cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
ADAPTASI KOMUNIKASI INTERKULTURAL MAHASISWA ASING DI KOTA MAKASSAR Indah Elza Putri
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kareba.v7i2.8563

Abstract

Adaptasi dan komunikasi interkultural adalah proses yang digunakan mahasiswa asing untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosio-kultural di Makassar. Hadirnya beberapa perbedaan karakter baik fisik maupun nonfisik antara Indonesia dan beberapa Negara asal mahasiswa asing (China, Eritrea, Papua New Guinea, Korea, Sudan, dan Kepulauan Solomon) mulai dari perbedaan bahasa, agama, makanan, lingkungan, nilai-nilai yang berbeda, kebudayaan serta topografi wilayah tentunya akan menimbulkan keterkejutan budaya bagi mahasiswa asing tersebut. Mahasiswa Asing ini dalam menjalani kehidupan di Kota Makassar tentunya memerlukan proses adaptasi dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial budaya yang baru. Penelitian yang menggunakan tipe deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui proses adaptasi diri dan penyesuaian budaya yang dilakukan oleh mahasiswa asing dalam kegiatan komunikasi interkultural di Kota Makassar. Hasil penelitian ini menemukan bahwa dalam proses adaptasi komunikasi interkultural, mahasiswa asing telah melakukan penyesuaian diri dengan menggunakan empat cara yaitu: pertama belajar Bahasa secara mandiri digunakan untuk lebih dapat memahami dan mempererat komunikasi dengan dosen, mahasiswa dan masyarakat lokal dari budaya baru; kedua belajar melalui teknologi cyber yang digunakan untuk mencari informasi awal mengenai Indonesia khususnya Makassar; ketiga bergaul dan bersosialisasi dengan mahasiswa lokal untuk mengetahui seperti apa kebiasaan dalam budaya yang baru; keempat melakukan penyesuaian dan membuka diri dengan kebiasan budaya baru sebagai langkah untuk memberikan toleransi terhadap perbedaan yang ada. Kata kunci: Komunikasi Interkultural, Adaptasi, Gegar Budaya
PENGELOLAAN KESAN ETNIK BUGIS DALAM ADAPTASI DIRI DENGAN BUDAYA SUNDA Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i1.348

Abstract

Abstrak Pengelolaan kesan etnik Bugis dalam adaptasi diri dengan budaya Sunda merupakan kajian yang bertujuan untuk melihat tampilan bahasa verbal dan bahasa nonverbal. Pengelolaan kesan yang mengarah pada seni mengelola kesan terhadap serentetan tindakan dengan hati-hati, seperti gerak isyarat, kesalahan bicara atau tindakan yang diinginkan seperti membuat adegan. Berdasarkan hal tersebut masalah penelitian bagaimana pengelolaan kesan melalui bahasa verbal dan nonverbal yang mereka tampilkan dalam adaptasi diri dengan budaya Sunda. Tujuannya adalah untuk menemukan dan mengkategorisasikan pengelolaan kesan melalui bahasa verbal dan nonverbal yang mereka tampilkan dalam dalam adaptasi diri dengan budaya Sunda. Untuk pencapaian tujuan penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan cara mengumpulkan data melalui pengamatan berperan serta atau observasi partisipan, wawancara mendalam, serta studi dokumenter. Peneliti terlibat langsung melakukan adaptasi diri dengan budaya Sunda dan melihat orang-orang etnik Bugis dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat Sunda. Hasil yang ditemukan adalah pengelolaan kesan melalui bahasa verbal yang dilakukan informan adalah menggunakan bahasa Indonesia dengan tetap mempertahankan dialek atau logat Bugis yang kental, meskipun telah lama tetap mempertahakan logat Bugisnya. Tampilan bahasa nonverbal yang ditunjukkan adalah tetap mempertahankan intonasi dan suara yang agak keras dengan tetap senyum dan ramah yang juga sesuai dengan karakter adat sopan santun etnik Bugis.Abstract Bugis ethnic impression management in adapting to the Sundanese culture is a study that aims to look at the display verbal and nonverbal language. Impression management that led to the art of managing the impression of a series of acts with caution, such as gestures, speech errors or desired action such as making a scene. Based on this research problem how impression management through verbal and nonverbal language they display in adapting themselves to the Sundanese culture. The goal is to find and categorize impression management through verbal and nonverbal language which they appear in the adaptation to the Sundanese culture. For the achievement of the objectives of this study used qualitative research methods by collecting data through participant observation or participant observation, in-depth interviews, and documentary studies. Researchers involved in adapting to the culture and see the Sundanese ethnic Bugis people to interact directly with the Sundanese. The result found is impression management is done through verbal language informant is using Indonesian language while maintaining a dialect or accent is thick Bugis, although it has long remained defensively Bugisnya accent. Display shown is nonverbal language while maintaining intonation and sound a bit harsh with a fixed smile and friendly which is also in accordance with the character of ethnic Bugis traditional manners. 
IMPLEMENTASI MODEL KOMUNIKASI KESEHATAN TWO STEP FLOW COMMUNICATION DALAM MENYEBARKAN INFORMASI KESEHATAN IBU DAN JANIN MELALUI PARA DUKUN BERANAK DI JAWA BARAT Hanny Hafiar
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i1.569

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan untuk: Menggambarkan tujuan dan sebab pemilihan yang dilakukan ibu hamil untuk tetap mendatangi dukun beranak, Menggambarkan pola komunikasi dukun beranak yang dirasakan ibu, Menggambarkan harapan yang dimiliki oleh ibu hamil dalam proses pemberian informasi dan pelayanan kesehatan, Menggambarkan perbandingan kredibilitas dukun beranak dan bidan desa berdasarkan penilaian ibu hamil, Menghasilkan isi dan pengemasan pesan dalam mempersuasi ibu hamil dalam meningkatkan kredibilitas bidan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif, dengan metode studi kasus deskriptif. Adapun penentuan sampel menggunakan teknik purposif. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa: Tujuan untuk tetap mendatangi dukun beranak yang dilakukan oleh ibu hamil di daerah pedesaan di Jawa Barat, adalah untuk memperoleh pelayanan Pijat bayi, Memandikan dan belajar mengurus bayi sampai cuplak puser, Gedog, Membetulkan posisi bayi sungsang dalam kandungan, dan pijat kandungan selepas melahirkan. Pola komunikasi dukun beranak yang dirasakan ibu meliputi aspek komunikasi verbal dan non verbal. Sedangkan harapan yang dimiliki oleh ibu meliputi: akses dan transportasi, biaya, Peralatan, Pelayanan, Obat-obatan dan Jumlah tenaga Bidan. Perbandingan kredibilitas, secara keseluruhan aspek kompetensi, karisma, sarana pelayanan kesehatan, peralatan dan obat-obatan yang diberikan bidan desa mendapat penilaian yang lebih besar dari ibu hamil di pedesaan dibandingkan dukun beranak. Namun karakter dukun beranak dianggap lebih baik dibandingkan karakter bidan desa. Pesan yang efektif untuk mempersuasi ibu hamil guna meningkatkan kredibilitas bidan desa yaitu penekanan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan bidan desa kepada masyarakat merupakan pelayanan kesehatan yang menjamin faktor kebersihan, kenyamanan, lengkap, profesional dan gratis. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah para bidan desa sebaiknya lebih mengembangkan kemampuan untuk lebih memahami karakteristik masyarakat setempat dimana ia ditugaskan. 
HUBUNGAN PELATIHAN DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI KARYAWAN SERTA KEPUASAN PELANGGAN PADA PERUSAHAAN CIRCLE K CABANG MAKASSAR Aswar Aswar; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i1.606

Abstract

Abstract The issue of human resources (communication skills) are less reliable in the manage and provide service to customers will result in customer dissatisfaction. The purpose of this research was to determine the relationship of form and content of the training material with the ability to see the relationship of communication and communication skills of employees with customer satisfaction at the Circle K Makassar Branch. The research was conducted in Makassar Branch Circle K employees. Research field (Field Research), using the mix method research methods with qualitative and quantitative techniques. The number of samples in this study were 52 employees. Data were collected through interviews and questionnaires. Then analyzed the data using triangulation techniques and product moment correlation technique. Observations and interviews showed that between matter and form relationships with training in communication skills in shaping attitudes and behaviors as well as increase knowledge in serving customers. Furthermore, the results also demonstrate the ability of employee communication with customer satisfaction with cohesion correlation P-value of 0.000 is less than 0.05. It was concluded that training with attention to the form and content of the training is very meaningful to the communication skills that have relationships with customer satisfaction. It is expected that training, particularly in view to improve communication skills, so employees can deliver the best possible service in the boost customer satisfaction.Abstrak Persoalan sumber daya manusia (kemampuan komunikasi) yang kurang handal dalam mengelolah dan memberikan pelayanan kepada pelanggan akan mengakibatkan ketidakpuasan pada pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bentuk dan isi materi pelatihan dengan kemampuan komunikasi serta melihat hubungan kemampuan komunikasi karyawan dengan kepuasan pelanggan di Circle K Cabang Makassar. Penelitian ini dilaksanakan pada karyawan Circle K Cabang Makassar. Penelitian lapangan (Field Research), dengan menggunakan pendekatakan metode penelitan mixed method dengan tehnik kualitatif dan kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 52 karyawan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data dan teknik korelasi produk momen. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa antara materi dan bentuk pelatihan memiliki hubungan dengan kemampuan komunikasi di dalam membentuk sikap dan perilaku serta menambah pengetahuan di dalam melayani pelanggan. Selanjutnya hasil penelitian juga menunjukkan kemampuan komunikasi karyawan dengan kepuasan pelanggan dengan kofesien korelasi P-value 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Disimpulkan bahwa pelatihan dengan memperhatikan bentuk dan isi pelatihan sangat berarti terhadap kemampuan komunikasi yang memiliki hubungan dengan kepuasan pelanggan. Diharapkan adanya pelatihan yang terkhusus untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, sehingga karyawan dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin di dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. 
INTERNET DAN MASYARAKAT MARGINAL DI KOTA MAKASSAR; STUDI KASUS PEMANFAATAN GALERI INTERNET BBPPKI Rachmawaty Djaffar; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i4.316

Abstract

ABSTRAK                                                               Penelitian ini dimkasudkan ntuk mengetahui tingkat pengetahuan , pemakaian dan sikap masyarakat marginal  terhadap galeri internet di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informasi Makassar, serta upaya-upaya apa yang dilakukan Badan ini dalam mengatasi rintangan  digital masyarakat marginal di Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengji pengetahuan dan sikap para pemakai marginal di BBPPKI Makassar. Informan penelitian dan informan kuinci ditentukan dengan sengaja memilih yang mengetahui masalah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancvara mendalam  dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat Marginal terhadap media internet belum maksimum dan masih memerlkan bantuan dari petugas galeri BBPPKI. Dari aspek perubahan diperoleh data bahwa perubahan pengetahuan dan keteramnpilan terjadi sesudah pengunung mendatangi  gallery  dan memperoleh biombiongan secara bebas, sementara perilaku dari pihak BBPPKI  untuk mengatasi rintangan digital ini dengan cara melakukan sosialisasi melalui media komunikasi elektronik, media massa, dan media interpersonal.ABSTRACTThis research aims to know the knowledge and attitudes marginal users gallery internet in Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Makassar in Makassar city and effort BBPPKI  Makassar.in overcoming  the digital gap between city and marginalized  communities in the city Makassar.Method used in the research is a method of qualitative description,to examine knowledge and attitudes marginal users BBPPKI Makassar. Research informants and Key informants deliberately obtained. Than through the observation,data collection is also done through in-depth in terviews with key informants,and informants, and  the study of the document.Results of research show that knowledge  has not been marginalized people maximum and still need help from the employee of internet gallery.From knowledge  of aspects of the changes occurred mainly after the visitors gallery gallery utilize the increased knowledge,because guidance for free while aspects of behavior BBPPKI to overcome the digital gap in the  socialization is done through electronic media,mass media and interpersonal communication. 
SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI APEKSI UNTUK PENINGKATAN TATA PEMERINTAHAN KOTA DI KAWASAN TIMUR INDONESIA Andi Nur Fitri; Hafied Cangara; Andi Alimuddin Unde
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v2i4.339

Abstract

Abstrak Pembentukan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) pada tahun 2000 untuk menjembatani kepentingan dan kebutuhan tingkat kota. Asosiasi ini berperan sebagai wadah pemersatu, fasilitasi, dan mediasi pemerintah kota dalam menata dan menyelenggarakan tata pemerintahan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami organisasi APEKSI dalam perspektif komunikasi, baik dalam tinjauan sistem informasi dan jaringan komunikasinya. Tipe penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi di APEKSI kebanyakan menggunakan selular dan sms, namun tidak demikian dengan penggunaan sosial media. Jaringan komunikasi di APEKSI seperti kegiatan-kegiatan seminar, lokakarya, bimbingan teknis, dan kegiatan lainnya menjamin keberlangsungan APEKSI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keanggotaan di APEKSI telah mengikuti dinamika perkembangan teknologi informasi dan jaringan komunikasi yang terstruktur. Abstract The Association of Indonesian Municipalities (APEKSI) which is formed in 2000 aimed to bridge the interests and needs of the city level. The association acts as a unifying, facilitation, mediation and city governments in managing and organizing their governance. This study aims to understand the perspective of APEKSI in communication, both in the review of information systems and communication networks. The type of research is qualitative. The results showed that mobile and sms is most used by APEKSI as information system, but not so with the use of social media. APEKSI communication network in such activities seminars, workshops, technical assistance, and other activities ensure the sustainability of APEKSI. It can be concluded that membership in APEKSI have followed the dynamics of the development of information technology and structured communications networks. 
PERILAKU KOMUNIKASI ORANG BUGIS DARI PERSPEKTIF ISLAM Ahmad Rustan; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i1.373

Abstract

Abstract The ability of Buginese in placing them selves among multicultural society represnts a phenomenon with different ethnics. Generally, the community was easily welcome any time and any where they come. The reality of the role of Buginese have attracted a lot of attention and research with includes communication behavior, as a focus of this research. The aims of this research are studying about communication principles as the identity of Buginese, and analyzing the concept based on the Islamic doctrine which has influenced the Buginese communication attitude and behavior among human being. Since the Buginese adopted Islamic religion in 16 century, Islam has become the new spirit for pangngadderrng (mores) as Buginese value system which governs in behavior in the society, including their communication behavior. Therefore, Buginese in communicating are opened to others with the principles basic.Abstrak Orang Bugis memiliki kemampuan untuk menempatkan diri dan hidup bersama dalam masyarakat multikultur. Ia menjadi komunitas yang mudah diterima oleh etnik lain kapan dan dimana saja. Kenyataan ini membuat sikap dan perilaku orang Bugis selalu menarik banyak perhatian untuk diteliti, termasuk perilaku komunikasinya yang menjadi fokus dalam studi ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari tentang perilaku komunikasi orang Bugis menjurut ajaran Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap sejumlah informan dan pengkajian literature atau dokumentasi tertulis yang telah ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang Bugis dalam berkomunikasi memiliki perilaku dengan prinsip; salig menghargai (sipakatau), saling menyanyangi (siammesei), kekeluargaan (siasseajingeng), jujur (lempu), tegas (getteng), berani (warani), dan berkata benar (ada tongeng). Prinsip-prinsip tersebut sesuai dengan ajaran Islam yang telah mereka terima sebagai agama sejak abad 16, kemudian mereka selaraskan dalam praktik bertutur kata dan bermasyarakat. 
PENDAPAT POLITISI TERHADAP KREDIBILITAS LEMBAGA SURVEI TENTANG ELEKTABILITASNYA DALAM PEMILIHAN LEGISLATIF DPRD SULSEL 2014 Andi Muhammad Abdi; Muhammad Iqbal Sultan; Hasrullah Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v3i4.593

Abstract

Abstract The presence of survey’s institute hold a strategic role for a politicians as well as for the political party in every political moments, but the main requirement for a survey institute to maintain the public trust in them is their credibility. This study aims to find out politicians’ opinions and factors influencing their opinions about the credibility of survey institutions in relation with electability in the election of legislative representatives in South Sulawesi Parliament in 2014. This descriptive qualitative research involved twelve politicians from different parties and four survey institution officials as informants. They were selected purposively. The data were collected through interviews and observations; and were analysed by using the interaction analysis model developed by Milles and Huberman. The data were processed through three channels of qualitative data analysis: reducing the data, presenting the data, and drawing the conclusion. The results reveal that politicians tend to trust the credibility of survey institutions and the results of electability survey released by the institutions. This is influenced by internal and external factors. Internally, the politicians are influenced by their experience and education. Externally, they are influenced by party traditions and the credibility of survey institutions. Furthermore, according to the politicians. There are five criteria for credibility of a survey institutions, including track record of the institution, track record of the institution’s leader, proffesionality of human resources, positive image, and clear addres of office. Survey institutions maintain their relationship with politicians through emotional approach and professional approach. It is expected for the survey institutions to formulate a relevant method of survey for every existing political dynamis, such as for the money politics phenomena in the recent local elections. As for the politicians them selves, they have to be more selective and based on the ideal standard in utilizing the survey institutions.Abstrak Kehadiran lembaga survei memiliki peran strategis bagi seorang politisi maupun partai politik dalam setiap momentum politik, namun kredibilitas adalah syarat utama yang harus dimiliki suatu lembaga survei agar tetap dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat politisi dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi pendapat politisi terhadap kredibilitas lembaga survei mengenai elektabilitasnya dalam Pemilihan Legislatif DPRD Sulsel 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah 12 orang politisi dari partai yang berbeda dan4 orang pimpinan lembaga survei. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis model interaksi yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman, data yang telah didapat kemudian diolah melalui tiga jalur analisis data kualitatif yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa politisi cenderung masih mempercayai kredibilitas lembaga survei dan hasil survei elektabilitasnya yang dirilis oleh lembaga survei. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapat politisi dilatar belakangi oleh faktor internal dan eksternal. Secara internal pendapat politisi dipengaruhi oleh faktor pengalaman dan pendidikannya sedangkan secara eksternal dipengaruhi oleh tradisi partai dan kredibilitas lembaga survei tersebut. Politisi mengungkapkan ada lima kriteria kredibilitas suatu lembaga survei yaitu: track record lembaga survei, track record pimpinan lembaga survei, sumber daya manusia profesional, citra positif dan memiliki kantor yang jelas. Strategi yang dilakukan oleh lembaga survei dalam menjaga hubungannya dengan politisi adalah melalui pendekatan yang bersifat emosional dan pendekatan yang bersifat profesional. Diharapkan lembaga survei dapat merumuskan metodologi survei yang relevan dalam setiap dinamika politik yang ada, seperti fenomena Money Politic yang terjadi di pileg. Kepada politisi diharapkan agar selektif dan berdasarkan standar yang ideal dalam menggunakan lembaga survei. 
KOMUNIKASI INTERPERSONAL PENASEHAT AKADEMIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DI STIKES MEGA REZKY MAKASSAR Abdul Malik Iskandar
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.1 No.2 April - Juni 2011
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v1i2.306

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to find out (1) The personal communication intensity of the Academic counsellorwith the students at STIKES Mega Rezky Makassar, (2) The student learning motivation at STIKES Mega RezkyMakassar, (3) The effect of personal communication intensity of the Academic Counsellor Toward the studentsLearning Motivation at STIKES Mega Rezky Makassar. This research executed at STIKES Resky Mega Makassaron March to May, 2009. The number of the population 580 students. The number 580 students. The number of thesample 174 students. The techniques of determining sample is the “proportional sampling”, where the techniquetaking sample technique is proportional consideration from number of populations in the class, using NomogramKing Method by assumption that population per unit is not more than 2000 students. The data collecting methods areRating scale questionarre, interview, and observation. The Hypotesis is examinate by using the simple regression.The result of the research shows that the description of interpersonal communication intensity of the academicCounsellor with the students in high category. And the description of the students learning motivation at STIKesMega Rezky Makassar in high category. The factors are caused by the success wish, interesting activity in learningconcerned with the future, the competation wish in the class. There is the significant effect the interpersonalcommunication intensity toward the student learning motivation. Thus, for increasing the students learningmotivation needed interpersonal communication between academic counsellor and students more active and serious. AbstrakTujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui (1) Intensitas komunikasi antarpribadi dari penasehat akademikdengan para mahasiswa di STIKes Mega Rezky Makassar, (2) Motivasi belajar para mahasiswa si STIKes MegaRezky Makassar, (Pengaruh intensitas komunikasi antarpribadi para penasehat akademik terhadap motivasi belajarpara mahasiswa si STIKes Mega Rezky Makassar. Penelitian ini dilakukan di STIKes Mega Rezky pada Maretsampai Mei 2009. Jumlah populasi yang ada sebanyak 580 orang mahasiswa. Dari jumlah itu ditarik 174 orangmahasiswa sebagai sampel. Teknik untuk menetapkan sampel ialah dengan cara proporsi, dengan pertimbanganjumlah populasi di dalam kelas dengan menggunakan metode Namogram King yang mengasumsikan bahwapopulasi perunit tidak lebih dari 2000 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan metode skala rating dalam angket,wawancara, dan pengamatan. Hipotesis yang diajukan diuji dengan memakai regresi sederhana. Hasil dari penelitianini menujukkan bahwa gambaran intesitas komunikasi antar pribadi para penasehat akademik dengan mahasiswadalam kategori tinggi. Demikian juga gambaran terhadap motivasi belajar para siswa dalam kategori tinggi. Faktoryang menyebabkan tingginya kategori tersebut ialah keinginan untuk sukses, daya Tarik untuk belajar, memikirkanmasa depan, serta keinginan untuk berkompetisi dalam kelas. Terdapat pengaruh yang signifikan dari intensitaskomunikasi antarpribadi terhadap motivasi belajar paara siswa. Dengan demikian disimpulkan bahwa untukmeningkatkan motivasi belajar siswa diperlukan komunikasi antarpribadi (personal) antara penasehat akademik danpara mahasiswa yang lebih aktif dan serius. 
HUBUNGAN ANTARA IMPLEMENTASI KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DENGAN PENINGKATAN PENERBITAN PERIZINAN PADA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KABUPATEN PINRANG Arland Yusran; Hasrullah Hasrullah
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.4 No.3 Juli - September 2015
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v4i3.629

Abstract

Abstract The aim of the research is to determine if there is a relationship and an influence the implementation of public information transparency on the improvement of licensing issue at Integrated Licensing Service Board and Capital Investment of Pinrang regency. The research was conducted in Integrated Licensing Service Board and Capital Investment of Pinrang regency and the population are license applicants in 2014. Sampling was conducted using a stratified random sampling with a sample of 97 respondents. The method used in the research is quantitative with explanative survey study type associative. Data analysis techniques used in this research is the technique of analysis of the correlation to determine the degree of relationship between the variables with two variables, i.e, independent variables consisting of implementation of public information transparency and the dependent variable is the the improvement of licensing issue. The results of the research indicate that there is a relationship between the implementation of public information transparency and the improvement of licensing issue by the correlation coefficient is low but definite, and there is also insignificantninfluence implementation of public information transparency on the improvement of licensing issue with contribution of the implementation of public information transparency by 13.7%, while the remaining 86.3% is influenced by other factors.Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan dan pengaruh dari implementasi keterbukaan informasi publik dengan peningkatan penerbitan perizinan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Pinrang . Lokasi penelitian di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Pinrang dengan populasi masyarakat pemohon izin pada tahun 2014. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebesar 97 responden. Penelitian ini menggunakan metodologi atau pendekatan kuantitatif dengan metode survei jenis penelitian eksplanatif asosiatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis hubungan untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel penelitian dengan dua variable yaitu variabel bebas adalah implementasi keterbukaan informasi publik dan variabel terikat yaitu peningkatan penerbitan perizinan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara implementasi keterbukaan informasi publik dengan peningkatan penerbitan perizinan dengan keeratan hubungan yang rendah tetapi pasti, dan juga terdapat pengaruh yang signifikan implementasi keterbukaan informasi publik dengan peningkatan penerbitan perizinan dengan besar kontribusi implementasi keterbukaan informasi publik sebesar 13.7%, sedangkan sisanya sebesar 86,3% dipengaruhi oleh faktor lain. 

Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue