cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12 (5) 2023" : 12 Documents clear
Kajian Pustaka: Enterotoxemia pada Kambing Rastiti, Ni Made; Wardani, Putu Intan Kusuma; Diana, Kadek Leni Martha; Burhan, Haris; Yogiana, Wayan; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (5) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.5.755

Abstract

Enterotoxemia adalah gangguan pencernaan akibat penyerapan racun yang dihasilkan oleh spesies genus Clostridium perfringens yang merupakan flora normal dalam saluran pencernaan kambing, akan tetapi bisa menyebabkan masalah apabila jumlahnya berlebihan. Enterotoxemia menjadi salah satu ancaman bagi ternak kambing karena dapat menyebabkan kematian mendadak pada semua kelompok umur. Prevalensi tingkat enterotoxemia berkisar antara 24,13% sampai 100% dan dilaporkan dari berbagai negara di seluruh dunia. C. perfringens diklasifikasikan menjadi lima tipe toksin (A, B, C, D, dan E) menurut produksi empat racun utama, yaitu alpha (CPA), beta (CPB), epsilon (ETX), dan iota (ITX). C. perfringens tipe D merupakan penyebab umum kematian kambing di seluruh dunia. Kehadiran C. perfringens tipe D yang meningkat di usus kecil bersama dengan perubahan mendadak ke diet kaya karbohidrat, pengenalan rumput subur atau tumbuhan lain, dan stres adalah faktor predisposisi utama penyakit ini. Penyebab predisposisi enterotoxemia terjadi yaitu konsumsi pakan yang berlebihan sehingga menyebabkan gangguan pencernaan dan menciptakan lingkungan yang ideal untuk mikroorganisme C. perfringens tipe D berkembang di usus hewan dan pelepasan racun yang menyebabkan penyakit pada inang. Proliferasi C. perfringens yang diikuti dengan produksi toksin dapat merusak jaringan tubuh di sekitarnya, sehingga memudahkan penyebaran. Gejala keracunan karena enterotoksin C. perfringens dapat berupa nyeri perut bagian bawah, diare dan pengeluaran gas, serta jarang disertai dengan demam dan pusing. Perawatan harus difokuskan pada menghambat proliferasi bakteri, mencegah penyerapan racun dari usus, menetralkan racun yang sudah diserap (seroterapi), dan pengobatan tambahan untuk melawan dehidrasi, asidosis, dan syok.
Laporan Kasus: Penanganan Skabiosis pada Kucing Domestik dengan Terapi Kombinasi Ivermectin dan Sabun Sulfur Ningrum, Ni Made Adinda Arya; Batan, I Wayan; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 12 (5) 2023
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2023.12.5.657

Abstract

Skabiosis pada kucing merupakan penyakit yang menular disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dari genus Sarcoptes. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengetahui diagnosis pada penyakit skabiosis dengan metode superficial skin scraping dan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan hematologi rutin. Seekor kucing domestik diperiksa di Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan anamnesis mengalami kerontokan dan gatal-gatal. Hasil pemeriksaan klinis terdapat hiperkeratosis pada telinga, krusta pada telinga luar, dan leher, alopesia pada regio leher disertai eritema pada wajah dan leher. Kucing menunjukkan gejala pruritus skor 8/10 dengan menggaruk-garuk daerah telinga dan tengkuk. Pemeriksaan skin scraping di bawah mikroskop ditemukan tungau dan telur dari Sarcoptes scabiei. Hasil dari pemeriksaan hematologi rutin diperoleh peningkatan White Blood Cell (WBC) dan granulosit, sedangkan nilai platelet dan plateletcrit (PCT) mengalami penurunan. Hal ini menginterpretasikan bahwa kucing kasus mengalami leukositosis, granulositosis, dan trombositopenia. Kucing kasus didiagnosis mengalami skabiosis dengan prognosa fausta. Pengobatan menggunakan ivermectin 0,02 mg/kg BB secara subkutan dengan dua kali pemberian pada interval 14 hari dan sabun sulfur digunakan untuk mandi dua kali seminggu. Terapi simptomatik berupa diphenhydramine HCl 1 mg/kg BB secara intramuskular satu kali pemberian selama dua hari berturut-turut dan terapi suportif diberikan fish oil satu kapsul sehari selama 30 hari. Dari penggunaan terapi tersebut menunjukkan hasil yang baik dengan ditandai perubahan pada area lesi yang menunjukkan kesembuhan pada hari ke-7 pasca pemberian terapi.

Page 2 of 2 | Total Record : 12