cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
A Perilaku Kesehatan Ibu Hamil Dalam Pemilihan Makanan Di Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati Rofi'ah, Siti Zakyatur; Husain, Fadly; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kesehatan adalah segala bentuk sosialisasi seseorang dengan lingkungannya, yang akan memengaruhi pengetahuan dan tindakan seseorang tentang kesehatan, salah satunya dilakukan oleh ibu hamil, khususnya dalam pemilihan makanan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan Konsep Pengetahuan dari Blum, Konsep Food and Culture dari Foster dan Anderson dan Konsep Perilaku Kesehatan WHO. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai makanan dipengaruhi oleh berbagai informasi yang diterima dari luar, yaitu orang tua, bidan dan internet. Perbedaan informasi yang diterima, membuat ibu hamil merasa bingung mengenai makanan sehat yang seharusnya dimakan. Pengetahuan ibu hamil di Pucakwangi tidak sesuai dengan perilaku yang dilakukannya. Ibu hamil di Pucakwangi melakukan pemilihan makanan, karena rasa ingin menghormati orang tua dan menghindari berbagai konflik yang akan timbul ketika ibu hamil tidak melakukan pemilihan makanan sesuai kepercayaan masyarakat setempat. Kepercayaan budaya mengenai makanan sudah mulai luntur, tetapi ibu hamil tetap melakukan pemilihan makanan sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tua. Health behaviour is any socialization form of individual with the environment, which will affect individual health knowledge and action by pregnant women, especially in food selection. This research method used Qualitative Research. The research location is in Pucakwangi District, Pati Regency. This study used the Knowledge Concepts of Blum, Food and Culture Concepts of Foster and Anderson and WHO Health Behaviour Concepts. The results of this study indicated that pregnant women’ knowledge about food is influenced by various information received from outside, like parents, midwives and internet. The difference information received from various perspectives made pregnant women confused, about healthy food that should be eaten. Pregnant women’ knowledge in Pucakwangi are not suitable with behaviour they did. Pregnant women in Pucakwangi do food selection, because they respect their parents and avoid the various conflicts will arise when pregnant women do not make food selection according to local beliefs. Although the cultural beliefs about food have been fade, but pregnant women still make food selection according to parents’ desires.
A Relasi Kerja Mandor Dan Buruh Perempuan Pada Pabrik Rokok PT. Unggul Jaya Di Kabupaten Blora Oktarina, Lisa Dwi; Arsal, Thriwaty; Luthfi, Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan kerja antara mandor dan buruh perempuan di pabrk rokok PT. Unggul Jaya tidak hanya terjadi di lingkungan kerja tetapi juga di ranah sosial. Penelitian ini akan memberikan gambaran mengenai hubungan kerja pada mandor dan buruh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertukaran sosial dari Homans. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Lemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Hasil penelitian ini menunjukkan perlindungan yang diberikan mandor berupa reward kepada buruh atau anak buah mereka agar lebih bersemanagat dalam bekerja. Sedangkan buruh juga memberikan loyalitas memalui bantuan tenaga serta kepedulian. The working relationship between the foreman and the labor of women in the PT. Unggul Jaya cigarettes factory not only occuring in the environment but also in the social domain. This study will provide an overview of the employment relationship on the foremen and laborers. The theory used in this study is Social exchange theory of Homans. The method used is qualitative. The research location in the village Lemahbang, District Jepon, Blora. The results of this study indicate protection afforded by a foreman in the form of reward to workers or their subordinates to be more more spirit in their work. While labours also give loyalty through the aid effort and concern.
Penggunaan Asesmen Autentik Oleh Guru Sosiologi Di Sma Negeri 1 Boja (Pokok Bahasan Materi Pembentukan Kelompok Sosial) Setiawati, Setiawati; Kismini, Elly; Rochana, Totok
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melihat cara guru sosiologi menggunakan asesmen autentik pada siswa sekaligus mengetahui kendala yang dialami dalam proses penggunaan asesmen autentik tersebut. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Boja. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatifdengan fokus penelitian: (1) penggunaan asesmen autentik oleh guru sosiologi (pokok bahasan materi pembentukan kelompok sosial) (2) kendala penggunaan asesmen autentik oleh guru sosiologi (pokok bahasan materi pembentukan kelompok sosial). Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi partisipasi, wawancara, dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian yang telah dilakukan di analisis menggunakan teori kemampuan belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar Robert M. Gagne. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar di pilih dalam penelitian ini sebagai pendukung analisis teori kemampuan belajar Robert M. Gagne. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar digunakan untuk menganalisis kendala penggunaan asesmen autentik yang dilakukan oleh guru sosiologi di SMA Negeri 1 Boja. The purpose of this study is to look at how sociology teachers use authentic assessment of the students as well as to know the constraints experienced in the process of using the authentic assessment. The research was conducted in SMA Negeri 1 Boja. The research was conducted with qualitative approach with focus of research: (1) use of authentic assessment by teacher of sociology (subject matter of formation of social group) (2) obstacle of using authentic assessment by teacher of sociology (subject matter of social group formation). Data collection techniques are conducted through participant observation, interviews, documentation. Research data is analyzed by qualitative descriptive analysis technique. The research that has been done in the analysis uses theories of learning ability and the factors that influence the learning of Robert M. Gagne. Factors that influence learning are selected in this study as a supporter of Robert M. Gagne's theory of learning ability. Factors influencing learning are used to analyze the constraints of using authentic assessment by sociology teachers in SMA Negeri 1 Boja.
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Upaya Membentuk Habitus Literasi Siswa Di Sma Negeri 4 Magelang Pradana, Betha Handini; Fatimah, Nurul; Rochana, Totok
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan literasi sekolah (GLS) mulai diterapkan oleh pemerintah dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 edisi Revisi, dengan tujuan untuk membentuk budi pekerti siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan sekolah, pelaksanaan, serta mengetahui kendala yang dihadapi oleh sekolah dalam menerapkan GLS. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian yaitu di SMA N 4 Magelang. Subjek dalam penelitian ini adalah Tim Literasi dan siswa SMA N 4 Magelang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa habitus literasi siswa di SMA N 4 Magelang belum sepenuhnya terbentuk, dikarenakan siswa terdapat dua kalangan yakni kalangan yang memiliki habitus membaca dan menulis baik, dan yang memiliki habitus membaca dan menulis rendah. Habitus literasi mengalami “kesuksesan” hanya pada siswa yang sebelumnya sudah memiliki habitus membaca dan menulis baik. Kendala utama yang dihadapi yakni kesadaran siswa dan guru untuk terus konsisten dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan GLS. School literacy movement (SLM) began to be implemented by the government with the enactment of Curriculum 2013 edition revision, with the aim to form the character students. This research aims to determine the preparation of schools, the implementation, as well as knowing the obstacles face by the school in applying SLM. This research uses qualitative research. The location of the research in SMA N 4 Magelang. The subjects in this research were Literacy Team and the students in SMA N 4 Magelang. The data collection techniques used is interviews, observation, and documentation. The result of the research shows that the students' literacy habit in SMA N 4 Magelang has not been fully formed, because there are two students who have good reading and writing, and who have low reading and writing habitus. The literacy habitus experiences "success" only in students who previously had good reading and writing habitus. The main obstacle faced is the awareness of students and teachers to continue to be consistent in carrying out activities related to SLM.
Adegan Kekerasan Dalam Tayangan Hiburan Di Televisi (Studi Kasus Tayangan Yuk Keep Smile Di Trans TV) Valentina, Lena Mileer; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat tentang adegan kekerasan dalam tayangan hiburan di televisi, tayangan yang diteliti adalah Yuk Keep Smile (YKS). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisi wacana. Teknik pengumpulan data terdiri dari studi pustaka, melihat dan menyimak, memilah dan mengelompokkan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YKS adalah tayangan yang hanya menitik beratkan pada unsur hiburan tanpa diimbangi dengan unsur edukasi di dalamnya. Di dalam tayangan YKS juga banyak mengandung unsur kekerasan, diantaranya dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan psikis dan kekerasan simbolik. Dalam setiap adegan yang dianggap lucu oleh penonton sebenarnya banyak mengandung adegan kekerasan. Di dalam satu adegan, bisa mengandung banyak bentuk kekerasan sekaligus atau dapat disebut kekerasan kompleks, maksudnya dalam satu adegan terdapat bentuk kekerasan fisik, psikis, dan simbolik. Respon audience terhadap tayangan YKS melalui berbagai media, baik media sosial, media massa maupun aksi langsung yakni ada masyarakat yang memberi respon menentang, karena dianggap tidak mendidik dan adapula yang mendukung karena dianggap memiliki konsep yang kreatif dan menghibur. This research studying about violence in entertainment shows on television, impressions studied were Yuk Keep Smile ( YKS ). This study used a qualitative method of discourse analysis approach. Data collection techniques consist of literature, look and listen, sorting and grouping, and documentation. The results showed that YKS are impressions that only focuses on the elements of entertainment without balanced with educational elements in it. In the impressions YKS also contains elements of violence, including in the form of physical violence, psychological violence and symbolic violence. In every scene that is considered funny by the audience actually contains many scenes of violence. In one scene, can contain many forms of violence at once or can be called complex violence, that in one scene there are forms of physical, psychological, and symbolic. YKS audience response to the show through various media, social media, media and direct action that there are people who respond oppose, because they are not educated and those that support because they have a concept of creative and entertaining.
Konflik Dalam Relasi Sosial Masyarakat Jawa Dan Lampung Di Wilayah Transmigrasi (Studi Kasus di Desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur) Miyanti, Cyrli Yunita; Rini, Hartati Sulistyo; Luthfi, Asma
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bandar Agung adalah desa transmigrasi di mana ada dua suku yang tinggal di sana yaitu etnis Lampung dan Jawa. Hubungan sosial antara dua suku tidak berjalan dengan baik karena mereka kurang terbuka satu sama lain, di samping kurangnya masyarakat Jawa adaptasi dengan lingkungan baru yang membuat mereka sering bertentangan dengan masyarakat Lampung. Konflik di Desa Bandar Agung disebabkan oleh beberapa aspek seperti aspek sosial yang meliputi kedatangan transmigrasi, stereotip etnis dan juga perebutan kekuasaan antara kepala desa dan sultan. Aspek ekonomi seperti kesenjangan ekonomi yang terjadi antara Jawa dan Lampung serta aspek budaya juga dapat menimbulkan konflik. Masyarakat desa Bandar Agung memiliki cara tersendiri untuk mengelola konflik yakni dengan membatasi pergaulan mereka dengan kelompok etnis yang berbeda, selain itu jika ada konflik mereka akan melakukan musyawarah dan dilanjutkan dengan melakukan kegiatan pasca-konflik yang bertujuan untuk membuat komunikasi antara Jawa dan Lampung dapat ditingkatkan. Bandar Agung is a transmigration village where there are two tribes living there; they are Lampung and Javanese ethnics. Social relations between the two ethnics are not going well because they are less open to each other, besides the lack of adaptation of Javanese community to the new environment frequently brings them into conflict with Lampung community. Conflicts in Bandar Agung village are caused by several aspects such as social aspects including the arrival of transmigrants, ethnic stereotypes and also the power struggle between the headman and sultan. The economic aspects, such as economic gap between Java and Lampung, and cultural aspects can also lead to the conflict. The villagers in Bandar Agung have their own ways in managing the conflicts; that are by limiting their association with different ethnics, besides if there is a conflict they will hold a deliberation then it is continued by holding a post-conflict activity in order to enhance the communication between Javanese and Lampung community.
Makna Gelar Adat Terhadap Status Sosial Pada Masyarakat Desa Tanjung Aji Keratuan Melinting Kholiffatun, Umi; Luthfi, Asma; Kismini, Elly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tanjung Aji berada di daerah pesisir Lampung yang masuk dalam Keratuan Melinting. Mayoritas masyarakatnya adalah ulun (orang) Lampung yang berprofesi sebagai petani. Masyarakat Tanjung Aji masih berpegang teguh pada kearifan lokalnya, salah satunya adalah ritual pemberian gelar adat saat atau setelah perkawinan.Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses pemberian gelar adat pada masyarakat Lampung Saibatin dan mengetahui implikasi pemberian gelar adat terhadap status sosial masyarakat Lampung Saibatin. Dengan metode penelitian kualitatif, penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik sebagai kajian analisis. Hasil penelitian menjelaskan bahwa prosesi pemberian gelar melalui beberapa proses diantaranya membayar uang adat seperti dau penerangan, dau pengecupan, serta babak kibau. Makna dari pemberian gelar adat meliputi, penghormatan dan status sosial dalam upacara adat, pengaturan relasi dalam kekerabatan, simbol kedewasaan, serta mekanisme pelestarian budaya yang dilakukan secara turun temurun. Implikasi gelar adat terhadap status sosial meliputi, peran, pengakuan sosial dalam komunitas, dan sebagai kontrol sosial. Tanjung Aji Lampung village is located in the coastal areas which are included in Keratuan Melinting. The majority of people in Tanjung Aji are ‘ulun’ (the people) Lampung people working as farmers. The people in Tanjung Aji still cling to their local wisdom, one of which is the traditional ritual of customary title granting done during or after a marriage ceremony. This study aimed at explainingthe process of customary title granting to Lampung Saibatin communityand knowing the implications of customary title granting toward the social statusof Lampung Saibatin community. In applying qualitative research methods, this study used the theory of symbolic interactionism as the study analysis. The results of the study explained that customary title granting involves several processes such as paying customary money like ‘dau penerangan’,’dau pengecupan’, and ‘babak kibau’. The meanings of customary title granting are admiration and social status in traditional ceremonies, setting the relations in kinship, a symbol of maturity, as well as the mechanisms of cultural preservation which is done for generations. Implications of customary title toward social status are role, social recognition in the community, and social control.
Dari Tari Nasionalisme Menjadi Komoditas, Komodifikasi Tari Dayakan Di Desa Wisata Panusupan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Afianti, Afiat; Gunawan, Gunawan; Husain, Fadly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Dayakan merupakan salah satu pertunjukan tari tradisional masyarakat Desa Panusupan yang mengalami komodifikasi sebagai salah satu tontonan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pementasan Tari Dayakan dan perubahannya setelah menjadi tontonan wisata di Desa Panusupan, mengetahui proses komodifikasi pada Tari Dayakan, serta mengetahui hubungan sosial masyarakat Desa Panusupan pasca komodifikasi pada Tari Dayakan. Hasil penelitian ini yaitu, (1) Pementasan Tari Dayakan mengalami perubahan setelah menjadi salah satu tontonan wisata baik dalam audiens, waktu, durasi, kompleksitas, dan lokasi pementasan setelah dimodifikasi (2) Proses komodifikasi dilakukan langusung oleh anggota Grup Tari Dayakan dengan cara: membuat merk komoditas, pembagian posisi dalam grup, penambahan alat musik, menciptakan lagu-lagu baru, membuat pola-pola gerakan penari, apropriasi budaya massa dalam pertunjukan, serta massalisasi pertunjukan Tari Dayakan. Proses komodifikasi merubah Tari Dayakan yang awalnya benilai historis menjadi bernilai komersial (3) Proses komodifikasi yang terjadi membentuk identitas baik itu pada anggota grup Tari Dayakan, masyarakat Kali Lutung, serta masyarakat Desa Panusupan pada umunya. Identitas komunitas yang tertanam digunakan sebagai sumber daya yang dimanipulasi untuk tujuan sosial dalam hubungan sosial di masyarakat. Dayakan dance is one of the traditional dance performances of Panusupan Village who experienced commodification as one of the tourism spectacle. The purpose of this research is to know the Dayakan dance performance and its change after being a tourist spectacle in Panusupan Village, to know the process of commodification on Dayakan Dance, and to know the social relation of Panusupan Village community after commodification in Dayakan Dance. The result of this research are (1) Dayakan dance performance changed after becoming one of the tourist spectacle in audience, time, duration, complexity, and location of staging after modification (2) commodification process done by member of Dayakan Dayak Group by: making commodity brand, group positioning, adding musical instruments, creating new songs, creating dancers' movement patterns, appropriating mass culture in performances, and massising the Dayakan Dance show. The commodification process transformed the Dayakan Dance which was originally historically valuable to commercial value (3) The process of commodification that occurred formed the good identity of the members of the Dayakan Dance group, the Kali Lutung community, and the people of Panusupan Village in general. The embedded community identity is used as a manipulated resource for social purposes in social relationships in society.
Eksistensi Ojek Pangkalan Didalam Perkembangan Transportasi Berbasis Informasi Dan Teknologi Purwanto, Andhika Cahya; Luthfi, Asma; Arsal, Thriwarty
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi ojek pangkalan ditengah perkembangan transportasi berbasis informasi dan teknologi di kota Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didasarkan pada penggunaaan metode pengumpulan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian menemukan bahwa Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) Pelanggan Ojek Pangkalan adalah ibu rumah tangga yang memiliki tingkat mobilitas rendah dan lebih banyak berada pada sektor domestik, pekerja swasta yang bertempat tinggal dekat dengan tempat bekerja, serta pelajar dan mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam mengakses kendaraan, (2) Pengemudi Ojek Pangkalan melakukan berbagai strategi dan inovasi seperti meningkatkan pelayanan, memberikan layanan pemesanan melalui pesan singkat, serta memiliki pelanggan tetap yang diupayakan agar para pengemudi ojek pangkalan tetap mendapatkan pelanggan, (3) Faktor yang mempengaruhi ojek pangkalan tetap bertahan adalah rasa solidaritas dan rasa kekeluargaan yang tinggi, adanya sistem antri yang memberikan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pelanggan, adanya arisan bulanan yang menjadi jaminan sosial dan ekonomi, lokasi dari pangkalan ojek yang lebih menguntungkan, dan pelanggan yang setia menggunakan ojek pangkalan This article aim is to know the existence of motorcycle taxi in the development of information and technology-based transportation in Semarang City, Central Java. This study uses qualitative method based on interview, observation and studying document. The result of this study found that 1) the customer of motorcycle taxis are housewives who have low mobility and more are in the domestic sector, employee who lives near the workplace, and students and college students who have limited access to vehicles. (2) motorcycle taxi drivers perform various strategies and innovation such as improving services, provide booking service via short message, and having a regular customer strived to keep motorcycle taxi drivers steady in getting customers. (3) the factors that affecting the motorcycle taxi survive are a sense of solidarity and high sense of kinship, the existence of queue system that provide equal opportunities in getting customers, a monthly social gathering (arisan) that becomes social and economic security, the location of motorcycle taxi base is more profitable, and the loyal customers that using motorcycle taxi.
Makna Pernikahan Pada Istri Tki Di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Maulina, Annisa Medika; Arsi, Antari Ayuning; Kismini, Elly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 7 No 1 (2018): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cihonje merupakan salah satu desa pemasok TKI terbesar di wilayah Banyumas. Banyaknya para warga yang menjadi buruh migran menyebabkan para TKI harus menjalani hubungan pernikahan jarak jauh. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan konsep Fenomenologi Alfred Schutz. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dianggap sebagai sesuatu yang penting terlebih dalam hubungan pernikahan jarak jauh yang dijalani oleh istri TKI. Pentingnya makna pernikahan muncul karena adanya konsekuensi atas keputusan memilih menikah dengan pasangan. Konsekuensi tersebut memunculkan tanggung jawab atas pilihan yang diambil dan tujuan yang ingin dicapai dalam pernikahan di masa yang akan datang. Cihonje village is one of the largest village with suppliers TKI in the area of Banyumas. The large number of citizens who became migrant workers led to the TKI must undergo a long distance marriage relationship. This research uses Qualitative Research methods. This Research located in the of Cihonje Village Gumelar Sub-District of Banyumas Regency. This research uses the concept of Phenomenology of Alfred Schutz. The results of this research show that marriage is regarded as something important first in the long-distance marriage relationship according to TKI wifes. The importance of marriage appears because there is a consequence of choosing to marry with partner. A consequence is got the responsibility for option taken and purpose to be achieved in marriage in the future.