cover
Contact Name
Ferly Amri
Contact Email
ferlyamri@unsri.ac.id
Phone
+6285664661664
Journal Mail Official
ferlyamri@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Palembang - Prabumulih KM.32 Kampus Universitas Sriwijaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPSriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 2621525X     EISSN : 26140144     DOI : 10.37061
Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan tulisannya di Jurnal Pengabdian Sriwijaya, maka dilakukan peningkatan terbitan Jurnal Pengabdian Sriwijaya menjadi 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Ruang lingkup jurnal mencakup bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
UPAYA PENCEGAHAN KANKER SERVIKS MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI WANITA DAN PEMERIKSAAN METODE IVA (INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENTEN PALEMBANG Indri Seta Septadina
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v3i1.2149

Abstract

Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kelompok berisiko untuk terjadinya kanker serviks adalah wanita di atas usia 30 tahun yang memiliki banyak anak dan dengan perilaku menjaga kesehatan reproduksi yang masih kurang. Kebiasaan gonta ganti pasangan seksual merupakan salah satu faktor utama penularan virus HPv penyebab kanker serviks ini terjadi. Di Indonesia hanya 5 persen yang melakukan penapisan kanker leher rahim, sehingga 76,6 persen pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut (IIIB ke atas), karena kanker leher rahim biasanya tanpa gejala apapun pada stadium awalnya. Penapisan dapat dilakukan dengan melakukan tes Pap smear dan juga Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Pada kegiatan ini akan dilakukan penyuluhan kepada kelompok berisiko tentang kesehatan organ reproduksi wanita. Isi dari penyuluhan memuat pengetahuan mengenai pengertian kanker serviks, gejala, faktor risiko dan juga cara pencegahannya. Setelah dilakukan penyuluhan akan disaring peserta penyuluhan yang bersedia untuk diikutkan dalam pemeriksaan skrining kanker serviks melalui metode IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) pada hari berikutnya. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan bahwa tidak ditemukannya kelainan pada serviks dan jika memang ditemukan adanya kelainan pada serviks (dengan berbagai stadium) dapat disarankan tindakan pencegahan lebih lanjut agar tidak berkembang menjadi kanker. Jika ditemukan pasien yang positif menderita kanker serviks juga akan diberikan saran agar segera memeriksaan diri ke rumahsakit untuk dilakukan penatalaksanaan segera.
INTRODUKSI TEHNIK BUDIDAYA CACING LUMBRICUS RUBELUS DENGAN MEDIA KOTORAN TERNAK UNTUK MENDUKUNG DESA MANDIRI LESTARI PANGAN DI DESA PELABUHAN DALAM KECAMATAN PEMULUTAN KABUPATEN OGAN ILIR Yulius sosek
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v3i1.2150

Abstract

Cacing Lumbricus Rubelus merupakan salah satu jenis cacing yang dapat dijadikan pakan ternak dan ikan yang murah.  Cara pengolahan pakannya pun sederhana. Namun pengetahuan petani, tentang cara budidaya cacing tersebut masih sangat terbatas. Dengan demikian, sangat diperlukan adanya tranfer teknologi dari universitas kepada petani mengenai tehnik budidaya cacing tersebut. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah pendampingan dengan pembuatan demplot budidaya budidaya cacing. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pengembangan kapasitas berupa pelatihan-pelatihan kepada para tokoh masyarakat.  Tingginya permintaan untuk kebutuhan farmasi, kosmetik, maupun pakan ternak mampu membuat sirna keraguan-raguan akan potensi dan prospek cerah budidaya cacing Lumbricus Rubellus . Komoditas cacing juga diharapkan menjadi bisnis agri masa depan yang selaras dengan misi setiap negara dalam melestarikan lingkungan. Cacing dikenal memiliki banyak keunggulannya. Salah satunya adalah ketahanan tubuh yang sangat luar biasa. Selain itu, perawatan cacing juga cukup simple. Dalam perawatan beberapa kolam cacing, tidak membutuhkan tenaga yang banyak.
PEMBINAAN INDUSTRI KECIL SARI BUAH NANAS DAN NUTRI JELLY SEBAGAI PENGOLAHAN ALTERNATIF DARI BUAH NANAS DENGAN KANDUNGAN GIZI YANG TINGGI DI DESA BETI INDERALAYA SELATAN KAB. OGAN ILIR Lesbani, Aldes
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v3i1.2153

Abstract

Buah nanas merupakan sumber daya alam yang banyak dihasilkan di Sumatera Selatan, dan banyak terdapat di daerah Indralaya. Selain mempunyai kandungan air yang tinggi, nanas juga mempunyai kandungan vitamin A dan C yang cukup tinggi, juga mengandung mineral serat dan enzim bromelain yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan. Kandungan air yang cukup tinggi menyebabkan buah nanas tidak dapat disimpan lama, sehingga perlu pengolahan buah nanas agar nilai ekonomis dan kualitas dapat meningkat dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama. Produk olahan nanas dapat berupa minuman sari buah, makanan berserat berupa nutria jelly. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan tema pengolahan nanas menjadi sari buah dan nutria jelly telah dilaksanakan di desa Beti kecamatan Indralaya Selatan telah dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2014. Peserta Kegiatan pengabdian dihadiri oleh ibu-ibu, anak-anak dan kader posyandu. Pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan dan mencoba hasil olahan nanas tersebut. Peserta yang hadir memberikan respon yang baik selama kegiatan bahkan beberapa diantara dari mereka ada yang memberi pertanyaan. Untuk mengetahui pemahaman mereka kami juga memberikan pertanyaan dan mereka dapat menjawabnya. Kegiatan ini memberikan wawasan yang baru cara pengolahan buah nanas selain sebagai bahan tambahan pada masakan dan buah meja.
STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA RUMAHAN BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELUARGA Dyah Hapsari
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v3i1.2133

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan memberdayakan usaha rumahan yang dimiliki oleh masyarakat Desa Tanjung Batu yang berbasis pada potensi lokal. Kegiatan ini juga berusaha untuk membekali warga masyarakat dengan wawasan dan memotivasi untuk mau berusaha dengan harapan nantinya mereka dapat mengembangkan beragam usaha sebagai sumber pendapatan yang bertumpu pada potensi lokal yang dimiliki desa tersebut. Kegiatan yang menitikberatkan pada Strategi Pemberdayaan Usaha Rumahan Berbasis Potensi Lokal untuk Meningkatkan Produktivitas Keluarga ini diikuti oleh 21 orang yang hadir yang mayoritas adalah kaum wanita. Materi yang diberikan terfocus pada upaya mengubah pola pikir mereka agar mau memanfaatkan potensi local yang ada dan setelah itu tim pengabdian mengidentifikasi berbagai usaha rumahan penduduk setempat untuk diberdayakan sesuai dengan kekuatan yang dimiliki.
PEMBUATAN INSTALASI UNTUK BIOGAS DARI ENCENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES ) YANG EFISIEN UNTUK LAHAN KECIL Fahma Riyanti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v3i1.2144

Abstract

Teknologi biogas telah berkembang sejak lama namun aplikasi penggunaannya di masyarakat sebagai sumber energi alternatif belum berkembang secara luas. Beberapa kendala antara lain yaitu kekurangan informasi dan pengetahuan dari masyarakat. Teknologi biogas merupakan teknologi yang memanfaatkan proses fermentasi atau dekomposisi dari bahan organik oleh mikroorganisme secara anaerobik (tanpa udara) sehingga dihasilkan gas metana. Gas metana adalah gas yang memiliki sifat mudah terbakar sehingga dihasilkan energi panas. Energi panas ini diaplikasikan dalam bentuk api kompor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif rumah tangga. Salah satu bahan organik yang bisa digunakan sebagai bahan baku adalah enceng gondok. Enceng gondok merupakan tumbuhan air dan sering menjadi tanaman pengganggu bagi tumbuhan lain dan hewan. Namun kandungan selulosanya yang besar sehingga tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber biogas. Proses pembuatan Biogas dari enceng gondok menggunakan  reaktor digester dari drum plastik dan penampung gas dari plastik polietilen dengan sistem balon. Sedangkan sumber mikroorganisme yang dapat mendekomposisi enceng gondok digunakan kotoran sapi. Jumlah kotoran sapi yang digunakan± 1-5% dari jumlah enceng gondok yang digunakan. Sedangkan perbandingan  banyaknya  air yang digunakan dengan  enceng gondok adalah 1 : 1. Waktu yang dibutuhkan untuk proses dekomposisi enceng gondok sehingga penampung  gas bervolume ± 1000L dapat penuh sekitar 3 minggu. Jumlah enceng gondok sekitar 70 kg dapat menghasilkan gas untuk keperluan memasak selama 50 hari. Keberhasilan pembuatan bahan bakar biogas dari enceng gondok ini diharapkan dapat membantu kesulitan masyarakat memperoleh bahan bakar untuk keperluan rumah tangga.

Page 1 of 1 | Total Record : 5