cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
PEMANFAATAN INTERNET MARKETING DALAM PEMASARAN PRODUK UNGGULAN PERTANIAN PROVINSI GORONTALO The Use of Internet As Marketing Media of Agriculture Prominent of Gorontalo Province Asriani Asriani
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.3 Juli - September 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i3.299

Abstract

AbstractThe aim of the research is to analyze utilization of internet marketing in promoting the prominent agriculture products in order to increase investment in the Province of Gorontalo, and the shortcoming in utilizing internet marketing. The source informant of this research consisted of related officials in the Agriculture and Food Security Department and the Investment Board of the Province of Gorontalo, the website administrator and some agriculture businessman. The data collected through a deep interview, observation upon the website content and the Customer Relationship Management from the marketing communication view. The result shows that the internet marketing utilization by the Agriculture and Food Security Department of the Province of Gorontalo has not been fully utilized because the content that managed by the website administrator contains information that considered not important by the customer (visitor) so that the decision making process is difficult to take. However, by the interactive facility that is part of the CRM, this mater can be minimized by the administrator by creating two-way communication. Beside that, by managing a good relationship with the prospective investor as well as the existing investor that run their investment through CRM, this thing can contribute in increasing investment value in the Province of Gorontalo. From this research also found that the shortcoming in utilizing internet marketing is more to the short of the website administrator knowledge about the website content that considered valuable to the web user. The website administrator still not capable in understanding the need of the web user.
ANALISIS KOMUNIKASI PARTISIPATIF MASYARAKAT PADA PELAKSANAAN MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) DESA RESAPAN BANJIR DI DANAU TEMPE KABUPATEN WAJO Andi Adityawarman Mandafi; Muhammad Iqbal Sultan
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i3.623

Abstract

Abstract This research aims to; 1) To analyze the intensity of meetings between community and government deliberations Floating Village development plan flood catchment area of Lake Tempe in Wajo can increase community participation, 2) Analyze public involvement in local government policy-making deliberations Floating Village development plan flood catchment area of Lake Tempe in Wajo and 3) to analyze the regional government policies that encourage public participation in the deliberations floating village development plan flood catchment area of Lake Tempe in Wajo. This study uses a qualitative method, and the entire participant population is composed of elements musrenbang district and officials, village heads and community, representatives of PMD, Bappeda staff, women community leaders, and NGOs. Sampling technique is purposive sampling Samples with simple random sampling method and maximum likelihood estimation (ML) with a total of 25 respondents. Data analysis was performed by using a model of qualitative approach using qualitative descriptive analysis model. Results of the analysis showed that; 1). The intensity of meetings between the community and the government has begun to awaken musrenbang, so that a good interaction and communication become more in society without exception, just representation of women is still less than its share, 2). Society also has begun to be involved in the process of drafting process activities and make suggestions, 3). The government's policy on musrenbang is the concept of sedimentary basin development planning weir, and the manufacture of the island in the middle.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk ; 1) Menganalisis intensitas pertemuan antara masyarakat dengan pemerintah dalam musyawarah rencana pembangunan Desa Terapung wilayah resapan banjir Danau Tempe di Kabupaten Wajo dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, 2) Menganalisis keterlibatan masyarakat dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah dalam musyawarah rencana pembangunan Desa Terapung wilayah resapan banjir Danau Tempe di Kabupaten Wajo dan 3) Menganalisis Kebijakan pemerintah daerah yang mendorong partispasi masyarakat dalam musyawarah rencana pembangunan desa terapung wilayah resapan banjir Danau Tempe di Kabupaten Wajo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan yang menjadi populasi adalah seluruh peserta musrenbang yang terdiri dari unsur camat dan aparat, kepala desa dan masyarakat, perwakilan PMD, pegawai Bappeda, tokoh masyarakat perempuan, dan LSM. Teknik penarikan sampel adalah Purposive Sampling Sampel dengan metode simple random sampling dan estimasi maximum Likehood (ML) dengan jumlah 25 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model pendekatan kualitatif menggunakan model analisis deksriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa ; 1). Intensitas pertemuan antara masyarakat dengan pemerintah dalam musrenbang sudah mulai terbangun, sehingga interaksi dan komunikasi menjadi baik lebih pada masyarakat tanpa terkecuali, hanya saja keterwakilan perempuan andilnya masih kurang, 2). Masyarakat juga sudah mulai dilibatkan dalam proses penyusunan proses kegiatan, dan memberikan usulan, 3). Kebijakan pemerintah pada musrenbang adalah konsep perencanaan pembangunan bendung bak sedimen, dan pembuatan pulau di tengahnya. 
PENGGUNAAN WEB (E-LEARNING) DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI BRITON INTERNATIONAL ENGLISH SCHOOL MAKASSAR Kurniawan Sabar; Asfah Rahman
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i4.324

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) peran dan fungsi multimedia center  dan nilai tambah yang diperoleh siswa dari penggunaan Web (E-Learning) melalui multimedia center di Briton International English school Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pusat Briton International English School Makassar yang bertempat di Jl. Lasinrang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui rekaman wawancara dengan 7 orang informan, observasi kelas, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran multimedia center di Briton IES Makassar adalah sebagai fasilitas penunjang silabus pembelajaran Bahasa Inggris di Briton IES. Fungsinya adalah sebagai sarana untuk mengakses Web (E-Learning), sebagai sarana pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif karena lebih mendekatkan siswa dengan perangkat teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran Bahasa Inggris, serta berfungsi sebagai sarana berkumpul dan diskusi bagi siswa. Siswa memperoleh nilai tambah dengan menggunakan Web (E-Leraning) melalui multimedia center. Pertama, siswa mendapatkan banyak informasi dan bahan belajar, yang terkini (up to date) dengan mudah, cepat dan lebih detail (jelas). Kedua, siswa mendapatkan informasi dan bahan belajar dalam berbagai format media baik dalam bentuk teks, gambar, dan video yang menarik bagi mereka. Ketiga, keterampilan berbahasa Inggris para siswa dapat berkembang khususnya keterampilan reading, writing, vocabulary, dan grammar. Keempat, siswa lebih aktif dan bersemangat dalam proses belajar karena terlibat langsung dalam proses mendapatkan informasi dan bahan belajar yang dibutuhkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.ABSTRACTThe aims of the research are to reveal the role and function of the multimedia center and the added value achieved by the students by using Web (E-Learning) in multimedia center in Briton International English school of Makassar. The research was a descriptive qualitative study conducted Central Office of Briton International English School of Makassar located on Jl. Lasinrang. The metohod of obtaining the data were recording, interview to 7 informants, class observation, documentation, and literature study. The data were analysed by using Miles dan Huberman interactive model. The results of the research reveal that multimedia center in Briton International English School of Makassar has a role as supporting facility for syllabus of English learning process in Briton International English School of Makassar. It functions as a facility to access the Web (E-Learning), as interesting and attractive learning facility to the students since they are more closely related to information and communication technology of English learning process, and a facility for the students to get together and have a discussion. There are some added values obtained by the students. First, the students get lots of up to date information and learning materials more easily, quickly, and clearly. Second, the students get information and learning materials in different forms of media such us text, picture, and video which attractive them. Third, the students’ skill in English could develop, especially their reading, writing, vocabulary, and grammar skills. Fourth, the students are more active and enthusiastic in learning process, because since they participated directly in the process to get information and learning materials needed in English learning process. 
MODEL MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI TAYANGAN TELEVISI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU ANAK-ANAK PEDESAAN DI SULAWESI SELATAN Muhammad Farid; Muhammad Nadjib
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i2.358

Abstract

Abstrak Tujuan Penelitian, Melakukan analisis siaran TV terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku anak pedesaan, Menjelaskan alasan menjadi pendorong anak-anak pedesaan konsisten menonton tayangan TV, .Merumuskan model menonton tayangan TV dalam upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku serta prestasi belajar mereka. Penelitian ini dilaksanakan di tiga kabupaten, maros, Pangkep, Barru dan satu kota, Kota pare-Pare. Pada penelitian ini pendekatan yang dilakukan berupa pendekatan kualitatif, dengan maksud untuk memperoleh gambaran yang utuh atas informan penelitian sehingga dapat menjabarkan fokus penelitian tentang. Model Media Pembelajaran Melalui Tayangan Televisi Dalam Meningkatkan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Anak-Anak Pedesaan di Sulawesi Selatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Peningkatan pengetahuan. ternyata beberapa murid yang dapat menjelaskan tayangan yang mereka tonton diantaranya tayangan si Bolang. Sikap mereka terhadap acara tv, sangat merespons dan antusias, bahkan mereka menyarankan untuk memperpanjang penayangan beberapa sinetron yang mereka anggap cukup bagus. Perilaku yang bisa diamati adalah terjadi peniruan beberapa gaya bermain sepakbola, logat bicara, dan pemakaian beberapa asesoris yang digunakan bintang idolanya bagi murid perempuan. Alasan yang menjadi pendorong anak anak konsisten menonton tayangan pavoritl melalui TV, adalah di samping sebagai hiburan, acaranya sangat menarik dan terkait langsung dengan dunia anak-anak, sehingga menonton tv menjadi acara rutin mereka.Model yang ditemukan adalah model yang sifatnya linier sederhana, sedangkan rekomendasi model mirip dengan temuan model sebelumnya, yang sifatnya linier dengan tambahan bagaimana keluarga berperan mendampingi anak-anak nonton acara tv.Abstract The aims of the research are to analyze (1) the influence of TV broadcasting in increasing knowledge, attitude, and behavior of village children to explain the reasons why children consistently watch TV. (2) To formulate the models of watching TV broadcasting to increase knowledge, attitude, and behavior, as well as learning performance of the children. The research was conducted in three regencies, Maros, Pagkep, and Barru, and one city Pare-pare. The research approach was qualitative, to obtain whole description of research informers to formulate the research focus on learning media model through TV broadcasting in increasing the knowledge, attitude, and behavior of village children in South Sulawesi. The results of the research indicated that in increasing knowledge, some children were able to describe program they watched such as “si Bolang”. Their attitude of watching TV program was very responsive and enthusiastic, and even suggest for an extension of some sitetrons they consider good. Observed behavior of children are imitation of some football player styles, speaking accent, and assessories worn by female children imitating their idols. Reasons motivating children watching favourite TV broadcasting are besides intertaining, the programs are interresting and directly related to children’s world, so that TV watches become their routine program. The model identified in the research was a simple linear model, meanwhile the recommended model is similar to the model observed before, with linear characteristics and additional model of relatives accompanying their children watch TV. 
AMMATOA: KOMUNITAS TRADISIONAL KAJANG DI TENGAH TRANSFORMASI KOMUNIKASI DAN INFORMASI Ahmad Abdullah; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.2 April - Juni 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i2.578

Abstract

Abstract Transformation of communication and information as a condition of the progress of a region or community group in Kajang be important for people to understand themselves and Kajang Indonesian society in general. The purpose of this study was to describe the picture of traditional community life Kajang, knowing the internal and external communication processes that occur in the community and know the Kajang Ammatoa efforts made in the face of the transformation of information and communication with the situation unfolding currently. Approach and type of qualitative research method because the researcher considers most appropriate in accordance with the concepts and analysis, this research requires in-depth analysis and interviews in order to obtain accurate data. Criterion validity of the data there are four kinds: (1) belief (kreadibility), (2) keteralihan (tranferability), (3) dependence (dependibility), (4) certainty (konfermability). The results of this study indicate that the results of interviews held Ammatoa local knowledge and traditional society into a bulwark against Kajang improved communication and information flow.Critical analysis of the traditional community life Kajang given a solution to the thoughts, actions and life choices for more advanced and remains on the principles of noble values ri Kajang Put into the culture and noble values that must be upheld keep abreast of the times, on the foundation of cultural wisdom . It was concluded that the transformation of communication and information in the community Kajang is real, ongoing, albeit slowly but surely. It is expected that the presence of particular concern to the government and people of Kajang not taboo with progress and modernization but also the ability to maintain the existence of any culture.Abstrak Transformasi komunikasi dan informasi sebagai syarat kemajuan suatu daerah atau kelompok masyarakat Kajang menjadi penting di pahami bagi masyarakat Kajang sendiri dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran kehidupan masyarakat tradisional Kajang, mengetahui proses komunikasi internal dan eksternal yang terjadi pada masyarakat Kajang dan mengetahui upaya yang dilakukan Ammatoa dalam menghadapi transformasi informasi dan komunikasi dengan situasi yang mulai terbuka saat ini. Pendekatan dan Jenis Penelitian menggunakan metode kualitatif karena peneliti menganggap paling tepat digunakan sesuai dengan konsep dan analisisnya, penelitian ini memerlukan analisis dan wawancara yang mendalam agar mendapatkan data yang akurat. Kriteria keabsahan data ada empat macam yaitu :(1) kepercayaan (kreadibility), (2) keteralihan (tranferability), (3) kebergantungan (dependibility), (4) kepastian (konfermability). Hasil penelitian ini menunjukkan dari hasil wawancara bahwa kearifan lokal yang dimiliki Ammatoa dan masyarkat tradisional Kajang menjadi benteng terhadap arus kemajuan komunikasi dan informasi. Analisi kritis terhadap kehidupan masyarakat tradisional Kajang diberikan solusi atas pikiran, tindakan dan pilihan hidup agar lebih maju dan tetap pada prinsip- prinsip nilai luhur Pasang ri Kajang menjadi budaya dan nilai luhur yang harus dijunjung tinggi tetap mengikuti perkembangan zaman, di atas landasan kearifan budaya lokal. Disimpulkan bahwa transformasi komunikasi dan informasi di tengah masyarakat Kajang itu nyata, berlangsung, meskipun perlahan tapi pasti. Diharapkan adanya perhatian khusus pemerintah dan masyarakat Kajang untuk tidak tabu dengan kemajuan dan modernisasi akan tetapi dengan segala kemampuan juga mempertahankan eksistensi budayanya. 
OPINI TOKOH PARTAI POLITIK TERHADAP KEBERPIHAKAN TV ONE DAN METRO TV DALAM PILPLRES 2014 DI SULAWESI SELATAN Susilawati Belekebun; Andi Alimuddin Unde; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.2 April - Juni 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i2.614

Abstract

Abstract This research aimed(1) to investigate the opinions of the political party prominent figures toward the sidedness find out the master of political party opinion towards the sidedness of the TV One and Metro TV in 2014 presidential election; (2) To investigate the extent of the roles of the media in forming the opinions of the political party prominent figures toward the sidedness of TV One dan Metro TV; (3) to investigate the sidedness levels of TV One dan Metro TV as the national TVs in 2014 presidential election. The research was descriptive-qualitative in character. The research informants comprised 12 prominent figures of the political parties, 7 culturalists, political observers, and academicians. The samples were chosen using the purposive sampling technique. The data collection was through interviews and observation. Then the data analysis was done using the interaction model analysis developed by Miles and Huberman. The obtained data were processed through 3 qualtative data analysis channels, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results revealed that the opinions of the prominent figures of the political parties toward the sidedness of TV One and Metro TV in 2014 presidential election tended to take side with a certain couple, TV One tended to take side with the Pair of Prabowo-Hatta, while Metro TV tended to take side with the Pair of Jokkowi-JK. Also, the roles of the TV was very strong in forming the opinions of the prominent figures of the political parties in 2014 Presidentia Election as felt by all the informants – either by those joining the Merah Putrih Coalision (KMP) or those joining the Indonesia Hebat Coalision (KIH). The some opinions were also felt by the prominent figures of the political parties in South Sulawesi. This was possible because of the pragmatic factor to “force” the media to adopt the practical political logic for sake of increasing the images of the candidates. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui opini tokoh partai politik terhadap keberpihakan TV One dan Metro TV dalam Pilpres 2014, mengetahui besarnya peranan media dalam membentuk opini tokoh partai politik terhadap keberpihakan TV One dan Metro TV, dan tingkat keberpihakan TV O]]ne dan Metro TV sebagai TV nasional dalam pemilihan presiden 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah 12 orang tokoh partai politik, 7 orang budayawan, pengamat politik dan Akdemisi. Penyampelan dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis model interaksi yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman, data yang telah didapat kemudian diolah melalui 3 jalur analisis data kualitatif yaitu : Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa opini Tokoh Partai Politik terhadap keberpihakan TV One dan Metro TV pada Pilpres 2014cenderung berpihak kepada pasangan tertentu. Keberpihakan TV One kepada pasangan Prabowo-hatta dan Metro ke pasangan Jokowi- JK.. Demikianjuga peranan televisi dalam membentuk opini tokoh partai politik terhadap keberpihakan TV One dan Metro TV di Sulsel pada pilpres 2014 sangat besar. Hal ini dirasakan oleh seluruh informan baik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih maupun Koalisi Indonesia Hebat dengan tingkat keberpihakan TV One dan Metro TV pada pilpres 2014 sangat tinggi dirasakan oleh para tokoh partai politik di sulsel.Hal tersebut dimungkingkan karena faktor pragmatisme kepemilikan untuk “memaksa” media mengadopsi logika politik praktis yang untuk peningkatan citra kandidat. 
OPINI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP PERANAN POLISI SEBAGAI PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT DI DAERAH RAWAN KONFLIK KOTA MAKASSAR Adi Jaya Buluara; Hafied Cangara; Jeanny Maria Fatimah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i4.648

Abstract

Abstract Public figures are representative of the community itself because he was acting on behalf of the public or opinion leaders in his name so that people become essential for the police in carrying out its role as protector and waiter society. The aim of the research was to determine the opinion of public figures on the roles of police as protectors, paragons, and servants of community in the conflict prone areas of Makassar City. The research was conducted in Makassar District and Tamalate District. The data were presented qualitatively in narrative forms. The methods of obtaining the data were observation and interview and other relevant data. The results of the research indicate that the opinion of public figures on the roles of police as protectors, paragons, and servants of community are manifested when they are overcoming and guarding against conflicts. The protection perceived by community is their actions to drive the community who are conflicting and guard on-site brawl, while the form of service perceived by the community is quick response from the police based on the report from the community. The opinion from public figures is the main reference to fulfill the need of police force especially related to the fulfillment of facilities supporting police's tasks in the field. It is also initial information in investigating the root of conflict among groups in the society which has implications on the actions of professional and accountable police force.Abstrak Tokoh Masyarakat merupakan representatif dari masyarakat sendiri karena dia bertindak mewakili masyarakat atau mengatasnamakannya sehingga opini tokoh masyarakat menjadi hal yang esensi bagi kepolisian dalam melaksanakan perannya sebagai pelindung, Pengayom dan Pelayan mayarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui opini tokoh masyarakat terhadap peranan polisi sebagai pelndung, pengayom, dan pelayan masyarakat di daerah rawan konflik Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Makassar dan Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini toko masyarakat terhadap peranan polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat diwujudnyatakan dalam kehadirannya pada saat mengatasi ataupun mencegah terjadinya konflik. Bentuk perlindungan yang dirasakan masyarakat adalah tindakan polisi menghalau warga yang bertikai dan melakukan penjagaan di lokasi tawuran. Bentuk pengayoman diaplikasikan dengan memberikan pembinaan kepada warga, baik orang tua maupun anak muda di wilayah rawan konflik. Adapun bentuk pelayanan dapat dirasakan dengan respon yang cepat polisi terhadap laporan masyarakat. Opini tokoh masyarakat menjadi referensi utama dalam pemenuhan kebutuhan lemabaga kepolisian, khususnya terkait pemenuhan akan fasilitas yang menunjang tugas kepolisian di lapangan. Selain itu, merupakan informasi awal dalam menemukan akar maslah konflik antarkelompok di masyarakat, yang tentunya berimplikasi terhadap tindakan kepolisian yang profesional dan akuntanbel. 
K’ POLA PENGLIBATAN DAN IMPAK KOMUNIKASI PARA ULAMA MENCEGAH KONFLIK DALAM MASYARAKAT Haidir Fitra Siagian
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i1.347

Abstract

Abstrak Kertaskerja ini membincang tentang pola penglibatan dan impak komunikasi para ulama dalam guna mencegah konflik dalam masyarakat. Konflik yang berlaku di dalam kumpulan masyarakat lebih disebabkan kerana faktor tidak puas hati yang dirasakan oleh masyarakat atas aspek pembangunan yang dijalankan oleh pihak kerajaan. Ketidakpuasan ini bermula kerana masyarakat menganggap bahawa pembangunan yang dilaksanakan tidak membawa manfaat bagi mereka, justeru memberikan kesan yang sangat negatif. Sebelum melaksanakan pembangunan, baik pembangunan fizikal mahupun nonfisik, kerajaan sepatutnya melibatkan masyarakat melalui tokoh-tokohnya, seperti ulama dan pemimpin pendapat lain (opinion leader). Penglibatan ulama dalam pembangunan bermula dari tahap perancangan sehingga tahap pemanfaatan. Penglibatan ini diperlukan untuk memastikan sama ada pembangunan terbabit dikerjakan sesuai dengan asas pemanfaatan untuk kesejahteraan masyarakat dan dalam pelaksanaan pembangunannya telah berdasarkan kepada perancangan semula dan tidak ada unsur manipulasi. Manakala pembangunan yang dilaksanakan dengan tahap seperti ini, maka kemungkinan untuk terjadinya konflik mahupun kekerasan daripada masyarakat boleh dicegah.Abstract This paper discusses the impact of involvement and communication patterns of the Islamic scholars in a conflict prevention of a society. A conflict could happen as a result from unsatisfied development process undertaken by the government. This disappointed feeling started because people assume that the development is not beneficial for them and that it even result in a very negative effect. Before carrying out development, both physical and non-physical, the government should engage the community through a public respectful figure such as religion leaders and other opinion leaders. These leaders should be involved in the development from the planning stage up to the level of utilization. This involvement is urgent, especially to ensure that the development is done based on the welfare of society need. It is also needed to assure that the implementation of development was based on the plan and there is no element of manipulation. If the development is undertaken in this way, conflict and violence in society can be prevented. 
OPINI TOKOH MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN SEBAGAI CENTER POINT OF INDONESIA (CPI) Kamaruddin Kamaruddin; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i1.568

Abstract

Abstract The Association of Indonesian Municipalities (APEKSI) which is formed in 2000 aimed to bridge the interests and needs of the city level. The association acts as a unifying, facilitation, mediation and city governments in managing and organizing their governance. This study aims to understand the perspective of the organization APEKSI in communication, both in the review of information systems and communication networks. This type of research is qualitative. The results showed that the system uses the information in APEKSI most mobile and sms, but not so with the use of social media. APEKSI communication network in such activities seminars, workshops, technical assistance, and other activities ensure the sustainability of APEKSI. It can be concluded that membership in APEKSI have followed the dynamics of the development of information technology and structured communications networks.Abstrak Pembangunan megaproyek Center Point Of Indonesia (CPI) tidak lepas dari sebuah masalah dan kritikan, mulai dari anggaran yang besar hingga pembebasan lahan yang kerap kali menjadi masalah utama, bahkan ada yang menganggap sebagai komoditas politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini tokoh masyarakat terhadap kebijakan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun Centre Point of Indonesia (CPI), dan untuk mengetahui kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun Centre Point of Indonesia (CPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CPI merupakan suatu issue yang menyangkut kepentingan umum dengan demikian memunculkan berbagai opini masyarakat sehingga mega proyek ini tidak lepas dari pro kontra mengenai dampaknya terhadap ekonomi dan lingkungan. Kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun Centre Point of Indonesia (CPI) menunjukkan bahwa konsepsi Center Point Of Indonesia berawal dari satu keinginan bagaimana memulai dan menciptakan satu peradaban baru yang tidak hanya bermanfaat untuk masa sekarang tetapi juga untuk kemaslahatan dan kesejahteraan generasi mendatang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Center Point of Indonesia (CPI) merupakan megaproyek yang mendapatkan perhatian dari tokoh masyarakat dengan menuai pro dan kontra. 
WACANA KRITIS BERITA ONLINE KASUS PENYADAPAN PEMBICARAAN TELEPON ELIT INDONESIA OLEH AGEN RAHASIA AUSTRALIA Aditya Putra; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i1.605

Abstract

Abstract News on online portal has advantages over news on conventional media in constructing reality and affecting the audiences. This research aims to analyze online text news about Indonesian’s political elites phone-tapping by Australian intelligence agency in Indonesian and Australian online news portal. This research uses text analyzing technique with interpretative explanation application. Data collection were done by observation on four online news portals, and then continued by data selection in the form of related news text. This news text is acquaired by using search engine in the internet. Collected data then being analyzed using Van Dijk Critical Discourse Analysis to apprehend the social discourses constructed by the online news portals, ideologies behind it, and the impact of those news publication on Indonesia-Australia diplomatic relationship. The results of this research indicates that there is a difference in discourses between Australia and Indonesia’s online news portal regarding the phone-tapping of Indonesia’s political elites by the Australian intelligence agency. Reality construction which is built by those news portals shows some differences, caused by disparities of press system and communication cultures between the two nations. Besides that, media ideologies also affects that phone-tapping publication. Those news publication in the process inflicts reaction on the people of the two nations, which affects the diplomatic relations between the two country.Abstrak Berita pada portal berita online memiliki kelebihan dibandingkan berita pada media konvensional dalam menkonstruksi realitas dan mempengaruhi para pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks berita mengenai kasus penyadapan para elit politik Indonesia oleh agen rahasia Australia pada portal berita online nasional di Indonesia dan Australia. Penelitian ini menggunakan teknik analisis teks dengan aplikasi interpretatif eksplanasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada empat portal berita online, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan data berupa teks berita yang terkait. Teks berita ini diperoleh dengan menggunakan search engine pada internet. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis Van Dijk untuk menangkap konstruksi wacana sosial yang ingin dibangun oleh keempat portal berita online tersebut, ideologi yang berada dibaliknya, dan pengaruh berita tersebut terhadap hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara wacana yang dibangun oleh portal berita online nasional Indonesia dengan wacana yang dibangun oleh portal berita online nasional Australia mengenai kasus penyadapan isi pembicaraan telepon para elit politik Indonesia oleh agen rahasia Australia. Konstruksi realitas yang dibangun antara portal tersebut menunjukkan adanya perbedaan. Hal ini disebabkan oleh sistem pers dan budaya komunikasi yang berbeda antara kedua negara. Selain itu, ideologi media juga mempengaruhi pemberitaan kasus penyadapan tersebut. Pemberitaan tersebut kemudian menimbulkan reaksi pada masyarakat kedua negara, yang pada kelanjutannya berpengaruh terhadap hubungan diplomatik antara kedua negara. 

Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue