cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Perilaku Merokok pada Remaja Umur 13-14 Tahun Mirnawati, Mirnawati; Nurfitriani, Nurfitriani; Zulfiarini, Febriana Maya; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.26761

Abstract

Abstrak Merokok masih menjadi masalah kesehatan di kalangan remaja. Diperkirakan dari 70 juta anak Indonesia, 37% diantaranya adalah perokok. Remaja adalah tahap dimana masih mencari jati diri, ingin mencoba hal baru, dan mudah terpengaruh terhadap lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Candirejo pada Bulan Desember 2017. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku merokok pada remaja. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain studi crossectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 30 sampel dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 14 (46%) adalah perokok. Alasan merokok dikarenakan pengaruh teman, serta keinginan ingin mencoba. Umur pertama kali merokok yaitu sebanyak 2 (7%) remaja mulai merokok sejak SD umur 10 tahun, sebanyak 8 (27%) remaja laki-laki mulai merokok sejak SMP umur 13-14 tahun, dan 1 (3%) orang remaja mulai merokok sejak SMA umur 16 tahun. Simpulan penelitian ini yaitu faktor yang mempengaruhi remaja merokok diantaranya jenis kelamin, teman sebaya, lingkungan sekitar dan hasrat ingin mencoba. Abstract Smoking is still a health problem among teenagers. It was estimated that from 70 million Indonesian children, 37% of them are smokers. Teenagers were in the stage still looking for identity, want something new, and easy to tell the environment. This research was conducted in Candirejo Village in December 2017. The purpose of this research was to know the behavior of smoking in adolescent. The type of this research was quantitative descriptive with crossectional study design. The sample was 30 samples with simple random sampling technique. The instrument used a questionnaire. The results showed that as many as 14 (46%) are smokers with priority seizures due to friend integration, as well as usability. The first time smokers were as many as 2 (7%) teenagers started smoking since elementary school age 10 years, as many as 8 (27%) of teenagers started smoking since junior age 13-14 years, and 1 (3%) teens start smoking since high school is 16 years old. The conclusions of this study are the factors that affect teenagers, peers, the environment and other desires. Keyword : Behavior, Smoking, Teenagers
Youth Centre Model Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja di Daerah Tinggi Kehamilan Berisiko Azinar, Muhammad; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.26801

Abstract

Abstrak Jumlah kasus kematian ibu di kabupaten Kendal pada tahun 2015 sebanyak 23 kasus, tahun 2016 19 kasus, dan tahun 2017 naik menjadi 25 kasus. Desa Singorojo adalah desa yang dalam 3 tahun terakhir memiliki trend kenaikan kasus kehamilan risiko tinggi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Youth Centre Model dalam meningkatkan pengetahuan sikap remaja di daerah kehamilan berisiko tinggi. Penelitian ini dirancang dengan desain pre-eksperimental research dengan one group pretest-posttest design yang dianalisis secara kuantitatif. Populasi penelitian adalah remaja di desa Singorojo kabupaten Kendal. Sampel ditentukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji beda dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menujukkan edukasi sebaya yang dilakukan oleh Kader Youth Centre yang telah diberi pelatihan telah mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja khususnya terkait seksualitas dan kehamilan berisiko tinggi (p value 0,001). Selain itu juga dapat meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya pendewasaan usia perkawinan melalui perubahan sikap remaja (p value 0,002). Simpulan menunjukkan Youth Centre dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada siswa remaja. Abstract The number of maternal mortality cases in Kendal district in 2015 reached 23 cases, in 2016 were 19 cases, and in 2017 were 25 cases. Singorojo village was a village that in the last 3 years had a significant upward trend in cases. This study aimed to determine the effectiveness of the Youth Center Model in increasing the knowledge of the attitudes of adolescents in high risk pregnancy areas. This study was designed with a pre-experimental research design with one pretest-posttest design group analyzed quantitatively. The study population was adolescents in Singorojo village, Kendal district. Sampling technique used purposive sampling. Data analysis was used a different test and Wilcoxon test. The results of a complete peer education study conducted by Youth Center Cadres who had been given training had been able to improve adolescent health knowledge with high sexuality and pregnancy (p value 0.001). In addition, it could also increase teenagers' awareness of the importance of marriage awareness for adolescent girls (p value 0.002). Conclusion showed that Youth Center can increase knowledge and awareness of adolescent students. Keyword : Youth Centre, Knowledge, Atitude, Risky Pregnancy
Kebiasaan Sarapan pada Mahasiswa Aktif Putra, Alman; Syafira, Dhea Nur; Maulyda, Salma; Afandi, Alfan; Wahyuni, Sri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.26803

Abstract

Abstrak Di Provinsi Jawa Tengah terdapat status gizi kurang sebanyak 7,5 %, status gizi normal sebanyak 53,1 %, status gizi gemuk sebanyak 28,1, dan status gizi obes sebanyak 11,2 %. Asupan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi. Asupan salah satunya dapat dipenuhi dengan sarapan. Dalam penelitian ini menggunakan sampel Mahasiswa Semester 1-7 Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Ngudi Waluyo yang berjumlah 77 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif dengan desain penelitian cross sectional. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan Mahasiswa Pogram Studi Kesehatan Masyarakat memiliki status gizi normal sebanyak 57 responden (74 %). Kebiasaan sarapan terdapat lebih banyak frekuensi sarapan responden 43 (56 %) jarang melakukan sarapan. Lebih banyak 64 responden (83 %) melakukan sarapan sebelum pukul 09.00. Sedangkan responden melakukan sarapan setiap pagi sebanyak 38 (49 %) hampir sama dengan responden melakukan sarapan hanya saat sebelum melakukan aktivitas sebanyak 39 (51 %). Abstract In Central Java Province, there are less than 7.5% nutrition status, 53.1% normal nutrition status, 28.1 obese nutrition status, and obesity nutrition status of 11.2%. Intake of one of the factors that affect nutritional status. One intake can be filled with breakfast. In this study used a sample of Students Semester 1-7 Ngudi Waluyo Community Health Studies Program which amounted to 77 people. The type of research used is descriptive qualitative research with cross sectional research design. From the results of the research, it can be seen that overall Student Pogram Studies Public Health has normal nutritional status as much as 57 respondents (74%). Breakfast habits are more frequent breakfast 43 respondents (56%) rarely do breakfast. More 64 respondents (83%) did breakfast before 09.00. While respondents do breakfast every morning as much as 38 (49%) almost the same as the respondent to do breakfast just before the activity as much as 39 (51%). Keyword : Breakfast, Nutrition Status, Student
Pola Asuh dan Peer Group terhadap Konsep Diri Remaja tentang Perilaku Seksual Najib, Najib
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.26931

Abstract

Abstrak Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan yang penuh dengan permasalahan. Salah satu permasalahan pada remaja yang berisiko adalah masalah perilaku seksual remaja. Faktor yang memengaruhi perilaku reproduksi remaja diantaranya adalah faktor keluarga dan pergaulan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orangtua dan peer group terhadap konsep diri remaja tentang perilaku seksual pada siswa SMK. Jenis penelitian ini survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Responden penelitian ini adalah siswa/siswi dan orangtua SMK Negeri di Kota Semarang sebanyak 387 orang dan diambil dengan purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil menunjukkan Peer group Buruk (73,8), Pola Asuh orangtua Otoriter (57,9%), dan Konsep Diri Baik (68,3). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan Peer group dengan konsep diri remaja tentang perilaku seksual di SMK Negeri di Kota Semarang (P= 0,009;C=0,134), 35,5% konsep diri Buruk dengan peer group yang buruk. Ada hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan konsep diri remaja tentang perilaku seksual di SMK Negeri di Kota Semarang (P=0,003;C=0,153), 37,9% pola asuh otoriter mengakibatkan konsep diri yang buruk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh orang tua dan peer group berhubungan dengan konsep diri remaja terkait perilaku seksual. Abstract The period for the future of individual transition is full of problems. One of the problems in adolescents who are at issue is the problem of adolescent governance. Factors that influence adolescents are family factors and teenage relationships. This study aimed to determine the effect of parenting and peer grouping on adolescent self-concept about sexual behavior in vocational students. This type of research was analytic survey with cross sectional research design. Respondents of this study were 387 public vocational high school students in Semarang City and taken by purposive sampling. Bivariate analysis used Chi Square test. The results showed the Poor Group (73.8), the Authoritarian Asuhahulu Pattern (57.9%), and the Good Self Concept (68.3). Statistical test shows that there is a relationship between Peer group and adolescent self-concept in Semarang City State Vocational High School (P = 0.009; C = 0.134), 35.5% Bad self concept with poor peer group. There is a relationship between parenting and self-concept in state vocational schools in the city of Semarang (P = 0.003; C = 0.153), 37.9% authoritarian parenting that is bad. This study concluded that parenting and peer group were related to sexual concepts. Keyword : Parenting, Youth Development, Adolescent Sexual Behavior
Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short course) Faizah, Isna Lutfiyatul; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.26951

Abstract

Angka penemuan kasus dan angka keberhasilan pengobatan hingga akhir 2017 di Puskesmas Kandangan masih rendah yaitu 35,8% dan 65,5%. Angka ini belum memenuhi target yang ditetapkan yaitu 70% dan 85%. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dari upaya penanggulangan Tb Paru dengan strategi DOTS. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, sumber data penelitian dengan sumber data primer dan sekunder, data primer melalui wawancara. Wawancara dilakukan pada 3 informan utama dan 7 informan triangulasi. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari segi input, SDM, sarana prasarana dan SOP sudah mencukupi akan tetapi dana belum cukup. Dari segi proses, komitmen politis sudah saling mendukung akan tetapi dalam hal pendanaan belum, penemuan kasus, distribusi obat sudah sesuai dengan permenkes No. 67 tahun 2016, pmo belum bekerja sesuai fungsinya, pencatatan dan pelaporan secara online dengan SITT belum terlaksana dengan baik. Dari segi output capaian angka penemun kasus hingga april 2018 sebesar 40% dan capaian angka keberhasilan pengobatan 72%. Saran penelitian ini agar meningkatkan kualitas dari segi proses dan melakukan pengawasan terhadap pasien.
Pemanfataan Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas Indrastuti, Afifah Nur; Mardiana, Mardiana
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.26952

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Puskesmas Kalongan merupakan puskesmas yang mengalami penurunan cakupan K4 dalam 3 tahun terakhir dari tahun 2015-2017 berturut-turut yaitu sebesar 88,6% 82,8%, 81,1%, masih dibawah target SPM (94%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Kalongan Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, dilengkapi dengan kajian kualitatif dengan wawancara mendalam. Jumlah responden 51 ibu melahirkan untuk penelitian kuantitatif yang dipilih secara acak sederhana dan 5 responden untuk penelitian kualitatif. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dan kajian kualitatif disajikan dalam bentuk narasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pekerjaan (p= 0,001), pengetahuan (p= 0,008), sikap (p= 0,001), dukungan keluarga (p= 0,015), kemudahan informasi (p= 0,033), keluhan penyakit (p= 0,039) memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care. Faktor umur (p= 0,956) dan kepemilikan jaminan kesehatan (p= 0,234) tidak memiliki hubungan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal care. Saran bagi ibu yaitu agar ibu melakukan pemeriksaan antenatal care secara rutin.
Implementasi Kebijakan Ruang Laktasi di Tempat Kerja Sari, Nela Kusuma; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.26982

Abstract

Cakupan ASI eksklusif tahun 2016 di Kabupaten Semarang masih di bawah target nasional (80%) dan rata-rata cakupan ASI di Jawa Tengah (54,22%) yaitu sebesar 49,34%. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu masih sedikitnya tempat kerja yang menyediakan ruang lakasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sumberdaya dalam implementasi kebijakan ruang laktasi di tempat kerja pada PT. Bina Guna Kimia Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan informan purposive sampling 7 informan utama dan 3 informan triangulasi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumberdaya dalam impementasi kebijakan ruang laktasi di tempat kerja secara keseluruhan sudah cukup baik walaupun masih terdapat bagian yang belum sesuai. Saran penelitian ini adalah untuk menyesuaikan dengan Permenkes RI No. 15 Tahun 2013 dalam penyediaan sumberdaya dalam implementasi kebijakan ruang laktasi di tempat kerja.
Status Akreditasi Puskesmas dengan Tingkat Kepuasan Pasien Trisna, Intan Nurjannah Pratiwi; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.27138

Abstract

ABSTRACT The number of public health center in Semarang City is accredited as of February 2018, namely 31 health centers. Moreover, it was unknown about the description of patient satisfaction level, both before and after being accredited. The purpose of this study was to determine the relationship between the accreditation status and the satisfaction level of outpatient (case study 5 public health centers in Semarang City). The type of this research is observational analytic with design cross sectional. The sample was set at 101 respondents using the proportionate simple random sampling technique. The instruments used were structured questionnaires and observation sheets. Data were analyzed using chi-square test and logistic regression test. The results of this study were accreditation status category non-accredited (p=0,000), basic accredited (p=0,000), middle accredited (p=0,024), main accredited (p=0,217), and plenary accredited as reference. After being controlled by the variables of education, income, employment status, type of financing (r2=42.0%; AUC=82.7%) only accreditation status with non-accredited and basic accredited category is related to patient satisfaction. The conclusion, accreditation status of public health center (non-accredited, basic accredited, and middle accredited category) is related to the level of patient satisfaction. Keywords: Accreditation Status, Patient Satisfaction, Public Health Center
Kejadian Pneumonia Balita di Wilayah Pengasapan Ikan Jannah, Miftakhul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.27620

Abstract

Abstrak Sentra Pengasapan Ikan terletak di Rukun Warga (RW) 02, Kelurahan Bandarharjo. Jumlah kasus pneumonia balita di RW 02 tahun 2017 menempati urutan tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia balita di Wilayah Pengasapan Ikan Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan rancangan kasus-kontrol. Jumlah sampel masing-masing kelompok adalah 42 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data diolah menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis dinding (OR= 3,03), keberadaan plafon (OR= 4,11), luas ventilasi (OR= 2,93), penggunaan obat nyamuk bakar (OR= 3,63), jarak rumah dengan wilayah pengasapan ikan (OR= 3,25), perilaku merokok di dalam rumah (OR= 2,94), perilaku membersihkan rumah (OR= 2,94), keikutsertaan balita di dapur saat ibu memasak (OR= 3,02), serta pemberian ASI eksklusif (OR= 2,93) dengan kejadian pneumonia balita. Tidak ada hubungan antara kepadatan hunian kamar, kepadatan hunian rumah, jenis lantai, keberadaan lubang pengeluaran asap dapur, perilaku membuka jendela rumah, dan balita mendatangi tempat pengasapan ikan dengan kejadian pneumonia balita. Variabel yang diprediksi paling dominan adalah penggunaan obat nyamuk bakar (OR=5,309). ABSTRACT Fish Smoked Center is located in Rukun Warga (RW) 02, Kelurahan Bandarharjo. The number of pneumonia cases among children under five in RW 02 in 2017 was the highest in the working area of Bandarharjo Public Health Center. This research was analytic observational with case-control design. The number of samples of each group was 42 respondents taken by total sampling technique. Data were processed using chi-square test and logistic regression. The results shows that there is a relationship between wall type (OR=3.03), presence of ceiling (OR=4.11), ventilation (OR = 2.93), use of mosquito coils (OR=3.63), houses and fish smoked area distance (OR = 3.25), smoking behavior inside home (OR=2.94), house cleaning behavior (OR=2.94), presence of children in the kitchen when mothers cook (OR=3.02 ), and exclusive breastfeeding (OR=2.93) with the incidence of pneumonia among children under five. There is no relationship between children room occupancy density, house occupancy density, type of floor, kitchen fume outlet holes, behavior of opening window, and children visiting fish smoked places The most dominant variable is use of mosquito coils (OR=5.309).
Keberadaan Escherichia coli pada Makanan di Kantin Sekolah Dasar Afriyanti, Lia Nur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.27655

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kasus keracunan pangan bisa ditandai dengan diare. Pada tahun 2017, jajanan 12(24,53%) dan lembaga pendidikan 15(28,30%) menjadi penyebab dan lokasi tertinggi kedua keracunan. Kasus diare di Kota Semarang tahun 2014-2017 mengalami fluktuasi. Tahun 2014 sebanyak 38.134 kasus (IR 25/1000 penduduk) hingga tahun 2017 sebanyak 38.766 kasus (IR 26/1000 penduduk). Studi pendahuluan menyatakan minuman adalah jenis jajanan yang paling banyak tercemar E.coli. Tujuan penelitian: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan keberadaan E.coli pada minuman di kantin. Metode: Jenis penelitian analitik, rancangan cross sectional, besar sampel 86 sampel. Teknik pengambilan sampel sekolah menggunakan stratified random sampling dan sampel minuman menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan uji laboratorium. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan software SPSS. Hasil: Ada hubungan antara kondisi fasilitas sanitasi (p=0,034) dan higiene penjamah (p=0,040) dengan keberadaan E.coli pada minuman. Tidak ada hubungan antara jenis air (p=0,543) dan penerapan kebijakan sekolah (p=0,962) dengan keberadaan E.coli pada minuman. Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan keberadaan E.coli pada minuman adalah kondisi fasilitas sanitasi dan higiene penjamah. Abstract Background: Food poisoning can be characterized by diarrhea. In 2017, snacks 12(24.53%) and educational institutions 15(28.30%) were the second cause and location of food poisoning. Case of diarrhea in Semarang City in 2014-2017 was fluctuative. In 2014 there were 38,134 cases (IR 25/1000) untill 2017 there were 38,766 cases (IR 26/1000). A preliminary study stated, the drink was the most polluted of E.coli. Objective: To find the factors related to the presence of E.coli in drinks in canteen. Method: Analytic research type, cross-sectional design with 86 samples, sampling technique used stratified random sampling and purposive sampling. Data collection by interviewing, observing, and laboratory testing. Data analyzed with chi-square test using SPSS. Results: There are relationship between the condition of sanitation facilities (p=0.034) and handler hygiene (p=0.040), but there are no relationship between the type of water (p=0.543) and the implementation of school policies (p=0.962) with the presence of E. coli in drinks. Conclusion: Factors related to the presence of E.coli in drinks are condition of sanitation facility and handler hygiene.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue