cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Kualitas Hidup Orang yang Pernah Menderita Kusta Muna, Isyfina Fikrotul; Fibriana, Arulita Ika
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.29492

Abstract

Abstrak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelet merupakan salah satu Rumah Sakit Umum yang memiliki Unit Rehabilitasi Kusta dan desa Rehabilitasi yang diberi nama Rehabilitation village Sumbertelu. Jumlah mantan penderita kusta di Rehabilitation village adalah 97 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kualitas hidup orang yang pernah menderita kusta di Rehabilitation village Sumbertelu. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan metode rancangan cross sectional. Jumlah sampel adalah 67 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data diolah menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia responden (PR= 2,036), tingkat pendidikan (PR= 2,036), status pekerjaan (PR= 2,045), tingkat pengetahuan (PR= 2,011), tingkat sosial (PR= 3,826), dukungan keluarga (PR= 2,031), dukungan masyarakat (PR= 2,583), tingkat kecacatan (PR= 1,787), tingkat stres (PR= 2,304), penyakit penyerta (PR= 1,905), lingkungan fisik (PR= 1,805) dengan kualitas hidup orang yang pernah menderita kusta. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas hidup orang yang pernah menderita kusta (PR= 0,992). ABSTRACT RSUD Kelet is one of the General Hospitals that has a Leprosy Rehabilitation Unit and Rehabilitation village named Rehabilitation village Sumbertelu. The number of former lepers in there is 97 people. The purpose of study was to determine the risk factors related to quality of life of people who had leprosy at the Rehabilitation village. This type of research is observational analytic with cross sectional design method. The number of samples is 67 respondents taken by the total sampling technique. Data was processed using the chi-square test. The statistical test results showed that there was a relationship between respondent’s age (PR=2,036), education level (PR=2,036), employment status (PR=2,045), level of knowledge (PR=2,011), social level (PR=3,826), family support (PR=2,031), community support (PR=2,583), disability level (PR=1,787), stress level (PR=2,304), comorbidities (PR=1,905), physical environment (PR=1,805) with the quality of life of people who have leprosy. There is no relationship between sex and the quality of life of people who have had leprosy (PR = 0.992).
Pemetaan dan Perumusan Kompetensi Ahli Gizi Bidang Olahraga Mardiana, Mardiana; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.30018

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Dalam dunia olahraga sepakbola 40 % atlet sepakbola memiliki asupan energi kurang. Begitu juga dengan asupan gizi pada atlet beladiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengembangkan kompetensi ahli gizi bidang olahraga. Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Narasumber yang digunakan akademisi/ pakar gizi olahraga, pelatih dan pengurus organisasi profesi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahli gizi bidang olahraga merupakan bagian dari lulusan ahli gizi, belum ada keahlian khusus yang diperoleh secara formal untuk bidang keahlian tersebut. Keahlian dasar seperti gizi dasar, biokimia, dan fisiologi tentu menjadi mutlak dikuasai oleh seorang ahli gizi olahraga. Kemampuan ahli gizi olahraga secara umum adalah kombinasi dari 3 cabang mainstream ilmu gizi saat ini, yaitu gizi klinik, gizi institusi, dan gizi masyarakat. Simpulan : kemampuan ahli gizi olahraga secara umum adalah kombinasi dari 3 cabang mainstream ilmu gizi saat ini, yaitu gizi klinik, gizi institusi, dan gizi masyarakat. ABSTRACT Background: In the world of soccer sports 40% of football athletes have less energy intake. Likewise with nutritional intake in martial arts athletes. The purpose of this study is to map and develop the competencies of nutrition experts in sports. Method: this study uses a qualitative descriptive approach. Resource persons used by academics / sports nutrition experts, trainers and administrators of professional organizations. The sampling technique uses purposive sampling and snowball sampling. Results: The results of the study show that nutritionists in sports are part of a nutritionist graduate, there is no special expertise that has been formally obtained for the field of expertise. Basic skills such as basic nutrition, biochemistry, and physiology certainly become absolutely controlled by a sports nutritionist. The ability of sports nutritionists in general is a combination of the three main branches of nutrition at present, namely clinical nutrition, institutional nutrition, and community nutrition. Conclusions: the ability of sports nutritionists in general is a combination of the three main branches of nutrition at present, namely clinical nutrition, institutional nutrition, and community nutrition.
Peningkatan Pengetahuan Ibu melalui Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Makanan Olahan Ikan Prameswari, Galuh Nita; Kurnia, Arif Rahmat; Susilo, Mursid Tri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30046

Abstract

Latar Belakang: Gizi buruk dan gizi kurang pada balita masih menjadi masalah gizi di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Tengah. Salah satu faktor yang menyebabkan kondisi tersebut adalah karena kurangnya asupan zat gizi terutama energi dan protein. Bahan pangan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai upaya penunjang status gizi balita adalah ikan, yang tingkat konsumsinya masih sangat rendah pada masyarakat Jawa Tengah. Diperlukan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan berbahan dasar ikan khususnya bagi balita. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancanganone one group pre-post test design. Penelitian ini melibatkan 11 ibu-ibu di RW 2 Kelurahan Pegulon Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal yang memiliki anak ataupu cucu balita, setelah itu diperhatikan pengetahuannya mengenai konsumsi ikan. Simpulan: Penyuluhan Gemar Makan Ikan dan pelatihan pembuatan makanan tambahan berbahan dasar ikan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan minat Ibu untuk memberikan makanan olahan ikan pada anak balitanya.
Penerapan Metode HIRARC di Bagian Laundry sebagai Upaya Pengendalian Risiko Faidani, Reza Bhakti; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.30064

Abstract

Rumah Sakit mardi Rahayu kudus telah menerapkan metode HIRARC, bagian Laundry nya namun masih memiliki permasalahan yaitu dasar hukum yang digunakan masih menggunakan dasar hukum yang sudah tidak berlaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode HIRARC di unit Laundry. Penelitian dilakukan selama Bulan April 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penerapan HIRARC pada bagian Laundry Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus adalah terdapat 21 tahapan kerja yang sudah memiliki form HIRARC namun, masih kurang terperinci, dan terdapat 28 identifikasi bahaya di bagian Laundry. Dengan rincian 26 termasuk kategori tingkat risiko sedang, 1 kategori tingkat risiko tinggi, dan 1 kategori tingkat risiko sangat tinggi. Simpulan, unit Laundry Rumah Sakit Mardi Rahayu telah menerapkan HIRARC, dari 21 tahapan kerja di unit Laundry tersebut sudah menerapkan HIRARC secara keseluruhan. Namun, form HIRARC di unit Laundry Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus masih belum sesuai dengan panduan form HIRARC dan belum dituliskan secara terperinci. ABSTRACT Mardi Rahayu Hospital in Kudus City has applied HIRARC method, its Laundry part but still have problem that is base of law which still used still base of law which is not valid. The purpose of this research is to know the application of HIRARC method in Laundry unit. The study was conducted during April 2018. The type of this research is descriptive quantitative research with descriptive design. The results of this study indicate the application of HIRARC on the Laundry of Mardi Rahayu Kudus Hospital is there are 21 stages of work that already have HIRARC form yet, still less detailed, and there are 28 hazard identification in the Laundry. Details of 26 included moderate risk level category, 1 high risk category category, and 1 category of very high risk level. Conclusively, the Laundry Unit of Mardi Rahayu Hospital has implemented HIRARC, from 21 stages in the Laundry unit has implemented HIRARC as a whole. However, the HIRARC form in the Laundry unit of Mardi Rahayu Kudus Hospital is still not in accordance with the HIRARC guidelines and has not been written in detail.
Penyuluhan Alat Konstrasepsi terhadap Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Rokhimah, Alfian Nisa; Sari, Devi Purnama; Nurlaila, Oktavia; Siswanto, Yuliaji; Pranowowati, Puji
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.30079

Abstract

Penggunaan alat kontrasepsi di Kabupaten Semarang pada tahun 2014 cukup tinggi, yaitu sejumlah 17.771 pengguna Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), 1.506 menggunakan Medis Operasi Pria (MOP), 6.688 menggunakan Medis Operasi Wanita (MOW), dan 26.952 menggunakan implan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa 60% masyarakat mempunyai pengetahuan yang buruk tentang alat kontrasepsi. Untuk itu perlu diteliti efek penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang alat kontrasepsi pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Desa Nyatnyono, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner untuk pretest dan postest, video dan leaflet untuk kegiatan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, pengetahuan responden yang masuk dalam kategori kurang sebanyak 53,3%, kategori cukup 6,7%, dan kategori baik 40%. Setelah intervensi menunjukkan bahwa 100% responden mempunyai kategori pengetahuan yang baik, sehingga dapat dikatakan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan.
Analisis Potensi Bahaya Metal Dust Explosion Menggunakan Metode Fault Tree Analysis Arfiyana, Nurida Choirinisa; Widowati, Evi; Prameswari, Galuh Nita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.30202

Abstract

ABSTRAK CSB menemukan rata-rata sekitar 10 insiden dust explosion terjadi per tahun pada rentang waktu 25 tahun. Satu dekade terakhir, hampir setiap tahun di dunia terjadi kasus metal dust explosion. PT X adalah perusahaan baja yang pernah mengalami ledakan pada tahun 2004 dan 2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahaya metal dust explosion menggunakan metode fault tree analysis di PT X. Jenis metode penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) level 1. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar proses produksi dan lembar tabel identifikasi awal FTA dengan validasi desain menggunakan penilaian dari ahli. Hasil menunjukkan terdapat 77 penyebab dasar terjadinya metal dust explosion dengan penyebab terbanyak adalah kurangnya biaya dan kurangnya informasi masing-masing sebesar 6,5%. Kombinasi kesalahan untuk menyebabkan metal dust explosion terdapat 75 single minimal cut set yang didominasi desain fasilitas dan 3 double minimal cut set terbanyak adalah kombinasi dengan desain fasilitas. ABSTRACT CSB found that there were about 10 incidents of dust explosion happened per year within 25 years. For the last decade, metal dust explosion case almost happened every year in the world. PT X is a steel manufacture which had explosion cases that happened in 2004 and 2017. This research aims to identify and evaluate metal dust explosion hazard potential using fault tree analysis method at PT X. This research is Research and Development (R&D) level 1. Instruments that were used in this research are production process sheet and table of identification sheet with the expert as design evaluator. Result shows that there are 77 dust explosion basic causes which mostly caused by lack of fund and lack of information with percentage of 6,5% for each. There are 75 single minimal cut sets which are dominated by facility design and 3 double minimal cut sets with mostly is a combination of facility design as failure combinations that can lead to metal dust explosion.
Kualitas Udara dan Keluhan Sesak Napas Pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Fitriana, Dian; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30229

Abstract

Abstrak TPA Blondo memiliki potensi menjadi sumber pencemaran udara dan berpotensi mengganggu kesehatan pemulung. Faktor yang mungkin menyebabkan gangguan pernapasan pemulung yaitu faktor individu dan pencemaran udara di TPA yang disebabkan karena aktivitas pengelolaan sampah yang berpotensi menghasilkan gas SO2 dan NO2. Hasil survei pendahuluan dengan 15 orang pemulung di TPA Blondo, 2 orang mengeluhkan pernah sesak napas. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran kadar SO2, Kadar NO2, faktor individu, penggunaan APD masker dan keluhan sesak napas pemulung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini 50 orang pemulung yang bekerja di TPA Blondo dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil menunjukkan bahwa pada pengukuran kadar SO2 di dalam dan luar TPA sebesar 32,917 µgr/Nm3 dan 20,234 µgr/Nm3. Sedangkan hasil pengukuran kadar NO2 di dalam dan luar TPA sebesar 21,665 µgr/Nm3 dan 18,35 µgr/Nm3. Kadar SO2 dan NO2 pada kedua titik lokasi masih memenuhi nilai baku mutu. Persentase keluhan sesak napas pada lokasi dalam dan luar TPA yaitu sebesar 38,71% dan 21,05%. Simpulan penelitian ini yaitu pada kadar SO2 dan NO2 yang lebih tinggi persentase keluhan sesak napas juga lebih tinggi. Disarankan untuk menggunakan APD masker saat bekerja. Abstract Blondo landfill has the potential to be a source of air pollution and has the potential to disrupt the health of scavengers. Factors that may cause scavenger breathing disorders are individual factor and air pollution in landfill caused by waste management activities that have the potential to produce sulfur dioxide and nitrogen dioxide gasses. The results of the preliminary survey with 15 scavengers at Blondo Landfill, 2 people complained about having dyspnea. The purpose of this study is to provide a description of the concentration of sulfur dioxide and nitrogen dioxide, individual factor, the use of PPE mask and scavenger’s dyspnea complaint.This type of research is quantitative descriptive. The sample in this study were 50 scavengers who worked at Blondo Landfill with a total sampling technique. Data analysis was carried out in a univariate and presented as a percentage.The results showed that the measurement of SO2 levels inside and outside landfill were 32.917 µgr/Nm3 and 20.234 µgr/Nm3. While the results of the measurement of NO2 levels inside and outside the landfill were 21.665 µgr/Nm3 and 18.35 µgr/Nm3. SO2 and NO2 levels at both location points still fill the quality standard value. The percentage of complaint of dyspnea in the landfill location inside and outside is 38.71% and 21.05%.The conclusion of this study is higher levels of SO2 and NO2 make the percentage of complaint of dyspnea is also higher. It is recommended to use PPE mask when working.
Hipertensi pada Penduduk Usia Produktif (15-64 Tahun) Arum, Yuniar Tri Gesela
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30235

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, gagal jantung, strokem dan penyakit ginjal. Kejadian hipertensi tertinggi di Surabaya pada tahun 2016 dialami oleh Puskesmas Jagir dengan prevalensi sebesar 32,19% dan mengalami peningkatan pada tahun berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Jagir. Jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan rancang bangun cross sectional selama bulan November 2018 hingga Februari 2019. Sampel penelitian adalah penduduk berusia 15-64 tahun sejumlah 103 orang yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Jagir. Data diolah menggunakan SPSS dan dianalisis dengan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi potassium (p-value = 0,004) dan obesitas (p-value = 0,018) berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi (p-value < 0,05) sedangkan faktor risiko lainnya tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi (p-value > 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia produktif (15-64 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Jagir adalah konsumsi potassium dan obesitas. Kata Kunci: Hipertensi, Usia Produktif 15-64 tahun Abstract Hypertension is one of the main risk factors for cardiovascular diseases for heart attack, heart failure, stroke, and kidney disease. The highest prevalence of hypertension in Surabaya in the year 2016 was in Jagir Health Center with a prevalence of 32.19% and increased in the following year. This study aims to determine the risk factors associated with hypertension in productive age the Jagir Health Center area. This is an observational analytic study with cross-sectional design from November 2018 to February 2019. The study sample was 103 people aged 15-64 years who lived in the working area of ​​Jagir Health Center. Data were managed using SPSS and analyzed by Chi-Square. The results showed that potassium intake (p-value = 0.004) and obesity (p-value = 0.018) was significantly associated with hypertension (p-value <0.05) while other risk factors were not significantly associated with hypertension (p-value> 0.05). Therefore it could be concluded that the risk factors associated with hypertension in productive age (15-64 years) in ​​Jagir Health Center are potassium intake and obesity. Keyword: Hypertension, productive age 15-64 years old
Tinjauan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Akreditasi Rumah Sakit Berliana, Ratih; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30254

Abstract

Sebanyak 1.481 rumah sakit telah terakreditasi (53,35%) dan sebanyak 1.295 rumah sakit di seluruh Indonesia belum terakreditasi (46,65%) (Kemenkes, 2018). Pada tahun 2018, Kota Semarang terdapat 19 rumah sakit telah terakreditasi secara nasional (73,07%) dan 5 rumah sakit belum terakreditasi secara nasional (23,07%). Penelitian ini dilakukan di RSIA X Kota Semarang yang belum terakreditasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Sumber informasi pada penelitian ini berjumlah 6 orang. Hasil penelitian diperoleh elemen penilaian yang terpenuhi (fully implemented) sebesar 32%, elemen penilaian yang terpenuhi sebagian (partially implemented) sebesar 39%, dan elemen penilaian yang tidak terpenuhi (not implemented) sebesar 29%. Elemen penilaian yang terpenuhi (fully implemented) dengan presentase terbesar terdapat pada parameter keselamatan dan keamanan yaitu sebesar 67%. Sedangkan elemen penilaian yang tidak terpenuhi (not implemented) dengan presentase terbesar terdapat pada parameter pendidikan staf yaitu sebesar 67%. Rumah sakit perlu menyusun regulasi internal terkait manajemen fasilitas dan keselamatan serta meningkatkan kompetensi staf dengan mengadakan pelatihan.
Tren Pneumonia Balita di Kota Semarang Tahun 2012-2018 Sari, Merlinda Permata; Cahyati, Widya Hary
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.30266

Abstract

Abstrak Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ketiga dengan kasus tertinggi pneumonia balita di Indonesia pada tahun 2013 hingga 2017 setelah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Sedangkan, Kota Semarang berada di posisi ketiga berturut pada tahun 2016 dan 2017. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2019 dengan tujuan untuk mengetahui gambaran tren penderita pneumonia balita di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan non reaktif data sekunder yang diperoleh di Dinas Kesehatan Kota Semarang. Desain pada penelitian ini yaitu desain epidemiologi deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi. Populasi pada penelitian ini seluruh jumlah penderita yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2012-2018. Sampel yang berperan merupakan seluruh anggota populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita pneumonia balita di Kota Semarang tahun 2012 hingga 2018 mengalami naik turun. Jumlah tertertinggi pada tahun 2015 yaitu sebesar 6.770 kasus, sedangkan terendah pada tahun 2014 yaitu 3.289 kasus. Simpulan pada penelitian ini adalah bahwa terdapat tren naik pada jumlah penderita pneumonia balita di Kota Semarang tahun 2012 hingga 2018. Kata Kunci: Tren, Pneumonia Balita Abstract Central Java Province in third ranks highest cases of pneumonia toddler in Indonesia from 2013 to 2017 after West Java and East Java. Whereas, Semarang City was in third position is continously in 2016 and 2017. This research was conducted in the 2019 with the purpose to know the description of trends in sufferers of pneumonia toddlers in Semarang City. This research uses a nonreactive secondary data obtained in the Health Service Semarang City. Design in this research is descriptive epidemiologic design. In this research using univariate analysis with frequency distribution. The population in this research is the whole number of sufferers of the disease were recorded in the Health Service Semarang City 2012-2018. Samples which act constitutes the entire member population. The results of this research showed that the sufferers of pneumonia toddler in the Semarang City in 2012 until 2018 experience up and down. The highest number in 2015 is 6,770 cases, while the lowest in 2014 is 3,289 cases. Summary in this study there is a rising trend in the number of sufferers of pneumonia toddlers in Semarang City in 2012 until 2018. Keyword: Trend, Pneumonia Toddler

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue