cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2018)" : 9 Documents clear
More than Teach: English Teachers’ Advocacy in the Online Globalized Era Artanti Puspita Sari
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper reviews how language educators and researchers have responded to issues in the online era, such as globalization, transnational migration, and global challenges.  Online technology has triggered increasing globalization of businesses and has become a powerful means of communication for individuals in establishing and developing relationships across national boundaries. Furthermore, it has served to raise awareness of social, economic, and environmental challenges of the 21st century.  In spite of its positive effects, online technology development results in a more demanding world which requires individuals to enhance their competitive ability. Improving the quality of education is paramount in strengthening the quality of human resources.  Based on the review of language educators’ and researchers’ responses toward issues in the online era, the writer considers what English educators, particularly those in Indonesia, can do to advocate the enhancement of education quality through their roles as teachers, researchers, and community members. Keywords: globalization, language educators, online technology Abstrak: Makalah ini mengulas bagaimana para pendidik dan peneliti bahasa telah menanggapi isu-isu di era online, seperti globalisasi, migrasi transnasional, dan tantangan global. Teknologi dalam jaringan (online) telah memicu meningkatnya globalisasi bisnis dan telah menjadi sarana komunikasi yang penting bagi masyarakat dunia dalam membangun dan mengembangkan hubungan lintas batas negara. Selain itu, teknologi online telah meningkatkan kesadaran akan tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan abad ke-21. Terlepas dari efek positifnya, pengembangan teknologi online menuntut sumber daya manusia untuk meningkatkan kemampuan kompetitif mereka. Peningkatan kualitas pendidikan sangat penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan tinjauan terhadap reaksi para pendidik bahasa dan peneliti terhadap isu-isu di era online, penulis memberikan rekomendasi mengenai apa yang dapat dilakukan oleh para pendidik bahasa Inggris, khususnya yang ada di Indonesia, untuk mengadvokasi peningkatan kualitas pendidikan melalui peran mereka sebagai guru, peneliti, dan anggota masyarakat.Kata-kata kunci: globalisasi, tenaga pendidikan Bahasa Inggris, teknologi dalam jaringan
How Nias Sees English Personal Pronouns Used as Preposition Objects Ingatan Gulö
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper was a part of study contrasting functions of Nias personal pronouns with those of English. While English have only two types of personal pronouns, the subjective and the objective cases, Nias has four, all of which are possible to be made subjects or objects. Thus, describing how both languages realise these functions is complex. To see how they work, personal pronouns in both languages were collected from short stories and analysedfrom the perspective of contrastive analysis. One of the main findings was that Nias renders English personal pronouns being objects of prepositions in more complex constructions; not using its personal pronouns. This paper, focusing on discussing those constructions and, by doing so, aimed to reveal an aspect of Nias linguistics in relation to that of English.  Keywords: Nias, personal pronoun, Li Niha, preposition object Abstrak: Artikel ini adalah bagian dari riset yang mengontraskan fungsi kata ganti bahasa Nias dengan fungsi kata ganti bahasa Inggris. Sementara kata ganti dalam bahasa Inggris hanya terdiri dari dua kelompok, satu untuk subjek dan satu untuk objek, kata ganti bahasa Nias terdiri dari empat kelompok yang hampir semuanya dapat berfungsi sebagai subjek atau objek. Karena itu, mendeskripsikan bagaimana kedua bahasa merealisasikan fungsi-fungsi ini adalah kompleks. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dikumpulkan data penggunaan kata ganti dalam kedua bahasa dari beberapa cerita pendek. Fungsi kata-kata ganti tersebut dianalisa dari perspektif linguistik kontrastif. Salah satu dari temuan utama adalah bahwa bahasa Nias merealisasikan kata ganti bahasa Inggris yang berfungsi sebagai objek preposisi dengan frasa-frasa yang kompleks, bukan dengan kata ganti. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur frasa-frasa tersebut agar aspek bahasa Nias ini dapat dipahami dalam kaitannya dengan bahasa Inggris. Kata-kata kunci: bahasa Nias, kata ganti, Li Niha, objek preposisi
TPR: The Old but Gold Strategy in Enlarging Young Learners’ Vocabulary Ahmad Zainudin
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: English has a decisive role in the global era and is required by all students to master and acquire. This paper aimed at reviewing literature to help teachers enlarge young English learners’ vocabulary. The problem is that they are afraid to say words because they are in lack number of vocabularies related to what level they should use. EFL school students would need an active vocabulary at least 3000 high-frequency words of English. This would be great for students to develop the knowledge of vocabulary, or it can be encouraged for them to have an average of seven words per day. Therefore, this paper focused on discussing Total Physical Response (TPR) which concerns on speech and actions at the same time. It could be an old strategy but still the gold one which emphasizes meaningful and purposeful vocabulary for young learners. Keywords: vocabulary, young learners, TPR Abstrak: Bahasa Inggris mempunyai sebagai peran penting yang menentukan dalam era global dan semua pelajar dituntut untuk menguasainya. Artikel ini bertujuan meninjau literatur untuk memperluas kosakata pelajar, terutama pelajar muda. Masalahnya adalah mereka takut untuk mengucapkan kata dalam bahasa Inggris karena mereka kekurangan jumlah kosa kata yang berhubungan dengan tingkat apa yang harus mereka lakukan. Pelajar sekolah EFL (English as a Foreign Language) membutuhkan kosakata aktif setidaknya 3000 kata bahasa Inggris. Jumlah ini bagus bagi siswa untuk mengembangkan pengetahuan kosa kata, atau dapat disoroti untuk rata-rata tujuh kata per hari. Oleh karena itu, artikel ini berfokus pada membahasa tentang Total Physical Response (TPR) yang strategi pembelajaran kosa kata bahasa Inggris dimana berbicara dan melakukan tindakan pada saat yang sama. Ini dapat saja dianggap sebagai strategi lama tetapi tetap merupakan strategi emas yang menekankan penguasaan kosakata yang penuh makna dan tujuan bagi pembelajar muda. Kata-kata kunci: kosa kata, pembelajar muda, TP
Influence of Literature Circles Strategy and Cultural Literacy on Students’ English Achievement Bibie Nariswari; Chuzaimah D. Diem; Machdalena Vianty
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study investigated the influence of Literature Circles Stratey (LCS) and cultural literacy (CL) on 7th and 8th grade students’ English as a foreign language (EFL) achievement of one private junior high school in Palembang, South Sumatera, Indonesia. The students’ EFL achievement was measured by using English tests before and after the three-month intervention using LCS. The results of descriptive statistics showed that although based on paired sample t-test, the students’ EFL achievement increased significantly (mean difference =19.46; p<.000), it was still on below average level. Then, regression analysis also indicated that students’ EFL achievement was inluenced by their CL for 98.00% with reading has the highest percentage. The implication of these results should encourage the eagerness of the in-service teachers of English to apply the strategy appropriately and proportionally to enhance students’ all English skills and researchers to do similar study by involving students of all grade levels of both private and state public schools.  Keywords: EFL learning, literature circles strategy, cultural literacy, junior high school students Abstrak: Penelitian ini meneliti pengaruh Strategi Lingkar Sastra (Literature Circles Strategy – LCS) dan Literasi Budaya (Cultural Literacy – CL) (LCS) pada kemampuan Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) pada siswa kelas 7 dan 8 di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta di kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. Hasil kemampuan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) diukur dengan menggunakan test Bahasa Inggris sebelum dan sesudah intervensi selama 3 bulan menggunakan LCS.  Hasil dari gambaran statistika menunjukkan bahwa meskipun berdasarkan uji paired sample t-test, hasil kemampuan siswa meningkat secara signifikan (perbedaan nilai rata-rata =19.46; p<.000) masih di bawah angka rata-rata. Kemudian analisis regresi juga menunjukkan bahwa hasil kemampuan Bahasa Inggris sebagai bahwa asing masih dipengaruhi oleh Literasi Budaya 98% dengan presentase tertinggi dalam membaca. Implikasi dari hasil ini seharusnya mendorong kemauan para guru untuk mengaplikasikan strategi ini secara benar dan proporsional untuk meningkatkan semua keterampilan Bahasa Inggris, dan bagi peneliti agar dapat melakukan penelitian serupa dengan melibatkan siswa dari semua tingkat baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. Kata-kata kunci: pembelajaran EFL, strategi lingkar sastra, keaksaraan budaya, siswa SMP
Prototipe Buku Perencanaan Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik Zahra Alwi; Ernalida Ernalida; Yenni Lidyawati
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of the research was to obtain an initial design of the Language Learning Planning Book Based on Character Education and Scientific Approach. Based on the results of the needs analysis that have been reported in the 3rd SULE-IC  2018 and after a material and pedagogical study, in line with the Borg and Gall development research theory; Richy; as well as Jolly and Bollitho's theories, a prototype of Language Learning Planning Book Based on Character Education and Scientific Approach was produced. The initial design of the resulting book consisted of introduction, contents/body, and cover, prepared in accordance with the guidelines for the preparation of textbooks, in line with the contents of the 2013 curriculum, according to the competencies to be achieved, containing positive character values that are expected to answer the challenges of the industrial revolution 4.0 The resulting prototype can already be used for lectures and teacher needs in the field. However, to know the validity, practicality, and effectiveness, it is recommended that expert validation, one to one evaluation, small group evaluation, and field test be conducted. Keywords: learning planning book, character education, scientific approach Abstrak: Tujuan penelitian adalah mendapatkan desain awal buku Perencanaan Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik, sekaligus untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0.  Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang sudah dilaporkan pada SULE-IC ke-3(Alwi, dkk. 2018) dan setelah dilakukan kajian materi dan pedagogik, sejalan dengan teori penelitian pengembangan Jolly dan Bollitho (dalam Thomlinson, 2011), maka dihasilkan prototipe Buku Perencanaan Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik. Desain awal buku Perencanaan Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup, disusun sesuai dengan panduan penyusunan buku ajar, sejalan dengan isi Kurikulum 2013, memuat nilai-nilai karakter positif yang diharapkan dapat menjawab tantangan revolusi insdustri 4.0. Prototipe yang dihasilkan sudah dapat digunakan untuk perkuliahan dan keperluan guru di lapangan. Namun, untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan keefektifannya, disarankan agar dilakukan validasi ahli, uji one to one, uji small grup, dan uji lapangan. Kata-kata kunci: buku perencanaan pembelajaran, pendidikan karakter, pendekatan saintifik.
Examining the Issue of Native-Speakerism in English Language Teaching in Indonesian Context Rina Febrina Sarie
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Native-speakerism is defined as an ideology which brings the idea that so-called ‘native speakers’ are trusted as the best models and teachers of English. In the context of English as a Foreign Language (EFL) particularly in Indonesian setting, the practitioners of English Language Teaching (ELT) often show favouritism towards Native English Speaker Teachers (NESTs) and do marginalize the Non-Native English Speaker Teachers (NNESTs). This phenomenon affects their equality of opportunity and impacts on different right they will have. Realising this bigger impact, experts and scholars in ELT raise their voice to eliminate the native speaker fallacy. Therefore, this paper attempts to contribute to the discussion by examining critically the unfairness between NESTs and NNESTs in teaching English in EFL contexts particularly in Indonesia, and eventually proposing the pedagogy of English as an International Language (EIL) to encounter this native-speakerism issue. Keywords: native-speakerism, native and non-native English speaker teachers, English as an international language (EIL) Abstrak: “Native-speakerisme” didefinisikan sebagai ideologi yang membawa ide bahwa 'penutur asli' dipercaya sebagai model dan guru bahasa Inggris terbaik. Dalam konteks bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) khususnya di konteks Indonesia, para praktisi Pengajaran Bahasa Inggris (ELT) sering menunjukkan favoritisme terhadap Guru Penutur Asli Bahasa Inggris (NEST) dan memarginalkan Guru Penutur Non-Asli Bahasa Inggris (NNEST). Fenomena ini mempengaruhi kesetaraan kesempatan dan dampaknya pad hak yang berbeda yang akan mereka dapatkan. Menyadari dampak yang lebih besar ini, para ahli bidang ELT angkat suara untuk mengatasi kekeliruan penutur asli. Oleh karena itu, makalah ini berupaya merangkum pandangan-pandangan yang kritis terkait diskusi isu ketidak adila antara Guru Penutur Asli Bahasa Inggris (NEST) dan Guru Penutur Non-Asli Bahasa Inggris (NNEST) dalam mengajar bahasa Inggris di konteks Indonesia, dan akhirnya mengusulkan sebuah pedagogi yakni Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional (EIL) untuk menghadapi masalah “native-speakerisme” ini Kata-kata kunci: native-speakerism, native and non-native english speaker teachers, English as an international language (EIL)
Continuing Professional Development (CPD) for Teachers of English Hotnasari Siregar
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The quality of teachers is essential in improving quality of education especially in coping with the needs of 21st century. Teachers need to be the role model for their students and for this reason, teachers need to develop their professionalism in teaching continuously. Continuing Professional Development (CPD) can be the answer of today’s rapidly and technologically changing world. This paper will highlight some issues about Continuing Professional Development (CPD) through some studies about it. Some findings reveal that CPD contribute positive improvement, especially in today’s rapidly and technologically changing world. There are also some findings show that CPD activities do not enable teachers to develop the skill of reflection and action on daily teaching. Keywords: continuing professional development (CPD), teachers of English  Abstrak: Kualitas guru sangatlah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan terutama pada abad ke-21 ini. Guru haruslah menjadi seorang model bagi para muridnya dikarenakan hal ini, guru harus mengembangkan profesionalisme mereka secara berkelanjutan. Pengembangan profesional yang berkelanjutan dapat menjadi jawaban dari perkembangan pesat dunia yang diikuti dengan perkembangan teknologi. Makalah ini akan membahas beberapa isu berkenaan dengan pengembangan profesional berkelanjutan melalui beberapa penelitian terkait dengan topic ini. Beberapa penemuan mengungkapkan bahwa pengembangan profesional berkelanjutan memberikan peningkatan yang positif, terutama terhadap perkembangan dunia yang disertai dengan perkembangan teknologi. Beberapa penemuan juga menunjukkan bahwa pengembangan professional berkelanjutan tidak memberikan pengaruh terhadap guru untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam merefleksi dan membuat tindakan dalam proses pembelajaran. Kata-kata kunci: pengembangan professional berkelanjutan, guru Bahasa Inggris
Teacher Professional Training: Instructional Practices and Classroom Management Umar Abdullah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study explored teachers’ general perceptions about their learning experiences with instructional practices and classroom management gained from teacher professional training, known as PLPG. 149 English teacher participants attending the 2013 PLPG at a public university in Palembang completed a survey questionnaire. Descriptive statistical measures were used to analyze the survey items. Study findings showed that the majority of the teachers perceived PLPG as a vehicle for learning such pedagogical knowledge as instructional practices and classroom management informed by theory and research. Other empirical evidence showed that the teachers argued that (1) continuous professional development, (2) salary increase and incentive, (3) supportive teaching environment, and (4) adequate teaching and learning facilities would sustain quality teaching. This study provided an evaluative account of program effectiveness in providing teacher professional training. Further studies should be undertaken to probe into how teachers translate their learning experience in their routine teaching practices. Keywords: instructional practices; classroom management; teacher professional training; teacher professional development Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi persepsi umum guru tentang pengalaman belajar mereka terkait praktek pembelajaran dan manajemen kelas yang diperoleh dari pelatihan profesi guru yang lebih dikenal sebagai PLPG. Seratus empat puluh sembilan guru bahasa Inggris sebagai peserta PLPG 2013 di salah satu universitas negeri di Palembang melengkapi pertanyaan survei. Analisa respon survei dilakukan dengan pengukuran statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru menganggap PLPG sebagai sarana m berbagai pengetahuan pedagogis seperti praktek pembelajaran dan manajemen kelas yang sesuai dengan teori dan hasil penelitian. Bukti empiris lainnya menunjukkan para guru menganggap bahwa (1) pengembangan profesi berkelanjutan, (2) kenaikan gaji dan insentif, (3) lingkungan pengajaran yang mendukung, dan (4) fasilitas pengajaran dan pembelajaran yang memadai akan mendukung proses pembelajaran yang berkualitas. Penelitian ini memberikan masukan terkait evaluasi efektivitas program pelatihan profesi guru. Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana guru peserta pelatihan profesi guru menerjemahkan pengalaman belajar mereka dalam praktik mengajar sehari-hari. Kata-kata kunci: peraktek pengajaran; manajemen kelas; pelatihan profesi guru, pengembangan profesi guru
Challenges in Teaching English to Young Learners Dita Rizki Anggraini
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : LINGUA: Jurnal Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The consideration of English to be introduced at the earlier age has been arisen, especially in Indonesia. EF EPI in 2018 shows that Indonesia is in the 51st place out of 88 countries which indicates as having a low English proficiency. Likewise, in Asia, Indonesia is placed in the 13th place out of 21 countries which also categorizes Indonesia of having a low proficiency. Thus, it is crucial to teach English as early as possible. However, teachers of EYL all over the world, including Indonesia are facing some challenges in carrying out their profession. In Indonesia, specifically, the challenges or problems come from the status of English in Indonesia, teachers’ pedagogical competency, and parents’ socio-economic background. Keywords: challenges, English for young learners, teaching English to young learners Abstrak: Pertimbangan akan pentingnya pengenalan bahasa Inggris sejak dini kini semakin meningkat, khususnya di Indonesia. EF EPI pada tahun 2018 menempatkan Indonesia pada posisi ke-51 dari 88 negara yang mengindikasikan rendahnya kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris. Bahkan di tingkat Asia, Indonesia juga termasuk salah satu negara dengan kemampuan bahasa Inggris yang rendah (peringkat 13 dari 21 negara). Oleh karenanya, mengajarkan bahasa Inggris sedini mungkin menjadi suatu hal yang krusial. Akan tetapi, guru-guru bahasa Inggris di sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kerap menghadapi tantangan-tantangan dalam menjalankan profesi mereka. Terkhusus di Indonesia, tantangan-tantangan atau masalah-masalah tersebut berasal dari status (mata pelajaran) bahasa Inggris di Indonesia, kompetensi pedagogik guru, dan latar belakang sosio-ekonomi para orang tua.Kata-kata kunci: tantangan, Bahasa Inggris untuk pembelajar muda, pengajaran Bahasa Inggris pada pembelajar muda

Page 1 of 1 | Total Record : 9