cover
Contact Name
Ferly Amri
Contact Email
ferlyamri@unsri.ac.id
Phone
+6285664661664
Journal Mail Official
ferlyamri@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Palembang - Prabumulih KM.32 Kampus Universitas Sriwijaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPSriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 2621525X     EISSN : 26140144     DOI : 10.37061
Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan tulisannya di Jurnal Pengabdian Sriwijaya, maka dilakukan peningkatan terbitan Jurnal Pengabdian Sriwijaya menjadi 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Ruang lingkup jurnal mencakup bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 10 Documents clear
PENGEMBANGAN USAHA KELUARGA PETANI KARET UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MELALUI BUDIDAYA TANAMAN PANGAN DI PERKARANGAN MENGGUNAKAN TEKNIK VERTIKULTUR Rizky Tirta Adhiguna
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7536

Abstract

Masyarakat desa Sugih Waras Kecamatan Rambang Muara Enim memiliki ketergantungan yang tinggi dari pendapatan hasil sadap karet, sehingga rumah tangga petani di desa Sugih Waras perlu mengusahakan sumber-sumber lain bagi peningkatan pendapatan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Perhatian masyarakat desa Sugih Waras khususnya dikalangan ibu-ibu rumah tangga keluarga petani karet cenderung ikut membantu suami menyadap karet di kebun, sementara pemanfaatan lahan pekarangan rumah masih relatif terbatas sehingga pengembangan berbagai inovasi yang terkait dengan lahan pekarangan rumah belum banyak berkembang. Serangkaian teknik budidaya tanaman pangan telah banyak dikembangkan, dengan kepemilikan luas lahan yang terbatas khususnya diperkarangan rumah maka teknik vertikultur dinilai sesuai untuk digunakan dalam rangka menyediakan komoditas pangan keluarga petani karet. Usaha budidaya tanaman pangan dengan teknik vertikultur dapat diterapkan dengan memanfaatkan lahan perkarangan yang terbatas di lingkungan rumah. Hasil panen dari budidaya tanaman pangan di perkarangan rumah dapat menjamin ketersediaan pangan secara murah di keluarga petani karet. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, peserta secara umum memperlihatkan respon yang baik terhadap penerapan budidaya tanaman sayuran menggunakan teknik vertikultur sehingga terjadi pengembangan usaha keluarga petani karet.
PEMANFAATAN URINE KERBAU MENJADI PUPUK DAN PESTISIDA ORGANIK CAIR DI DESA SEJARO SAKTI KECAMATAN INDRALAYA KABUPATEN OGAN ILIR Dwi Probowati Sulistiani
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7546

Abstract

Kegiatan Pengabdian  kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sejaro Sakti Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengupayakan masyarakat  di   Desa Sejaro Sakti memanfaatkan  urine ternak kerbau  sebagai  salah satu sumber alternatif pupuk organik dan pestisida, sehingga kekurangan pupuk  selama ini dapat diatasi. Bahan yang digunakan adalah urine ternak kerbau dan rempah, EM4, dengan teknologi fermentasi. Karakteristik peserta menunjukkan bahwa  peserta  partisipasi aktif  tidak hanya dalam bentuk kehadiran waktu penyuluhan dan pelatihan, tetapi aktif berkomunikasi atau berdialog mengenai  cara pembuatan pupuk organik yang berasal dari urine kerbau. Peserta  merasa tertarik dengan teknik fermentasi urine ternak kerbau sebagai pupuk organik dan pestisida. Hal demikian dapat dimengerti karena pada saat sekarang harga pupuk yang sangat mahal. Dengan ditemukannya inovasi tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi tanaman sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  minat peternak  Desa Sejaro Sakti  dalam pemanfaatan kotoran ternak kerbau sebagai pupuk organik  dan pestisida  cukup tinggi dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PENGOLAHAN SARI BUAH DAN PERMEN JELLY ASAM JAWA Parwiyanti .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7537

Abstract

Pohon asam jawa merupakan pohon penghijauan di lingkungan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (PPRU) Sakatiga kecamatan Indralaya kabupaten Ogan Ilir. Pohon ini menghasilkan buah asam jawa yang belum diolah sehingga belum mempunyai nilai ekonomis. Buah asam jawa mengandung zat fitokimia seperti flavonoid, tanin, glikosida dan saponim yang berfungsi sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan yang terdapat pada asam jawa menjadi salah satu alasan buah asam jawa dimanfaatkan sebagai minuman atau makanan fungsional. Olahan buah asam jawa yang prospektif dikembangkan adalah minuman sari buah dan permen jelly asam jawa. Program pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahapan pemecahan masalah yaitu: (1) sosialisasi program, (2) pemaparan materi dan demonstrasi serta (3) evaluasi dan pendampingan usaha. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa guru SMP IT PPRU menguasahi dan mampu mengajarkan serta mengaplikasikan teknologi pengolahan sari buah dan permen jelly sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan. Ada 2 kelompok siswi SMP IT yang telah mengaplikasikan teknologi pembuatan sari buah dan permen jelly.
USAHA BUDIDAYA JAMUR MERANG DENGAN PEMANFAATAN TANKOS SAWIT SEBAGAI MEDIA TANAM DI KELURAHAN TALANG BETUTU PALEMBANG Yakup .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7548

Abstract

Kegiatan ini di laksanakan di Kelurahan Talang Betutu Palembang. Tujuannya adalah Memanfaatkan tankos sebagai media tanam jamur merang yang berkualitas. Khalayak sasaran adalah anggota KUB Karya Mandiri Sejahtera, masyarakat dan Karang Taruna di Kelurahan Talang Betutu yang merupakan keluarga yang tidak sepenuhnya bekerja di sawah, dan pemuda yang tergolong maju diharapkan menjadi perintis, penerap dan menyebarluaskan hasil pelatihan kepada anggota masyarakat lainnya. Metode yang digunakan adalah,Tahap persiapan, melalui pendekatan pada aparat kelurahan, pemuka masyarakat, anggota  KUB Karya Mandiri Sejahtera dan koordinasi Tim dengan pihak terkait lainnya, Pelatihan dan demonstrasi serta tanya jawab secara langsung dengan anggota KUB Karya Mandiri Sejahtera dan Setelah pelatihan, melihat sejauh mana anggota KUB Karya Mandiri Sejahtera dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki tentang Budidaya jamur merang. Rancangan evaluasi kita lihat pra pelatihan, setelah pelatihan dan evaluasi. Karakteristik peserta menunjukkan  bahwa usia KUB Karya Mandiri Sejahtera yang masih produksif. Minat dan antusias serta tingkat partisipasi anggota dinilai cukup baik. Keadaan ini ditandai dengan banyaknya anggota yang hadir dan aktif menanyakan tentang budidaya jamur merang.Tingkat pendidikan peserta pelatihan masih sangat terbatas, sehingga perlu adanya bimbingan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, tentang budidaya jamur merang dengan menggunakan tankos sebagai media tanam di Kelurahan Talang Betutu yang akan datang.
BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) DALAM POLYBAG DENGAN MEMANFAATKAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) PADA TANAMAN BAWANG MERAH Yernelis Syawal
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7530

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu tanaman bumbu dapur yang sangat mudah dijumpai di berbagai tempat. Tanaman  ini merupakan bumbu yang wajib ada disetiap masakan, sehingga tidak heran bawang merah sangat populer, khususnya dikalangan ibu rumah tangga. Selain bumbu masak juga  dijadikan campuran acar atau campuran bumbu mentah seperti bumbu sate dan lain sebagainya, bahkan ada yagng dimakan mentah sebagai pengobatan tradisional. Pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik bagi tanaman, dapat menunjang perkembangan organisme tanah, sehingga tanah semakin baik dan tersedianya unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.  Mikroorganisme merupakan faktor penting pada proses pengomposan bahan organik, mikroorganisme tersebut terutama bakteri dan jamur. Daerah Tanjung Rawo kelurahan Bukit Lama Palembang merupakan daerah yang tidak ada mempunyai lahan untuk bercocok tanam karena semakin banyaknya lahan yang dijadikan tempat pemukiman.  Salah satu alternatif adalah bercocok tanam dalam polybag.  Hasil pengabdian masyarakat ini telah menggugah ibu-ibu untuk bertanam bawang merah dalam polybag.
INTRODUKSI ALAT PENGERING UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN KUALITAS RENGGINANG DI DESA SUKAMULYA KECAMATAN INDRALAYA UTARA KABUPATEN OGAN ILIR Endo Argo Kuncoro
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7538

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Sukamulya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatra Selatan. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat tersebut antara lain :1. Memberikan informasi pengetahuan tentang cara memanfaatkan Ubikayu agar memiliki nilai tambah dengan cara mengolahnya menjadi Rengginang Ubikayu (untuk membedakan dengan Rengginang yang berasal dari Ketan atau Beras).2. memberikan kemampuan tambahan kepada masyarakat cara membuat rengginang sehingga dapat menjadi rintisan untuk industri kecil skala rumah tangga. 3. Menjadikan rengginang sebagai kegiatan yang menambah pendapatan rumah tangga.Kondisi Desa Sukamulya dilingkungi oleh kebun karet milik masyarakat desa tersebut sehingga aktifitas sehari hari sebagaian besar difokuskan pada usaha yang berkaitan dengan kebun tersebut. Mereka menanam ubi kayu (singkong) sebagai tanaman pekarangan, namun hanya dikonsumsi langsung saja, seperti direbus atau digoreng dan tidak ada pengolahan lanjutan. Dengan demikian melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan masyarakat dapat mengolah Ubikayu menjadi Rengginang yang dapat dijual sebagai pendapatan tambahan. Hasil kegiatan ini, mereka menjadi antusias dan sangat tertarikakan pembuatan Rengginang sehingga mereka rela menyediakan waktu di sela-sela kegiatan mengolah tanaman karet untuk membuata Rengginang. Mereka membuat Rengginang baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual.
PENGEMBANGAN BERBAGAI TANAMAN SAYURAN DI PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI USAHA MEWUJUDKAN PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI Susilawati .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7531

Abstract

Lahan, Pekarangan, Pangan, Lestari
ADAPTASI POLA GENANGAN AIR RAWA LEBAK DENGAN BUDIDAYA TANAMAN PADI MENGAMBANG DI DESA PELABUHAN DALAM, KABUPATEN OGAN ILIR Edward Saleh
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7543

Abstract

Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan merupakan desa yang lahan pertaniannya didominasi lahan rawa lebak, karena terletak di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Ogan dan Sungai Keramasan. Dalam setahun, lahan pertanian akan terendam selama 7 bulan, yaitu dari bulan Oktober sampai bulan April, kondisi basa pada bulan Mei, Juni dan September, serta kering pada bulan Juli Agustus. Dengan kondisi lingkungan lahan demikian petani hanya mengusahakan sawahnya satu kali pertahun, yaitu budidaya tanaman padi pada bulan April sampai bulan September, diluar bulan tersebut lahan di berakan. Dalam pengabdian ini diperkenalkan sistem budidaya tanaman padi mengambang atau mengapung.  Penanaman padi mengambang ini dapat dilakukan selama fase pertumbuhan atau hanya pada fase awal pertumbuhannya saja.  Untuk melakukan praktek penanaman padi terapung dengan memanfaatkan botol minuman bekas sebagai pengapung, yang banyak tersedia sebagai limbah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk : a) memperkenalkan budidaya tanaman padi mengambang pada fase awal pertumbuhannya, b) memasyarakatkan penanaman padi lebih awal agar dapat mencapai IP 200, dan c) pemberdayaan kelompok tani.  Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan pembuatan rakit apung di sawah.  Dari hasil pelaksanaan pengabdian, dari mulai tahap sosialisasi, pembuatan percontohan, pendampingan, dan penyuluhan kepada petani, serta survei umpan balik diperoleh hasil sebagai berikut: 1) petani merespon postif dalam arti menerima introduksi teknologi baru berupa penanaman tanaman sistem terapung untuk adaptasi kondisi lahan rawa banjir pada bulan November sampai bulan Maret, 2) respon petani menyatakan teknologi ini dapat diterapkan, karena bahannya mudah didapat dan sebagian merupakan limbah berupa botol plastik bekas, dan 3) petani menyatakan berniat untuk mempraktekkannya.  Dari hasil pengabdian ini dapat disimpulkan pertanian dengan adaptasi kondisi lingkungan banjir pada lahan rawa lebak berupa penanaman pada rakit terapung dapat diterima petani. Sebagai saran, sesuai untuk memenuhi harapan petani untuk dapat menerapkan teknologi ini, diperlukan percontohan lanjutan untuk beberapa waktu.
PENERAPAN METODE VERTIKULTUR UNTUK KONTINUITAS PRODUKSI TANAMAN SAYURAN DI DESA ULAK TEMBAGA, KECAMATAN JEJAWI, KABUPATEN OKI Zachruddin Romli Samjaya
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7542

Abstract

Pengembangan tanaman sayuran sebagai  komoditas yang esensial dalam pemenuhan kebutuhan penting  manusia tentang  kalori, vitamin, mineral, serat dan anti oksidan alami. Kandungan nutrisi antara sayuran yang satu dan sayuran yang lain  berbeda-beda, sayuran umumnya mengandung sedikit protein atau lemak, dengan jumlah vitamin, provitamin, mineral, fiber dan karbohidrat yang bermacam-macam. Selain banyak mengandung vitamin dan mineral, sayuran juga dapat mencegah berbagai penyakit. Desa Ulak Tembaga, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir.  Perkembangan wilayah ini agak  lamban  luas lahan yang dipergunakan untuk pertanian  terutama lahan hortikultura dalam hal ini sayuran masih sangat terbatas. Pengembangan pertanian mulai dilirik pada lahan-lahan pekarangan/lahan sempit, salah satunya adalah program Kawasan Rumah Pangan Lestari dari kementerian Pertanian. Secara umum Desa Ulak Tembaga ingin membentuk kelompok tani Sumber Rezeki, disamping melakukan budidaya sayuran di pekarangan mereka juga ingin memiliki kebun percobaan. Untuk memanfaatkan waktu dan peningkatan kesejehteraan keluarga.
PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN KOPERASI SIMPAN PINJAM SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN PRODUSEN KERUPUK KEMPLANG DI DESA MERANJAT II KECAMATAN INDRALAYA SELATAN KABUPATEN OGAN ILIR Indri Januarti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i1.7544

Abstract

Sebagian besar penduduk di Desa Meranjat II Kecamatan Inderalaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir memiliki usaha membuat kerupuk kemplang. Berbagai upaya pengembangan usaha kerupuk kemplang yang dilakukan oleh produsen masih mendapat hambatan keterbatasan modal. Untuk menjaga agar produksi kerupuk kemplang kontinyu dan terus berkembang, dibutuhkan suatu lembaga yang mampu menyediakan modal dan membantu memperluas jaringan pemasaran hasil produksi dengan harga yang lebih menguntungkan produsen, yaitu koperasi simpan pinjam. Oleh karena itulah, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsri tahun 2018 akan mengadakan kegiatan dan program “Pendampingan pembentukan koperasi simpan pinjam sebagai upaya peningkatan produksi dan pendapatan produsen kerupuk kemplang di Desa Meranjat II Kecamatan Inderalaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir”. Adapun yang menjadi Khalayak sasaran adalah produsen kerupuk kemplang di Desa Meranjat II berjumlah 20 (dua puluh) orang.Kegiatan pendampingan pembentukan koperasi simpan pinjam produsen kerupuk kemplang yang diberi nama “Putri Usang Rimau” di Desa Meranjat II dilakukan secara bertahap, dimana tempat pelaksanaannya di rumah salah satu anggota koperasi dan di kantor notaris pada saat penanda tanganan akta pendirian koperasi. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan pendampingan ini sebanyak 20 orang khalayak sasaran atau anggota koperasi, Badan pengawas koperasi, kepala dusun, kepala desa, Dinas Koperasi, Dosen Unsri Tim PPM 2018 dan Mahasiswa Program Studi Agribisnis.Respon dari khalayak sasaran dari kegiatan pendampingan ini sangat baik sekali. Hal ini terlihat dari antusiasme mereka untuk datang pada setiap kegiatan pendampingan dan penyuluhan pembentukan koperasi, misalnya pada kegiatan rapat pembentukan koperasi. Selain itu, antusiasme juga terlihat pada saat penyuluhan mengenai pentingnya koperasi. Dari hasil evaluasi, khalayak sasaran berhasil mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya koperasi. Dari kegiatan PPM Unsri tahun 2018 ini, telah terbentuk koperasi simpan pinjam yang berbadan hukum beranggotakan produsen kerupuk kemplang di Desa Meranjat II. Akan tetapi, dikhawatirkan akan ada permasalahan di masa yang akan datang, mengenai keaktifan dari para anggota dan pengurus koperasi. Dengan adanya koperasi berbadan hukum ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan modal para produsen kerupuk kemplang sehingga mereka dapat meningkatkan produksinya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, lembaga ini diharapkan dapat mengakses pinjaman modal yang lebih luas lagi serta berkesempatan besar untuk mendapatkan bantuan dan pembinaan lebih lanjut dari pemerintah, khususnya dari Dinas Koperasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10