cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2014): April 2014" : 16 Documents clear
Aplikasi Multichart Diagram Dalam Desain Dan Manufaktur Tungku Pengecoran Kuningan (CuZn5) Menggunakan Bahan Bakar Briket Batubara Kalori Rendah Diah Kusuma Pratiwi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.658 KB)

Abstract

Abstrak : Sejak semakin mahalnya harga miyak bumi, sebagian besar industri kecil pengecoran logam tidakdapat bertahan karena biaya produksi yang semakin tinggi. Oleh karena itu dicari bahan bakaralternatif yang dapat menggantikan minyak dan gas dengan aman dan murah. Indonesia kayaakan batubara yang dalam pasar domestik dijual dalam bentuk briket batubara kalori rendah,oleh karena itu dilakukan desain untuk membuat tungku dengan bahan bakar ini. Proses desaindilakukan dengan mulai menghitung kalor yang dibutuhkan untuk melebur lagam, dalam hal inilogam yang akan dilebur adalah kuningan (CuZn5). Selanjutnya dilakukan pemilihan materialrefraktori untuk tungku yang dapat meminimalisir heat loss. Desain tungku pengecoran inidilakukan dengan menggunakan Multichart Diagram untuk effisiensi 40 % dan kapasitas 150 kgkuningan. Hasil Uji coba pengecoran dilapangan ternyata effisiensi tungku adalah 42%, lamapeleburan 3,5 jam.Kata kunci: Tungku pengecoran kuningan, briket batubara kalori rendah, mulichart diagramAbstract : Since the increasingly price of oil fuel, mostly small foundry industry can not survive due to thehigher production costs. Therefore searching for alternative fuels that can replace oil and gas safelyand inexpensively is promoted. Indonesia is rich in coal. In domestic market is sold in the form oflow-grade coal briquettes, therefore, is carried out the design to make furnace from this fuel. Thedesign process is done by beginning to calculate the heat needed to melt this alloy, in this case themetal to be melted is brass (CuZn5). Furthermore, the material selection for refractory furnace tominimize heat loss. This casting is done by using Multichart Diagram for 40% efficiency andcapacity of 150 kg brass. The test results during experiment obtained that efficiency is 42% in 3.5hours.Keywords: Furnace casting brass, low grade coal briquettes, multichart diagram
Karakteristik Traksi dan Kinerja Transmisi pada Sistem Gear Transmission dan Gearless Transmission A.A.I.A. Sri Komaladewi; I Ketut Adi Atmika
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.121 KB)

Abstract

Abstrak : Sistem transmisi adalah salah satu komponen penting pada sistem drive train, yang fungsiutamanya adalah mentramsmisikan atau mentransformasikan torsi yang keluar dari mesin sampaike torsi yang terjadi pada roda penggerak. Ratio transmisi berpengaruh terhadap besarnya torsiyang dapat ditransmisikan, sedangkan jumlah tingkat kecepatannya berpengaruh terhadapkehalusan (smoothness) proses transmisi dan transformasi daya pada sistem transmisi tersebut.Karakteristik traksi dan kinerja transmisi kendaraan yang diuji adalah Toyota Kijang Inova tahun2012, Pemodelan kinerja traksi dilakukan dengan metode simulasi. Karakteristik traksi dari sistemtransmisi kendaraan dianalisa paada beberapa tingkat kecepatan untuk mengatasi berbagaihambatan sepanjang kondisi operasi kendaraan. Perhitungan awal dari ratio gigi antara yangtertinggi dan terendah dapat dicari dengan menggunakan hukum Progresi Geometri. Ratio dariroda gigi akhir (terendah) ditentukan oleh kecepatan maksimum kendaraan yang akan dirancang.Sedangkan traksi maksimum atau tanjakan maksimum menentukan besar ratio roda gigi awal(tertinggi). Kemudian ratio diantara kedua batas tersebut dibuat sedemikian rupa agar traksi yangdihasilkan kendaraan dapat mendekati karakteristik idealnya. Modifikasi ratio gigi transmisi daristandarnya mendapatkan kebutuhan traksi yang lebih kecil untuk kecepatan yang sama, baikpemasangan 4 tingkat, 5 tingkat, maupun 6 tingkat kecepatan. Jarak kurva traksi antara dua ratiogigi menunjukkan besarnya traksi yang tidak terpakai. Dari grafik kinerja transmisi menunjukkansemakin banyak tingkat transmisi, semakin kecil traksi yang terbuang.Karakteristik traksi mendekatikarakteristik idealnya pada gearless transmission system dengan 10 stages.Kata kunci: drive train, rasio transmisi, kinerja traksi, progresi geometri, gearless transmissionAbstract : The transmission system is one of the important components in the drive train system, whose mainfunction is to transmit or to transform out of the engine torque to the torque that occurs at the drivewheels. Transmission ratio affects the amount of torque that can be transmitted, while the numberof speed levels affect the fineness (smoothness) transmission process and the transformation ofpower in the transmission system. Traction characteristics and transmission performance vehiclesare tested on Toyota Kijang Inova 2012. Modeling traction performance is realized with simulationmethods. Traction characteristics of the vehicle transmission system is analyzed at several levels ofspeed to overcome various obstacles along the vehicle operating conditions. Preliminarycalculations of the gear ratio between the highest and lowest can be found using GeometryProgression law. Ratio of last gear (the lowest) is determined by the maximum speed of the vehicleto be designed. While the maximum traction or maximum incline determine the initial gear ratio (thehighest). Then the ratio between the two limits is made such that the resulting traction vehicle canapproach the ideal characteristics. Modification of the transmission gear ratio from the standardcondition yield traction needs which is smaller in the same speed, whether the installation of 4levels, 5 levels, more even at 6 levels of speed.The distance of traction curve between 2 of gearratio indicates the amount of unused traction. From the graph of transmission performance indicatethat the more the level of transmission, the less traction is wasted. Traction characteristicsapproaching the its ideal characteristics at gearless transmission system with 10 levels.Keywords: drive train, transmission ratio, traction performance, geometric progression, gearlesstransmission
Kapal layar phinisi, PERT, proses produksi, waktu pesimistik, optimistik Dirgahayu Lantara
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.045 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran cara kerja para pengrajin di sentrapembuatan kapal layar phinisi, kemudian mengembangkan dengan model PERT, agardidapatkan urutan aktivitas ( kegiatan ) yang memungkinkan dikerjakan lebih awal sebelumkegiatan berikutnya, serta melakukan pengukuran waktu dari dari 176 aktivitas sehingga dapatmemproduksi satu unit kapal layar phinisi. Untuk mencapai tujuan tersebut maka semuaaktivitas yang akan dilakukan ( 176 ) pengukuran dengan mengunakan stopwatch dalampekerjaan yang sama namun tenaga kerja yang berbeda ( perusahaan ), dari pengukurandidapatkan waktu Pesimistik, Optimistik dan Most Likely, kemudian menhitung, expectedduration time, the earlist time of occurance, the latest time occurance, Slack. Dari perhitungandiatas maka didapatkan daerah jalur kritis yakni pada aktivitas,171,172,173,174,175,176. Untukmembuktikan bahwa metoda ini cocok untuk diterapkan dalam pembuatan kapal layar phinisi inimaka dilakukan perhitungan standar deviasi, dengan 99.96 %, dapat menyelesaikan perunitkapal layar phinisi dengan 303 hari.Kata kunci: Kapal layar phinisi, PERT, proses produksi, waktu pesimistik, optimistikThe purpose of this research is to get an idea how to work the craftsmen in the center ofshipbuilding phinisi screen, then developed with PERT models, in order to obtain the sequenceof activities (events) that enables done early before the next event, as well as the measurementof time of from 176 activity so as to produce one unit phinisi sailing ship. To achieve that goalthen all activities to be performed (176) by using a stopwatch measurement in the same job buta different labor (the company), from measurements obtained when Pessimistic, Optimistic andMost Likely, then calculating, expected duration time, the earlist time of occurance, the latesttime occurance, Slack. From the above calculation, obtained the critical path in the area ofactivity, 171,172,173,174,175,176. To prove that this method is suitable for application inshipbuilding phinisi screen is the standard deviation calculation, with 99.96%, can be completedper unit ships with 303 days phinisi screen.Keywords: Ship of phinisi screen, PERT, production process, pessimistic time, optimistic
Peningkatan Kekuatan Tekan dan Impak Material Rotan Dengan Proses Laminasi Resin Epoksi Agustinus P.Irawan; Frans J. Daywin; Fanando Fanando; Tommy A. Tommy A.
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.04 KB)

Abstract

Abstrak : Pemanfaatan vahan lokal yang dihasilkan oleh Indonesia sebagai vahan teknik mempunyaipeluang untuk terus dikembangkan. Salah satu bahan local tersebut adalah rotan. Penelitian inibertujuan untuk mengembangkan rotan sebagai vahan teknik dengan aplikasi pada shankprosthesis tipe endoskeletal. Rotan dipilih untuk dikembangkan karena secara umum rotanmempunyai kekuatan alami yang baik, lentur dan ringan pada kondisi yang kering. Dalampengembangan rotan sebagai bahan teknik, metode yang digunakan adalah metode laminasi rotandengan menggunakan bahan resin epoksi dan lapisan serat fiberglass. Laminasi resin epoksibertujuan untuk menambah kekuatan, melindungi dari benturan, melindungi dari air dankelembaban. Pada penelitian ini, pengujian yang dilakukan meliputi pengujian tekan dan impak.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa bahan rotan denganlaminasi resin epoksi mempunyai kekuatan tekan46,8 MPa meningkat 47,2% jika dibandingkandengan kekuatan tekan rotan tanpa laminasi 31,8 MPa. Kekuatan impakrata-rata rotan hasilpengujian sebelum dilaminasi dengan resin epoksi sebesar 39 kJ/m2 dan setelah melalui proseslaminasi meningkat sebesar 64% menjadi 64 kJ/m2.Hasil ini menjadi dasar untuk penelitianselanjutnya dalam pengembangan bahan rotan sebagai bahan teknik dengan aplikasi shankprosthesis tipe endoskeletal.Kata kunci: rotan, laminasi, resinepoksi, kekuatantekan, kekuatanimpakAbstract : Utilization of Indonessian local material as engineering materials have the opportunity to continueto be developed. One of the local material is rattan. This research aims to develop rattan asengineering material with applications in shank-type prosthesis endoskeletal. Rattan was chosen tobe developed because in general rattan has good natural strength, supple and light in dryconditions. In the development of rattan as material engineering, the method used is the method oflamination rattan using epoxy resin material and a layer of fiberglass fibers. Epoxy resin laminateaims to increase strength, protects from impact, protect from water and moisture. In this study, thetest was conducted on the compressive and impact testing. Based on the research that has beencarried out showed that the rattan material with epoxy resin laminate has a compressive strength of46.8 MPa increased 47.2% when compared to the compressive strength of 31.8 MPa rattan withoutlamination.The average impact strength rattan average test results before laminated with epoxyresin by 39 kJ / m2 and after going through the process of lamination is increased by 64% to 64 kJ /m2. These results form the basis for further research in the development of rattan as materialengineering with application type endoskeletal prosthesis shank.Keywords: rattan, laminates, epoxy resin, compressive strength, impact strength
Analisis Kekuatan Struktur Pallet Menggunakan Metode Elemen Hingga Tria Mariz Arief; Sugianto Sugianto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.211 KB)

Abstract

Pallet sebagai suatu alat bantu untuk mempermudah proses bongkar-muat logistik. Palletdigunakan hampir dalam berbagai lingkungan transportasi logistik. Pada bahasan berikutdikhususkan dalam lingkup transportasi di dalam pesawat udara khususnya pada pesawatangkut militer. Di lingkungan militer pallet digunakan untuk transport logistik baik secara normalmuat (loading) dan bongkar (unloading) maupun kondisi bongkar dengan diterjunkan daripesawat udara. Untuk pemenuhan penggunaan tersebut dilakukan perancangan ulang (reverseengineering) struktur pallet yang dapat dimanufaktur secara lokal. Hipotesis awal menunjukkanbahwa berdasarkan kondisi pembebanan pada pallet dapat diperkirakan bahwa kondisitegangan dan regangan maksimum akan terjadi pada posisi sudut struktur pallet yang ditransferbebannya ke komponen plat besi penahan siku-siku dan baut. Material yang digunakan padastruktur pallet adalah Allumunium Alloy 7075-T6 dengan kekuatan tarik sebesar 503 MPa.Analisis dilakukan dengan menggunakan simulasi numerik dengan metoda elemen hingga(FEM). Proses simulasi numerik kekuatan struktur pallet difokuskan pada pembebanan statis(termasuk pengaruh factor G) dalam interval beban statis 4 ton sampai 7 ton. Analisis dilakukanpada perubahan variabel tegangan dan regangan terhadap variasi beban yang diberikan untukmendapatkan tingkat keamanan struktur (margin safety). Pemodelan dilakukan denganidealisasi model ¼ bagian menggunakan elemen terstruktur dengan jenis elemen hexahedral(brick) dengan jumlah 73803 elemen dan 360323 node. Hasil analisis menunjukkan teganganekuivalen maksimum struktur Pallet adalah 94 MPa yang terjadi di penguat sudut (anglebracket). Sedangkan pada struktur penguat lapis (sandwich structure) berbahan thick blockyang mempunyai kekuatan sebesar 20 MPa adalah sebesar 0.84 MPa. Tingkat keamanansecara keseluruhan struktur dengan mempertimbangkan factor G hingga 2 adalah 5.3.Kata kunci: Analisis struktur, pallet, logistik, reverse engineering, FEMPallet as a tool is used to simplify the process of loading and unloading logistics. The scope ofthe use of pallets is almost used in various environments logistic transportation. In the followingdiscussion is more specifically in the sphere of transport by aircraft, especially military transportaircraft. Pallet in the military environment is used for both normal logistics transport andunloading and unloading as well as the unloading condition parachuted from an aircraft. To fulfillsuch use redesign (reverse engineering) pallet structure that can be manufactured locally. Thedesign and analysis is done to ensure the strength of the pallet structure. Initial hypothesisindicates that based on the pallet loading conditions can be estimated that the condition ofmaximum stress and strain will occur in the structure of the angular position pallet loadtransferred to the iron plate component retaining bracket and bolt. The material used in thestructure of the pallet is Allumunium Alloy 7075-T6 with a tensile strength of 503 MPa. Analyseswere performed using numerical simulation with finite element method (FEM). Numericalsimulation process force structure focused on static loading pallet (including the effect of factorG) in the interval static load 4 tons to 7 tons. Analysis was performed on variable changes thestress and strain of the load variations to obtain security level structure (margin of safety).Modeling is done with the idealization of the ¼ part model. Modeling is carried out by elementsof structured hexahedral element type (brick) by the number 73803 elements and nodes. Theanalysis showed maximum voltage Equivalent Pallet structure is 94 MPa which occur inamplifier angle (angle bracket). While the structure reinforcement layer (sandwich structure)made of thick block that has strength of 20 MPa is equal to 0.84 Mpa. The overall level ofsecurity structure taking into account the G factor of up to 2 is 5.3.Keywords: Structural analysis, pallet, logistics, reverse engineering, FEM
Kekuatan Tarik Komposit Matrik Polimer Berpenguat Serat Alam Bambu Gigantochloa Apus Jenis Anyaman Diamond Braid dan Plain Weave Sofyan Djamil; Sobron Y Lubis; Hartono Hartono
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.437 KB)

Abstract

Abstrak : Komposit merupakan suatu struktur material yang terdiri dari dua atau lebih konstituen yangdikombinasikan secara makroskopi, kombinasi tersebut tidak saling melarutkan. Matrikmenggunakan polymer dan reinforcement berupa fiber bahan alam bambu jenis gigantochloaapus dipotong berbentuk serat. Metode penelitian diawali dengan pembuatan cetakan(molding) dengan ukuran 500 x 500 x 20 mm, pemotongan bambu sebagai reinforcementberbentuk serat dengan ketebalan 1,5 mm, pembuatan anyaman tipe diamond braid dan plainweave, proses manufaktur bahan komposit dengan metode hand lay-up, ketebalan bahankomposit 4 mm, pembuatan spesimen dengan standar ASTM D3039 dengan sudut orientasi 0o,45o, 90o. Selanjutnya dilakukan proses pengujian tarik untuk mendapatkan nilai kekuatan tarikmaksimum (ultimate tensile strength). Nilai kekuatan tarik maksimum untuk spesimen diamondbraid sudut orientasi 0?: 1,963 N/mm2, 45?: 2,387 N/mm2 dan 90?: 2,253 N/mm2. Nilaikekuatan tarik maksimum untuk spesimen plain weave sudut orientasi 0?: 4,2 N/mm2, 45?:2,017 N/mm2 dan 90?: 4,2 N/mm2.Kata kunci: gigantochloa apus, diamond braid, plain weave, hand lay-up, ultimate tensilestreng.Abstract : Composite is a structure consisting of two or more constituents which combinedmacroscopically. The combination is not mutually dissolve. Using a polymer as a matrix andfiber reinforcement material in the form of natural bamboo Gigantochloa apus of fiber-shapedcut. The research method begins with making the mold with a size of 500 x 500 x 20 mm.Cutting-shaped bamboo as reinforcement fibers with a thickness of 1.5 mm, the manufacture ofwoven braid-type diamond and plain weave, the manufacturing process of composite materialsby hand lay-up method, the thickness of 4 mm of composite materials, the manufacture of thespecimen with ASTM D3039 at an angle variation of 0° orientation, 45o, 90o. Tensile testingprocess is then performed to obtain the maximum value of the tensile strength (ultimate tensilestrength). The maximum tensile strength values for diamond braid specimen : 2.253 N?: 2,387 N/ mm2 and 90?: 1.963 N / mm2, 45?orientation angle 0 / mm2. The maximum tensile strengthvalues for plain weave specimen orientation : 4.2 N / mm2.?: 2,017 N / mm2 and 90?: 4.2 N /mm2, 45?angle 0Keywords : gigantochloa apus, diamond braid, plain weave, hand lay-up, ultimate tensilestrength
Analisis Sistem Pengapian : Distributor Ignition System dan Distributorless Ignition System sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pembakaran Liza Rusdiyana; Bambang Sampurno; Syamsul Hadi; I.N. Sutantra
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.567 KB)

Abstract

Pada saat ini kendaraan roda empat memiliki sistem pengapian dengan distributor dan tanpadistributor/distributorless. Saat ini terjadi kecenderungan untuk meniadakan sistem distributor(distributorless) pada sistem pengapiannya. Hal ini dikarenakan pada sistem pengapiankonvensional memiliki banyak kelemahan diantaranya kerusakan pada platina, keausan padamoving parts. Dalam aplikasinya, kendaraan roda empat juga ada menggunakan sistemdistributorless.. Sistem ini lebih mampu secara tepat memenuhi timing ignition pada berbagaikecepatan untuk memperoleh proses pembakaran yang sempurna. Berdasarkan kelemahansistem distributor, maka dalam penelitian ini dirancang sistem open loop distributorless digitalmultipurpose yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembakaran. Untuk mengetahuiunjuk kerja sistem distributor dan sistem OLDDM maka dilakukan pengujian dan kemudiandibandingkan antara distributor dan OLDDM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistemOLDDM lebih unggul daripada sistem distributor, tegangan dan arus baik primer maupunsekunder yang dihasikan mampu stabil pada putaran rendah maupun tinggi, dimana nilainyasebesar 11.9 V dan 21.5 kV serta 1.9 A dan 4.8 A .Kata kunci: Distributorless, tegangan dan pengapianRecently there are two methods of ignition system for a four-wheeled vehicle that is thedistributor and without distributor (distributorless). In nowadays there is a tendency to replacethe distributor system in the ignition system. This is because the conventional ignition systemhas many disadvantages including damage to the contactor part, wear and tear on movingparts. In its application, there is also a four-wheel drive system uses distributorless . Thissystem is able to precisely meet the ignition timing at various speeds to obtain a perfectcombustion process. Based on the weakness of distributor system, so in this study open-loopsystem designed multipurpose digital distributorless (OLDDM) is expected to improve thequality of combustion. To determine system performance and system distributor OLDDM thenwas tested and then compared between the distributor and OLDD M. The results show that theOLDDM is superior than distributor system. The result of voltage and current both primary andsecondary is stable at low and high rotation, where the value are 11.9 V and 21.5 kV and 1.9 Aand 4.8 A.Keywords: Distributorless, voltage and ignition
Karakterisasi Serbuk Hasil Produksi Menggunakan Metode Atomisasi M. Halim Asiri
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.67 KB)

Abstract

Abstrak : Metalurgi serbuk (powder metallurgy),yaitu merupakan teknologi produksi logam dengan bahan dasar Aluminum dengan unsur lain Ti,Mn,Mg,Si,sebagai unsur penguat sebelum diproses pencairan terlebidahulu melakukan pengujian sifat mekanik antara lain uji struktur makro dan mikro kemudianuji kekerasan (hardness tes), uji kekuatan (tensile strength). Setelah selesai diadakan pengujian sifat-sifat mekanik terhadap logam dasar, maka proses selanjutnya mencairkan logam dasar denganmelalui dapur peleburan (fornaices) dengan temperature panas sekitar 1200 s/d 1350? dan titik cair logam aluminum 650?. Setelah mencair kemudian di holding time selama 20 menit selanjutnya pembuatan proses granulasi (pembutiran) dengan menggunakan sistim Atomisasi Air (water atomization) dengan menggunakan variasi tekanan penyemprotan sebesar 20 s/d 25 Psi, dengan debit 4 l/s,variasi waktu yg digunakan 6 s/d 8 detik. Hasil dari proses sistim metode Atomisasi ini kita dapatkan macam-macam karakteristik bentuk butiran mulai dari Mesh 8 (2360????m),mesh 16 (1180????m), mesh 30(600????m), mesh 50(300????????),mesh 100 (150????m),mesh 200 (75????m). Untuk mengetahui data-data ini melalui pengamatan dengan menggunakan mikroskop makro dan mikro.Selanjutnya bisa juga melakukan pengujian dengan menggunakan alat uji SEM dan X – Ray (XRD).Kata kunci: uji sifat – sifat mekanik, sifat bahan, komposisi kimia dan porositas (civitis)Abstract : Powder metallurgy (powder metallurgy), which is a production technology with basic materialsAluminum metal with other elements Ti, Mn, Mg, Si, as a reinforcement agent before beingprocessed casting prior testing of mechanical properties among others, macro and micro structuraltest then hardness test, test of strength. After completion of the testing of mechanical properties ofthe base metal, then the next process with the base metal melt through the furnace with atemperature of about 1200 s / d in 1350 and the melting point of aluminum is 650C. After melt laterwith holding time for 20 minutes further manufacture granulation process (granulation) using wateratomization system by using a spraying pressure variation at 20 s / d 25 Psi, with discharge 4 l / s,the time variation are 6 s / d 8 seconds. Results from the process system atomization method isobtained variety of characteristics of the form of granules ranging from Mesh 8 (2360 m), 16 mesh(1180 m), 30 mesh (600 m), mesh 50 (), 100 mesh (150 m), 200 mesh (75 m). To determine thesedata through observation using a microscope macro and mikro and perform testing using testequipment SEM and X - Ray (XRD).Keywords: Test mechanical properties, material properties, chemical composition and porosity(cavities)
Rancangan Alkaline Fuel Cell Sederhana dengan Menggunakan Stainless Steel sebagai Elektrodanya I Made Suardamana; Made Sucipta; I Ketut Gede Sugita; Made Suarda
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.606 KB)

Abstract

Penggunaan stainless steel sebagai material elektroda pada alkaline fuel cell telah diteliti. Adabeberapa tipe/seri stainless steel yang mudah didapatkan di pasaran, yaitu seri 430 dan seri304. Pada penelitian ini telah dikaji penggunaan kedua seri pelat stainless steel tersebut biladigunakan sebagai elektroda dengan disusun secara seri pada rangkaian pengujiannya.Rangkain seri tersebut dirancang untuk penggunaan 1 pasang, 2 pasang dan 3 pasangelektroda. Selama pengujian, untuk melihat pengaruhnya tersebut, konsentrasi KOH yangdigunakan sebagai elektrolit juga divariasikan dari konsentrasi 10% sampai 70% berbasismassa. Dimensi efektif elektroda yang digunakan adalah sebesar 90 mm x 200 mm, denganjarak antar anoda dan katoda sebesar 10 mm. Supply hidrogen dan oksigen dijaga masingmasingpada tekanan 1 bar dan 0,5 bar secara berturut-turut. Hasil pengujian menunjukkanbahwa dengan perbedaan konsentrasi KOH pada elektrolit akan memberikan suhu operasiyang berbeda. Semakin tinggi konsentrasi KOH semakin tinggi pula suhu elektrolit yangdihasilkan. Performa alkaline fuel cell yang lebih baik ditunjukkan bila menggunakan pelatstainless steel seri 304 dibandingkan menggunkan pelat stainless steel seri 430, dan padakonsentrasi KOH yang paling tinggi dicapai performa yang paling tinggi pula. Pengunaan 3pasang elektroda yang tersusun seri juga menunjukkan hasil yang terbaik dibandingkandengan menggunakan 1 atau 2 pasang elektroda, baik itu dari sisi tegangan, arus dan dayalistrik yang dihasilkan.Kata Kunci: Alkaline fuel cell, stainless steel, susunan elektroda, konsentrasi KOH, performaThe use of stainless steel as an electrode material in alkaline fuel cells has been investigated.There are several types/series stainless steel that is easily available in the market, namely the430 series and 304 series. In this studies, the use of the series of stainless steel plates whenused as electrodes arranged in series with the circuit testing have examined. Combination of theseries is designed to use 1 pair, 2 pairs and 3 pairs of electrodes. During the test, to see theeffect, the concentration of KOH used as the electrolyte in this experiment is also varied from10% to 70% based on mass. Dimensions of effective electrode used in this experiment is equalto 90 mm x 200 mm, the distance between the anode and cathode is kept at 10 mm. Supply ofhydrogen and oxygen respectively maintained at a pressure of 1 bar and 0.5 bar respectively.The test results showed that the difference in concentration of KOH electrolyte will give adifferent operating temperature. The higher concentration of KOH, the higher electrolytetemperature will be generated. Alkaline fuel cell better performance demonstrated when usingstainless steel plates 304 series instead of using the stainless steel plate 430 series, and at thehighest concentration of KOH, the highest performance is achieved anyway. The use of 3 pairsof electrodes are arranged series also showed the best results compared to using 1 or 2 pairs ofelectrodes, both in terms of voltage, current and power output.Keyword: Alkaline fuel cell, stainless steel, electrode composition, KOH concentration,performance
Penambahan Cil Pada Desain Sistem Saluran (gating system) Low Pressure Die Casting (LPDC) Untuk Mereduksi Kebocoran Akibat Hole Ada Produk Kran Hotel Dengan Simulasi Procast V2008 Muhammad Fitrullah; Koswara Koswara; Ricky Parmonangan
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.381 KB)

Abstract

Abstrak : Kuningan merupakan paduan logam yang memiliki performa estetis yang tinggi sehinggabanyak dipakai untuk produk kran. Performa estetis ini menjadikan kran dari kuningan banyakdipakai di dunia perhotelan. Secara umum, produk kran dihasilkan melalui proses casting(pengecoran) yang dirancang melalui sejumlah simulasi guna menghasilkan produk dengankualitas tinggi. Pengecoran logam kuningan sering digunakan metode Low Pressure DieCasting (LPDC). Simulasi pengecoran adalah metode yang sangat baik untuk dapat melihatpenuangan logam cair pada cetakan, proses solidifikasi dan pendinginan, dan memprediksiletak cacat yang akan terjadi seperti shrinkage, porositas, inklusi, hole. Pada industripengecoran kran, banyak cacat pada produk hasil coran, yaitu: 8% produk bad, yang artinyaproduk tidak bisa digunakan atau harus di lebur ulang dan 24% produk modifikasi dengan cacatyang paling sering terjadi adalah “bocor” dan “hole” yang artinya produk mendapatkanperlakuan khusus karena terjadi cacat tetapi masih bisa ditanggulangi. Hal ini sangat merugikanperusahaan baik dalam biaya produksi yang menjadi meningkat dan waktu produksi yangsemakin lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa arah pembekuan logam yang terjadipada proses low pressure die casting pada produk kran dan membuat desain sistem saluranlow pressure die casting untuk produk kran untuk mereduksi kebocoran akibat cacat hole.Metode yang digunakan dengan finite element method (FEM). Melakukan observasi proses lowpressure die casting untuk produk kran, membuat desain sistem saluran yang sudah dimilikiPT.X dengan menggunakan solidwork 2010 dan mensimulasi dengan procast v2008. Hasilsimulasi diamati sehingga diketahui letak cacat yang terjadi dan membuat desain yang baruagar didapat hasil yang maksimal. Hasil simulasi yang diamati ada daerah yang mengalamipremature solidification sehingga dapat menghasilkan hole dan poros. Penambahan cil padasistem saluran menjadi solusi yang tepat untuk meminimalisasi cacat hole dan porositas yangada. Daerah yang mengalami premature solidification dikenakan suhu yang lebih rendah darilogam kuningan cair sehingga daerah tersebut lebih cepat membeku dan terjadi pembekuanyang terarah.Kata kunci: Pengecoran, LPDC, hole, poros, premature solidification, pembekuan.Abstract : Brass is an alloy that has a high aesthetic value that is widely used for product faucets. Thismakes the aesthetic value of brass faucet widely used in the world of hospitality. In general,faucet products produced through the casting process through a number of simulationsdesigned to produce high quality products. Brass foundry frequently used method of LowPressure Die Casting (LPDC).Casting simulation is an excellent method to be able to seepouring molten metal in the mold, solidification and cooling process, and predicts the location ofdefects that will occur such as shrinkage, porosity, inclusions, holes. In the foundry industryfaucets, many defects in castings products, namely: 8% bad product, which means thatproducts can not be used or should be recycled and 24% Melting modification products with themost common defect is "leaking" and "hole" that means products get special treatment becauseof a disability but can still be addressed.This is very detrimental to the company due toincreased production costs and production time is longer. This study aims to analyze thedirection of the metal freezing that occurs in low pressure die casting process on the faucet andmake product design duct system for low pressure die casting product faucets to reduceleakage due to defective hole. The method used by the finite element method (FEM).Observation of low pressure die casting process for product faucets, making the design of theduct system already owned PT.X using solidwork 2010 and simulate with ProCast v2008. Thesimulation results were observed in order to know the location of the defect and create newdesigns in order to obtain maximum results. The simulation results are observed there are areasexperiencing premature solidification so as to produce a hole and shaft. Addition chill onchannel system be the perfect solution to minimize defects and porosity existing hole. Areas experiencing premature solidification incur lower temperature of molten brass metal so that thearea freezes faster and directional freezing occurs.Keywords: Casting, LPDC, hole, shaft, premature solidification, freezing.

Page 1 of 2 | Total Record : 16