cover
Contact Name
Ferly Amri
Contact Email
ferlyamri@unsri.ac.id
Phone
+6285664661664
Journal Mail Official
ferlyamri@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Palembang - Prabumulih KM.32 Kampus Universitas Sriwijaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Sriwijaya
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPSriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 2621525X     EISSN : 26140144     DOI : 10.37061
Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini mempublikasikan semua hasil kegiatan pengabdian dosen Universitas Sriwijaya di masyarakat yang dituangkan dalam bentuk jurnal. Pada awalnya Jurnal Pengabdian Sriwijaya ini terbit 2 kali dalam setahun, namun karena besarnya animo penulis untuk mempublikasikan tulisannya di Jurnal Pengabdian Sriwijaya, maka dilakukan peningkatan terbitan Jurnal Pengabdian Sriwijaya menjadi 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Ruang lingkup jurnal mencakup bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019)" : 10 Documents clear
PENYULUHAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DAN ADAPTASINYA TERHADAP USAHATANI PETANI KARET DAN NANAS DI DESA BURAI Elly Rosana
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.10310

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema pemanasan global telah dilaksanakan di Desa Burai, Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Juli – Oktober di masyarakat petani karet dan nanas. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada Kepala Desa sebagai tokoh masyarakat. Pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan. Materi yang diberi mengenai perubahan iklim, dampak perubahan iklim baik dilingkungan maupun usahatani karet dan nanas dan cara mengatasinya. Selain itu masyarakat diajak melakukan aksi mitigasi dengan menanam pohon pada lingkungan tinggal atau menanam puhon dilingkungan kebun. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini, bertambah pengetahuan masyarakat mengenai perubahan iklim dan cara mengatasinya.
PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA: PELATIHAN PENILAIAN AUTENTIK BAGI GURU BI SMA/SMK DI KABUPATEN MUSI RAWAS Mulyadi Eko Purnomo
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.10135

Abstract

Evaluasi merupakan bagian penting dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru Bahasa Indonesia (BI) harus memiliki kemampuan yang memadai tentang pelaksanaan evaluasi tersebut. Dalam Kurikulum 2013 (K-13) terdapat satu jenis penilaian yang harus dilakukan yaitu penilaian autentik (authentic assessment). Guru BI harus memiliki kemampuan yang memadai tentang hal ini, terutama untuk menilai proses dan hasil pembelajran BI. Guru-guru BI di Kabupaten Musirawas dan Kota Lubuklinggau sebagian besar belum memahami dengan baik tentang penilaian autentik dalam pembelajaran BI. Hal ini didasarkan pada survey awal yang dilakukan tim juga dari surat yang diberikan melalui MGMP BI. Kepada mereka dilakukan pendampingan dan pembimbingan termasuk workshop tentang pengembangan rubrik penilaian autentik dan lembar observasi. Sejumlah 17 orang guru SMA/SMK di Kabupaten Musirawas dan Kota Lubuklinggau menjadi peserta dalam kegiatan ini. Metode yang digunakan adalah penyampaian informasi, diskusi, dan kerja kelompok (workshop). Pada awal dan akhir kegiatan dilakukan tes dalam bentuk refleksi diri tentang aspek-aspek penilaian autentik dalam pembelajaran BI. Hasilnya adalah terdapat peningkatan kemampuan peserta tentang penilaian autentik dalam pembelajaran BI sebelum dan sesudah kegiatan dengan N-gain 0,56 yang berarti sedang
SOSIALISASI ALAT PENCACAH DAUN MAKANAN TERNAK UNTUK KELOMPOK PETERNAK SAPI DI DESA TANJUNG PERING KECAMATAN INDRALAYA KABUPATEN OGAN ILIR Muhammad Yanis
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.9776

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat di desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu upaya untuk mensosialisasikan sebuah teknologi tepat guna kepada masyarakat beternak sapi yang berada di perbatasan dengan kampus Indralaya. Desa ini merupakan salah satu desa sekitar kampus Indralaya yang masyarakatnya beternak sapi dengan cara mengembalakan ternaknya dilepas ke lingkungan yang banyak rerumputan. Dalam menghasilkan sapi yang sehat dan gemuk sebagai sapi yang akan dijual (sapi pembiakan) ataupun dalam bentuk daging sapi serta untuk pemanfaatan kotoran sapi untuk pupuk, maka dilakukan sosialisasi alat pencacah rerumputan makanan sapi kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi berupa paparan tentang tema pengabdian mengenai berbagai jenis rerumputan dan alternatif makanan sapi yang bergizi, praktek menggunakan alat pencacah yang dibuat dan hal lain tentang sekitar beternak sapi serta manajemennya. Kegiatan telah berhasil dilakukan dengan baik yang dibuktikan antusiasnya masyarakat mengikuti kegiatan dan pertanyaan yang diajukan kepada tim pelaksana. Teknologi alat pencacah daun ini dapat dikategorikan Teknologi Tepat Guna karena peralatannya sederhana, murah, dan inovatif.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DESAIN BANGUNAN MENERAPKAN KRITERIA GREEN BUILDING Betty Susanti
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.10314

Abstract

Pekerjaan konstruksi memiliki dampak yang signifikan terhadap aspek lingkungan. Dibutuhkan upaya untuk meminimalkan dampak negatif dari pekerjaan konstruksi terhadap penurunan kondisi lingkungan secara global. Salah satu upaya adalah dengan menerapkan desain bangunan yang memenuhi kriteria green building. Konsep green building bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan dampak negatif serta memberikan dampak positif bagi iklim dan lingkungan, baik dalam fase desain, konstruksi, maupun operasional bangunan. Hingga saat ini, pelaksanaan pekerjaan konstruksi bangunan pada umumnya masih belum sepenuhnya menerapkan konsep green building, karena pemilik proyek, perencana, dan pelaksana konstruksi masih belum memahami konsep green building secara komprehensif, sehingga upaya mencapai pembangunan bangunan ramah lingkungan sulit untuk dicapai. Mengingat pekerjaan konstruksi bangunan gedung dan fasilitas infrastruktur yang terus meningkat secara global, maka penyuluhan dan sosialisasi mengenai konsep green building kepada pihak-pihak yang terlibat di dalam proyek konstruksi sangat dibutuhkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman developer, konsultan, dan kontraktor terhadap konsep desain bangunan yang menerapkan kriteria green building. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan pendampingan penyusunan desain bangunan. Melalui kegiatan ini, terdapat peningkatan pemahaman dari perwakilan developer, konsultan, dan kontraktor terhadap konsep green building. Kegiatan ini diharapkan berkontribusi positif terhadap praktek konstruksi berkelanjutan
SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) SEBAGAI UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF DALAM PERAWATAN PALLIATIF DI DESA SAKATIGA Dian Wahyuni
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.9777

Abstract

Tujuan: dapat mengetahui hasil pengukuran tekanan darah, dapat mengetahui perubahan  pengetahuan dan sikap masyarakat tentang SEFT, dapat mengeksplor pengetahuan masyarakat tentang penyakit yang dideritanya, dapat melakukan SEFT secara mandiriMetode: III yaitu penyuluhan,  peragaan SEFT dan pemeriksaan tekanan darahHasil:  100% penduduk yang hadir dalam pengmas telah diperiksa tekanan darah;  86% penduduk yang hadir dalam pengmas dapat menyebutkan pengertian, tujuan SEFT;  86% penduduk yang hadir dalam pengmas menceritakan keluhan dan penyakit yang dirasakan; 50% penduduk yang hadir dalam pengmas dapat mempraktikan SEFT secara mandiri.Simpulan: tujuan kegiatan tercapai
PELATIHAN PEMBUATAN APLIKASI PRAKTIS MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN MICROSOFT VISUAL BASIC UNTUK SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG Megah Mulya
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.10308

Abstract

Ada beberapa hal yang menjadi tujuan pelatihan ini diantaranya memperkenalkan fitur yang dimiliki Microsoft Visual, cara memprogram Visual Basic dan membuat aplikasi sederhana dengan menggunakan Visual Basic pada serta memperkenalkan secara garis besar teknik pemrograman yang umum. Dari pretest dan posttest saat pelatihan didapatkan dengan seluruh siswa tanpa pengetahuan awal memprogam setelah usai pelatihan didapat hasil semua siswa mampu memahami dasar-dasar Microsoft Visual Basic. Dari tiga buah contoh program aplikasi 20% siswa mampu menyelesaikan 3 buah soal dengan baik, 100% siswa mampu menyelesaikan 2 buah soal dengan baik. Dari posttest diketahui terdapat 10% siswa yang menyatak termotifasi untuk memasuki bidang informatia saat selesai dari SMA. Dari hasil pretest dan posttest bahwa pelatihan Microsoft Visual Basic bagi siswa di SMA Muhammadiah I Palembang dapat disimpukan berhasil dengan baik.
PEMBINAAN DAN PELATIHAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK BAGI GURU-GURU SMP DAN SMA/SMK SE-KABUPATEN OGAN ILIR Husnul Fatimah
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.9772

Abstract

Tujuan dari penngabdian adalah pembinaan dan pelatihan implementasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik bagi Guru-Guru PPKn  SMA/SMK Se-Kabupaten Ogan Ilir. Model kegiatan adalah pendampingan sedangkan metode pelaksanaannya pendampingan teknis. Pendampingan teknis dilakukan dalam rangka meningkatkan keterampilan mengimplementasikan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang khas pada kurikulum 2013. Untuk melihat keberhasilan pendampingan tim peneliti melakukan tes awal dan tes akhir. Terdapat peningkatan nilai dari nilai awal dan nilai akhir sebanyak 2,5%
EDUKASI MELINDUNGI KULIT DARI SINAR UV DAN PEMANFAATAN TUMBUHAN PACHYRHIZUS EROSUS SEBAGAI TABIR SURYA DI DESA PULAU SEMAMBU INDRALAYA Dina Permata Wijaya
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.10223

Abstract

Sinar matahari merupakan sumber kehidupan bagi manusia. Namun sinar matahari dapat menyebabkan beberapa kerugian pada kulit manusia yang akan menimbulkan efek yang merugikan seperti kulit terbakar bahkan bisa lebih parah dapat menyebabkan kanker kulit jika terpapar terlalu lama. Dalam sinar matahari terkandung sinar ultraviolet yang dapat berdampak buruk pada kulit. Tidak semua sinar ultraviolet dapat merusak jaringan kulit manusia tergantung dari rentang panjang gelombang nergi sehingga kerusakan yang timbul terjadi dalam beberapa tahap. Untuk melindungi bahaya dari radiasi ultraviolet maka kulit perlu dilindungi meskipun kulit memiliki sistem perlindungan alami. Sistem perlindungan alami pada kulit adalah melanin yang berperan memberikan warna kulit. Salah satu perlindungan tehadap sinar ultraviolet yaitu menggunakan tabir surya. Masyarakat Pulau Semambu Indralaya perlu untuk melindungi kulitnya dari sinar ultraviolet karena rata-rata temperatur sekitar 28-33oC. Semakin tinggi temperatur udara maka paparan sinar ultraviolet akan semakin tinggi. Maka dari itu, masyarakat sekitar Pulau Semambu perlu mengetahui cara melindungi kulit dari sinar ultraviolet dan cara pembuatan tabir surya yang memanfaatkan tanaman sekitar yaitu bengkoang. Masyarakat sangat antusias dengan penyuluhan dan demonstrasi yang dibagikan di Pulau Semambu Indralaya.
PENGEMBANGAN SENTRAINDUSTRI GULA KELAPA DESA SRI MENANTI Bambang Yudono
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.10138

Abstract

Pengembangan industri gula kelapa dilakukan dengan melakukan dengan cara derivikasi produk menjadi  menjadi gula kelapa herbal (Jamu instan Beras Kencur, Kunyit Asam, Beras Kencur). Produk ini dapat meningkatkan nilai tambah yang cukup signifikan yaitu dari harga gula kelapa Rp 20.000,- per Kg menjadi Rp 100.000,- per Kg.  Pendekatan, metode dan teknik yang digunakan dalam kegiatan ini adalah PRA (Participatory Rural Appraisal). Partisipasi sepadan dengan arti peran serta, ikut serta, keterlibatan, atau proses belajar bersama saling memahami, menganalisis, merencanakan dan melakukan tindakan oleh sejumlah anggota masyarakat itu sendiri. Pengembangan masyarakat dan pembangunan desa akan dimulai dengan cara yang sederhana, yaitu suatu proses yang berangkat dari kemampuan, kemauan dan kebutuhan masyarakat dalam memenuhi penghidupan dan menyelenggarakan kehidupannya. Diharapkan kegiatan ini dapat dirasakan tumbuh dan dimiliki oleh masyarakat, sehingga kegiatan ini dapat berkembang secara berkelanjutan, dan kerjasama antara LPPM Universitas Sriwijaya dengan masyarakat Desa Mulyasari dan Desa Sri Menanti akan semakin berkembang dengan baik.  Hasil dari kegiatan ini bagi masyarakat adalah munculnya industri kecil Gula Kelapa Herbal (Beras Kencur, Jahe, dan Kunyit Asem), kegiatan ini memberikan pengetahuan, ketrampilan alternatif usaha baru bagi masyarakat desa Sri Menanti, kecamatan Tanjung Lago kabupaten Musi Banyuasin Sumatra Selatan, dan memberikan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan ini juga akan memberikan nilai tambah pada koperasi himpunan wanita Transmigrasi (HW trans) di desa Sri Menanti. Produk jamu herbal (Jamu Beras Kencur, Kunyit Asam, Beras Kencur) dapat dijual di masyarakat dengan  harga Rp 100.000,- per Kg, meningkat harganya cukup signifikan dibandingkan dengan gula merah (gula kelapa) Rp 20.000,- per Kg. Hasil uji organoleptik skala 5 untuk jamu herbal terhadap rasa, warna, dan aroma masing-masing menunjukkan 3.7, 3.86, dan 3.7. Hasil uji tersebut menunjukkan bahwa produk tersebut tergolong disukai oleh masyarakat
PELATIHAN PEMBUATAN OBAT HERBAL DARI DAUN SALUNG UNTUK PENYAKIT INFEKSI KULIT DI DUSUN IV DESA TANJUNG SETEKO Harmida .
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v7i3.9774

Abstract

Penyakit infeksi kulit umumnya disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen utama pada manusia yang menyebabkan infeksi kulit, mulai dari infeksi kecil sampai infeksi yang tidak bisa disembuhkan. Oleh sebab itu, program pencegahan, dan pengobatan penyakit infeksi kulit ini sangat dibutuhkan. Secara alami, pengobatan penyakit infeksi kulit dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alami dari tanaman. Telah dilakukan penelitian Eksplorasi tumbuhan penghasil bahan bioaktif dan senyawa antibakteri untuk mengobati penyakit infeksi kulit di Sumatera Selatan. Dari hasil penelitian ini diperoleh tumbuhan yang paling berpotensi sebagai sumber bahan bioaktif dan senyawa anti bakteri adalah daun salung (Psychotria viridiflora Reinw. ex Blume). Berdasarkan hasil penelitian bahwa sediaan salep dari ekstrak daun salung dapat menyembuhkan infeksi kulit dalam waktu 6 hari. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini memperkenalkan daun salung sebagai obat infeksi kulit. Kegiatan ini dilaksanakan di dusun IV desa Tanjung Seteko kecamatan Indralaya, Ogan Ilir. Teknologi yang digunakan cukup sederhana sehingga masyarakat mampu membuat sendiri. Daun salung terlebih dahulu di buat simplisia, selanjutnya diekstraksi menggunakan pelarut organik (n heksana), kemudian ekstrak kental dicampur dengan vaselin untuk mendapatkan salep. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat memiliki alternatif pengobatan untuk infeksi kulit dan tidak sepenuhnya tergantung pada obat-obatan kimia.

Page 1 of 1 | Total Record : 10