cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol. 14, No. 1, Juni 2013" : 26 Documents clear
PROSPEK PARTAI ISLAM IDEOLOGIS DI INDONESIA Shobron, Sudarno
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ideological Islamic party ever got success in Indonesia in 1955. It wasrepresented by Masyumi and NU while in 1977 it was represented by UnitedDevelopment Party (PPP). But the success could not exceed the non Islamic party thatgot significant voters so that the Islamic parties still lost. The Reformation era givesnew opportunity for Islamic parties to emerge, for instance the Crescent Star Party(PBB), Justice Party (PKS) and PPP. These Islamic political parties are permitted tocompete in the general election. There are also parties that have Islamic socialorganization mass such as National Mandate Party (PAN) and National AwakeningParty (PKB). The fate of the parties is not far different from the ideological parties inthe Old Order and New Order. Accordingly there should be smart ideas to bore anideological party for exampleHizbut Tahrir Indonesia (HTI) to be the participant in thegeneral election in order that it is able to struggle the Islamic law in Indonesia, but doesthis ideological party have a good prospect? This article tries to give the answer.Key Words: Ideological parties, Islamic law, Hizbut Tahrir IndonesiaPartai Islam Ideologis pernah mengalami kesuksesan di Indonesia pada tahun1955 yang dipresentasikan oleh Masyumi dan NU, dan pada tahun 1977 oleh PartaiPersatuan Pembangunan (PPP). Namun kesuksesan tersebut tidak dapat melampauikesuksesan partai non-Islam yang mendapatkan suara cukup signifikan, sehingga partaiIslam ideologis tetap kalah.Era reformasi memberikan perluang munculnya partaiideologis atau partai yang berazaskan Islam, misalnya Partai Bulan Bintang (PBB).Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PPP sendiri yang telah lolos verifikasi untukmengikuti pemilihan umum, selain partai yang memiliki basis masa organisasi massaIslam, misalnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).Nasib partai-partai ini tidak jauh berbeda dengan partai ideologis pada masa OrdeLama dan Orde Baru.Untuk itulah perlu ada gagasan cerdas untuk menghadirkanpartai ideologis misalnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai peserta pemilu yangmemperjuangkan syareat Islam di Indonesia, tetapi apakah partai ideologis ini memilikiprospek? Artikel ini akan mencoba memberikan jawaban.Kata Kunci: Partai Ideologis, syareat Islam, Hizbut Tahrir Indonesia
PEMIKIRAN ASY-SYÂTIBÎ TENTANG MASLAHAH MURSALAH Rosyadi, Imron
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the application of maslahahmursalahmethod inestablishing an Islamic law. The writerstudies AsySyatibi’s thought that defines maslahahmursalah.He writes thatmaslahahmursalahis a new case that has not beenstated in a certain argumentation (nash) but it has benefits which are in line with (almunâsib)Islamic law. The conformity in deed to the Islamic law (tasharrufât) doesnot have to be always supported by certain argumentation (nash) that underlies andrefers to the conformity but it can be a collection of argumentations that give certainbenefits (qat’i). The new cases that contain benefits and have not had their confirmationare decided by maslahahmursalah, whether accepted or refused. The cases are relatedto muamalat not to rituals. The use of maslahahmursalahas the argumentation todecide a law is just for the need that is dharûrî and hâjî. Deciding the benefits from anaction that will be used as argumentation on maslahahmursalah can use commonsensemaximallyKey words: Asy-Syatibi, maslahahmursalah, argumentationMakalah ini membahas penerapan metode maslahah mursalah dalampenetapan suatu hukum Islam. Penulis mengkaji pemikirana sy-Syâtibî, yang mendefinisikanmaslahah mursalah adalah maslahah yang ditemukan pada kasus baruyang tidak ditunjuk oleh nash tertentu tetapi ia mengandung kemaslahatan yang sejalan(al-munâsib) dengan tindakan syara.» Kesejalanan dengan tindakan (tasharrufât)syara» dalam hal ini tidak harus didukung dengan dalil tertentu yang berdiri sendiridan menunjuk pada maslahahtersebut tetapi dapat merupakan kumpulan dalil yangmemberikan faedah yang pasti (qat»î). Masalah-masalah baru yang belum adakonfirmasinya, baik dibenarkan maupun ditolak, dan mengandung kemaslahatan yangdiputuskan dengan maslahah mursalah adalah berkaitan dengan masalah-masalahmuamalat, bukan berkaitan dengan ibadah. Penggunaan maslahah mursalah sebagaidalil penetapan hukum hanya untuk kebutuhan yang sifatnya dharûrî dan hâjî.Menentukan kemaslahatan dari suatu tindakan yang nantinya akan dijadikan dasarpertimbangan dalam dalil maslahah mursalah dapat menggunakan akal secaramaksimal.Kata Kunci: Asy-Syatibi, masalahah mursalah, dalil hukum
KONSEP JIHAD DALAM KONTEKS NEGARA BANGSA (Studi Kasus Aceh Pasca Perjuangan Kemerdekaan) ZA, M. Syabli; Azhari, Aidul Fitriciada; Hidayat, Syamsul
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The paper addressed to describe and to explain jihad in nation state context.Jihad is one of the pure concept comes from Islam and not related to territorial boundaries.Jihad can be found wherever Muslims live. While the nation state is a phenomenon,which emerged since the 17th century, caused by decolonization, as well as Indonesia.Contrast to the jihad, the nation state is strongly associated with territorial boundaries.In Indonesia, jihad resonated as a power struggle for independence and also to maintainindependence. However, after Indonesia became an independent nation state, there isalso jihad struggles to break away from it, Aceh with DI/TII and GAM for example.This study aims to uncover and construct the concept of jihad in the context of a nationstate based on Aceh’s case. By using the historical method of critical analysis, thispaper used method of literature research.The results showed that: 1) Jihad is an original intent concept in the defense andestablishment of Indonesia as a nation state, establish by founding fathers. 2) Strugglingin Aceh divided into three: when fighting together with Indonesia, fight for an Islamicstate with the DI/TII, and when tried to establish the State of Aceh by GAM. 3) Theconcept of jihad in the nation states could be identified from the opponent, the mainissue, the imagined community, as well as models of state formation. Aceh when joinedIndonesia together in the early days of independence, was fight to jihad, as well as theDI / TII can still called said jihad, in contrast to GAM that regardless of the jihad forthe sake of upholding the state for the people of Aceh. And for Indonesia itself shouldrefers back to the original intent in jihad conception nowadays.Key words: The concept of Jihad, Nation State, Aceh. Jihad merupakan konsep yang murni datang dari Islam dan tidak terkaitdengan batas-batas wilayah. Jihad ada dimana umat muslim hidup. Sementara negarabangsa merupakan fenomena, yang muncul sejak abad ke-17 dan salah satunyadisebabkan oleh dekolonialisasi, seperti halnya Indonesia.Berbeda dengan jihad, negarabangsa sangat terkait dengan batas teritorial. Di Indonesia, jihad menggema sebagaikekuatan perjuangan kemerdekaan dan juga mempertahankan kemerdekaan. Namunsetelah Indonesia merdeka, muncul juga perjuangan-perjuangan jihad untuk melepaskandiri dari negara bangsa, Aceh dengan DI/TII dan GAM contohnya.Penelitian inibertujuan untuk mengungkap dan mengkontruksi konsep jihad dalam konteks negarabangsa berdasarkan kasus Aceh.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan termasuk riset kepustakaan (libraryresearch).Yang menjadi bahan kajian adalah buku-buku sejarah tentang perjalananIndonesia dan Aceh yang sekaligus menjadi sumber data primer.Selain itu data jugadiperoleh dari sumber-sumber sekunder sebagai konfirmasi dan penunjangn sumberdata primer.Setelah dilakukan seleksi, data dianalisis dengan menggunakan metodehistoris analisis kritis, berupa deskripsi, pembahasan serta kritik-kritik terhadappermasalahan, sehingga bisa didapatkan penafsiran yang konfrehensip terhadap masalahyang diteliti.Hasil penelitian: 1) Konsep Jihad sudah ada sejak pembentukan dan menjelma usahapertahanan negara Indonesia. 2) Jihad di Aceh berdinamika dari berjuang bersamaIndonesia, mendirikan negara Islam dengan DI/TII, dan mendirikan negara Aceh denganGAM. 3) Konsep jihad dalam negara bangsa bisa diidentifikasi dari lawan, isu utama,komunitas terbayang yang dicita-citakan, serta model pembentukan negaranya. Acehketika bergabung berjuang bersama Indonesia di awal kemerdekaan melakukan jihad,begitu juga dengan DI/TII masih bisa dikatakan jihad, berbeda dengan GAM yangterlepas dari jihad demi menegakkan negara bagi bangsa Aceh.Kata kunci: konsep jihad, negara bangsa, Aceh.
STRATEGI MENGISLAMKAN KEMBALI KOMUNITAS KRISTEN DI LERENG GUNUNG SEMERU KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Purwanto, Harno; Basri, M. Mu’inudinillah
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Christianity activities have caused many Muslims convert his religion. They aremostly from people who are weak in faith, especially those who are in minus areas like inslopes of Mount Semeru Malang, East Java. At the first, they were all muslim. WhenChristianity came in, a lot of people who convert their religion to Christiany. Then However,when part of Muslims carried out Islamic da’wah activities to preach Islam and took themback to Islam, many people were willing to syahadat back. A total of 36 peoples fromWonoagung and Tamansatriyan villages attended this event and were willing to follow theguidance that was done. The focus of this research focused on “what are the specific reasonsthat make people in slope of Semeru easy convert to Christiany and how the stategy is doneto re-Islamize the Christian Community?. This research is an exploratory qualitativehistoricalapproach with the Islamic approach, which views human products (ideas, workand so on) with manhaj Robbani (divine balance). Data collection techniques used in thisresearch includes the study of literature, study documentation, and interviews. Interviewposed to religious leaders, governments, community leaders who know the map of relationsbetween Muslims and Christians in the area. After the data collected the abstraction ismade to draft research results. Cross check remains also performed as a step to strengthenthe credibility of the results, and to enhance the quality of the analysis. The result shows thespecific reasons that make Wonoagung and Tamansatriyan villagers Tortoyudo Malangdistrict (slopes of Mount Semeru) is the presence of the pastor Digdo figure that attractedpublic sympathy. The strategy has been done to re-Islamize the Christian community onthe slopes of Mount Semeru is implement approach and coaching strategy. This strategyinclude increased communication with community members, religious dialogue withChristians, apostates relatives empowerment, inviting apostates in Islamic studies, shelterand guidance apostate children, as well as the provision of compensation and reward. Allstrategies should be implemented based on noble morality in interacting with citizens.Key words: Islam, Christian Community, Mount SemeruKegiatan kristenisasi telah banyak menyebabkan umat islam mengganti agamanya.Mereka umumnya adalah umat yang lemah imannya, terlebih lagi mereka yang tinggal padadaerah minus seperti lereng Gunung Semeru Jawa Timur. Pada awalnya, mereka semuamuslim. Ketika kristenisasi datang, banyak orang yang pindah agama menjadi Kristen. Namunkemudian, ketika sebagian umat Islam melakukan kegiatan dakwah Islam untuk mendakwahkanIslam dan membawa mereka kembali ke Islam, banyak orang yang bersedia untuk bersyahadatkembali. Sebanyak 36 orang dari Desa Wonoagung dan Tamansatriyan menghadiri acara inidan bersedia untuk mengikuti bimbingan yang dilakukan. Fokus penelitian ini difokuskanpada “ Apa sebab spesifik yang menjadikan warga lereng Gunung Semeru mudah masukKristen? dan Bagaimanakah strategi yang dilakukan untuk mengislamkan kembali wargayang sudah murtad?. Penelitian ini bersifat kualitatif-eksploratif dengan pendekatan historis(historical aproach) dengan pendekatan islami, yang memandang produk manusia (pemikiran,karya dan sebagainya) dengan manhaj Robbani (neraca ilahi). Tehnik pengumpulan datayang digunakan dalam penelitian ini meliputi telaah literatur, studi dokumentasi, danwawancara. Wawancara diajukan kepada tokoh agama, pemerintah, dan tokoh masyarakatyang mengetahui peta hubungan antara Islam dan Kristen di suatu daerah. Setelah dataterkumpul dibuatlah abstraksi untuk menyusun draft hasil penelitian. Cross check tetap jugadilakukan sebagai langkah memperkuat kredibilitas hasil, dan untuk menyempurnakan kualitasanalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebab spesifik yang menjadikan warga DesaWonoagung dan Tamansatriyan Kecamatan Tortoyudo Kabupaten Malang (lereng GunungSemeru) adalah hadirnya tokoh pendeta Digdo yang mampu menarik simpati masyarakat.Sedangkan Strategi yang telah diterapkan untuk mengislamkan kembali warga lereng GunungSemeru adalah menerapkan strategi pendekatan dan pembinaan. Strategi tersebut berupapeningkatan komunikasi dengan anggota masyarakat, dialog keagamaan dengan wargaKristen, pemberdayaan kerabat murtadin, mengundang murtadin dalam kajian-kajiankeislaman, penampungan dan pembinaan anak-anak murtadin, serta pemberian santunandan hadiah. Semua strategi harus dilaksanakan dengan dilandasi akhlaq mulia dalambermuamalah dengan warga.Kata kunci: Islam, Komunitas Kristen, Gunung Semeru
TOLERANSI MAJELIS MUJAHIDIN INDONESIA DALAM KEBERAGAMAAN, SOSIAL, BUDAYA DAN POLITIK Prasetyo, Budi
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian Mujahedeen Council (MMI) is an institution that was establishedin 2000 which had a purpose to struggle Syar’iah Islam (Islamic Law) formally, especiallyin Indonesia. Every movement to apply Islamic law by public is seen as extreme andmilitant one. Even it is impressed as an intolerant movement. This research withphenomenology approach tries to expose views of MMI about tolerance. The researchis limited within 2000 – 2007 because after that time MMI experienced significantcleavage. To observe the various tolerant attitudes, the researcher focused on four groupsthat are attitude to non-Muslim, attitude to the different ideas, attitude to the culture,and attitude to the politic difference. From the research, it is found that MMI alwaystries to be tolerant to the differences that existed. Only their prospective tolerance isIslamic law. This perspective tolerance was often the same as other Islamic communitiesbecause they viewed from different perspective.Key Words: Islamic law, tolerance, amar ma’ruf nahi munkar.Majelis Mujahidin Indonesia adalah sebuah institusi yang berdiri pada tahun2000 dengan tujuan untuk memperjuangkan formalisasi syari’ah islam, khususnya diIndonesia. Setiap gerakan yang bertujuan untuk menerapkan syari’ah islam oleh publikdipandang sebagai gerakan yang ekstrem dan militan. Bahkan dikesankan gerakan itugerakan yang intoleran. Penelitian dengan pendekatan fenomenologi ini berusahamengungkap pandangan-pandangan majelis Mujahidin tentang toleransi. Penelitianini dibatasi pada tahun 200 hingga 2007 mengingat setelah itu di tubuh MajelisMujahidin terjadi perpecahan yang signifikan.Untuk mengamati berbagai sikap toleransiini, difookuskan kepada empat kelompok; yaitu; sikap terhadap umat non-Islam, sikapterhadap perbedaan pendapat, sikap terhadap budaya, dan sikap terhadap perbedaanpolitik. Dari penelitian didapatkan data bahwa majelis Mujahidin pun senantiasaberusaha untuk bersikap toleran terhadap perbedaan-perbedaan yang ada. Hanya sajaprespektif toleransi mereka adalah syari’ah Islam. Perspektif toleransi inilah yang takjarang berbeda dengan sebagaian umat lain, karena memandang dengan perspektiflain.Kata Kunci: Syari’ah Islam, toleransi, amar ma’ruf nahi munkar.
DINAMIKA PENAFSIRAN AL-QURAN DI SURAKARTA: 1900-1930 Junaidi, Akhmad Arif
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The interpretation dynamics of Al-Quran was so intensive in Surakartawithin 1900-1930. By comparative analysis this paper studies and finds three works oftafsir (interpretation, exclamation passage of al-Qu’ran by supplying additionalinformation) that were published in Surakarta but they had different concern. Tafsîral-Quran al-‘A“îm analyzed Islamic orthodox theme as the central issue in itsinterpretation. This can be understood because the work was written by a Great SurakartaPalace village leader who splashed around Islamic laws. While Tafsir Surat Wal-Asridiscussed the relation between Islam and Christianity as the central issue. The writer ofthis book was worried about the activity of the evangelism in the Surakarta Palaceterritory. Tafsir Qur’an Djawen stressed on the importance of the fraternity as thecentral issue in its interpretation. The book talked about the disunity phenomena amongMuslim community because of the difference in the furu’iyah cases.Key Words: interpretation dynamics, al-Quran, SurakartaDinamika penafsiran al-Quran begitu intens di Surakarta dalam rentangwaktu antara 1900-1930. Dengan analisis perbandingan makalah ini mengkaji danmenemukan tiga karya tafsir yang sama-sama diproduksi Surakarta memiliki concernyang berbeda. Tafsîr al-Quran al-‘A“îm lebih banyak menjadikan tema ortodoksi Islamsebagai isu sentral dari penafsiran-penafsirannya.Hal ini tentu bisa dimengerti karenakarya tafsir tersebut ditulis oleh seorang pengulu agengkraton yang banyak bergelutdengan hukum Islam.Sedangkan Tafsîr Surat Wal Acri lebih banyak menjadikan temahubungan Islam-Kristen sebagai isu sentralnya.Penulis kitab ini tampak dirisaukanoleh kegiatan-kegiatan zending yang semakin meraja-lela di kawasan KasunananSurakarta. Kitab Tafsîr Qur’an Djawen menjadikan pentingnya ukhuwwah Islamiyyahsebagai isu utama penafsiran-penafsirannya. Dalam kitab ini tampak banyak diuaraikanfenomena perpecahan di kalangan umat Islam dikarenakan perbedaan-perbedaan dalammasalah-masalah furu’iyyah.Kata Kunci: Dinamika Penafsiran, Al-Quran, Surakarta
EPISTEMOLOGI POLITIK ISLAM TENTANG WEWENANG DAN KEKUASAAN Azhar, Muhammad
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The concept of authority and dominance bore political intrigues among Muslimcommunity throughout the history. The two concepts bore creative tense between Islamicpolitics that had Makkiyah characteristics that was myth-theological and Maddaniyah onethat was rational. After the prophet and the expansion of Islam, the Islamic dominancetended to be tyrannical. The application of the authority and dominance bore Islamicgovernment style that was repressive ((qawãn)n siyãsiyyah) andrational (siyãsah ‘aqliyyah)also the government stylethat had religious characteristics or caliphate (siyãsah diniyyah).WhileAsy-Syãtibi focused more on political dimension that had orientation on maqãþidasy-syari’ah and maslahah ‘ãmmah aspects. The next step emerged various interpretationsabout imamah, wilayah, khilafah, ummah, syura, amir concepts up to bai’ah and jihad. Inpsychological-sociological manner, the sacred dominance became unhindered.Key words: Caliphate, Imamah, Amir, Wilayatul Faqih, Syuradan Nation StateKonsep wewenang dan kekuasaan melahirkan intrik politik di kalangan umatsepanjang sejarah. Dua konsep tersebut melahirkan ketegangan kreatif antara politikIslam yang bercorakMakkiyyah yang mitis-teologis dan Madaniyyah yang rasionalistik.Pasca era Nabi kekuasan Islamcenderung tiranik setelah adanya perluasan kekuasaanIslam.Aplikasi wewenang dan kekuasaan melahirkan style pemerintahan Islam yangrepresif (qawãn)n siyãsiyyah), rasional (siyãsah ‘aqliyyah) dan yang bercorak agamisatau khilafah (siyãsah diniyyah).Sedangkan Asy-Syãtibi) lebih memfokuskan padadimensi politik yang lebih berorientasi pada aspek maqãþid asy-syari’ah dan maslahah‘ãmmah.Pada tahap selanjutnya muncul berbagai interpretasi tentang konsep-konsep:imamah, wilayah, khilafah, ummah, syura, amir, hingga bai’ah dan jihad. Secarapsikologis-sosiologis, sakralitas kekuasaan menjadi tak terhindarkanKata Kunci: Khilafah, Imamah, Amir, Wilayatul Faqih, Syura dan Nation State
DAFTAR ISI DAN PENGANTAR REDAKSI Profetika, Redaksi
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI DAN PENGANTAR REDAKSI
MERAJUT KERUKUNAN DALAM KERAGAMAN AGAMA DI INDONESIA (Perspektif Nilai-Nilai Al-Quran) Hasan, M. Abdul Khaliq
Profetika Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious diversity is sunnatullah, something that is given. As well as thediversity in language, culture and the like. It is recognized by al-Quran clearly. Forthat al-Quran has given instructions to his people in addressing religious diversity inform two clear and unequivocal manner. That is the attitude Exclusive (al-inghilaq) inthings that are aqidah (belief) and ‘ubudiah (worship) and inclusive attitude (alinfitah)in the realm of socially interactive. In the applicative level, the teachings ofIslam which is sourced to al-Quran and Sunnah has taught his people how to live sideby side with members of different communities faith. Medina Charter is among thehistorical evidence of how Islam since the beginning wantrealization inter-religiousharmony. In the context on Indonesia, noble values al-Quran can be developed inorder uphold various pillars that need to be agreed together and actualized to buildinter-religious harmony. Among these pillars is to improve the correct tolerance, mutualrespect with full religious attitudes in certain maturity, increased cooperation in mattersof religion become destination together, without having to mutual suspicion andstrengthen the three pillars of state (Pancasila, UUD 45 and Unity in Diversity).Keywords: harmony, religious diversity,Keragaman beragama merupakan sunnatullah, sesuatu yang sifatnya given.Sebagai halnya keragaman dalam bahasa, suka dan budaya.Hal ini diakui oleh Al-Quran secara jelas.Untuk itu,Al-Quran telah memberikan petunjuk kepada umatnyadalam menyikapi keragaman beragama dalam wujud dua sikap yang jelas dantegas.Yaitu sikapeksklusif (al-inghilaq) dalam hal-hal yang bersifat aqidah dan ‘ubudiahdan sikap Inklusif (al-infitah) dalam ranah sosial interaktif.Dalam tataran aplikatif,ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Quran dan as-Sunnah telah mengajarkankepada umatnya bagaimana hidup berdampingan dengan anggota masyarakat yangberbeda kenyakinan. PiagamMadinah adalah diantara bukti sejarah bagaimana Islamsejak awal menginginkan terwujutnya kerukunan antarumat beragama.Dalam kontekske-Indonesia-an, nilai-nilai luhur Al-Quran tersebut dapat dikembangkan dalam rangkamengakkan berbagai pilar yang perlu disepakati bersamadan diaktualisasikan untukmembangun kerukunan antarumat beragama.Diantara pilar-pilar tersebut adalahdengan meningkatkan sikap toleran yang benar, saling menghormati dengan penuhsikap kedewasan dalam beragama, meningkatkan kerjasama dalam hal-hal yang menjaditujuaan bersama dalam beragama, tanpa harus saling mencurigai dan memperkokohtiga pilar kenegaraan (Pancasila, UUD 45 dan Bineka Tunggal Ika).Kata Kunci: kerukunan, keberagaman agama, eksklusif, inklusif.
DAFTAR ISI DAN PENGANTAR REDAKSI Profetika, Redaksi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2154

Abstract

DAFTAR ISI DAN PENGANTAR REDAKSI

Page 1 of 3 | Total Record : 26