cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
SEPAKAT
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2016)" : 9 Documents clear
NILAI SENI TARI TRADISIONAL MANDAU BAWI DALAM PERAYAAN LITURGI INKULTURATIF DI PAROKI SANTO JOAN DON BOSCO, SAMPIT Rina, Berta
SEPAKAT Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.346 KB)

Abstract

Tarian tradisional Mandau Bawi merupakan salah satu warisan budayaDayak yang berasal dari daerah Kapuas, Kalimantan Tengah. Dalamgerak tari mandau ini, terpancar sikap kepahlawanan yang sempurnadari para wanita Dayak, lincah, lemah lembut, waspada dan mempesona.Dengan demikian, jelaslah bahwa tarian ini menyimbolkan bentukbentukperjuangan yang tidak mengenal menyerah dan pantang mundur(Isen Mulang) dalam membela kebenaran. Artikel ini akan membahastentang nilai Isen Mulang yang tersirat di dalam tarian Mandau Bawidanmengaitkannya dengan perayaan liturgi inkulturatif.
MENJADI PEMIMPIN YANG BIJAK (Perspektif Antropologi-Teologis atas Amsal) Patan, Kosmas Ambo
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.346 KB)

Abstract

Terdapat beberapa pokok pikiran yang dapat dipelajari dari Amsal denganmelihat kehidupan zaman sekarang. Menjadi bijaksana adalah sebuahpilihan. Dan didasari oleh iman akan Allah. Dari pilihannya itu, setiaporang berusaha bagaimana belajar menjadi manusia bijak di pusaranarus kehidupan yang penuh tantangan seperti saat ini. Penyakit krisiskepemimpinan, krisis kepercayaan, dan kelalaian terhadap tanggungjawab, sikap arogan serta tindakan melecehkan harkat dan martabatsesama manusia. Terciptanya mentalitas korup, pengabaian terhadap peranhati nurani. Berangkat dari keprihatinan ini, tidak ada jalan lain kecualimembangkitkan lagi minat memelihara kebijaksanaan itu dalam hidup.Maka setiap manusia yang ingin bijak harus sadar bahwa hikmat itu perludipelajari, perlu dicari, dan kalau didapatkan perlu dicintai dan dihidupi.
MENEROPONG KATEKESE SEBAGAI PENDIDIKAN IMAN UMAT Hamu, Fransiskus Janu
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.346 KB)

Abstract

Dalam artikel ini, penulis menggarisbawahi tentang bagaimanamembangkitkan kesadaran bersama dalam melihat fungsi dan perandari katekese serta arti penting dari katekese sebagai salah satu bentukpendidikan iman umat yang seharusnya juga menjadi fokus perhatiandalam karya pastoral Gereja. Hal ini dilatari berbagai fenomena yangmengisyaratkan satu akar masalah, yaitu iman yang belum mengakar.Karena itu, pilihan yang paling bijak adalah “revolusi mental dan iman”sebagai gerak bersama Gereja Katolik Indonesia melalui “rekatekese”sebagai upaya untuk menyadarkan fungsi dan peran masing-masingsebagai bagian dari anggota Gereja Katolik.
MEMBANGUN KERAJAAN ALLAH BERSAMA MARIA (Misiologi Santo Montfort) Andi, Furmensius
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.346 KB)

Abstract

Kerja sama antara Roh Kudus dengan Maria merupakan hal yang sentraldalam Misiologi Santo Montfort. Roh Kudus dan Maria menjadi aktorutama dalam misteri inkarnasi Yesus Kristus. Keberhasilan dalam misteriagung ini juga menjadi pola dalam membangun Kerajaan Allah dalammisiologi Santo Montfort. Bakti Sejati kepada Yesus melalui tangan Mariaadalah jalan membentuk Kerajaan Allah melalui Maria.
MENCARI MODEL PASTORAL BAGI KEUSKUPAN PALANGKA RAYA Dato, Alex
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.346 KB)

Abstract

Penulis artikel ini coba menggagas model pastoral yang tepat sesuai konteksKeuskupan Palangka Raya. Bertolak dari pengalaman pribadi sebagaipartisipan dalam karya misi, sharing teman-teman imam dan utamanyalaporan praktek pastoral para mahasiswa STIPAS, penulis mengungkapkansebuah potret iman umat yang bisa dikatakan agak buram dan dikategorikancukup memprihatinkan. Karena itu, dibutuhkan sebuah model pastoralyang kiranya dapat menjawab persoalan yang menyangkut iman umatKeuskupan Palangka Raya sebagai wujud tanggunjgawab bersama dalamikut melaksanakan missio Dei.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATERI SUHU, KALOR, DAN PERPINDAHAN KALOR SISWA KELAS X MIA SEMESTER 2 SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2014/2015 Sinulingga, Pendi
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.346 KB)

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe make a match adalah salah satumodel pembelajaran kooperatif di mana siswa dibawa untuk menemukansendiri jawaban-jawaban dari pertanyaan yang ada pada kartu-kartu. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam KBM yang palingdominan adalah siswa menanggapi hasil presentasi kelompok siswa lain(16,12%), siswa mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartunya(15,11%), dan siswa mempresentasikan hasil pasangan kelompok (12,92%).Hasil lain dari penelitian ini adalah dari 36 siswa yang mengikuti tes, 27siswa (75%) memenuhi kriteria ketuntasan sebesar ≥ 2,67 dan 9 siswa(25%) tidak memenuhi kriteria ketuntasan. Secara klasikal pembelajaranini tuntas karena mampu memenuhi ketuntasan klasikal yaitu 75%.
EVANGELISASI BARU SEBAGAI BENTUK TANGGUNG JAWAB GEREJA TERHADAP KAUM MISKIN (Sebuah Refleksi Peran Gereja dalam Konteks Kemiskinan di Flores) Suryadi, Patris
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.346 KB)

Abstract

Penulis artikel menyatakan bahwa Gereja mesti keluar dari kemapanan diridemi terasanya Kabar Gembira oleh kaum miskin. Hal ini membutuhkankomitmen dan keberanian yang kuat. Komitmen dibutuhkan karenadalam banyak kesempatan, Gereja bisa saja jatuh pada ketidaksetiaan akanpanggilan dan kesadaran akan sebuah option for the poor. Keberanian jugadibutuhkan karena dalam perjuangan membela kaum miskin, Gereja pastiberhadapan dengan sistem yang sudah mapan, baik dalam internal Gerejasendiri maupun pihak eksternal seperti pemerintah dan sistem ekonomineoliberal.
BIMBINGAN ROHANI JALAN AMAN MENCAPAI PUNCAK HIDUP ROHANI Adinuhgra, Silvester
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.346 KB)

Abstract

Manusia merupakan makhluk rohani. Menyebut manusia sebagaimakhluk rohani berarti manusia yang sanggup berhubungan denganAllah, Sang Sumber hidupnya. Dengan kodrat kerohaniannya ini, manusiamampu mengenal Allah yang adalah Roh. Melalui kodrat rohani ini pula,manusia mampu menjalin relasi yang erat dengan Allah sendiri. Dalamupaya menjalin relasi yang akrab tersebut, seseorang tidak luput dariberbagai hambatan. Salah dalam mengambil keputusan atau tindakandalam menghadapi berbagai tantangan tersebut dapat berakibat burukbagi kehidupan rohani seseorang. Karena itu, langkah yang tepat dalammengatasi segala hambatan dalam perjalanan rohani adalah tekunmelakukan bimbingan rohani. Dengan bimbingan rohani, mereka yangingin berkembang dalam hidup rohani akan tetap berjalan pada koridoryang benar dan puncak hidup rohani pun tercapai. Bimbingan rohanimerupakan jalan aman mencapai puncak hidup rohani.
DISKURSUS PLURALISME AGAMA (Berpikir Bersama Raimon Panikkar) Jaman, Salvano
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.346 KB)

Abstract

Pluralisme adalah salah satu tanggapan positif kita atas realitas pluralitasagama. Dengan sikap pluralisme, kita dituntut untuk menaruh sikaptoleran dan respek terhadap agama lain. Namun, apakah pluralismeberarti bersikap toleran terhadap aneka perbedaan nilai dan kebenaran?Ataukah kita membutuhkan satu teori universal yang bisa menjembatanianeka perbedaan agama? Tapi, bukankah kerangka berpikir yang bersifatuniversal dan absolut bersifat kontradiktif dengan pluralisme itu sendiri?Artikel ini hendak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 9