white snapper fillet production process at a fish processing company in Bali using the six-sigma method. This research consisted of Six-Sigma implementation stages, namely DMAI (Define, Measure, Analyze, and Improve) which involved management and company employees. The results showed that two critical factors were identified as the highest cause of the six categories of white snapper fillet defects. The performance characteristics achieved by the company are currently characterized by a DPU (Defect per Unit) number of 0.09, DPO (Defect per Opportunities) of 0.045, DPMO (Defect per Million Opportunities) of 45.463 which is equivalent to performance at the 3,125-Sigma level so that belongs to the category of industry average performance level. The company has the potential to achieve an increase in performance up to the 4,000-Sigma level as long as it is willing to make a number of continuous improvements in handling both the quality control of fish raw materials and imperfections in the supply of CO gas in the product. With the application of the six-sigma method, the critical factors causing the highest defects were broken / mushy and smelly meat and uneven distribution of CO gas so that the recommended form of performance improvement in the management process was running a checklist form at each production process, providing training for employees and conducting an inspection of packaging.
Pengaruh Penambahan EM-4 Terhadap Kualitas Pupuk Kompos Kotoran Gajah Irfan Fadel; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; Sumiyati Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p14

Abstract

ABSTRAK Kotoran gajah kaya akan selulosa dan lignin. Kotoran gajah memiliki warna yang bervariasi mulai dari kehijauan hingga kehitaman, tergantung dari makanan yang dikonsumsi (Mathew and Mary 2015). Sementara ini kotoran gajah belum banyak dimanfaatkan Maka dari itu kotoran gajah belum dimanfaatkan secara maksimal. kotoran gajah belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Pengomposan menjadi salah satu pilihan untuk menjadikan kotoran gajah lebih bermanfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bioaktivator EM-4 terhadap suhu, pH, kadar air, ratio C/N, bahan organik yang dihasilkan dan untuk menentukan konsentrasi larutan bioaktivator EM-4 yang menghasilkan kualitas kompos yang terbaik dari kotoran gajah dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-2004). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dengan menggunakan 50 kg kotoran gajah untuk satu perlakuan dan masing masing konsentrasi EM-4 0 ml (kontrol), 50 ml, 100 ml dan 150 ml. Keempat perlakuan tersebut dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali sehingga didapatkan 8 unit percobaan. Parameter pengamatan meliputi suhu kompos, pH, Kadar Air, Bahan Organik, Karbon, Nitrogen,C/N ratio. Hasil pengomposan kotoran gajah dengan larutan EM-4 selama 2 bulan, maka dapat dilihat penambahan larutan EM-4 berpengaruh terhadap suhu, kadar air, ratio C/N dan bahan organik sedangkan pH tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Pada perlakuan penambahan 150 ml EM-4 pada 50 kg kotoran gajah, suhu mencapai termofilik pada hari ke 28 yaitu 46,1 ?C, ratio C/N 19,63 dan bahan organik 35%. Semua perlakuan memenuhi SNI 19-7030-2004. ABSTRACT Elephant dung is rich in cellulose and lignin. Elephant dung has a color that varies from greenish to blackish, depending on the food consumed (Mathew & Mary, 2015). Meanwhile, elephant dung has not been used much. Therefore, elephant dung has not been fully utilized. elephant dung has not been fully utilized. Composting is an option to make elephant dung more useful. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of EM-4 bioactivator on temperature, pH, moisture content, C / N ratio, organic matter produced and to determine the concentration of the EM-4 bioactivator solution which produces the best quality compost from elephant dung and in accordance with Indonesian National Standard (SNI) 19-7030-2004). This study used a completely randomized design (CRD). The treatment used 50 kg of elephant dung for one treatment and each concentration of EM-4 0 ml (control), 50 ml, 100 ml and 150 ml. The four treatments were repeated 2 times in order to obtain 8 experimental units. Observation parameters include compost temperature, pH, moisture content, organic matter, carbon, nitrogen, C / N ratio. The results of composting elephant dung with EM-4 solution for 2 months, it can be seen that the addition of EM-4 solution has an effect on temperature, water content, C / N ratio and organic matter while pH does not show a significant effect. In the treatment of adding 150 ml of EM-4 to 50 kg of elephant manure, the temperature reached thermophilic on day 28, namely 46.1 ?C, C / N ratio 19.63 and 35% organic matter. All treatments comply with SNI 19-7030-2004.
Pengaruh Konsentrasi Asap Cair Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) dan Lama Perendaman Terhadap Kesegaran Pisang Cavendish (Musa Acuminata) K Justikha Natalia Praja; Pande Ketut Diah Kencana; I Gusti Ketut Arya Arthawan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p05

Abstract

ABSTRAK Buah pisang Cavendish merupakan salah satu produk hortikultura yang rentan mengalami kemunduran fisiologis dan sangat rentan terhadap kerusakan fisik setelah panen. Penggunaan berbagai konsentrasi asap cair bambu tabah dengan lama perendaman yang berbeda dapat digunakan sebagai pengawet alami. Buah pisang yang digunakan adalah pisang Cavendish yang berasal dari Kabupaten Buleleng, dalam satu sisir berisi paling sedikit10 buah dengan panjang rata-rata 18.89 cm dan berat rata-rata 125 gram (g). Tujuan penelitian ini adalah menemukan kombinasi perlakuan terbaik dari perlakuan konsentrasi asap cair dan lama perendaman untuk menjaga kesegaran dan masa simpan pada buah pisang Cavendish selama penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor pertama adalah konsentrasi asap cair bambu tabah dan faktor kedua adalah lama perendaman. Faktor pertama terdiri dari empat taraf konsentrasi yaitu 1%, 3%, 5%, dan 7%. Faktor kedua terdiri dari tiga taraf lama perendaman yaitu 10 menit, 20 menit dan 30 menit dengan suhu penyimpanan menggunakan suhu ruang (28±2oC). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah laju respirasi, susut bobot, kekerasan, TPT, tingkat kerusakan, dan organoleptik. Hasil interaksi terbaik ditunjukkan pada perlakuan 7% konsentrasi asap cair bambu tabah dan perendaman 10 menit, dengan nilai rata-rata parameter laju respirasi 51.18 ml CO2/kg.jam, nilai rata-rata susut bobot dengan nilai 17.61%, nilai rata-rata kekerasan 3.82 kg, nilai rata-rata TPT 15.65 %Brix, nilai tingkat kerusakan 2.40, nilai rata-rata organoleptik rasa sebesar 4.67, aroma sebesar 4.54 dan warna sebesar 3.87. Disimpulkan bahwa kombinasi perlakuan A4B1 (konsentrasi asap cair bambu tabah 7% dengan perendaman selama 10 menit) adalah kombinasi terbaik untuk menjaga kesegaran dan memperlambat penurunan kualitas buah pisang Cavendish hingga akhir periode penyimpanan hari ke-15. ABSTRACT Cavendish banana one of the horticultural products that are prone to physiological setbacks and very vulnerable to physical damages after harvest. Various concentrations of tabah bamboo liquid smoke with different soaking times can use as natural preservatives. The bananas used in this study were Cavendish bananas from Buleleng, every bunch consists of at least ten banana with a length of 18.59 cm and a weight of 125 ± 5 g. This study aims to find the best treatment combination of the treatmentoof liquid smoke concentration and soaking time to maintain freshness and shelf life of Cavendish bananas during storage. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with two factors, the first factor was the concentration of tabah bamboo liquid smoke, and the second factor was the soaking time. The first factor consists of four levels of concentration namely 1%, 3%, 5%, and 7%. The second factor consists of three levels of soaking time, namely 10 minutes, 20 minutes and 30 minutes with storage temperature using room temperature (28 ± 2oC). The parameters observed in this study are: repiration rate, weight loss, hardness, level of damages, TPT and organoleptics. The best interaction results are shown in the treatment of 7% concentration of tabah bamboo liquid smoke with 10 minutes of soaking with an average value of respiration rate parameters of 51.18 ml CO2 / kg.hour, an average value of weight loss with a value of 17.61%, an average value of hardness of 3.82 kg, the average value of TPT was 15.65% Brix, the value of the level of damage was 2.40, the average organoleptic value of taste was 4.67, aroma was 4.54 and color was 3.87. The conclus of this study indicates that the combination of A4B1 (7% tabah bamboo liquid smoke concentration with soaking for 10 minutes) is the best combination to keep freshness and the quality of green bananas until the storage period of the 15th day.
Introduksi Pengukuran Getaran Berbasis Android Saat Transportasi Jambu Air Camplong Iswahyudi Iswahyudi; Emmy Darmawati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 9 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p13

Abstract

ABSTRAK Jambu air camplong (Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston) merupakan buah unggulan Madura yang bernilai ekonomis, dibutuhkan dalam bentuk segar namun mudah rusak. Kesegaran produk akan terjaga jika dilakukan pengemasan dan transportasi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah melakukan transportasi sesungguhnya jambu air camplong dan memperkenalkan cara baru mengukur getaran berbasis Android. Skala pengukuran getaran di lapangan adalah MMI (Modified Mercalli Intensity Scale). Hasil penelitian menunjukkan, pengukuran getaran menggunakan Android menggambarkan langsung pengaruh getaran saat transportasi terhadap kemasan, getaran yang ditimbulkan sebesar 7-8 MMI dan gaya yang ditimbulkan sebesar 0,8 – 1,2 kgf sehingga tidak berpengaruh terhadap kemasan yang digunakan. Persentase kerusakan mekanis jambu air camplong pasca transportasi sebesar 20.87 % pada kemasan petani dan 7.70 % pada kemasan RSC. ABSTRACT The camplong water apple (Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston) is a superior fruit of Madura which has economic value. It is needed in fresh form but is easily damaged. Product freshness will be maintained if proper packaging and transportation are carried out. The purpose of this research was to carry out the actual transportation of guava water and introduced a new way of measuring vibrations based on Android. The scale for measuring vibrations in the field was based on MMI (Modified Mercalli Intensity Scale). The results showed that the measurement of vibration using Android directly illustrated the effect of vibration during transportation on the packaging, the vibration generated was 7-8 MMI and the resulting force was 0.8 - 1.2 kgf so that it did not affect the packaging used. The percentage of mechanical damage to guava air camplong after transportation was 20.87% on farmer packaging and 7.70% on RSC packaging.

Page 1 of 2 | Total Record : 15