AKSIOMA
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika adalah jurnal dalam bidang matematika dan pendidikan matematika yang memfasilitasi guru, mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan dalam menerbitkan karya ilmiah atau artikel hasil penelitian maupun studi pustaka. Jurnal Aksioma ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Articles
495 Documents
Analisis kebutuhan pengembangan modul elektronik berbasis inkuiri untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasi pada materi barisan dan deret siswa SMA
Ilham Ariesandi;
Syamsuri Syamsuri;
Yuyu Yuhana;
Abdul Fatah
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i2.7793
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan untuk mengembangkan modul elektronik berbasis inkuiri dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir komputasi pada materi barisan dan deret siswa SMA. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru pelajaran matematika SMA sekitar wilayah/kota Tangerang. Pengumpulan data melalui angket dengan Google Formulir. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar yang digunakan guru belum terintegrasi dengan pendekatan inkuiri, sehingga dibutuhkan pengembangan bahan ajar berupa modul elektronik sebagai alternatif bahan ajar berbasis inkuiri, yang diharapkan dapat membuat siswa tertarik dan senang belajar matematika. Sedangkan materi barisan dan deret disusun dengan menerapkan kemampuan berpikir komputasi di dalamnya. Hasil studi literatur dan studi lapangan menunjukkan bahwa perlu dikembangkan bahan ajar berupa modul elektronik berbasis inkuiri untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasi pada materi barisan dan deret SMA.Kata kunci: analisis kebutuhan; modul elektronik; inkuiri; kemampuan berpikir komputasi; barisan dan deret
LKPD daring berbasis penemuan terbimbing menggunakan Microsoft Sway pada prisma dan limas
Noeri Itsnaniyah;
Latifah Mustofa Lestyanto
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i2.8568
Penelitian ini didasari oleh masalah rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran daring yaitu masih terdapat 35% peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM pada materi Teorema Pythagoras. Salah satu penyebabnya adalah belum tersedia LKPD yang dapat mempermudah peserta didik untuk membangun konsep dalam pembelajaran daring. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) daring berbasis penemuan terbimbing menggunakan Microsoft Sway pada materi prisma dan limas yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan model Plomp yang meliputi preliminary research, prototyping phase, dan assessment phase. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket guru, angket respon peserta didik dan lembar soal tes akhir. LKPD daring ini diujicobakan kepada 31 peserta didik kelas VIIIA SMP Brawijaya Smart School. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD daring layak untuk digunakan berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh validator ahli dan praktisi dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 3,625 dengan kategori valid. Kepraktisan LKPD daring dilihat dari hasil angket guru dan angket respon peserta didik yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,89 dan 3,21 dengan kategori praktis. Sementara itu, keefektifan LKPD daring dilihat dari hasil tes akhir peserta didik setelah menggunakan LKPD daring dan diperoleh persentase sebesar 87,1% peserta didik yang melebihi KKM sehingga LKPD daring dapat dinyatakan efektif.
Korelasi perkuliahan berbasis e-learning terhadap prestasi akademik mahasiswa pendidikan matematika STKIP BIMA
Saifullah Saifullah
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i2.8355
Selama masa pandemi COVID-19 berbagai jenjang pendidikan di Indonesia masih melakukan pembelajaran online atau berbasis e-learning sebagai langkah antisipatif penularan dan penyebaran virus.Pada jenjang perguruan tinggipun perkuliahan berbasis e-learning masih diterapkan. Perkuliahan berbasis e-learning juga dilakukan di STKIP Bima, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Bima. Proses perkuliahan ini dilakukan secara jarak jauh dan sangat mengandalkan teknologi internet. Masalah yang muncul antara lain, jaringan internet yang susah di pelosok daerah, tidak mahir menggunakan teknologi dan ditambah harus memahami sejumlah materi matakuliah hitungan (matematika) yang abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi perkuliahan berbasis e-learning terhadap prestasi akademik mahasiswa Program Studi Matematika STKIP Bima. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana, berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa perkuliahan berbasis e-learning memiliki korelasi terhadap prestasi akademik mahasiswa yang dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi (r) diperoleh nilai 0,715 dan koefisien determinan (KP), diperoleh nilai sebesar 71,5%.
Efektivitas pengondisian zona alfa melalui fun story dan music terhadap prestasi belajar statistika
Dian Ratna Puspananda
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i2.6012
Zona alfa merupakan bagian otak yang menandakan waktu kesadaran dengan kondisi terbaik untuk belajar. Kondisi zona alfa bisa terbentuk melalui fun story dan music. Ketika gelombang otak peserta didik berada dalam zona alfa baik dengan cara fun story maupun music, maka pembelajaran akan berjalan dengan baik dan tujuan pembelajaran tercapai. sehingga diharapkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah statistika akan lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah yang lebih efektif pengondisian zona alfa melalui fun story atau music terhadap hasil belajar statistika mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasi experimental dengan membandingkan dua kelompok. Statitik uji yang digunakan adalah t test. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode tes menggunakan soal uraian. Sampel penelitian adalah mahasiswa tingkat III prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia tahun akademik 2018/2019. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pengondisian zona alfa dengan musik lebih efektif dibandingkan dengan fun story terhadap prestasi belajar statistika mahasiswa tingkat III prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari uji hipotesis yang menggunakan uji t yang menunjukkan nilai t obs = 5,705 lebih besar daripada nilai t tabel = 2,010. Pengondisian zona alfa dengan musik lebih efektif dikarenakan mempunyai pengaruh meningkatkan produksi serotonin dalam otak. Serotonin adalah sebuah neuro transmiter yang berperan penting dalam menyalurkan getaran – getaran syaraf dan membantu memunculkan perasaan gembira. Lagipula musik bisa dinikmati sepanjang pembelajaran berlangsung. Kata Kunci: Fun Story, Musik, Statistika, Zona Alfa The alpha zone is the part of the brain that marks the time of awareness with the best conditions for learning. Alpha zone conditions can be formed through fun stories and music. When the brain waves of students are in the alpha zone both by means of fun stories and music, the learning will run well and the learning objectives are achieved. so it is expected that student learning achievement in statistics courses will be better. The purpose of this research is to find out which alpha zone conditioning through fun stories or music is more effective towards the statistics learning outcomes of Indonesian language and literary education study program students. This research is a quantitative quasi experimental study by comparing two groups. The test statistic used is the t test. Data collection methods used are the documentation method and the test method using the problem description. The sample of the research is the third level students of Indonesian language and literature education study program in 2018/2019 academic year. The results of the study stated that the alpha zone conditioning with music was more effective than the fun story on the statistical learning achievement of third-level students in the Indonesian Language and Literature study program. This can be seen from the hypothesis test using the t test which shows the value of t obs = 5.705 is greater than the value of t table = 2.010. The alpha zone conditioning with music is more effective because it has the effect of increasing the production of serotonin in the brain. Serotonin is a neuro transmitter which plays an important role in transmitting nerve vibrations and helping to elicit feelings of joy. Besides music can be enjoyed throughout the learning process. Keywords: Fun Story, Music, Statistics, Alpha Zone
Systematic literature review: pengaruh motivasi terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa
Nungki Anditiasari;
Emi Pujiastuti;
Bambang Eko Susilo
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i2.8884
Motivasi merupakan salah satu hal terpenting untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Dengan motivasi yang dimiliki seorang siswa, akan membuat siswa semakin bersemangat untuk mencari ide atau gagasan ketika mereka menghadapi suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur review terkait dengan pengaruh motivasi terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis pada siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi atau menelaah semua artikel yang memiliki topik penelitian yang sama pada penelitian ini. Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 39 artikel jurnal nasional dan internasional yang diperoleh dari google scholar dan scimago jr. Dari penelitian ini didapat bahwa motivasi berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Guru yang kreatif, media pembelajaran, suasana kelas, dan metode/model pembelajaran yang tepat menjadi penunjang meningkatnya motivasi belajar siswa sehingga kemampuan berpikir kreatif siswa juga menjadi lebih baik. Kata kunci : Berpikir Kreatif, Motivasi, Pengaruh.
Analisis kemampuan berpikir komputasional matematis Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Cikampek pada materi pola bilangan
Muhammad Rijal Kamil
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i2.8447
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komputasi matematis siswa pada materi pola bilangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi dengan menggunakan metode kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IX di SMP Negeri 1 Cikampek yang terdaftar pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Sampel pada penelitian ini adalah 25 peserta didik di kelas IX-1. Pengumpulan data yang dilakukan dengan tes dalam bentuk soal uraian sebanyak 3 butir soal yang keseluruhan mencangkup indikator kemampuan berpikir komputasi matemati yaitu abstractions, generalization, decomposition, algorithms, dan debugging. Dari hasil analisis diperoleh nilai rata-rata dari 25 siswa sebesar 33,25 dengan nilai maksimum sebesar 68,75 dan nilai minimum sebesar 0. Kemampuan berpikir koputasi peserta didik dapat kekelompokan sebagai berikut; pada kategori kelompok sangat baik sebesar 28%, kategori baik 8%, kategori cukup 16%, rendah sebesar 24%, sangat rendah dengan 24%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kategori baik peserta didik telah mencapai seluruh indikator kemampuan berpikir komputasi. Pada kategori cukup peserta didik telah mencapai seluruh indikator kemampuan berpikir komputasim, namun pada indikator generalization peserta didik belum dapat menentukan solusi yang cepat. Sedangkan pada kategori rendah peserta didik belum mencapai seluruh indikator kemampuan berpikir komputasi matematis.
Penggunaan alat peraga ABD Ajaib dalam pembelajaran matematika realistik berbasis budaya
Lintang Ega Shavira
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i2.8850
Alat peraga Anyaman Bangun Datar (ABD) Ajaib adalah alat peraga yang dibuat untuk membangun pemahaman peserta didik tentang konsep luas dan keliling suatu bangun datar. Penggabungan budaya dan matematika dalam pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan matematika realistik berbasis budaya sekitar. Pengembangan alat peraga ini dimaksudkan dengan tujuan untuk : 1) Mengenalkan jenis-jenis bangun datar dengan menjadikannya motif dalam anyaman yang dibuat. 2) Membangun konsep luas dan keliling bangun datar dengan menggunakan kotak-kotak pada anyaman sebagai satuan ukur. 3) Mengenalkan budaya anyaman pada peserta didik. 4) Meningkatkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah pada siswa. 5) Memberikan gambaran yang jelas kepada siswa mengenai konsep matematika secara langsung dalam kehidupan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dalam pendekatan etnografi peneliti berupaya mendeskripsikan serta menggambarkan secara rinci bagaimana alat peraga ABD Ajaib ini berguna dalam pembelajaran konsep luas dan bangun datar dalam matematika dan bagaimana alat peraga ini berguna dalam pembelajaran matematika realistic berbasis budaya sekitar.
Model Susceptible Vaccinated Infected Recovered: formulasi dan penerapan model pada penyebaran penyakit campak di indonesia
Purnami Widyaningsih
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i2.9271
Penyakit menular masih menjadi perhatian bagi Kementerian Kesehatan RI. Pencegahan penyakit menular dilakukan melalui program vaksinasi. Karakteristik penyebaran penyakit menular tersebut dapat direpresentasikan dengan model susceptible vaccinated infected recovered (SVIR). Campak adalah salah satu penyakit menular yang sering terjadi di dunia. Tahun 2017, banyaknya kasus campak di Indonesia menempati urutan ketujuh dunia. Dunia menetapkan target bebas penyakit campak pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan model SVIR dan menerapkan model tersebut pada penyebaran penyakit campak di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan terapan. Langkah yang dilakukan dalam studi literatur adalah mengidentifikasi karakteristik penyakit menular, mengubah atau menambah asumsi, membentuk kelompok baru dan menambahkan parameter dari model dasar yang digunakan, serta terakhir menentukan perubahan sesaat variable terikat terhadap variabel bebasnya. Langkah dalam studi terapan adalah menentukan estimasi nilai parameter berdasar data yang digunakan dan menyelesaiakan model yang diperoleh secara numerik serta menginterpretasikan penyelelesaian tersebut. Model SVIR yang diperoleh adalah sistem persamaan diferensial nonlinear orde satu dengan 4 variabel terikat dan satu variable bebas. Menggunakan data sekunder tahun 2009-2016 diperoleh model penyebaran penyakit campak di Indonesia. Dengan data tahun 2017 dan 2018 diperoleh bahwa eror relatif model penyebaran campak tersebut ada pada interval [-0.345474,0.128112]. Pola penyebaran penyakit campak di Indonesia tahun 2009-2030 menunjukkan banyaknya individu susceptible dan terifeksi mengalami trend turun, sedangkan banyaknya individu yang divaksin dan sembuh mempunyai trend naik. Tahun 2030 diperkirakan masih terdapat 490 penderita campak di Indonesia. Ini berarti Indonesia belum mencapai bebas campak sesuai dengan target Sustainable Development Goals.
Profil alumni FMIPA dan FKIP Universitas Sriwijaya ditinjau dari variabel dan persepsi pada pekerjaan
Irmeilyana Irmeilyana;
Endang Sri Kresnawati;
Ali Amran;
Danny Matthew Saputra
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/aks.v12i2.8693
One of the aims of the tracer study is to obtain information about the early careers of alumni, so that some of the questions on the questionnaire need to be explored further. The question items discussed were length of study, length of time to get the first job, field of work, total income, alumni's perception of the closeness of the field of study to work, and the suitability of education level on the job, and taking into account gender and average level of competence. The purpose of this study was to analyze the relationship between these variables in the 2020 tracer study data from alumni of 4 science fields at FMIPA and FKIP Unsri. The method used is descriptive statistics and simple correspondence analysis. Almost all respondents from both faculties stated that the suitability of the level of education with the field of work was at the same level. In respondents from both faculties, there is a significant relationship between respondents' perceptions of the closeness of their field of study with their field of work. The average total income of FMIPA respondents is higher than that of FKIP respondents. FMIPA respondents who stated that their field of study was "less close" to their field of work had a high total income and their field of work was self-employed. FKIP respondents who had a length of time to get their first job of less than 3 months (even before graduating) tended to have a length of study of 4 years and their field of work was in government/BUMN and private institutions. The respondents have the perception that their field of study are "very close" to their field of work.Keywords: tracer study, field of work, first job, Unsri alumni, correspondence analysis
Penyebaran penyakit menular: model susceptible exposed infected quarantine recovered (kasus covid-19 di Indonesia)
Eveline Natasya Monica Syuhefti
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2021): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Severe Respiratory Syndrome Coronavirus -2. Menurut Worldometers, pada bulan Juli, Indonesia berada di urutan ke-4 di Asia dan ke-18 di dunia sebagai negara dengan kasus COVID-19 terbanyak. Dalam penelitian ini, diformulasikan model SEIQR pada penyebaran penyakit menular. Model yang diformulasikan berupa sistem persamaan diferensial nonlinear orde satu dengan variabel bebas t dan variabel terikat S, E, I, Q dan R. Selanjutnya, model tersebut diterapkan pada kasus COVID-19 di Indonesia menggunakan data bulanan bulan Maret 2020- Maret 2021. Pola penyebaran yang diperoleh menunjukkan bahwa puncak penderita COVID-19 terjadi pada bulan Agustus 2021 kemudian mengalami trend turun. Pada bulan Januari 2023 diperkirakan masih terdapat penderita COVID-19 sebanyak 2950105 individu. Oleh karena itu, perlunya meningkatkan program karantina dan mengurangi laju kontak agar jumlah individu terinfeksi mengalami penurunan.