cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL PUSTAKA BUDAYA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2016)" : 7 Documents clear
VALIDASI DATA KATALOG MELALUI KEGIATAN STOCK OPNAME DAN PENGADAANKOLEKSI BAHAN PUSTAKA PERPUSTAKAAN SOEMAN HS TAHUN ANGGARAN 2014 Wardoyo, Kun
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKeberadaan katalog yang berisi tentang deskripsi data bibliografis bahan pustaka serta letak lokasinya sangat diperlukan, seperti halnya di Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau. Persoalan muncul ketika adanya ketidaksesuaian antara data katalog dengan koleksi buku yang ada dalam jajaran rak, hal ini dikarenakan buku tersebut hilang atau tidak kembali, rusak dalam perbaikan atau sedang dipinjam. Validasi data sangat dibutuhkan untuk mendapatkan data yang sesuai antara data katalog dengan koleksi di rak. Validasi data melalui kegiatan stock opname koleksi bahan pustaka Perpustakaan Soeman HS serta pengadaan koleksi bahan pustakaan Perpustakaan Soeman HS Tahun Anggaran 2014. Kata kunci: Perpustakaan Soeman HS; Validasi Data, Stock Opname.AbstractIt is important to have catalog consisting of bibliography description, index and data location for a library, similar to Soeman HS library in Riau. It will be a problem when there is discrapancy between catalog and books collection in library because of several reasons such as missing or the book has not been returned, broken, in the process of being restored and used. Data validation is crucial to syncronize between data catalog and data collection on shelves.  Data validation can be done through stock opname of collection in Soeman HS library and supplying collection of material in Soeman HS library in fiscal year 2014.Keywords: Library of Soeman HS; Data validation, Stock Opname.
KOMUNIKASI POLITIK DALAM NASKAH DRAMA PANEMBAHAN RESO KARYA RENDRA Sum, Tengku Muhammad
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini sebenarnya ingin menelusuri bagaimana komunikasi politik yang terkandung dalam cerita naskah drama Panembahan Reso yang di tulis oleh Rendra. Didalam penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teks konteks  dengan menafsirkan teks naskah drama itu sendiri. Dari penelitian yang dilakukan kita dapat  melihat komunikasi politik yang berlangsung dari Panembahan Reso yaitu, Suatu dialog komunikasi politik yang sangat keras dan tegas yang disampaikan  Raja Tua terhadap keadaan yang ada. Bahwa dia akan menghabisi semua lawan lawan politik, yang tidak sepaham dengannya. Hal ini sangat sesuai dengan dengan zaman kekuasaan rezim Orde Baru, dimana Soeharto berkuasa selama mungkin menggunakan Golkar sebagai mesin politiknya dan militer sebagai alat kekuatannya. Kata kunci:  Komunikasi politik, Naskah Drama Panembahan Reso.AbstractThis study aims to investigate politic communication that is used in script of Panembahan Reso, a drama by Rendra. This study uses qualitative method and close reading of the text itself.The result shows that politic communication in Panembahan Reso is a sharp and explicit script that is conveyed by an old King to a reality, which means he would any way he could to counter his opposition. The condition is similar with new order regime when Soeharto reigned as Indonesian President and used Golkar as his political vehicle and army as his power. Key words:  Politic Communication,Script,Panembahan Reso
MASUKNYA BUKU-BUKU KEISLAMAN TIMUR TENGAH KE INDONESIA Saridewi, Dinia
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPeradaban buku pada era Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak metode pencatatan terhadap Al Qur’an dilakukan dan berkembang saat industri kertas mulai di kenal di Arab. Beberapa karya ilmuwan besar Islam membawa peradaban Islam secara keilmuan menjadi daya tarik bagi banyak orang untuk belajar pengetahuan Islam. Buku-buku keislaman Timur Tengah masuk ke Indonesia sejalan dengan masuknya Islam ke Indonesia. Ada beberapa jalur transmisi masuknya buku-buku Islam Timur tengah, antara lain melalui jalur dakwah oleh imigran muslim, jalur pendidikan, jalur penerjemahan, jalur kerjasama kelembagaan, jalur media masa dan teknologi informasi. Adapun jenis buku-buku Timur Tengah yang masuk ke Indonesia meliputi buku mengenai hukum Islam, teologi, akhlak, tafsir, hadis,  fiqih, dan bahasa.Kata Kunci: Buku Islam, Indonesia.AbstractCivilisation of books in Islamic era has rapidly grown since there was a record method of Al Qur’an and paper industry was developed in Arab. Many people are interested in Islambecause some respectable researchers introduce Islam through academic field, then it became a magnet for people who want to study about Islam. The beginning of Middle East – Islamic books in Indonesia is parallel with history of Islam in Indonesia. There are several paths used as an entrance of Middle East – Islamic books in Indonesia; through preaching by Muslim immigrants, education, translation, coordination with organizations, mass media and technology in information.Genres of books comprise Islamic law, theology, morals, exegesis, hadis (anthology of Prophet Muhammad’s stories), fiqih(study about ritual and obligation in Islam), and language.Key Words: Islamic books, Indonesia
ANALISIS SITIRAN PADA JURNAL DI LINGKUNGAN UNILAK PERIODE 2013-2015 Amelia, Vita; Hakim, Triono Dul
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui jenis jenis literatur yang disitir pada jurnal yang terbit di lingkungan Unilak, dan untuk mengetahui bagaimana tingkat keterpakaian sumber online pada penulisan jurnal di Lingkungan Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Tahun 2013-2015. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh jurnal yang terbit di lingkungan Unilak, yakni sebanyak , periode terbit 2013 hingga 2015. Dari populasi tersebut diambil 9 jurnal yang ditemukan dilapangan, yakni di perpustakaan fakultas.  Penelitian ini menggunakan motode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis literatur yang dugunakan pada penulisan artikel jurnal adalah, Buku, Jurnal, Internet, Terbitan Pemerintah, Skripsi, Thesis, Disertasi, Majalah, Prosiding, Kamus, Makalah, Pidato, Laporan dan Koran. Sedangkan tingkat keterpakaian sumber online sebanyak 5,74 % berada di posisi ketiga setelah buku dan jurnal. Sebagai saran, perpustakaan agar lebih dapat menyediakan koleksi perpustakaan, baik yang berbentuk fisik seperti buku ,majalah, jurnal tercetak, maupun jurnal elektronik. Selain itu diharapkan pustakawan dapat menyediakan koleksi dari penulis yang lebih beragam. Kata Kunci: Sitasi, Jurnal, Unilak.AbstractThis study aimed to determine the type of literature that is cited in the journal published in Unilak environment, and to determine how the level of used of online resources on writing in the journal in Lancang Kuning University Pekanbaru Year 2013-2015. The population in this study were all journals published in Unilak environment, ie as many, from 2013 to 2015. Of this research taken nine journals were found in the field, namely in the faculty library. This study used descriptive statistics method. The results showed that the type of literature that are used in the writing of journal articles are: Books, Journals, Internet, Government Issue, Theses, Dissertations, magazine, Proceedings, Dictionary, Papers, Speeches, reports and newspapers. While the level of used online resources as much as 5.74% in the third position after the books and journals. As a suggestion, the library to be more able to provide a collection of libraries, both physical objects such as books, magazines, journals printed or electronic journals. Also expected librarians can provide a collection of more diverse authors.Keywords: Citation, Journals, Unilak.
MINAT BACA DOSEN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS LANCANG KUNING Mafar, Fiqru; Sudiar, Nining; H, Rosman
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana minat baca dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan penyebaran angket sebagai teknik perolehan datanya. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah seluruh dosen Fakultas Ilmu Budaya, yaitu 22 dosen. Hasil penelitian nantinya dapat dijadikan sebagai dasar, terutama bagi pengelola perpustakaan fakultas dalam menyusun program pembinaan minat baca di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya. Berdasarkan hasil analisa di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya dosen FIB Unilak memiliki minat baca yang tinggi. Selain itu, dosen FIB Unilak memiliki keragaman terkait jenis, subjek, bahasa, maupun format koleksi yang mereka baca. Namun sayangnya, tingginya minat baca tersebut tidak dibarengi dengan tingginya kunjungan ke perpustakaan FIB Unilak.Kata Kunci: Minat Baca, Dosen, Fakultas Ilmu Budaya.AbstractThis study aims to see the reading habbit of lecturer at the Faculty of Humanities University of Lancang Kuning. Data collected by questionnaire that filled by 23 lecturers. Result shown that most of them likes reading. They have a different of type, subject, language, and format collections that they read. But unfortunately, the reading habbits is inversely with library visiting. Data shown that they did not like to visiting the library,  especially FIB Unilak Library. Key Word: Reading Habbits, Lecturer, Faculty of Hummanity
PERBANDINGAN TEORI PERILAKU PENCARIAN INFORMASI MENURUT ELLIS, WILSON DAN KUHLTHAU Widiyastuti, Widiyastuti
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSetiap pemustaka memiliki perilaku pencarian informasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Perilaku pencarian informasi mengacu kepada bagaimana seseorang mencari dan meramu suatu informasi yang diperolehnya. Setidaknya terdapat tiga teori perilaku pencarian informasi, yaitu teori-teori yang dikemukakan oleh Ellis, Wilson dan Kuhlthau. Ketiga tokoh tersebut mencetuskan teori yang dapat digunakan untuk mengkaji perilaku pencarian informasi pemustaka. Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan ketia teori tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat enam perbedaan dari teori Ellis, Wilson dan Kuhlthau dan satu kesamaan antara teori Ellis dan Wilson, tetapi masih terbuka kemungkinan ditemukan perbedaan lainnya.Kata Kunci: Pencarian Informasi, Ellis, Wilson, Kuhlthau.AbstractEllis, Wilson and Kuhlthau are figures in information study who propose their theories about information seeking behavior. Their theories are applied as a guide in doing study regards users in library. Users studies is needed to know users’ characteristics so that library management would arrange suitable collection and provide suitable facility for the users. Information seeking theory according to Ellis, Wilson and Kuhlthau are different but connected. There are six differences between those theories but one similarity nonetheles there is possibility of other differences among their theories. Keywords: Information Seeking, Ellis, Wilson, Kuhlthau
IMPLEMENTASI PEMIKIRAN JÜRGEN HABERMAS TERHADAP ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI Krismayani, Ika
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini berjudul “Implementasi Pemikiran Jürgen Habermas terhadap Ilmu Perpustakaan dan Informasi”. Judul tersebut menarik untuk ditulis mengingat ranah keilmuan yang dimiliki oleh perpustakaan adalah interdisipliner, sehingga ilmu perpustakaan memerlukan ilmu yang lain, tidak terkecuali filsafat, dan Habermas merupakan tokoh filsafat. Sehingga penulis artikel ingin mengetahui dan mengemukakan pemikiran-pemikiran serta sumbangan Habermas terhadap dunia perpustakaan dan informasi. Hasil dari pengamatan penulis, ditemukan bahwa Habermas memiliki pemikiran tentang Communicative Action dan Public Sphere. Pada konsep Communicative Action ini, pustakawan selaku pengelola perpustakaan tidak akan terlepas dari proses komunikasi. Seorang pustakawan dituntut untuk mampu mengkomunikasikan pelayanan yang disediakan agar layanan yang disediakan dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Sedangkan pada public sphere, pustakawan dituntut untuk menciptakan ruang publik di perpustakaan, yang dapat menjadi tempat untuk saling berkomunikasi sebagai bagian dari aktivitas sosial pemustaka. Habermas mencoba untuk melihat fenomena-fenomena sosial melalui sudut pandang pemecahan masalah. Dia mencoba meramu berbagai referensi sehingga menghadirkan pemecahan masalah yang sedikit berbeda. Kata Kunci: Jürgen Habermas, Communicative Action, Public SphereAbstractThis paper, entitled “”Implementation of Jürgen Habermas Thoughts on Library and Information Science”. The title is interesting to write considering the realm of science which is owned by the library is interdisciplinary, so the library science requires other sciences, and philosophy is no exception, and Habermas is a philosopher. So the author of this article would like to know and express Habermas thoughts and contribution to the libraries and information science. The results of the observation, the author found that Habermas has thought of Communicative Action and the Public Sphere. On the concept of Communicative Action, the librarian as manager of the library will not be separated from the communication process. A librarian is required to communicate the services provided so that the services provided can be used by user. While in the public sphere, librarians are required to create a public space in the library, that can be a place to communicate with each other as a part of user social activity. Habermas tries to look at social phenomena through the viewpoint of problem solving. He tried to draw on a wide range of reference, thus presenting a slightly different problem solving.Keywords: Jürgen Habermas, Communicative action, Public Sphere

Page 1 of 1 | Total Record : 7