cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
ZOO INDONESIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
A NEW RECORD OF THE MALAYAN MOUNTAIN KEELBACK Amphiesma inas Laidlaw, 1901 (OPHIDIA: COLUBRIDAE; NATRICINAE) FROM SUMATRA Mumpuni Mumpuni
ZOO INDONESIA No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i28.2371

Abstract

PERBANDINGAN KARAKTER MERISTIK PADA Varanus salvator macromaculatus Deraniyagala, 1944 DARI POPULASI WILAYAH SUMATERA Sri Catur Setyawatiningsih; Evy Ayu Arida; Dedy Duryadi Solihin; Arief Boediono; Wasmen Manalu
ZOO INDONESIA Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v24i2.680

Abstract

Karakter meristik (hitung sisik) merupakan karakter pendiagnosa dalam mencandra biawak, termasuk Varanus salvator complex. V. s. macromaculatus tersebar paling luas di antara anak jenis Biawak Air sehingga diduga memiliki variasi morfologi. Hal tersebut ditunjukkan adanya ketumpangtindihan hitung sisik V.s. macromaculatus dengan anak jenis lainnya. Maka hitung sisik bukan sebagai karakter pendiagnosa yang mandiri. Oleh karenya digunakan pola warna sebagai karakter pendiagnosa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakter hitung sisik dan pola warna tubuh V.s. macromaculatus asal Pulau Sumatera dan pulau-pulau satelitnya serta Pulau Jawa untuk melihat kekonsistenan dan kemandirian karakter meristik pada anak jenis tersebut. Kami juga mengidentifikasi karakter hitung sisik yang membedakan dua anak jenis, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus. Karakter hitung sisik di bagian tengah tubuh (karakter S) dan pola warna tubuh dapat digunakan untuk membedakan populasi Biawak Air asal Pulau Simeulue dengan setiap populasi yang diteliti (populasi asal Pulau Sumatera, Pulau Batam, Pulau Kundur, dan Pulau Jawa). Karakter S bersifat konsisten dan bukan sebagai karakter pendiagnosa mandiri. Hitung sisik di sekitar pangkal ekor (karakter Q) dapat membedakan anak jenis Biawak Air, yaitu V.s. macromaculatus dan V.s. bivittatus dalam penelitian ini.
Pola sebaran dan zonasi krustasea di hutan bakau perairan Teluk Lampung Rianta Pratiwi; Ernawati Widyastuti
ZOO INDONESIA Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v22i1.317

Abstract

Pengamatan tentang pola sebaran dan zonasi krustasea di hutan bakau perairan Teluk Lampung telah dilakukan pada bulan Maret dan April 2007. Terlihat adanya pemilihan habitat dari krustasea, sehingga terjadi zonasi-zonasi walaupun tidak terlihat jelas mulai dari bagian pantai (air) ke bagian daratan (mangrove). Pola sebaran krustasea pada umumnya mengelompok, sebagian acak dan acak cenderung mengelompok.
Karakteristik Semen Segar Domba Garut Tipe Laga pada Tiga Waktu Penampungan Semen Herdis Herdis
ZOO INDONESIA Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v26i1.3531

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu penampungan semen yang berbeda terhadap karakteristik semen segar domba garut tipe laga. Penelitian menggunakan tujuh ekor domba garut jantan. Penampungan semen dilakukan seminggu sekali menggunakan vagina buatan. Karakteristik semen segar yang diamati adalah warna, volume, kekenta-lan, keasaman, konsentrasi, abnormalitas, persentase motil, persentase hidup dan persentase membran plasma spermato-zoa. Waktu penampungan semen yang berbeda berpengaruh terhadap karakteristik semen segar yang dihasilkan. Waktu penampungan semen pukul 06.00 menghasilkan kualitas semen segar domba garut tipe laga paling baik berbeda nyata (p<0,05) dibandingkan waktu penampungan semen pukul 12.00 namun tidak berbeda nyata (p>0,05) dibandingkan dengan waktu penampungan semen pukul 09.00. Dari penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa perbedaan waktu berpengaruh terhadap suhu dan kelembaban ruangan. Guna mendapatkan kualitas semen segar yang lebih baik disarank-an waktu penampungan semen domba garut tipe laga dilakukan pada pukul 06.00-09.00.
KEANEKARGAMAN ARTHROPODA DI GUA NGERONG, TUBAN, JAWA TIMUR Cahyo Rahmadi
ZOO INDONESIA No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i29.2362

Abstract

Arthropods
PENGAMATAN HISTOLOGI, ANATOMI ORGAN REPRODUKSI JANTAN PADA KUKANG (Nycticebus coucang) Ni Luh Phadmacanty; Wirdateti Wirdateti
ZOO INDONESIA Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v23i2.736

Abstract

Organ reproduksi jantan yang berperan dalam reproduksi adalah testis. Struktur histologi pada organ reproduksi dapat menggambarkan karakterisasi dari suatu spesies. Penelitian ini menggunakan organ reproduksi jantan guna menentukan karakterisasi spesies Nycticebus coucang yang tersebar di kepulauan Sumatra dan sekitarnya. Material reproduksi yang digunakan adalah testis, bakulum dan sperma melalui sediaan histologi. Hasil penelitian menunjukkan dari sediaan histologi testis diperoleh gambaran umum komposisi dari tubulus konturtus seminiferus diantaranya sel-sel spermatogenik yaitu spermatogonium, spermatosit primer, spermatosit sekunder, spermatid, dan spermatozoa. Ukuran panjang bakulum N. coucang dari ujung posterior ke ujung anterior 16,68 mm dan lebar dari lateral kiri ke kanan 3,45 mm serta panjang kepala sperma berkisar 1,2-1,6
BIODIVERSITAS MAMALIA DI TESSO NILO, PROPINSI RIAU, INDONESIA Agustinus Suyanto -; Martua Hasiholan Sinaga -; Achmad Saim -
ZOO INDONESIA Vol 18, No 2 (2009): November 2009
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v18i2.134

Abstract

Suyanto, A., M.H Sinaga & A. Saim. 2009. Biodiversitas Mamalia di Tesso Nilo,Propinsi Riau, Indonesia. Zoo Indonesia 18(2): 79-88.Telah dilakukan surveikeanekaragaman mamalia di kawasan Tesso Nilo, Propinsi Riau. Tujuan survei iniialah untuk menganalisis keanekaragaman mamalia dan kecocokan kawasan TessoNilo sebagai habitat gajah. Hasil penelitian menunjukkan diperoleh 29 jenis mamalia,dimana 9 jenis termasuk dalam catatan Red Data Book dan 8 jenis termasuk dalamdaftar satwa yang dilindungi. Index Shannon-Wiener untuk mamalia adalah 3.696dan habitat yang ada termasuk cocok sebagai habitat bagi gajah.
Gambaran Umum Kajian Profil Hormon Steroid Menggunakan Metode Non-Invasif dari Sampel Feses R. Taufiq Purna Nugraha; Bambang Purwantara; Iman Supriatna; Muhammad Agil; Gono Semiadi
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v25i1.3029

Abstract

Kajian terhadap profil hormon-hormon steroid merupakan kunci penting dalam upaya memahami aspek fisiologis satwa. Beberapa dekade terakhir telah dikembangkan metode alternatif untuk mengetahui profil hormon steroid, yaitu melalui pengukuran metabolit hormon steroid yang diekskresikan melalui ekskreta tubuh seperti feses. Metode tersebut dikenal sebagai metode non-invasif. Metode ini memungkinkan pengumpulan sampel secara terus menerus dalam jangka panjang dengan meminimalisasi gangguan terutama pada satwa liar. Kajian terhadap profil metabolit hormon steroid yang terukur dapat diaplikasikan antara lain untuk mengetahui status reproduksi, penentuan jenis kelamin, studi perilaku hingga monitoring tingkat stres satwa. Berbagai kajian dengan memanfaatkan metabolit hormon steroid telah berhasil diaplikasikan pada berbagai taksa vertebrata. Tulisan ini memberikan gambaran terkini mengenai aplikasi metode non-invasif untuk kajian profil metabolit hormon steroid dari sampel feses.
AKTIVITAS KELELAWAR PEMENCAR BIJI (Cynopterus brachyotis) DALAM MEMANFAATKAN BUAH-BUAHAN MASAK DI KAWASAN DAS HULU CISADANE Ibnu Maryanto
ZOO INDONESIA No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i17.2399

Abstract

Abstrak
COMPOSITION AND IMPORTANT VALUE INDEX OF BIRDS IN RELATION TO STUDY OF BALI STARLING (Leucopsar rothschildi) IN THE BALI BARAT NATIONAL PARK Wahyu Widodo
ZOO INDONESIA Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v23i1.368

Abstract

The aims of study were to find out the composition and important value index (IVI) of birds in Bali Barat National Park on July 2010 and June 2011. The research was in relation to study of food natural resources and artificial nest boxes of Bali Starling to reintroduce in to the wild natural habitat from captivity. The “Point Transect” methods were used to study bird species in the survey. There were 46 species found in the deciduous forests and 64 species in the evergreen forest habitats. According to “Z” statistical analysis there is no significant different (α=0.05) on the dominance index value average and important bird value index in the two forest habitats. The highest IVI were Pycnonotus goiavier reached 26.6% in the deciduous forest and 25.3% in the evergreen forest. The competitors of Bali Starling in its natural habitats for food were Pycnonotus goiavier, Orthotomus sepium and Aegithina tiphia. The competitors of Bali Starling for nesting in the available artificial nest boxes were Halcyon chloris, Megalaima lineata, Megalaima haemacephala, Chrysocolaptes lucidus, Dendrocopus macei and Parus major. The results conclude that when the Bali Starling would be released to its natural habitats from breeding population, the dominance and important value indexes of the other bird species as competitors, especially for feeding and nesting in the artificial nest boxes should be considered. 

Filter by Year

1983 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue