cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Analisis Spasial Faktor Lingkungan Fisik Daerah Endemik Antraks Abawi, Ira; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25478

Abstract

Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten endemik antraks di Jawa Tengah. Kasus antraks di Boyolali terus berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara faktor lingkungan fisik dengan kejadian antraks di Boyolali. Desain penelitian ini adalah studi ekologi dengan pendekatan spasial dan dengan populasi subyek penelitian 49 (21 antraks manusia dan 28 antraks hewan). Penelitian dilakukan 1 Agustus menggunakan lembar observasi, citra Landsat & DEM, dan aplikasi GPS. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat.Variabel yang signifikan adalah variabel ketinggian terhadap kejadian antraks manusia (p=0,001 dan r=-0,864) dan variabel kerapatan vegetasi terhadap kejadian antraks hewan (p=0,039 dan r=0,6). Ada korelasi antara ketinggian terhadap kejadian antraks manusia dan kerapatan vegetasi terhadap kejadian antraks hewan.
Status Penyakit Periodontal pada Pria Perokok Dewasa Rohmawati, Nia; Santik, Yunita Dyah Puspita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25497

Abstract

The prevalence of periodontal disease in Klaten Regency incresed in 2017 from 2016. Jogonalan I Public Health Center has the second highest prevalence of periodontal disease cases, the number. The purpose of this study was to determine what risk factors were associated with periodontal disease status in adult male smokers. This type of research is observational analytic with aapproach case control. The sample set was 42 cases and 42 control samples with purposive sampling technique. The results showed that smoking status (p = 0.017), length of smoking (p = 0.037), number of cigarettes (p = 0.040), brushing behavior (p = 0.030), consumption of fruit and vegetables (p = 0.008) were associated with periodontal disease status in adult male smokers. The conclusion of this study is that there is a relationship between smoking status, length of smoking, number of cigarettes, tooth brushing behavior and consumption of vegetable fruit with periodontal disease status, and there is no relationship between types of cigarettes and coffee consumption with periodontal disease status. Keywords: Risk Factors, Periodontal, Smokers, Adults
Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS Inayah, Samhatul; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25499

Abstract

ABSTRAK DOTS merupakan strategi untuk menanggulangi penyakit tuberkulosis. Angka kesembuhan TB di Kabupaten Semarang mengalami penurunan. Tahun 2015 sebesar 80,67% mengalami penurunan pada tahun 2016 sebesar 65,15%. Di Puskesmas Bergas angka keberhasilan pengobatan mengalami penurunan yaitu pada tahun 2016 sebesar 84,6%, tahun 2017 sebesar 79,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis program penanggulangan TB Paru dengan strategi DOTS di Puskesmas Bergas. Jenis peneitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan utama yaitu kepala puskesmas, petugas TB, dan petugas laboratorium. Informan triangulasi yaitu Dinas Kesehatan, pasien TB, dan pengawas menelan obat (PMO). Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi dan anaisis data menggunakan analisis isi (conten analysis) serta narasi sebagai bentuk penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi ketenagaan, puskesmas telah sesuai dengan pedoman, namun puskesmas masih mengalami kekurangan dana. Perencanaan dan pengorganisasian sudah sesuai dengan pedoman. Penemuan, diagnosis, pengobatan dan pematauan kemajuan dah hasil pengobatan sudah sesuai dengan pedoman, namun penjaringan aktif dan kunjungan rumah kurang. Pemantauan dan Evaluasi sudah sesuai dengan pedoman. Pelaksanaan DOTS di Puskesmas Bergas sudah sesuai dengan Pedoman Nasional Tuberkulosis tahun 2014. Kata Kunci: DOTS, Analisis, Tuberkulosis ABSTRACT DOTS is a strategy for tackling tuberculosis. TB cure rates in Semarang Regency decreased. In 2015, 80.67% experienced a decline in 2016 of 65.15%. In the Bergas Health Center the treatment success rate has decreased, namely in 2016 amounting to 84.6%, in 2017 at 79.4%. The purpose of this study was to analyze the Pulmonary TB control program with the DOTS strategy at Bergas Health Center. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The main informants were the head of the puskesmas, TB officers, and laboratory staff. Triangulation informants are the Health Office, TB patients, and drug swallowing supervisors (PMO). Research instruments in the form of interview guidelines and recording devices. Examination of the validity of the data using triangulation and data analysis using content analysis (conten analysis) and narration as a form of data presentation. The results showed that in terms of labor, the puskesmas was in accordance with the guidelines, but the puskesmas was still experiencing a lack of funds. Planning and organizing are in accordance with the guidelines. The discovery, diagnosis, treatment and monitoring of progress and results of treatment are in accordance with the guidelines, but active screening and lack of home visits. Monitoring and Evaluation are in accordance with the guidelines. DOTS implementation at Bergas Health Center is in accordance with the 2014 National Tuberculosis Guidelines. Key Words: DOTS, Analysis, Tuberculosis
Kejadian Putus Berobat Penderita Tuberkulosis Paru Merzistya, Aufiena Nur Ayu; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25662

Abstract

Abstrak Angka putus berobat dari tahun 2014 hingga 2016 masing-masing angka sebesar 13,9%; 3,40% (13 kasus); dan 6,54% (14 kasus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian putus berobat penderita TB Paru di Balkesmas Wilayah Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Kasus didefinisikan penderita putus berobat Tuberkulosis yang berumur 15 tahun keatas dan tercatat pernah menjadi pasien Balkesmas Wilayah Semarang. Kontrol didefinisikan penderita Tuberkulosis yang sembuh atau pengobatan lengkap, berusia 15 tahun keatas dan tercatat pernah menjadi pasien Balkesmas Wilayah Semarang. Sampel sebesar 23 kasus dan 23 kontrol teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen yakni kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi penderita rendah (p value 0,046) dan sedang (p-value 0,004), motivasi keluarga rendah (p-value 0,03), serta efek samping OAT berat (p-value 0,01) dan ringan (p-value 0,04) berhubungan terhadap kejadian putus berobat penderita TB Paru. Sedangkan biaya kesehatan, waktu tempuh, peran PMO , dan sikap petugas kesehatan tidak berhubungan terhadap kejadian putus berobat penderita TB Paru. Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara motivasi penderita, motivasi keluarga yang rendah, dan efek samping OAT terhadap kejadian putus berobat penderita TB Paru di Balkesmas wilayah Semarang. Maka perlu disarankan adanya monitoring efek samping pelayanan kesehatan kepada penderita selama masa pengobatan. Abstract The drop out rate for treatment from 2014 to 2016 was 13.9%; 3.40% (13 cases); and 6.54% (14 cases). The purpose of this study was to determine the occurrence of treatment of patients with pulmonary TB at the Balkesmas Semarang. This type of research is an analytic observational research by arranging research case controls. Cases defined by treatment for tuberculosis were carried out 15 years and above and were recorded as patients of Balkesmas Semarang Region. Control of Tuberculosis patients who have recovered or fully recovered, namely 15 years and above and pregnant patients Balkesmas Semarang Region. Samples were 23 cases and 23 controls using purposive sampling technique. This study uses an instrument namely a questionnaire. Data were analyzed using the chi square test. The results showed that patient motivation was low (p value 0.046) and moderate (p-value 0.004), family motivation was low (p-value 0.03), and side effects were severe (p-value 0.01) and mild (p -value of 0.04) Relation to treatment withdrawal in patients with pulmonary TB. While health costs, travel time , role of PMO, and attitudes of health workers (p-value) were not related to the drop out of treatment for patients with pulmonary TB. The conclusions of the study are the relationship between motivation, low family, and side effects on the drop out of treatment for pulmonary TB patients in the Balkesmas Semarang area. Then it is necessary to read monitoring the side effects of health services until the treatment period.
Gangguan Mental Emosional Siswa Sekolah Dasar Prihatiningsih, Erika; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.26024

Abstract

Abstract. Mental disorders in children and adolescents are the focus of global health because of their relationship to suffering, functional impairment, stigmatized exposure, discrimination, and the potential for death. Based on global epidemiological data 12-13% of children and adolescents suffer from mental disorders. This study aims to determine the factors that affect emotional mental disorders in elementary school students. The cross-sectional method was used with 222 respondents from six different elementary schools. Chi-Square test analysis is used for data analysis.  121 (53.3%) subjects experienced symptoms of emotional mental disorders. The results show that the education level of the father (PR= 1,785 ;p <0.05), the level of family income per month (PR=2,345 ;p <0.05), sleep disorders (PR= 1,79 ;p <0.05), and vegetable consumption affects the incidence of emotional mental disorders (PR= 2,023; p <0.05)  Keywords: children, elemtary school, mental health disorder   Abstrak. Gangguan mental pada anak dan remaja menjadi fokus kesehatan global karena hubungannya dengan penderitaan, fungtional impairment, paparan stigma, diskriminasi, hingga potensi kematian. Berdsasarkan data epidemiologi global 12-13% anak dan remaja menderita gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memepengaruhi gangguan mental pada siswa sekolah dasar. Metode cross-sectional digunakan dengan jumlah responden 222 dari enam sekolah dasar yang berbeda. Analisis uji Chi-Square digunakan untuk analisa data. Hasil menunjukan 121 (53,3%) subjek terdeteksi mengalami gejala gangguan mental emosional, selanjutnya bahwa tingkat pendidikan ayah (PR=1,785; p<0,05), tingkat penghasilan keluarga per bulan (PR=2,345; p<0,05), gangguan tidur (PR= 1,79; p<0,05), dan konsumsi sayur mempengaruhi kejadian gangguan mental emosional (PR= 2,023; p<0,05).  Kata kunci: anak-anak , gangguan mental emosional, sekolah dasar
Status Akreditasi Puskesmas dengan Tingkat Kepuasan Pasien Trisna, Intan Nurjannah Pratiwi; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.27138

Abstract

ABSTRACT             The number of public health center in Semarang City is accredited as of February 2018, namely 31 health centers. Moreover, it was unknown about the description of patient satisfaction level, both before and after being accredited. The purpose of this study was to determine the relationship between the accreditation status and the satisfaction level of outpatient (case study 5 public health centers in Semarang City).             The type of this research is observational analytic with design cross sectional. The sample was set at 101 respondents using the proportionate simple random sampling technique. The instruments used were structured questionnaires and observation sheets. Data were analyzed using chi-square test and logistic regression test.             The results of this study were accreditation status category non-accredited (p=0,000), basic accredited (p=0,000), middle accredited (p=0,024), main accredited (p=0,217), and plenary accredited as reference. After being controlled by the variables of education, income, employment status, type of financing (r2=42.0%; AUC=82.7%) only accreditation status with non-accredited and basic accredited category is related to patient satisfaction.             The conclusion, accreditation status of public health center (non-accredited, basic accredited, and middle accredited category) is related to the level of patient satisfaction.   Keywords: Accreditation Status, Patient Satisfaction, Public Health Center    
Pemetaan dan Perumusan Kompetensi Ahli Gizi Bidang Olahraga Mardiana, Mardiana; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.30018

Abstract

ABSTRAK   Latar belakang : Dalam dunia olahraga sepakbola 40 % atlet sepakbola memiliki asupan energi kurang. Begitu juga dengan asupan gizi pada atlet beladiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengembangkan kompetensi ahli gizi bidang olahraga. Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Narasumber yang digunakan akademisi/ pakar gizi olahraga, pelatih dan pengurus organisasi profesi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan  snowball sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahli gizi bidang olahraga merupakan bagian dari lulusan ahli gizi, belum ada keahlian khusus yang diperoleh secara formal untuk bidang keahlian tersebut.  Keahlian dasar seperti gizi dasar, biokimia, dan fisiologi tentu menjadi mutlak dikuasai oleh seorang ahli gizi olahraga. Kemampuan ahli gizi olahraga secara umum adalah kombinasi dari 3 cabang mainstream ilmu gizi saat ini, yaitu gizi klinik, gizi institusi, dan gizi masyarakat. Simpulan : kemampuan ahli gizi olahraga secara umum adalah kombinasi dari 3 cabang mainstream ilmu gizi saat ini, yaitu gizi klinik, gizi institusi, dan gizi masyarakat.   ABSTRACT Background: In the world of soccer sports 40% of football athletes have less energy intake. Likewise with nutritional intake in martial arts athletes. The purpose of this study is to map and develop the competencies of nutrition experts in sports. Method: this study uses a qualitative descriptive approach. Resource persons used by academics / sports nutrition experts, trainers and administrators of professional organizations. The sampling technique uses purposive sampling and snowball sampling. Results: The results of the study show that nutritionists in sports are part of a nutritionist graduate, there is no special expertise that has been formally obtained for the field of expertise. Basic skills such as basic nutrition, biochemistry, and physiology certainly become absolutely controlled by a sports nutritionist. The ability of sports nutritionists in general is a combination of the three main branches of nutrition at present, namely clinical nutrition, institutional nutrition, and community nutrition. Conclusions: the ability of sports nutritionists in general is a combination of the three main branches of nutrition at present, namely clinical nutrition, institutional nutrition, and community nutrition.
Penerapan Metode HIRARC di Bagian Laundry sebagai Upaya Pengendalian Risiko Faidani, Reza Bhakti; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.30064

Abstract

Rumah Sakit mardi Rahayu kudus telah menerapkan metode HIRARC, bagian Laundry nya namun masih memiliki permasalahan yaitu dasar hukum yang digunakan masih menggunakan dasar hukum yang sudah tidak berlaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode HIRARC di unit Laundry. Penelitian dilakukan selama Bulan April 2018. Jenis  penelitian ini  adalah  penelitian  deskriptif  kuantitatif dengan  rancangan deskriptif.  Hasil  dari  penelitian  ini  menunjukkan  penerapan  HIRARC pada bagian Laundry Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus adalah  terdapat 21 tahapan kerja yang sudah memiliki form HIRARC namun, masih kurang terperinci, dan terdapat 28 identifikasi bahaya di bagian Laundry. Dengan rincian 26 termasuk kategori tingkat risiko sedang, 1 kategori tingkat risiko tinggi, dan 1 kategori tingkat risiko sangat tinggi. Simpulan, unit Laundry Rumah Sakit Mardi Rahayu telah menerapkan HIRARC, dari 21 tahapan kerja di unit Laundry tersebut sudah menerapkan HIRARC secara keseluruhan. Namun, form HIRARC di unit Laundry Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus masih belum sesuai dengan panduan form HIRARC dan belum dituliskan secara terperinci. ABSTRACT Mardi Rahayu Hospital in Kudus City has applied HIRARC method, its Laundry part but still have problem that is base of law which still used still base of law which is not valid. The purpose of this research is to know the application of HIRARC method in Laundry unit. The study was conducted during April 2018. The type of this research is descriptive quantitative research with descriptive design. The results of this study indicate the application of HIRARC on the Laundry of Mardi Rahayu Kudus Hospital is there are 21 stages of work that already have HIRARC form yet, still less detailed, and there are 28 hazard identification in the Laundry. Details of 26 included moderate risk level category, 1 high risk category category, and 1 category of very high risk level. Conclusively, the Laundry Unit of Mardi Rahayu Hospital has implemented HIRARC, from 21 stages in the Laundry unit has implemented HIRARC as a whole. However, the HIRARC form in the Laundry unit of Mardi Rahayu Kudus Hospital is still not in accordance with the HIRARC guidelines and has not been written in detail.
Penyuluhan Alat Konstrasepsi terhadap Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Rokhimah, Alfian Nisa; Sari, Devi Purnama; Nurlaila, Oktavia; Siswanto, Yuliaji; Pranowowati, Puji
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.30079

Abstract

Penggunaan alat kontrasepsi di Kabupaten Semarang pada tahun 2014 cukup tinggi, yaitu sejumlah 17.771 pengguna Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), 1.506 menggunakan Medis Operasi Pria (MOP),  6.688 menggunakan Medis Operasi Wanita (MOW), dan 26.952 menggunakan implan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa 60% masyarakat mempunyai pengetahuan yang buruk tentang alat kontrasepsi. Untuk itu perlu diteliti efek penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang alat kontrasepsi pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Desa Nyatnyono, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner untuk pretest dan postest, video dan leaflet untuk kegiatan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, pengetahuan responden yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 53,3%, kategori cukup 6,7%, dan kategori baik 40%. Setelah intervensi menunjukkan bahwa 100% responden mempunyai kategori pengetahuan yang baik, sehingga dapat dikatakan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan.  
Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short course) Faizah, Isna Lutfiyatul; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.26951

Abstract

Angka penemuan kasus dan angka keberhasilan pengobatan hingga akhir 2017 di Puskesmas Kandangan masih rendah yaitu 35,8% dan 65,5%. Angka ini belum memenuhi target yang ditetapkan yaitu 70% dan 85%. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dari upaya penanggulangan Tb Paru dengan strategi DOTS. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sumber data penelitian dengan sumber data primer dan sekunder, data primer melalui wawancara. Wawancara dilakukan pada 3 informan utama dan 7 informan triangulasi. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari segi input, SDM, sarana prasarana dan SOP sudah mencukupi akan tetapi dana belum cukup. Dari segi proses, komitmen politis sudah saling mendukung akan tetapi dalam hal pendanaan belum, penemuan kasus, distribusi obat sudah sesuai dengan permenkes No. 67 tahun 2016, pmo belum bekerja sesuai fungsinya, pencatatan dan pelaporan secara online dengan SITT belum terlaksana dengan baik. Dari segi output capaian angka penemun kasus hingga april 2018 sebesar 40% dan capaian angka keberhasilan pengobatan 72%. Saran penelitian ini agar meningkatkan kualitas dari segi proses dan melakukan pengawasan terhadap pasien.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue