cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 14, No. 2, Desember 2013" : 24 Documents clear
ANALISIS KRITIS METODOLOGI PERIWAYATAN HADITS SYIAH (Studi Komparatif Syiah-Sunni) Ulum, Bahrul; MZ, Zainudin
Profetika Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shi’i Ithna Asy’ariyah is a group of Muslims who have different hadithbooks with a majority of Muslims. In the making of the book, the Shiite cleric has itsown methods, particularly in the narration. This study aims to determine the methodof narration Shia hadith. The authors use historical methods and critical analysis.Hitorical method used to determine the historical journey through the establishment ofideas in the book-making, paradigm used to look at the use of the method, and backgroundaffect his thinking. From the results of this research is basically the Shia do not have anaccurate and scientific methods in determining the hadith narration track. Since thebeginning, the scholars they pay less attention to this issue. They began to conductstudies after receiving criticism from Sunni clerics and modeled after the method usedby the Sunnis. However, they still have difficulties because they do not have enoughmaterial to do that.Key words: shi’i, hadith, transmitterSyi’ah Itsna Asy’ariyah adalah sekelompok Muslim yang memiliki bukubukuhadits yang berbeda dengan mayoritas Muslim. Dalam penyusunan buku ini,ulama Syiah memiliki metode sendiri, terutama dalam periwayatan hadis. Makalah inibertujuan untuk mengetahui metode narasi hadits Syiah. Penulis menggunakan metodehistoris dan analisis kritis. Metode hitoris digunakan untuk menentukan perjalanansejarah melalui pembentukan ide-ide dalam buku, keputusan, paradigma yang digunakandan melihat penggunaan metode, serta latar belakang mempengaruhi pemikirannya.Makalah ini menegaskan bahwa pada dasarnya adalah Syiah tidak memiliki metodeyang akurat dan ilmiah dalam menentukan periwayatan hadits. Sejak awal, para ulamamereka kurang memperhatikan masalah ini. Mereka mulai melakukan penelitian setelahmendapat kecaman dari ulama Sunni dan mencoba menggunakan metode yangdigunakan oleh kaum Sunni. Namun, mereka masih mengalami kesulitan karena merekatidak memiliki cukup bahan untuk melakukan hal tersebut.Kata kunci: syiah, hadis, periwayatan
DAFTAR ISI DAN PENGANTAR REDAKSI Profetika, Redaksi
Profetika Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI DAN PENGANTAR REDAKSI
PEREMPUAN DALAM KELUARGA MENURUT KONSEP ISLAM DAN BARAT Warsito, Warsito
Profetika Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam as ideology is agent of change. When it came to the Arabic people, theconditions of women were so pity. They never got their rights of human being but sometribes killed the daughter baby. After it came to the world, women got their duties, theywere allowed to make transaction and their right life is saved. Islam is a religion whichrules all field of human being life side. It rules the roles of man and woman and theirduties. Not only ruling the roles and duties but also the way how to practice the religion.Nowadays, feminists make confrontation ideas. They said that Islam is injustice religion.They said that women are better to pray at home and men pray at the mosques. Theydisagree that leader is only for men but they see that it is also women’s right. Theyargued that women today are so different from the past. The feminists’ idea that supportsme to conduct the study. The aims of this study is to compare the Islamic teaching andfeminists’ teaching by using Maqasid Syari’ah. The result of the study is, Islamicteachings are appropriate rules for human being but feminists’ teaching damage thesocial norms and women’s right.Key words: women, family, Islam, westSebagai sebuah ideologi, Islam merupakan agen perubahan. Ketika Islamdatang kepada orang-orang Arab, kondisi perempuan sungguh mengenaskan.Kaumperempuan tidak pernah mendapat hak-hak mereka sebagai manusia, bahkan beberapasuku membunuh bayi perempuan yang baru lahir. Dalam perkembangannya, wanitapunya tugas-tugas dan diizinkan untuk berperan dalam masyarakat serta memperolehhak-haknya. Islam adalah agama yang mengatur semua bidang kehidupan manusia.Termasuk dalam mengatur peran dan tugas-tugas kaum laki-laki dan perempuan. Tidakhanya mengatur peran dan tugas tetapi juga bagaimana cara mempraktekkan ajaranagama dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, feminis mengusung ide-ide yangbertentangan dengan Islam, antara lainmereka mengatakan bahwa Islam adalah agamayang mengajarkan ketidakadilan, Islam membedakankesempatan wanita lebih baik untukberibadah di rumah dan laki-laki beribadah di masjid-masjid. Makalah ini berusahamembandingkan ajaran Islam dan ajaran feminis dalam masalah peran perempuandalam keluarga dengan menggunakan Maqasid Syari’ah. Hasil dari penelitian ini adalah,ajaran Islam adalah aturan yang sesuai untuk manusia tetapi ajaran feminiscenderungmengabaikan norma-norma sosial dan hak perempuan.Kata kunci: perempuan, keluarga, Islam, barat
PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM M. UMER CHAPRA Inayati, Anindya Aryu
Profetika Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

M. Umer Chapra’s thought in economics is a blend of traditional sciences,theology and modern economics sciences. His thinking is dominated by macro economicsector because he was widely occupied in the world economy. His thinking are includingthe concept of falah, hayyahtayyibah and Muslims economic challenges, monetary policy,the Islamic financial institutions which is concerned to the central bank and its policies,and the concept of welfare states according to Islam. Like the other Muslim economists,Chapra hammered at moral as the way of reaching fair and healthy economy.The privilegedof M. Umer Chapra thought is the ability to mix and match between the Western economicconcepts with Islamic values. He was awarded as the ‘ success Islamic scholar ‘. While hisslight shortage is in the attitude of tolerance towards Western financial instruments. Thisattitude is the impact of his understanding of the world economy, that may not be erasedfrom these instruments except gradually and slowly. Although Chapra realizes that theIslamic economic system can deliver socio - economic justice to the world and become asolution for the failure of the capitalist and socialist economic systems.Key words: monetary policy, banking system, welfare state. Fokus utama makalah ini adalah membahas pemikiran M. Umer Chapra dalambidang ekonomi. Penulis menemukan pemikiran ekonomi Chapra merupakan perpaduanantara ilmu-ilmu tradisional, ilmu agama dan ilmu ekonomi modern. Pemikirannyadidominasi oleh bidang perekonomian makro karena ia banyak berkecimpung di duniaperekonomian negara. Diantara pemikirannya adalah mengenai konsep falah, hayyahthayyibah, dan tantangan ekonomi umat Islam, kebijakan moneter, lembaga keuangansyariah yang lebih ditekankan kepada bank sentral dan kebijakan-kebijakannya, serta konsepnegara sejahtera menurut Islam. Sebagaimana ekonom muslim lainnya, Chapramengedepankan pentinganya moral bagi jalannya perekonomian yang adil dan sehat.Keistimewaan pemikiran M. Umer Chapra adalah kemampuannya memadu-padankanantara konsep-konsep ekonomi Barat dengan nilai-nilai Islam. Sehingga ia mendapatkangelar sebagai ‘sarjana Islam yang sukses’. Sedangkan kekuranganannya terletak pada sikaptolerannya terhadap instrumen-instrumen keuangan Barat. Sikap tersebut merupakan imbasdari pemahamannya mengenai keadaan ekonomi dunia yang tidak mungkin dimurnikandari instrumen-instrumen tersebut kecuali secara bertahap dan perlahan. Meskipun Chapramenyadari bahwa sistem ekonomi Islam dapat mengantarkan kepada keadilan sosio-ekonomidunia dan menjadi solusi bagi kegagalan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis.Kata kunci: kebijakan moneter, sistem perbankan, negara sejahtera
PENETRASI ISLAM PURITAN DI PEDESAAN: Kajian tentang Pola Kepengikutan Warga Majlis Tafsir Al-Quran Jinan, Mutohharun
Profetika Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses about the expansion of the MTA, as a puritan movement,in the countryside, with a sociological approach and a theory about the characteristicsof the purification. MTA is a purification movement, based on the Jama’ah and Imamateteachings. The implementation of the Imamate doctrine makes all followers of thepeasants, workers, and employees very obedient to a single leader. Their following iscaused by internal and external factors. The internal factors include the expertise of themissionary actors in dialogic preaching, the application of Imamate teaching, and socialsolidarity and brotherhood among the followers. The external factors included the moreopening chances for the Islamic missionary movements as the implications ofdemocratization. The relationship pattern between the elite and the followers is moreinfluenced by the charisma of the leader or authority positioned as an Imam to befollowed. The most prominent follower development pattern is that of sermons, whichcover general, branch, group (usrah), and special group sermons.Key words: Islamic puritanism, rural areas, Majlis Tafsir Al-Quran (MTA)Makalah ini membahas perkembangan Majlis Tafsir Al-Quran (MTA)sebagaigerakan puritan di pedesaan, dengan pendekatan sosiologis dan teori tentangkarakteristik gerakan purifikasi. MTA merupakan gerakan purifikasi yang berbasispada ajaran jamaah dan imamah. Pengikut dari kalangan petani, buruh, dan pegawaisangat taat kepada pemimpin tunggal. Kepengikutan mereka disebabkan faktor internaldan eksternal. Faktor internal meliputi kepiawaian aktor dalam berdakwah secaradialogis, penerapan ajaran imamah, dan ukhuwah atau solidaritas sosial antarpengikut.Faktor eksternal meliputi semakin terbukanya gerakan dakwah Islam sebagai implikasidari demokratisasi. Pola hubungan pengikut dan elite lebih dipengaruhi oleh kharismaatau kewibawaan pemimpin diposisikan sebagai imam yang wajib diikuti. Polapembinaan warga yang paling utama adalah melalui pengajian, yaitu pengajian umum,pengajian cabang, pengajian kelompok (usrah), pengajian gelombang khususi.Kata kunci: Islam puritan, pedesaan, Majlis Tafsir Al-Quran
PENGGUNAAN DEOXYRIBO NUCLEIC ACID PADA PROSES KLONING EMBRIO MANUSIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Rizka, Rizka
Profetika Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of the Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) in the human embryo cloningis definitely a great invention of the centuries, yet the impact of its utilization bringsmore complicated problems. It is because the DNA can be taken from desired persons.It surely will lead to the problematical issues due to future offspring pedigree. It will behard to find out whose kids these cloning babies? Therefore, the law will be messed upwith things related to birth certificate and inheritance right. Even though the cloninguses the similar method with the IVF, it uses other cells but sperm. These cells bringother people’s DNA information with them therefore the children produced by thismethod will copy all the characteristics of the owners even without the help of penetrationbetween their parents. Hence it can be said that, in making a baby, woman does notneed man and marriage anymore. The reasons behind this human cloning inventionare to make perfect offspring that are far more intelligent, good looking, healthier,stronger, and perfectly same with the owner of the DNA. Embryo cloning, however, isthe sort of intervention of Allah creation. It means that people who involving in cloningprocess deny the Almighty of Allah. Is this the playing of Allah’s creation? How theIslamic laws see this phenomenon and give legal fatwa on the utilization of DNA incloning human embryo? How the National Laws of Indonesia sees this case? Because itseems that the national regulation in Indonesia is still not firm against the geneticengineering problems.Key words: cloning, deoxyribonucleic acid, embryoPenggunaan Deoxyribonucleic Acid (DNA) pada kloning embrio manusiaadalah penemuan besar sepanjang masa, namun masalah penggunaan DNA pada proseskloning embrio, merupakan masalah yang rumit, karena DNA bisa diambil dari siapasaja yang diinginkan. yang bisa membuat permasalahan bagi silsilah keturunannyakelak. Anak siapa?Keturunan siapa?hingga mempersulit dalam pembuatan aktekelahiran, hak waris, sehingga dapat mengacaukan hukum yang telah berlaku. Denganmetode yang hampir sama dengan bayi tabung, cloning menggunakan sel selain sperma.Sel ini yang berisi informasi DNA dari makhluk yang lain, kemudian hasilnya jugadimasukkan kembali ke induknya. Sehingga menciptakan anak tanpa membutuhkanlaki-laki,tanpa perkawinan juga. Kloning manusia diciptakan untuk alasan memperbaikiketurunan; supaya lebih cerdas, rupawan lebih sehat, lebih kuat dan menyamai dariDNA yang di kloning tersebut. Kloning embrio dengan mengambil DNA orang lainadalah bentuk intervensi dari penciptaan Allah, padahal Allah adalah Sang PenciptaIndoyangmaha sempurna. Apakah ini termasuk mempermainkan Ciptaan Allah?BagaimanaHukum Islam memberikan fatwa hukum pada penggunaan DNA untuk cloning embriomanusia dan bagaimana tinjauan dari Hukum yang berlaku di Indonesia yang hinggasekarang belum tegas terhadap banyak permasalahan rekayasa genetika.Kata kunci: kloning, deoxyribonucleic acid, embrio
CORAK PEMIKIRAN DAN GERAKAN AKTIVIS PEREMPUAN (Melacak Pandangan Keagamaan Aisyiyah Periode 1917–1945) Nura’ini, Dyah Siti
Profetika Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the patterns of religious thought of the women activistsin the early period of Aisyiyah. The women activists are Siti Walidah, Siti Bariyah, SitiAisyah, Siti Badilah, Siti Munjiyah, Siti Badilah, Siti Hayyinah, dan Siti Umniyah.Through ahistorical approach, the author founds a link between colonialism that occurin Muslim countries and the revival of the spirit of women activists in mobilizing theMuslims society. The author also asserts that the thought of Aisyiyah leaders includingin the Islamic modernism that mean are Islamists a progresive religion, Islam is areligion of liberation, enlighten and advance. This understanding is very influential inthe development of Aisyiyah recently. The formers of Aisyiyah aware of the importanceof women’s participation and role in Islamic Da’wah join with men to accelerate therealization of a prosperous society.Key words: Thought, women activists, AisyiyahMakalah ini membahas tentang corak pemikiran keagamaan perempuan aktivisgerakan Aisyiyah pada periode awal. Mereka adalah Siti Walidah, Siti Bariyah, SitiAisyah, Siti Badilah, Siti Munjiyah, Siti Badilah, Siti Hayyinah, dan Siti Umniyah.Melalui pendekatan historis, penulis menemukan kaitan antara gelombang kolonialismeyang terjadi di negara-negara muslim dengan semangat kebangkitan kaum perempuandalam menggerakkan kaum muslim khususnya kaum perempuan. Penulis jugamenegaskan bahwa pemikiran para tokoh Aisyiyah termasuk paham modernisme Islamyaitu Islam sebagai agama yang berkemajuan, agama dengan ajaran yang membebaskan,mencerahkan dan memajukan. Pemahaman ini sangat berpengaruh dalamperkembangan dakwah ‘Aisyiyah ke depan. Para tokoh Aisyiyah menyadari akanpentingnya perempuan berpartisipasi dan berperan dalam Dakwah Islam bersamasamadengan laki-laki untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sejahtera.Kata kunci: Pemikiran, aktivis perempuan, Aisyiyah
SIGI LAMO DAN TINGGALAN SEJARAH ISLAM DI TERNATE Pinem, Masmedia
Profetika Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study seeks to reveal the history ofthe ancient mosques in the city of Ternate.Through historical-archaeological-approaches, ancient mosques are described comprehensively.From the research of Sigi Lamo (Great Mosque) of the Ternate Sultanates, there are severalpoints found, first, Ternate Sultanates Sigi Lamo I sthe oldest mosque inTernate were builtaround the year 1606A Dat the time of Sultan Hamzah (1628-1648). Second, in terms oflayout Ternate Sultanate Sigi Lamo is very different with the mosques in Java—where themosqueis always adjacent to the palace, the square, and the market—. However, from thearchitecture aspects it’s showed the Javanese influences such as in the mosque polesor supportingpillars of the pyramidal roof, with asharps slope similar to the construction of Javanese house,wide of the porchis same to the main prayer hall. On eachsides ofthe Sultanates mosques, onthe top roof there is a window. In the west of mosque there isalso the sultanate family cemetery.Third, worshipat Ternate Sultanate Sigi Lamo arranged by a hereafter representative whichrepresented each ethnic orregional in Ternate. The here after representative (bobato akhirat)consists of Jiko Imam, Imam Java, Imam Sangaji, and Imam Moti. The four priests were onduty by turn seach week to organize worships at the mosque of Sultanates.Key words: history, archaeology, Ternate Sultanates mosque, hereafter bobatoPenelitian ini berupaya mengungkap sejarah masjid kuno di kota Ternate. Lewatpendekatan historis-arkeologis, masjid kuno dideskripsikan secara komprehensif. Dari hasilpenelitian terhadap Sigi Lamo (Masjid Agung) Kesultanan Ternate, beberapa poin yangdiungkapkan yaitu, pertama, Sigi Lamo Kesultanan Ternate merupakan masjid tertua diTernate yang didirikan sekitar tahun 1606 M pada masa Sultan Hamzah (1628-1648).Kedua, dari segi letak Sigi Lamo Kesultanan Ternate sangat berbeda dengan masjid yangada di Jawa—di mana masjid selalu berdekatan dengan kraton, alun-alun, dan pasar—.Namun, dari aspek arsitektur terlihat ada pengaruh Jawa seperti adanya tiang penyanggadi dalam masjid atau saka guru sebagai penyangga atap yang piramidal, dengan kemiringantajam mirip dengan konstruksi tajug, lebar serambi selebar unit ruang utama salat. Padasetiap sisi masjid Sultan, atap puncaknya dibuat jendela atap. Di barat masjid terdapatjuga komplek pemakaman keluarga sultan. Ketiga, peribadatan di Sigi Lamo KesultananTernate, diatur berdasarkan bobato akhirat yang mewakili dari masing-masing etnis ataudaerah yang ada di Ternate. Bobato akhirat tersebut terdiri dari Imam Jiko, Imam Jawa,Imam Sangaji, dan Imam Moti.Keempat imam inilah bertugas secara bergantian setiapminggunya untuk mengatur peribadatan di Masjid Sultan.Kata kunci: sejarah, arkeologi, masjid Kesultanan Ternate, bobato akhirat
UCAPAN TERIMA KASIH Profetika, Redaksi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2157

Abstract

Ucapan Terima Kasih
DAFTAR ISI DAN PENGANTAR REDAKSI Profetika, Redaksi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2155

Abstract

DAFTAR ISI DAN PENGANTAR REDAKSI

Page 1 of 3 | Total Record : 24