cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Implementasi Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru Sofiyatun, Vivi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.24952

Abstract

ABSTRACT Introduction: the successful implementation of Tuberculosis prevention program is determined by the coverage of case finding rates and the success of the patient's treatment. At the Tlogosari Kulon health center, the number of coverage does not demand target. Purpose: Researchers want to analyze the implementation of Pulmonary Tuberculosis control program at the Tlogosari Kulon health center in 2018. Method: Qualitative research with descriptive design where the informants were selected by purposive sampling technique. Discussion: The lack of staff and facility resources, lack of consistency in communication and programmer commitment to patients that are less able to impede implementation so that they cannot reach the target set. Lack of active case discovery and information transmission that is only carried out between individuals makes the level of public knowledge low. Too loose commitment to patients can reduce treatment success rates. Conclusion: The implementation of the Tuberculosis prevention program at the Tlogosari Kulon health center is good enough but there are several factors that need to be corrected. At sains this reseach add knowledge about implmentation of Tuberculosis prevention program. Keywords: Implementation, Program, Tuberculosis
Faktor Kinerja Puskesmas di Kota Semarang Rubandiyah, HIdayatul Issri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.24989

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hasil penilaian kinerja puskesmas Kota Semarang yang dilaksanakan di 37 puskesmas menunjukkan dalam 3 tahun terakhir yaitu 2014 sampai 2016, sebanyak 10,8 % puskesmas selalu mengalami penurunan rangking kinerja dan 75,6 % dengan rangking kinerja yang fluktuatif serta pada 2016 sebesar 43,2 % puskesmas mengalami penurunan rangking kinerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kinerja puskesmas di Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh puskesmas di Kota Semarang yang berjumlah 37 puskesmas dengan sampel ditentukan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pelatihan dan pendidikan memiliki (p= 0,007), kondisi lingkungan fisik (p= 0,021), teknologi (p= 0,021), kemampuan SDM (p= 0,002), kepemimpinan (p= 0,018), faktor sarana dan prasarana (p= 0,961) dan ketersediaan dana (p= 0,995). Simpulan: Faktor pelatihan dan pendidikan, kondisi lingkungan fisik, teknologi, kemampuan SDM dan kepemimpinan memiliki hubungan dengan kinerja puskesmas (p < 0,05). Sedangkan faktor sarana dan prasarana dan ketersediaan dana tidak berhubungan dengan kinerja puskesmas (p > 0,05). Kata Kunci: Faktor Kinerja, Kinerja Puskesmas
Perencanaan Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan untuk Balita Setiowati, Komala Dewi; Budiono, Irwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.24990

Abstract

ABSTRAK Puskesmas Tegal Timur merupakan Puskesmas dengan persentase balita kurus terbanyak di Kota Tegal (12,13%) dan meningkat dari tahun sebelumnya (9,13%). Upaya dalam mengatasi masalah tersebut dengan menyelenggarakan PMT Pemulihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kegiatan perencanaan program PMT Pemulihan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan informan secara purposive sampling dengan 4 informan utama 5 orang informan triangulasi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi dengan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kegiatan perencanaan program PMT Pemulihan untuk balita di wilayah kerja Puskesmas Tegal Timur Kota Tegal cukup baik dan sebagian besar sesuai dengan Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan Tahun 2017. Tetapi penentuan balita sasaran yang menggunakan indeks BB/U di bawah -3SD masih kurang sesuai dengan peraturan tersebut yang seharusnya menggunakan indeks BB/TB di bawah -2SD. Saran penelitian ini adalah untuk memperbarui kebijakan terkait sasaran penerima program PMT Pemulihan dengan indeks BB/TB di bawah -2SD agar sesuai dengan Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan Tahun 2017. Kata kunci: Perencanaan, balita kurus, PMT Pemulihan, pemberitahuan
Tekanan Panas, Konsumsi Cairan, dan Penggunaan Pakaian Kerja dengan Tingkat Dehidrasi Ariyanti, Sheila Mufida; Setyaningsih, Yuliani; Prasetio, Diki Bima
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.25095

Abstract

Abstrak Pekerja di lingkungan panas dapat terpapar dehidrasi. Selain lingkungan kerja yang panas dehidrasi dapat disebabkan oleh kurangnya konsumsi cairan, penggunaan pakaian saat bekerja dan riwayat penyakit yang dimiliki.Pekerja pandai besi Desa Hadipolo terpapar panas dari lingkungan kerja berkisar antara 30oC –35oC dan mengalami tanda-tanda dehidrasi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7-15 April 2018.Tujuan penelitian menganalisis hubungan tekanan panas, konsumsi cairan dan penggunaan pakaian saat bekerja dengan tingkat dehidrasi pada pekerja pandai besi di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini ada hubungan antara tekanan panas (p value = 0,036), konsumsi cairan (p value = 0,021), penggunaan pakaian saat bekerja (p value = 0,020) dengan tingkat dehidrasi. Analisis secara multivariat diperoleh hasil kategori konsumsi cairan dengan p value = 0,016 dan kategori penggunaan pakaian saat bekerja dengan p value = 0,017. Kesimpulan dari penelitian ini variabel yang paling berperan terhadap tingkat dehidrasi yaitu kategori konsumsi cairan kategori dan penggunaan pakaian saat bekerja. Abstract Workers in hot environments can be exposed to dehydration. In addition to a hot dehydrated work environment, it can be caused by a lack of fluid consumption, the use of clothing at work and the history of the disease. Blacksmith workers in Hadipolo village are exposed to heat from the work environment ranging from 30oC -35oC and experiencing signs of dehydration. The study was conducted on April 7-15, 2018. The purpose of the study was to analyze the relationship between heat stress, fluid consumption and clothing usage while working with the level of dehydration in blacksmith workers in Hadipolo Village, Jekulo District, Kudus Regency. this research is an observational analytic study with cross sectional approach. The results of this study there is a relationship between heat stress (p value = 0.036), fluid consumption (p value = 0.021), use of clothing at work (p value = 0.020) with the level of dehydration with. Multivariate analysis obtained results of fluid consumption category with p value = 0.016 and clothing usage category while working with p value = 0.017. The conclusion of this study is the variable that most plays a role in the level of dehydration, namely the category of consumption of liquid and clothing usage category while working Keyword : Dehydration, Blacksmith, Heat Pressure, Work Clothes
Pengetahuan Pengaruhi Sikap dan Tindakan Mahasiswa terhadap Program Pencegahan Thalassemia di Indonesia Tursinawati, Yanuarita; Fuad, Wijayanti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.25407

Abstract

Abstrak Pengetahuan, sikap dan tindakan yang baik oleh tenaga kesehatan seperti dokter dalam upaya strategi pencegahan thalassemia sangat diperlukan, karena dokter yang berperan sebagai penyampai informasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan mahasiswa kedokteran tentang pencegahan thalassemia. Penelitian dengan pendekatan cross sectional study ini melibatkan 96 mahasiswa angkatan tahun I s.d IV, di Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Semarang antara bulan April-Juni 2018. Analisis pengetahuan, sikap, tindakan terhadap thalasemia menggunakan kuesioner. Skor tiap angkatan dibandingkan dengan uji Kruskal wallis, hubungan antara skor sikap, tindakan dengan pengetahuan diuji dengan regresi linier sederhana. Sebanyak 42,7 % mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik, mayoritas memiliki sikap yang positif (72,9%), tindakan yang baik (91,7%). Sebagian besar (70,8%) memiliki rencana untuk memeriksakan status karier thalassemia, namun lebih memilih menunda pemeriksaan sampai saat akan menikah (58,3%). Terdapat hubungan yang signifikan (P=0,023) antara sikap dengan pengetahuan dan antara tindakan dengan pengetahuan (p=0,039). Mahasiswa memiliki pengetahuan, sikap dan tindakan yang baik tentang pencegahan thalassemia serta tingkat pengetahuan mempengaruhi sikap dan tindakan mahasiswa. Abstract Adequate knowledge, attitudes and practice by health workers such as doctors in thalassemia prevention strategies are needed, because doctors as informers to the public. This study aims to determine knowledge, attitudes and practice of medical students about thalassemia. This study was a cross sectional study involving 96 students from grade year I to IV, at the Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Semarang between April-June 2018. Analysis of knowledge, attitudes, practice against thalassemia used a questionnaire. The score of each grade was compared using Kruskal Wallis, relationship between attitude, practice with knowledge was analyzed with simple linear regression. A total of 42.7% of students had good knowledge, the majority had a positive attitude (72.9%), good practice (91.7%). Most (70.8%) had plans to check thalassemia career status, but prefered to postpone until get married (58.3%). There was a significant relationship (p = 0.023) between attitudes with knowledge and between practice with knowledge (p = 0.039). Students have good knowledge, attitudes and practice and level of knowledge influences their attitudes and practice. Keyword : Knowledge, Attitudes, Practice, Thalassemia
Analisis Spasial Faktor Lingkungan Fisik Daerah Endemik Antraks Abawi, Ira; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25478

Abstract

Kabupaten Boyolali merupakan salah satu kabupaten endemik antraks di Jawa Tengah. Kasus antraks di Boyolali terus berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara faktor lingkungan fisik dengan kejadian antraks di Boyolali. Desain penelitian ini adalah studi ekologi dengan pendekatan spasial dan dengan populasi subyek penelitian 49 (21 antraks manusia dan 28 antraks hewan). Penelitian dilakukan 1 Agustus menggunakan lembar observasi, citra Landsat & DEM, dan aplikasi GPS. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat.Variabel yang signifikan adalah variabel ketinggian terhadap kejadian antraks manusia (p=0,001 dan r=-0,864) dan variabel kerapatan vegetasi terhadap kejadian antraks hewan (p=0,039 dan r=0,6). Ada korelasi antara ketinggian terhadap kejadian antraks manusia dan kerapatan vegetasi terhadap kejadian antraks hewan.
Status Penyakit Periodontal pada Pria Perokok Dewasa Rohmawati, Nia; Santik, Yunita Dyah Puspita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25497

Abstract

The prevalence of periodontal disease in Klaten Regency incresed in 2017 from 2016. Jogonalan I Public Health Center has the second highest prevalence of periodontal disease cases, the number. The purpose of this study was to determine what risk factors were associated with periodontal disease status in adult male smokers. This type of research is observational analytic with aapproach case control. The sample set was 42 cases and 42 control samples with purposive sampling technique. The results showed that smoking status (p = 0.017), length of smoking (p = 0.037), number of cigarettes (p = 0.040), brushing behavior (p = 0.030), consumption of fruit and vegetables (p = 0.008) were associated with periodontal disease status in adult male smokers. The conclusion of this study is that there is a relationship between smoking status, length of smoking, number of cigarettes, tooth brushing behavior and consumption of vegetable fruit with periodontal disease status, and there is no relationship between types of cigarettes and coffee consumption with periodontal disease status. Keywords: Risk Factors, Periodontal, Smokers, Adults
Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS Inayah, Samhatul; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25499

Abstract

ABSTRAK DOTS merupakan strategi untuk menanggulangi penyakit tuberkulosis. Angka kesembuhan TB di Kabupaten Semarang mengalami penurunan. Tahun 2015 sebesar 80,67% mengalami penurunan pada tahun 2016 sebesar 65,15%. Di Puskesmas Bergas angka keberhasilan pengobatan mengalami penurunan yaitu pada tahun 2016 sebesar 84,6%, tahun 2017 sebesar 79,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis program penanggulangan TB Paru dengan strategi DOTS di Puskesmas Bergas. Jenis peneitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan utama yaitu kepala puskesmas, petugas TB, dan petugas laboratorium. Informan triangulasi yaitu Dinas Kesehatan, pasien TB, dan pengawas menelan obat (PMO). Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi dan anaisis data menggunakan analisis isi (conten analysis) serta narasi sebagai bentuk penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi ketenagaan, puskesmas telah sesuai dengan pedoman, namun puskesmas masih mengalami kekurangan dana. Perencanaan dan pengorganisasian sudah sesuai dengan pedoman. Penemuan, diagnosis, pengobatan dan pematauan kemajuan dah hasil pengobatan sudah sesuai dengan pedoman, namun penjaringan aktif dan kunjungan rumah kurang. Pemantauan dan Evaluasi sudah sesuai dengan pedoman. Pelaksanaan DOTS di Puskesmas Bergas sudah sesuai dengan Pedoman Nasional Tuberkulosis tahun 2014. Kata Kunci: DOTS, Analisis, Tuberkulosis ABSTRACT DOTS is a strategy for tackling tuberculosis. TB cure rates in Semarang Regency decreased. In 2015, 80.67% experienced a decline in 2016 of 65.15%. In the Bergas Health Center the treatment success rate has decreased, namely in 2016 amounting to 84.6%, in 2017 at 79.4%. The purpose of this study was to analyze the Pulmonary TB control program with the DOTS strategy at Bergas Health Center. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The main informants were the head of the puskesmas, TB officers, and laboratory staff. Triangulation informants are the Health Office, TB patients, and drug swallowing supervisors (PMO). Research instruments in the form of interview guidelines and recording devices. Examination of the validity of the data using triangulation and data analysis using content analysis (conten analysis) and narration as a form of data presentation. The results showed that in terms of labor, the puskesmas was in accordance with the guidelines, but the puskesmas was still experiencing a lack of funds. Planning and organizing are in accordance with the guidelines. The discovery, diagnosis, treatment and monitoring of progress and results of treatment are in accordance with the guidelines, but active screening and lack of home visits. Monitoring and Evaluation are in accordance with the guidelines. DOTS implementation at Bergas Health Center is in accordance with the 2014 National Tuberculosis Guidelines. Key Words: DOTS, Analysis, Tuberculosis
Kejadian Putus Berobat Penderita Tuberkulosis Paru Merzistya, Aufiena Nur Ayu; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25662

Abstract

Abstrak Angka putus berobat dari tahun 2014 hingga 2016 masing-masing angka sebesar 13,9%; 3,40% (13 kasus); dan 6,54% (14 kasus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian putus berobat penderita TB Paru di Balkesmas Wilayah Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Kasus didefinisikan penderita putus berobat Tuberkulosis yang berumur 15 tahun keatas dan tercatat pernah menjadi pasien Balkesmas Wilayah Semarang. Kontrol didefinisikan penderita Tuberkulosis yang sembuh atau pengobatan lengkap, berusia 15 tahun keatas dan tercatat pernah menjadi pasien Balkesmas Wilayah Semarang. Sampel sebesar 23 kasus dan 23 kontrol teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen yakni kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi penderita rendah (p value 0,046) dan sedang (p-value 0,004), motivasi keluarga rendah (p-value 0,03), serta efek samping OAT berat (p-value 0,01) dan ringan (p-value 0,04) berhubungan terhadap kejadian putus berobat penderita TB Paru. Sedangkan biaya kesehatan, waktu tempuh, peran PMO , dan sikap petugas kesehatan tidak berhubungan terhadap kejadian putus berobat penderita TB Paru. Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara motivasi penderita, motivasi keluarga yang rendah, dan efek samping OAT terhadap kejadian putus berobat penderita TB Paru di Balkesmas wilayah Semarang. Maka perlu disarankan adanya monitoring efek samping pelayanan kesehatan kepada penderita selama masa pengobatan. Abstract The drop out rate for treatment from 2014 to 2016 was 13.9%; 3.40% (13 cases); and 6.54% (14 cases). The purpose of this study was to determine the occurrence of treatment of patients with pulmonary TB at the Balkesmas Semarang. This type of research is an analytic observational research by arranging research case controls. Cases defined by treatment for tuberculosis were carried out 15 years and above and were recorded as patients of Balkesmas Semarang Region. Control of Tuberculosis patients who have recovered or fully recovered, namely 15 years and above and pregnant patients Balkesmas Semarang Region. Samples were 23 cases and 23 controls using purposive sampling technique. This study uses an instrument namely a questionnaire. Data were analyzed using the chi square test. The results showed that patient motivation was low (p value 0.046) and moderate (p-value 0.004), family motivation was low (p-value 0.03), and side effects were severe (p-value 0.01) and mild (p -value of 0.04) Relation to treatment withdrawal in patients with pulmonary TB. While health costs, travel time , role of PMO, and attitudes of health workers (p-value) were not related to the drop out of treatment for patients with pulmonary TB. The conclusions of the study are the relationship between motivation, low family, and side effects on the drop out of treatment for pulmonary TB patients in the Balkesmas Semarang area. Then it is necessary to read monitoring the side effects of health services until the treatment period.
Gangguan Mental Emosional Siswa Sekolah Dasar Prihatiningsih, Erika; Wijayanti, Yuni
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.26024

Abstract

Abstract. Mental disorders in children and adolescents are the focus of global health because of their relationship to suffering, functional impairment, stigmatized exposure, discrimination, and the potential for death. Based on global epidemiological data 12-13% of children and adolescents suffer from mental disorders. This study aims to determine the factors that affect emotional mental disorders in elementary school students. The cross-sectional method was used with 222 respondents from six different elementary schools. Chi-Square test analysis is used for data analysis. 121 (53.3%) subjects experienced symptoms of emotional mental disorders. The results show that the education level of the father (PR= 1,785 ;p <0.05), the level of family income per month (PR=2,345 ;p <0.05), sleep disorders (PR= 1,79 ;p <0.05), and vegetable consumption affects the incidence of emotional mental disorders (PR= 2,023; p <0.05) Keywords: children, elemtary school, mental health disorder Abstrak. Gangguan mental pada anak dan remaja menjadi fokus kesehatan global karena hubungannya dengan penderitaan, fungtional impairment, paparan stigma, diskriminasi, hingga potensi kematian. Berdsasarkan data epidemiologi global 12-13% anak dan remaja menderita gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang memepengaruhi gangguan mental pada siswa sekolah dasar. Metode cross-sectional digunakan dengan jumlah responden 222 dari enam sekolah dasar yang berbeda. Analisis uji Chi-Square digunakan untuk analisa data. Hasil menunjukan 121 (53,3%) subjek terdeteksi mengalami gejala gangguan mental emosional, selanjutnya bahwa tingkat pendidikan ayah (PR=1,785; p<0,05), tingkat penghasilan keluarga per bulan (PR=2,345; p<0,05), gangguan tidur (PR= 1,79; p<0,05), dan konsumsi sayur mempengaruhi kejadian gangguan mental emosional (PR= 2,023; p<0,05). Kata kunci: anak-anak , gangguan mental emosional, sekolah dasar

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue