Articles
10 Documents
Search results for
, issue
" Vol 1, No 1 (2014)"
:
10 Documents
clear
Pengelaman Sastra Melayu di Patani, Selatan Thai
Jehwae, Phaosan
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengelaman sastra Melayu di Patani Selatan Thai di bawah pemerintahan yang bukan Melayu terjadi lebih dari 100 tahun lamanya. Dasar Siamisasi yang pelopori oleh Phibul Songkram dalam menyatukan seluruh bangsa jajahannya dengan dasar 1 Siam, 1 bahasa dan 1 budaya telah membunuh kekayaan seni budaya dan keindahan kesusasteraan Melayu. Namun kesusasteraan Melayu sangat penting bagi bangsa Melayu Patani kerana bahasa dan sastra merupakan jati diri dan identitas bangsa Melayu Islam di Patani. Masyarakat Patani sendiri tidak membedakan antara bahasa dan sastra. Apabila bicara tentang sastra di Patani secara tidak langsung akan membicarakan tentang bahasa Melayu. Dalam setiap upacara dan acara baik keagamaan maupun perkawinan, sastra menjadi menu wajib baik di tingkat rendah maupun di tingkat yang besar. Sastra tidak dapat dipisahkan dari hidup masyarakat Melayu di Patani sehingga sastra merupakan sebahagian keyakinan dan kehidupan orang Melayu Patani. Walaupun orang-orang Melayu Patani sudah kehilangan negeri yang berkerajaan dan mengamalkan Melayu tetapi orang Patani masih teguh dengan bahasa dan kesusastraan Melayu.
KEPUSTAKAAN ISLAM NUSANTARA ABAD PERTENGAHAN
Mafar, Fiqru
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepustakaan Islam Nusantara abad pertengahan tidak terlepas dari peran para ulama Timur Tengah dan sangat erat dengan kepustakaan yang ada di Haramain. Hal ini dikarenakan kepustakaan yang ada merupakan hasil dari proses transfer ilmu dari ulama Haramain kepada murid-muridnya yang berasal dari Kepulauan Nusantara. Tiga ulama besar yang muncul pada abad tersebut adalah Al-Raniri, Al-Sinkili, dan Al-Makassari. Karya-karya merekalah yang mewarnai dunia kepustakaan Nusantara pada abad ke-17. Tema dari kepustakaan yang ada pada waktu itu didominasi oleh dua hal, yaitu fiqh (syariâat) dan tasawuf.
PENGGALIAN NILAI-NILAI ANTIKORUPSI DARI PERIBAHASA MINANGKABAU SEBAGAI UPAYA PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA
Oktavianus, Oktavianus;
Revita, Ike;
Asri, Dhiant
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penggalian nilai-nilai antikorupsi dari peribahasa Minangkabau sebagai upaya pembangunan karakter bangsa dapat dikelompokkan menjadi delapan kategori. Pertama, peribahasa Minangkabau mengandung nilai-nilai yang bertentangan dengan sikap dan perilaku korupsi. Kedua, peribahasa Minangkabau mengandung nilai-nilai yang mencerminkan situasi, Ketiga, peribahasa Minangkabau mengandung nilai-nilai yang mencerminkan keinginan yang tidak bertepi atau nafsu para pelaku korupsi. Keempat, peribahasa Minangkabau mengandung elemen-elemen makna yang dapat menjelma menjadi nilai yang dapat disalahtafsirkan oleh manusia dan dibelokkan sesuai dengan keinginan mereka. Kelima, peribahasa Minangkabau mengandung nilai-nilai yang mencerminkan keberpihakan kepada pelaku korupsi. Keenam, peribahasa Minangkabau mengandung nilai-nilai yang mencerminkan bagaimana pelaku korupsi bersikap dan berperilaku setelah pada akhirnya mereka terbukti melakukan korupsi atau perbuatan mereka diketahui oleh masyarakat. Ketujuh, peribahasa Minangkabau mengandung nilai-nilai yang tetap menjaga, memelihara, dan menghargai sisi-sisi kemanusiaan dari pelaku korupsi. Dan kedelapan, peribahasa Minangkabau mengandung nilai-nilai yang meng-gambarkan penyesalan pelaku korupsi setelah melakukan suatu tindakan atau perbuatan korupsi.
PERPUSTAKAAN DAN NASKAH KUNO (Usaha Perpustakaan Soeman Hs dalam Menghimpn Naskah Kuno di Provinsi Riau)
Sudiar, Nining
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Naskah kuno merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan keberadaannya sehingga secara tidak langsung perpustakaan mempunyai tanggung jawab besar dalam menghimpun naskah kuno. Usaha Perpustakaan Soeman Hs dalam menghimpun naskah kuno yang ada di Provinsi Riau belumlah maksimal, sejauh ini hanya tertuang dalam bentuk kebijakan secara lisan. Namun Perpustakaan Soeman Hs mempunyai potensi besar dalam upaya menghimpun naskah kuno dengan alasan: (a). Membantu pemerintah dalam mewujudkan Provinsi Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu se Asia Tenggara; (b). Perpustakaan Soeman Hs ditunjuk oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai center of excellent pusat budaya Melayu se-Sumatera; (c). Perpustakaan Soeman Hs telah memiliki fasiltas yang memadai untuk pelestarian naskah kuno
ANALISIS LITOTES DALAM TUNJUK AJAR MELAYU
Fauzi, Mohd
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Litotes adalah salah satu kiasan dalam bahasa yang digunakan oleh orang-orang Melayu untuk mengekspresikan ide-ide mereka melalui pembicaraan atau karya sastra. Fenomena ini adalah kearifan lokal yang kaya dengan informasi tentang budaya Melayu. Berbagai jenis litotes dapat ditemukan dalam kitab Tunjuk Ajar Melayu yang ditulis oleh Tenas Effendy.
Analisis Semiotik Sajak Bulang Cahaya
Junaidi, Junaidi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menggali makna tanda yang terdapat dalam sajak Bulang Cahaya karya Rida K Liamsi. Untuk menggali makna itu, pendekatan analisis semiotik Roland Barthes digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sajak ini berisi tanda-tanda bersumber dari kosa kata Melayu lama. Sajak ini juga berisi simbol-simbol yang berkaitan dengan kehidupan orang Melayu. Penggunaan kata-kata Melayu lama dan simbol Melayu memperkuat setting Melayu dalam sajak ini. Analisis makna menunjukkan bahwa seseorang merasakan kedukaan sangat mendalam ketika cintanya harus berakhir, tetapi ia terus merasakan kerinduan dengan kekasihnya yang telah pergi. Mitos cinta yang terdapat dalam pusinya adalah orang tahu bahwa putus cinta itu menyakitkan tetapi orang tetap saja jatuh cinta.
ANALISIS SEMIOTIK TUGU MELAYU DI KOTA PEKANBARU
Junaidi, Junaidi
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan menggali makna tanda-tanda yang terdapat pada tiga tugu Melayu di Kota Pekanbaru, yakni Tugu Tepak Sirih, Tugu Tari  Zapin, dan Tugu Keris. Pendekatan analisis semiotik Peirce digunakan untuk memaknai tanda-tanda yang terdapat pada ketiga tugu. Hasil pembacaan tanda-tanda akan dikaitkan dengan pendapat budayawan Melayu terkait makna tugu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tugu dibuat untuk merepresentasikan budaya Melayu. Tugu Tepak Sirih menandakan keramahan orang Melayu dalam menyambut tamu, Tugu Tari Zapin menandakan tari zapin sebagai tari Melayu yang berasal dari Riau, dan Tugu Keris menandakan kehormatan Melayu. Meskipun ketiga tugu ini menampilkan budaya Melayu, terdapat ketidaksesuaian antara penanda yang digunakan dengan budaya Melayu. Ketiga tugu juga kurang tepat dalam  menampilkan konsep estetika dan keseimbangan. Pesan yang disampaikan melalui tugu tidak sesuai dengan makna kultural yang terdapat dalam masyarakat Melayu sehingga menimbulkan perdebatan dalam masyarakat.
ESTETIKA WIRA MELAYU DALAM CERITA RAKYAT HANG PERKASA
Efrizal, Efrizal;
Sum, Tengku Muhammad;
Hermansyah, Hermansyah
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Estetika Wira Melayu serta nilai-nilai yang terdapat dalam cerita rakyat Melayu Hang Perkasa karya Afrizal Cik. Cerita ini sekarang hampir tidak dikenal oleh Masyarakat Melayu Sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka sebagai pengambilan data utamanya dan pendekatan hermeneutik sebagai teknik analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Hang Perkasa memiliki beberapa nilai kewiraan seperti keberanian, keteguhan hati, kemurahan hati, kekuatan jasmani dan batin, serta memiliki kharisma