cover
Contact Name
Haninun
Contact Email
haninun@ubl.ac.id
Phone
+6285841314009
Journal Mail Official
jurnalvisionist@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No.89 Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Visionist
ISSN : 14114186     EISSN : 28088700     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jmv.v10i2
VISIONIST: Jurnal Manajemen, menyajikan artikel yang merupakan hasil refleksi, penelitian atau kajian analitis terhadap berbagai fenomena manajemen yang belum pernah dipublikasikan di media lain.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013): September" : 6 Documents clear
Peran dan Peluang Pemanfaatan Bursa Berjangka Dalam Pengembangan Industri Tempe di Indonesia M. Achmad Subing; Sinung Hendratno
VISIONIST Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.611 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i2.681

Abstract

Indonesia's dependence on commodity soybeans from abroad was a threat to the sustainability of supply of soybean in Indonesia. The purposes of the article were to analyzethe role of futures and opportunities for the utilization of futures exchanges in thedevelopment of tempe industry  in Indonesian. The results showed that theJakarta Futures Exchange (JFX) has a strategic role in the development of tempe industry in Indonesia, particularly in the formation of a reasonable  price and stabilize soybean supply that  ultimately resulted in stable tempe production cost. JFX can be utilized by tempe indudstry as an alternative source of capital financing with relatively low at 5-10 percent of the value of transactions for a specified period.The development of information  and communication technology (telephone, Internet),  onlinebanking (e-banking) and the use of  remote trading  system on  BBJ  (JAFeTS)  opened a significant opportunity for tempe industry in Indonesia to develop their business.Ketergantungan Indonesia terhadap komoditas kedelai dari luar negeri merupakan ancaman bagi keberlanjutan penyediaan kedelai di Indonesia. Tujuan artikel adalah untuk menganalisis peran bursa berjangka dan peluang pemanfaatan bursa berjangka dalam pengembangan industri kerajinan tempe di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) memiliki peran strategis dalam pengembangan industri tempe di Indonesia khususnya dalam pembentukan harga kedelai yang wajar dan menstabilkan pasokan kedelai yang pada akhirnya berakibat pada stabilnya biaya produksi tempe. BBJ dapat dimanfaatkan industri tempe sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan dengan modal yang relatif rendah, yaitu 5-10 persen dari nilai transaksi untuk jangka waktu tertentu. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (telepon, internet), perbankan online (e-banking) dan penggunaan sistem perdagangan jarak jauh di BBJ (JAFeTS) membuka peluang yang sangat besar bagi industri tempe di Indonesia guna memanfaatkan BBJ untuk mengembangkan usahanya. 
Pengaruh Human Relations dan Pengawasan Terhadap Semangat Kerja Pegawai . Habiburrahman; Abdul Basit; Anggrita Denziana
VISIONIST Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.739 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i2.677

Abstract

Part and Equipment General Secretariat Way Kanan District has a fairly complex functions in managing household affairs of local government Way Kanan district, and the success of these tasks can not be separated from the whole human element involved. The problem in this research is: Is there a relationship between human relations (human relations) and monitoring the employee morale at the General Section and Equipment Regional Secretariat Way Kanan regency. The purpose of this study are: To determine whether or not the relationship between human relations (human relations) and monitoring the employee morale at the General Section and Equipment Regional Secretariat Way Kanan regency and how much influence. The results of qualitative analysis of each indicator, are all indicators of human relationships (human relations) of the employee morale is in good enough categories, for monitoring indicators of morale is in pretty good category. Conclusion: There is a positive but very low between human relationships (human relations) (X1) of the employee morale shown by the correlation coefficient of 0.007, then there is a positive relationship, but very low among controls (X2) to the morale of staff indicated by the correlation coefficient of 0.110. There are positive relationships and in the category of being between human relationships (human relations) (X1) and controls (X2) jointly to the employee morale at the General Section and Equipment Regional Secretariat Way Kanan district indicated by the multiple correlation coefficient (R ) of 0.460.  Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Way Kanan memiliki fungsi yang cukup kompleks dalam mengurus urusan rumah tangga pemerintah daerah Kabupaten Way Kanan, dan keberhasilan tugas tersebut tidak terlepas dari keseluruhan unsur manusia yang terlibat didalamnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Apakah terdapat hubungan antara hubungan manusiawi (human relations) dan pengawasan dengan semangat kerja pegawai pada Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Way Kanan. Tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara hubungan manusiawi (human relations) dan pengawasan dengan semangat kerja pegawai pada Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Way Kanan serta seberapa besar pengaruhnya. Hasil analisis kualitatif terhadap setiap indikator, adalah dari semua indikator hubungan manusiawi (human relations) terhadap semangat kerja pegawai terletak pada kategori cukup baik, untuk indikator pengawasan terhadap semangat kerja terletak pada kategori cukup baik. Kesimpulannya : Terdapat hubungan yang positif tetapi sangat rendah antara hubungan manusiawi (human relations) (X1) terhadap semangat kerja pegawai yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,007, kemudian  terdapat hubungan yang positif tetapi sangat rendah antara pengawasan (X2) terhadap semangat kerja pegawai yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,110. Terdapat hubungan yang positif dan dalam tingkat kategori sedang antara hubungan manusiawi (human relations) (X1) dan pengawasan (X2) secara bersama-sama terhadap semangat kerja pegawai pada Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Way Kanan yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,460. 
Strategi Meningkatkan Semangat Kerja Melaui Perbaikan Motivasi dan Penempatan Pegawai Sunar Wahid
VISIONIST Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.316 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i2.678

Abstract

Functional groups in general position has the ability, skills, professionalism and dedication of the nature of high despite salary / wages and incomes do not differ from the structural position. Besides functional groups in general office located in remote places in the district / district / village in Lampung province with minimum facilities. Based on observations, obtained information that describes the motivation of employees is not in line with expectations due to staffing not liking. On the other hand felt the symptoms of declining employee morale within the office of the Directorate General of Taxes Bengkulu and Lampung. Two main factors are tested as factors that affect employee morale and motivation of staff placement. Motivational factors of work and staffing partially and simultaneously provide a significant impact on morale. The two independent variables are simultaneously able to explain 58.8% variation of the accuracy of employee morale factor. Likewise partially, both motivational factors and work placement employees have a strong relationship and significant employee morale.Kelompok jabatan fungsional secara umum memiliki kemampuan, keterampilan sifat profesionalisme dan dedikasi yang tinggi walaupun gaji/upah dan penghasilan tidak berbeda dari kelompok jabatan struktural. Disamping itu kelompok jabatan fungsional pada umumnya berkedudukan di tempat terpencil di Kabupaten/Kecamatan/Desa di Propinsi Lampung dengan fasilitas yang minim. Berdasarkan pengamatan, diperoleh keterangan yang menggambarkan motivasi pegawai masih belum sesuai dengan harapan yang disebabkan penempatan pegawai belum sesuai dengan keinginan. Di lain pihak dirasakan adanya gejala menurunnya semangat kerja pegawai di lingkungan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Bengkulu dan Lampung. Dua faktor utama diuji sebagai faktor yang mempengaruhi semangat kerja pegawai yaitu motivasi kerja dan penempatan pegawai. Faktor motivasi kerja dan penempatan pegawai secara parsial dan simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja. Kedua variabel bebas tersebut secara simultan mampu menjelaskan 58,8% variasi ketepatan faktor semangat kerja pegawai. Begitupun secara parsial, baik faktor motivasi kerja maupun penempatan pegawai memiliki hubungan yang kuat dan signifikan terhadap semangat kerja pegawai. 
Hubungan Motivasi Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa M Yusuf S Barusman; . Defrizal
VISIONIST Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.519 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i2.679

Abstract

The purpose of this research is partially or simultaneously is to know the closeness relationship learning motivation and learning environment with students' learning achievement Sungkai 3 Junior High School North. Research methods used in this paper is through field studies (field research) and literature study (library research). Processing and data analysis performed by using qualitative and quantitative analysis. Results obtained discussions bahwan study the correlation between achievement motivation to learn is 0.422. Value rhitung = 0.422, while the value rtabel = 0.325. Correlation between learning environment variables in learning achievement is 0.387. Value rhitung = 0.387, while the value rtabel = 0.325. The correlation between the variables of motivation to learn and learning environment with learning achievement (R) is 0.519 (included in the category of being). The amount of the percentage relationship of motivation to learn and learning environment with learning achievement (R square) is of 26.9%. While the other 73.10% associated with other variables not examined in this study. Test keberartian correlation analysis by F test, obtained Fhitung value of 6.636, while Ftabel = 4.11. Thus from these results prove that the motivation to learn and learning environment has a positive relationship and significant with Learning Achievement in Junior High School North Sungkai 3.Tujuan dari penelitian ini secara parsial maupun simultan adalah untuk mengetahui keeratan hubungan motivasi belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar siswa SMP Negeri 3 Sungkai Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah melalui studi lapangan (field research) dan studi pustaka (library research). Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan alat analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil pembahasan diperoleh bahwan korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar adalah 0,422. Nilai rhitung = 0,422, sedangkan nilai rtabel = 0,325. Korelasi antara variabel lingkungan belajar dengan prestasi belajar adalah 0,387. Nilai rhitung = 0,387, sedangkan nilai rtabel = 0,325. Korelasi antara variabel motivasi belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar (R) adalah 0,519 (termasuk dalam kategori sedang). Besarnya persentase hubungan motivasi belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar (R square) adalah sebesar 26,9%. Sedangkan sisanya sebesar 73,10% dihubungkan dengan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji keberartian analisis korelasi dengan Uji F, diperoleh nilai Fhitung sebesar 6,636, sedangkan Ftabel = 4,11. Dengan demikian dari hasil tersebut membuktikan bahwa motivasi belajar dan lingkungan belajar memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan Prestasi Belajar pada SMP Negeri 3 Sungkai Utara.
Pengaruh Kompensasi Finansial, Kompensasi Non Finansial dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil Agus Wahyudi; Iskandar AA
VISIONIST Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.805 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i2.680

Abstract

In Tanggamus District Secretariat, shows that employee performance is still less than optimal because there are some employees who are not satisfied on the compensation received, leadership from employers who tend to be less able to accommodate the expectations of subordinates. This causes the idle employees in work, because they do not feel any satisfaction in work. The purpose of this research is to determine the influence of compensation on the performance of civil servants in the Secretariat of Regency Tanggamus; to determine the effect of leadership on the performance of civil servants in Tanggamus District Secretariat, and to learn, influence jointly compensation and leadership on performance employees at the District Secretariat of Tanggamus. Research method used is the field research and library research. Then processing and data analysis is done using Microsoft Excel program and SPSS 14.0 for Windows Evaluation Version. Based on the results of the discussion can be seen that the Secretariat of Regency Tanggamus current financial compensation and received non-financial and have a good feel; leadership was very good. Likewise with the performance of staff at the Secretariat of Regency Tanggamus currently goodPada Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus, terlihat bahwa kinerja pegawainya masih kurang optimal yang disebabkan karena ada sebagian pegawai yang merasa tidak puas atas kompensasi yang diterima, kepemimpinan dari atasan yang cenderung kurang dapat mengakomodir harapan-harapan bawahan. Hal ini menyebabkan pegawai bermalas-malasan dalam bekerja, karena mereka tidak merasakan adanya kepuasan dalam bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, pengaruh kompensasi dengan kinerja pegawai negeri sipil pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus; untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai negeri sipil pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus, dan untuk mengetahui, pengaruh secara bersama-sama kompensasi dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus. Metode penelitian yang digunakan adalah field research dan library research. Kemudian pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan Program Microsoft Excel dan SPSS 14.0 for Windows Evaluation Version. Berdasarkan hasil pembahasan dapat diketahui bahwa pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus saat ini kompensasi finansial dan non finansial yang diterima dan dirasakan oleh sudah baik; kepemimpinan sudah sangat baik. Demikian halnya dengan kinerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tanggamus saat ini sudah baik.
Pengaruh Sarana Prasarana Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Dirwansyah Sesunan; Abdul Basit
VISIONIST Vol 2, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.997 KB) | DOI: 10.36448/jmv.v2i2.676

Abstract

The success key of institution to take care of citizen is determined by active participation of official, the completed of supporting infrastructure, and the compensation to the official. The official is hoped to be apparatus that have skill, capability, discipline, and high motivation to do their duty. The identified problem of this research is: (1) the supporting infrastructure is not enough available at the Tax Service Office Bandar Lampung; (2) Improving the performance of officials cannot be done by compensation policy; (3) The performance of official is not optimal. The result of this research shows that the condition of supporting infrastructure, official compensation, and the performance of official is good. The supporting infrastructure has better influence to the official performance than the official compensation. It can be happened because the infrastructure is a significant factor to support official to work effectively and efficiently.Kunci keberhasilan suatu instansi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat sangat ditentukan dari partisipasi aktif setiap pegawai, kelengkapan sarana dan prasarana penunjang kerja serta kompensasi yang diterima pegawai . Pegawai diharapkan menjadi aparatur yang mempunyai keahlian, kemampuan, kedisiplinan serta bersemangat tinggi dalam menjalankan tugas. Masalah yang dapat diidentifikasikan adalah sebagai berikut : 1) Belum tersedianya sarana dan prasarana penunjang kerja yang memadai pada Kantor Pelayanan Pajak Bandar Lampung. 2) Kompensasi yang diterima pegawai belum mampu meningkatkan kinerja pegawai. 3) Kinerja pegawai belum menunjukan tingkat optimalisasi sesuai dengan yang ditargetkan pada Kantor Pelayanan Pajak Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  secara umum sarana dan prasarana penunjang pekerjaan pada Kantor Pelayanan Pajak Bandar Lampung dalam kategori baik, kompensasi yang diterima pegawai dalam kategori baik dan kinerja pegawai dalam kategori baik. Sarana dan prasarana penunjang kerja lebih berpengaruh terhadap kinerja pegawai dibandingkan dengan kompensasi yang diterima pegawai. Hal ini terjadi karena sarana dan prasarana merupakan faktor yang penting dalam menunjang pegawai untuk bekerja secara efektif dan efisian.

Page 1 of 1 | Total Record : 6