cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : 23030178     DOI : -
Core Subject : Economy,
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana adalah jurnal ilmiah elektronik yang mempublikasikan hasil kajian dan penelitian pada bidang Ekonomi Pembangunan. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan terbit berkala secara online setiap bulan sekali. Jurnal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan menyalurkan minat berbagi serta penyebarluasan pengetahuan bagi para akademisi, mahasiswa, praktisi, dan para pemerhati ilmu pengetahuan di bidang Ekonomi Pembangunan. Redaksi menerima tulisan hasil kajian pada bidang, Ekonomi Moneter, Ekonomi Internasional, Ekonomi Perdagangan, Ekonomi Industri, Ekonomi Perkotaan dan Wilayah (Regional), Ekonomi Publik, Ekonomi SDA & lingkungan, dan Ekonomi SDA & Energi, baik yang berupa kajian empiris maupun teoretis yang belum pernah dan tidak akan dipublikasikan pada media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 1,139 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEREMPUAN BALI PADA SEKTOR INFORMAL Wiranata, Made; Dewi, Ni Putu Martini
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 7, No. 10, Oktober 2018 (pp. 2071-2308)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.403 KB)

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEREMPUAN BALI PADA SEKTOR INFORMAL 1I Made Wiranata 2Ni Putu Martini Dewi 1,2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Email: madewiranata48@gmail.com ABSTRAK Perempuan saat ini tidak saja melakukan kegiatan di dalam lingkungan keluarga, tetapi banyak diantara bidang-bidang kehidupan di masyarakat membutuhkan sentuhan kehadiran perempuan dalam panganannya. Alasan perempuan bekerja di sektor informal karena jam kerjanya cenderung tidak terikat. Fenomena ini membuat perempuan Bali cenderung akan mengambil pekerjaan yang menurut mereka mudah untuk dilakukan atau selaras dengan kondisi adat dan budayanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variabel jumlah tanggungan keluarga, curahan jam kerja, pengalaman kerja, modal kerja dan hari raya keagamaan secara simultan dan pasial terhadap pendapatan perempuan pedagang “canang” di pasar tradisional Kecamatan Denpasar Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil sampelnya sebanyak 53 responden di 7 pasar tradisional Kecamatan Denpasar Barat.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda dalam dummy variabel. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan dan parsial jumlah tanggungan keluarga , curahan jam kerja, pengalaman kerja, modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan perempuan pedagang “canang” dan hari raya keagamaan pendapatan meningkat pada hari raya dan cenderung tetap pada hari biasa. Kata kunci : Jumlah tanggungan keluarga, Curahan jam kerja, Pengalaman kerja, Modal kerja, Hari raya keagamaan. ABSTRACT Women today are not only engaged in family activities, but many of the areas of life in society require a touch of women's presence in their roles. The reason women work in the informal sector is because their working hours tend to be unbound. This phenomenon makes Balinese women more likely to take on jobs that they think are easy to do or in harmony with their customary and cultural conditions. The purpose of this research is to analyze the variable of the number of family dependent, work hour, work experience, working capital and religious day simultaneously and to the income of female "canang" women in traditional market of West Denpasar District. The data used in this study is the primary data taken samples of 53 respondents in 7 traditional markets District West Denpasar.Teknik analysis used in this study is multiple linear regression analysis techniques in the dummy variable. From the result shows that simultaneouly and partially the number of family dependent, work hour, work experience, working capital have positive and significant effect to income of female "canang" traders and religious festive income increase on holiday and tend to remain on ordinary day. Keywords: Number of family dependents, Curious working hours, Work experience, Working capital, Religious holiday. PENDAHULUAN Pulau Bali adalah suatu pulau yang terletak di Indonesia yang sering disebut sebagai pulau dewata yang memiliki daya tarik tersendiri dan menjadi pulau impian untuk dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara. Kondisi ini menjadikan pulau Bali menjadi sangat eksklusif di mata dunia. Bali menawarkan berbagai macam hal yang sangat menarik bagi para wisatawan diseluruh dunia. Banyak hal yang menarik terdapat di Bali terutama bangunan-bangunan pura, adat budayanya yang sangat kental, panorama pegunungan yang indah dengan hawa yang sejuk yang dapat memberikan kenyamanan pada wisatawan, pantai dengan ombak-ombak besar yang sangat dicari oleh peslancar mancanegara, panorama pedesaan yang masih hijau dan asri yang jarang bisa ditemui dikota-kota besar lainnya, tempat hiburan malam yang sangat khas dan menawarkan kesenangan-kesenangan bagi para pengunjungnya, serta atraksi-atraksi atau festival yang dapat memanjakan mata wisatawan dan kagum akan adanya kebudayaan di Bali (Andriani, 2014) Mayoritas penduduk Bali adalah beragama hindu yang sangat bangga dengan kentalnya tradisi-tradisi serta ritual-ritual khas mereka ditengah kemajuan jaman terlebih pengaruh luar yang dibawa oleh para wisatawan. Kebudayaan Bali yang masih kental dengan nilai-nilai spiritualnya menyebabkan penduduknya baik penduduk yang beragama hindu maupun orang-orang yang berkunjung ke Bali akan sangat menghargai ritual-ritual yang ada di Bali. Pengajaran agama hindu kita mengenal yang namanya “Tri Hita Karana” yaitu hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan lingkungan, hubungan manusia dengan manusia itu sendiri. Kegiatan ritual yang dilakukan masyarakat Bali membutuhkan sarana upacara untuk menunjang kegiatan ritual tersebut (Andriani, 2014). Kodratknya manusia memiliki dua jenis kelamin. Adanya perbedaan tersebut diharapkan keduanya dapat saling melengkapi satu sama lainnya dalam segala hal apapun (Ekesionye, 2012). Perkembangan selanjutnya terjadi diskriminasi antara dua jenis kelamin yang berbeda tersebut. (Paula, 2002) Perempuan yang sudah menikah memilih bekerja didorong untuk memenuhi kebutuan sehari-hari dalam keluarganya. Perempuan belum menikah biasanya didorong oleh gengsi dan kemandirian yang ada di dalam individu perempuan untuk mampu memiliki penghasilan sendiri. (Anugwom, 2009) Berbeda dengan laki-laki, pada umumnya perempuan menikah memiliki peranan ganda sebagai ibu yang mengurus rumah tangga, mengasuh dan membesarkan anak. Mengingat perempuan memiliki fungsi kodrati dan non kodrati sebagai perempuan yang sudah menikah. Perkembangannya Perempuan sekarang tidak saja melalukan kegiatan dalam lingkungan keluarga, tetapi banyak diantara bagian kehidupan dalam masyarakat membutuhkan uluran tangan perempuan. Perempuan mempunyai peranan yang dapat ditinjau dalam pembangunan yaitu perempuan sebagai sumber daya manusia dalam pembangunan, perempuan sebagai pelaku pembangunan, dan perempuan sebagai panutan dalam keluarga (Rahayu, 2014). Cenderung masyarakat menganggap pembagian pekerjaan secara seksual merupakan suatu yang dianggap alamiah dan sudah tidak jarang laki-laki memperoleh kerja dengan penempatan kerja yang lebih bagus bandingkan dengan perempuan (Adedokun, 2011). Bagian kerja keduanya didasarkan atas konstruksi adat budaya yang berlaku di masyarakat. Anggapan yang sangat keliru adalah di mana laki - laki selalu di anggap memiliki peranan pokok yang sangat penting di dalam sektor publik dan perempuan masih dalam ranah domestic (Fadeiye, 2001). Partisipasi angkatan kerja berarti keikutsertaan dalam atau menjadi angkatan kerja. Jadi tingkat partisipasi angkatan kerja menunjuk kepada persentase jumlah penduduk usia kerja yang termasuk dalam angkatan kerja ( Alam, 2010 ). Perkembangan zaman yang diiringi dengan pembangunan yang sangat pesat pada masa ini, Peran perempuan tidak di pandang sebelah mata lagi. Perempuan memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan. Ardiyan, (2012) Pembangunan yang pesat membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak, dan disini tidak hanya peran laki - laki saja yang diutamakan keberadaanya. Perempuan sudah diketahui secara umum tidak hanya mengurusi rumah tangga sehari-hari saja tetapi tenaga dan pikirannya juga terlihat dalam berbagai kegiatan baik yang bersifat sosial maupun komersial (sujogyo, 1983 dalam Andriani 2014). Perempuan yang sudah masuk ke dunia kerja rela meninggalkan anaknya di rumah dan perempuan sering menitipkan anaknya ke tetangga atau keluarga terdekatnya (Widiarti, 2006). Berdasarkan hasil perhitungan geometris berdasarkan proyeksi sensus penduduk 2010 yang di bantu oleh BPS Provinsi Bali, pencerminan penduduk Kota Denpasar pada tahun 2015 memiliki jumlah penduduk 880.600 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 449.700 jiwa dengan jumlah perempuan sebesar 430.900 jiwa (Profil Kesehatan Kota Denpasar 2015). Jumlah laki-laki mendominasi di Kota Denpasar. Marhaeni, (2013) mengatakan bahwa pada umur muda rata-rata tenaga kerja perempuan lebih banyak dari angkatan kerja laki-laki, dalam hal ini masih menjadi cermin masih adanya perbedaan anak laki-laki dan perempuan dalam melanjutkan pendidikannya, dengan lebih banyaknya perempuan masuk pasar kerja ini menunjukan bahwa perempuan lebih dikodratkan dalam membantu ekonomi rumah tangga sedangkan laki-laki di berikan peluang untuk bersekolah. Bali Khususnya, kerap kali terjadi diskriminasi antara laki-laki dan perempuan. Kaum perempuan kerap kali mendapatkan posisi yang kurang menguntungkan di beberapa aspek kehidupan (Guitian, 2010). Perempuan sering kali dianggap tidak memiliki andil dalam meneruskan keturunan. Sehingga orang tua kerap kali melakukan diskriminasi antara putra dan putrinya dalam hal pendidikan pada khususnya. Kondisi ini menyebabkan anak perempuan sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang layak pada nantinya dan selalu menganggap anak laki-laki sebagai penerus keturunan dan kelangsungan hidup rumah tangga kelak (Prasetya dkk, 2010). Berdasarkan kontribusi perempuan Bali dalam membantu perekonomian keluarga sangat dirasakan oleh keluarga pekerja, tetapi untuk bekerja dan membantu perekonomian keluarga seorang ibu rumah tangga selalu dihadapi oleh berbagai permasalahan yang menghambatnya untuk masuk ke dalam dunia kerja. Seorang perempuan harus memperhitungkan masuk atau tidaknya dalam pasar tenaga kerja. Hal ini menyebabkan upah rendah, kondisi kerja buruh serta jaminan sosial rendah bagi pekerja perempuan (Edwards dan Rothbard, 2000). Fenomena ini diakibatkan karena adanya kewajiban rumah tangga dan adat yang tidak dapat dipisahkan dari keseharian perempuan di Bali. Fenomena ini membuat seorang perempuan di Bali cenderung akan mengambil pekerjaan yang menurut mereka mudah untuk dilakukan atau selaras dengan kondisi adat dan budaya yang ada, sehingga dapat mempermudah ibu rumah tangga di Bali dalam mengambil keputusan untuk bekerja. Mengingat semakin besarnya kebutuhan ekonomi perempuan Bali khususnya ibu rumah tangga semakin meningkat pula keikutsertaan dalam menambah penghasilan guna untuk menutupi kebutuhan hidup ekonomi keluarga. Sebagai masyarat Bali yang banyak mempunyai kegiatan adat menyama braya diantaranya itu ada ngayah di pura, ngayah kematian, mebanjaran, ngayah dalam acara pernikahan dan masih banyak kegiatan adat yang dalam ruang lingkupnya diwajibkan untuk mengeluarkan iuran suka duka yang lebih dari pengeluaran sehari-hari, oleh sebab itu peran perempuan Bali dalam membantu perekonomian sangatlah diperlukan guna untuk membantu kebutuhan keluarganya. Tabel 1.1 Penduduk Perempuan berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja di Provinsi Bali Tahun 2016 No Lapangan Usaha Jumlah Penduduk Perempuan (Orang) 1 Pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan 23.469 2 Penambangan dan penggalian 0 3 Industri pengolahan 21.308 4 Air minum, gas, dan listrik 147 5 Bangunan 1.896 6 Perdagangan, hotel dan rumah makan 37.314 7 Angkatan dan komunikasi 1.371 8 Keuangan, asuransi dan usaha pesewaan bangunan 3.504 9 Pelayanan publik, sosial, dan perorangan 21.666 Lainnya - Jumlah 1.106.75 Sumber : BPS Provinsi Bali 2017 Berdasarkan tabel 1.1 menunjukan bahwa penduduk di Provinsi Bali memiliki mata pencaharian yang bervariasi, salah satunya adalah Perdagangan, Hotel dan Rumah makan yang memiliki angka tertinggi yaitu sebanyak 37.314 jiwa dan lapangan usaha dibidang penambangan dan penggalian memegang jumlah paling rendah yaitu 0 jiwa. Dengan demikian sebagian besar pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan di Provinsi Bali adalah perdagang, hotel dan rumah makan. Perempuan dalam rumah tangga miskin, bekerja bukan merupakan tawaran, tetapi strategi untuk menopang hidup bagi rumah tangga yang tidak memiliki akses tanah (Ekong, 2008). Beberapa perempuan lebih memilih bekerja di sektor infornal dengan alasan lebih bisa membagi waktu dengan baik, karena sektor informal cenderung tidak mengikat (jam kerja tidak teratur). Usaha disektor ini mampu menyiapkan pekerjaan yang banyak walaupun penghasilan yang didapatkan di sektor informal tidak terlalu besar (Agyapong,2010). Menurut Lukmanul Hakim (2011) perempuan pekerja di sektor informal lebih banyak mendominasi, khususnya di lapangan kerja perdagangan. Dalam lapangan kerja perdagangan mampu lebih banyak memberikan kesempatan perempuan untuk berkiprah di dunia kerja. Banyak wanita yang melakoni usaha sederhana dan tidak memilih dalam menjalankan usaha bahkan dengan modal sedikit yang dimana merupakan salah satu ciri-ciri sektor informal (Hyman, 2012). Tabel 1.2 Penduduk Perempuan Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja di Kota Denpasar Tahun 2015 No Lapangan Usaha Jumlah Penduduk Perempuan (orang) 1 Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Perikanan 1.838 2 Penambangan, Penggalian 0 3 Industri pengolahan 22.665 4 Listrik, Gas, dan air minum 0 5 Bangunan 2.464 6 Perdagangan, hotel dan rumah makan 93.892 7 Angkutan, pergudangan, dan komunikasi 4.217 8 Keuangan, asuransi dan usaha pesewaan bangunan, tanah dan jasa 13.965 9 Pelayanan publik, sosial, dan perorangan 50.496 10 Lainnya - Jumlah 189.537 Sumber :BPS Kota Denpasar 2015 Data Tabel 1.2 Perempuan berumur 15 tahun ke atas yang bekerja di Kota Denpasar dilihat berdasarkan lapangan usaha tahun 2015 Dapat dilihat bahwa perempuan yang bekerja di Kota Denpasar memiliki jumlah tertinggi di sektor Perdagangan, hotel dan rumah makan yaitu berjumlah 93.892 jiwa dan yang paling terendah yaitu pada lapangan pekerjaan penambangan, penggalian dan listrik, gas, air. Dari tabel 1.2 sudah jelas bahwa perempuan di Kota Denpasar lebih banyak bekerja di sektor Perdagangan, hotel, rumah makan. Sihotang (2011), Pada umumnya alasan perempuan bekerja adalah untuk membantu kondisi keuangan rumah tangganya yang rendah, keadaan ekonomi yang semakin tidak menentu, pendapatan rumah tangga cenderung tidak meningkat, malahan kebutuhan pokok yang meningkat akan berakibat pada terganggunya stabilitas perekonomian rumah tangga. Mustika,(2013) Pendapatan atau upah bagi para pekerja memiliki dua sisi manfaat yaitu sebagai imbalan atau balas jasa terhadap output produksi yang dihasilkan dan sebagai perangsang bagi peningkatan produktivitas. Penelitian Keyfitz (1989), menyatakan di Indonesia tenaga kerja usia muda atau penduduk yang baru masuk pasar kerja sering mendapat pekerjaan yang tidak sesaui dengan latar belakang pendidikan yang telah dienyam. Perempuan mempunyai peluang yang sama dalam berbagai bidang pendidikan sehingga sangat banyak perempuan yang mempunyai pendidikan yang baik (Soetjipto, 2007). Perempuan yang masih muda sudah bekerja nampaknya akan terus bekerja walaupun sudah berkeluarga. Beliau sebagai ibu rumah tangga yang bersikeras bekerja dengan berbagai alasan seperti perlunya membantu perekonomian keluarga yang rendah (Akerele, 2011). (Mia, 2012) Alasan perempuan Bali memilih bekerja di sektor informal adalah jam kerjanya cenderung tidak terikat dan tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan perempuan. Todaro (2004:373), menyatakan banyak perempuan pekerja yang menjalankan usaha secara kecil-kecilan, yang disebut unit usaha mikro, yang memerlukan sedikit sekali modal (Martini dewi : 2012). Masing-masing keluarga memiliki jumlah tanggungan keluarga yang bervariasi. Asumsinya semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka kebutuhan dalam keluarga tersebut semakin banyak. Oleh karena itu, keterlibatan perempuan dalam bekerja akan semakin tinggi agar pendapatan yang diperoleh semakin banyak untuk memenuhi kebutuhan (Kusumastuti, 2012). Jumlah produksi yang dihasilkan dipengaruhi oleh semakin besarnya modal yang digunakan dalam proses produksi (Ningsih, 2015). Dalam ini memiliki arti bahwa modal kerja berpengaruh positif terhadap penghasilan pedagang perempuan (Oguonu, 2010). Mengingat peranan perempuan tidak bisa dipisahkan dengan peran dan kedudukan mereka mengurus anak, memasak, mebanten dan lainnya. Perempuan juga bisa menghasilkan suatu hal yang bermilai ekonomis yang gunanya untuk menunjang kebutuhan rumah tangga melalu penjulan canang di Bali khususnya di Kota Denpasar. Dari latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka dapat pokok permasalahan sebagai berikut:1) Apakah jumlah tanggungan keluarga,curahan jan kerja, pengalaman kerja, modal kerja dan, hari raya keagamaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pdagang canang perempuan dipasar tradisional Kecamatan Denbar? 2) Apakah jumlah tanggungan keluarga, curahan jam kerja, pegalaman kerja, modal kerja, dan hari raya keagamaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang canang perempuan dipasar trdisional Kecamatan Denbar? Adapun tbeberapa tujuan dari penelitian ini, yaitu. 1) Untuk menganalisis apakah jumlah tanggungan keluarga, curahan jam kerja, pengalaman kerja, modal kerja, dan hari raya keagamaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang canang perempuan dipasar tradisional Kecamatan Denbar? 2) Untuk menganalisis apakah jumlah tanggungan keluarga, curahan jam kerja, pengalaman kerja, modal kerja, dan hari raya keagamaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang canang perempuan dipasar tradisional Kecamatan Denbar? Penelitian ini secara teori diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu dan wawasan lebih luas khususnya di bidang SDM, pada pekerja perempuan dan peningkatan pendapatan keluarga. Secara praktis untuk mendapatkan gambaran yang lebih komperensif tentang cara mengatur waktu dalam kegiatan rumah tangga dengan bekerja, pekerja perempuan sebagai penjual canang di pasar tradisional Kecamatan Denbar dan memberikan pandangan kepada masyarakat asli Bali pada umumnya bahwa tidak ada perbedaan atau diskriminasi terhadap putra putri mereka dalam hal pendidikan dan keberlangsungan keturunan nantinya. METODE PENELITIAN Desain Penelitian ini memakai analisis asosiatif adalah untuk mencari pengaruh antara variabel dalam populasi yang akan analisis melalaui hubungan antara variabel dalam sampel yang di dapatkan dari populasi tersebut. Alasan menggunakan analisis asosiatif adalah untuk melihat bagaimana pengaruh antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Denbar. Alasan memilih penelitian di Denbar meningkatnya aktivitas masyarakat Denbar dalam kesibukan perempuan sehari – hari dalam bekerja di perkantoran mengakibatkan perempuan tidak mempunai waktu untuk membuat canang. Dengan itu perempuan di Kota Denpasar cenderung membeli canang yang sudah jadi. Mengingat jauh lebih praktis dan hemat waktu. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah tanggungan keluarga (X1), curahan jam kerja(X2), pengalaman kerja(X3), modal kerja(X4), dan hari raya keagamaan (Di) dengan variabel terikat yaitu pendapatan perempuan pedagang canang (Y). Populasi di penelitian ini adalah pedagang canang di pasar tradisional Kecamatan Denbar yaitu sebanyak 112 orang. Metode pengambilan jumlah sampel di lakukan dengan derajat kesamaan a= 10% menggunakan rumus Slovin sebagai berikut : n= n= n= n= 52,83 dibulatkan = 53 keterangan : n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = nilai kritis Berdasarkan perhitungan rumus Slovin, maka pengambilan sampel akan menggunakan Proportionate Stratified Random yaitu membagi populasi ini dari masing-masing pasar yang menjual canang. Tabel 3.1. Berdasarkan jumlah sampel penelitian ini memakai kreteria sampel dengan memilih umur pedagang canang yang masih produktif misalnya dari umur 40-49 tahun. Tabel 3.1 Jumlah Pedagang Canang di Pasar Tradisional Kecamatan Denpasar Barat No Nama Pasar Populasi (orang) perhitungan Sampel (orang) 1 Pasar Badung 36 (36 : 112 ) x 53 17 2 Pasar Sanglah 18 (18 : 112 ) x 53 8 3 Pasar Padang Sambian 31 (31 : 112 ) x 53 15 4 Pasar Abian Timbul 5 (5 : 112 ) x 53 2 5 Pasar Anyar Sari 12 (12 : 112 ) x 53 6 6 Pasar Tegal Harum 4 (4 : 112 ) x 53 2 7 Pasar Kumbasari 6 (6 : 112 ) x 53 3 112 jumlah 53 Sumber : Data diolah 2018 TEKNIK ANALISIS DATA Teknik analisis regresi linier berganda adalah teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh jumlah tanggungan keluarga,curahan jam kerja, pengalaman kerja modal kerja, hari raya keagamaan terhadap pendapatan perempuan pedagang canang di pasar tradisional Kecamatan Denbar. Untuk variabel independen lebih dari satu variabel digunakan teknik analisis regresi linier berganda menurut Menurut Gujarati (2006:91), persamaan regresi linier berganda dapat dinyatakan sebagai berikut: Y = + 1X1 + 2X2 + 3X3 + 4X4 + 5Di + Keterangan: Y = Pendapatan perempuan pedagang canang X1 = Jumlah tanggungan keluarga X2 = Curahan jam kerja X3 = Pengalaman kerja X4 = Modal kerja Di = Hari Raya Keagamaan (1), hari biasa (0) = Perkiraan kesalahan atau gangguan = Faktor intersep 1, 2, 3, 4, 5 = Koefisien regresi dari masing-masing X. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Wilayah Denpasar Barat Luas wilayah Kecamatan Denpasar Barat sebesar 24.06 Ha atau 18,83 % dari luas Kota Denpasar. Bila dilihat dari penggunaan tanahnya, dari luas wilayah yang ada sekitar 245 Ha merupakan lahan sawah, 1871 Ha merupakan lahan pertanian bukan sawah dan sisanya seluas 290 Ha merupakan lahan bukan pertanian seperti jalan, pemukiman, perkantoran, sungai dan lain-lain. Garis geografis Kecamatan Denpasar Barat berada antara 08 36’ 24” – 08 41” 59” lintang selatan dan 115 10’ 23”-115 14’ 14” bujur timur. Kecamatan Denpasar barat terdiri dari 3 kelurahan dan 8 desa yaitu, Kelurahan Padangsambian, Kelurahan Pemecutan, Kelurahan Dauh Puri, Desa Pemecutan Kelod, Desa Padangsambian Kaja, Desa Padangsambian Kelod, Desa Dauh Puri Kangin, Dauh Puri Kelod, Desa Dauh Puri Kauh, Desa Tegal Kerta dan Desa Tegal Harum. Kecamatan Denpasar Barat juga terbagi atas 81 banjar adat yang tersebar pada masing – masing desa ataupun kelurahan, serta terdiri dari 112 dusun/lingkungan. Tabel 4.1 Jumlah dusun/lingkungan di Kecamatan Denbar No Desa/Kelurahan Luas (Ha) Jumlah Dusun/Lingkungan Jumlah Banjar adat 1 Kelurahan Padangsambian 374 14 9 2 Kelurahan Pemecutan 186 15 16 3 Kelurahan Dauh Puri 60 8 3 4 Desa Padangsambian Kelod 412 12 1 5 Desa Padangsambian Kaja 409 9 5 6 Desa Pemecutan Kelod 412 12 16 7 Desa Dauh Puri Kauh 190 7 7 8 Desa Dauh Puri Kelod 188 11 6 9 Desa Dauh Puri Kangin 59 5 5 10 Desa Tegal Harum 50 8 5 11 Desa Tegal Kertha 35 8 8 JUMLAH 2,413 112 81 Sumber : Kecamatan Denpasar Barat dalam Angka 2017 Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah perempuan pedagang canang yang bekerja di pasar tradisional Kecamatan Denpasar barat yang dimana terdapat 7 pasar tradisional dengan sampel yang digunakan sebanyak 53 sampel yang dikumpulkan berdasarkan hasil observasi, wawancara dan kuisioner. Berikutnya dijelaskan secara detail mengenai karakteristik responden menurut umur, jumlah anggota keluarga, dan tingkat pendidikan responden. Umur Rsponden Umur merupakan usia pedagang canang perempuan di pasar tradisional Kecamatan Denbar. Data yang didapat menunjukkan sebagian besar Perempuan pedagang berada diantara umur 40-49 tahun yaitu sebanyak 25 orang responden atau sebesar 47,17 persen. Usia tersebut merupakan usia yang produktif untuk menunjang ekonomi keluarga yang rendah dan pada umur segitu sebagian besar responden bekerja dalam sehari lebih lama mengingat jam kerjanya tidak terikat karena dengan umur segitu anak responden sudah beranjak dewasa. Hasil survey lapangan dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Pedagang Canang di Pasar Tradisional Kecamatan Denbar Umur Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) 20-29 1 1,89 30-39 9 16,98 40-49 25 47,17 50-59 14 26,42 60-69 3 5,66 ? 70 1 1,89 Jumlah 53 100 Sumber: Data Penelitian, 2018 Jumlah Anggota Keluarga Jumlah anggota keluarga adalah jumlah semua anggota keluarga yang ditanggung oleh kepala keluarga. Dari hasil penelitian dilapangan menunjukan jumlah anggota keluarga responden sangat bervariasi, dari yang mempunyai jumlah anggota keluarga 4 orang dalam satu KK sampai 8 orang dalam satu KK yang terdiri dari kepala keluarga Ayah/Ibu serta ditambah anak-anaknya dan mertua atau orang tua dari kepala keluarga. Jumlah anggota keluarga dalam penelitian ini adalah jumlah anggota keluarga responden dalam satu KK. Hasil dilapangan menunjukan bahwa sebagian besar jumlah anggota keluarga dalam satu KK adalah 5 orang dengan jumlah responden 22 orang atau sebesar 41,51 persen. Hasil survey lapangan dapat dilihat pada tabel 4.3 Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga Pedagang Canang di Pasar Tradisional Kecamatan Denbar Jumlah Anggota Keluarga (Orang) Jumlah Responden (Orang) Persemtase (%) 1 0 0 2 0 0 3 5 9,43 4 20 37,74 5 22 41,51 6 4 7,55 7 0 0 8 2 3,77 Jumlah 53 100 Sumber: Data Penelitian, 2018 Tingkat Pendidikan Tingkat pendidikan menunjukan jenjang sekolah responden yang didapatkan dengan menanyakan pendidikan yang telah ditamatkan terakhir perempuan pedagang canang tersebut. Jumlah responden pada jenjang pendidikan SD mendominasi daripada jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 22 orang responden, sedangkan jumlah responden yang paling rendah atau sedikit yaitu tingkat pendidikan SMA yaitu jumlah 14 orang responden. Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pedagang Canang di Pasar Tradisional Kecamatan Denbar Tingkat Pendidikan Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) SD 22 41,51 SMP 17 32,08 SMA 14 26,42 Jumlah 53 100 Sumber: Data Penelitian, 2018 Deskripsi Data Hasil Penelitian berdasarkan pendapatan responden pedagang canang Pendapatan perempuan pedagang canang yang bekerja di pasar tradisional Keacamatan Denpasar Barat memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Hal ini didasari oleh keinginan perempuan untuk ikut membantu meningkatkan pendapatan keluarganya. Adapun hasil survey terhadap pendapatan responden dapat dilihat pada table berikut ini. Tabel 4.5 Pendapatan Responden Pedagang Canang di Pasar Tradisional Kecamatan Denbar Pendapatan Responden Rp/Bulan Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) 1.000.000-1.999.999 1 1.89 2.000.000-2.999.999 10 18,87 3.000.000-3.999.999 30 56,60 4.000.000-4.999.999 6 11,32 ? 5.000.000 6 11,32 Jumlah 53 100 Sumber: Data Penelitian, 2018 4.2.5 Deskripsi Data Hasil Penelitian Berdasarkan Jumlah Tanggungan Keluarga Responden Pedagang Canang Jumlah tanggungan keluarga adalah banyaknya individu yang di tanggung oleh respoden. Berdasarkan hasil penelitian terhadap responden perempuan pedagang canang yang bekerja di pasar tradisional Kecamatan Denpasar Barat mayoritas memiliki jumlah tanggungan sebanyak 1-3 orang dalam 1 keluarga dengan total responden 38 orang atau sebesar 71,30 persen. Data mengenai jumlah tanggungan keluarga responden perempuan pedagang canang yang bekerja di pasar tradisional Kecamatan Denpasar Barat dapat dilihat pada Tabel 4.6 Tabel 4.6 Jumlah Tanggungan Keluarga Responden Pedagang Canang di Pasar Tradisional Kecamatan Denbar Jumlah Tanggungan Responden (Orang) Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) 1-3 38 71,30 ? 3 15 28,30 Jumlah 53 100 Sumber: Data Penelitian, 2018 4.2.6 Deskripsi Data Hasil Penelitian Berdasarkan Curahan Jam Kerja Responden Pedagang Canang Jumlah curahan jam kerja mempengaruhi pendapatan yang mereka dapatkan. Lebih banyak waktu yang dicurahkan pedagang canang perempuan dalam melaksanakan usaha bedagang, dengan itu akan semakin besar pula peluang perempuan untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi dalam berdagang. Hasil data dilapangkan menunjukan bahwa curahan jam kerja perempuan paling lama 6-10 jam per hari dengan jumlah responden sebanyak 47 orang atau 88,68 persen. Data mengenai curahan jam kerja responden perempuan pedagang canang yang bekerja di pasar tradisional Kecamatan Denbar dapat di lihat pada Tabel 4.7 Tabel 4.7 Jumlah Responden Berdasarkan Curahan Jam Kerja Pedagang Canang di Pasar Tradisional Kecamatan Denbar Curahan waktu (Jam) Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) 1 – 5 2 3,77 6-10 47 88,68 11-15 4 7,55 Jumlah 53 100 Sumber: Data Penelitian, 2018 Deskripsi Data Hasil Penelitian Pengalaman Kerja Responden Pedagang Canang Pengalaman kerja adalah pengetahuan atau keahlian yang telah diketahui seseorang yang akibat dari perbuatan atau pekerjaan yang telah dilakukan selama beberapa waktu tertentu. Semakin lama seseorang bekerja maka semakin banyak pengalaman yang dimiliki, sehingga akan membuka peluang yang lebih besar dalam mendapatkan peluang yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian pengalaman kerja responden dapat dilihat pada tabel 4.8 yang menunjukan bahwa pengalaman kerja perempuan pedagang canang tinggi yaitu 11-20 tahun dengan jumlah responden sebanyak 25 orang atau 47,17 persen. Tabel 4.8 Jumlah Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja Responden Pedagang Canang di Pasar Tradisional Kecamatan Denbar Pengalaman Kerja Responden (Tahun) Jumlah Responden (orang) Persentase (%) 1-10 18 33,96 11-20 25 47,17 21-30 9 16,98 ? 30 1 1,89 Jumlah 53 100 Sumber: Data Penelitian, 2018 Deskripsi Data Hasil Penelitian Berdasarkan Modal Kerja Responden Pedagang Canang Modal kerja berpengaruh terhadap pendapatan pedagang dimana modal yang besar akan mempermudah untuk memperoleh faktor produksi yang diperlukan sehingga akan mempermudah pedagang dalam menyiapkan barang dagangannya. Sebaliknya, bila modal yang dimiliki kecil maka susah dalam penyediaan faktor-faktor produksi. Deskripsi data hasil penelitian berdasarkan modal kerja dapat di lihat pada tabel berikut yang menunjukan bahwa jumlah modal paling banyak perempuan pedagang canang yaitu sebesar 100.000-500.000 dengan jumlah responden 43 orang atau 81,13%. Tabel 4.9 Jumlah Responden Berdasarkan Modal Kerja Pedagang Canang di Pasar Tradisional Kecamatan Denbar Jumlah Modal Responden (Juta Rupiah) Jumlah Responden (orang) Persentase (%) 100.000 – 500.000 43 81,13 600.000 – 1.000.000 10 18,87 Jumlah 53 100 Sumber: Data Penelitian, 2018 Deskripsi Data Hasil Penelitian Berdasarkan Perbedaan Pendapatan di Hari Raya Keagamaan Hari raya keagamaan di pandang sangat penting adalah mengenai pendapatan pedagang canang pada saat hari rahinan. Rahinan umat Hindu yang secara rutin dilaksanakan pada setiap bulannya yaitu : Purnama, Tilem, Anggara Kasih, Budha Kliwon, Budha Cemeng, Kajeng Kliwon, dan Tumpek. Seluruh rangkaian upacara tersebut selalu menggunakan canang, dengan itu waktu yang diperlukan oleh pedagang canang pada saat hari rahinan lebih lama dibandingkan hari biasa dan modal yang dikeluarkan oleh pedagang canang juga lebih banyak dikeluarkan pada saat rahinan dibandingkan hari biasa. Berdasarkan pernyataan tersebut dalam bentuk dummy 1 dinyatakan pendapatan meningkat di hari raya sebesar 41,51 persen dan 0 pendapatam cenderung tetap dihari biasa sebesar 58,49 persen. No. Pendapatan Jumlah (Orang) Persentase (%) 1 Hari raya 22 41,51 2 Hari biasa 31 58,49 Total 53 100 Tabel 4.10 Perbedaan Pendapatan Perempuan Pedagang Canang Sumber: Data hasil penelitian, 2018 Hasil Analisis Regeresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda adalah analisis yang dipergunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel jumlah tanggungan keluarga(X1), curahan jam kerja(X2), pengalaman kerja(X3), modal kerja(X4) dan hari raya keagamaan (Di) terhadap Pendapatan Pedagang Canang Perempuan (Y). Hasil tersebut kemudian menjadi dasar untuk menguraikan variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini. Hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan perempuan Bali pada sektor informal dapat dijelaskan sebagai berikut. Tabel 4.11 Hasil Uji Pengaruh Jumlah Tanggungan Keluarga, Curahan Jam Kerja, Pengalaman Kerja, Modal Kerja, dan Hari Raya Keagamaan Terhadap Pendapatan Pedagang Canang Perempuan Coefficients Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -,703 ,609 -1,155 ,254 X1 ,263 ,113 ,228 2,319 ,025 X2 ,178 ,079 ,233 2,248 ,029 X3 ,037 ,017 ,219 2,231 ,031 X4 2,717 ,930 ,323 2,921 ,005 Di ,579 ,271 ,214 2,137 ,038 a.Dependent Variable: Y Sumber: Lampiran 3 Hasil uji F berdasarkan hasil SPSS didapatkan hasil bahwa seluruh variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan perempuan pedagang canang. Dapat dinyatakan dengan nilai signifikansi dari Fhitung sebesar 0,000 yang lebih kecil dari ? = 5 persen. Hal ini berarti bahwa tinggi rendahnya pendapatan perempuan pedagang canang dipengaruhi oleh jumlah tanggungan keluarga, curahan jam kerja, pengalaman kerja, modal kerja dan hari raya keagamaan. Hasil uji t didapatkan bahwa pendapatan perempuan pedang canang (Y) dipasar tradisionalKecamatan Denbar dipengaruhi oleh jumlah tanggungan keluarga yang secara parsial memiliki pengaruh yang postif signifikan. Dalam hasil tersebut dapat dinyatakan dengan nilai signifikansi dari thitung sebesar 0,025 yang lebih kecil dari ? = 5 persen. Koefisien dari variabel jumlah tanggungan keluarga (X1) sebesar 0,263 yang memiliki arti bahwa jika diasumsikan terdapat kenaikan jumlah tanggungan keluarga sebanyak 1 orang maka akan meningkatkan pendapatan perempuan pedagang canang sebanyak Rp. 0,263 dengan asumsi variabel lainnya konstan. Berdasarkan hasil SPSS didapatkan hasil bahwa curahan jam kerja (X2) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan perempuan pedagang canang (Y) di pasar tradisional Kecamatan Denbar. Dalam hasil tersebut dapat dinyatakan dengan besarnya nilai signifikansi dari thitung sebesar 0,029 yang lebih kecil dari ? = 5 persen. Koefisien dari variabel curahan jam kerja (X2) sebesar 0,178 yang berarti bahwa jika diasumsikan terdapat kenaikan curahan jam kerja selama 1 jam maka akan meningkatkan pendapatan perempuan pedagang canang sebesar Rp. 0.178 dengan asumsi variabel lainnya konstan Berdasarkan hasil SPSS didapatkan hasil bahwa pengalaman kerja (X3) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan perempuan pedagang canang (Y) di pasar tradisional Kecamatan Denbar. Dalam hasil tersebut dapat dinyatakan dengan besarnya nilai signifikansi dari thitung sebesar 0,031 yang lebih kecil dari ? = 5 persen. Koefisien dari variabel pengalaman kerja (X3)sebesar 0,037 yang mempunyai arti bahwa jika diasumsikan terdapat kenaikan pengalaman kerja selama 1 tahun maka akan bertambahnya pendapatan perempuan pedagang canang sebesar Rp. 0,037 dengan asumsi variabel lainnya konstan. Berdasarkan hasil SPSS didapatkan hasil bahwa modal kerja (X4) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan perempuan pedagang canang (Y) di pasar tradisional Kecamatan Denbar. Dalam hasil tersebut dapat dinyatakan dengan besarnya nilai signifikansi dari thitung sebesar 0,005 yang lebih kecil dari ? = 5 persen. Koefisien dari variabel modal kerja (X4) sebesar 2,717 yang artinya jika diasumsikan terdapat kenaikan modal kerja sebanyak 1.000.000 maka akan bertambahnya pendapatan perempuan pedagang canang sebesar Rp. 2,717 dengan asumsi variabel lainnya konstan. Berdasarkan hasil SPSS diperoleh hasil bahwa hari raya keagamaan (Di) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan perempuan pedagang canang (Y) di pasar tradisional Kecamatan Denbar. Dapat dilihat pada nilai signifikansi dari thitung sebesar 0,038 yang lebih kecil dari ? = 5 persen. Koefisien dari variabel hari raya keagamaan (Di) adalah sebesar 0,579 yang berarti bahwa pendapatan perempuan pedagang canang pada saat hari raya terjadi peningkatan sebesar Rp 0,579 juta rupiah dibandingkan hari biasa. Hasil Uji Asumsi Klasik Tabel 4.12 Hasil Uji Normalitas dengan Metode One-Sample Kolmogorov-Sminov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 53 Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,23271093 Most Extreme Differences Absolute ,082 Positive ,076 Negative -,082 Test Statistic ,082 Asymp. Sig. (2-tailed) ,200d a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. d. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Lampiran 4 Berdasarkan Tabel 4.12, tingginya hasil Kolmogorov-Smirnov adalah 0,082, dengan tingkat signfikansi pada Asymp,Sig (2-tailed) yaitu 0,020. Hasil tersebut lebih besar dari ? = 5%, dalam hal ini dinyatakan bahwa data sudah terdistribusi normal dan layak dipergunakan untuk nganalisis lebih lanjut. Tabel 4.13 Hasil Uji Multikolenearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 X1 ,864 1,157 X2 ,783 1,277 X3 ,867 1,154 X4 ,687 1,456 Di ,833 1,200 a. Dependent Variable: Y Sumber:Lampiran 4 Tujuan digunakannya uji ini adalah untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terdapat atau terjadi korelasi, maka pada model regresi tersebut terdapat problem multikolinieritas. Uji multikolinieritas didalam regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai Variance Inflating Factor (VIF). Model regresi dikatakan bebas multikolinieritas apabila model tersebut mempunyai nilai VIF kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 10 persen. Hasil uji multikolinieritas terhadap model regresi yang digunakan disajikan pada Tabel 4.13 dapat diketahui bahwa semua variabel dalam model yang digunakan memiliki nilai Tolerance lebih besar dari 10 persen (0,01) dan seluruh nilai VIF pada model regresi tersebut memiliki nilai kurang dari 10, hal tersebut menunjukkan bahwa pada model regresi yang dibuat tidak terdapat gejala multikolinieritas sehingga model tersebut dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut Tabel 4.14 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) ,152 ,235 ,648 ,520 X1 ,022 ,044 ,075 ,496 ,623 X2 ,001 ,031 ,006 ,038 ,970 X3 -,003 ,006 -,068 -,451 ,654 X4 ,259 ,359 ,123 ,722 ,474 Di ,110 ,105 ,163 1,054 ,297 a.Dependent Variable: Absolut Residual Sumber:Lampiran 4 Tabel 4.14 menyatakan bahwa tingkat signifikan seluruh variabel bebas pada model yang dipergunakan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap absolut residual dikarenakan tingkat signifikansi semua variabel bebas bernilai diatas 5%, dengan itu kesimpulannya model yang digunakan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Secara simultan, variabel jumlah tanggungan keluarga(X1), curahan jam kerja (X2) pengalaman kerja(X3), modal kerja(X4), dan hari raya keagamaan(Di) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang canang perempuan (Y) Variabel jumlah tanggungan keluarga(X1), variabel curahan jam kerja(X2), variabel pengalaman kerja(X3),variabel modal kerja(X4) terhadap pendapatan pedagang canang perempuan (Y) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial dan variabel hari raya keagamaan (Di) pendapatan perempuan pedagang canang terjadi peningkatan di hari raya dibandingkan hari biasa Perempuan pedagang canang yang berumur produktif 40-49 tahun khususnya yang mempunyai jumlah tanggungan dalam keluarga yang cukup tinggi supaya waktu untuk bedagang lebih lama dari biasanya. Mengingat semakin lama waktu berdagang maka pendapatan juga semakin meningkat. Diharapkan pemerintah daerah agar lebih memberikan penyuluhan atau pelatihan mengenai perdagangan kepada para pedagang yang mempunyai pengalaman kerja yang kurang baik dalam hal manajemen maupun akuntansi Kelengkapan sarana dalam canang perlu diperhatikan kembali, karena Masih banyak ditemui sarana dalam canang kurang lengkap Penambahan modal kerja dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan pedagang melalui pinjaman dari koprasi, LPD maupun Bank. Penambahan modal kerja in
PENGARUH MINAT GENERASI MUDA BEKERJA DI TEMPAT LAIN DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP PRODUKSI GULA MERAH NONIK PEBRIANTI, KETUT; KEMBAR SRI BUDHI, MADE
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol. 8, No. 10, Oktober 2019, pp [2195 - 2500]
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.307 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) untuk menganalisis modal,bahan baku, pendidikan dan kesempatan kerja ditempat lain secara simultan terhadap minat generasi muda dalam memproduksi gula merah di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung. 2) Untuk menganalisis pengaruh modal,bahan baku, pendidikan dan kesempatan kerja ditempat lain berpengaruh secara parsial terhadap minat generasi muda dalam memproduksi gula merah di Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. \ Dalam penentuan sampel penelitian ini menggunakan seluruh subjek atau semua anggota populasi. Banyaknya populasi dalam penelitian ini adalah 44 pengusaha industri rumah tangga gula merah. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa modal, bahan baku, pendidikan dan kesempatan kerja ditempat lain secara serempak berpengaruh signifikan terhadap produksi gula merah. Secara parsial modal, bahan baku, dan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi gula merah dan kesempatan kerja di tempat lain berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi gula merah. Kata kunci: produksi, modal, bahan baku, pendidikan, kesempatan kerja
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Inflasi, dan Upah Minimum Terhadap Jumlah Pengangguran Di Bali Sopianti, Ni Komang; Ayuningsasi, A.A Ketut
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 2, No. 4, April 2013 (pp. 173-225)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.02 KB)

Abstract

Unemployment is a problem that has yet to be addressed by the central government and local government. Various ways to overcome this problem has been taken by the government, but this problem has not been able to be resolved. Unemployment arises because of the mismatch between labor demand and labor supply. The unemployment problem is very important to note because it is equally harmful unemployment lead to a variety of crimes and can lead to social unrest, political, and poverty. As a trusted affect unemployment include economic growth, inflation rate, and the minimum wage. This study aimed to determine the effect of simultaneous or partial Which influential and dominant variables of economic growth, inflation rate, and the minimum wage for the number of unemployed in Bali. This study uses time series data for seven years that the year 2004-2010 and a cross section of nine Kabupaten/Kota in Bali. Analysis techniques are used to address the problem is with the multiple linear regression analysis model by performing the F test and t test. Results of this study showed that the variables of economic growth, inflation rate, and the minimum wage simultaneously significant effect on the number of unemployed in Bali. Variable inflation rates have a positive effect and significant on the number of unemployed in Bali, while the economic growth and the minimum wage has no effect on the number of partial unemployment in Bali. Dominant variable in this study is the rate of inflation, which positively affects the 26 percent unemployment rate in Bali. Variations influence of three independent variables can be determined based on the value of R2 is worth 0,308. Thus, 30.8 percent of variation in the number of unemployed is affected by economic growth, inflation rate, and the minimum wage, while the remaining 69.9 percent is influenced by other factors not included in the model such as population growth, health, education, geography, type of sex, and urbanization.
Analisis Pengaruh Upah Minimum, Tingkat Pendidikan Dan Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Bali Periode Tahun 1995-2012 Wiradinata, Kadek Ivan; Kartika, Nengah
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 4, No. 6, Juni 2015 (pp. 608 - 745)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of the minimum wage, the level of education and unemployment rate to the level of poverty in the province of Bali. The data used in this study are secondary data drawn from the Central Statistics Agency (BPS) of Bali from 1995 - 2012. Data were analyzed by multiple linear regression. The results of the study indicate that the minimum wage and the level of education has a negative effect on poverty, while the unemployment rate has a positive effect on the level of poverty.
Pengaruh Produksi, Harga, Kurs dan Tarif 0% Terhadap Ekspor CPO Indonesia dalam Skema ACFTA Putra, I Dewa Gede Darma; Sudirman, I Wayan
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 3, No. 9, September 2014 (pp. 395-430)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.91 KB)

Abstract

Crude Palm Oil ( CPO ) as the main export commodity for Indonesia has contributed greatly to the economy of the agricultural sector in the agreement Indonesia.Dimasukkannya ASEAN - China Free Trade Area ( ACFTA ) means the Indonesian CPO should be ready to compete freely on Indonesian CPO is ACFTA.Ekspor the highest in the world , Indonesia must therefore be defended in the ACFTA which is one of the gates to the liberalization of the economy . This study aims to determine the effect of production , price , exchange rate , and the rate of 0 % on Indonesian CPO exports in ACFTA scheme in the period 2001-2012 . The data in this study come from the UN trade database , Statistics Indonesia , the Malaysian Palm Oil Board ( MPOB ) and literature - literature terkait.Teknik analysis used in this study is ordinary least square analysis techniques. Berdasarkan results of the analysis found that the production rate 0 % positive and significant impact on Indonesian CPO exports in the period 2001-2012 ACFTA scheme, while the price and the dollar exchange rate has no effect Indonesian CPO exports in the period 2001-2012 ACFTA scheme.  
Pengaruh Kunjungan Wisatawan Asing dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Serta Pertumbuhan Ekonomi Damayanti, Ni Luh Emi; Kartika, I Nengah
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 5, No. 7, Juli 2016 (pp. 729-947)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.265 KB)

Abstract

Economic growth is an important indicator to look at the success of the economy of a country. The high investment and rapid growth of the tourism sector can trigger high employment and economic growth in an area. The purpose of this study was to determine the effect of foreign tourists and investment to economic growth through employment in the province of Bali. This research was conducted in the province of Bali. Data collected through the documents contained in the BPS Bali. The data used in this research is secondary data is data time series that began in 1995 until 2014. The analysis technique used in this research is the analysis of lane or path analysis. Based on the analysis result that foreign tourist arrivals, and investment positive and significant impact directly on employment. Visits foreign tourists, investment and employment positive and significant impact directly on economic growth, investment and foreign tourists visit also had an indirect effect on economic growth through employment in the province of Bali.
Analisis Pendapatan Pengrajin Perhiasan di Desa Celuk (Studi Perbandingan Pengrajin Perak Dan Pengrajin Alpaka) Paramitha Udiana, Ni Wayan Pradnya; Sudiana, I Ketut
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana vol.6.No. 8. Agustus 2017(pp.1395-1627)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.643 KB)

Abstract

Celuk becoming known as an area of silver production since 1976. The silver is one part of the art has long been grown in Bali, because it is expensive and the high price of silver is not all people can afford to buy crafts and silver jewelry, so that people many which uses the alternative of buying jewelry that resembles the silver craft called the alpaca craft.  The purposes of this study are to analyze the revenue comparison alpaca silver artisans and craftsmen and to analyze the differences in the production of alpaca silver artisans and craftsmen in Celuk. Based on the results of the study concluded craftsmen’s revenue alpaca is higher than the income of a silversmith. for alpaca jewelry have the price is much cheaper with form and appearance similar to silver jewelry and alpaca jewelry production yield significantly higher than silver jewelry. In production of and the alpaca jewelry is faster than silver jewelry in addition to more competitive prices.
PENGARUH LUAS LAHAN, KURS DOLLAR AMERIKA, INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR TERHADAP EKSPOR TEH INDONESIA TAHUN 2000 – 2015 Suhartawan, Ketut Ari; Sudirman, Wayan
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 7, No. 7, Juli 2018 (pp. 1352-1586)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.554 KB)

Abstract

One of the potential export commodities in Indonesia is tea. This study aims to determine the effect of land area, US dollar exchange rate, big trade price index simultaneously and partially to export Indonesian tea in 2000 - 2015. Data used is secondary data. The analysis technique used is multiple linear regression analysis. Test results shows that simultaneously variable of land area, US dollar exchange rate and big trade price index (IHPB) have significant effect to Indonesian tea export in 2000-2015. In partial land area have positive and significant effect to Indonesian tea export year 2000-2015. The coefficient of land width variable marked positive means that the more efficient use of agricultural land for the production process will increase the export value of Indonesian tea export. In partial variable of US dollar exchange rate have positive and significant effect to Indonesian tea export year 2000-2015. The coefficient of US dollar exchange rate is positive so it can be concluded that the stronger the US dollar exchange rate, the export value will be higher. Partially IHPB variables have a positive and significant effect on Indonesian tea export in 2000-2015.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Pendapatan Nelayan di Desa Batununggul Kecamatan Nusapenida B. Putra, Gede Esa anggara
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 8, No. 5, Mei 2019, pp (945-1180)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.612 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung variabel pengalaman, lama melaut, teknologi, dan biaya operasional terhadap produksi dan pendapatan nelayan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa variabel pengalaman, lama melaut, teknologi, dan biaya operasional nelayan berpengaruh langsung dan signifikan terhadap jumlah tangkapan (produksi ikan). Variabel pengalaman, lama melaut, teknologi, dan jumlah tangkapan (produksi) ikan berpengaruh langsung dan signifikan terhadap pendapatan. Variabel biaya operasional memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan. Terdapat pengaruh tidak langsung antara variabel pengalaman, lama melaut, teknologi, dan biaya operasional terhadap pendapatan melalui jumlah tangkapan (produksi) ikan. Peran serta pemerintah dan pihak swasta sangat diperlukan untuk meningkatkan pendapatan nelayan dengan cara membantu peluang pasar hasil tangkapan ikan, serta memberikan bantuan berupa, ibah seperti perlengkapan melaut
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PRODUKSI, PDB DAN KURS DOLLAR AMERIKA SERIKAT TERHADAP IMPOR CABAI INDONESIA Mahardika, Arya Wira; Yuliarmi, Ni Nyoman
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana Vol. 7, No. 3, Maret 2018 (pp. 381-619)
Publisher : E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.16 KB)

Abstract

Perdagangan internasional dalam hal kegiatan impor yang dilakukan Indonesia merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam bidang perdagangan internasional. Kebijakan impor dilakukan karena pemerintah Indonesia belum dapat memproduksi semua kebutuhan dalam negeri. Salah satu komoditi yang diimpor oleh Indonesia adalah cabai. Dari segi konsumsi, cabai merupakan komoditas hortikultura yang permintaannya cukup besar, terutama di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh jumlah penduduk, produksi, Produk Domestik Bruto (PDB) dan kurs dollar Amerika secara simultan terhadap impor cabai Indonesia tahun 1994-2015, dan bagaimana pengaruh jumlah penduduk, produksi, Produk Domestik Bruto (PDB) dan kurs dollar Amerika secara parsial terhadap impor cabai Indonesia tahun 1994-2015. Penelitian dilakukan di Indonesia dengan menggunakan metode observasi . Teknik pengumpulan data dengan pencatatan langsung berupa data produksi, Produk Domestik Bruto (PDB) dan kurs dollar Amerika dan impor cabai Indonesia periode tahun 1994-2015. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penduduk, produksi, PDB, dan Kurs Dollar Amerika Serikat berpengaruh secara simultan terhadap impor cabai Indonesia Tahun 1994-2015. Secara parsial variabel jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap impor cabai Indonesia Tahun 1994-2015. Sedangkan variabel produksi PDB, dan Kurs Dollar Amerika Serikat tidak berpengaruh terhadap impor cabai Indonesia Tahun 1994-2015. Kata kunci : Jumlah Penduduk, Produksi, PDB, Kurs Dollar Amerika Serikat, Impor Cabai.

Page 42 of 114 | Total Record : 1139


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 6 (2024): Vol.13.No.6. JUNI.2024 [393-451] Vol 13 No 5 (2024): Vol.13.No.5. MEI 2024 [307-392] Vol 13 No 4 (2024): Vol.13.No.4. APRIL 2024 [248-306] Vol 13 No 3 (2024): Vol.13.No.3.MARET 2024 [161-247] Vol 13 No 2 (2024): Vol.13.No.2. FEBRUARI 2024 [91-160] Vol 13 No 1 (2024): Vol.13.No.1. JANUARI 2024[1-90] Vol 12 No 10 (2023): Vol.12.No.10. OKTOBER 2023[650-724] Vol 12 No 9 (2023): Vol.12.No.9.SEPTEMBER. 2023[586-649] Vol 12 No 8 (2023): Vol.12.No.8. AGUSTUS.2023[533-585] Vol 12 No 7 (2023): Vol.12.7. JULI.2023[451-532] Vol 12 No 6 (2023): Vol.12.6.JUNI.2023[376-450] Vol 12 No 5 (2023): Vol.12.5.MEI.2023[311-375] Vol 12 No 4 (2023): Vol.12.4.APRIL.2023[231-310] Vol 12 No 3 (2023): Vol.12.3. MARET 2023[166-230] Vol 12 No 2 (2023): Vol.12.2. FEBRUARI 2023[86-165] Vol 12 No 1 (2023): Vol.12.1. JANUARI 2023[1-85] Vol 12 No 12 (2023): Vol.12.No.12. DESEMBER 2023 Vol 12 No 11 (2023): Vol.12.No.11. NOVEMBER 2023 Vol 11 No 12 (2022): Vol.11.12. DESEMBER 2022[4234-4463] Vol 11 No 11 (2022): vol.11.11. NOVEMBER 2022[4011-4233] Vol 11 No 10 (2022): vol.11.10. OKTOBER 2022 [3701 - 4009] Vol 11 No 9 (2022): VOL11NO 9, SEPTEMBER 2022 [3325-3700] Vol 11 No 8 (2022): VOL11NO 8, AGUSTUS 2022 [2900-3323] Vol 11 No 6 (2022): VOL 11 NO 6, JUNI 2022 [2045-2480] Vol 11 No 5 (2022): VOL 11 NO 5, MEI 2022 [1621-2044] Vol 11 No 4 (2022): Vol. 11 No. 4, April 2022 [1215-1619] Vol 11 No 3 (2022): VOL 11 NO 3, MARET 2022 [807-1213] Vol 11 No 2 (2022): VOL 11 NO 2, FEBRUARI 2022 [405-805] Vol 11 No 1 (2022): VOL 11 NO 1, JANUARI 2022 [1-403 ] Vol 10 No 12 (2021): VOL 10 NO 12, DESEMBER 2021 [4563 - 5005] Vol 10 No 11 (2021): VOL 10 NO 11, NOVEMBER 2021 [4406 - 4562] Vol 10 No 10 (2021): VOL 10 NO 10, OKTOBER 2021 [3966 - 4405] Vol 10 No 9 (2021): VOL 10 NO 9, SEPTEMBER 2021 [3528 - 3965] Vol 10 No 8 (2021): VOL 10 NO 8, AGUSTUS 2021 [3104 - 3527] Vol 10 No 7 (2021): VOL 10 NO 7, JULI 2021 [2661 - 3103] Vol 10 No 5 (2021): VOL 10 NO 5, MEI 2021 (1774 - 2222) Vol 10 No 4 (2021): VOL 10 NO 4, APRIL 2021 [ 1331-1773] Vol 5 No 6 (2021): VOL 10 NO 6, JUNI 2021 [2223 - 2660] Vol 10 No 3 (2021): VOL 10 NO 3,MARETI 2021 [ 899 - 1330] Vol 10 No 2 (2021): VOL 10 NO 2, FEBRUARI 2021 [ 451 - 898] Vol 10 No 1 (2021): VOL 10 NO 1, JANUARI 2021 [ 1 - 450 ] Vol 9 No 12 (2020): VOL 9 NO 12, DESEMBER 2020 (2618-2851) Vol 9 No 11 (2020): VOL 9 NO 11, NOVEMBER 2020 (2390 - 2617) Vol 9 No 10 (2020): VOL 9 NO 10, OKTOBER 2020 (2152 - 2389) Vol 11 No 7 (2020): VOL 11 NO 7, JULI 2022 [2481-2899] Vol 9 No 9 (2020): VOL 9 NO 9, SEPTEMBER 2020 (1888-2151) Vol 9 No 8 (2020): VOL 9 NO 8, AGUSTUS 2020 (1631 - 1887) Vol 9 No 7 (2020): VOL 9 NO 7, JULI 2020 (1431-1630) Vol 9 No 6 (2020): VOL 9 NO 6, JUNI 2020, PP 1200-1430 Vol 9 No 5 (2020): VOL 9 NO 5, MEI 2020, PP 963 - 1199 Vol 9 No 4 (2020): VOL 9 NO 4, April 2020, PP 719 - 962 Vol 9 No 3 (2020): Vol. 9, No.3, Maret 2020, pp (473-718) Vol 9 No 2 (2020): VOL 9 NO 2, FEBRUARI 2020 [ 233 - 472 ] Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 NO 1,Januari 2020 pp [ 1 - 232 ] Vol 8 No 12 (2019): Vol. 8, No.12, Desember 2019, pp (2807-3114) Vol 8 No 11 (2019): Vol. 8, No.11, November 2019, pp (2501-2806) Vol 8 No 10 (2019): Vol. 8, No. 10, Oktober 2019, pp [2195 - 2500] Vol 8 No 9 (2019): Vol. 8, No.9, September 2019, pp (1947-2194) Vol 8 No 7 (2019): Juli 2019, pp (1443-1696) Vol. 8, No.8, Agustus 2019, pp (1697-1946) Vol. 8, No. 6, Juni 2019, pp (1181-1442) Vol. 8, No. 5, Mei 2019, pp (945-1180) Vol. 8, No. 4, April 2019, pp (703-940) Vol. 8, No. 3, Maret 2019, pp (486-702) Vol. 8, No. 2, Februari 2019, pp (239-485) Vol. 8, No. 1, Januari 2019, (pp. 1-238) Vol. 7, No. 12, Desember 2018 pp (2549-2796) Vol. 7, No. 11, November 2018 (pp. 2309-2548) Vol. 7, No. 10, Oktober 2018 (pp. 2071-2308) Vol. 7, No. 9, September 2018 (pp. 1826-2070) Vol. 7, No. 8, Agustus 2018 (pp. 1587-1825) Vol. 7, No. 7, Juli 2018 (pp. 1352-1586) Vol. 7, No. 6, Juni 2018 (pp. 1112-1351) Vol. 7, No. 5, Mei 2018 (pp. 868-1111) Vol. 7, No.4, April 2018 (pp. 617-867) Vol. 7, No. 3, Maret 2018 (pp. 381-619) Vol. 7, No. 2, Februari 2018 (pp. 212 - 380) Vol. 7, No. 1, Januari 2018 (pp. 1 - 211) Vol. 6, No. 12, Desember 2017 (pp. 2352 - 2582) vol.6.No. 11. Nopember 2017(pp.2103-2351) vol.6.No. 10. Oktober 2017(pp.1868-2102) vol.6.No. 9. September 2017(pp.1628-1867) vol.6.No. 8. Agustus 2017(pp.1395-1627) Vol. 6, No. 7, Juli 2017 (pp. 1157 - 1394) Vol. 6, No. 6, Juni 2017 (pp. 920 - 1156) Vol. 6, No. 5, Mei 2017 (pp. 677 - 919) Vol. 6, No. 4, April 2017 (pp. 472 - 676) Vol. 6, No. 3, Maret 2017 (pp. 286-471) Vol. 6, No. 1, Januari 2017 (pp. 1 - 114) Vol. 5, No. 12, Desember 2016 (pp. 1347-1585) Vol. 5, No. 11, November 2016 (pp. 1168 - 1346) Vol. 5, No. 10, Oktober 2016 (pp. 1011 - 1167) Vol. 5, No. 9, September 2016 (pp. 902 - 1010) Vol. 6, No. 2, Februari 2016 (pp. 115 - 285) Vol. 5, No. 8, Agustus 2016 (pp. 846-901) Vol. 5, No. 7, Juli 2016 (pp. 729-947) Vol. 5, No. 6, Juni 2016 (pp. 652-728) Vol. 5, No. 5, Mei 2016 (pp. 530-651) Vol. 5, No. 4, April 2016 (pp.385 - 429) Vol. 5, No. 3, Maret 2016 (pp.316 - 384) Vol. 5, No. 2, Februari 2016 (pp. 216 - 315) Vol. 5, No. 1, Januari 2016 (pp. 1 - 215) Vol. 4, No. 12, Desember 2015 (pp. 1445-1529) Vol. 4, No. 11, November 2015 (pp.1328-1444) Vol. 4, No. 10, Oktober 2015 (pp.1194-1327) Vol. 4, No. 9, September 2015 (pp. 1048-1193) Vol. 4, No. 8, Agustus 2015 (pp. 873-1047) Vol. 4, No. 7, Juli 2015 (pp.746 - 872) Vol. 4, No. 6, Juni 2015 (pp. 608 - 745) Vol. 4, No. 5, Mei 2015 (pp. 348 - 607) Vol. 4, No. 4, April 2015 (pp. 220 - 348) Vol. 4, No. 3, Maret 2015 (pp. 139 - 219) Vol. 4, No. 2, Februari 2015 (pp.71- 137) Vol. 4, No. 1, Januari 2015 (pp. 1 - 70) Vol. 3, No. 12, Desember 2014 (pp. 549-623) Vol. 3, No. 11, November 2014 (pp.485-548) Vol. 3, No. 10, Oktober 2014 (pp.431 - 484) Vol. 3, No. 9, September 2014 (pp. 395-430) Vol. 3, No. 8, Agustus 2014 (pp.337-394) Vol. 3, No. 7, Juli 2014 (pp.282-336) Vol. 3, No. 6, Juni 2014 (pp.227 - 281) Vol. 3, No. 5, Mei 2014 (pp.173- 226) Vol. 3, No. 4, April 2014 (pp. 124-172) Vol. 3, No. 3, Maret 2014 (pp. 76 - 123) Vol. 3, No. 2, Februari 2014 (pp. 48 - 76) Vol. 3, No. 1, Januari 2014 (pp. 1 - 47) Vol. 2, No. 12, Desember 2013 (pp. 547-569) Vol. 2, No. 11, November 2013 (pp. 492-546) Vol. 2, No. 10, Oktober 2013 (pp. 434-491) Vol. 2, No. 9, September 2013 (pp. 401-433) Vol. 2, No. 8, Agustus 2013 (pp. 350-400) Vol. 2, No. 7, Juli 2013 (pp. 314-349) Vol. 2, No. 6, Juni 2013 (pp. 277-313) Vol. 2, No. 5, Mei 2013 (pp. 226-276) Vol. 2, No. 4, April 2013 (pp. 173-225) Vol. 2, No. 3, Maret 2013 (pp. 119-172) Vol. 2, No. 2, Februari 2013 (pp. 63-118) Vol. 2, No. 1, Januari 2013 (pp. 1-62) Vol. 1, No. 1, November 2012 (pp. 1-60) Vol. 1, No. 2, Desember 2012 More Issue