cover
Contact Name
Fuji Rahmawati
Contact Email
fujirahmawati@fk.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
antariniidriansari@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23555459     EISSN : 26849712     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Sriwijaya berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun hasil studi pustaka meliputi ranah keilmuan, ilmu keperawatan dasar (konsep dasar keperawatan, teknik-teknik dan metodologi asuhan keperawatan, teknik komunikasi dan pendekatan budaya dalam asuhan keperawatan), ilmu dasar keperawatan (anatomi, fisiologi, fisika kedokteran, biokimia, patologi klinis, patologi anatomi, kimia medik,gizi klinik), keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal bedah, keperawatan gawat darurat, keperawatan komunitas (komunitas, keluarga, lansia, kesehatan kerja), serta keperawatan paliatif.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2020)" : 20 Documents clear
ANALISIS PERBEDAAN PENGKAJIAN SKRINING PENGABAIAN PADA LANSIA MENGGUNAKAN MANUAL DENGAN APLIKASI HP ANDROID Jaji Jaji; Jum Natosba; Fuji Rahmawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Setiap lansia akan mengalami proses penuaan yang berbeda pada setiap individu, hal ini di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor herediter, lingkungan, kondisi fisik dan psikologi. Penuaan merupakan proses perubahan biologik, psikologik, dan sosial yang terjadi seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia seseorang atau disebut juga dengan lanjut usia. Tujuan penelitian ini untuk menilai sejauhmana pengkajian screening pengabaian kepada lansia menggunakan manual kertas dengan pengkajian screening pengabaian pada lansia dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone android.Metode: Penelitian ini menggunakan Pre Experimental Design tanpa kelompok kontrol dengan metode pendekatan One Group Pretest-Posttest Design, yaitu penelitian yang melakukan observasi dengan menggunakan kuesioner sebelum eksperimen (pre-test) dan sesudah eksperimen (post-test). Pengukuran pengkajian pengabaian dilakukan 2 kali yaitu evaluasi pengkajian secara manual dan evaluasi pengkajian menggunakan aplikasi. Responden berjumlah 27 mahasiswa, penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan google foam.Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0.001, maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara Pengkajian manual dengan lembaran kertas dengan pengkajian dengan aplikasi Hp android.Saran: Saran dari penelitian ini, pengkajian screening pengabaian menggunakan aplikasi, sebagai bentuk kemajuan tekhnologi dapat dilakukan oleh petugas kesehatan. Pengkajian skrining pengabaian pada lansia juga dapat di lakukan oleh masyarakat umum.Kata kunci: smartphone, pengabaian, lansia, skrining
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP NYERI LUKA EPISIOTOMI DI RS MUHAMMADIYAH PALEMBANG Lukman Lukman; Siti Rahma; Prahardian Putri
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap nyeri luka episiotomi di RS Muhammadiyah Palembang.Metode: Metode yang digunanakan pada penelitian adalah praeksperimental dengan rancangan one group prettest-posttest design pada populasi ibu bersalin yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling yang berjumlah 18 orang. Untuk menjawab tujuan penelitian menggunakan uji wilcoxon karena sebaran data tidak normal.Hasil: Rata - rata usia responden 25,11 tahun (± 4,626), paritas primipara 13 orang (72,2%) dan multipara 5 orang (27,8%), median nyeri luka episiotomi sebelum dan sesudah relaksasi napas dalam berturut-turut 6,00 (min – maks: 4 – 6) dan 4,00 (min – maks: 2 – 6). Untuk rata-rata nyeri sebelum dan sesudah tindakan relaksasi napas dalam berurut-turut didapatkan 5,61 (± 0,979)) dan 3,29 (± 1,098). Uji beda menggunakan uji Wilcoxon karena sebaran data tidak normal dan mendapatkan nilai p= 0,001.Simpulan: Relaksasi napas dalam mempengaruhi nyeri luka episiotomi. Diharapkan praktisi perawat dapat melakukan relaksasi pernapasan dalam sebagai salah satu alternatif implementasi pada ibu postpartum yang menjalani episiotomi. Para akademisi diharapkan dapat mengajarkan siswa tindakan relaksasi pernafasan dalam. Penelitian serupa dapat dilakukan, namun dengan penambahan jumlah sampel dan menggunakan kelompok kontrol.Kata kunci: episiotomy, nyeri, pascabersalin, relaksasi napas dalam
GAMBARAN EFIKASI DIRI PENCEGAHAN PERILAKU BERISIKO HIV/AIDS REMAJA DI SMAN 3 JEMBER Dini Kurniawati; Iis Rahmawati; Yntan Catur Kurniawati
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Perilaku berisiko merupakan suatu tindakan yang berdampak cidera, kematian dan penyakit salah satunya HIV/AIDS. Jumlah orang dengan HIV/AIDS terus mengalami peningkatan. HIV/AIDS adalah penyebab kematian remaja yang paling banyak di negara berkembang. Informasi tentang HIV/AIDS masih rendah dan angka kejadian perilaku berisiko sangat tinggi pada remaja. Perubahan perilaku dengan efikasi diri yaitu usaha lebih untuk memulai perilaku, meningkatkan insiatif diri memulai perilaku dan tidak menyerah mempertahankan diri untuk menghindari perilaku berisiko. Efikasi diri yang baik akan membentuk remaja menghindari perilaku HIV/AIDS secara konsisten. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja.Metode: Desain penelitian adalah diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 40 remaja dengan teknik sampling cluster random. Instrumen penelitian adalah kuesioner efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS. Analisis menggunakan analisis univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja memiliki nilai dimensi yang kurang pada generality dan srength.Simpulan: Efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja memiliki nilai sedang, sehingga remaja dapat berisiko untuk berperilaku HIV/AIDS dengan ciri yaitu keyakinan diri kurang, sulit menghindari perilaku berisiko dan tidak mempertahankan perilaku sehat secara konsisten. Upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan informasi yang tepat dan relevan untuk meningkatkan efikasi diri sehingga mencegah perilaku berisiko HIV/AIDS pada remaja.Kata kunci: Efikasi diri, perilaku berisiko, HIV/AIDS, remaja
PENGARUH CROSSWORD PUZZLE THERAPY (CPT) TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA (PPSLU) SUDAGARAN BANYUMAS Nabila Karimah Komsin; Nur Isnaini
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi kognitif akan berakibat terhadap aktivitas sehari-hari dan ketergantungan terhadap orang lain. Solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi yaitu dengan meningkatkan fungsi kognitif pada lanjut usia. Crossword Puzzle Therapy (CPT) merupakan salah satu terapi non farmakologi untuk menghambat terjadinya penurunan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh CPT terhadap fungsi kognitif lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran Banyumas.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasy Experiment dengan pendekatan Pre and Posttest with Control Group. Sampel penelitian sebanyak 36 orang lansia dengan menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan MMSE. Analisa data menggunakan Mann Whitney.Hasil: Hasil penelitian menunjukan karakteristik jenis kelamin responden mayoritas perempuan, rata-rata usia responden pada rentang usia 60-74 tahun, dan pendidikan responden rata-rata tidak sekolah dan tamat SD. Skor MMSE lansia yang mendapatkan CPT mengalami kenaikan secara bermakna daripada lansia yang tidak mendapatkan CPT. Hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai Asymp.Sig sebesar 0.000 (P value < 0,05) ada pengaruh CPT terhadap fungsi kognitif lansia di PPSLU Sudagaran Banyumas, uji Shapiro-Wilk p value < 0,05.Kata Kunci: crossword puzzle therapy (CPT); lansia; fungsi kognitif.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR ISPA PADA BALITA DI DESA KALIBAMBANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS LENEK Ririnisahawaitun Ririnisahawaitun; Dina Alfiana Ikhwani
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penyakit ISPA menjadi penyebab kesakitan dan kematian terus menerus di berbagai negara, serta menjadi pemicu dari penyakit-penyakit lainnya dan berkembang menjadi penyakit yang berbahaya seperti pneumonia bahkan dapat menimbulkan kematian terutama pada balita. Pengendalian penyakit ISPA memerlukan upaya promosi melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam perawatan yang tepat pada balita dengan ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan penyakit menular ISPA pada balita.Metode: Penelitian quasy experiment ini menggunakan rancangan pre and post test control group design. Penelitian ini menggunakan 54 responden, yaitu 27 ibu sebagai kelompok kontrol dan 27 ibu sebagai kelompok eksperimen. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan ibu sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa pendidikan kesehatan tentang penyakit ISPA, dengan instrumen yang terlebihdahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon dan mann-whitney.Hasil: Terdapat peningkatan yang lebih besar pada pengetahuan ibu tentang pencegahan penyakit menular ISPA pada balita pada kelompok eksperimen (p value 0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol (p value 0,003), sedangkan tingkat pengetahuan ibu antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen saat posttest terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,000.Simpulan: Pengetahuan ibu tentang pencegahan penyakit menular ISPA pada balita meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit ISPA.Kata kunci: pendidikan kesehatan, pengetahuan, pencegahan, ISPA, balita
GAMBARAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA REMAJA DI SMAN 9 PEKANBARU Shinta Rahma Nata Sari; Fathra Annis Nauli; Wasisto Utomo
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Jumlah pengguna internet di Indonesia yang mayoritas adalah remaja usia 15-19 tahun membuat perilaku bullying tradisional berkembang menjadi cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku cyberbullying pada remaja di SMAN 9 Pekanbaru dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif.Metode: Sampel penelitian adalah 250 responden yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner The Cyber Victim and Bullying Scale (CVBS). Analisa yang digunakan adalah analisa univariat.Hasil: Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden menunjukkan tingkat kecenderungan menjadi pelaku dan korban cyberbullying pada kategori sedang sebanyak 137 responden (54,8%) dan 145 responden (58%). Bentuk tindakan cyberbullying yang sering dilakukan adalah memantau aktivitas akun media sosial orang lain (cyberstalking) yaitu sebanyak 67 responden (26,8%). Mayoritas responden melakukan cyberbullying adalah karena ingin menghibur diri atau iseng yaitu sebanyak 80 responden (32%). Pada penelitian ini, didapatkan bahwa seluruh responden pernah menjadi pelaku sekaligus korban cyberbullying.Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa seseorang yang menjadi pelaku juga berpeluang menjadi korban cyberbullying dan sebaliknya. Alasan remaja melakukan cyberbullying yaitu untuk menghibur diri atau iseng menunjukkan adanya penurunan kualitas moral remaja. Hasil penelitian ini merekomendasikan kepada pihak sekolah agar lebih membatasi penggunaan gadget oleh siswa di lingkungan sekolah.Kata Kunci: CVBS (the Cyber Victim and Bullying Scale), remaja, perilaku cyberbullying
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN POST OPERASI KATARAK DI RSUD DR.H. SLAMET MARTODIRJDO KABUPATEN PAMEKASAN Eko Mulyadi; Endang Fauziyah; Abdul Wahed
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Katarak merupakan penurunan progresif kejernihan lensa yang umumnya membutuhkan tindakan operasi. Tindakan operasi sendiri dapat menimbulkan kecemasan ditambah jika ada komplikasi. Dukungan keluarga dapat menimbulkan efek penyangga yaitu menahan efek-efek negatif dari stres terhadap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien post operasi katarak.Metode: Jenis penelitian adalah korelasional dengan tehnik cross sectional, Lokasi penelitian di RSUD Dr. Slamet Martodirdjo Pamekasan Madura, pada bulan Oktober 2019, jumlah populasi 80 orang, dengan besar sampel 44 orang menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisoner, Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Hamilton anxiety ranting scale (HARS) untuk kecemasan, dan kuisioner dukungan menggunakan skala likert yang sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisa data dengan uji korelasi Rank spearman dengan ? < 0,05. Variable penelitian dukungan keluarga meliputi; dukungan emosional. dukungan pengharapan. dukungan informasi. dukungan nyata. dan variable kecemasan.Hasil: Data hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh responden mendapat dukungan yang baik dari keluarga, hampir seluruh responden tidak mengalami kecemasan dan hanya sedikit responden yang mengalami kecemasan ringan dan berat. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan pengharapan, dukungan nyata, dukungan informasi, dukungan emosional dengan tingkat kecemasan.Simpulan: Keluarga perlu memberikan dukungan yang baik kepada pasien, sehingga dapat mengurangi kecemasan sebelum operasi, penelitian selanjutnya perlu meneliti hubungan tingkat kecemasan dengan kondisi pasien pasca operasi.Kata Kunci: dukungan keluarga, kecemasan,operasi katarak
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN STRES PENGASUHAN IBU YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL Noviyanti Noviyanti; Erti Ikhtiarini Dewi; Peni Perdani Juliningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Orang tua dari anak dengan retardasi mental sering mengalami tingkat stres yang lebih tinggi karena meningkatnya tuntutan pengasuhan anak. Anak retardasi mental mengalami kesulitan untuk melakukan hal-hal sederhana seperti makan, berpakaian, toilet dan membersihkan diri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan spiritualitas dengan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak retardasi mental di SDLB BCD YPAC Kaliwates Jember.Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross0sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan 34 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Parenting stress. Analisis data menggunakan uji korelasi Kolmogorov Spirnov dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil: Ada hubungan antara spiritualitas dengan stres pengasuhan (p value = 0,009). Spiritualitas yang tinggi dapat memengaruhi cara orang tua dalam menerima kondisi anak, mengatasi stres dalam pengasuhan dan adaptasi keluarga mengenai kondisi anak yang mengalami disabilitas.Kesimpulan: pentingnya spiritualitas pada orang tua dari anak-anak dengan retardasi mental untuk mengurangi tingkat stres dalam tuntutan pengasuhan anak.Kata kunci : Spiritualitas, stres pengasuhan, retardasi mental
HUBUNGAN ANTARA KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN SYSTEMIC INFLAMMATORY RESPONSE SYNDROME PADA PASIEN POST KRANIOTOMI Eka Yulia Fitri; Tri Wahyu Murni; Ai Mardhiyah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Setiap tindakan operasi akan mencetuskan terjadinya respon stres. Pada pasien yang menjalani kraniotomi respon stres yang terjadi adalah hipermetabolisme dan katabolisme, perubahan pada sistem endokrin dan metabolik sehingga mendorong terjadinya peningkatan kadar glukosa darah. Hiperglikemia dapat merusak fungsi imunitas tubuh, mengurangi proliferasi limfosit dan menurunkan aktivitas bakterial intraseluler, sehingga merusak respon inflamasi normal dan terjadi inflamasi secara sistemik (SIRS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar glukosa darah dengan derajat SIRS pada pasien post kraniotomi yang dirawat di intensive care unit pada rumah sakit X di Palembang.Metode: Penelitian ini merupakan analitik korelasi dengan desain observasional dan pendekatan kohort prospektif. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah 20 orang pasien trauma kepala yang menjalani kraniotomi dan memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dilakukan pada September sampai November 2013 dengan menilai kadar glukosa darah dan derajat SIRS pada 24 jam dan 72 jam post kraniotomi.Hasil: 90% responden mengalami peningkatan kadar glukosa baik pada 24 jam dan 72 jam post kraniotomi, 60% responden mengalami SIRS ringan pada 24 jam post kraniotomi dan 55% responden tidak mengalami SIRS pada 72 jam post kraniotomi. Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan antara peningkatan kadar glukosa darah dengan beratnya derajat SIRS (Rs= -0,112, p= 0,640 dan Rs=0,257, p= 0,274). Tidak terdapat hubungan antara peningkatan kadar glukosa darah dengan beratnya derajat SIRS pada pasien post kraniotomi yang dirawat intensive care unit pada rumah sakit X Palembang.Simpulan: Perawat mempunyai peran dalam mengidentifikasi SIRS dan faktor lain yang mempengaruhi SIRS selain kadar glukosa darah.Kata kunci: Kadar glukosa darah, kraniotomi, SIRS, trauma kepala.
PERBEDAAN TINGKAT NYERI PERSALINAN SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI ACUPRESSURE POINT FOR LOCATATION PADA IBU BERSALIN KALA 1 DI RUMAH SAKIT JEMBER KLINIK KABUPATEN JEMBER Linda Fitriawati; Dini Kurniawati; Peni Perdani Juliningrum
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah accupressure dapat mengurangi tingkat nyeri persalinan pada ibu bersalin kala 1 di Rumah Sakit Jember Klinik Kabupaten Jember.Metode: Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen rancangan one grup pretest posttest dengan metode pendekatan cross sectional. Sample 34 ibu hamil dengan nyeri persalinan. Teknik sampling yang digunakan adalah acidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS). Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxson Test.Hasil: Hasil penelitian ini ialah responden berusia rata-rata ibu adalah 19-30 tahun. Paritas terbanyak ialah multigravida. Sebagian besar pendidikan responden ialah tinggi (SMA-PT). Pekerjaan ibu rata-rata ialah ibu rumah tangga. Rata-rata skala nyeri persalinan sebelum terapi adalah 6 dan sesudah terapi adalah 5.Simpulan: Tingkat kepercayaan yang digunakan ialah 95% dengan p value (0,0001) < ? (0,05) dengan hasil terdapat perbedaan nyeri persalinan sebelum dan sesudah terapi accupressure di rumah sakit.Kata kunci: akupresure, nyeri persalinan, persalinan kala 1.

Page 1 of 2 | Total Record : 20