cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 2 (2023)" : 10 Documents clear
Nebulisasi Salin Hipertonik pada Anak dengan Bronkiolitis Madeleine Ramdhani Jasin; Citra Estetika
Sari Pediatri Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.2.2023.123-9

Abstract

Latar belakang. Bronkiolitis sering tering terjadi pada anak hingga usia dua tahun, dengan penyebab terbanyak adalah respiratory syncytial virus (RSV). Terapi bronkiolitis bersifat suportif, namun beberapa terapi tambahan lain sering digunakan walaupun laporan mengenai efektivitas masih kontroversial, salah satunya adalah pemberian nebulisasi salin hipertonik.Tujuan. Menelaah lebih lanjut manfaat klinik nebulisasi salin hipertonik pada anak dengan bronkiolitis.Metode. Penelusuran pustaka database elektronik, yaitu Pubmed dan Cochrane dengan kata kunci bronchiolitis, child atau infant, hypertonic, saline atau NaCl, nebulization atau nebulized atau inhalation, dan length of stay atau LOS atau length of hospitalization.Hasil. Terpilih tiga artikel untuk telaah kritis. Meta-analisis oleh Yu dkk mendapatkan hasil nebulisasi salin hipertonik lebih superior dari isotonik dalam menurunkan lama perawatan (mean difference MD:-0,6 hari), perbaikan skor keparahan penyakit (MD:-0,79), angka perawatan (odd ratio OR:0,74), dan distres napas (MD:-0,6). Hasil serupa juga diperoleh oleh studi Bashir dkk mengenai lama rawat, walaupun studi Alatwani dkk mendapatkan hasil yang berbeda. Kesimpulan. Nebulisasi salin hipertonik dapat mengurangi lama perawatan rumah sakit serta skor tingkat keparahan pada anak dengan bronkiolitis. Namun, belum banyak bukti mengenai manfaat dan risiko nebulisasi salin hipertonik pada kasus bronkiolitis berat.
Karakteristik Dan Luaran Tumor Otak Pada Anak Mia Milanti Dewi; Rausyanfikr Tajul Arifin Syuhada; Mirna Sobana
Sari Pediatri Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.2.2023.87-92

Abstract

Latar belakang. Morbiditas dan mortalitas tumor otak pada anak masih menjadi masalah yang besar. Seringkali manifestasi klinis yang jelas muncul pada saat tumor dalam stadium lanjut. Saat ini luaran tumor otak di Indonesia masih belum memuaskan meskipun telah dilakukan berbagai terapi operatif maupun konservatif. .Tujuan. Mengetahui karakteristik dan luaran pasien tumor otak pada anak di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS).Metode. Dilakukan secara deskriptif retrospektif dengan data pasien tumor otak pada anak berusia < 18 tahun yang datang ke RSHS pada periode 1 Januari 2012 - 31 Desember 2018.Hasil. Selama penelitian terdapat 161 subjek dengan 88 pasien (54,6%) laki-laki. Tumor otak terjadi paling sering pada kelompok usia 6-12 tahun sebanyak 66 pasien (41%). Sebanyak 73 pasien (46,5%) memiliki tumor otak di area supratentorial, 80 pasien (51%) memiliki tumor di area infratentorial, dan 4 pasien (2,5%) memiliki tumor di area suprainfratentorial. Hasil patologi anatomi terbanyak yaitu meduloblastoma pada 36 pasien (22,3%), dengan derajat keganasan VI (46,5%), dengan manifestasi klinis paling sering adalah sakit kepala (64,5%). Pada pemeriksaan neurologis didapatkan parese saraf otak paling sering adalah gangguan nervus kranialis II (34%) dan hemiparesis (20,5%). Ditemukan pula adanya reflek patologis pada 55 pasien (34%). Hasil luaran paling banyak dari data yang tersedia adalah perbaikan dalam gejala klinis (60,3%).Kesimpulan. Meduloblastoma merupakan jenis tumor otak yang tersering (22,3%), pada anak dengan sakit kepala sebagai manifestasi paling banyak.
Perdarahan Saluran Cerna pada Anak dengan Penyakit Ginjal Tahap Akhir Beatrix Siregar; Eka Laksmi Hidayati; Sudung Oloan Pardede
Sari Pediatri Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.2.2023.130-6

Abstract

Penyakit ginjal tahap akhir (PGTA) adalah penyakit ginjal kronik (PGK) stadium 5 yang ditandai dengan laju filtrasi glomerulus (LFG) < 15 mL/menit/1,73m2 selama tiga bulan atau lebih, atau suatu kondisi dengan pasien memerlukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis, dialisis peritoneal, atau transplantasi ginjal. Pasien dengan PGTA sering mengalami gangguan saluran cerna, termasuk perdarahan saluran cerna, yang dapat terjadi dari atas maupun bawah. Perdarahan saluran cerna atas lebih umum ditemukan dan berkaitan dengan erosi saluran cerna. Pada pasien anak dengan PGTA, erosi saluran cerna umum ditemukan namun angka kejadian perdarahan saluran cerna berkaitan dengan erosi pada anak dengan PGTA belum diketahui. Patofisiologi perdarahan saluran cerna pada pasien PGTA belum sepenuhnya diketahui, namun diduga berkaitan dengan disfungsi trombosit akibat uremia, anemia, dan penggunaan obat-obatan. Mekanisme perdarahan saluran cerna tergantung etiologinya, terutama erosi dan angioektasia. Belum ada pendekatan dan tata laksana perdarahan saluran cerna khusus pada anak dengan PGTA yang terbukti secara uji klinis, namun optimalisasi dialisis dan tata laksana anemia dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan.
Kadar Malondialdehid Sebagai Biomarker Stress Oksidatif Sebelum dan Sesudah Kemoterapi Fase Induksi pada Pasien Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut AANKP. Widnyana; DK. Wati; IPG. Karyana; IGNS. Putra; KT. Ariawati
Sari Pediatri Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.2.2023.117-22

Abstract

Latar belakang. Leukemia merupakan keganasan yang sering terjadi pada anak dan kemoterapi merupakan terapi kuratif penting pada pasien leukemia limfablastik akut. Penggunaan kemoterapi pada awal diagnosis dapat memicu terbentuknya radikal bebas yang mengganggu homeostasis sel. Malondialdehid merupakan produk sekunder dari peroksida lipid yang dihasilkan oleh reaksi radikal bebas lemak tak jenuh dalam membran sel dan dapat digunakan sebagai penanda stress oksidatif. Protokol kemoterapi sebelumnya tidak konsisten. Protokol kemoterapi di Indonesia saat ini menggunakan protokol LLA 2018 yang berbeda dari protokol sebelumnya. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar malondialdehid sebelum dan sesudah kemoterapi fase induksi pada anak dengan limfoblastik leukemia akut.Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kohort prospektif dengan subjek penelitian anak berusia >1 bulan hingga 18 tahun dengan LLA yang mendapat pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. IGN Gde Ngoerah dari bulan Juli 2021 hingga September 2022. Uji Wilcoxon digunakan untuk menilai perbedaan kadar malondialdehid sebelum dan sesudah kemoterapi fase induksi. Tingkat signifikansi ditentukan dengan nilai p <0,05.Hasil. Terdapat 30 subjek dalam penelitian ini. Median kadar malondialdehid serum sebelum kemoterapi fase induksi adalah 77,63 (20,45-578,66) dan menurun menjadi 66,63 (22,6-357,3) setelah kemoterapi fase induksi, tetapi tidak signifikan secara statistik (p=0,60). Pada kelompok sesudah kemoterapi fase induksi, terdapat peningkatan status gizi baik pada 22 subjek (73,4%), sedangkan sebelum kemoterapi hanya terdapat 15 subjek (50%), tetapi tidak signifikan secara statistik (p=0,464).Kesimpulan. Kadar malondialdehid menurun setelah kemoterapi fase induksi, terutama pada pasien dengan status gizi baik, meskipun tidak bermakna secara statistik.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Makanan Pendamping-Air Susu Ibu dengan Status Gizi pada Anak Usia 6-24 Bulan Lary Anceli Br. Pasaribu; Sri Yati; Wahyunita Do Toka
Sari Pediatri Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.2.2023.112-6

Abstract

Latar belakang. Prevalensi kematian balita di dunia sekitar 45% dikarenakan masalah gizi. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya permasalahan gizi adalah pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu pada anak dengan benar. Upaya ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan ibu.Tujuan. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang Makanan Pendamping Air Susu Ibu dengan status gizi pada anak di Puskesmas JambulaMetode. Penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan. Data yang di peroleh dianalisa dengan metode Fisher Freeman Halton Exact Test. Kuesioner yang digunakan berupa pernyataan terbuka tentang pengetahuan ibu sebanyak 30 nomor.Hasil. Berdasarkan 64 yang diteliti, terbanyak ditemukan ibu dengan pengetahuan baik, yaitu 59 (92,2%), status gizi anak terbanyak ditemukan pada kategori gizi baik, yaitu 42 (65,6%). Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p=0,505. Hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat korelasi antara tingkat pengetahuan ibu tentang Makanan Pendamping Air Susu Ibu dengan status gizi pada anak usia 6-24 bulan.Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Jambula.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Kadar Vitamin D Neonatus Elfrida N. Auliya; Adhie Nur Radityo; Rina Pratiwi; Helen M. Kurniawan
Sari Pediatri Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.2.2023.93-8

Abstract

Latar belakang. Vitamin D beredar dalam darah terutama dalam bentuk 25(OH)D. Vitamin D memegang peran penting dalam berbagai fungsi fisiologis tubuh dan diperkirakan dapat mencegah berbagai kondisi pada neonatus. Defisiensi Vitamin D (DVD) memiliki prevalensi yang cukup tinggi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kadar vitamin D pada neonatus.Metode. Penelitan cross-sectional terhadap 36 neonatus dilakukan di Semarang. Data dikumpulkan dari pengisian kuesioner dan pemeriksaan kadar 25(OH)D neonatus. Analisis bivariat menggunakan uji T tidak berpasangan, uji One Way Anova, dan uji korelasi Spearman.Hasil. Pada studi ini didapatkan perbedaan signifikan antara usia ibu terhadap kadar 25(OH)D neonatus(p= 0,024 ). Tidak didapatkan perbedaan signifikan dari faktor status gizi ibu (p= 0,588 ), paparan matahari ibu (p= 0,255 ), paparan matahari neonatus (p= 0,227 ), dan tipe diet neonatus (p= 0,470 ) terhadap kadar 25(OH)D neonatus.Kesimpulan. Usia ibu memberikan perbedaan yang bermakna terhadap kadar vitamin D neonatus. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait pengaruh status gizi ibu, suplementasi vitamin D ibu, paparan sinar matahari ibu, paparan sinar matahari neonatus, dan tipe diet neonatus terhadap kadar vitamin D neonatus.
Nilai Laboratorium Darah dan Alat Skrining STRONGkids pada Malnutrisi Rumah Sakit Herlina Dimiati; Tommy Tommy; Mars Nasrah Abdullah; Sulaiman Arigayota
Sari Pediatri Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.2.2023.106-11

Abstract

Latar belakang. Malnutrisi Rumah Sakit adalah malnutrisi yang didiagnosis selama dirawat di rumah sakit, mulai saat masuk sampai keluar rumah sakit. STRONGkids merupakan alat skrining risiko malnutrisi. Selama rawatan anak sakit, terjadi perubahan nilai laboratorium yang tidak normal akan berpotensi untuk terjadi malnutrisi rumah sakit. Tujuan. Menilai hubungan parameter laboratorium darah dengan alat skrining malnutrisi STRONGkids pada pasien yang dirawat di bangsal anak (Arafah 1) RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.Metode. Penelitian retrospektif dengan mengkaji data dari rekam medis rawat inap pada bangsal anak (Arafah 1) RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh periode 01 Januari sampai 31 Maret 2021. Variabel yang dianalisis adalah data laboratorium darah, status gizi serta level STRONGkids pada anak usia satu bulan sampai ?18 tahun, lahir cukup bulan dengan lama rawatan ?72 jam. Data disajikan dalam narasi dan atau tabel, dianalisa secara univariat atau bivariat. Hasil. Dari 63 subjek, 22 (34,9%) subjek mengalami malnutrisi rumah sakit, 32 subjek (50,8%) dengan kriteria STRONGkids berisiko rendah dan 31 subjek (49,2%) dengan kriteria sedang-tinggi. Terdapat hubungan signifikan nilai laboratorium darah terhadap risiko malnutrisi rumah sakit dengan penilaian kriteria STRONGkids (p<0,05) yaitu : hemoglobin, OR; 1,06 (p=0,014), eritrosit, OR; 1,08 (p=0,011), leukosit, OR; 3,49 (p=0,024), albumin, OR; 6,14 (p=0,017) dan kalsium, OR; 1,059 (p=0,013)Kesimpulan. Terdapat hubungan positif bermakna beberapa nilai laboratorium darah pada anak yang dirawat diruang Arafah 1 RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan uji tapis STRONGkids untuk memprediksi kejadian malnutrisi rumah sakit.
Pengetahuan dan Sikap Orang Tua Mengenai Buku Kesehatan Ibu dan Anak terhadap Perilaku Pemanfaatannya Debora Octo Luana; Lili Rohmawati; Wisman Dalimunthe; Sri Melinda Kaban
Sari Pediatri Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.2.2023.75-9

Abstract

Latar belakang. Ibu dan anak merupakan kelompok rentan dalam keluarga dan sekitarnya sehingga perlu mendapatkan prioritas dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Buku Kesehatan Ibu dan Anak berperan sebagai alat deteksi dini gangguan kesehatan ibu dan anak, serta sebagai alat komunikasi yang memberikan informasi dan penyuluhan tentang pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk rujukan dan standar pelayanan, gizi, imunisasi, dan tumbuh kembang balita kepada ibu, keluarga, dan masyarakat. Pemanfaatan buku ini terkendala oleh pengetahuan dan sikap orang tua yang rendah.Tujuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap orang tua mengenai Buku Kesehatan Ibu dan Anak terhadap perilaku pemanfaatannya.Metode. Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang yang menggunakan data primer kuesioner di Puskesmas Padang Bulan, Padang Bulan Selayang II, dan Darussalam.Hasil. Dari 90 sampel penelitian memiliki tingkat pengetahuan baik (57,8%), dan cukup (42,2%). Tingkat sikap adalah baik (97,8%), dan cukup (2,2%). Perilaku pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak adalah tidak memanfaatkan (73,3%) dan memanfaatkan (26,7%). Berdasarkan analisis bivariat menggunakan chi-square, hubungan pengetahuan orang tua (p=0,019) dan sikap orang tua (p=1) terhadap perilaku pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Kesimpulan. Lebih banyak orang tua yang tidak memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak daripada yang memanfaatkannya. Pengetahuan dan sikap orang tua mengenai Buku Kesehatan Ibu dan Anak adalah baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan orang tua mengenai Buku Kesehatan Ibu dan Anak terhadap perilaku pemanfaatannya, tetapi tidak terdapat hubungan antara sikap orang tua mengenai Buku Kesehatan Ibu dan Anak terhadap perilaku pemanfaatannya. 
Hubungan Status Nutrisi dan Morbiditas pada Anak dengan Kolestasis Kronik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Nur Aryani; Fatima Safira Alatas
Sari Pediatri Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.2.2023.99-105

Abstract

Latar belakang. Kolestasis adalah suatu kondisi gangguan aliran empedu yang memengaruhi asupan nutrisi dan perkembangan anak. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan status nutrisi dan morbiditas pada anak dengan kolestasis kronik. Metode. Studi ini menggunakan metode kohort retrospektif yang melibatkan 97 pasien anak dengan kolestasis kronik. Data antropometri, usia, jenis kelamin, penyebab dasar penyakit, dan morbiditas pasien kemudian dikumpulkan dan dievaluasi. Status nutrisi dinilai berdasarkan kurva WHO 2006. Hasil. Hasil menunjukkan bahwa 46% pasien mengalami kondisi gizi buruk dan 27% gizi kurang berdasarkan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LLA) per usia, sementara 66% pasien termasuk ke dalam kategori pendek dan 30% sangat pendek berdasarkan tinggi badan (TB) per usia. Studi ini menunjukkan hubungan antara common cold dan gizi buruk pada anak dengan kolestasis kronik. Kesimpulan. Meski terdapat hubungan antara pruritus, gangguan gastrointestinal, dan perdarahan saluran cerna dengan status gizi, tetapi tidak menunjukkan hasil yang signifikan setelah analisis multivariat. Faktor lain seperti organomegali, asites, dan defisiensi nutrisi tertentu juga berkontribusi terhadap penurunan nafsu makan dan berpotensi mengakibatkan gizi buruk pada anak. Penemuan ini menegaskan pentingnya tatalaksana gizi yang komprehensif dan penanganan dini bagi pasien anak dengan kolestasis kronik.
Hubungan Adiksi Internet dengan Gangguan Psikososial pada Remaja Jeanette I. Ch. Manoppo; Lidya Lustoyo Putrajaya; Hesti Lestari
Sari Pediatri Vol 25, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp25.2.2023.80-6

Abstract

Latar belakang. Kelompok pengguna internet tertinggi adalah remaja awal, penggunaan internet yang berlebihan ini dapat menimbulkan masalah psikososial. Saat memasuki usia tersebut merupakan waktu yang tepat untuk mulai mendeteksi agar diagnosis dan intervensi dapat dilakukan lebih awal.Tujuan. Untuk mengevaluasi hubungan adiksi internet dengan gangguan psikososial pada remaja. Metode. Penelitian ini merupakan studi observasional menggunakan rancangan potong lintang. Penelitian ini memperoleh data 670 siswa pada delapan Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Malalayang, Manado. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2022. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner google form yang berisi Kuesioner Diagnostik Adiksi Internet dan Pediatric Symptom Checklist. Hasil analisis regresi ditampilkan sebagai odds ratio dengan interval kepercayaan 95%, dan nilai p. Semua prosedur pengujian menggunakan tingkat kepercayaan ?=0,05.Hasil. Hasil analisis regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa adiksi internet signifikan berisiko terhadap gangguan psikososial pada remaja dengan nilai adjusted OR 4,238 (Interval Kepercayaan 95% 2,93:6,06) nilai p < 0,001.Kesimpulan. Penelitian ini mendapatkan bahwa remaja yang mengalami adiksi internet meningkatkan risiko terjadinya gangguan psikososial jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami adiksi internet.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue