cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
PENILAIAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI LABORATORIUM KIMIA Ridasta, Bagus Anggoro
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.33891

Abstract

Abstrak Laboratorium kimia merupakan tempat penelitian dan percobaan yang berpotensi menimbulkan suatu kecelakaan. Laboratorium Kimia memiliki jumlah kecelakaan yang tinggi dengan rata-rata 18 kasus per tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penilaian awal (baseline) penerapan SMK3 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 di Laboratorium Kimia Universitas Negeri Semarang.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Instrumen penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi dan lembar check list dokumen. Responden dalam penelitian ini adalah Kepala Laboratorium Kimia, Teknisi/Penanggung Jawab Laboratorium Kimia dan Admin Layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64 butir kriteria penerapan tingkat awal, kriteria yang tercapai sebesar 57,85% (37 kriteria) dan sebesar 42,15% (27 kriteria) belum terpenuhi. Simpulan dalam penelitian adalah penilaian (baseline) penerapan SMK3 termasuk dalam kategori penilaian kurang. Disarankan kepada Laboratorium Kimia UNNES untuk meningkatkan penerapan SMK3 pada kriteria yang belum sesuai.   Kata kunci: laboratorium kimia, SMK3   Abstract Chemical laboratory is a high risk place where scientific research and experiments may be performed. The average of accidents in chemical laboratory is 18 cases per year. The aim of this study is to figure out the preliminary assessment (baseline) of occupational safety and health management system based on Goverment Regulation Number 50 of 2012 at UNNES chemical laboratory. This was a descriptive quantitative study. The instruments used interview guidelines, observation sheets, and documentation check list. Respondents of this study were the head of chemical laboratory, technicians or person in charge of chemical laboratory, and the staff of administration service. The results from 64 criteria showed that 57,58% (37 criteria) complied the regulation and 42,15% (27 criteria) did not comply the regulation. This study concluded that the preliminary assessment of occupational safety and health management system was categorized in low level. This study recommended UNNES chemical laboratory to increase the implementation of occupational safety and health management system especially for 27 criteria.   Keywords: chemical laboratory, occupational safety and health management system
PENERAPAN SARANA ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) DI PUSAT PERBELANJAAN MALL Panja, Hironimus
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.33924

Abstract

Abstrak Pada tahun 2011-2015, data kebakaran Indonesia sejumlah 979 kejadian kebakaran, sedangkan kasus kebakaran di pusat perbelanjaan pada tahun 2018 dengan total 37 orang tewas. Penerapan APAR diperlukan untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan sarana alat pemadam api ringan (APAR) di pusat perbelanjaan java mall semarang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli - Agustus 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara, dan lembar obsevasi. Terdapat 3 informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 18 elemen yang bersumber dari Permenakertrans No.4 Tahun 1980 dan Permen Pu No. 26 Tahun 2008, sebanyak 10 elemen (55,5 %) terpenuhi sesuai dengan standar, sedangkan 8 elemen (44,4 %) belum terpenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan APAR di Java Mall Semarang belum sepenuhnya sesuai standar yang berlaku yaitu Permenakertrans No.4 Tahun 1980, dan Permen PU No. 26 Tahun 2008. Abstrack  In 2011-2015, Indonesian fire data numbered 979 fire incidents, while fire cases in shopping centers in 2018 with a total of 37 people were killed. APAR application is needed to overcome and prevent fires. The purpose of this study was to determine the application of a means of fire extinguisher (APAR) in the java mall Semarang shopping center. This research was conducted in July - August 2019. This type of research is descriptive qualitative. The research instrument used interview guidelines, and observation sheets. There are 3 informants who were determined by purposive sampling technique. The results showed that of 18 elements sourced from Permenakertrans No.4 of 1980 and Permen Pu No. 26 of 2008, as many as 10 elements (55.5%) were met in accordance with the standards, while 8 elements (44.4%) were not met or were not in accordance with applicable standards. The conclusion of this research is that the application of APAR in Java Mall Semarang is not yet fully in accordance with applicable standards, namely Permenakertrans No.4 of 1980, and Permen PU No. 26 of 2008.    Keywords : Fire, Mall, Fire Extinguisher Portable
TINGKAT PENDIDIKAN BUKAN MERUPAKAN PREDIKTOR RISIKO DIABETES BERDASARKAN SKORING AMERICAN DIABETES ASSOCIATION Agustianto, Rafiv Fasya; Mudjanarko, Sony Wibisono; Prabowo, Gwenny Ichsan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jawa Timur termasuk 10 besar provinsi dengan prevalensi diabetes melitus (DM) tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan risiko diabetes di Surabaya. Penelitian ini merupakan suatu studi korelasi analitik dengan metode cross sectional, dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2018 dengan metode skoring berdasarkan kuesioner American Diabetes Association (ADA). Skor < 5 diklasifikasikan sebagai risiko rendah, sedangkan skor ? 5 dikategorikan sebagai risiko tinggi menderita diabetes melitus (DM). Data diproses dengan uji analisis chi-square menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistic 23. Sebanyak 113 subjek terlibat dalam penelitian ini, dengan 92 orang di antaranya memenuhi kriteria inklusi. Secara keseluruhan, 54 dari 92 subjek termasuk kelompok berisiko tinggi (58,70%), dengan 34 orang di antaranya berpendidikan rendah (62,96%). Mayoritas subjek adalah wanita (76,09%) dan lansia berusia lebih dari 60 tahun (34,78%). Secara statistik, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan bukan merupakan prediktor risiko diabetes berdasarkan skoring American Diabetes Association (p> 0,05), namun distribusi data menunjukkan prevalensi diabetes lebih banyak terdapat pada subjek berpendidikan rendah, wanita, dan lansia. ABSTRACT East Java is among the top 10 provinces with the highest prevalence of diabetes mellitus (DM) in Indonesia. This study aims to analyze the relationship between education level and diabetes risk in Surabaya. This cross-sectional study was conducted on December 9, 2018, with scoring method based on American Diabetes Association (ADA) questionnaire. Score < 5 is classified as low risk, while score ? 5 is categorized as high risk of suffering from diabetes mellitus (DM). Data were processed by chi-square analysis using IBM SPSS Statistics 23 software. A total of 113 subjects were involved in this study, with 92 of them fulfilling the inclusion criteria. Overall, 54 of 92 subjects were having high-risk (58.70%), 34 of them were low-educated (62.96%). Most of subjects were women (76.09%) and elderly aged over 60 years (34.78%). Statistically, this study indicates that education level is not a predictor of diabetes risk based on American Diabetes Association score (p> 0.05), however data distribution indicates diabetes prevalence was higher in low-educated, women and elderly subjects.  
ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI SUPERMALL Budi, Avilia Ayu Setyo; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.33997

Abstract

Java Supermall Semarang merupakan pusat perbelanjaan menyediakan 86 tenant yang terdiri dari restoran, arena bermain anak-anak, supermarket, dan tempat belanja lainnya. Pusat perbelanjaan ini memiliki rata rata ± 3000 pengunjung/hari tidak tetap yang beragam dan 207 karyawan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan bahwa adanya adanya ketidaksesuaian terhadap kebijakan K3, identifikasi  bahaya, pengendalian risiko bahaya, inspeksi K3 dan audit SMK di Java Supermall Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan aspek keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 di Java Supermall Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi dilapangan. Instrumen yang digunakan adalah observasi secara terbuka menggunakan lembar observasi dan wawancara semi terstruktur menggunakan pedoman wawancara. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan metode content analysis (deskriptif isi) untuk meninjau aspek K3 di Java Supermall Semarang. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Java Supermall Semarang telah melaksanakan 42 dari total 59 butir aspek keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun  2012 atau 71,1% pencapaian penerapan tingkat awal, dan termasuk dalam kategori perusahaan dengan tingkat penilaian penerapan baik
PENILAIAN KINERJA POS UPAYA KESEHATAN KERJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS TAHUN 2019 Fitriyani, Rohmatul Ummah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.34022

Abstract

Informasi terkait kesehatan dan perkembangan kesehatan kerja sektor informal relatif kurang mendapatkan perhatian sehingga perlu diantisipasi dan diberikan solusi bagi berbagai hambatan dalam pelaksanaan K3 sektor informal. Salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam penerapan K3 sektor industri informal adalah Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai bagaimana kinerja Pos UKK di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Penelitan ini dilakukan pada bulan Juni 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-komparatif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan, paduan wawancara, dan lembar studi dokumentasi. Terdapat 18 informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan penilaian kinerja Pos UKK wilayah kerja Puskesmas Rejosari lebih baik daripada Puskesmas Dawe. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih perlunya perbaikan pada pelaksanaan Pos UKK baik di wilayah kerja Puskemas Dawe maupun Puskesmas Rejosari.AbstractInformation related to health and the development of occupational health in the informal sector is relatively lacking attention so it needs to be anticipated and given solutions to various obstacles in the implementation of OSH informal sector. One form of government attention in the application of OSH to the informal industrial sector is the Occupational Health Efforts Post (UKK Post). the purpose of this study was to assess how the performance of the UKK Post in the working area of Dawe District Health Center, Kudus Regency. This research was conducted in June 2019. This type of research is descriptive-comparative with a qualitative approach. The research instrument used observation sheets, interview alloys, and documentation study sheets. There are 18 informants who were determined by purposive sampling technique. The results showed that the performance evaluation of the UKK Post in the working area of the Rejosari Community Health Center was better than that of the Dawe Health Center. The conclusion of this study is that there is still a need for improvement in the implementation of the UKK Post both in the working area of the Dawe Health Center and Rejosari Health Cente
PENGHAMBAT PELAKSANAAN PELAYANAN KRIOTERAPI PADA PENDERITA IVA POSITIF Nisa, Choerun; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.34308

Abstract

ABSTRAK Tahun 2017 di Kabupaten Semarang pelaksanaan krioterapi baru mencapai 8,6% dari angka yang ditetapkan permenkes nomor 34 tahun 2015 yaitu sebesar 30%. Pelayanan krioterapi termasuk kedalam SPM kesehatan puskesmas di bidang kesehatan pada usia produktif, namun dari 26 puskesmas di Kabupaten Semarang hanya 4 puskesmas yang pernah melaksanakan pelayanan krioterapi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan pelayanan Krioterapi pada penderita IVA Positif di Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan study kasus dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam serta lembar checklist. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan analisis data secara deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian adalah 14 informan. Hasil menunjukan bahwa faktor utama penghambat pelayanan krioterapi adalah masalah legalitas dari pelaksanaan krioterapi dan pengadaan barang habis pakai yaitu nitrogen yang masih terkendala. Saran dalam penelitian adalah melakukan pertemuan antara semua pemegang program krioterapi di setiap puskesmas dengan Dinkes dan BPJS untuk mendiskusikan kelanjutan dari pelaksanaan krioterapi. serta melakukan peralihan penggunaan barang habis pakai yang sebelumnya menggunakan NO2 menjadi CO2. ABSTRACT In 2017, the implementation of cryotherapy services in Semarang Regency only reached 8,6% over 30% target stated in the Regulation of Health Minister Number 34 of 2015. Cryotherapy services are included in the minimum standard of health services center in the field of health services for productive ages. However, there were only 4 from 26 health services center that have performed the cryotherapy services. The aim of this study was to determine the inhibiting factors in the implementation of cryotherapy for patients with VIA positive in Semarang Regency.This study used qualitative method with case study design. The data collection used in-depth interview and check list. The informants were selected with purposive sampling technique and descriptive analysis. The total of informants were 14 people. The results showed that the main inhibiting factor in the implementation of cryotherapy for patients with VIA positive in Semarang Regency was the legality of cryotherapy services and the procurement of nitrogen. This study recommended to organize a meeting between the stakeholders of cryotherapy program from each health services center with the public health office and the social insurance administration organization for health. The purpose of the meeting is to discuss the sustainability of cryotherapy program and do the substitution from NO2 to CO2.
EFEKTIVITAS BONGGOL JAGUNG SEBAGAI MEDIA BIOFILTRASI DALAM MENURUNKAN BEBAN PENCEMAR LIMBAH DOMESTIK Muliyadi, Muliyadi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.34753

Abstract

Biofilter Anaerob Bermedia Plastik (bioball) adalah suatu proses pengolahan air limbah secara biologis dengan menggunakan media filter. Media ditujukan untuk tempat melekatnya mikroorganisme agar dapat melakukan proses perkembangbiakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan metode biofiltrasi menggunakan bonggol jagung dalam menurunkan pencemar fisik dan kimia limbah cair domestic.(Amri 2014) Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental sederhana dengan rancangan post test only group control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh limbah cair domestic yang ada di kelurahan makassar timur, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 10 liter hasil dari pengambilan dari setiap titik yang ada pada kelurahan makassar timur, pemilihan kelurahan makassar timur sebagai tempat pengambilan sampel dikarenakan area tersebut merupakan area dengan pencemaran limbah cair tergolong tinggi, penelitian ini dila bulan juni-juli. hasil penelitian menunjukkan bahwa biofiltrasi menggunakan bonggol jagung mampu menurunkan kadar BOD sebesar 81,85% (2,8 mg/l), TDS 49,09%(781 mg/l), TSS 33,79%(781), dan menetralkan PH menjadi 7. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa biofiltrasi dengan menggunakan bonggol jagung mampu menurunkan beban pencemar fisik dan kimia pada limbah cair domestik.   Kata kunci: Biofilter, pencemar fisik, Kimia, bonggol jagung
PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS Cahyani, Isna Septiana Dewi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.34812

Abstract

Abstrak Kunjungan K4 di Puskesmas Trucuk I tahun 2016-2018 mengalami penurunan. Tahun 2016 sebesar 91,63%. Tahun 2017 sebesar 91,26% dan tahun 2018 adalah 84,96%. Kunjungan K4 di Puskesmas Trucuk I belum memenuhi target yang telah ditetapkan yaitu 95% sehingga menunjukan bahwa rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Trucuk I. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care di Puskesmas Trucuk I Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan sampel sebanyak 84 responden dan teknik pengambilan sampel purposive sampling.  Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian adalah tidak ada hubungan antara pemanfaatan pelayanan antenatal care dengan umur (p=0.168), pendidikan (p=0.275), penghasilan (p=0.50), aksesibilitas (p =1), riwayat penyakit (p=1) dan dukungan keluarga (p=0.183). Sedangkan yang berhubungan adalah pekerjaan (p=0.04), pengetahuan (p=0.004), dan tingkat kepuasan (p=0.002). Abstract The K4 visit to the Health Center I Trucuk in 2016-2018 has decreased. In 2016 was 91.63%. In 2017 was 91.26% and in 2018 was 84.96%. The K4 visit to the Health Center I Trucuk has not met the predetermined target of 95%, so it shows that the low utilization of health services for expectant mothers in the working area of Health Center I Trucuk. The purpose of this study was to find out the factors related to the utilization of antenatal care services in the health center I Trucuk, Klaten Regency. This study used a quantitative research design with a sample of 84 respondents and a purposive sampling technique. The instrument in this study used a questionnaire. Data analysis used chi-square. The results of the study were there were no relationship between the use of antenatal care services with age (p = 0.168), education (p = 0.275), income (p = 0.50), accessibility (p = 1), hospital sheet (p = 1) and family support (p = 0.183). While those related were work (p = 0.04), knowledge (p = 0.004), and level of satisfaction (p = 0.002).
PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS Basith, Ziana Aubi; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.34957

Abstract

Number of patient visits in Puskesmas Gayamsari has decreased from 2015 to 2018. The scope of health service utilization in Puskesmas Gayamsari can be said low, because of the reach of patient visits in Puskesmas Gayamsari under the average patient visits in Puskesmas of Semarang City, that is 80%. The research objectives were to know the factors relate to the utilization of health services in Puskesmas Gayamsari. The type of research is an analytical observational with cross sectional design. The number of samples is 90 respondents selected with an accidental sampling using the chi-square test.  Result shows that knowledge (p=0,000), attitude (p=0,009), individual assessment of the disease (p=0,000), facilities (p=0,000), doctor's service (p=0,016), accessibility (p=0,000), and ease of information (p=0,000) are related with the utilization of health services i  Puskesmas gayamsari, while the level of education (p=0,379) is not related to the utilization. This research suggestion is to optimize the publication of the existence and benefits of Puskesmas Gayamsari as health service provider through mass media and soon.
PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DAERAH KEPULAUAN Pratama, Satrio; Susanto, Henry Setiawan; Warella, Y.
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.37599

Abstract

Abstrak Penyakit tidak menular (PTM) bertanggung jawab terhadap 70% kematian didunia. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) menjadi sarana untuk deteksi dini faktor risiko PTM. Kepulauan Anambas adalah kabupaten dengan jumlah Posbindu PTM terendah kedua yaitu 27,7% di Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian bertujuan menganalisis implementasi Posbindu PTM di daerah kepulauan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Informan penelitian berjumlah 26 responden yang dipilih secara purposive. Analisa data dilakukan dengan metode analisis isi. Penelitian dilakukan bulan November sampai Desember 2019. Hasil penelitian menunjukkan 10 kegiatan dasar Posbindu PTM belum terlaksana semuanya karena keterbatasan alat dan kompetensi pelaksana. Jumlah tenaga pelaksana kurang dikarenakan banyak kader yang tidak aktif akibat kurang intensnya komunikasi dan sosialisasi oleh petugas kesehatan di Puskesmas maupun Dinas Kesehatan. Lingkungan geografis dan kondisi cuaca menjadi penghambat pelaksanaan Posbindu PTM pada wilayah dengan karakteristik kepulauan. Kesimpulan penelitian adalah implementasi program Posbindu PTM sudah berjalan namun belum memenuhi target dikarenakan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan.     Abstract Non-communicable diseases (PTM) are responsible for 70% of deaths worldwide. Integrated Development Post (Posbindu) becomes a means for early detection of PTM risk factors. Anambas Islands is the second lowest number of Posbindu PTM, 27.7% in Riau Islands. The research aimed to analyze the implementation of Posbindu PTM in the islands. This type was qualitative with a case study approach. The instruments were interview guidelines and observation with source triangulation to test the validity of the data. 26 persons informant assignment using the purposive sampling technique. Data analysis was performed using the content analysis method. The research was conducted from November to December 2019. The results showed that 10 basic Posbindu PTM activities had not yet been carried out because of the limitations of the tools and competence of the implementers. The number of implementing staff is lacking because many cadres are inactive due to lack of intense communication and outreach by health workers at the Puskesmas and the Health Office. The geographical environment and weather conditions hamper the implementation of Posbindu PTM in areas with archipelagic characteristics. The research conclusion were the implementation of Posbindu PTM program is already running but has not met the target because there are several obstacles in implementation.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue