cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin | Universitas Ialam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Jl. AH Nasution No 105, Cibiru Bandung.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
ISSN : 27149420     EISSN : 2541352X     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Ilmiah JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal terbaru dalam ilmu murni Filsafat Islam dan Aqidah (Teologi Islam), serta cakupannya meliputi kajian filsafat kontemporer, pendidikan, sosial, dan keagamaan dari perspektif filsafat maupun aqidah. Tujuan Jurnal berkala ini adalah untuk upaya meningkatkan intensitas kajian Filsafat Islam dan Aqidah, mengupayakan teori baru serta kontekstualisasinya bagi perkembangan intelektualitas.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
JIWA DALAM PANDANGAN MULLA SHADRA Dadang Ahmad Fajar
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.749 KB) | DOI: 10.15575/jaqfi.v3i1.9551

Abstract

AbstrakPusat dari segala aktifitas mental (kognisi) manusia adalah pikiran. Pandangan ini sedikit berbeda di tangan Mulla Shadra—dan para filsuf muslim secara umum. Aktifitas kognisi manusia berpusat di jiwa dan oleh sebab itu jiwa menempati posisi paling utama dalam filsafat Islam. Menemukan—atau mengidentifikasi jiwa—merupakan salah satu tugas pokok filsafat Islam. Sebab yang membedakan manusia dengan spesies lain tidak sekadar penggunaan pikiran (daya mental) semata, melainkan yang paling utama adalah substansi jiwanya. Mulla Shadra, sebagai pembaharu (dalam level tertentu) peripatetisme Islam setelah Ibn Sina, memberikan penekanan menarik pada pembahasan mengenai jiwa. Dalam penelitian ini akan diuraikan sejumlah kata kunci sekaligus signifikansi filsafat Shadra dalam penjabaran mengenai jiwa.
EPISTEMOLOGI SUFI (Telaah literatur atas definisi Pengobatan cara sufi) Naan Naan
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.92 KB) | DOI: 10.15575/jaqfi.v3i1.9552

Abstract

AbstractThe essence of the teachings of the Sufis is with God. The goal is taqarrub ilallah, to get closer to Allah. This close relationship is maintained and arranged in such a way through ritualistic Sufi teachings. The research method used is qualitative. The researcher analyzed the data on the Sufism texts. The results of data processing state that in Sufism, all activities of human life are worship. Worship is not enough with prayer and fasting, but it is perfected with morals. Worship which is accompanied by morals directs salik to perfection, where the physical and mental dimensions are in unity. This unity of identity is what is healthy in Sufism. Healthy in Sufism means physical, mental and spiritual health.
PENDEKATAN TASAWWUF-FALSAFI DALAM MENAFSIRKAN AL-QURAN (Kajian Mafâtih al-Ghaib dan Tafsîr Alqur’ân al-Karim Karya Shadr al-Dîn al-Syirâzi) Solehudin Solehudin
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.956 KB) | DOI: 10.15575/jaqfi.v3i1.9554

Abstract

Ini merupakan telaah penggunaan metode tasawuf falsafi dalam menafsirkan Al-Quran sebagaimana dilakukan oleh Mulla Shadra. Tafsir esoterik filosofis Shadra dikategorikan dalam dua kategori: tafsir mengenai surat, dan tafsir atas ayat. Kombinasi ini berdiri sendiri sebagai sebuah sistem yang menunjang pola pikir tasawuf falsafi. Dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa dasar falsafi dalam tafsir Mulla Shadra sangat kental, namun menariknya konklusi atau hasil tafsir itu berkesinambungan dengan apa yang kelak dia postulatkan sebagai trans substansial, dalam batas-batas tertentu.
KONSEP NAMA-NAMA INDAH ALLAH MENURUT AL-GHAZALI (Sebuah tinjauan semiotik) Sakim Sujatna
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.002 KB) | DOI: 10.15575/jaqfi.v3i1.9556

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas konsep nama-nama menurut pemikiran Al-Ghazali ditinjau dari sisi ilmu semiotika yang terkait dengan nama-nama Allah. Peneliti di sini akan mencoba mendalami jauh ke dalam pemikiran Al-Ghazali tentang konsep nama-nama ini. Adapun penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk library research. Al-Ghazali melihat fenomena ini dari berbagai macam golongan yang telah menceburkan diri ke dalam pergulatan pemikiran tentang konsep nama-nama dengan aneka ragam paham-pahamnya. Di sini, Al-Ghazali melakukan tanggapan berupa kritikan terhadap golongan-golongan tersebut, dengan cara menguraikankan terlebih dahulu pandangan-pandangan mereka dengan rinci. Dan Al-Ghazali sendiri pun memberikan pandangannya terhadap konsep nama-nama ini setelah ia memberikan komentarnya terhadap golongan-golongan yang telah terlebih dahulu menceburkan diri ke dalam masalah tentang nama-nama ini.
KRITIK KORELASIONISME (Materialisme Spekulatif Quentin Meillassoux) Muhammad Satria Abdulkarim
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.13 KB) | DOI: 10.15575/jaqfi.v3i1.9547

Abstract

AbstrakSyarat minimal dari filsafat kontinental, yang terdiri dari idealisme Jerman, fenomenologi, strukturalisme, Nietzscheanisme, posmodernisme, posstrukturalisme dan lain-lain, adalah kantianisme, khusunya filsafat transendental milik Kant. Quentin Meillassoux menamai filsafat tersebut sebagai korelasionisme. Namun demikian, filsafat, bagi Meillassoux, tidak bisa dipertahankan ketika berhadapan dengan ansestralitas, sebuah realitas sebelum kemunculan kesadaram, yang membuat korelasionisme berkontradiksi dengan dirinya. Lantas, dengan memperhitungkan ketakmungkinan untuk kembali kepada filsafat dogatis yang disuarakan oleh Descartes, Meilassoux memproyeksikan sebuah filsafat baru yang meladndaskan diri lewat korelasionsime tetapi menghilangkan sepenuhnya aspek transedental. Materialisme spekulatif, yang merupakan nama dari filsafat Meillassoux, mengkonsepsikan bahwa kontingensi hanyalah satu-satunya basis filsafat karena ia merupakan konsekuensi dari korelasionisme kuat yang ditandai dengan faktisitas. Untuk membutkikan itu, dia menambahakan matematika himpunan transfinit George Cantor. Intinya, tujuan utamaMeillassoux adalah mengolah filsafat yang mampu mengembalikan legitimasi filsafat terhadap sains.

Page 1 of 1 | Total Record : 5