cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 1 Issue 2, December 2015" : 6 Documents clear
Shifting Trend of Multinational Corporations : Old Versus New Farahdiba Bachtiar
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Volume 1 Issue 2, December 2015
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MultinationalCorporation(MNC)isnotanewtopicinInternationalPolitical EconomyeitherinInternational Relationsstudy.Asithadbeenoperatingallovertheworldasmuchashavingappearedinmanypapersandresearch. However,thereisashiftingtrend,atleastsinceadecadeagoregardingtherise of  MNC from Emerging  Countries. Surprisingly,  the North  –Southrelationswhichhadbeenwellestablishfacedre-formulated tobecomeSouth- SouthevenSouth–Northrelations.Thefirmsfromdevelopingeconomies are comingintoglobalmarkets andchangingtheshapeoftradecompetition, investmentandregulation.BythepresenceofMNCfromemergingcountries theeconomicarchitectureasawholeandinternational tradeasapartofit fundamentallychanged.
Peran Regioalisme ASEAN dalam Menanggulangi Drug Trafficing (Peredaran Narkoba Gelap) dan Eketifatsnya di Indonesia Laode Muhamad Fathun
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Volume 1 Issue 2, December 2015
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomen Globalisasi membawa dunia seolah tanpa batas kedaulatan menjadikan munculnya isu-isu baru dalam hubungan internasional.Ketidak mampuan Negara untuk berdiri sendiri dalam melihat komplkesnya masalah dalam negerinya di butuhkan sebuah intergrasi rule driven untuk menekan semakin masifnya isu kejahatan lintas Negara. Usaha Negara-negara dalam membentuk rule driven dalam bentuk kerjasama internasional inilah yang disebut global governance. Global governance berisi sejumlah norma, prinsip, aturan hukum, konvensi yang disepakati oleh sejumlah aktor baik Negara maunpun non Negara. Dalam aplikasi dari sejumlah norma dan prinsip atau rule driven tersebut salah satunya dalm bentuk integrasi regionalism kawasan. Adanya integrasi regionalism kawasan merupakan usaha membentuk sebuah kesamaan sikap politik, hukum, ekonomi, sosial budaya untuk mencapai tujuan bersama.ASEAN sebagai sebuah hasil dari integrasi regionalism kawasan Negara-negara kawasan Asia Tenggara memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi dan menanggulangi sejumlah masalah yang melingkupi kawasanya tersebut. Kejahatan Lintas Negara seperti drug trafficking( peredaran narkoba gelap) merupakan masalah yang kompleks yang di alami di kawasan region ASEAN. Adanya sejumlah konvensi yang telah di sahkan oleh Negara-negara ASEAN merupakan rule driven untuk menekan secara massif peredaran narkoba gelap.Namun, relaitasnya peredaran narkoba gelap di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Apakah kondisi ini menjadi bukti bahwa konvensi bukan menjadi first track yang ampuh untuk memberantas peredaran narkoba secara gelap terkhusus di Indonesia. 
CAN THE ASEAN REGIONAL INTEGRATION LEAD TO A SINGLE CURRENCY IN SOUTHEAST ASIA? Biondi S Sima
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Volume 1 Issue 2, December 2015
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since 1991, talks on ASEAN regional integration grew tremendously and the weight of ASEAN countries in the world economy kept increasing. This became more pronounced in the growing interlinkages between ASEAN countries through Free Trade Agreements (FTA) that aimed to augment investment in the region and promote further economic liberalization. The ASEAN economic community starting in 2015 leads the way to even more opportunities to create “EU-like” region, having a common currency area. However the failures of the EU to cope with the recent global crisis and the substantial differences between this region vis à vis ASEAN raises many doubts. How would common currency area be feasible in ASEAN context and would it benefit the region in terms of economic development? The aim of this paper is to analyse the current achievements in the ASEAN in forming a unified bloc and the feasibility of a single currency in the region based on the Optimal Currency Area (OCA) criteria. Furthermore, it will examine possible alternatives that will help catalyse ASEAN economic integration, such as: tapping into smaller groupings among member states with more uniformed monetary policy and business cycle, ASEAN Swap Arrangements (ASA) and regional surveillance mechanism, adopting common currency peg, among others.
Evidence-based policy (EBP) should be thoroughly integrated into the policymaking system in Indonesia’s local governments Mario Abdul Fattah
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Volume 1 Issue 2, December 2015
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Pengembangan Teknologi dan Kekuatan Militer sebagai Strategi Pertahanan di Negara-Negara Kawasan Asia Timur andi meganingrata
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Volume 1 Issue 2, December 2015
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya berbagai dinamika dalam keamanan regional mendorong negara negara di kawasan Asia Timur untuk memperkuat strategi pertahananuntuk mengamankan kepentingan nasional. Potensi konflik antar negara mendorong pengembangan teknologi dan kekuatan militer sebagai pilihan bagi negara negara di kawasan Asia Timur untuk memperkuat powernya didalam interaksi hubungan antar negara. Akibatnya fenomena self defence menjadi semakin nyata terlihat diantara negara negara di kawasan Asia Timur. Studi ini menggunakan metode pendekatan realis yang menitik beratkan pada power sebagai tujuan utama suatu negara. Hasil studi ini memperlihatkan adanya kaitan yang sangat erat antara pengembangan teknologi dan kekuatan militer dengan power yang dimiliki oleh negara negara dikawasan Asia Timur. Adanya kepentingan nasional juga merubah strategi pertahanan yang sebelumnya diterapkan oleh negara negara tersebut.
DAMPAK PENERAPAN SUCRE TERHADAP PEREKONOMIAN VENEZUELA Ashry Sallatu
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional Volume 1 Issue 2, December 2015
Publisher : Departemen Ilmu Hubungan Internasional Univesitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes the effective application of Sucre, as Latin American regional currencies in ALBA, and its impact on the Venezuelan economy. This study uses primary data collected by interviews and secondary data gathered by studying document obtained from the official website of ALBA, financial institutions in Latin American countries as well as website for analysis about Latin America. The results showed that the presence of Sucre on the economy of Venezuela is less effective at improving economy of Venezuela. This is caused partly because ALBA is ineffective in promoting Sucre to all its member states and strong counter-opinions made by United States towards ALBA.

Page 1 of 1 | Total Record : 6