cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika
ISSN : 20862407     EISSN : 2549886X     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika (JP2F), with a registered number ISSN 2086-2407 (Print), ISSN 2549-886X (online) is a scientific journal published by the Physics Education Study Program Universitas PGRI Semarang. The purpose of the publication of this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and learning Physics research results that have been achieved, both at school and in college.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2014): APRIL 2014" : 8 Documents clear
PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN PAIKEM TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 33 SEMARANG Wigati Ningsih
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v5i1.2355

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan PAIKEM terhadap minat belajar siswa di SMP Negeri 33 Semarang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 33 Semarang sebanyak 256 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik  Random Sampling. Sampel penelitian ini diambil 2 buah kelas, kelas VII B sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning(CTL) dan kelas VII C sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran PAIKEM. Berdasarkan hasil analisis data penelitian setelah mendapatkan perlakuan menunjukkan bahwa minat belajar fisika dengan menggunakan model  Contextual Teaching and Learning(CTL) memiliki rata-rata analisis angket sebesar 53,34375, sedangkan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran PAIKEM memiliki rata-rata sebesar 50,125. Hasil analisis dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai thitung = 2,043676  > ttabel = 1,67  sehingga model pembelajaran  Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih berpengaruh terhadap minat belajar siswa daripada model pembelajaran PAIKEM.
RANCANG BANGUN MODEL INTEGRASI KOOPERATIF TIPE JIGSAW, NHT DAN STAD PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA Anik Mulyani; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Duwi Nuvitalia
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v5i1.2583

Abstract

The alternative often used by the teacher to create an atmosphere conducive for the students and involve them in learning process is applying cooperative learning model. But sometimes the application of this model is not the right solution. Because the un organizing application step make un conducive the learning atmosphere, and the effort to give chance for the students to direct involve in learning process become less. The objective of this research is to know how cooperative learning model engineering Jigsaw type, NHT and STAD can be applied or not in Senior High School learning. The population of this research is X grade students and the sample is the X-3 SMAN 1 Karangrayung - Grobogan. The research was in February 2014. The result of the expert validation of the NESG (Numbered Expert Student Group) learning model design from the two valuators got the percentage 80,76%. The valuation of the learning process in model achievement sheet got percentage 95,83%. Those result explained that the result product is good level. The result of the student achievement showed the increment, from the average 7,1 increase on 8,26. This increment in average level based on gain analysis with gain percentage 40%. While, the students respond of the NESG learning model got the average percentage 80,76%. Those result explained that the result product is good level. Integration cooperative learning model engineering Jigsaw type, NHT and STAD is NESG (Numbered Expert Student Group) learning model. 
PEMBELAJARAN KOOPERATIVE LEARNING DALAM MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) DAN MODEL TGT (TEAM GAMES TOURNAMENT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Uswatun Khasanah
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v5i1.2356

Abstract

Pembelajaran menggunakan metode ceramah dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berakibat pada rendahnya prestasi belajar dan keaktifan siswa. Oleh sebab itu, perlu adanya penerapan metode dan media pembelajaran yaitu metode TGT dan STAD dengan media kartu soal sebagai salah satu alternatif metode dan media pembelajaran yang akan diterapkan.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan dengan menggunakan metode STAD dan TGT.Penelitian dilaksanakan di MTs N Subah pada tanggal 22 Mei 2013 sampai 29 Mei 2013. Subjek penelitianadalah kelas VIII B dengan siswa sebanyak 22 orang. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar observasi, dan kinerja guru.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar dan keaktifan siswa dari siklus I sampai siklus III. Pada siklus I terdapat 19 siswa yang tuntas atau 63,33%. Pada siklus II terdapat 23 siswa yang tuntas atau 76,67% dan siklus III terdapat 26 siswa yang tuntas atau 86,67%. Keaktifan siswa dalam hal aktivitas individu dan aktivitas kelompok dari siklus I sampai siklus III mengalamai peningkatan. Pada siklus I ketuntasan klasiklal yang diperoleh 70,28% untuk aktivitas individu dan 70,37% untuk aktivitas kelompok. Pada siklus II ketuntasan klasiklal yang diperoleh 76,94% untuk aktivitas individu dan 77,78% untuk aktivitas kelompok. Pada siklus III ketuntasan klasiklal yang diperoleh 80,00% untuk aktivitas individu dan 83,33% untuk aktivitas kelompok.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan, pelaksanaan pembelajaran fisika menggunakan metode STAD dan TGTdapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan memperhatikan kognitif siswa kelas VIII B MTs N Subah
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL LSQ PADA POKOK BAHASAN PENGUKURAN DI SMP N 2 SAYUNG Endang Puji Astuti
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v5i1.2357

Abstract

Background of the problem in this research is the lack of student understanding of the material and the lack of involvement of the student in the learning so that student learning outcomes in physics low. Therefore, it needs to be an application of learning models by using Learning Stars with a Question as an alternative to be applied.The purpose of the research is to know about the improvement of learning result IPA using the model of Learning Stars with a Question on the subject of measurement in SMP 2 Sayung. This research is Classroom Action Research (CAR). The subjects of this research were students of class VII F SMP N 2 Sayung academic year 2013/2014, amounting to 22 learners.This is supported by the teachers performance during learning. Based on observations of teacher performance, quality of teacher performance increased from 66.25% to 71.75% and increased to 86.36%. This research consisted of three cycles, and each cycle consists of four phases: planning, implementation, observation and reflection. Based on the test results of students cycle I, cycle II and cycle III showed increasing in cognitive ability class VII F from 54,5% to 77,27% and increased to 86,36%. It can be concluded that the learning model LSQ (Learning Stars with a Question) can improve student learning outcomes on the subject of class VII F Measurement of SMP N 2 Sayung academic year 2013/2014. Model pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, yang mana membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman dan sikapnya sesuai dengan kehidupan nyata sehingga dalam 
PERBEDAAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN "MIKIR" DAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) PADA POKOK BAHASAN USAHA DAN ENERGI BERBANTUAN LKS TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH Ninik Pujianti; Ernawati Saptaningrum; Joko Saefan
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v5i1.2568

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran "MiKiR" dan Creative Problem Solving (CPS) pada pokok bahasan usaha dan energi berbantuan  LKS terhadap kemampuan memecahkan masalah. Penelitian dilaksanakan di kelas XI IPA MAN 1 Semarang semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. Subyek dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 6 sebagai kelas eksperimen 1, kelas XI IPA 5 sebagai kelas eksperimen 2, dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, observasi, dan metode tes. Pada analisis data awal eksperimen 1 diperoleh L0 < Ltabel yaitu 0,1075 < 0,1730, untuk eksperimen 2 diperoleh L0 < Ltabel yaitu 0,1669 < 0,1730, sedangkan kelompok kontrol diperoleh L0 < Ltabel yaitu 0,1565 < 0,1730. Hal ini berarti ketiga kelas berdistribusi normal. Berdasarkan uji homogenitas diperoleh tabel > Xhitung  yaitu 5,591 > 0,174, maka dapat disimpulkan ketiga kelompok mempunyai varians yang sama (homogen). Pada analisis data akhir hasil uji t antara model "MiKiR" dan CPS diperoleh thitung  > ttabel yaitu 2,272 > 1,68. Adapun rata-rata  hasil belajar siswa kelas eksperimen 1 adalah 81,56, kelas eksperimen 2 adalah 75,81, dan kelas kontrol adalah 69,85. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran "MiKiR" memberikan pengaruh lebih baik daripada model pembelajaran CPS terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa pokok bahasan usaha dan energi kelas XI IPA MAN 1 Semarang Tahun Ajaran 2013/2014.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE TEAM QUIZ MENGGUNAKAN MEDIA HANDOUT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN GERAK LURUS KELAS X MAN 01 PATI Nurmansyah Arief Setiyawan; Pratjojo Pratjojo; Joko Siswanto
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v5i1.2581

Abstract

Probing - promting merupakan alternatif untuk membuat siswa lebih aktif dan mengurangi dominasi guru dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik probing – promting berbantuan media LKS terhadap hasil belajar siswa pada materi Hukum Newton Kelas X SMAN 2 Rembang. Kelas eksperimen yang diajar menggunakan teknik probing – promting berbantuan media LKS hasil belajarnya lebih baik dari pada kelas kontrol yang diajar secara konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 2 Rembang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Cluster Random sampling. Metode pengumpulan data ini dengan menggunakan metode dokumentasi dan metode tes. Analisis statistiknya menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t satu pihak.Berdasarkan hasil analisis uji t-satu pihak diperoleh thitung= 4,26. Hal ini menunjukkan ada pengaruh penggunaan teknik probing – promting berbantuan media LKS jika ditinjau dari hasil belajar siswa. Hasil Penelitian terhadap hasil belajar fisika menunjukkan nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 79 ,dan kelas kontrol sebesar 69.Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan teknik probing – promting berbantuan media LKS jika ditinjau dari hasil belajar siswa
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS OBSERVASI GEJALA FISIS PADA POKOK BAHASAN IMPULS DAN MOMENTUM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 BAWANG Yulinda Dwi Cahhyani; Ernawati Saptaningrum; Joko Saefan
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v5i1.2569

Abstract

Pengaruh model pembelajaran berbasis observasi gejala fisis terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari materi impuls dan momentum di SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara kelas X TKJ semester genap tahun ajaran 2013/2014. pre-test post-tes control design digunakan sebagai desain penelitian ini, dengan kelas X TKJ 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKJ 3 sebagai kelas kontrol yang masing-masing kelas terdiri dari 34 siswa.  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik tes.  Tes yang digunakan adalah pilihan ganda yang terdiri dari 20 soal.Model pembelajaran berbasis observasi gejala fisis mempengaruhi hasil be- lajar siswa.  Bukti ini ditunjukkan pada rata-rata hasil tes siswa kelas eksperimen sebesar 77,94 dan rata-rata kelas kontrol sebesar 68,08.   Kelebihan dari model pembelajaran berbasis observasi gejala fisis ini adalah siswa melakukan akomodasi untuk membentuk keseimbangan antara struktur intelektual atau pengetahuan yang sudah ada dengan pengetahuan baru, menambah keterampilan dasar bereksperimen, mengembangkan aspek belajar kognitif, belajar berkomunikasi dengan baik, efektif dan kreatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HANDS ON ACTIVITY MENGGUNAKAN MEDIA LKS TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SUHU KELAS VII SMP NEGERI 1 SAYUNG Naimatul Mufida; Pratjojo Pratjojo; Joko Siswanto
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 5, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v5i1.2582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Hands on Activity menggunakan media LKS memberikan pengaruh lebih baik dibanding pembelajaran konvensional terhadap aktivitas belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 1 Sayung pada tanggal 14 November 2013 hingga 23 November 2013. Populasi penelitian adalah semua kelas VII yang berjumlah sepuluh kelas. Sampel yang diambil adalah dua kelas, yaitu kelas VIIB sebagai kelas kontrol dan kelas VIIF sebagai kelas eksperimen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode angket, dan metode dokumentasi. Analisis data awal diperoleh uji homogenitas menggunakan uji Bartlett didapatkan c2hitung = 2,50749 dan c2tabel = 3,81 dengan kriteria pengujian jika c2hitung < c2tabel maka kedua kelompok tersebut homogen. Analisis akhir menggunakan uji-t (pihak kanan). Pada uji t diperoleh thitung > ttabel = 9,64 > 1,67 maka Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran Hands on Activity menggunakan media LKS memberikan pengaruh lebih baik daripada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional terhadap aktivitas blajar siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 8