cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2002)" : 8 Documents clear
Defisiensi Asam Folat Helena Anneke Tangkilisan; Debby Rumbajan
Sari Pediatri Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.729 KB) | DOI: 10.14238/sp4.1.2002.21-5

Abstract

Asam folat adalah salah satu vitamin, termasuk dalam kelompok vitamin B, merupakansalah satu unsur penting dalam sintesis DNA (deoxyribo nucleic acid). Unsur inidiperlukan sebagai koenzim dalam sintesis pirimidin. Kebutuhan meningkat pada saatterjadi peningkatan pembentukan sel seperti pada kehamilan, keganasan dan bayiprematur. Anemia megaloblastik merupakan manifestasi paling khas untuk defisiensiasam folat, walaupun ternyata defisiensi asam folat dapat menyebabkan kelainan-kelainanyang berat mengenai jaringan non hemopoetik. Kelainan ini bahkan sudah bermanifestasisebagai kelainan kongenital yaitu neural tube defect (NTD). Defisiensi asam folat jugamengakibatkan peningkatan homosistenin plasma (hiperhomosisteinemia) yang dianggapsebagai salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular berupa aterosklerosis. Mengingatbesarnya risiko akibat defisiensi folat, FDA (Food and Drug Administration)menganjurkan fortifikasi folat pada makanan yang banyak dikonsumsi sehari-hari olehmasyarakat seperti susu, dengan upaya menurunkan angka prevalensi defisiensi folat.
Histiositosis Sel Langerhans Bulan Ginting Munthe
Sari Pediatri Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2148.375 KB) | DOI: 10.14238/sp4.1.2002.13-20

Abstract

Histiositosis sel Langerhans (HSL) adalah penyakit akibat proliferasi sel Langerhans diberbagai jaringan organ. Penyakit ini mempunyai gejala klinis yang bervariasi menyerupaipenyakit lain sehingga diagnosisnya menjadi sulit. Sampai saat ini penyebabnya secarapasti belum diketahui, terakhir diketahui lesi pada penyakit ini menunjukkan klonalitas.Diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria The Histiocyte Society yaitu presumptive,designated dan definitive HSL jika pada pemeriksaan mikroskop elektron ditemukangranula Birbeck. Tatalaksana penyakit ini tergantung pada jumlah sistem organ yangterlibat. Bila melibatkan multisistem pada umumnya menggunakan rejimen prednisolon,vinblastin dan etoposid dengan dosis dan jangka waktu yang berbeda-beda karena belumada rejimen baku. Prognosis dipengaruhi oleh usia, disfungsi organ dan respons terhadappengobatan.
Gambaran Klinis dan Laboratoris Diabetes Mellitus tipe-1 pada Anak Saat Pertama Kali Datang ke Bagian IKA-RSCM Jakarta Aman B Pulungan; Riza Mansyoer; Jose RL Batubara; Bambang Tridjaja AAP
Sari Pediatri Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.1.2002.26-30

Abstract

Diabetes Mellitus tipe-1 merupakan salah satu penyakit kronis yang sampai saat inibelum dapat disembuhkan. Walaupun demikian, berkat kemajuan teknologi kedokterankualitas hidup pasien DM tipe-1 dapat terpelihara. Sebagian besar kasus DM pada anaktermasuk di dalam DM tipe-1, namun sedikit sekali tulisan di Indonesia mengenaikarakteristik klinis dan laboratorium DM tipe-1. Hal ini mengakibatkan banyak tenagamedis yang tidak mengetahuinya sehingga sering sekali salah dalam mendiagnosis pasienDM tipe-1. Pasien DM tipe-1 sebagian besar mempunyai riwayat perjalanan klinis,dengan poliuria, polidipsia, polifagia, dan berat badan yang cepat menurun. Untukmengurangi keterlambatan diagnosis maka kewaspadaan terhadap DM tipe-1 merupakankata kunci. Telah dilakukan penelitian deskriptif retrospektif pada semua pasien DMtipe-1 yang berobat ke Bagian IKA-RSCM antara tahun 1989-1999. Seluruh subyekpenelitian diambil dari catatan medis dan didapat 41 kasus dengan DM tipe-1 dengansebagian besar anak perempuan. Usia terbanyak saat datang pertama kali ke BagianIKA-RSCM pada usia 5-10 tahun (56%). Dari 41 kasus DM tipe-1, hanya 31% yangmempunyai keturunan keluarga DM. Saat datang ke Bagian IKA-RSCM 66% dengankatoasidasis diabetik, 71% menderita gizi kurang dan seluruh pasien datang dengankeluhan poliuria, polidipsia, polifagia dan adanya penurunan berat badan yang progresif.Gangguan kesadaran juga menyertai pasien dengan KAD. Kadar gula darah pasien DMtipe-1 terbanyak antara 300-500 mg/dl (51%). Semua pasien pada saat awal diagnosiskadar HbA1c di atas normal dan C-peptida di bawah normal.
Gangguan Metabolik pada Leukemia Limfositik Akut dengan Hiperleukositosis Endang Windiastuti; Caroline Mulawi
Sari Pediatri Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.1.2002.31-5

Abstract

Salah satu kegawatan onkologi adalah hiperleukositosis, yang ditandai denganmeningkatnya jumlah leukosit darah perifer lebih dari 100000 per ul. Hiperleukositosisdapat ditemukan pada 6-15% kasus leukemia limfositik akut, 13-22% kasus leukemianon-limfositik akut dan pada hampir semua kasus mielogenus kronis. Komplikasi akantimbul apabila keadaan ini tidak ditangani segera, seperti perdarahan intrakranial,perdarahan pulmonal, serta gangguan metabolik akibat lisis dari sel leukemia. Gangguanmetabolik yang mengikuti keadaan tumor lysis syndrom ini berupa hiperurisemia,hiperkalemia, hiperfosfatemia dan hipokalsemia sekunder, serta kadang-kadangditemukan asidosis laktat. Di Bagian IKA FKUI/RSCM Jakarta terdapat 57 (22%) pasienLLA dengan hiperleukositosis dan gangguan metabolik yang paling menonjol ialahhiperurikemia (38,5%) dan asidosis laktat (46%). Untuk mengatasi gangguan metabolikpada hiperleukositosis dilakukan hidrasi dan alkalinisasi, serta pemberian allopurinol.Tentunya keadaan ini memerlukan pemantauan yang ketat, sehingga kita tahu kapanhidrasi dihentikan dan kapan sitostatika dapat dimulai. Prognosis pasien leukemialimfositik akut dengan hiperleukositosis pada umumnya buruk.
Pengaruh Lama Pengobatan Awal Sindrom Nefrotik terhadap Terjadinya Kekambuhan Partini P Trihono; Eva Miranda Marwali; Husein Alatas; Taralan Tambunan; Sudung O Pardede
Sari Pediatri Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.1.2002.2-6

Abstract

Sebagian besar sindrom nefrotik pada anak memberikan respons yang baik padapengobatan awal dengan steroid. Namun sekitar 57% di antaranya menunjukkankekambuhan berulang yang memerlukan pengobatan steroid yang berulang-ulang, hinggasebagian menunjukkan efek toksik. Pemberian steroid awal yang lebih lama dapatmengurangi jumlah pasien yang mengalami kambuh sering. Di Bagian Ilmu KesehatanAnak FKUI-RSCM telah dilakukan penelitian uji klinik terhadap 2 kelompok pasienbaru sindrom nefrotik. Kelompok I mendapat terapi steroid 60mg/m2/hari (FD) selama4 minggu yang dilanjutkan dengan dosis 40mg/m2/hari selang sehari (AD) selama 4minggu, sedang kelompok II mendapat terapi steroid FD dan AD masing-masing selama6 minggu. Terhadap kedua kelompok tersebut diikuti selama 1 tahun untuk melihatkekeraban kekambuhannya. Dalam tahun 1994-1998 terdapat 35 anak yang memenuhikriteria inklusi, namun hanya 18 anak (10 anak kelompok I dan 8 anak kelompok II)yang menyelesaikan terapi dan ikut dalam observasi selama 1 tahun. Tidak didapatkanperbedaan klinis dan laboratoris pada kedua kelompok tersebut. Kekambuhan pertamakali timbul dalam 4 minggu setelah pengobatan pada 2 dari 8 (25%) anak kelompok IIdan 3 dari 10 (30%) anak kelompok I. Kekambuhan lebih dari 2 kali atau lebih dalam 6bulan pertama setelah pengobatan terdapat pada 4 (40%) anak kelompok I dan 2 (25%)anak kelompok II, sedangkan kekambuhan 4 kali atau lebih dalam 1 tahun setelahpengobatan tidak ditemukan pada kelompok II, namun didapatkan pada 2 (20%) anakkelompok I. Terdapat 1 (10%) anak kelompok I dan 2 (25%) anak kelompok II yangtidak pernah kambuh. Disimpulkan bahwa sindrom nefrotik yang mendapat terapi steroidawal lebih lama (12 minggu) mempunyai kecenderungan lebih jarang kambuh biladibandingkan dengan kasus yang mendapat terapi steroid awal lebih pendek (8 minggu).
Senam Otak Titi S. Sularyo; Setyo Handryastuti
Sari Pediatri Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.1.2002.36-44

Abstract

Proses belajar, berpikir, kreatifitas dan kecerdasan sesungguhnya tidak hanya melibatkanotak tetapi juga seluruh tubuh. Sensasi, gerakan, emosi dan fungsi integrasi otak semuabersumber pada tubuh kita. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang bisamenghubungkan akal (mind) dan tubuh (body). Senam otak merupakan kumpulangerakan-gerakan sederhana yang bertujuan menghubungkan atau menyatukan akal dantubuh.
Peran Hipersensitivitas Makanan pada Dermatitis Atopik D. Takumansang Sondakh
Sari Pediatri Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp4.1.2002.7-12

Abstract

Patogenesis hipersensitivitas makanan terhadap dermatitis atopik telah mengalamiperubahan pada akhir abad ini. Peran hipersensitivitas tipe I yang diperantarai oleh Ig Edalam patogenesis dermatitis atopik telah banyak diperdebatkan. Tujuan penelitian iniialah untuk mengetahui peran hipersensitivitas makanan pada kasus dermatitis atopikdan untuk mengetahui apakah uji tusuk kulit bermanfaat untuk diagnosis reaksihipersensitivitas. Telah dilakukan penelitian prospektif pada seluruh pasien dermatitisatopik yang dirawat di RSUP Manado selama periode Januari 1998 sampai Desember1999. Subyek penelitian ini ialah pasien dermatitis atopik yang berusia 4 bulan – 12tahun yang bersedia untuk melakukan uji tantangan. Data yang dikumpulkan meliputianamnesis, uji tusuk kulit (skin prick test), dan eliminasi makanan yang dicurigai. Analisisdata menggunakan distribusi frekuensi. Tiga puluh pasien memenuhi kriteria inklusiterdiri dari 15 laki-laki dan 15 perempuan. Enam belas pasien mempunyai riwayat alergiterhadap makanan yang dicurigai dan 16 penderita disertai penyakit alergi lain. Limabelas pasien mempunyai riwayat atopi pada salah satu orang tua, 3 pasien lainnya riwayatatopi ditemukan pada kedua orang tua. Pada uji tantangan makanan ditemukan 19pasien mempunyai manifestasi alergi yang dicetuskan oleh makanan, yaitu berturutturut40%, 53% dan 40% oleh telur, ikan dan udang. Uji tusuk kulit yang terdiri atas20 jenis alergen makanan dilakukan pada semua pasien yang berumur diatas 2 tahundengan hasil 12 anak di antaranya memberikan hasil positif. Penelitian ini menyimpulkanbahwa hipersensitivitas makanan berperan dalam patogenesis dermatitis atopik padabeberapa anak. Diagnosis dan pengaturan diit yang tepat dapat memperbaiki gejalaklinik yang timbul.
Telaah Kritis Makalah Uji Klinis Partini Pudjiastuti Trihono
Sari Pediatri Vol 4, No 1 (2002)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.444 KB) | DOI: 10.14238/sp4.1.2002.45-8

Abstract

Evidence based medicine (EBM) ialah suatu carapendekatan untuk memanfaatkan buktimutakhir yang sahih dalam tatalaksana pasien.Untuk dapat memanfaatkan bukti mutakhirdiperlukan kemampuan untuk melakukan telaah kritisterhadap makalah atau hasil penelitian orang lainsebelum kita mengadopsi hasil penelitian tersebut. Carapendekatan EBM mengajarkan pokok-pokok untukmelakukan telaah kritis terhadap sebuah makalahdengan 3 patokan yang disingkat sebagai VIA, yaitu:"Validity" atau kesahihan penelitian, "Important" yangberarti pentingnya hasil penelitian, serta "Applicability"penerapan (aplikasi) hasil penelitian tersebut padalingkungan kita

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue