cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Political Science Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2021): January" : 14 Documents clear
Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Penguatan Potensi Lokal Utami, Dwi; Munandar, Moh Aris
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Kepala Desa adalah mengenali apa saja potensi lokal yang dimiliki daerahnya. Kepala Desa memiliki peran dalam penguatan potensi lokal di Desa Grogol Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo yaitu peran Kepala Desa sebagai motivator sebagaimana kepala desa telah melaukan penyuluhan kepada masyarakat, peran Kepala Desa sebagai fasilitator sebagaimana kepala desa telah mengupayakan pendanaan guna memfasilitasi Tenun Sari dan peran Kepala Desa sebagai dinamistator sebagaimana kepala desa mengadakan paradiga guna mengkoordinasikan pengembangan potensi desa bersama seluruh aparatur desa pada umumnya dan seluruh anggota masyarakat pada khususnya. Strategi yang dilakukan kepala desa dalam memajukan Tenun Lurik yaitu dengan cara mengajarkan kepada tenun Sari cara memmasarkan lurik dengan internet sehingga Lurik dapat diketahui oleh masyarakat luas. Kepala Desa juga giat dalam memperkenalkan lurik kepada tamu-tamu desa agar Lurik desa grogol sendiri dikenal dikalangan pejabat setempat dan akan mudah dalam hal pengajuan bantuan. Kendala dalam pengembangan Lurik sendiri berasal dari masyarakat yang masih beranggapan bahwa menenun atau bergabung dengan Tenun Sari sendiri belum bisa dijadikan pendapatan hidup yang menjadikan dan lebih memilih untuk menggarap sawah. Ditambah lagi potensi desa yang terdapat di desa Grogol tidak hanya Lurik saja melainkan ada beberapa potensi lain seperti mebel,wuwung,genteng press dan lain-lain. Saran yang diberikan adalah agar Kepala Desa lebih intens lagi dalam upaya mendekatkan diri dengan masyarakat dan dilakukannya sosialisasi secara menyeluruh ke anggota masyarakat agar seluruh anggota masyarakat mau bergabung dengan organisasi yang dibuat pemerintah desa guna memajukan potensi desa. The duty of the village chief is to recognize what lokal potential the region has.Village Head has a role in strengthening lokal potential in Grogol Village, Weru Sub-district, Sukoharjo Regency, namely the role of the Village Chief as a motivator, such as the village chief having conducted outreach to the community, the role of the Village Chief as a facilitator such as the village chief has sought funding in order to facilitate Tenun Sari, and the role of the Village Chief as a leader like held a paradiga in order to coordinate the development of the village potential together with all village officials in general and all members of the community in particular. The strategy undertaken by the village chief in advancing Lurik Weaving is by teaching Tenun Sari how to sell Lurik on the internet hence Lurik can be known by the wider community. The village chief is also active in introducing Lurik to village guests hence Grogol Village Lurik itself is known among lokal officials and will be easy in terms of propose aid, as in funding. The obstacles in the development of Lurik itself come from people who still think that weaving or joining Tenun Sari itself cannot be used as living income that makes them and prefers to work as farmer. In addition, the potential of the village found in the village of Grogol is not only Lurik, but there are several other potentials such as furniture, wuwung, tile press and others. The suggestion given is that the village chief is more intense in his efforts to get closer to the community and conduct a comprehensive socialization to community members hence all members of the community want to join the organization created by the village government to advance the village’s potential.
Peran Kepemimpinan Lembaga Adat Kampung Naga dalam Menjaga Kearifan Lokal Kampung Naga Musthofa, Wanda; Setiajid, Setiajid
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran kepemimpinan lembaga adat Kampung Naga dalam menjaga kearifan lokal Kampung Naga; faktor penghambat dan pendukung lembaga adat Kampung Naga dalam menjalankan peran kepemimpinannya.Penelitian ini dilakukan di Kampung Naga Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian meliputi sumber data primer dan sekunder. Alat dan teknik dalam pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan lembaga adat Kampung Naga dalam menjaga kearifan lokal meliputi: mengeluarkan kebijakan atau peraturan yang melindungi adat maupun kearifan lokal yang ada di Kampung Naga; menjalankan peran serta tanggung jawab dari tiap-tiap unsur lembaga adat yang diwariskan secara turun-temurun; mengajak seluruh lapisan masyarakat Kampung Naga untuk meyakini dan menjalankan falsafah, adat, serta kearifan lokal dalam setiap sendi kehidupan. This study intended to identify and describe; the leadership role of Kampung Naga traditional institution in maintaining the local wisdom of Kampung Naga; describing the inhibiting and supporting factors of Kampung Naga traditional institution in carrying out its leadership role. This research was conducted in Kampung Naga, Neglasari Village, Salawu District, Tasikmalaya Regency. The research method used was qualitative research. The sources of research data include primary and secondary data sources. The techniques and equipment in data collection was in the form of interviews (Kampung Naga traditional institution,Kampung Naga community, local government) and documentation. The results showed that the leadership role of Kampung Naga traditional institution in maintaining the local wisdom includes; issuing policies or regulations that protect the customs and local wisdom in Kampung Naga; (carrying out the roles and responsibilities of each element of the customary institution that has been passed down from generation to generation; inviting all levels of the Kampung Naga community to believe in and carry out the philosophy, customs, and local wisdom in every aspect of life.
Strategi Pemenangan H. Nuruddin Amin (Gus Nung) dengan Mengonstruksi Identitas Nahdlatul Ulama pada Pemilihan Legislatif 2019 di Jepara Nikmah, Choris Satun; Suhardiyanto, Andi
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui strategi pemenangan H. Nuruddin Amin dengan mengonstruksi identitas NU pada Pileg 2019 di Jepara; dan (2) menganalisis faktor pendukung strategi pemenangan H. Nuruddin Amin (Gus Nung) dengan mengonstruksi identitas NU dalam Pileg 2019 di Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah strategi pemenangan dan faktor pendukung yang digunakan Gus Nung dengan mengonstruksi identitas NU pada pemilihan legislatif di Jepara. Sumber data diperoleh dari informan dan dokumen pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi pemenangan H. Nuruddin Amin (Gus Nung) dengan mengonstruksi identitas Nahdlatul Ulama terdiri dari strategi ofensif dan strategi defensif. Strategi ofensif , berupa membentuk Tim Sukses, menyusun program kampanye, membangun visi berbasis identitas NU, memperkuat image NU, dan segmentasi pemilih serta pengelolaan media. Sementara, Strategi defensif, yaitu silaturahmi melalui acara keagamaan, santunan Yatama, takziah, dan pembagian tunjangan hari raya. (2) faktor pendukung, yaitu: pertama, merawat Ketokohan dengan kredibilitas keluarga sebagai Tokoh Nahdlatul Ulama. Kedua, memantapkan kelembagaan dengan kontruksi image atau citra diri yang sama antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gus Nung, yaitu citra PKB sebagai partainya orang NU.Saran yang dapat peneliti rekomendasikan (1) Calon anggota legislatif diharapkan mampu mengelola waktu dengan baik, menjaga ketokohan, merawat kesan Tokoh Nahdlatul ulama dan menjaga komunikasi serta hubungan yang baik dengan masyarakat atau konstituen. (2) Tim pemenangan diharapkan bisa mengevaluasi dan memperbaiki program kampanye, serta membangun komunikasi yang lebih terorganisir antara tim pemenangan dengan alumni madrasah.
Rekrutmen Politik Calon Legislatif Perempuan Di Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah Pada Pemilu 2019 Basri, Hasan; Lestari, Puji
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji rekrutmen politik calon legislatif perempuan di Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah pada pemilu 2019 dan mengkaji strategi Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah untuk mendukung rekrutmen calon legislatif perempuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah dalam melaksanakan rekrutmen politik calon anggota legislatif, Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah membentuk Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah dalam melakukan rekrutmen politik, menggunakan mekanisme rekrutmen terbuka. Rekrutmen anggota legislatif di Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah mencakup tiga tahapan, yaitu tahap penjaringan calon anggota legislatif, tahap penyaringan calon anggota legislatif, dan tahap penetapan calon anggota legislatif. Strategi Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah untuk mendukung rekrutmen calon legislatif perempuan tersebut, yaitu (1) Memaksimalkan ketentuan mengenai keterwakilan perempuan, (2) Mendukung rekrutmen calon legislatif perempuan melalui aturan partai, (3) Mengutamakan kader partai dalam rekrutmen calon legislatif perempuan, (4) Menjaring calon legislatif perempuan yang memiliki pengalaman organisasi, (5) Memaksimalkan DPW Perempuan Bangsa Jawa Tengah dalam rekrutmen calon legislatif perempuan, (6) Menggandeng NU dalam proses rekrutmen calon legislatif perempuan.
Implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cilacap Prabowo, Machruf; Handoyo, Eko
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk secara tidak langsung mempengaruhi jumlah kebutuhan terhadap tanah. Penggunaan dan perubahan lahan di Kabupaten Cilacap mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan kebutuhan penduduk terhadap lahan. Penggunaan lahan sering kali terjadi untuk perumahan, pembangunan dan perkembangan ekonomi juga sarana prasarana. Dalam hal ini Pemerintah Daerah melalui Perda RTRW No. 9 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cilacap, memiliki peran dalam mengatur dan mengendalikan penggunaan lahan pertanian dengan tujuan menekan fenomena alih fungsi lahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa perkembangan alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian masih kerap sekali terjadi dan Peraturan Daerah yang ada belum diterapkan secara efektif. Efektifitas instrumen implementasi pengendalian alih fungsi lahan masih belum berjalan secara optimal dan belum sesuai dengan rancangan dan tujuan Kabupaten Cilacap yang ada di dalam peraturan daerah. Population enhancement affects the amount of land needs indirectly. The use and change of land in Cilacap are increasing along with the needs. It happens almost for housing, constructing, economic, and infrastructure development. In this case, Local government in local regulation RTRW Number 9 of 2011 concerning the spatial plan of Cilacap district has a role in regulating and controlling the use of conversion in Cilacap with the target to suppress the phenomenon happened. This study used a qualitative method with a descriptive approach. In this study, the result showed the development of conversion still happened and the local regulation is not implemented effectively. Besides, the effectiveness of the instrument for controlling the conversion did not run optimally and not fit yet with the plan and purpose in local regulation of Cilacap.
Implementasi Program Desa Online melalui Sistem Informasi Desa Online Kendal Terintegrasi (Si Dokar) di Tiga Desa Kabupaten Kendal Lestari, Nurul Alam; Arumsari, Nugraheni
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program desa online melalui Sistem Informasi Desa Online Kendal Terintegrasi (SI DOKAR) merupakan sebuah kebijakan publik sebagai upaya memberikan kemudahan bagi Pemerintah Desa dan akses informasi kepada masyarakat. Pemerintah Desa sebagai pelaksana diharapkan dapat mengimplementasikan program tersebut secara efektif dan optimal. Untuk melihat realitas implementasi, peneliti mengambil study di tiga desa Kabupaten Kendal yaitu: 1) Desa Kumpulrejo, Desa Cepiring, 3) Desa Karanganyar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi program desa online melalui Sistem Informasi Desa Online Kendal Terintegrasi (SI DOKAR) di tiga Desa Kabupaten Kendal, serta faktor penghambatnya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Terdapat dua sumber data yaitu primer dan sekunder. Uji keabsahan menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Implementasi program desa online melalui Sistem Informasi Desa Online Kendal Terintegrasi (SI DOKAR) di tiga Desa Kabupaten Kendal dilaksanakan melalui tiga tahap implementasi yaitu: a) persiapan, b) implementasi, c) monitoring. Faktor penghambat meliputi: a) permasalahan jaringan internet, b) kurangnya sumber daya manusia, c) pembagian kerja yang belum merata. The online village program through the Integrated Kendal Online Village Information System (SI DOKAR) is a public policy in an effort to provide convenience for the Village Government and access to information to the community. The village government as the implementer is expected to implement the program effectively and optimally. To see the reality of the implementation, researchers took a study in three kendal villages, namely: 1) Kumpulrejo Village, Cepiring Village, 3) Karanganyar Village. The purpose of this research is to find out the implementation of online village programs through the Integrated Kendal Online Village Information System (SI DOKAR) in three Kendal Regency Villages, as well as the inhibition factors. This research uses qualitative research method. Data collection techniques used: interviews, observations, and documentation. There are two data sources, primary and secondary. Test validity using triangulation techniques. Data analysis techniques used are interactive models through data collection, data reduction, data presentation, and inference. Research results: 1) implementation of online village programs through the Integrated Kendal Online Village Information System (SI DOKAR) in three Kendal Regency Villages is carried out through three stages of implementation, namely: a) preparation, b) implementation, c) monitoring, 2) inhibitory factors including: a) internet network problems, b) lack of human resources, c) uneven division of work.
Peran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Timur sebagai Lembaga Independen dalam Penyelesaian Pelanggaran Siaran Setiawan, Andi; Fajar, M Khablul
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) adalah lembaga independen di Indonesia yang mempunyai kewenangan sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran Indonesia. Sebagai lembaga pengawas penyiaran, KPI berwenang memberikan teguran atau peringatan kepada media yang menayangkan siaran-siaran yang tidak layak untuk diperlihatkan kepada masyarakat. Dewasa ini banyak sekali siaran-siaran yang tidak layak untuk ditonton terutama bagi anak-anak, karena siaran tersebut tidak mendidik. Untuk itu perlu adanya pengawasan oleh KPI agar siaran-siaran tersebut layak untuk ditonton. Untuk memaksimalkan kinerjanya di tingkat daerah maka dibentuk KPID. KPID dibentuk di wilayah provinsi untuk mengawasai tayangan-tayangan di wilayah tersebut. KPI dan KPID dalam menjalankan tugasnya membuat regulasi berupa Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar program Siaran. Tujuan dibuatnya regulasi tersebut guna menegakkan aturan mengenai pelanggaran program siaran yang merusak nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan konsep monitoing guna melihat peran yang dilakukan oleh KPID dalam menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan media di wilayah Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah KPID telah berupaya mengawasi lembaga penyiaran yang berpedoman kepada P3SPS dengan tujuan untuk membekali lembaga penyiaran agar tetap menayangkan siaran yang sehat dan tentu saja yang berkualitas Kata Kunci: KPI, Lembaga Independen, Monitoring, Siaran
Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Penguatan Potensi Lokal Utami, Dwi; Munandar, Moh Aris
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i1.42367

Abstract

Tugas Kepala Desa adalah mengenali apa saja potensi lokal yang dimiliki daerahnya. Kepala Desa memiliki peran dalam penguatan potensi lokal di Desa Grogol Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo yaitu peran Kepala Desa sebagai motivator sebagaimana kepala desa telah melaukan penyuluhan kepada masyarakat, peran Kepala Desa sebagai fasilitator sebagaimana kepala desa telah mengupayakan pendanaan guna memfasilitasi Tenun Sari dan peran Kepala Desa sebagai dinamistator sebagaimana kepala desa mengadakan paradiga guna mengkoordinasikan pengembangan potensi desa bersama seluruh aparatur desa pada umumnya dan seluruh anggota masyarakat pada khususnya. Strategi yang dilakukan kepala desa dalam memajukan Tenun Lurik yaitu dengan cara mengajarkan kepada tenun Sari cara memmasarkan lurik dengan internet sehingga Lurik dapat diketahui oleh masyarakat luas. Kepala Desa juga giat dalam memperkenalkan lurik kepada tamu-tamu desa agar Lurik desa grogol sendiri dikenal dikalangan pejabat setempat dan akan mudah dalam hal pengajuan bantuan. Kendala dalam pengembangan Lurik sendiri berasal dari masyarakat yang masih beranggapan bahwa menenun atau bergabung dengan Tenun Sari sendiri belum bisa dijadikan pendapatan hidup yang menjadikan dan lebih memilih untuk menggarap sawah. Ditambah lagi potensi desa yang terdapat di desa Grogol tidak hanya Lurik saja melainkan ada beberapa potensi lain seperti mebel,wuwung,genteng press dan lain-lain. Saran yang diberikan adalah agar Kepala Desa lebih intens lagi dalam upaya mendekatkan diri dengan masyarakat dan dilakukannya sosialisasi secara menyeluruh ke anggota masyarakat agar seluruh anggota masyarakat mau bergabung dengan organisasi yang dibuat pemerintah desa guna memajukan potensi desa. The duty of the village chief is to recognize what lokal potential the region has.Village Head has a role in strengthening lokal potential in Grogol Village, Weru Sub-district, Sukoharjo Regency, namely the role of the Village Chief as a motivator, such as the village chief having conducted outreach to the community, the role of the Village Chief as a facilitator such as the village chief has sought funding in order to facilitate Tenun Sari, and the role of the Village Chief as a leader like held a paradiga in order to coordinate the development of the village potential together with all village officials in general and all members of the community in particular. The strategy undertaken by the village chief in advancing Lurik Weaving is by teaching Tenun Sari how to sell Lurik on the internet hence Lurik can be known by the wider community. The village chief is also active in introducing Lurik to village guests hence Grogol Village Lurik itself is known among lokal officials and will be easy in terms of propose aid, as in funding. The obstacles in the development of Lurik itself come from people who still think that weaving or joining Tenun Sari itself cannot be used as living income that makes them and prefers to work as farmer. In addition, the potential of the village found in the village of Grogol is not only Lurik, but there are several other potentials such as furniture, wuwung, tile press and others. The suggestion given is that the village chief is more intense in his efforts to get closer to the community and conduct a comprehensive socialization to community members hence all members of the community want to join the organization created by the village government to advance the village’s potential.
Peran Kepemimpinan Lembaga Adat Kampung Naga dalam Menjaga Kearifan Lokal Kampung Naga Musthofa, Wanda; Setiajid, Setiajid
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i1.44028

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran kepemimpinan lembaga adat Kampung Naga dalam menjaga kearifan lokal Kampung Naga; faktor penghambat dan pendukung lembaga adat Kampung Naga dalam menjalankan peran kepemimpinannya.Penelitian ini dilakukan di Kampung Naga Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian meliputi sumber data primer dan sekunder. Alat dan teknik dalam pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan lembaga adat Kampung Naga dalam menjaga kearifan lokal meliputi: mengeluarkan kebijakan atau peraturan yang melindungi adat maupun kearifan lokal yang ada di Kampung Naga; menjalankan peran serta tanggung jawab dari tiap-tiap unsur lembaga adat yang diwariskan secara turun-temurun; mengajak seluruh lapisan masyarakat Kampung Naga untuk meyakini dan menjalankan falsafah, adat, serta kearifan lokal dalam setiap sendi kehidupan. This study intended to identify and describe; the leadership role of Kampung Naga traditional institution in maintaining the local wisdom of Kampung Naga; describing the inhibiting and supporting factors of Kampung Naga traditional institution in carrying out its leadership role. This research was conducted in Kampung Naga, Neglasari Village, Salawu District, Tasikmalaya Regency. The research method used was qualitative research. The sources of research data include primary and secondary data sources. The techniques and equipment in data collection was in the form of interviews (Kampung Naga traditional institution,Kampung Naga community, local government) and documentation. The results showed that the leadership role of Kampung Naga traditional institution in maintaining the local wisdom includes; issuing policies or regulations that protect the customs and local wisdom in Kampung Naga; (carrying out the roles and responsibilities of each element of the customary institution that has been passed down from generation to generation; inviting all levels of the Kampung Naga community to believe in and carry out the philosophy, customs, and local wisdom in every aspect of life.
Strategi Pemenangan H. Nuruddin Amin (Gus Nung) dengan Mengonstruksi Identitas Nahdlatul Ulama pada Pemilihan Legislatif 2019 di Jepara Nikmah, Choris Satun; Suhardiyanto, Andi
Unnes Political Science Journal Vol 5 No 1 (2021): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/upsj.v5i1.44234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui strategi pemenangan H. Nuruddin Amin dengan mengonstruksi identitas NU pada Pileg 2019 di Jepara; dan (2) menganalisis faktor pendukung strategi pemenangan H. Nuruddin Amin (Gus Nung) dengan mengonstruksi identitas NU dalam Pileg 2019 di Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah strategi pemenangan dan faktor pendukung yang digunakan Gus Nung dengan mengonstruksi identitas NU pada pemilihan legislatif di Jepara. Sumber data diperoleh dari informan dan dokumen pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi pemenangan H. Nuruddin Amin (Gus Nung) dengan mengonstruksi identitas Nahdlatul Ulama terdiri dari strategi ofensif dan strategi defensif. Strategi ofensif , berupa membentuk Tim Sukses, menyusun program kampanye, membangun visi berbasis identitas NU, memperkuat image NU, dan segmentasi pemilih serta pengelolaan media. Sementara, Strategi defensif, yaitu silaturahmi melalui acara keagamaan, santunan Yatama, takziah, dan pembagian tunjangan hari raya. (2) faktor pendukung, yaitu: pertama, merawat Ketokohan dengan kredibilitas keluarga sebagai Tokoh Nahdlatul Ulama. Kedua, memantapkan kelembagaan dengan kontruksi image atau citra diri yang sama antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gus Nung, yaitu citra PKB sebagai partainya orang NU.Saran yang dapat peneliti rekomendasikan (1) Calon anggota legislatif diharapkan mampu mengelola waktu dengan baik, menjaga ketokohan, merawat kesan Tokoh Nahdlatul ulama dan menjaga komunikasi serta hubungan yang baik dengan masyarakat atau konstituen. (2) Tim pemenangan diharapkan bisa mengevaluasi dan memperbaiki program kampanye, serta membangun komunikasi yang lebih terorganisir antara tim pemenangan dengan alumni madrasah.

Page 1 of 2 | Total Record : 14