cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ZOO INDONESIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
PERTUMBUHAN DAN KONSUMSI PAKAN LARVA KUPU GRAPHIUM Djunijanti Peggie; M. Amir; Dwi Astuti
ZOO INDONESIA No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i11.2404

Abstract

Abstrak
ANALISIS EKOLOGI RELUNG INTRASPESIFIK KADAL Sphenomorphus variegatus: DITINJAU DARI MANGSA ALAMINYA Hellen Kurniati
ZOO INDONESIA No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i28.2367

Abstract

Penelitian tentang
KEANEKARAGAMAN TUNGAU FAMILI MACROCHELIDAE (ACARI: GAMASIDA) PADA BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI KABUPATEN PESAWARAN, LAMPUNG, SUMATERA Sri Hartini
ZOO INDONESIA Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i1.2332

Abstract

Empat belas spesies tungau dari famili Macrochelidae yang terdiri dari empat genus (Glyptholaspis, Holostaspella, Macrocheles, dan Neopodocinum) dikoleksi di Pesawaran, Lampung, Sumatera. Koleksi tungau Macrochelidae dilakukan dengan menggunakan “human dung trap”, dimana kumbang perombak kotoran yang berasosiasi dengan tungau terperangkap pada trap dikoleksi dan dipreservasi dengan 70 % alkohol. Sembilan spesies tungau Macrochelidae merupakan catatan baru untuk Sumatera, yaitu Macrocheles entetiensis, M. jabarensis, M. kalimantanensis, M. nidus, M. persimilis, M. sukabumiensis, Holostaspella bifoliata, Glyptholaspis asperrima, dan Neopodocinum sp. 1. Kumbang kotoran yang berasosiasi dengan tungau Macrochelidae tercatat tiga genus yaitu: Catharsius, Onthophagus dan Paragymnopleurus.
Keanekaragaman dan Kepadatan Gastropoda Terestrial di Perkebunan Bogorejo Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Heryanto Heryanto
ZOO INDONESIA Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v22i1.311

Abstract

Penelitian tentang gastropoda terestrial telah dilakukan pada kebun karet, cokelat, dan sawit di perkebunan Bogorejo Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui keanekaragaman gastropoda terestrial di kebun karet, cokelat, dan sawit dan (2) untuk mengetahui kepadatan gastropoda terestrial di ketiga macam kebun tersebut. Metode pemilihan lokasi yang digunakan adalah metode purposive, kemudian dilakukan random sampling. Analisis gastropoda terestrial menggunakan keanekaragaman serta, kepadatan. Keanekaragaman gastropoda menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Simpson. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa di kawasan perkebunan karet, cokelat, dan sawit ditemukan 10-20 species gastropoda terestrial dengan kepadatan berkisar antara 27,85-201,18 indiv/m2, serta indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,73- 2,64. Keanekaragaman dan jumlah spesies gastropoda terestrial tertinggi ditemukan di kebun karet, sementara itu kepadatan tertinggi ditemukan di kebun cokelat.
Karakteristik Komunitas Mamalia Besar di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) Eko Sulistyadi
ZOO INDONESIA Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v25i2.3361

Abstract

Data keanekaragaman dan sebaran satwa mamalia besar merupakan informasi dasar yang penting dalam rencana penge-lolaan kawasan konservasi. Penelitian ini berupaya menyajikan data terkait keanekaragaman dan sebaran spesies mamalia besar dan habitatnya di TNBB. Sebanyak 7 jenis mamalia besar tercatat dijumpai di TNBB berdasarkan hasil observasi lapang dan data sekunder pendukung (wawancara/literatur). Lima spesies diantaranya termasuk satwa dilindungi, dua spesies lainnya termasuk kategori rentan/vulnerable (IUCN Redlist), dan 3 spesies termasuk apendik II CITES. Secara umum satwa mamalia besar terdistribusi beragam di berbagai lokasi dan tipe habitat di kawasan Semenanjung Prapat Agung dan sekitarnya. Spesies yang paling dominan adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), dan babi celeng (Sus scrofa). Beberapa alternatif langkah pengelolaan habitat dan populasi satwa mamalia di TNBB yang dapat di-lakukan, antara lain: penentuan spesies prioritas, kegiatan pembinaan habitat, sosialisasi dan penyadartahuan masyarakat, serta penguatan terhadap pengawasan dan penegakan hukum.
PENGAMATAN FAUNA AKAR ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES), DENGAN TEKANAN PADA MOLUSKA M. Djajasmita; Arie Budiman; F. Sabar
ZOO INDONESIA No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i1.2358

Abstract

Study on the occurence of several groups
JENIS-JENIS IKAN DI PERAIRAN MANGROVE SUAKA MARGASATWA MUARA ANGKE, JAKARTA UTARA Gema Wahyu Dewantoro; Muhammad Mukhlis Kamal; Ridwan Affandie; Mulyadi Mulyadi
ZOO INDONESIA Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v23i2.405

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan ekosistem mangrove Suaka Margasatwa Muara Angke, Penjaringan Jakarta Utara, pada bulan Februari - April 2012 dengan menggunakan jala dan jaring insang berbagai uku-ran. Selama penelitian berlangsung tertangkap sebanyak 1.535 individu ikan yang terdiri dari 32 jenis yang mewakili 29 marga dan 26 suku. Keanekaragaman ikan-ikan di perairan ekosistem mangrove ini bervariasi antara 1,939-2,673 dengan keanekaragaman tertinggi di danau angke sedangkan terkecil di suaka, dengan dominasi jenis hasil tangkapan Pepetek (Leiognathus equulus). 
MORPHOLOGICAL VARIATIONS OF SUMATRAN TORENT FROGS, Huia sumatrana (Yang, 1991) AND H. modiglianii Doria, Salvidio and Tavan, 1999 Hellen - Kurniati
ZOO INDONESIA Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v18i1.130

Abstract

Kurniati, H. 2009. Morphological variations of Sumatran Toren frogs, Huiasumatrana (Yang, 1991) and H. modiglianii Doria, Salvidio and Tavan, 1999. ZooIndonesia 18(1):9-20. Based on an examination specimens of the Sumatran TorrentFrog, Huia sumatrana in Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Indonesia, severalindividuals were found to possess morphological characters similar to those of H.modiglianii, including the number of crossbars on the thigh, snout morphology, anddorsal and ventral pattern and coloration. A similar degree of morphological variationin H. sumatrana that close to H. modiglianii tentatively is named as H. cf sumatrana.
Keanekaragaman Kupu-kupu Superfamili Papilionoidea (Lepidoptera) di Kawasan Hutan Pendidikan Gunung Walat Sukabumi, Jawa Barat Irnayanti Bahar; Tri Atmowidi; Djunijanti Peggie
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v25i1.3025

Abstract

Kupu-kupu adalah serangga holometabola yang kelangsungan hidupnya tergantung pada ketersediaan tanaman pakan.Tujuan penelitian ini adalah mempelajari keanekaragaman spesies kupu-kupu dan mengamati interaksinya dengan tumbuhan berbunga di Hutan Pendidikan Gunung Walat. Keanekaragaman kupu-kupu diamati dengan menggunakan metode scan sampling dan metode Mark Release and Recapture (MRR) pada pukul 08:00- 11:00 dan 13:00-16:00 WIB dengan 10 ulangan pada tiap habitat dari bulan September sampai November 2014. Penelitian dilakukan pada empat tipe habitat, yaitu tegakan pinus, tegakan agatis, tegakan puspa, dan tegakan campuran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 68 spesies kupu-kupu yang diamati. Keragaman kupu-kupu yang paling tinggi terdapat di tegakan pinus (H’= 2.53) dan paling rendah di tegakan campuran (H’=2.15). Ditemukan salah satu spesies kupu-kupu dilindungi di Indonesia yaitu Troides helena.
LARVA AVERTEBRATA LAUT DI AIR "BALLAST" DAN PERAIRAN LAUT DI PELABUHAN BITUNG, SELAT LEMBE, SULAWESI UTARA Medy Ompi
ZOO INDONESIA Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v19i1.2392

Abstract

Penelitian larva

Filter by Year

1983 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue