cover
Contact Name
Iin Purnamasari
Contact Email
mpp@upgris.ac.id
Phone
+6224-8451279
Journal Mail Official
mpp@upgris.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas PGRI Semarang, Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang Demikian permohonan ini, atas perhatian dan bantuannya kami sampaikan terimakasih.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran
  • mediapenelitianpendidikan
  • Website
ISSN : 1978936X     EISSN : 25280562     DOI : -
Core Subject : Education,
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, dengan nomor ISSN 1978-936X (cetak) dan ISSN 2528-0562 (online) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran merupakan Jurnal Nasional Terakreditasi Peringkat 5 sesuai SK Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia No.: 85/M/KPT/2020, memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pendidikan. Lingkup bidang pendidikan antara lain meliputi pendidikan di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pendidikan. Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2014)" : 8 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT DESAIN BATIK MENGGUNAKAN TEKNIK TRACING PESERTA DIDIK KELAS VIII B SMP NEGERI1 TEGOWANU KABUPATEN GROBOGAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013/2014 M Kristanto; Suwandi .
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.697 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v8i1 juni.706

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui: (1) Meningkatkan kemampuan membuat desain batik melalui pendekatan tracing peserta didik kelas VIII B SMP Negeri 1 Tegowanu Kabupaten Grobogan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian tindakan (action research) yang dirancang melalui dua siklus melalui prosedur: (1) perencanaan (planning), (2) pelaksanaan tindakan (action), (3) pengamatan (observation), (4) refleksi (reflecsion) dalam tiap-tiap siklus. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Penilaian hasil karya yang didapat pada siklus I dan ?é?áII menunjukkan peningkatan hasil kempuan antara lain dari ide terdapat peningkatan rata-rata?é?á 7,22, dilihat dari bentuk terdapat peningkatan rata-rata 5,78, dilihat dari warna terdapat peningkatan rata-rata 3,79, dilihat dari teknik terjadi kenaikkan rata-rata 6,25, dilihat dari komunikasi terjadi kenaikkan ?é?árata-rata 4,73, dilihat dari semangat kerja terjadi kenaikkan rata-rata 754, dilihat dari dari percaya diri terjadi kenaikkan rata-rata 3,35, dan dilihat dari kesungguhan terjadi kenaikkan rata-rata 7,92. Kata Kunci :Menggambar desain, Teknik Tracing
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENJUMLAHKAN BILANGAN BULAT MELALUI MEDIA BALOK GARIS BILANGAN DI KELAS IV SEMESTER II SD NEGERI NGALURAN 04 KECAMATAN KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2006/2007 Sapon .
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.004 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v8i1 juni.705

Abstract

Abstrak Selama ini prestasi belajar siswa pada pelajaran matematika masih jauh dari harapan kita. Dalam pembelajaran matematika harus diciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan,aktif,dan kreatif. Supaya tercipta pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan maka perlu adanya alat bantu pelajaran/alat peraga. Penelitian ini dilaksanakan secara berulang /siklus, dan siklus I peneliti menggunakan media garis bilangan untuk materi operasi bilangan bulat. Namun anak-anak belum sepenuhnya memahami konsep yang kami berikan. Siklus II, dalam siklus II media yanga dipakai diganti dengan media balok garis bilangan dengan prinsip kerja mudah dimengerti oleh anak. Hasil pengamatan (Siklus I) dari team kolaborasi ternyata dari 39 orang siswa, hanya 20 orang siswa yang bisa mengerjakan dengan benar (51, 28 %),sedang yang 19 orang (48,72 %) belum bisa mengerjakan dengan benar. Hasil observasi dan refleksi (Siklus II), hasilnya cukup menggembirakan dari 39 orang siswa terdapat 35 orang siswa (89,74 %) dapat mengerjakan soal dengan benar. Sisanya atau 4 orang siswa (10, 26 %) belum sepenuhnya mampu mengerjakan dengan tepat. Jadi dengan bantuan media balok garis bilangan ini sangat membantu siswa dalam memahami penngurangan bilangan bulat negatif. Kata Kunci : Peningkatan kemampuan, balok garis bilangan
ANALISIS SWOT SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN IKIP PGRI SEMARANG1 MARYADI .
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.013 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v8i1 juni.694

Abstract

AbstractIn it age of ?óÔé¼?ª / fourty five years old, IKIP PGRI Semarang has been challenging to solve various problems internally and externally, it is challenged to the develop the quality of the humand resourses as this dozen of IKIP PGRI Semarang have been Profesors, Doctors, and magisters and management, to raise fund and building. Externally, it is challenged to respond to the globalization, development of technology and information system. Development of relations to university Malaysia, relations to teacher?óÔé¼Ôäós Brunei Darusalam and soon.Based on the internal and external condition, IKIP PGRI Semarang has opportunities and the same time challengers. In order to understand and to respond to the these all things it is necessary to analyze them by SWOT, by which the weaknesses and challengers internally and externally can be solved smoothly, and the same time can develop its strength and opportunities to be able to achieve the good of founding IKIP PGRI Semarang. Therefore, SWOT can be used a strategy to develop and achieve the goal of the founding of IKIP PGRI Semarang.Furthermore, to anticipate and to solve the problems and challengers of the IKIP PGRI Semarang it has been founded and development strategy program. This program purposes to respond the challengers and to provite the need of the society nowadays and future. The strategy is consisted of ten affairs, namely institutional, management, human resouses, curriculum library, research, community development, students affair, building, the cooperation with other institution affair, building, the cooperation with other institution in Indonesia and Foreigner).Key Words: Analyze, SWOT, DevelopmentAbstrakMenginjak empat puluh lima tahun, IKIP PGRI Semarang telah menantang untuk memecahkan berbagai masalah internal dan eksternal, ia ditantang untuk mengembangkan kualitas SDM. Secara eksternal, ia ditantang untuk merespon globalisasi, perkembangan Brunei Darusalam dan segera lainnya .Berdasarkan kondisi internal dan eksternal, IKIP PGRI Semarang memiliki peluang dan penantang waktu yang sama. Dalam rangka untuk memahami dan merespon ini perlu dilakukan analisis SWOT. SWOT digunakan sebagai strategi untuk mengembangkan dan mencapai tujuan berdirinya IKIP PGRI Semarang .Selain itu, untuk mengantisipasi dan memecahkan masalah dan penantang dari IKIP PGRI Semarang itu telah didirikan program strategi pembangunan. Tujuan program ini untuk merespon penantang dan kebutuhan masyarakat saat ini dan masa depan. Strategi ini terdiri dari sepuluh hal, yaitu kelembagaan, manajemen, SDM , perpustakaan kurikulum, penelitian,1 Hasil Penelitian Tahun ?2 Dosen PPs (S-2) Universitas PGRI Semarangpengembangan masyarakat, mahasiswa, bangunan, kerjasama dengan institusi lain di Indonesia dan luar negeri.Kata kunci: Analisis , SWOT , Pembangunan
PENINGKATAN KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA DALAM MENULIS ILMIAH MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING MELALUI COLLABORATIVE WRITING AND MULTIPLE DRAFTING Murtono .
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.337 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v8i1 juni.711

Abstract

Abstract As one of the final goal of?é?á Indonesian learning, writing skill is the most complex skill if is it compared with the other three skills (listening, reading and speaking). Putting forward idea, thought, and point of view through written language is not easy work, especially for beginners. Therefore, it is needed certain ways (tips) to do it. This research of collaborative and multiple drafting learning model is chosen by the writer to enhance the Indonesian skill in making academic writing. It is a classroom action research. This research is done in some cycles, with evaluation for each cycle. From the result of these cycles. It is found out significant improvement of learning result, in term of either motivation in learning process, evaluation result of final cycle, or students?óÔé¼Ôäó attitude?é?á towards this model. From the result of observation, it is found out some data about seriousness, motivation, participation and activeness which show a very high level. It show an outstanding improvement of motivation. Additionally the result (achievement) of student?óÔé¼Ôäós Indonesian skill in making academic writing is very significantly improving in which in the preliminary stage, the grade is only 58, while in first cycle it gets improvement of grade of 74, and it also improves in the second cycle of 92 grade. The students?óÔé¼Ôäó response towards this mode is also good (positive). Key Words: language skill, collaborative writing and multiple drafting
PENGGUNAAN METODE STAD DENGAN MEDIA ARTIKEL BERITA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 1 KEBONAGUNG TAHUN 2012/20131 Edy Budi Santosa
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.66 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v8i1 juni.698

Abstract

AbstractBased on the test results and exercises for the students of class VIII E , find the main idea skills through intensive reading students held low . Students do not understand the process and how to read that well , to be able to find the main idea through intensive reading .The research was conducted in class VIII E the number of 38 students . Locations in SMP Negeri 1 Kebonagung Demak 2012/2013 school year between March to May 2013. The study was conducted in two cycles aimed to improve reading skills through intensive STAD method . Each cycle consisted of four stages , namely planning, action , observation , and reflection .Results from prasiklus , the average value reached 63.8 % grade with moderate category . In the first cycle class average value increased to 68.6 % with moderate category , meaning there was an increase of 4.8 prasiklus to cycle I. In the second cycle the average value reached 77.8 % grade with good category , meaning there an increase of 9.2 from the first cycle to the second cycle .Student achievement in reading intensive with STAD method followed by changes in student behavior to a more positive direction . This is evident from the results nontes which includes observation, journals , and interviews with students . The students were on prasiklus seemed less enthusiastic and lazing while following the classroom , in the first cycle and the second seemed to become more active , serious , and enthusiastic about learning the teacher .Keywords: STAD method , news articles, intensive readingAbstrakBerdasarkan hasil ulangan dan latihan bagi para siswa kelas VIII E, keterampilan menemukan gagasan utama melalui membaca intensif yang dimiliki para siswa masih rendah. Siswa kurang memahami proses dan cara membaca yang baik, agar mampu menemukan gagasan utama melalui membaca intensif.1 Hasil Penelitian 20132 Guru SMPN 1 Kebonagung2Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII E dengan jumlah siswa 38 orang. Lokasi di SMP Negeri 1 Kebonagung Kabupaten Demak tahun pelajaran 2012/2013 antara bulan Maret sampai dengan Mei 2013. Penelitian yang dilakukan dalam dua siklus ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca intensif melalui metode STAD. Setiap siklus yang dilakukan terdiri atas empat tahapan, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Hasil dari prasiklus, nilai rata-rata kelas mencapai 63,8 % dengan katagori sedang. Pada siklus I nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan menjadi 68,6 % dengan katagori sedang, artinya terjadi peningkatan 4,8 dari prasiklus ke siklus I. Pada siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 77,8% dengan katagori baik, artinya ada peningkatan sebesar 9,2 dari siklus I ke siklus II.Prestasi siswa dalam membaca intensif dengan metode STAD diikuti oleh perubahan tingkah laku siswa ke arah yang lebih positif. Hal itu terlihat dari hasil nontes yang meliputi hasil observasi, jurnal, dan wawancara dengan para siswa. Para siswa yang pada prasiklus tampak kurang antusias dan bermalas-malasan ketika mengikuti pembelajaran di kelas, pada siklus I maupun II tampak berubah menjadi lebih aktif, serius, dan antusias dengan pembelajaran yang diberikan guru.Kata kunci: metode STAD, artikel berita, membaca intensif
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI PENYESUAIAN DIRI TUMBUHAN TERHADAP LINGKUNGAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SEMESTER I SDN JATIREJO 3 KECAMATAN KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2013 / 20141 Lilik Puji Rahayu
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.888 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v8i1 juni.699

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the increase in the ability to understand plant adaptation to the environment through contextual learning model. The research wascarried out in SDN Jatirejo 3 Karanganyar Demak regency. The research subjects were students of class V students totaling 36 people, male students were 19 people and 17 female students. The method used in the research is Classroom Action Research with the steps: (a) action planning, (b) the implementation of the action, (c) observation / data collection, (d) reflection. Data Sources: Primary data (formative value, the value of the discussions / worksheets, daily replay value), and secondary data (observation / observation). Techniques and tools of data collection: technical and non-technical test test. Data collection tool: the grain problem and the observation sheet. Data analysis techniques used in this research is descriptive qualitative and quantitative. The results showed that the pre-cycle I turned out of 36 students were able to master / finished onlly 18 (50 % ) students (Pre Cycle). The obversation (Cycle I the encrease is slight that only21 (58, 33 %) and students who have not completed up to 15 students (41, 67 %). The results of observation and reflectio (Cycle II), the results are quite encouraging, reaching 94,44 % (34 students out of 36 students), who have completed only 2 students (5,56 %). So trought the application of contextual learning model students understanding of specific chaaceristics in plants increase or becomes more completed.Keywords: Improved capabilities, contextual learning model.AbstrakTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan memahami penyesuaian diri tumbuhan terhadap lingkungan melalui model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Jatirejo 3 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak. Subjek penelitian siswa adalah siswa kelas V yang berjumlah 36 orang, siswa laki-laki sebanyak 19 orang dan siswa perempuan 17 orang siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan langkah-langkah : (a) perencanaan tindakan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi / pengumpulan data, (d) refleksi. Sumber1 Hasil Penelitian Tahun 20132 Guru SDN Jatirejo 3 Kecamatan Karanganyar2Data : data primer( nilai formatif, nilai hasil diskusi / LKS , nilai ulangan harian ), dan data skunder ( observasi / pengamatan). Teknik dan alat pengumpulan data: teknik tes dan teknis non tes. Alat pengumpulan data : butir soal dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pra siklus I ternyata dari 36 orang siswa yang mampu menguasai / tuntas hanya 18 (50%) orang siswa (Pra Siklus). Hasil pengamatan (Siklus I) peningkatannya sedikit yaitu hanya 21 ( 58,33 % ) orang siswa dan yang belum tuntas mencapai 15 orang siswa (41,67%). Hasil observasi dan refleksi (Siklus II ) , hasilnya cukup menggembirakan yaitu mencapai 94,44 % (34 orang siswa dari 36 orang siswa), yang belum tuntas hanya 2 orang siswa ( 5,56 % ) . Jadi melalui penerapan model pembelajaran kontekstual pemahaman siswa tentang ciri-ciri khusus pada tumbuhan menjadi lebih meningkat atau tuntas.Kata Kunci : Peningkatan kemampuan, model pembelajaran kontekstual.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR SEJARAH SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY-INQUIRY BERBASIS STUDI KEILMUAN SEJARAH DAN BUDAYA BATIK LOKAL LASEM PADA MATERI AKULTURASI BUDAYA BAGI SISWA KELAS X MIA 7 SMA NEGERI 1 REMBANG1 Dwi Hastuti
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v8i1 juni.687

Abstract

Student?óÔé¼Ôäós interest in history learning in X MIA 7 SMA Negeri 1 Rembang has been not optimal yet. This research aims to explain the application of discovery-inquiry learning model based on the historical studies and batik local Lasem culture on culture acculturation matter as an effort to increase student?óÔé¼Ôäós interest in historical learning. This research is a classroom action research which consist of two cycles. Each cycle was done through planning, acting, observing and reflecting. Student?óÔé¼Ôäós interest in historical learning variable consist of four indicators are attention, relevance, confidence and satisfaction indicators. Attention indicator data got by observing technique and relevance, confidence and satisfaction data got by quesionaire technique.The student?óÔé¼Ôäós interest in historical learning score in cycle I was 149 (37%). After he first cycle of action, the achievement score of student?óÔé¼Ôäós interest on historical learning was 224 (62%). In cycle 1 it was found out that the achievemnat score of some indicators not good. Then the researcher did the same thing as in cycle I. The achievement score of student?óÔé¼Ôäós interest was 291 (73%). With this learning model, student?óÔé¼Ôäós attention, relevance, confidence, and satisfaction toward learning could be increased. Therefore, discovery-inquiry learning based on historical studies and batik local Lasem culture can be used as one alternative of learning model to be applied in historical learning for increasing the student?óÔé¼Ôäós interest on historical learning.Key words: Batik local Lasem culture; Student?óÔé¼Ôäós interest on historical learning; discoveryinquiry learning model; historical studiesAbstrakMinat belajar sejarah siswa kelas X MIA 7 SMA Negeri 1 Rembang, tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan model pembelajaran discovery-inquiry berbasis studi keilmuan sejarah dan budaya batik lokal Lasem pada materi akulturasi budaya bagi siswa sebagai upaya meningkatkan minat belajar sejarah siswa. Penelitian ini merupakan class action research yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi langkah perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Variabel minat belajar sejarah siswa terdiri dari empat indikator yaitu indikator perhatian, relevansi, keyakinan dan kepuasan. Indikator perhatian diperoleh dengan teknik pengamatan, sedangkan indikator relevansi, keyakinan dan kepuasan diperoleh dengan teknik kuesioner. Perolehan skor minat belajar sejarah siswa pada prasiklus mencapai skor 149 (37%). Setelah tindakan siklus I, pencapaian skor minat belajar sejarah siswa adalah 224 (62%). Hasil siklus I menunjukkan pencapaian skor yang tidak1 Hasil Penelitian Tahun 20132 Guru SMA Negeri 1 Rembangbagus di beberapa subindikator. Kemudian peneliti melakukan tindakan pada siklus II seperti siklus I. Pencapaian skor minat belajar sejarah siswa mencapai 291 (73%). Dengan model pembelajaran ini perhatian, relevansi, keyakinan dan kepuasan siswa terhadap pembelajaran mengalami peningkatan.Oleh karena itu, model pembelajaran discovert-inquiry berbasis studi keilmuan sejarah dan budaya batik lokal Lasem pada materi akulturasi budaya dapat digunakan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk diterapkan pada mata pelajaran sejarah untuk meningkatkan minat belajar sejarah siswa.Kata kunci: Batik lokal Lasem; Minat belajar sejarah; Model pembelajaran discoveryinquiry; Studi keilmuan sejarah
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW PADA MATERI POKOK SEGITIGA DAN SEGI EMPAT KELAS VII H SMP NEGERI 21 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 H M Suyadi
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.998 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v8i1 juni.701

Abstract

Abstrak Kriteria Ketuntasan Minimal merupakan batas minimal yang harus dicapai siswa dalam proses belajar mengajar, guru memilih model pembelajaran agar siswa mudah memahami materi yang diajarkan. Model pembelajarn JIGSAW merupakan salah satu model yang cocok untuk materi segitiga dan segi empat. Rumusan masalah ?é?ádalam penelitian ini adalah ?é?áApakah dengan penerapan model pembelajaran?é?á Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII H SMP Negeri 21 Semarang tahun pelajaran 2013/2014 pada materi pokok segitiga dan segi empat? ?é?áApakah dengan penerapan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas VII H SMP Negeri 21 Semarang tahun pelajaran 2013/2014 pada materi pokok segi tiga dan segi empat? Penelitian tindakan kelas terdiri dua siklus. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan,?é?á pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII H SMP Negeri 21 Semarang tahun pelajara 2013/2014 ?é?áyang berjumla 30 siswa ?é?áBerdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa. ketuntasan belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I nilai ketuntasan belajar secara klasikal siswa kelas VII H SMP N 21 Semarang sebesar 73,33% belum memenuhi kriteria ketuntasan klasikal >85%. Namun setelah dilakukan tindakan pada siklus II terjadi peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal menjadi 93,33% dan sudah memenuhi ketuntasan secara klasikal sebesar >85%. Penerapan model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas peserta didik kelas VII H SMP Negeri 21 Semarang tahun pelajaran 2013/2014, hal ini dapat dilihat dari antusiasme siswa selama mengikuti prose belajar mengajar. Kata Kunci : Segitiga dan segi empat, Hasil Belajar, Jigsaw

Page 1 of 1 | Total Record : 8