Jurnal Energi Dan Manufaktur
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No.2 Oktober 2010"
:
16 Documents
clear
Pengaruh Jenis Pasir Cetak dengan Zat Pengikat Bentonit Terhadap Sifat Permeabilitas dan Kekuatan Tekan Basah Cetakan Pasir (Sand Casting)
I Made Astika;
DNK Putra Negara;
Made Agus Susantika
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.676 KB)
Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil coran logam adalah cetakan yang digunakan. Kesalahandalam pembuatan cetakan bisa menyebabkan terjadinya cacat pada proses pengecoran. Penyebab utama terjadinya cacatpada proses pengecoran yaitu sifat-sifat dari cetakan seperti permeabilitas, kekuatan tekan cetakan, dan sintering poin yangrendah serta distribusi butiran pasir tidak sesuai. Sifat-sifat cetakan itu sendiri sangat tergantung pada distribusi besar butirpasir cetak, persentase zat pengikat dan persentase kadar air, sehingga perlu adanya penelitian untuk mendapatkan jenispasir cetak yang cocok sebagai cetakan pasir pada pengecoran logam.Dalam penelitian ini digunakan jenis pasir laut, pasir gunung dan pasir sungai, dengan variasi zat pengikatbentonit 4%, 6%, dan 8%, dan kadar air 4%. Pengujian yang dilakukan adalah uji kekuatan tekan dan permeabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zat pengikat bentonit berpengaruh terhadap sifat permeabilitasdan kekuatan tekan cetakan pasir, sedangkan jenis pasir tidak memberikan pengaruh yang nyata. Permeabilitas cetakanpasir paling tinggi diperoleh pada penggunaan pasir gunung dengan zat pengikat bentonit 4% yaitu sebesar 24,71 cm3/min,dan kekuatan tekan pasir cetak paling tinggi diperoleh pada penggunaan pasir laut dengan zat pengikat bentonit 8% yaitusebesar 0,78 N/cm2
Pengaruh Panjang Serat pada Temperatur Uji yang Berbeda Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Polyester Serat Tapis Kelapa
I Putu Lokantara;
Ngakan Putu Gede Suardana;
I Made Gatot Karohika;
Nanda -
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.536 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi panjang serat dan temperatur udara terhadap kekuatan tarikkomposit polyester tapis kelapa dengan variasi panjang serat tapis kelapa yaitu 5 mm, 10 mm dan 15 mm sedangkan variasitemperatur udara yaitu - 5° C, 10° C dan 25° C.Komposit yang dibuat menggunakan penguat serat tapis kelapa dengan matrik berupa resin unsaturated polyester( UPRs ) jenis Yukalac 157 BQTN-EX dengan 1% hardener jenis MEKPO. Komposit dibuat dengan teknik press hand lay-updengan fraksi volume serat tapis kelapa 12,2%. Perlakuan komposit berpenguat serat tapis kelapa berupa post curingselama 2 jam dengan suhu 65° C. Spesimen uji komposit berpenguat serat tapis kelapa dipotong sesuai standar ASTMD3039 untuk spesimen uji tarik.Hasil pengujian menunjukan variasi panjang serat dan temperatur udara mempengaruhi kekuatan tarik padakomposit berpenguat serat tapis kelapa. Pada komposit panjang serat 5 mm kekuatan tarik maksimal terjadi padatemperatur udara 25° C dengan kekuatan tarik 15,77 MPa, selanjutnya untuk komposit panjang serat 10 mm kekuatan tarikmaksimal terjadi pada temperatur udara 25° C dengan kekuatan tarik 14,47 MPa, sedangkan untuk komposit panjang serat15 mm kekuatan tarik maksimal terjadi pada temperatur udara 25° C dengan kekuatan tarik 12,84 MPa. Untuk moduluselastisitas tarik pada komposit berpenguat serat tapis kelapa, pada komposit panjang serat 5 mm nilai modulus elastisitastarik maksimal terjadi pada temperatur udara 25° C sebesar 297,46 MPa, selanjutnya untuk komposit panjang serat 10 mmnilai modulus elastisitas tarik maksimal terjadi pada temperatur udara 25° C yaitu sebesar 522,47 MPa, sedangkan nilaimodulus elastisitas tarik maksimal pada komposit panjang serat 15 mm terjadi pada suhu 25o C yaitu sebesar 582,43 MPa.
KARAKTERISTIK INDEKS NYALA API KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT SISAL DAN SERAT PISANG DENGAN FILLER FLYASH DAN ABU SEKAM PADI DAN KERTAS BEKAS SEBAGAI CORE
Nasmi Herlina Sari
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah banyak dilakukan usaha untuk mencegah terjadinya kebakaran, salah satunya dengan mengganti kayu sebagai komponen utama dari bangunan perumahan dan gedung dengan material lain yang lebih tahan api. Indeks nyala api adalah gambaran yang menunjukkan sifat rambat api suatu material. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik indeks nyala api komposit sandwich berpenguat serat sisal dan serat pisang dengan filler flyash dan abu sekam dan honeycomb core dari kertas bekas. Pada penelitian ini pembuatan komposit dilakukan dengan cara hand lay up. Kulit dan inti dipadukan dengan merekatkan antara keduanya, dimana inti komposit berbentuk honeycomb dari kertas bekas. Sedangkan pada kulit komposit sandwich dibuat dari resin polyester dan serat sisal serta serat batang pisang. Kemudian flyash dan abu sekam sebagai filler disisipkan diantara resin polyester dengan fraksi volume 0% , 20% sedangkan serat dengan fraksi volume 10%. Karakteristik sifat nyala api dari komposit sandwich akan diketahui kemudian akan dibandingkan dengan karakteristik sifat nyala api produk kayu sengon yang sudah ada sehingga diketahui potensi komposit yang dikembangkan sebagai pengganti produk kayu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Indeks nyala api komposit sandwich yang paling baik diperoleh dari komposit dengan komposisi serat sisal, flyash dengan panjang sisi honeycomb core 7mm, dimana indeks nyala apinya 52,40. Indeks nyala api komposit sandwich yang paling jelek diperoleh dari komposit dengan komposisi serat pisang, tanpa filler dengan panjang sisi honeycomb core 9 mm, dimana indeks nyala apinya 97,85.
Studi Pengaruh Aktifasi Termal terhadap Struktur Mikro dan Porositas Zeolit Alam
I Putu Putra Widia Semara;
Tjokorda Gde Tirta Nindhia
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (877.003 KB)
Zeolite is known as a material having ability as an adsorbent for metal pollutant in both liquid and gas wastes. Asinitial study in utilizing natural zeolite, and in order to be understood its possibility to control the dangerous metal pollutantfrom the liquid and gas wastes, then research regarding physical properties from the natural zeolite should be conductedfirst. The natural zeolite will be able to adsorb the metal pollutant in the waste if already be activated, and one of the methodto activate is by applying thermal activation technique or heating. The purpose of this research is to observe the change onmicrostructure to be related with porosity of natural zeolite from Sukabumi, West Java, Indonesia due to thermal activated,to be compared to one without thermal activation. The temperature variations for thermal activation namely: 100, 200, 300,400, and 500 o C with all have the same holding time 15 minutes. The microstructure then is observed by using stereo opticalmicroscope following the standard of ceramography standard. The change in microstructure then is analyzed and studied tobe related with the ability of natural zeolite to adsorb the metal pollutant
Tinjauan Beban Aerodinamis Terhadap Kinerja Stabilitas Arah Kendaraan
I Ketut Adi Atmika;
I Putu Lokantara
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.047 KB)
Beban aerodinamis atau gaya dan momen angin pada kendaraan dapat mempengaruhi kinerja kestabilan arahkendaraan. Seberapa besar pengaruhnya tentunya tergantung dari kondisi beban angin itu sendiri dan kondisi operasikendaraan.Penelitian ini dititik beratkan pada bagaimana memformulasikan beban dan momen aerodinamis dalam suatuplant kinerja stabilitas arah kendaraan. Analisa gerak kendaraan menggunakan metode Quasi Dinamik dan disimulasikanpada kondisi jalan datar dan jalan miring.Besarnya pengaruh beban aerodinamis terhadap prilaku arah kendaraan pada kondisi jalan datar dan jalanmiring berkisar antara 0 sampai dengan 0,00399 ditunjukkan oleh nilai yaw. Sedangkan sifat belok kendaraan awalnyaundersteer, kemudian dengan bertambahnya sudut steer tahap tertentu mengalami oversteer.
Sistem Penghawaan Pada Bangunan Tinggi (High Rise Building) Studi Kasus : Kuningan Tower
I Nyoman Susanta
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1292.709 KB)
Pembangunan di perkotaan semakin pesat seiring dengan tingkat pertumbuhan penduduk serta kebutuhan akan wadahberaktivitas. Keterbatasan sumber daya alam yang terkait dengan kelangkaan lahan di perkotaan dan sumber daya energimerupakan masalah yang mengikutinya. Menjawab tantangan itu maka di perkotaan berlomba-lomba didirikan bangunanberlapis banyak (High Rise Building). Pembangunan dapat memunculkan permasalahan-permasalahan yang memerlukanpemecahan secara sistematis, holistik, interdisipliner dan partisifatif. Sistem Penghawaan pada bangunan tinggi umumnyadilakukan dengan pengkondisiaan/tata udara buatan untuk mendapatkan ventilasi udara yang memadai sesuai dengankebutuhan manusia dan peralatannya. Pemilihan sistem penghawaan udara yang tepat tidak hanya memberikan kenyamanan,tetepi juga mampu memberikan efisiensi energi, sumber daya dan produktivitas.Penelitian pada sistem penghawaan bangunan tinggi menjadi tuntutan dan kebutuhan untuk dapat lebih memahamidan mengidentifikasi permasalahan dan upaya-upaya pemecahannya. Bangunan Menara Kuningan salah satu bangunanberlapis banyak di perkotaan yang dicoba diangkat untuk dapat dipahami permasalahan dan pemecahan yang telah diupayakan.Integrasi dan kolaborasi antara pemilik proyek, kontraktor, konsultan, dan cost konsultan telah mencoba merumuskan danmemutuskan sistem tata udara yang dapat diterapkan. Bangunan Menara Kuningan terlaetak di Jakarta dibangun diatas lahan5000 M2, berlantai 31 lapis diatas tanah dan 3 lantai basement sedalam 10 M dari permukaan tanah, luas lantai total 58.915M2.Tenaga listrik yang dipergunakan suplai dari PLN sebesar 3500 KVA, dilengkapi 2 unit genzet, masing-masing genzetberkapasitas 1920 KVA dan 1420 KVA. Sistem penghawaan yang digunakan pada Bangunan Kuningan Tower berupapengkondisian/tata udara buatan terdiri dari : Air Conditioning (AC) langsung Fan Coil Unit (FCU) dengan sistem PresureRadius Valve (PRV) sebanyak 476 buah dengan kapasitas masing-masing 10 pk., Intake Fan dan Execourse Fan pada basement,serta Kitchen Hood pada area dapur.Penelitian ini sebagai suatu gambaran dan informasi awal tentang sistem penghawaan yang diterapkan pada salahsatu bangunan tinggi di Jakarta. Informasi awal ini masih memerlukan pendalaman-pendalaman dan penambahan kasus-kasusproyek agar dapat merumuskan secara kualitatif dan kuantitif tentang permasalahan dan solusinya.
Pengujian Karakteristik Fisika Biogasoline Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Bensin Murni
I Gede Wiratmaja
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.845 KB)
Scarcity of fuel, especially gasoline has become a major issue in recent years, so that the search should be conducted ofalternative fuels, one of them is to use a mixture biogasoline of pure gasoline and alcohol with a specific ratio, it is due to biofuels(alcohol ) can not stand alone as a pure substitute for conventional fuels. For that here the author makes biogasoline a mixture ofgasoline and alcohol 95% in the 3 comparisons (90:10), (85:15), (80:20) for gasoline and alcohol. Further testing physicalcharacteristics, which include testing density, fuel viscosity, specific gravity, flash point, gas point, and calorific value todetermine eligibility level as a fuel substitute for gasoline.Test results obtained from physical characteristics with a ratio biogasoline gasoline - alcohol (90:10), was most likelyphysical characteristics of gasoline. And the whole mixture of gasoline and alcohol is in the range of tolerance characteristicproperties of gasoline. Be known so that the maximum tolerance alcohol content in gasoline, in order to fit for use in gasolineengines without any modification. And with the addition of biogasoline making alcohol content exceeds the tolerance on thegasoline into the engine must be modified, so that later can be seen further performance.
Analisis Performa Kolektor Surya Pelat Bersirip Dengan Variasi Luasan Permukaan Sirip
Made Sucipta;
I Made Suardamana;
Ketut Astawa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.634 KB)
Energi matahari yang sampai ke permukaan bumi, dapat dikumpulkan dan diubah menjadi energi panas yang bergunamelalui bantuan suatu alat yang disebut kolektor surya. Ada beberapa tipe kolektor surya, salah satu diantaranya yang sudahbanyak dikenal adalah kolektor surya pelat datar. Jenis kolektor ini menggunakan pelat berupa lembaran, yang berfungsi untukmenyerap pancaran energi matahari yang datang dan memindahkan panas yang diterima tersebut ke fluida kerja.Untuk meningkatkan performa kolektor surya tersebut, dilakukan modifikasi pada pelat penyerapnya. Modifikasi yangdilakukan adalah dengan menambahkan sirip pada pelat tersebut. Sirip yang ditambahkan, diletakkan menempel pada bagianatas atau pada bagian bawah pelat penyerap, disesuaikan dengan letak aliran udaranya. Untuk mengetahui pengaruh peletakantersebut, dilakukan pengujian perbandingan mengunakan dua buah kolektor untuk aliran udara di atas dan di bawah pelatpenyerap dengan laju aliran massa dan luas permukaan sirip yang sama pada kedua kolektor. Pengujian juga menggunakan tigavariasi luas permukaan sirip, yang ditunjukan oleh panjang pendeknya sirip yaitu 2,5 cm, 5 cm, dan 7,5 cm.Dari hasil pengujian dan perhitungan yang dilakukan, kolektor dengan letak aliran udara di atas pelat penyerapmenghasilkan temperatur keluaran dan energi berguna yang lebih besar dibandingkan kolektor dengan aliran di bawah pelatpenyerap, untuk seluruh variasi luas permukaan sirip pada laju aliran massa udara yang sama.
Co-Firing Sistem Fludized Bed Berbahan Bakar Batubara dan Ampas Tebu
I Nyoman Suprapta Winaya;
Ida Bagus Agung Darma Susila
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.365 KB)
Utilization of biomass energy resources as a source of alternative energy in Indonesia is very potential, bagasse is one suchexample. Baggase fuel can becombined with other fossil energy such as coal called Co-firing process to increase its calorificvalue and reduce green house gas emission. Research was conduted on the unit of fludized bed combustion (FBC) laboratoryscale of 50 mm in diameter and 100 mm in height. In this study, an external heating temperature (500 oC and 600 oC) with airsuperficial velocity (Uo) is varied which is 5 cm/s , 9 cm/s,and 13 cm/s. After the reactor reached operating temperature,fluidization air exhaled from below the distributor plate, and pellet fuel bagasse and coal mixture was inserted so that thecombustion occured. The temperature changes and gas emissions generated during the combustion process were analyzed.Based on the investigation, a complete combustion was occurred at velocity of 5 cm/s with operation temperature of 600 oC
Perilaku Perambatan Retak Pada Sambungan Las Busur Rendam Plat Baja Fep05
Sujita -
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.893 KB)
Pengelasan Submerged Arc Welding (SAW) merupakan pengelasan yang banyak digunakan untukpenyambungan struktur seperti perkapalan, bejana tekan, dan jembatan. Sambungan struktur di lingkungan korosifakan mengalami lelah korosi (corrosion fatigue) dan korosi retak tegangan (stresss cracking corrosion). Penelitian inibertujuan untuk mempelajari perilaku perambatan retak fatik di lingkungan korosif hasil pengelasan SAW plat bajaFeP05. Pengelasan, menggunakan bahan pengisi (filler) jenis CHW-S3 dan fluks CHF101GX. Sifat khas perambatanretak fatik dengan konsentrasi 3,5% NaCl dibandingkan dengan perambatan retak fatik di udara. Standar pengujianrambat retak menggunakan ASTM E647, jenis spesimen middle tension (MTS). Hasil penelitian menunjukkan perambatanretak fatik dengan konsentrasi 3,5% NaCl mengalami penurunan siklus fatik sebesar 10 %.. Media korosi 3,5% NaClmemiliki sifat yang mempercepat fatik pada K kurang dari 23,269 MPa.m1/2, laju perambatan retaknya (dA/dn) lebihbesar dari udara, sedangkan untuk K lebih dari 23,269 MPa.m1/2, laju perambatan retak udara lebih besar.