cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 5 (2016)" : 14 Documents clear
Profil Pemberian Cairan Perioperatif serta Pengaruhnya terhadap Keseimbangan Asam Basa, Elektrolit, dan Kadar Glukosa Darah Ratih Puspita; Antonius Pudjiadi; Hardiono Pusponegoro; Sudung Pardede O Pardede; Mulya R Karyanti; Rosalina D Roeslani
Sari Pediatri Vol 17, No 5 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp17.5.2016.335-342

Abstract

Latar belakang. Pemberian cairan intravena perioperatif yang tidak tepat dapat menimbulkan komplikasi asidosis metabolik, hiponatremia, hipoglikemi, atau hiperglikemia.Tujuan. Mengetahui profil pemberian cairan perioperatif serta pengaruhnya terhadap keseimbangan asam basa, elektrolit dan gula darah serum.Metode. Studi deskriptif kohort prospektif pada anak yang menjalani tindakan bedah elektif di RSCM. Pada subyek dilakukan pemeriksaan laboratorium sesaat sebelum dan setelah tindakan bedah, serta 6 jam setelah pemberian cairan postoperatif.Hasil. Terdapat 61 subyek, 65,6% tidak mendapat cairan preoperatif. Cairan terbanyak digunakan intraoperatif adalah ringer asetat malat (RAM) (77%) dan untuk postoperatif adalah kristaloid hipotonik (83,6%). Jumlah cairan preoperatif dan postoperatif sebagian besar sesuai formula Holliday-Segar. Subyek yang mendapat cairan preoperatif D10 1/5 NS + KCl (10) lebih banyak mengalami hiponatremia (13,4% vs 5%) dan gangguan kadar gula darah (20% vs 0%) dibandingkan dengan yang tidak mendapat cairan. Asidosis metabolik kelompok cairan intraoperatif RAM (36,2%) maupun Ringer asetat (36,4%). Hiponatremia pasca cairan postoperatif 57,1% subyek yang tidak mendapat cairan, 44,4% pada kelompok KA-EN3B®, dan 21,9% pada kelompok D10 1/5 NS + KCl (10). Hiperglikemia 15,6% subyek yang mendapat D10 1/5 NS + KCl (10).Kesimpulan. Pemberian cairan perioperatif di RSCM bervariasi. Angka kejadian hiponatremia pasca pemberian kristaloid hipotonik 13,4%-44,4%. Hiponatremia dan gangguan kadar gula darah terjadi pada subyek yang mendapat cairan D10 1/5 NS + KCl (10). 
Penilaian Kesadaran pada Anak Sakit Kritis: Glasgow Coma Scale atau Full Outline of UnResponsiveness score? Rismala Dewi
Sari Pediatri Vol 17, No 5 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.504 KB) | DOI: 10.14238/sp17.5.2016.401-406

Abstract

Pemeriksaan neurologis tingkat kesadaran sangat penting untuk menilai secara komprehensif pasien anak sakit kritis, dan dapat memberikan informasi prognosis. Skala koma yang ideal seharusnya bersifat linear, reliabel, valid, dan mudah digunakan. Berbagai macam skala koma telah dikembangkan dan di validasi untuk mengevaluasi tingkat kesadaran secara cepat, menilai beratnya penyakit dan prognosis terhadap morbiditas dan mortalitas. Glasgow Coma Scale (GCS) merupakan alat pemeriksaan tingkat kesadaran yang paling sering digunakan dan dijadikan baku emas saat memvalidasi skala koma yang baru. GCS mempunyai keterbatasan karena pasien yang terintubasi tidak dapat dinilai komponen verbal sehingga memengaruhi hasil penilaian. FOUR Score dikembangkan untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang dimiliki GCS. FOUR score lebih sederhana dan memberikan informasi yang lebih baik, terutama pada pasien-pasien yang terintubasi.
Hubungan antara Kadar Total Triptofan Plasma dan Indeks Massa Tubuh dengan Gejala Depresi dan Skor Children Depression Inventory pada Siswa SMP Marlia Moriska; Gustina Lubis; Rahmatina B Herman
Sari Pediatri Vol 17, No 5 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.728 KB) | DOI: 10.14238/sp17.5.2016.373-378

Abstract

Latar belakang. Kejadian depresi pada anak dan remaja terus meningkat. Depresi merupakan kelainan multifaktor, salah satu penyebab adalah rendahnya asupan asam amino triptofan dalam makanan sehari-hari yang penting untuk sintesis serotonin pada regulasi emosi. Indeks massa tubuh (IMT) menggambarkan pola makan sehari-hari.Tujuan. Mengetahui hubungan antara kadar total plasma triptofan dan IMT dengan gejala depresi dan skor children depression inventory (CDI) pada siswa SMP.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional pada 27 anak gejala depresi dan 27 kontrol.Hasil. Kadar triptofan total plasma pada kelompok depresi (52,54±20,57)μmol/L ditemukan lebih rendah dibanding kontrol (88,47±20,27) μmol/L, p=0,001. Nilai IMT pada kelompok depresi (17,22±3,74) kg/m2 ditemukan lebih rendah dibanding kontrol (19,61±3,14) kg/m2, p=0,014. Terdapat faktor risiko IMT abnormal terhadap depresi OR 6,4; IK95%:1,8-22. Terdapat korelasi antara kadar triptofan total plasma dengan skor CDI (r=-0,442, p=0,021).Kesimpulan. Pada kelompok depresi ditemukan kadar total triptofan plasma dan IMT yang lebih rendah dibanding kontrol. Terdapat korelasi sedang antara kadar triptofan total plasma dengan skor CDI.
Occult Infection pada Anak Setelah 10 Tahun Mendapat Imunisasi Hepatitis B Asrawati Asrawati; Yusri Dianne Jurnalis; Yanwirasti Yanwirasti
Sari Pediatri Vol 17, No 5 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.179 KB) | DOI: 10.14238/sp17.5.2016.343-348

Abstract

Latar belakang. Occult hepatitis B infection (OBI) adalah suatu keadaan ditemukannya deoxyribose-nucleic acid (DNA) virus Hepatitis B (VHB) pada pemeriksaan HBsAg negatif. Mutasi pada preS2/S menyebabkan sekresi HBsAg menurun sehingga kadar HBsAg dalam serum terlalu rendah yang menyebabkan HBsAg tidak terdeteksi. Virus hepatitis B cenderung mengalami mutasi sebab tidak memiliki sistem koreksi selama replikasi karena tidak adanya 3’,5’exonuclease untuk mengkoreksi kesalahan insersi nukleotida saat transkripsi balik.Tujuan. Mengetahui insiden occult infection setelah 10 tahun mendapat imunisasi hepatitis B.Metode. Penelitian observasional dengan menggunakan desain cross sectional study pada anak sekolah dasar di Kota Padang dengan jumlah subjek penelitian 40 anak.Hasil. Jenis kelamin perempuan lebih banyak daripada laki-laki dan status gizi baik lebih banyak dari status gizi kurang. Insiden occult infection ditemukan 10% pada anak setelah 10 tahun mendapat imunisasi hepatitis B. Tidak terdapat hubungan antara antiHBs dengan occult infection.Kesimpulan. Occult infection pada anak setelah 10 tahun mendapat imunisasi hepatitis B adalah 10 %.

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue