cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 (6) 2018" : 15 Documents clear
Studi Kasus: Pneumonia Karena Migrasi Larva Toxocara Sp. pada Anjing Basset Hound Widiastuti, Wayan Arni; Soma, I Gede; Arjentinia, I Putu Gede Yudhi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.712 KB)

Abstract

Seekor anjing basset hound bernama Roxy berumur 3 bulan, mengalami masalah pernapasan yaitu batuk dan hidung mengeluarkan eksudat serous. Selain itu anjing kurus dan perut membesar. Pada pemeriksaan fisik saat faring dipalpasi muncul refleks batuk dan hendak mengeluarkan sesuatu dari tenggorokannya serta pada pemeriksaan feses ditemukan telur cacing Toxocara sp. Pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan hewan mengalami anemia mikrositik normokromik, leukositosis, limfositosis, dan eosinofilia. Anjing kasus didiagnosis mengalami pneumonia karena migrasi larva cacing Toxocara sp. Pengobatan dengan pemberian Pyrantel pamoat (Combantrin®) 25 mg/ml dengan dosis 5 ml per oral 1 bulan sekali, pengulangan tergantung derajat keparahan, antibiotik Amoxicillin 500 mg dan Chlorpeniramine maleat 4 mg dengan dosis masing-masing 50 mg dan 2 mg,diberikan secara oral 2 kali sehari selama 5 hari. Evaluasi pada hari ke-7 (tujuh) kondisi hewan menunjukkan adanya perbaikan.
Daya Tahan Daging Kambing yang Diberikan Infusa Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Suhu Ruang Paramita, Ni Made Diana Pradnya; Suada, I Ketut; Budiasa, Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.717 KB)

Abstract

Daging kambing mengandung protein cukup tinggi dan terdapat pula kandungan asam amino esesensial yang lengkap dan seimbang. Akibat adanya komponen nutrisi yang terkandung dalam daging kambing, maka daging kambing juga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri, sehingga mudah mengalami kerusakan dan pembusukan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui daya tahan daging kambing yang diberikan infusa daun salam pada peletakan suhu ruang yang ditinjau dari bau, warna, pH, dan kadar air. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yaitu empat faktor konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15% infusa daun salam dan dilakukan pengamatan waktu 0, 3, 6, dan 9 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman infusa daun salam dengan konsentrasi (0%, 5%, 10%, dan 15%) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bau dan pH pada lama peletakan, sedangkan warna daging berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsentrasi dan lama peletakan. Konsentrasi infusa daun salam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air daging kambing. Pemberian daun salam sebagai pengawet alami berpengaruh baik terhadap daya tahan daging kambing.
Laporan Kasus: Rickets pada Anak Anjing Hasil Persilangan Hutagaol, Wanda Della Oktarin; Soma, I Gede; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.037 KB)

Abstract

Anjing kasus adalah anjing persilangan berjenis kelamin jantan dan berumur empat bulan. Anjing susah berjalan dan pada pemeriksaan klinis teramati bahwa kedua kaki depan anjing mengalami kebengkokan asimetris. Setelah dilakukan pemeriksaan radiologi/sinar x teramati ada kelainan bentuk pada os radius ulna sebelah kanan yang tidak bersendi dengan baik pada os carpal dan juga terdapat fraktur pada os ulnadistal kanan. Selain itu ditemukan juga cacing gilik pada feses anjing. Anjing kasus didiagnosis mengalami rickets. Berdasarkan pertimbangan umur dan kondisi anjing, diberikan obat cacing pyrantelpamoat (Caniverm® 20 mg/kg (diberikan0,5 tab atau 72 mg) tiga bulan dan terapi suportif berupa preparat kalsium(Kalvidog®) 100mg/ekordengan dosis 1 tab setiap hariserta minyak ikan (Tunghai® Fish Oil Capsules) dengan dosis 1 kapsul perhari selama sebulan. Terapi fisik juga diaplikasikan dengan cara anjing diajak berjalan pada pagi hari guna mendapat sinar ultraviolet dan diberi latihan seperti berenang minimal dua kali seminggu. Edukasi kepada pemilik untuk mengganti pakan diet rumahan dengan pakan komersil guna mencukupi kebutuhan nutrisi anjing. Setelah seminggu pengobatan anjing sudah dapat berjalan walaupun formasitas kedua kaki tidak akan kembali normal.
Seroprevalensi Penyakit Flu Burung (Avian Influenza) pada Ayam Kampung di Kerta, Payangan, Gianyar, Bali Yuliantari, Ida Ayu Made; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Kardena, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.334 KB)

Abstract

Desa Kerta berbatasan dengan Kecamatan Kintamani yang merupakan sentra industri peternakan ayam petelur. Penyakit AI pernah dilaporkan ditemukan pada peternakan ayam petelur di Kintamani. Lalu lintas perdagangan ayam pedaging maupun ayam petelur dari Kintamani ke Denpasar melewati desa Kerta. Populasi ayam kampung di desa Kerta cukup tinggi yakni 486.863 pada tahun 2015. Ayam kampung di Desa Kerta dipelihara secara ekstensif. Hal tersebut berpotensi besar dalam penularan virus flu burung (Avian Influenza = AI). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seroprevalensi penyakit AI pada ayam kampung di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali. Sampel penelitian sebanyak 80 ekor ayam kampung yang belum pernah divaksin dan dipelihara secara ekstensif. Lokasi penelitian di empat dusun desa Kerta yakni Dusun Pilan, Dusun Kerta, Dusun Buhu, dan Dusun Marga Tengah. Sampel serum diambil secara acak dari masing-masing dusun sebanyak 20 ekor. Pengujian dilakukan dengan uji haemaglutinasi (HA/HI). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil analisis data serologi diperoleh prevalensi flu burung pada ayam kampung di Dusun Pilan sebesar 5%, Dusun Kerta 0%, Dusun Buhu 5%, dan Dusun Marga Tengah 0%. Tingkat seroprevalensi flu burung di Desa Kerta sebesar 2,5% dengan titer antibodi 22 HI unit dan 24 HI unit. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ayam yang disampling pernah terpapar virus flu burung secara alami. Disarankan agar ayam kampung di Desa Kerta dan sekitarnya divaksinasi untuk meningkatkan titer antibodi.
Perubahan Histopatologi Hati dan Paru Mencit Pascainduksi dengan Zat Karsinogenik Benzo(a)piren Bire, Ienoliski Rohi; Winaya, Ida Bagus Oka; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (6) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.286 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi hati dan paru-paru mencit pascainduksi dengan zat karsinogenik benzo(a)piren. Penelitian ini menggunakan 10 ekor mencit jantan yang dipelihara pada lingkungan serta diet yang sama. Mencit kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok I diinjeksi dengan benzo(a)piren sebanyak 0,3 mg dalam 0,1 mL oleum olivarium secara subkutan sedangkan kelompok II hanya diinjeksi dengan oleum olivarum dengan cara yang sama. Setelah satu bulan, semua mencit dikorbankan. Sampel jaringan hati dan paru dimasukan kedalam NBF 10% untuk proses pemeriksaan histopatologi lebih lanjut. Data pemeriksaan histopatologi hati dan paru kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil yang didapatkan menunjukkan adanya perbedaan gambaran histopatologi hati dan paru mencit antara kelompok I dibandingkan dengan kelompok II. Adapun gambaran mikroskopik yang dominan pada kelompok I adalah: pada hati terjadi kongesti pada vena sentralis serta nekrosis pada sel hepatosit. Pada paru terjadi nekrosis serta adanya penebalan septa alveoli dan infiltrasi sel radang sedangkan untuk kelompok II, tidak terdapat perubahan pada gambaran mikorskopiknya. Berdasarkan hasil penelitian, zat karsinogenik benzo(a)piren dapat menyebabkan terjadinya kongesti pada vena sentralis serta nekrosis pada sel hepatosit serta penebalan pada septa alveoli dan adanya infiltrasi sel-sel radang mononuklear pada paru.

Page 2 of 2 | Total Record : 15