cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No.1 Juni 2008" : 10 Documents clear
PENGERINGAN JAMUR DENGAN DEHUMIDIFIER N. Suarnadwipa; Hendra W
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.991 KB)

Abstract

Pengeringan dengan tujuan pengawetan pada industri pangan dilakukan dengan cara konvensional seperti menjemur dan sistem oven. Metode pengawetan lainnya dapat dilakukan dengan dehumidifier. Proses dehumidifikasi dapat menggunakan sistem refrigerasi. Pengeringan dengan dehumidifier ini dapat dilakukan dengan pengamatan pada laju pengeringan pada material uji jamur, kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan metode konvensional. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem pengeringan dengan dehumidifier lebih baik dari pada sistem konvensional dimana didapat kadar air cukup rendah dan kualitas tekstur tetap segar.
LAJU PEMBUANGAN PANAS PADA RADIATOR DENGAN FLUIDA CAMPURAN 80% AIR DAN 20% RC PADA RPM KONSTAN Made Ricki Murti
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.684 KB)

Abstract

Mobil yang digunakan untuk menempuh perjalanan yang jauh biasanya dipacu dengan kecepatan yang cukup tinggi dengan putaran mesin berkisar pada rpm 2000 dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat suhu mesin melebihi suhu normal mesin saat bekerja, maka penelitian ini perlu dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian perbandingan laju pembuangan panas mesin antara pemakaian 100% air dengan campuran 80% air dan 20% radiator coolant dengan metode paired comparison pada rpm 2000. Dari penelitian tersebut diambil data antara lain temperatur masuk dan keluar radiator, dan volume aliran fluida radiator (Q) yang kemudian dilakukan pengolahan data untuk menentukan laju aliran massa (m), panas spesifik fluida (Cp), laju pembuangan panas radiator (q), dan pengolahan data secara statistik. Hasil pengujian terhadap campuran fluida radiator 80% air dan 20% radiator coolant menunjukkan rata – rata selisih temperatur inlet radiator dengan temperatur outlet radiator yang lebih tinggi sebesar 4,725?C serta rata-rata laju pembuangan panas radiator yang lebih tinggi juga sebesar 8,0378 kJ/s. Kondisi ini menunjukkan pada rpm 2000, campuran 80% air dan 20% radiator coolant memiliki kemampuan penyerapan dan pembuangan panas mesin yang lebih tinggi daripada 100% air.
PENGARUH PENGGUNAAN PIPA KONDENSAT SEBAGAI HEAT RECOVERY PADA BASIN TYPE SOLAR STILL TERHADAP EFISIENSI Ketut Astawa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.487 KB)

Abstract

Pada umumnya basin type solar still hanya menggunakan bagian bawah kaca penutup sebagai media kondensasi. Padahal panas yang dilepas dari proses kondensasi ke lingkungan adalah merupakan kerugian panas terbesar dalam sistem distilasi. Pada penelitian ini panas yang dilepas dari proses kondensasi dimanfaatkan, dengan menggunakan media pipa tembaga yang dibenamkan dalam air laut di bawah heat absorber sebagai heat recovery. Pengujian dilakukan secara bersamaan antara solar still yang menggunakan pipa kondensat dengan yang tidak menggunakan pipa kondensat. Diameter pipa kondensat yang digunakan adalah 19 mm, tebal 0,8 mm, panjang 1,8 m berbentuk zig-zag. Luas solar still yang diujikan yaitu 0,125 m2. Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung kesetimbangan energi panas dan efisiensi yang terjadi pada masing-masing solar still. Hasil penelitian menunjukkan terjadi adanya peningkatan energi panas yang dihasilkan solar still dari 11,52 Watt tanpa pipa kondensat menjadi 14,61 Watt setelah menggunakan pipa kondensat. Efisiensi tertinggi solar still mencapai 44.4 % pada solar still yang menggunakan pipa kondensat, sedangkan pada solar still tanpa pipa kondensat mencapai 30.4 %, jadi ada peningkatan efisiensi sebesar 46.1%.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH TABUNG UDARA PADA HEAD TEKANAN POMPA HIDRAM Made Suarda; IKG Wirawan
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.422 KB)

Abstract

Pompa hidram bekerja berdasarkan prinsip palu-air. Ketika aliran fluida dihentikan secara tiba-tiba, maka perubahan momentum massa fluida tersebut akan meningkatkan tekanan secara tiba-tiba pula. Peningkatan tekanan ini digunakan untuk mengangkat sebagian fluida tersebut ke tempat yang lebih tinggi. Untuk itu, penelitian ini berusaha untuk mengetahui besarnya head tekanan akibat palu-air pada instalasi pompa hidram dengan dan tanpa tabung udara. Parameter yang diamati adalah besarnya peningkatan tekanan pada pipa penghantar, badan pompa, leher pompa, pipa penyalur serta debit yang dihasilkan pada bak limbah dan bak penampung. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa head tekanan balik di dalam pipa penghantar menurun dari 103,87 m tanpa menggunakan tabung udara menjadi 37,85 m dengan tabung udara. Selanjutnya, dalam pipa penyalur head tekanan akibat water hammer meningkat dari 0,29 m tanpa menggunakan tabung udara menjadi 2,9 m dengan menggunakan tabung udara. Sehingga pemasangan tabung udara dapat meningkatkan efisiensi pompa hidram secara signifikan dari 0.72 % tanpa tabung menjadi 19,45 % dengan tabung udara.
REKAYASA RANCANG BANGUN SISTEM PEMINDAHAN MATERIAL OTOMATIS DENGAN SISTEM ELEKTRO-PNEUMATIK Riccy Kurniawan
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.79 KB)

Abstract

Dalam bidang perindustrian sekarang ini diperlukan suatu peralatan yang dapat bekerja secara otomatis untuk meningkatkan produktivitas, mempersingkat waktu produksi, menurunkan biaya produksi dan meniadakan pekerjaan-pekerjaan rutin dan membosankan yang harus dilakukan manusia. Salah satu alternatif yang dapat bekerja otomatis yaitu dengan menggunakan sistem pemindah material otomatis. Pada makalah ini akan dipaparkan mengenai perancangan sistem pemindah material otomatis yang menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) sebagai pengendali, elektro-pneumatik sebagai aktuator dan dioperasikan secara otomatis. Hasil rancangan menunjukkan bahwa sistem ini memuaskan dan membutuhkan waktu 20 detik untuk melakukan satu siklus proses.
ANALISIS STRUKTUR MIKRO LAPISAN BOND COAT NIAL THERMAL BARRIER COATING (TBC) PADA PADUAN LOGAM BERBASIS CO Toto Sudiro; Kusnandar -; Hubby ‘Izzudin; Kemas A. Zaini Thosin
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.388 KB)

Abstract

Kehandalan dan umur pakai sistem Thermal Barrier Coating (TBC) ditentukan oleh kestabilan lapisan bond coat dan thermal grown oxide (TGO). Sehingga sangatlah penting untuk memahami mekanisme pembentukan dan degradasi lapisan ini. Pada makalah ini akan dibahas analisis struktur mikro lapisan bond coat NiAl yang dideposisikan pada substrat CoCrNi dengan menggunakan gabungan metoda electroplating dan pack-cementation. Pada makalah ini juga dibahas mekanisme pembentukan void disepanjang interface bond coat¬-substrat setelah tes oksidasi.
PENGARUH WAKTU PELAPISAN NIKEL PADA TEMBAGA DALAM PELAPISAN KHROM DEKORATIF TERHADAP TINGKAT KECERAHAN DAN KETEBALAN LAPISAN I Ketut Suarsana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.234 KB)

Abstract

Elektroplating merupakan suatu proses pengendapan elektro lapisan logam pada elektrode yang bertujuan membentuk permukaan dengan sifat atau dimensi yang berbeda dengan logam dasarnya. Logam yang dilapisi adalah tembaga karena mudah dibentuk menjadi perhiasan, alat industri, bagian kendaraan bermotor dan lain sebagainya. Logam pelapis yang digunakan dalam pelapisan khrom dekoratif ini adalah nikel dan khrom. Penelitian ini menggunakan spesimen berupa tembaga yang berjumlah 15 buah dengan panjang 60 mm dan diameter 14 mm. Dalam pelaksanaan pelapisan pertama menggunakan voltase 5 volt, temperatur 60 0C dan dengan arus 50 ampere. Variasi dilakukan pada waktu pencelupan yaitu 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit dan 25 menit dengan tiga kali pengulangan. Sedang pada pelapisan kedua menggunakan voltase 5 volt, temperatur 50 0C, arus 50 ampere dan waktu pencelupan 2 menit. Hasil penelitian ini adalah dengan variasi waktu pelapisan nikel pada tembaga yang dilakukan (dengan range 5 menit-25 menit), nilai iluminasi cahayanya (tingkat kecerahannya) dan ketebalan lapisannya meningkat, yaitu pada waktu pelapisan nikel 5 menit nilai iluminasi cahayanya adalah 3297,027 lux dan ketebalannya adalah 14,1 µm hingga pada waktu pelapisan nikel 20 menit yaitu sebesar 8242,904 lux untuk iluminasi cahayanya dan hingga waktu pelapisan nikel 25 menit yaitu sebesar 55,77 µm untuk ketebalan lapisannya. Sedangkan untuk waktu pelapisan nikel 25 menit nilai iluminasi cahayanya menurun yaitu sebesar 6868,862 lux yang disebabkan karena banyak lubang pada permukaan lapisan.
KONTUR TEKANAN DINAMIS PADA PERMUKAAN ATUR SISI KELUARAN KASKADE KOMPRESOR AKSIAL BLADE TIPIS SIMETRIS DENGAN SUDUT SERANG BERVARIASI AA Adhi Suryawan
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.723 KB)

Abstract

Pengujian eksperimental tentang kontur tekanan dinamis pada permukaan atur bagian keluaran kaskade kompresor aksial dengan sudu tipis-simetris telah dilakukan dengan variasi sudut serang masing-masing 0o, 5o, dan 10o. Dari penelitian ini maka diketahui bagaimana pengaruh viscous effect terhadap karakteristik tekanan dinamis pada cascade kompresor aksial. Pengujian dilakukan menggunakan wind tunnel yang di dalamnya telah diset lengkap dengan cascade yang sudut serang (?) bervariasi. Data hasil pengukuran diperoleh dengan menggunakan inclined manometer yang berisi kerosine. Selanjutnya dilakukan pengolahan data dan kemudian disimulasikan ke program komputer sehingga didapatkan kontur tekanannya. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa effect viscous sangat mendominasi pada daerah dekat endwall, sehingga kehilangan tekanan (pressure loss) terkonsentrasi pada daerah ini ( z= = 0 s/d z = ± 28 mm). Semakin menjauhi dinding (wall) sampai pada posisi tengah-tengah span (z = 225 mm), losses menjadi semakin turun. Semakin kecil losses maka tekanannya akan meningkat sehingga tekanan dinamis di tengah-tengah span jauh lebih besar dibandingkan dengan di dekat dinding (endwall). Semakin besar sudut serang, maka beda tekanan antara pressure side dan suction side menjadi lebih besar pula.
STUDI EKSPERIMENTAL ORIFICE FLOW METER DENGAN VARIASI TEBAL DAN POSISI PENGUKURAN BEDA TEKANAN ALIRAN MELINTASI ORIFICE PLATE Nata Septiadi Wayan
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.756 KB)

Abstract

Pengujian orifice flow meter telah dilakukan dengan menggunakan plat orifis dan pipa berbahan akrilik. Plat orifis dibuat dengan memberikan sedikit bevel pada bagian sisi masuknya dengan rasio diameter (?) = 0.5; 0.6; dan 0.7 dengan tebal plat orifis 10 mm dan 20 mm. Pengujian dilakukan dengan rentang kapasitas aliran yang memiliki bilangan Reynolds ± 9333.33 sampai ± 28000. Pengujian dilakukan dengan mengalirkan air melintasi plat orifis. Kapasitas aktual dari orifice flow meter dapat diukur pada V-notch weir dan sight glass. Sedangkan untuk kapasitas teoritis dari orifice flow meter dapat dihitung dengan menggunakan persamaan kontinuitas dan persamaan Bernoulli yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosentase irrecoverable pressure drop semakin turun jika kapasitas aliran semakin besar. Pada rasio diameter (?)= 0.7 tebal 10 mm irrecoverable pressure drop terhadap maximum pressure drop mencapai nilai yang cukup rendah yaitu (<40%) pada bilangan Reynolds ±13000 sedangkan untuk orifice flow meter yang tebalnya 20 mm pada rasio diameter (?)= 0.7 irrecoverable pressure drop terhadap maximum pressure drop mencapai nilai yang cukup rendah yaitu (<40%) pada bilangan Reynolds ±15000. Cd (discharge coefficient) untuk orifice flow meter yang tebalnya 10 mm berkisar antara 1.17÷0.88 dan tebal 20 mm nilainya berkisar 1.048÷0.94 dengan nilai untuk rasio diameter 0.5 semua lebih besar dari1. Nilai ini menyerupai nilai Cd nozzle namun trend atau fluktuasinya masih tetap seperti trend orifice flow meter. Sedangkan posisi pengukuran yang menghasilkan kapasitas teoritis yang paling mendekati kapasitas aktualnya adalah yang menggunakan posisi pengukuran D - 0.
ANALISIS PERBANDINGAN PEMASANGAN SIRIP PADA PIPA BERGETAR TERHADAP PERPINDAHAN PANAS Putu Wijaya Sunu
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.316 KB)

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10