cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
ETTISAL Journal of Communication
ISSN : 25031880     EISSN : 25993240     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ETTISAL Journal of Communication is published by University of Darussalam Gontor in coorporated with ASPIKOM, APJIKI and ISKI. It is published twice in a year every June and December. At March 2016 ETTISAL Journal of Communication registered with P-ISSN serial number 2503-1880, and at December 2017 also registered with E-ISSN serial number 2503-1880.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): ETTISAL Journal Of Communication" : 6 Documents clear
Propaganda Media Sosial Facebook dan Blog dalam Berkembangnya Konflik di Suriah dan Mesir 2011-2013 Novi Rizka Amalia
ETTISAL : Journal of Communication Vol 1, No 1 (2016): ETTISAL Journal Of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v1i1.1052

Abstract

Perkembangan media social sangat pesat seiring berjalannya waktu, karena semakin lama teknologi akan semakin berkembang. Salah satu fungsi dari media sosial adalah untuk menghubungkan satu pihak ke pihak lain, tetapi karena perkembangan zaman tersebut fungsi dari media sosial bukan hanya untuk menghubungkan satu pihak dengan pihak lain tetapi dengan media sosial opini publik bisa dirubah bahkan disesuaikan dengan kepentingan pihak yang memulai provokasi tersebut. Setiap manusia memiliki kepentingan dan kepentingan itulah yang dijadikan kunci dari segala hal. Dari kepentingan ini muncul fungsi lain dari sosial media yang disini adalah facebook dan blog, yang menjadi salah satu media yang membantu oknum dalam menghubungkan kepentingan oknum tersebut kepada masyarakat yang ingin dijadikan massa-nya. Propaganda dalam media sosial memiliki peran dalam konflik di Suriah dan Mesir salah satunya adalah karena adanya propaganda tersebut masyarakat menjadi emosi dan hal ini adalah pemicu revolusi sehingga berdampak konflik terjadi di Mesir dan Suriah.    
STUDI SEMIOTIK SIKAP HUMANIS-RELIGIUS DALAM TRAILER FILM KETIKA MAS GAGAH PERGI Rila Setyaningsih
ETTISAL : Journal of Communication Vol 1, No 1 (2016): ETTISAL Journal Of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v1i1.1054

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan: Bagaimana peran sikap humanis-religius mas Gagah direpresentasikan dalam trailer film ‘Ketika Mas Gagah Pergi’?.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis Semiotika Pierce. Semiotika melihat teks media sebagai sebuah struktur secara keseluruhan. Objek dalam penelitian ini adalah trailer film ‘Ketika Mas Gagah Pergi’, merupakan adopsi dari novel karya Helvy Tiana Rosa. Film yang dirilis pada tanggal 21 Januari 2016 ini diproduksi oleh Indobroadcast dengan sutradara Firman Syah dan penulis skenario Fredy Aryanto. Film ini menceritakan kehidupan hubungan keluarga, hijrah dan keindahan Islam. Adapun pemeran dalam film ini antara lain: Hamas Syahid, Aquino Umar, Masaji Wijayanto, dan Izzah Ajrina.Dapat disimpulkan bahwa (1) representasi sikap humanis-religius seorang pendakwah muda (da’i muda) tampak dari keseharian yang ditampilkan oleh Mas Gagah setelah pulang dari Ternate yang berhijrah dari sosok yang hidup hedonis menuju seseorang yang sangat Islami, yakni melakukan kegiatan dakwah dengan santun dan mau bergaul dengan siapapun. (2) Sikap gigih seorang pendakwah ditunjukkan pula oleh Mas Gagah ketika ditentang oleh adiknya. Disamping itu kegigihan dakwah juga muncul dari seorang pemuda bernama Yudi yang cara dakwahnya ditentang oleh ayahnya sendiri. (3) Islam adalah agama tanpa kekerasan dan paksaan tetapi mengedepankan cinta dan uswah (teladan).
Saat Perempuan Mengintip Cinta Demaskulinisasi dalam Reality show “Playboy Kabel” Dian Arymami
ETTISAL : Journal of Communication Vol 1, No 1 (2016): ETTISAL Journal Of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v1i1.1058

Abstract

Ditengah unsur voyeurism yang tersaji dalam acara reality show, secara umum bisa dikatakan bahwa acara sejenis selalu memaparkan persoalan kuasa melalui pandangan yang tidak tersadari. Berdasarkan karakteristik utama voyuerisme dan kuasa ini, acara realitas percintaan memaparkan sebuah persoalan yang menarik. Giur yang dibawa dalam acara realitas bertema percintaan tidak semata akses atas ranah privat relasi percintaan, namun sebagai satu kemasan medium hiburan budaya pop secara keseluruhan menjadi wadah kontestasi lebih lanjut atas waham nilai dan identitas perempuan dan laki-laki dalam berelasi ditengah masyarakat. Bila voyuerism merepresentasikan kuasa, maka sekilas acara realitas Playboy Kabel menyajikan deskonstruksi nilai sosial yang menarik untuk ditelaah, dalam posisi kuasa nilai relasi ditengah masyarakat. Tulisan ini berupaya memaparkan sejauh mana deskonstruksi makna kuasa dalam relasi percintaan heteroseksual disajikan dalam acara PlayBoy Kabel. Ketidaksadaran atas unsur voyuerisme dapat bergerak dalam pendulum antara dua titik ekstrem, penstabilan dan deskonstruksi nilai di tengah masyarakat. 
COMMUNITY RELATIONS DALAM KONTEKS IMPLEMENTASI “CSR”(CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) Siti Muyasaroh
ETTISAL : Journal of Communication Vol 1, No 1 (2016): ETTISAL Journal Of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v1i1.1057

Abstract

Pergeseran pemaknaan dan level implementasi di lapangan mengenai konsep dan praktik CSR, telah membuka ruang untuk meletakkan program tersebut tidak lagi sebagai sesuatu kegiatan, melainkan sebagai sebuah program yang harus di rencanakan dibawah naungan kebijakan perusahaan. Menjalin hubungan dengan komunitas hanya sebagai langkah awal untuk mewujudkan program besar sebagai bagian dari tanggungjawab  kepada masyarakat dan atau publiknya. Keterlibatan komunitas bukanlah sebagai sasaran program itu sendiri, lebih dari itu harus ditempatkan sebagai mitra dalam menghadapi persoalan bersama.
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DAN MEDIA MASSA Suatu Telaah Historis, Paradigmatik dan Prospektif Muhamad Fajar Pramono
ETTISAL : Journal of Communication Vol 1, No 1 (2016): ETTISAL Journal Of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v1i1.1053

Abstract

Setiap bangsa mempunyai cara sendiri-sendiri dalam melaksanakan pembangunan. Selama akhir periode 1960-an definisi-definisi pembangunan terpusat di sekitar kriteria laju pertumbuhan ekonomi. Industrialisasi dianggap sebagai jalur utama menuju pembangunan. Sekitar satu dasarwarsa yang lalu terdapat optimisme yang berlebihan dan harapan yang besar mengenei peranan yang mungkin dimainkan oleh komunikasi massa dalam menunjang pembangunan di Amerika Latin, Afrika dan Asia. Media massa, khususnya radio, masuk jauh ke tengah-tengah massa pendengar di negara-negara berkembang dan tampaknya merupakan suatu potensi yang besar dalam membantu negara-negara tersebut untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan. Tujuan tulisan ini bermaksud untuk membahas Komunikasi Pembangunan dan Media Massa (tema kedua) dalam perspektif historis, paramadigmatik dan prospektif, dengan harapan: Pertama, mengetahui sejarah diskursus komunikasi pembangunan dan  media massa. Kedua, memahami akar persoalan dan berbagai isu sentral terkait antara komunikasi pembangunan dan media massa. Ketiga, untuk mengetahui prospek komunikasi pembangunan dan media massa. Kini, media massa telah masuk lebih jauh dibandingkan dengan tahun 1965. Teknologi komunikasi yang baru, seperti, satelit-satelit siaran telah tampil dan berperan. Pejabat-pejabat pemerintah di kebanyakan negara-negara sedang berkembang sungguh-sungguh berusaha menggunakan komunikasi massa untuk keperluan pembangunan. 
Membaca Makna di Balik Iklan Produk Pencokelat Kulit Nivea: Representasi Kecantikan Perempuan di Jerman Puti Parameswari
ETTISAL : Journal of Communication Vol 1, No 1 (2016): ETTISAL Journal Of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v1i1.1049

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjabarkan representasi kecantikan perempuan dan identitas masyarakat yang terdapat dalam iklan produk pencokelat kulit Nivea. Dalam tulisan ini, teori mitos kecantikan dan sirkuit budaya—yang memuat hubungan antara representasi, identitas dan konsumsi—digunakan untuk menganalisis iklan yang menjadi korpus data. Melalui analisis beragam iklan, tercipta suatu penilaian baru terhadap kulit cokelat yang dikaitkan dengan gaya hidup masyarakat. Penulis berargumen bahwa masyarakat sebagai konsumen, khususnya perempuan, diarahkan untuk meyakini bahwa kulit cokelat lebih bergengsi dibanding kulit putih, maka hanya dengan konsumsi produk kosmetik seolah dapat mengubah identitas seorang konsumen menjadi bagian dari masyarakat kelas atas. Konsumsi bukan hanya terbatas penggunaan produk, namun menjadi konsumsi budaya untuk mempertahankan identitas. Pemaparan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa identitas budaya bagi masyarakat konsumen, khususnya perempuan, dikonstruksi secara hegemoni melalui media iklan. Segala representasi kecantikan perempuan dalam iklan adalah hal yang dikonstruksi oleh pihak dominan (patriarki). 

Page 1 of 1 | Total Record : 6