cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 6 (2017)" : 14 Documents clear
Efektifitas Pemberian Proton Pump Inhibitor pada Bayi dan Anak dengan Laringomalasia Riza Sahyuni; Bambang Supriyatno; Syahrial MH; Aria Kekalih
Sari Pediatri Vol 18, No 6 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp18.6.2017.459-67

Abstract

Latar belakang. Laringomalasia merupakan kondisi kelemahan struktur supraglotis yang menimbulkan gejala stridor. Umumnya, penyakit penyerta laringomalasia adalah refluks laringofaring (RLF). Pemberian omeperazol dapat memperbaiki gejala regurgitasi dan stridor serta memperpendek durasi perjalanan alamiah laringomalasia.Tujuan. Mengetahui efektifitas omeperazol pada bayi dan anak dengan laringomalasia.Metode. Uji pre-post experimental pada 42 subyek yang mendapat omeperazol 2x2 mg/kg/bb selama 3 bulanHasil. Pemberian omeperazol pada laringomalasia dengan gejala berat, 58,8% mengalami perbaikan. Pemberian omeperazol pada laringomalasia dengan RLF positif, 58,3% mengalami perbaikan. Tampak perbaikan bermakna secara statistik pada perbandingan nilai awal dan akhir reflux finding score (RFS) dan laringomalacia score symptom (LSS)Kesimpulan. Prevalensi RLF positif berdasar RFS menurut Belafsky adalah 24,6% dan berdasar LSS dengan gejala berat adalah 44,6%. Efektifitas pemberian omeperazol selama 3 bulan terbukti efektif pada perbaikan nilai LSS, RFS dan status gizi.
Transfusi Albumin dan Furosemid pada Pasien Sindrom Nefrotik Anak dengan Edema Meita Dwi Utami; Taralan Tambunan
Sari Pediatri Vol 18, No 6 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp18.6.2017.498-503

Abstract

Latar belakang : Pemberian albumin pada anak dengan Sindroma Nefrotik (SN) serta edema  dapat meningkatkan tekanan osmotik dan menarik cairan ekstraselular kembali ke dalam kompartemen vaskular sehingga mengurangi edema. Namun beberapa penelitian terhadap pasien dewasa mendapatkan bahwa mekanisme intrarenal bertanggung jawab terhadap retensi air, sehingga pemberian albumin hanya akan memberikan efek minimal pada pasien SN dengan edema, selain itu dapat berpotensi menyebabkan kelebihan (overload) cairanTujuan : Mengetahui penggunaan albumin bersama loop diuretik (furosemid) dapat menurunkan risiko terjadinya edema dibandingkan dengan penggunaan tunggal loop diuretik pada anak dengan sindroma nefrotikMetode : Penelusuran pustaka database elektronik, yaitu Pubmed, Cochrane, ProquestHasil : Terdapat 4 penelitian yaitu 1 kohort prospektif, 2 penelitian uji klinis, serta 1 telaah sistematik mendapatkan  pemberian diuretik saja aman dan efektif meningkatkan diuresis dibandingkan dengan kombinasi albumin-diuretik. Pemberian furosemid dan albumin pada pasien SN dengan edema harus sesuai kondisi klinis per pasien,  pemberian terapi kombinasi dapat dipertimbangkan pada pasien yang resisten diuretik.Kesimpulan : Pemberian albumin dan furosemid bukan merupakan prosedur rutin pada setiap pasien SN dengan edema dan hipoalbuminemia. Secara statistik, efek diuretik dan natriuretik terapi kombinasi ini masih dianggap tidak bermakna.
Profil Klinis dan Laboratoris Ensefalopati Dengue pada Anak di RSUP Dr. Sardjito Afiarina Dhevianty; Eggi Arguni; Agung Triono
Sari Pediatri Vol 18, No 6 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp18.6.2017.423-9

Abstract

Latar belakang. Ensefalopati dengue merupakan manifestasi neurologis infeksi dengue yang paling sering. Belum banyak penelitian yang menjelaskan gambaran ensefalopati dengue pada anak.Tujuan. Mengetahui gambaran klinis dan laboratoris anak dengan ensefalopati dengue.Metode. Penelitian menggunakan metode retrospektif. Data diambil dari rekam medis anak (1-18 tahun) dengan ensefalopati dengue dengan luaran hidup maupun meninggal yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito sejak Januari 2010 hingga Desember 2016. Manifestasi yang diamati adalah perdarahan gastrointestinal, kejang, syok, hepatitis akut, gagal ginjal akut, pemanjangan prothrombin time (PT), activated partial thromboplastin time (APTT), kadar hematokrit, leukosit, dan trombosit. Rekam medis anak dengan riwayat gangguan fungsi ginjal, hati, dan koagulasi serta rekam medis yang tidak lengkap dieksklusi. Analisis data dengan uji independent t-test atau Mann Whitney.Hasil. Terdapat 81 anak dengan ensefalopati dengue dan 25 di antaranya meninggal. Mayoritas anak menunjukkan manifestasi perdarahan gastrointestinal, syok, sepsis, hepatitis ringan, dan gagal ginjal akut. Profil laboratoris memperlihatkan peningkatan SGOT yang lebih tinggi dari SGPT, pemanjangan PT dan kadar kreatinin yang lebih tinggi pada kelompok meninggal.Kesimpulan. Kelainan ensefalopati pada infeksi dengue merupakan suatu kondisi yang serius dengan angka kematian yang tinggi (30.86%). Perdarahan gastrointestinal, syok, sepsis, hepatitis ringan, gagal ginjal akut pada mayoritas pasien. Pemanjangan PT dan kadar kreatinin lebih tinggi pada kelompok meninggal. 
Hubungan Subtipe Sel Limfosit dengan Tingkat Remisi Pascakemoterapi Fase Induksi Leukemia Limfoblastik Akut Nur Suryawan; Ponpon Idjradinata; Lelani Reniarti
Sari Pediatri Vol 18, No 6 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp18.6.2017.448-52

Abstract

Latar belakang. Angka remisi pascakemoterapi LLA masih belum memuaskan, banyak faktor yang memengaruhi belum optimalnya luaran terapi LLA, salah satunya adalah faktor subtipe sel limfosit LLA. Tujuan. Melihat hubungan subtipe sel limfosit dengan tingkat remisi pascakemoterapi fase induksi LLA.Metode. Penelitian kohort prospektif dilakukan di RS dr. Hasan Sadikin Bandung dari bulan Februari-September 2016. Subyek adalah anak <14 tahun yang baru didiagnosis LLA berdasarkan hasil aspirasi sumsum tulang. Diambil sampel darah perifer untuk dilakukan pemeriksaan immunophenotyping agar dapat diketahui subtipe sel limfositnya, dilakukan kemoterapi fase induksi selama 6 minggu berdasarkan protokol terapi. Dilakukan aspirasi sumsum tulang evaluasi untuk melihat tingkat remisinya. Analisis statistik dilakukan dengan uji Fisher-exact. Hasil. Terdapat 40 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan menjalani kemoterapi fase induksi. Dari 40 subjek, 26 menyelesaikan kemoterapi fase induksi, dan dari 26 subjek yang dilakukan evaluasi aspirasi sumsum tulang, 20/26 mengalami remisi lengkap dan 6/26 tidak remisi. Terdapat 18/24 subjek sel B-LLA yang mengalami remisi lengkap dan 6/24 tidak remisi, sedangkan penderita sel T-LLA yang mengalami remisi lengkap 2/2 subjek. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara subtipe sel limfosit dengan tingkat remisi pascakemoterapi fase induksi (p=0,585). Kesimpulan. Subtipe sel limfosit tidak berpengaruh terhadap tingkat remisi pascakemoterapi fase induksi.

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 (2025) Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue