cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
EFEK EKSPLOITASI MEDIA MASSA TERHADAP POPULARITAS PRESIDEN AMERIKA SERIKAT BARACK OBAMA DI KALANGAN AKTIVIS MAHASISWA DI KOTA MAKASSAR Nanda Sukmawati Kartika
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i4.315

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media massa terhadap isu populeritas Obama dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat dari tahun 2009 hingga 2013, dan pengaruh berita-berita yang dieksploitasi terhadap pendapat para aktivis mahasiswa di Makassar.  Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif  melalui analisis data yang direduksi, dipresentasikan, dan disimpulkan yang diperoleh darin hasil interview. Para informan adalah para mahasiswa dari Universitas Hasanuddin, Universitas Muslem Indonesia, Universitas 45, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Unit analisisnya adalah berita-berita media massa tentang Obama dari pertengahan tahun 2008 sampai awal tahun 2009 dan tipe issu yang menyangkut tentang identitas ras Obama, latar belakang kehidupan Obama, Pandangan dunia Islam, dan masa anak-anak Obama di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan media massa memiliki pengaruh yang signifikan meski dalam jumlah kecil kapan saja masyarakat memperoleh informasi  secara kontinyu. Penelitian ini juga menemukan bahwa media massa memiliki pengaruh yang kuat terhadap pendapat para aktivis mahasiswa misalnyta dari televisi, internet, dan surat kabar. Dari aspek kategori sosial terhadap pendapat para aktivis mahasiswa cenderung sama terhadap pengaruh media.ABSTRACTThis research aims to find out the effect of mass media on the siginificant of issues of Obama’s popularity in the US President election from 2009 to 2013 and the effect of news exploitation in the form of student activist’s opinion in Makassar. This research was descriptive qualitative study through analysis of data reductiuon, data presentation, and data conclusion obtained through interview. The informans were student from Hasanuddin University, Indonesian Moslem University, 45 University, Makassar State University, Alauddin State Islamic University of Makassar. The unit of analysis were mass media news on Obama from mid 2008 to early 2009 and types of issues on Obama’s racial identity, Obama background, and Moslem world, Obama’s childhood in Indonesia. The result show that mass media have a significant effect even in a small amount when the public was informed continually . It is also found that certain mass media give strong effect to student activist’s opinion such as television, internet, and newspaper. Then social categories in sama level in this case Makassar student activist’s tent to have similar response to media effect. 
ISU STRATEGIS KOMUNIKASI POLITIK DI KALANGAN ELITE DAERAH DALAM PROSES PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU TENGAH Ibrahim Umar; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i4.338

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) isu aktual apa saja diinginkan oleh elite daerah terkait pemekaran Kabupaten Luwu Tengah, dan (2) peran elite daerah dalam mendorong percepatan pemekaran Kabupaten Luwu Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Luwu, terkhusus di wilayah calon Kabupaten Luwu Tengah dan di wilayah Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu memfokuskan pada deskripsi tentang isu strategis di kalangan elite daerah pada proses pembentukan Kabupaten Luwu Tengah, dan yang menjadi data kualitatifnya adalah hasil wawancara dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan cara melukiskan atau menggambarkan (deskripsi) sejumlah variabel yang berkenaan dengan isu strategis yang berkembang di kalangan elite daerah pada proses pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan peran elite daerah selama proses pemekaran berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isu-isu strategis sebagai alasan untuk mendorong pemekaran Kabupaten Luwu Tengah meliputi: rentang kendali pemerintahan, ketimpangan dalam pembangunan, akses pelayanan, instrumen kebijakan, terwujudnya Tana Luwu sebagai Provinsi dan faktor kepentingan elite. Bahwa kemunikasi politik yang terjadi di kalangan elite daerah calon Kabupaten Luwu Tengah masih didominasi oleh kepentingan pribadi dan kelompok, proses politik yang terjadi lebih lama berada di arena kerangka konflik, hal ini dibuktikan dengan adanya faksi-faksi yang ada di kalangan elite daerah, sehingga sampai sekarang belum terjadi konsensus atau kompromi politik yang lebih bertujuan dalam rangka mempercepat pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. Abstract This research aims to determine (1) the actual issues evolving and wished by local elites related to expansion of Central Luwu Regency, (2) the role of local elites in encouraging the acceleration of Central Luwu Regency expansion, (3) communication patterns among local elites in the underway process of Luwu Regency formation. The research was conducted in Luwu Regency, particularly in the prospective area of Central Luwu Regency and in Makassar. The method used in this research is descriptive qualitative, i.e. focusing on the description of the strategic issue among local elites in the formation process of Central Luwu Regency. The qualitative data is the interview result with informants chosen through purposive sampling method. Data is analyzed through depicting or describing (description) a number of variables that dealed with strategic issues which developed among the local elite in the formation process of Central Luwu Regency and the roles of local elites during the underway process of expansion. Results of this study indicate that the strategic issues as an excuse to encourage the expansion of Central Luwu Regency includes: full range of governance, inequalities in development, access to services, policy instruments, the realization of Tana Luwu to be a province and factor of elite interests. Political communication that occurs among the local elite in the prospective Central Luwu Regency is still dominated by private and group interests; the political process is going on a lot longer as political conflict. This is proved by the existence of factions that exist among local elites, hence until now a concensus or compromise which aims to speed up the formation of Central Luwu Regency has not happened yet. 
PEMAHAMAN DAN SIKAP GURU WANITA TENTANG INFORMASI BALITA SEHAT DAN POLA PENGASUHAN ANAK DI KOTA KUPANG Salvador Guterres; Jeanny Maria Fatima
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i1.372

Abstract

Abstract This research aims to know the difference levels of knowledge and attitude of female teachers toward the examination of the information content of under- five’s health and the children taking care pattern through interpersonal communication and mass media. This research was conducted by using pre-experimental design. In this experiment, the multistage sampling was used to determine the number of respondents. So there was 28 respondents. So there was 28 respondents which conducted to be tested. The pretest and posttest was used was used to know how far the levels of knowledge and attitude of the female teachers in achieving the information of the under-five’s health and the children taking care pattern in Kupang Municipal. The research result shows that the levels and attitude of female teachers positively changed after conveying the information of the under-five’s health and children taking care pattern through interpersonal communication and mass media. Besides that, there was the difference level of score of knowledge and attitude of female teachers in the information content which consists of giving nutrient to the children (PMA) and the actual pattern of taking care (PPA) of them.Abstrak Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat perbedaan pengetahuan dan sikap guru-guru perempuan terhadap isi informasi kesehatan anak-anak melalui media massa dan saluran komunikasi antarpersonal. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode eksperimental murni. Dalam eksperimen digunakan multistage sampling yang digunakan untuk menetapkan jumlah responden. Ada 28 orang responden yang ditetapkan untuk diuji. Pada uji awal dan uji akhir dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan dan sikap guru-guru perempuan di kota Kupang bisa memperoleh informasi balita dan pola pengasuhan anak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa informasi balita dan pola pengasuhan anak sebagian besar mereka peroleh melalui saluran-saluran komunikasi interpersonal (dari mulut ke mulut) dan juga media massa. Selain itu terdapat perbedaan tingkat skor pengetahuan dan sikap di kalangan para guru perempuan terhadap isi informasi yang mereka terima, terutama dalam hal pemberian makanan yang bergizi dan pola pengasuhan anak. 
SIKAP DAN PERILAKU REMAJA PEREMPUAN DALAM AJANG GAUL MELALUI MEDIA SOSIAL FACEBOOK THE ATTITUDE AND BEHAVIOR OF GIRL ADOLESCENT IN SOCIAL MEDIA FACEBOOK Andi Batari Alimuddin; Muhammad Nadjib
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i4.592

Abstract

Abstract This research is motivated by the existence of facebook which is a medium of information and communication that influence changes in behavior and attitudes among adolescents. The aims of the research are to acknowledge whether the change of attitude is consistent to the change of behavior and to acknowledge the factors which affect the attitude and behavior of social interaction of girl adolescent in the utilization of the facebook as social media. The research method is a descriptive qualitative method. The research is located in Makassar, South Sulawesi. With 50 respondents of facebook users. The data were collected through observation and interviews. The results of the research indicated that the facebook users are introducted to facebook through friends, relatives and families. Besides facebook, the girl adolescents also use other social media such as path, instagram, line, twitter, wechat, skype, and kakaotalk which are connected to facebook. Ideas inspiring the respondents to update status in facebook are wise words, jokes, ridicules, longing, political information, or activities conducted at the time. Like status is expressed by facebook user to communicate with friends, to inform about interesting places, pictures, film information and jokes. Informers spend their time approximately 3 to 5 hours on facebook in a day. Features frequently used by facebook users are chatting, skype or video call, games, picture upload, sending file, or merely looking at logs or new information.Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan facebook yang merupakan media informasi dan komunikasi yang memengaruhi perubahan perilaku dan sikap dikalangan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan sikap konsisten dengan perubahan perilaku dan faktor-faktor yang memengaruhi sikap dan perilaku ajang gaul di kalangan remaja perempuan akibat pemanfaatan media sosial facebook. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan dengan jumlah informan 50 orang yang kesemuanya merupakan pengguna facebook. Pengumpulan data ditempuh melalui observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mendapatkan informasi tentang pengenalan facebook melalui teman, kerabat, dan saudara. Selain facebook, media sosial lain yang digunakan oleh informan adalah path, instagram, line, twitter, wechat, skype, dan kakaotalk yang biasa terkoneksi langsung dengan facebook. Ide-ide yang menginspirasi informan dalam membuat status atau pembaruan status, yaitu kata-kata bijak, lelucon, kata-kata alay, keksalan terhadap sesuatu, kerinduan, informai politik, atau kegiatan yang dilakukan pada saat itu. Status like yang biasa informan like seperti curhatan teman, informasi tempat yang menarik, foto-foto, info film, dan lelucon. Informan menghabiskan waktunya dalam sehari memakai facebook selama 3-5 jam/hari. Fitur-fitur yang informan gunakan adalah chatting, skype, atau video call, game, upload foto, kirim file, atau hanya sekedar melihat beranda atau informasi terbaru. 
JILBAB SEBAGAI SIMBOL KOMUNIKASI DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN (Studi Komunikasi Nonverbal) Besse Risnayanti; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.2 April - Juni 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i2.305

Abstract

AbstractThis research is a study of nonverbal communication behaviors of students covered by a descriptive qualitative. Inthis study obtained of 145 studens which wearing veil as a sample, withc cluster sampling technique in which aquota sample drawn by the percentage of 2% of each faculty. To obtain data conducted by distributingquiestionaries, in depth interviewes, direct observation and literature study, then analyzed qualitatively. Discussionof this research uses the concept of nonverbal communication and the concept of symbolic interactionism byBlumer. Result showed that student’s view on the hijab covering ideology, adaptation and identity. From the contextof Islamic ideology, “Clothes are mandatory for Muslims who have entered legally Baligh, because the commandsare written clearly covered in the Qur’an, where Muslim women are prohibited from revealing private parts exceptthe face and hands.” From the context of identity, “just as life-style headscarf.” More students to consider problemsand models wearing the headscarf that matched rather than syar’i according to Islam, and the trend is more the issuethan the issue of religious obligation. From the context of adaptation, ‘significant other’ very influental on thebehavior of students wearing the hijab as parents and family, and veiled student behavior based on a communityreference group. Students inclined have as a friend that similarity through ideology, vision in veil, hobby or style:“cognitive consistency”. AbstrakPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi mahasiswa Universitas Hasanuddinmemakai jilbab dari aspek komunikasi non-verbal. Penelitian dilakukan dengan metodi deskriptif kualitatif denganmelibatkan 145 orang mahasiswi pemakai jilbab sebagai sampel, yang dilakukan dengan cara cluster samplingdengan quota 2 persen pemakaian jilbab tiap fakultas. Data diperoleh melalui angket yang diedarkan, wawancaramendalam, pengamatan langsung, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara kualitatif. Pembahasan yangdilakukan dalam penelitian ini memakai konsep komunikasi non-verbal (isyarat) dan konsep interaksi simbolik dariBlumer. Hasilnya menunjukkan bahwa para mahasiswa yang memakai jilbab memiliki makna ideologi, penyesuaiandan jati diri. Dari konteks ideologi, Islam melalui Al-Qur’an mewajibkan kepada muslim perempuan yang sudahbaligh dilarang memperlihatkan bagian tubuh yang bersifat pribadi kecuali muka dan tangan. Dari konteks adaptasi(penyesuaian) para mahasiswi yang berjilbab banyak dipengaruhi oleh lingkungan, kelompok, dan komunitas sepertiorang tua dan keluarga. Sedangkan dari aspek jati diri, nampaknya selain sebagai simbol muslim juga sebagaiperilaku yang lebih sopan dalam berpakaian.
OPINI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PEMBAHARUAN DAN KEPEMIMPINAN BUPATI NURDIN ABDULLAH DALAM MEMAJUKAN BANTAENG SEBAGAI KOTA INDUSTRI DAN WISATA Darmawan Syah; Hafied Cangara; Muhammad Iqbal Sultan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i3.628

Abstract

Abstract Public’s opinions are very important for democratic social life. Leader’s success can be found by the opinions that made by public. This study aims to find out the opinions and attitudes towards innovation and leadership in advancing the Regent Nurdin Abdullah Bantaeng as industrial cities and attractions, as well as the factors that influence the opinion. This study used a qualitative descriptive approach with the study subjects consisted of 38 people Bantaeng people who come from different backgrounds. Data were collected through direct observation and interview. then analyzed the data using triangulation techniques. The results showed that all informants that is the subject of this study support program Bantaeng advance as an industrial city and sightseeing. This is one solution to improve the original income Bantaeng oriented to the improvement of public welfare. In addition, factors that affect the leadership of Nurdin Abdullah is hard work fruitful achievements, and contribution of the media in shaping the image Bantaeng.Abstrak Opini publik sangat penting bagi kehidupan masyarakat yang demokratis. Keberhasilan seorang pemimpin dapat diketahui dari opini publik yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini dan sikap masyarakat terhadap pembaharuan dan kepemimpinan Bupati Nurdin Abdullah dalam memajukan Bantaeng sebagai kota industri dan wisata, serta faktor yang mempengaruhi opini tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian terdiri dari 38 orang masyarakat Kabupaten Bantaeng yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan yang menjadi subjek penelitian ini mendukung program memajukan Kabupaten Bantaeng sebagai kota industri dan wisata. Hal ini merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bantaeng yang berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu faktor yang mempengaruhi kepemimpinan Nurdin Abdullah adalah kerja keras yang berbuah prestasi, dan kontribusi media dalam membentuk citra Kabupaten Bantaeng. 
PERAN PEMUKA PENDAPAT (OPINION LEADER) DALAM MEMELIHARA KEDAMAIAN DI TENGAH KONFLIK HORIZONTALDI DESA WAYAME AMBON.pdf La Jaali; Hafied Cangara; Hasrullah Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i3.329

Abstract

Abstrak Wayame merupakan satu-satunya desa yang ada di Kota Ambon yang tidak terkena konflik horizontal di Ambon, walaupun masyarakatnya heterogen yang terdiri dari dua komunitas besar Islam dan Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemuka pendapat dalam memelihara kedamaian di tengah konflik horizontal di Desa Wayame kota Ambon dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat desa wayame tidak terlibat dalam konflik horizontal di Ambon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam (indepth interview). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan interactive model analysis dari Miles dan Huberman yang meliputi tahap Reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan simpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam memelihara kedamaian di tengah konflik horizontal di Ambon, maka para pemuka pendapat (opinion leader) di Desa Wayame berusaha melakukan suatu tindakan yang melibatkan banyak pihak yang ada di Desa Wayame. Tindakan-tindakan para pemuka pendapat (opinion leader) tersebut terlihat pada: a) membentuk TIM 20, b) membangun kerjasama dengan masyarakat Wayame, c) melakukan koordinasi dengan pihak keamanan, d) melakukan koordinasi dengan Desa tetangga dan Lembaga Keagamaan, dan e) melakukan upaya damai pada desa-desa tetangga tentang pentingnya perdamaian. Kelima peran yang dilakukan diatas menjadi penentu bagi masyarakat Wayame dalam memelihara kedamaian dan ketenteraman ditengah konflik horizontal di Ambon. Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat Wayame tidak terlibat konflik, yaitu: a) adanya komitmen dari pemuka pendapat (opinion leader) dengan masyarakat, b) adanya penanganan TIM 20, c) adanya saluran komunikasi, d) adanya penerapan hukum lokal dan sanksi, e) adanya kesadaran dan dukungan masyarakat,, f) adanya pertemuan rutin, dan g) adanya pasar damai.Abstract Wayame is the only village in the city of Ambon, which is not affected by horizontal conflicts in Ambon, although heterogeneous society consisting of two large community of Muslims and Christians. This study aims to determine the role of opinion leaders in maintaining peace in the middle of the horizontal conflict in Ambon city Wayame village and know the factors that cause Wayame villagers not involved in horizontal conflicts in Ambon. Data collection techniques in this study using in-depth interviews (depth Interview). Analysis of the data in this study using the interactive model analysis of Miles and Huberman which includes the step of data reduction, data presentation and verification of the data or conclusions withdrawal. From these results it can be concluded that in maintaining peace in the middle of the horizontal conflict in Ambon, then the opinion leaders (opinion leader) in the village of Wayame attempt to commit an act that involves many parties in the village Wayame. Actions of opinion leaders (opinion leaders) are seen in: a) forming TEAM 20, b) build partnerships with the community Wayame, c) coordinating with security, d) coordinate with neighboring Villages and Religious Institutions, and e) peace efforts in neighboring villages about the importance of peace. Fifth roles performed above Wayame be decisive for the community in maintaining peace and tranquility in the middle of horizontal conflicts in Ambon. The factors that cause people Wayame not in conflict, namely: a) the commitment of opinion leaders (opinion leaders) with the community, b) the handling of TEAM 20, c) the communication channel, d) the application of local laws and penalties, e ) the awareness and support of the community,, f) the regular meetings, and g) the peaceful market. 
PEREMPUAN BIAK- SUATU TINJAUAN DARI PERSPEKTIF KOMUNIKASI PADA KELUARGA ETNIS PAPUA Hepi Hastuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i2.363

Abstract

Abstrak Kajian Tentang perempuan dalam ranah yang lebih serius semakin menemukan tempatnya seperti yang sedang di teliti adalah bagaimana perspektif komunikasi dalam tindak komunikasi pada perempuan Biak di keluarga etnis Papua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran perempuan dalam tindak komunikasi pada konteks keluarga Batih atau keluarga luas dalam hal suatu pengambilan keputusan juga untuk menganalisa hal-hal yang menentukan peran perempuan Biak pada tindak komunikasi di keluarga inti maupun keluarga luas.Penelitian ini menggunakan analisis data model komponensial yaitu dengan cara menganalisa unsur- unsur yang memiliki hubungan yang kontras antara satu unsur dengan unsur yang lain dalam domain-domain yang telah di tentukan untuk di analisa lebih terperinci. Unsur-unsur atau elemen-elemen yang kontras akan di pilah dan selanjutnya di cari term-term yang dapat mewadahinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran dominan dalam tindak komunikasi terhadaap pengambilan keputusan dalam hal pendidikan, begitu pula dalam hal ekonomi berupa menajemen keuangan rumah tangga dan dalam mengatur ranah domestik. Kesetaraan antara keduanya ditunjukkan dalam agama berupa mengajarkan kepercayaan akan keber-Tuhan-an serta membentuk generasi yang agamis dan dalam perlindungan berupa menambah rasa aman dan nyaman serta mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat. Begitu pula peran dominan dalam mengatur tata kehidupan beragama dan mempersiapkan mental anak lebuh mandri, laki-laki lebih memegang kendali atas perilaku komunikasi dalam hal pengambilan keputusan tersebut. Hal yang berbeda kembali ditunjukkan melalui peran dominan yang dijalankan perempuan dalam berkomunikasi mengenai masalah kesehatan dibandingkan dengan laki-laki.Abstract Women’s studies in the realm of the more serious as it is increasingly finding its place being care full show the act of communication in the communication perspective on ethnic family female Biak in Papua. This study aims to analyze: (1) the role of women in the act of communication in the context Batih family or extended family inthe event of a decision-making as well as to (2) analyze the things that define the role of women in the communications act of Biak on the nuclear family and the extended family. This study uses data analysis models componential that is by analyzing the elements that have a contrasting relationship between on element with an other element in the domain-domain that has been set for more detailed analysis. Elements or elements that contrast will be separated, and further in search terms that can host them. Results showed that women have a dominant role in the act of communication to decision making in terms of education, as well as in economic terms in the form of financial management in managing the household and the domestic sphere. Equality between the two is shown in the form of religious belief teaches God’s where about sand form generation in the protection of religious and add a sense of security and comfort as well as preparing children to become members of society. Similarly,a dominant role in governing the religious life and mentally preparing children more independent, men are more in control of the communication behavior in terms of the decision. It is shown through the different re-run women’s dominant role in communicating about health problems compared to men. 
PENTINGNYA KOMUNIKASI DAN INFORMASI PADA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYELENGGARAN PENANGGULANGAN BENCANA DI KOTA MAKASSAR Ahmad Syarif; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.3 Juli - September 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i3.583

Abstract

Abstract Makassar City is one of the areas in South Sulawesi with potential high hazard index. The aims to research were to find out the importance communication and information and the factors which had role in the implementation of disaster management policy in Makassar City. The research used qualitative and quantitative methods. The methods of obtaining the data were questionnaire, interview, observation and documentation, so the data analyzed were in one unity and presented in the form of frequency table. The results of the research indicate that communication and information are the most important elements in the implementation of disaster management policy in Makassar city. There are three dimensions as the indicators of the importance of communication and information, i.e. coordination, integration and synchronization. Then, the implementation of policy implementation is analyzed by four factors having important roles, i.e. communication, resources, disposition and bureaucratic structure. All of those aspects categorized moderate meaning that the implementation of disaster management in Makassar City still needs increasing so that the decrease of disaster risk more maximun and effective. Abstrak Kota Makassar adalah salah satu wilayah di Sulawesi Selatan dengan potensi indeks rawan bencana yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya komunikasi dan informasi dan faktor-faktor apa yang berperan pada implementasi kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Meote pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan mengorganisasikan data, yaitu menggabungkan kelompok data yang satu dengan yang lainnya sehingga data yang dianalisis berada dalam satu kesatuan dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dan informasi menjadi unsur yang sangat penting dalam implementasi kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Makassar. Ada tiga dimensi yang menjadi indikator pentingnya komunikasi dan informasi, yaitu: koordinasi, integrasi dan sinkronisasi. Kemudian pelaksanaan implementasi kebijakan dianalisis dengan empat faktor yang berperan penting, yaitu: komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Semua aspek atau dimensi masih kategori sedang, artinya bahwa pelaksanaan penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kota Makassar masih perlu ditingkatkan agar upaya pengurangan risiko bencana lebih maksimal dan efektif. 
PEMBERITAAN HUMAN TRAFFICKING (PERDAGANGAN MANUSIA) DALAM SURAT KABAR ELEKTRONIK DI LIMA NEGARA ASEAN Human Trafficking News on On-Line Media in Five Countries in ASEAN A Fauziah Astrid Fauziah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.3 Juli - September 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i3.295

Abstract

This study aims to analyze the portion of the human trafficking problem in the Asean on electronic newspapers in the five Asean countries, media attention to the online human trafficking problem in the five Asean countries, and the role of media in five countries of the Asean Human Trafficking issues. Research was conducted through online media in the five Asean countries for more than three months by using the method of quantitative descriptive content analysis and discourse as research procedures that produce descriptive data from the analytical results of the study and analysis of the content library. Selection technique using the information on the sampling technique in the period July-December 2006 and are determined based on certain criteria that are based on the purpose of research. Results of research shows that 1) the portion of the information provided online media in every country of Asean, was much larger than provided by the TJP with other media, and even MST provide at least a portion, 2) media attention to the issue online human trafficking, as well as greater given by TJP although there are some things to exclusion, 3) The role of online media for issues related to human trafficking is on the portion of the system and the attention and the press that they thought. In general, TJP run more functions and role as agents of social control and change

Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue