cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Pemanfataan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Indrastuti, Afifah Nur; Mardiana, Mardiana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.26952

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Puskesmas Kalongan merupakan puskesmas yang mengalami penurunan cakupan K4 dalam 3 tahun terakhir dari tahun 2015-2017 berturut-turut yaitu sebesar 88,6% 82,8%, 81,1%, masih dibawah target SPM (94%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Kalongan Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, dilengkapi dengan kajian kualitatif dengan wawancara mendalam. Jumlah responden 51 ibu melahirkan untuk penelitian kuantitatif yang dipilih secara acak sederhana dan 5 responden untuk penelitian kualitatif. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dan kajian kualitatif disajikan dalam bentuk narasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pekerjaan (p= 0,001), pengetahuan (p= 0,008), sikap (p= 0,001), dukungan keluarga (p= 0,015), kemudahan informasi (p= 0,033), keluhan penyakit (p= 0,039)  memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care. Faktor umur (p= 0,956) dan kepemilikan jaminan kesehatan (p= 0,234) tidak memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care. Saran bagi ibu yaitu agar ibu melakukan pemeriksaan antenatal care secara rutin.
Kejadian Pneumonia Balita di Wilayah Pengasapan Ikan Jannah, Miftakhul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.27620

Abstract

Abstrak Sentra Pengasapan Ikan terletak di Rukun Warga (RW) 02, Kelurahan Bandarharjo. Jumlah kasus pneumonia balita di RW 02 tahun 2017 menempati urutan tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia balita di Wilayah Pengasapan Ikan Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang.  Jenis penelitian ini analitik observasional  dengan rancangan kasus-kontrol. Jumlah sampel masing-masing kelompok adalah 42 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data diolah menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis dinding (OR= 3,03), keberadaan plafon (OR= 4,11), luas ventilasi (OR= 2,93), penggunaan obat nyamuk bakar (OR= 3,63), jarak rumah dengan wilayah pengasapan ikan (OR= 3,25), perilaku merokok di dalam rumah (OR= 2,94), perilaku membersihkan rumah (OR= 2,94), keikutsertaan balita di dapur saat ibu memasak (OR= 3,02), serta pemberian ASI eksklusif (OR= 2,93) dengan kejadian pneumonia balita. Tidak ada hubungan antara kepadatan hunian kamar, kepadatan hunian rumah, jenis lantai, keberadaan lubang pengeluaran asap dapur, perilaku membuka jendela rumah, dan balita mendatangi tempat pengasapan ikan dengan kejadian pneumonia balita. Variabel yang diprediksi paling dominan adalah  penggunaan obat nyamuk bakar (OR=5,309).   ABSTRACT Fish Smoked Center is located in Rukun Warga (RW) 02, Kelurahan Bandarharjo. The number of pneumonia cases among children under five in RW 02 in 2017 was the highest in the working area of Bandarharjo Public Health Center. This research was analytic observational with case-control design. The number of samples of each group was 42 respondents taken by total sampling technique. Data were processed using chi-square test and logistic regression. The results shows that there is a relationship between wall type (OR=3.03), presence of ceiling (OR=4.11), ventilation (OR = 2.93), use of mosquito coils (OR=3.63), houses and fish smoked area distance (OR = 3.25), smoking behavior inside home (OR=2.94), house cleaning behavior (OR=2.94), presence of children in the kitchen when mothers cook (OR=3.02 ), and exclusive breastfeeding (OR=2.93) with the incidence of pneumonia among children under five. There is no relationship between children room occupancy density, house occupancy density, type of floor, kitchen fume outlet holes, behavior of opening window, and children visiting fish smoked places The most dominant variable is use of mosquito coils (OR=5.309).
Keberadaan Escherichia coli pada Makanan di Kantin Sekolah Dasar Afriyanti, Lia Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.27655

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kasus keracunan pangan bisa ditandai dengan diare. Pada tahun 2017, jajanan 12(24,53%) dan lembaga pendidikan 15(28,30%) menjadi penyebab dan lokasi tertinggi kedua keracunan. Kasus diare di Kota Semarang tahun 2014-2017 mengalami fluktuasi. Tahun 2014 sebanyak 38.134 kasus (IR 25/1000 penduduk) hingga tahun 2017 sebanyak 38.766 kasus (IR 26/1000 penduduk). Studi pendahuluan menyatakan minuman adalah jenis jajanan yang paling banyak tercemar E.coli. Tujuan penelitian: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan keberadaan E.coli pada minuman di kantin. Metode: Jenis penelitian analitik, rancangan cross sectional, besar sampel 86 sampel. Teknik pengambilan sampel sekolah menggunakan stratified random sampling dan sampel minuman menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan uji laboratorium. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan software SPSS. Hasil: Ada hubungan antara kondisi fasilitas sanitasi (p=0,034) dan higiene penjamah (p=0,040) dengan keberadaan E.coli pada minuman. Tidak ada hubungan antara jenis air (p=0,543) dan penerapan kebijakan sekolah (p=0,962) dengan keberadaan E.coli pada minuman. Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan keberadaan E.coli pada minuman adalah kondisi fasilitas sanitasi dan higiene penjamah.   Abstract Background: Food poisoning can be characterized by diarrhea. In 2017, snacks 12(24.53%) and educational institutions 15(28.30%) were the second cause and location of food poisoning. Case of diarrhea in Semarang City in 2014-2017 was fluctuative. In 2014 there were 38,134 cases (IR 25/1000) untill 2017 there were 38,766 cases (IR 26/1000). A preliminary study stated, the drink was the most polluted of E.coli. Objective: To find the factors related to the presence of E.coli in drinks in canteen. Method: Analytic research type, cross-sectional design with 86 samples, sampling technique used stratified random sampling and purposive sampling. Data collection by interviewing, observing, and laboratory testing. Data analyzed with chi-square test using SPSS. Results: There are relationship between the condition of sanitation facilities (p=0.034) and handler hygiene (p=0.040), but there are no relationship between the type of water (p=0.543) and the implementation of school policies (p=0.962) with the presence of E. coli in drinks. Conclusion: Factors related to the presence of E.coli in drinks are condition of sanitation facility and handler hygiene.
Risiko Kepadatan Jentik Aedes aegyti di Sekolah Dasar Majida, Ardha Nur; Pawenang, Eram Tunggul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.27683

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kasus DBD anak usia sekolah dasar (6 - 12 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa selama 3 tahun berturut-turut memiliki prosentase paling tinggi. Tahun 2014 sebesar 27 (48%) kasus, tahun 2015 sebesar 34 (52%) kasus dan tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 47 (37%) kasus. Berdasarkan studi pendahuluan pada 5 Sekolah Dasar diperoleh hasil yaitu kepadatan jentik tergolong kepadatan tinggi dengan nilai DF sebesar 8.Tujuan penelitian: Mengetahui gambaran faktor risiko kepadatan jentik Aedes aegypti. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang ditetapkan sebesar 30 sekolah dasar dengan metode total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2018. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 30 sekolah dasar didominasi jenis kontainer Controllable sites 100%, bahan kontainer jenis plastik 60%, volume kontainer ukuran kecil 66.7%, tingkat pengetahuan kategori cukup 56.7%, praktik menguras baik 86.7%, praktik kelola barang bekas baik 56.7%, praktik mengosongkan TPA baik 53.3% dan praktik kerja bakti dilakukan tidak rutin 73.3%. Tingkat kepadatan jentik dalam kategori rendah 60%, dan tinggi 40%.  Abstract Backgroud: DHF cases of elementary school-aged children in the Working Area of Ambarawa Primary Health Care for 3 years have the highest percentage. In 2014 there were 27(48%) cases, 2015 were 34(52%) cases and in 2016 increased by 47(37%) cases. The preliminary survey on 5 elementary schools showed larvae density classified as high with a DF value of 8. Objective: To describe of Aedes aegypti Larvae Density Risk Factors in Elementary School. Method: This research was quantitative descriptive. Results: The total amount of 30 elementary school was taken with total sampling. This study was done on December 2018. The results showed that in 30 elementary schools were dominated by 100% controllable sites, 60% plastic container material, 66.7% small container water volume, 56.7% sufficient knowledge level, 86.7% good drain practice, good waste management practice (56.7 %), the practice of clearing landfill (53.3%) and the practice of school cleaning program was not routine (73.3%). Larvae density level in low categorized was 60%, and high 40%.  
Higiene dan Sanitasi Makanan di Kantin Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Arifin, Muhammad Hakam; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.28825

Abstract

Abstrak CFR diare di Kota Semarang mengalami kenaikan dari 0,02 pada tahun 2015 menjadi 0,06 pada tahun 2016. Terjadi 80 kasus diare pada kelompok usia 5-14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sekaran pada Januari-September 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran higiene dan sanitasi makanan jajanan di kantin SD dan MI di wilayah kerja Puskesmas Sekaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif yang  dilakukan pada seluruh kantin di 14 SD/MI yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sekaran menggunakan instrumen penelitian berupa checklist. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 100,0% responden tidak memenuhi syarat higiene penjamah, 77,8% kantin tidak memenuhi syarat sanitasi peralatan, 100,0% kantin tidak memenuhi syarat sanitasi penyajian, dan 94,4% kantin tidak memenuhi syarat sanitasi sarana penjaja. Simpulan penelitian ini adalah tidak ada kantin di SD dan Mi di wilayah kerja Puskesmas Sekaran yang memenuhi  syarat higiene sanitasi makanan jajanan.  Abstract CFR for diarrhea in Semarang increased from 0,02 (2015) to 0,06 (2016). There were 80 cases of diarrhea in the age group of 5-14 years in the working area of ​​Sekaran Public Health Center in January-September 2018. The objective of this study was to describe the hygiene and sanitation of snack foods in  the Elementary School and MI canteens. This is an observational descriptive study with quantitative approach on all canteens in 14 schools on November-December 2018. The results of this study showed that 100.0% did not meet the requirements of the food-handlers hygiene, 77.8% did not meet the requirements of the equipment sanitation, 100.0% did not meet the requirements of serving sanitation, and 94,4% did not meet the requirements of vendor facilities sanitation. The conclusions of this study were that there was no canteen at Elementary Schools and MIs in the working area of ​​Sekaran Public Health Center that fulfilled the requirements for snack food hygiene and sanitation.
Pencarian Pengobatan Krioterapi pada Wanita IVA Positif Indriana, Maria; Azinar, Muhammad
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.28889

Abstract

Abstrak IVA positif merupakan ditemukannya bercak putih (acetowhite) pada ephitelium serviks. Krioterapi merupakan pengobatan dengan menghancurkan sel abnormal. Di Kota Semarang ada 50 wanita IVA positif yang dirujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan untuk mendapatkan pengobatan. Dari 50 wanita IVA Positif, 14 diantaranya melakukan pengobatan Krioterapi dan 36 diantaranya melakukan pengobatan sendiri, beberapa tidak melakukan rujukan atau pengobatan meski ada keluhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pencarian pengobatan Krioterapi pada wanita IVA positif. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 50 sampel. Instrumen yang digunakan dengan angket. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,003), keyakinan terhadap Krioterapi (p=0,045), ketersediaan pengobatan Krioterapi (p=0,006) dan tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,099), status pekerjaan (p=0,211), pendapatan (p=1,000), akses layanan Krioterapi (p=0,746) dan penilaian kesehatan yang dirasakan (p=1,000) dengan pencarian pengobatan Krioterapi pada wanita IVA positif. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan kajian penelitian kualitatif untuk mendapatkan informasi yang lebih detail terkait pencarian pengobatan Krioterapi pada wanita IVA Positif. Abstract Positive VIA is the incidence of white patches (acetowhite) in the cervical epithelium. Cryotherapy is a treatment by destroying abnormal cells. In Semarang City there were 50 positive VIA women who were referred to advanced health facilities to get treatment. Of the 50 positive VIA women, 14 of them did Cryotherapy treatment and 36 of them did self-medication, some did not take referrals or treatment despite complaints. The purpose of this study was to determine the factors associated with the search for cryotherapy treatment for IVA positive women. This type of research was observational analytic with a cross-sectional design involving 50 samples. Instruments used with questionnaires. Data analysis using Chi-square test. The results showed a relationship between knowledge (p=0.003), confidence in cryotherapy (p=0.045), availability of cryotherapy treatment (p=0.006) and no relationship between education (p=0.099), employment status (p=0.211), income (p=1,000), access to cryotherapy services (p=0.746) and perceived health assessment (p=1,000) with the search for cryotherapy treatment for VIA positive women. Suggestions for future researchers can use qualitative research studies to obtain more detailed information regarding the search for cryotherapy for Positive VIA women.
Penerapan Fungsi Manajemen pada Program Usaha Kesehatan Sekolah di Sekolah Menengah Pertama Fatmawati, Fatmawati; Sutrisno, Sutrisno; Firdhausy, Hima Sakina
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.29129

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Pelaksanaan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) sangatlah penting dan harus dijalankan dengan baik di sekolah karena kesehatan merupakan unsur yang sangat penting, terutama pada peserta didik di sekolah dan harus menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini untuk deskripsikan fungsi manajemen pada program UKS. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri dari 7 informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan yang dilakukan tidak berpedoman pada hasil monitoring dan evaluasi. Pengorganisasian masih terpusat pada koordinator UKS karena belum terdapat SOP maupun tupoksi. Penggerakan sudah dilaksanakan sesuai kebutuhan namun berjalan dengan optimal. Fungsi penilaian sudah berjalan sesuai dengan pedoman namun masih hanya terbatas pada pemantauan berjalan tidaknya program UKS di sekolah, sedangkan kualitas kinerja yang dilakukan belum pernah dinilai. Simpulan dari penelitian ini yaitu pelaksanaan fungsi manajemen UKS di SMP Negeri 2 Windusari sudah berjalan namun belum optimal. Abstract ___________________________________________________________________ The implementation of UKS (School Health Effort) Program is very important and must be carried out well in school because health is a very important element, especially for students in school and must be a concern. Tthis study purposed to describe management functions in the UKS program. This research was conducted in June-July 2018. This type of research was descriptive qualitative. The research informants consisted of 7 informants selected by purposive sampling technique. Data collection techniques used interviews and observation. The results of the study showed that the planning carried out was not guided by the results of monitoring and evaluation. Organizing was still focused on the UKS coordinator because there were no SOP or instruction. Acting had been carried out as needed but ran optimally. The controlling function had been carried out in accordance with the guidelines but was still limited to monitoring the running of the UKS program in schools, while the quality of the performance carried out had never been assessed. The conclusions showed that the implementation of the UKS management function at Junior High School 2 Windusari had been running but not optimal.
Peningkatan Pengetahuan Ibu melalui Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Makanan Olahan Ikan Prameswari, Galuh Nita; Kurnia, Arif Rahmat; Susilo, Mursid Tri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30046

Abstract

Latar Belakang: Gizi buruk dan gizi kurang pada balita masih menjadi masalah gizi di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Tengah. Salah satu faktor yang menyebabkan kondisi tersebut adalah karena kurangnya asupan zat gizi terutama energi dan protein. Bahan pangan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai upaya penunjang status gizi balita adalah ikan, yang tingkat konsumsinya masih sangat rendah pada masyarakat Jawa Tengah. Diperlukan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan berbahan dasar ikan khususnya bagi balita. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancanganone one group pre-post test design. Penelitian ini melibatkan 11 ibu-ibu di RW 2 Kelurahan Pegulon Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal yang memiliki anak ataupu  cucu balita, setelah itu diperhatikan pengetahuannya mengenai konsumsi ikan. Simpulan: Penyuluhan Gemar Makan Ikan dan pelatihan pembuatan makanan tambahan berbahan dasar ikan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan minat Ibu untuk memberikan makanan olahan ikan pada anak balitanya.
Kualitas Udara dan Keluhan Sesak Napas Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Fitriana, Dian; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30229

Abstract

Abstrak TPA Blondo memiliki potensi menjadi sumber pencemaran udara dan  berpotensi mengganggu kesehatan pemulung. Faktor yang mungkin menyebabkan gangguan pernapasan pemulung yaitu faktor individu dan pencemaran udara di TPA yang disebabkan karena aktivitas pengelolaan sampah yang berpotensi menghasilkan gas SO2 dan NO2. Hasil survei pendahuluan dengan 15 orang pemulung di TPA Blondo, 2 orang mengeluhkan pernah sesak napas. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran kadar SO2, Kadar NO2, faktor individu, penggunaan APD masker dan keluhan sesak napas pemulung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini 50 orang pemulung yang bekerja di TPA Blondo dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil menunjukkan bahwa pada pengukuran kadar SO2 di dalam dan luar TPA sebesar 32,917 µgr/Nm3 dan 20,234 µgr/Nm3. Sedangkan hasil pengukuran kadar NO2 di dalam dan luar TPA sebesar 21,665 µgr/Nm3 dan 18,35 µgr/Nm3. Kadar SO2 dan NO2 pada kedua titik lokasi masih memenuhi nilai baku mutu. Persentase keluhan sesak napas pada lokasi dalam dan luar TPA yaitu sebesar 38,71% dan 21,05%. Simpulan penelitian ini yaitu pada kadar SO2 dan NO2 yang lebih tinggi persentase keluhan sesak napas juga lebih tinggi. Disarankan untuk menggunakan APD masker saat bekerja. Abstract Blondo landfill has the potential to be a source of air pollution and has the potential to disrupt the health of scavengers. Factors that may cause scavenger breathing disorders are individual factor and air pollution in landfill caused by waste management activities that have the potential to produce sulfur dioxide and nitrogen dioxide gasses. The results of the preliminary survey with 15 scavengers at Blondo Landfill, 2 people complained about having dyspnea. The purpose of this study is to provide a description of the concentration of sulfur dioxide and nitrogen dioxide, individual factor, the use of PPE mask and scavenger’s dyspnea complaint.This type of research is quantitative descriptive. The sample in this study were 50 scavengers who worked at Blondo Landfill with a total sampling technique. Data analysis was carried out in a univariate and presented as a percentage.The results showed that the measurement of SO2 levels inside and outside landfill were 32.917 µgr/Nm3 and 20.234 µgr/Nm3. While the results of the measurement of NO2 levels inside and outside the landfill were 21.665 µgr/Nm3 and 18.35 µgr/Nm3. SO2 and NO2 levels at both location points still fill the quality standard value. The percentage of complaint of dyspnea in the landfill location inside and outside is 38.71% and 21.05%.The conclusion of this study is higher levels of SO2 and NO2 make the percentage of complaint of dyspnea is also higher. It is recommended to use PPE mask when working.  
Hipertensi pada Penduduk Usia Produktif (15-64 Tahun) Arum, Yuniar Tri Gesela
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30235

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, strokem dan penyakit ginjal. Kejadian hipertensi tertinggi di Surabaya pada tahun 2016 dialami oleh Puskesmas Jagir dengan prevalensi sebesar 32,19% dan mengalami peningkatan pada tahun berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Jagir. Jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan rancang bangun cross sectional selama bulan November 2018 hingga Februari 2019. Sampel penelitian adalah penduduk berusia 15-64 tahun sejumlah 103 orang yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Jagir. Data diolah menggunakan SPSS dan dianalisis dengan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi potassium (p-value = 0,004) dan obesitas (p-value = 0,018) berhubungan secara  signifikan dengan kejadian hipertensi (p-value < 0,05) sedangkan faktor risiko lainnya tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi (p-value > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia produktif (15-64 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Jagir adalah konsumsi potassium dan obesitas. Kata Kunci: Hipertensi, Usia Produktif 15-64 tahun Abstract Hypertension is one of the main risk factors for cardiovascular diseases for heart attack, heart failure, stroke, and kidney disease. The highest prevalence of hypertension in Surabaya in the year 2016 was in Jagir Health Center with a prevalence of 32.19% and increased in the following year. This study aims to determine the risk factors associated with hypertension in productive age the Jagir Health Center area. This is an observational analytic study with cross-sectional design from November 2018 to February 2019. The study sample was 103 people aged 15-64 years who lived in the working area of ​​Jagir Health Center. Data were managed using SPSS and analyzed by Chi-Square. The results showed that potassium intake (p-value = 0.004) and obesity (p-value = 0.018) was significantly associated with hypertension (p-value <0.05) while other risk factors were not significantly associated with hypertension (p-value> 0.05). Therefore it could be concluded that the risk factors associated with hypertension in productive age (15-64 years) in ​​Jagir Health Center are potassium intake and obesity. Keyword: Hypertension, productive age 15-64 years old

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue