cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2004)" : 8 Documents clear
Podosit dan Slit Diafragma serta Perannya Sudung O. Pardede
Sari Pediatri Vol 6, No 3 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.517 KB) | DOI: 10.14238/sp6.3.2004.119-24

Abstract

Podosit dan slit diafragma adalah bagian dari dinding kapiler glomerulus ginjal yangmempunyai peran yang sangat penting dalam filtrasi glomerulus. Berbagai molekulterdapat pada podosit dan slit diafragma yang berperan penting dalam integritas prosesfiltrasi. Foot processes podosit berinteraksi dengan slit diafragma melalui interaksi antaranefrin dan Neph1 dalam slit diafragma dengan molekul adapter intraselular padamembran foot processes. Molekul adapter intraselular dalam membran foot processespodosit antara lain podosin, CD2AP, ZO-1, a-aktinin-4, dan katenin. Slit diafragmamengandung nefrin, Neph1 dan protein lain seperti P-kaderin dan FAT. Nefrin danNeph1 berinteraksi satu dengan yang lain menjadi tulang punggung slit diafragma.Dalam keadaan normal, foot processes dan slit diafragma membentuk sawar filtrasisehingga hanya molekul tertentu saja yang dapat lolos ke ruang urin. Kelainan pada footprocesses dan slit diafragma dapat menyebabkan proteinuria. Proteinuria pada penyakitginjal proteinurik dapat terjadi karena berkurangnya muatan anion MBG (membranbasalis glomerulus) yang akan meningkatkan pasase protein plasma yang bermuatannegatif melalui filter. Lepasnya foot processes podosit dari membran basalis glomerulusakan meningkatkan aliran plasma melewati membran basalis glomerulus yang gundul,dan kelainan fungsional dan struktural pada komponen slit diafragma menyebabkankebocoran protein melalui slit pore podosit.
Penggunaan Sildenafil pada Anak dengan Hipertensi Pulmonal Sri Endah Rahayuningsih; Nono Sumarna; Armijn Firman; Dani Kurnia
Sari Pediatri Vol 6, No 3 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp6.3.2004.125-8

Abstract

Hipertensi pulmonal merupakan penyakit yang jarang akan tetapi mempunyai tingkatmortalitas yang tinggi. Peran vasodilator, menurut beberapa penelitian dapatmeningkatkan survival rate pasien hipertensi pulmonal. Beberapa laporan kasusmemperlihatkan efektifitas sildenafil sebagai PDE5 inhibitor dalam menurunkan tekananrata-rata arteri pulmonal. Oleh karena itu sildenafil dapat dipertimbangkan sebagai pilihanterapi untuk anak dengan hipertensi pulmonal
Penggunaan Metilxantin pada Bayi Prematur dengan Apne Idiopatik Susprawita Sari; Guslihan Dasa Tjipta; Dachrul Aldy
Sari Pediatri Vol 6, No 3 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp6.3.2004.129-33

Abstract

Apne idiopatik pada bayi prematur terjadi tanpa faktor predisposisi yang teridentifikasi.Insidens apne idiopatik bervariasi, berbanding terbalik dengan usia gestasi. Awitan apneidiopatik biasanya terjadi pada hari kedua sampai hari ketujuh kehidupan, jarang padahari pertama. Diagnosis dibuat berdasarkan gejala klinis. Apne pada bayi prematur yangbukan disebabkan oleh faktor yang teridentifikasi dapat diobati dengan metilxantin(kafein, teofilin). Metilxantin merangsang ventilasi melalui mekanisme sentral ataudengan peningkatan kekuatan diafragma. Kafein lebih disukai daripada teofilin karenakafein mempunyai beberapa keuntungan dan efek samping yang lebih sedikit. Pemberianobat harus disertai monitoring konsentrasi plasma dan klinis yang hati-hati.
Peran Imunoterapi pada Alergi Sengatan Lebah Ahmad Faisal; H.M. Sjabaroeddin Loebis
Sari Pediatri Vol 6, No 3 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp6.3.2004.104-9

Abstract

Lebah termasuk famili Apidae dari ordo Hymenoptera dari kelas Insekta. Alergiakibat sengatan lebah dapat berupa reaksi lokal maupun sistemik yang dapatmenimbulkan efek ke berbagai organ sampai menyebabkan kematian. Imunoterapiadalah pengobatan dengan cara menyuntikkan alergen kepada pasien dengan tujuanmengurangi atau mengeliminasi respon alergi. Imunoterapi alergi sengatan lebahdiindikasikan pada keadaan anafilaksis yang disebabkan oleh sengatan lebah, distresjantung dan paru setelah sengatan, adanya IgE spesifik terhadap bisa lebah,kemungkinan terpajan ulang terhadap lebah, serta kesanggupan dari pasien.Imunoterapi alergi sengatan lebah terbukti efektif dan bermanfaat pada penangananalergi sengatan lebah.
Studi Sero epidemiologi pada Antibodi Mumps Anak Sekolah Dasar di Jakarta Hindra Irawan Satari; Nia Kuniati; Corry S Matondang; Zakiudin Munasir; Jose RL Batubara; Mulyadi Mulyadi
Sari Pediatri Vol 6, No 3 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp6.3.2004.134-7

Abstract

Parotitis merupakan penyakit sistemik pada anak yang sampai saat ini masih seringdijumpai. Mumps merupakan salah satu virus penyebab parotitis yang tersering. Saat inisudah tersedia vaksin yang dapat mencegah parotitis yang disebabkan oleh mumps.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana vaksinasi mumps diperlukanpada masa kanak-kanak, dengan mengetahui berapa tinggi tingkat perlindungan kekebalanalamiah. Penelitian seksi silang ini dilakukan di salah satu SD di Jakarta Pusat pada muridmuridyang duduk di kelas I dan VI. Setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisis,dilakukan pengambilan sampel darah untuk uji ELISA terhadap IgG spesifik mumps.Data diolah dengan mengunakan program SPSS versi 6. Terkumpul 127 sampel darahdari 69 anak laki-laki dan 58 anak perempuan. Kelompok ini dibagi dua menjadi kelompokI umur 5- 7 tahun, serta kelompok II umur diatas 5-7 tahun. Berdasarkan anamnesisdidapatkan 24 anak dari 2 kelompok pernah menderita parotitis, yang mana terbagi ataskelompok I sebanyak 15 anak (62,5 %) dan 9 anak (37,5%) dari kelompok II. Meskipunsudah diimunisasi MMR masih ada 3 orang dari kelompok I yang dikatakan oleh orangtua tetap menderita parotitis, sehingga diperkirakan daya lindung vaksinasi mumps terhadapanak-anak ini sekitar 85 %. Dari penelitian ini didapatkan pula data anak yang memilikikekebalan alamiah sebanyak 25,6%. Sebagai kesimpulan, vaksinasi mumps memangdiperlukan pada masa kanak-kanak. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukansaat yang tepat untuk pemberian suntikan ulangan.
Sindrom Kasabach-Merritt Ellya Marliah; Dajajadiman Gatot
Sari Pediatri Vol 6, No 3 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp6.3.2004.110-4

Abstract

Seorang bayi perempuan berumur 4 bulan, dirawat di departemen Ilmu Kesehatan AnakRS Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan diagnosis sindrom Kasabach-Merrit(SKM). Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya bercak berwarna ungu sejak lahiryang membesar dan melebar dengan cepat. Hasil laboratorium menunjukkan adanyaanemia hemolitik dan trombositopenia sebagai akibat gangguan koagulasi konsumtif.Pemeriksaan MRA (magnetic resonance angiography) menunjukkan adanya hemangiomkavernosa besar di seluruh otot tungkai atas kanan dengan tanda infiltrasi ke dalamrongga pelvis. Tidak tampak tanda organomegali dan hidronefrosis. Pada pasien initidak dilakukan biopsi karena dikhawatirkan terjadinya perdarahan. Terapi yang diberikanialah kombinasi triamsinolon dan bleomisin. Kombinasi kedua obat tersebut memberikanrespons yang baik, terlihat terjadi pengecilan lesi dan perbaikan parameter hematologis.Tindakan operasi tidak dilakukan karena lesi yang terlalu besar, namun ternyata denganterapi konservatif dapat mangatasi menifestasi klinis yang timbul.
Masalah Tidur pada Anak MF Conny Tanjung; Rini Sekartini
Sari Pediatri Vol 6, No 3 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1320.474 KB) | DOI: 10.14238/sp6.3.2004.138-42

Abstract

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, kebutuhan tidur untuk semua umurberbeda. Tidur merupakan keadaan berkurangnya tanggapan dan interaksi dengan lingkunganyang bersifat reversibel dan berlangsung cepat. Gangguan tidur dapat terjadi pada anakdengan manifestasi kesulitan pada saat mulai tidur, mempertahankan tidur, atau gangguanyang berhubungan dengan pernapasan. Penyebab gangguan tidur dapat bersifat internalmaupun eksternal. Faktor lingkungan dapat mempengaruhi kualitas tidur pada anak, demikianpula perilaku dan kebiasaan dapat dihubungkan dengan gangguan tidur.Pengukuran kualitas tidur dapat dilakukan menggunakan polisomnografi (PSG) danaktigrafi (ACG). Cara lain untuk mendeteksi gangguan tidur menggunakan kuesioneratau interview. Brief screening questionnaire for infants sleep problem merupakan kuesioneryang sudah divalidasi terhadap ACG. Tidur yang buruk berdampak negatif terhadap mooddan perilaku bahkan dapat bermanifestasi sebagai gejala psikiatrik. Penanganan bersifatmultifaktor, kadang - kadang terapi medikamentosa dapat digunakan pada kasus khusus.
Prevalensi Mikropenis pada Murid Taman Kanak - Kanak Hakimi Hakimi; Charles Darwin Siregar; Melda Deliana
Sari Pediatri Vol 6, No 3 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.715 KB) | DOI: 10.14238/sp6.3.2004.115-8

Abstract

Penis kecil yang sering dikeluhkan orang tua pada umumnya mengenai ukuranpanjangnya. Sebenarnya selain dimensi panjang penis, diameter maupun konsistensipenis perlu diperhatikan juga apakah normal atau tidak. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui ukuran penis anak usia 2-6 tahun di Kelompok Bermain dan Taman Kanakkanak.Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Data penelitian diperoleh darikunjungan pada empat Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Madya Medan yaitu TKHarapan, TK Al-Azhar, TK Al-Ikhsan, dan TK Yayasan Pendidikan ShafiyyatulAmaliyyah (YPSA) pada tanggal 16–19 Oktober 2004. Responden pada penelitian iniberjumlah 107 anak berusia 2- 6 tahun. Diagnosis mikropenis ditegakkan bila ukuranpanjang penis kurang dari -2,5 SD untuk usia tanpa disertai kelainan anatomis penissedangkan small penis adalah bila ukuran panjang penis berada di antara nilai rerata dan-2,5 SD. Dijumpai 9 anak dengan gizi lebih (>NCHS), 2 anak obesitas (IMT>P95) , 7anak gizi baik (P3- NCHS) dan 91 anak gizi kurang (<NCHS). Pengukuran tinggibadan dijumpai 2 anak perawakan tinggi (>NCHS), 3 anak perawakan pendek (<NCHS),dan 102 anak perawakan normal (P3- NCHS). Pada penelitian ini ditemui 20 kasusmikropenis (18,7%), small penis ditemukan 77 kasus (72%) sedangkan yang memilikiukuran penis normal 10 orang (9,4%).

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue