cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Faktor Lingkungan dan Perilaku Pencegahan dengan Kejadian Leptospirosis di Daerah Endemis Andriani, Ragil; Sukendra, Dyah Mahendrasari
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.33710

Abstract

ABSTRAK Puskesmas Bonang I merupakan salah satu puskesmas yang mandapat perhatian karena kasus leptospirosis. Pada tahun 2018, IR Leptospirosis sebesar 28,17 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dan perilaku pencegahan leptospirosis terhadap kejadian leptospirosis di daerah endemis leptospirosis Puskesmas Bonang I Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2019 di wilayah kerja Puskesmas Bonang I. Sampel sebesar 68 rumah dengan teknik pengambilan sampel yaitu cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan lembar kuesioner. Data dianalisis secara bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan jarak rumah dengan selokan (p=0,007), keberadaan genangan air (p=0,004), riwayat kegiatan berisiko leptospirosis (p=0,011), jenis pekerjaan (p=0,043) berhubungan dengan kejadian leptospirosis. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara jarak rumah dengan selokan, keberadaan genangan air, riwayat kegiatan berisiko leptospirosis, dan jenis pekerjaan dengan kejadian leptospirosis. ABSTRACT Primary Health Care Bonang I is one of the primary health care that got attention because of leptospirosis cases. In 2018 IR leptospirosis amounted to 28.17 per 100,000 population. The aim of this study was to determine the association between environmental factors and leptospirosis prevention behavior toward the incidence of leptospirosis in the endemic area. This research is an observational analytic cross sectional study design. This research was conducted in July 2019 in Primary Health Care Bonang I. The sample of 68 houses with the sampling technique is cluster sampling. Data were obtained from questionnaire instrument and analyzed by chi square test. The results showed that the distance between the house and the sewer (p = 0.013), the presence of puddle (p = 0.001), history of leptospirosis risky activities (p = 0.011), type of occupation (p = 0.002) are associated with the incidence of leptospirosis. The conclusion of this study is that there is association between the presence of ponds, history of risky activities related to leptospirosis, and type of occupation toward the incidence of leptospirosis. Keywords: Leptospirosis, Environment, Preventive Behavior
Kontribusi Faktor Lingkungan dan Perilaku terhadap Kejadian Penyakit Pneumonia Balita Utami, Fanni Nurvina
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 2.33793

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penemuan dan penanganan pneumonia balita di Kabupaten Semarang tahun 2015 yaitu 27,6% mengalami peningkatan yang signifikan menjadi 78,75% tahun 2016. Setiap tahunnya Puskesmas Bergas memiliki penemuan pneumonia balita yang tinggi. Tahun 2018 terdapat 66 kasus pneumonia ditangani. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor lingkungan dan perilaku terhadap kejadian pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Bergas. Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan pendekatan SIG. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh balita penderita pneumonia. Objek dalam penelitain ini adalah faktor lingkungan dan perilaku orang tua balita. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pola sebaran penyakit yang berkerumun. Di Desa Pagersari, kejadian pneumonia balita dipengaruhi oleh buffer zone 2 Km dari keberadaan industri, kategori rumah sehat yang buruk, kebiasaan membuka jendela yang buruk, dan adanya kebiasaan anggota keluarga merokok di dalam rumah. Sedangkan Desa Gondoriyo kejadian pneumonia balita dipengaruhi oleh adanya kebiasaan anggota keluarga yang merokok di dalam rumah. Simpulan: Desa yang memiliki kejadian kasus pneumonia balita tertinggi yaitu Desa Pagersari dan Gondoriyo, tetapi hanya Desa Pagersari yang dipengaruhi komponen lingkungan dan perilaku. ABSTRACT Background: The scope of discovery and handling of pneumonia on toddlers in Semarang Regency in 2015 was 27.6% and it had a significant increase to 78.75% in 2016. Every year, Bergas Community Health Center had a high finding of pneumonia on toddlers. In 2018 there were 66 cases of pneumonia which had been treated. The purpose of this study was to determine the description of environmental and behavioral factors towards the outspread of pneumonia on toddlers in the work area of Bergas Community Health Center. Method: The type of this research is quantitative descriptive using a cross sectional research design along with GIS approach. Subject of this research are toddlers who were diagnosed with pneumonia. The objects of this reserach are environmental factors and the behaviour of the toddlers’parents by using total sampling in pneumonia on toddler patients. Results: The result showed a pattern disease outspread that flocked up. The pneumonia outspread was influenced by a buffer zone which is two kilometres from industrial area, the poor health house category, the bad habits of opening the window and the habits of family members who smoke inside the house. Meanwhile, in Gondoriyo village, the outspread of pneumonia was only influenced by the habits of family member who smoke inside the house. Conclusion: The villages that have the highest outspread of pneumonia cases on toddlers are Pagersari and Gondoriyo, but only Pagersari Village was influenced by all environmental and behavioral components.
Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Rahayu, Noviya Dwi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.33867

Abstract

ABSTRAK Cakupan pelayanan kesehatan pada lansia di Puskesmas Srondol sebesar 13,10 %. Sebagai upaya dalam meningkatkan cakupan pelayan kesehatan pada lansia maka diselenggarakan posyandu lansia, lansia yang memanfaatkan posyandu lansia hanya sebesar 813 jiwa atau sebesar 23,04 % dari 3528 jiwa lansia. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Srondol masih kurang dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 90%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Srondol. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif, studi deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 144 sampel dengan teknik proportionate random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur. Data analsis dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia adalah pendidikan, sikap, peran kader, dukungan keuarga, jarak. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia adalah jenis kelamin, pekerjan, pendapatan, persepsi sakit,pengetahuan. ABSTRACT The coverage of health services in the elderly in Puskesmas Srondol is 13.10%. As an effort to improve the coverage of health care service in the elderly, the Posyandu for elderly is held, elderly people who utilize an posyandu of only 813 people or 23.04% of the 3528 elderly. This indicates that the use of Posyandu in the work area of Puskesmas Srondol is still less than the target set of 90%. The purpose of this research is to know the factors related to the use of Posyandu in the work area of Puskesmas Srondol. The type of research used is a quantitative research design, a descriptive analytical study, with a cross sectional approach. The samples were set at 144 samples with proportionate random sampling technique. The instruments used are structured questionnaires. Analytic Data using Chi-square test. Results of the study showed that the factors related to the use of posyandu are education, attitudes, the role of cadres, support of the land, distance. While the factors that are not related to the use of Posyandu is gender, ethics, income, perception of pain, knowledge.
Program Penanggulangan Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Pradana, Firmansyah Kholiq; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.33874

Abstract

ABSTRAK Prevalensi gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Poncol pada tahun 2017 adalah sejumlah 10,26 %, dan merupakan kasus balita gizi kurang tertinggi di Kota Semarang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi proses perencanaan, pelaksanaan dan hasil program penanggulangan gizi kurang. Jenis penelitian ini adalah penelitian jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan survei deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 5 informan utama dan 6 informan triangulasi. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara terkait evaluasi program penanggulangan gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Poncol Kota Semarang dengan proses analisi data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pelacakan balita gizi kurang yaitu sebesar 88 % masih dibawah target yaitu 100 %. Penyuluhan dan konseling gizi belum maksimal karena masih kurangnya pengetahuan ibu mengenai pola asuh balita yang terkena gizi kurang. Capaian pemberian makanan tambahan yang masih dibawah sasaran 100 % yaitu sebesar 50 %. Pemberian Vitamin dan mineral yang terdapat salah sasaran karena terkendala data yang kurang lengkap. Saran untuk Puskesmas Poncol yaitu melakukan evaluasi hingga ke semua lini terutama masyarakat. Kata kunci: Gizi Kurang, Evaluasi, Program, Penanggulangan ABSTRACT The prevalence of undernutrition in infants in the working area of the Poncol Community health in 2017 is 10.26%, and is the case of a less-than-highest nutrient in Semarang. The purpose of this research is to know and evaluate the process of planning, implementation and outcome of undernutrition countermeasure program. This type of research is a qualitative research type study with a descriptive survey approach. The informant in this study amounted to 11 people consisting of 5 main informant and 6 triangulated informant. Sampling using purposive sampling techniques for data retrieval in this study is through interviews and documentation. The instrument used in this research is an interview guideline related to the evaluation of a lack of malnutrition program in the working area of the Community health centers Poncol Semarang with the process of data analysis of data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusions and verification. The results showed that the tracking of nutritional infants was less than 88% constrained by the mother of malnourished infants who did not bring the balms to Posyandu. Counseling and nutritional counseling have not been maximized because there is still a lack of knowledge about the foster care of toddlers affected by less nutrition. The achievement of additional meals that are still below the target of 100% is 50%. The provision of vitamins and minerals that have been mistargeted due to less complete data constraints. Advice for Poncol Puskesmas is to evaluate to all lines especially the community. . Keywords: Undernutrition, evaluation, program, prevention
Penyelenggaraan Makanan, Tingkat Kecukupan Energi dan Status Gizi pada Siswi SMP 'Ain, Kasyful; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.33906

Abstract

Abstract According to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 75 of 2013, the AKG needed by girls aged 13-15 years is 2000 kcal. Efforts to meet the energy needs and good nutrition of children through consumption in schools can be done through the provision of food in schools. The purpose of this study was to analyze the implementation of food in the dormitory and determine the level of energy sufficiency and nutritional intake of female students living in the boarding school. The research method is descriptive analysis using quantitative research methods with techniques cross sectional. The results of research in the Universe hostel is one form of organizing food that is not looking for profit. As much as 83.4% of the organization of food in the boarding school kitchen has been implemented well. There were 18 students (60%) who had good levels of energy adequacy. Students who have normal nutritional status and acceptability are 16 students (53.3%) out of 30 students. The conclusion of this research is that the implementation of food has been implemented well so that the level of energy sufficiency and nutritional intake of female students living in the boarding school has no problems and those who have normal nutritional intake and acceptability are more than half of all female students living in the boarding school. Keywords: food provision, boarding school, nutritional intake.
Faktor Kejadian Hipertensi pada Petani Penyemprot Bunga Nikmah, Sinta Saadatun; Pawenang, Eram Tunggul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 2.33975

Abstract

Abstrak Jumlah kejadian hipertensi di Kecamatan Bandungan adalah 1.922 kejadian. Sebagian besar penduduk Kecamatan Bandungan bekerja di sektor pertanian dengan jumlah 5.840 orang. Berdasarkan jumlah tersebut petani memiliki risiko terkena hipertensi sebanyak 32,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada petani penyemprot bunga. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 77 petani penyemprot bunga yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur, panduan wawancara dan tensimeter. Teknik analisis data menggunakan analisi univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah pengetahuan (OR=7,380; CI 95%=1,474-36,953), masa kerja (OR=3,600; CI 95%=1,248-10,383), jenis pestisida (OR=0,360; CI95%=0,129-1,007), waktu penyemprotan (OR=7,347; CI 95%=2,547-21,189), dan kelengkapan APD (OR=2,667; CI 95%=1,055-6,740. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengen kejadian hipertensi pada petani penyemprot bunga adalah pengetahuan, masa kerja, jenis pestisida, waktu penyemprotan, dan kelengkapan APD. Abstract The numbers of hypertension incidents in Bandungan Subdistrict was 1.922. Most of the population of Bandungan subdistrict works in the agricultural sector with a total of 5.840 people. Based on this number farmers have a risk of getting hypertension as much as 32,9%. This study aimed to determine the factors associated with hypertension in flowers spray farmers. This research was observational analytic with cross sectional study. The sample in this study was 77 farmers using simple random samppling technique. The instrument used was a stuctured questionnaire, interview guides, and tensimeter. Data analysis techniques using univariate and bivariate analysis with chi square test. Results showed that the factors associated with hypertension are knowlegde (OR=7,380; CI 95%=1,474-36,953), years of service (OR=3,600; CI 95%=1,248-10,383), type of pesticide (OR=0,360; CI95%=0,129-1,007), spraying time (OR=7,347; CI 95%=2,547-21,189), and completness of PPE (OR=2,667; CI 95%=1,055-6,740). Therefore it could be concluded that the risk factors associated with hypertension are knowledge, years of service, type of pesticide, spraying time, and completness PPE.
Faktor Kejadian Keracunan Pestisida pada Kelompok dengan Tingkat Keracunan Tinggi dan Rendah Amalia, Mia Ema
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 2.33976

Abstract

Abstrak Penggunaan pestisida secara terus menerus dapat menyebabkan keracunan pestisida berupa penurunan kadar kolinesterase. Desa Kadirejo merupakan kelompok tingkat keracunan tinggi yaitu 12 (70,6%) petani keracunan sedang. Sedangkan, Desa Pakis merupakan kelompok tingkat keracunan rendah yaitu 2 (11,8%) petani keracunan sedang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perbedaan faktor risiko kejadian keracunan pestisida pada petani kelompok tinggi dan rendah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi perbandingan. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian yaitu gambaran perbedaan faktor risiko pada kelompok tinggi dan rendah berupa umur rata-rata 53-54 tahun dan 52 tahun, jenis kelamin perempuan sebesar 41,2% dan 29,4%, tingkat pengetahuan kurang sebesar 70,6% dan 53%, penggunaan jenis insektisida sebesar 70,6% dan 58,8%, cara pencampuran buruk sebesar 53% dan 41,2%, intensitas paparan pestisida >2 jam sebesar 76,5% dan 64,7%, penggunaan APD kurang sebesar 82,4% dan 58,8%. Simpulan penelitian yaitu perbedaan antara kedua kelompok adalah pada faktor umur, jenis kelamin, tingkat pengetahuan, penggunaan pestisida, dan penggunaan APD. Abstract The use of pesticides continously can cause pesticide poisoning in the form of decreasing cholinesterase levels. Kadirejo Village is a group of high poisoning levels of 12 (70.6%) farmers is moderate poisoning. Meanwhile, Pakis Village is a group of low poisoning levels of 2 (11.8%) farmers is moderate poisoning. The purpose of this research is to know the difference in risk factors of pesticide poisoning incidence in high and low group. This type of research is a quantitative descriptive with comparative study. Data analysis was carried out in a univariate. The results of the study are the differences in the risk factors of high and low groups of average age of 53-54 years and 52 years, women's gender of 41.2% and 29.4%, knowledge levels are less at 70.6% and 53%, use of type Insecticides amounting to 70.6% and 58.8%, the mixing poorly by 53% and 41.2%, the intensity of > 2 hours pesticide exposure is 76.5% and 64.7%, the use of PPE is less at 82.4% and 58.8%. The research conclusion is the difference between the two groups is the age factor, gender, level of knowledge, pesticide use, and use of PPE.
Determinan Lesi Prakanker Serviks melalui Skrining Inspeksi Visual Asam Asetat Istiqomah, Istiqomah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 3.33981

Abstract

Jumlah kasus IVA positif Kabupaten Temanggung tahun 2017 sebanyak 1.369 kasus. Puskesmas di Kabupaten Temanggung dengan persentase IVA positif tertinggi, yaitu Puskesmas Parakan sebesar 45,38% (2017) dan 48,29% (2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan terjadinya lesi prakanker serviks melalui skrining Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di wilayah kerja Puskesmas Parakan. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Jumlah sampel minimal sebesar 46 kasus dan 46 kontrol dengan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dengan teknik pengambilan data wawancara. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan uji bivariat dengan uji chi-square dengan bantuan software SPSS. Hasil menunjukkan bahwa usia pertama kali menikah (p=0,03, OR=2,8), riwayat gejala penyakit menular (p=0,000, OR=6,4), riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal (p=0,001, OR=5,6), riwayat penggunaan kontrasepsi non hormonal (menggunakan kondom) (p=0,003, OR=4,0), dan riwayat berhubungan seksual saat menstruasi (p=0,04, OR=4,5) berhubungan dengan kejadian lesi prakanker serviks melalui skrining IVA. Dapat disimpulkan bahwa faktor risiko paling besar terhadap kejadian lesi prakanker serviks adalah riwayat gejala penyakit menular.
Pengetahuan dan Jumlah Anak dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Kurniasari, Lia
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.34069

Abstract

Kontrasepsi merupakan salah satu upaya pemerintah yang sudah lama di jalankan dalam rangka pengaturan jumlah penduduk khususnya di suatu Negara termasuk Indonesia salah satu isi kegiatannya berupa penggunaan alat kontrasepsi. Pada tahun 2015 jumlah penduduk Indonesia naik sebanyak 254,9 juta jiwa. Angka ini masih masuk kedalam lima permasalahan kependudukan. Pada tahun 2017 Januari hingga Juni Peserta KB Baru MKJP terdapat 1.555 peserta dengan persentase 14,27%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan jumlah anak yang telah dimiliki dengan penggunaan MKJP. Metode peneltian ini kuantitatif dengan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 66 responden dipilih dengan simple random sampling. Analisa data menggunakan Chi Square. Adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan MKJP dengan nilai P value 0.001 dan tidak terdapat hubungan jumlah anak dengan MKJP , nilai P Value sebesar 0,079. Alasan di lapangan yang ditemukan tingginya angka penggunaan MKJP karena, promosi dari pihak puskemas yang maksimal terkait alat kontrasepsi. Pemberian informasi ini dilakukan saat ibu masih hamil dan melakukan pemeriksaan kehamilan. Pentingnya pemahaman dari awal sebelum menikah kepada pasangan muda perlu dikuatkan agar pemahaman kontrasepsi dapat didapatkan secara maksimal dan penegasan kepada pasangan usia subur yang telah berusia diatas 35 tahun untuk langsung menggunakan MKJP.
Kebutuhan Tenaga Kerja Berdasarkan Beban Kerja dengan Metode Workload Indicator Staffing Need Cania, Lia
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.34082

Abstract

Rumah sakit Budi Agung Juwana mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien sebanyak 18% dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2017. Peningkatan jumlah kunjungan pasien tersebut dirasa berbanding terbalik dengan jumlah karyawan pada Unit Rekam Medis yang hanya berjumlah 4 orang. Hal tersebut menyebabkan para pekerja pada unit ini tidak hanya berfokus pada satu pekerjaan atau memiliki beban kerja ganda, sehingga berakibat pada kurang maksimalnya pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan. Permasalahan lain yang timbul, karena banyaknya berkas dan pekerjaan yang dilakukan karyawan mengakibatkan pengarsipan pada unit ini kurang, hal ini dibuktikan dengan adanya berkas yang hilang karena tercecer. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan data kuantitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 4 orang pegawai rekam medis sebagai informan utama dan 1 orang petugas unit pengelolaan SDM sebagai informan triangulasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan wawancara mendalam. Teknik pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan unit rekam medis dihitung dengan menggunakan metode WISN adalah 4 orang, yang mana sudah sesuai dengan jumlah yang ada saat ini. Sedangkan terjadinya beban kerja ganda dikarenakan kegiatan produktif yang dilakukan karyawan masih kurang dari 80% yaitu 66,37%. Saran penelitian ini adalah melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawan untuk meminimalisasikan penggunaan waktu yang tidak produktif. The number of visitors at Budi Agung Hospital Juwana increased as much as 18% from 2012 until 2017. The increased of visitors number is felt to be inversely proportional to the number of employees in medical record unit which only consist of 4 people/employees. It causes the workers of this unit don’t just focus on one job or they have double workloads so that it causes the work become not optimal well. Another problem that arises is the large number of files and tasks performed by employees so that it causes the lack of archiving in this unit, it is proved by the missing files due to scattered. The type of this research is qualitative method which used quantitative data. The informants in this study were 4 employees in the medical record unit as the main informants and a human resources management unit officer as triangulation informant. The instrument used was in-depth interview guide. The data collection technique by conducting in-depth interviews. The results showed that the number of employees needed medical record unit which calculated by WISN method is 4 people/ employees which is appropriate with the number of employees currently available. While, the occurrence of double workload due to productive activities carried out by employees were still lower than 80%, that is 67.37%. The suggestion of this research is supervise intensively to minimize the use of unproductive employee time.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue