cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
PERAN KOMUNITAS WARIA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DI MASYARAKAT (STUDI KASUS PADA KOMUNITAS GAY DAN WARIA “GEWWOS DI WONOSOBO) Apriliyanto, Eri; Iswari, Rini; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran Komunitas Waria Gewwos dalam Kehidupan Sosial di Masyarakat Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan waria dapat diterima masyarakat Wonosobo melalui kegiatan-kegiatan Gewwos yang berfungsi bagi masyarakat. Komunitas Waria Gewwos mempunyai beberapa peran dalam kehidupan sosial di masyarakat Wonosobo. Peran yang dilakukan oleh waria anggota Gewwos antara lain adalah peran dalam membuka lapangan pekerjaan, peran dalam kegiatan gotong royong di desa dan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia, peran dalam kegiatan bakti sosial ke panti asuhan bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, peran dalam pengembangan kesenian kota melalui Wonosobo Costume Carnival, serta peran dalam mengurangi tindakan kriminal.
POLA PERILAKU NITOR BUNGA KAMBOJA DI AREA PEMAKAMAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KONDISI SOSIAL EKONOMI (STUDI KASUS DI KABUPATEN CILACAP) Sundari, Ety; Brata, Nugroho Trisnu; Alimi, Moh Yasir
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nitor bunga kamboja merupakan istilah untuk menyebut pekerjaan memungut bunga kamboja di area pemakaman. Meningkatnya harga bunga kamboja mengakibatkan munculnya para pemungut bunga kamboja di beberapa area pemakaman. Naik turunnya harga bunga kamboja mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat Dusun Sumpilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perilaku nitor bunga kamboja di area pemakaman Dusun Sumpilan, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan teori pertukaran jaringan dalam perspektif Cook dan Whitmeyer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan masyarakat melakukan nitor bunga kamboja karena alasan ekonomi, alasan religi dan letak area pemakaman yang strategis. Pola perilaku nitor yaitu adanya perubahan perilaku para pemungut bunga kamboja pada saat harga murah, kemudian harga tinggi dan kembali menurun. Hal tersebut juga mempengaruhi jumlah pemungut bunga kamboja. Aktivitas nitor bunga kamboja dibagi menjadi 3 yaitu ngalumna, numbrasna dan nggaringna. Aktivitas nitor bunga kamboja memberikan dampak pada masyarakat Dusun Sumpilan dari segi kondisi sosial ekonomi.
KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGEMIS DALAM PERSPEKTIF TEORI DRAMATURGI (STUDI KASUS DI DESA PAGERALANG, KECAMATAN KEMRANJEN, KABUPATEN BANYUMAS) Damayanti, Febrina; Arsal, Thriwaty; Sulaha, Adang Syamsudin
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena pengemis sebenarnya bukan sesuatu yang baru di tengah masyarakat. Masyarakat yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan pekerjaan dan ingin tetap bertahan yaitu bekerja sebagai pengemis untuk memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, kehidupan para pengemis di Desa Pageralang merupakan sebuah fenomena berbeda. Secara ekonomi, bukan termasuk Rumah Tangga Miskin (RTM). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di ruas Jalan Krumput dan rumah pengemis di Desa Pageralang. Penelitian ini menggunakan teori Dramaturgi Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi munculnya pengemis adalah adanya mitos buang koin di daerah tersebut agar memperoleh keselamatan, dari faktor sosial seperti tingkat pendidikan yang rendah, faktor ekonomi seperti kurangnya pekerjaan formal, dan faktor budaya meliputi keterbatasan fisik dan keturunan. Kondisi sosial ekonomi pengemis panggung depan yaitu para pengemis menunjukkan diri sebagai orang miskin sehingga terlihat layak untuk dikasihani dan diberi sumbangan. Panggung belakang menghasilkan temuan berupa tingkat pendapatan memperoleh pendapatan yang tinggi. Pengemis sudah memiliki tempat tinggal dengan kondisi bangunan fisik yang baik. Bidang pendidikan para pengemis menganggap pendidikan formal merupakan hal yang utama. Bidang kesehatan merupakan faktor penting untuk menunjang aktivitasnya
PEMANFAATAN JAMINAN SOSIAL KESEHATAN BPJS DI KALANGAN WANITA PEKERJA SEKS (STUDI PADA WANITA PEKERJA SEKS DI SUNAN KUNING SEMARANG) Rahmah, Hilda; Iswari, Rini; Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengkategorikan aspek kesehatan kedalam program jaminan sosial yang dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dengan konsep kepesertaan berdasarkan asas universal coverage. Asas tersebut mengharuskan kesehatan dinikmati oleh seluruh masyarakat tanpa pengecualian kelas sosial. Wanita Pekerja Seks (WPS) di Sunan Kuning Semarang merupakan komponen dalam masyarakat yang belum sepenuhnya memanfaatkan akses kesehatan berbasis program BPJS, meskipun secara umum WPS sudah mengenal dan memahami fungsi BPJS. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana pemanfaatan BPJS di kalangan WPS di Sunan Kuning Semarang, dengan melibatkan pandangan WPS terhadap BPJS serta faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan BPJS di kalangan WPS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan berlokasi di tempat lokalisasi resmi yang kini dikenal dengan nama Resosialisasi dan Rehabilitasi Sunan Kuning Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan BPJS di kalangan WPS belum merata, dikarenakan kesadaran akan kesehatan yang berbeda serta terdapat stereotip yang melekat terhadap BPJS. Pemanfaatan BPJS di kalangan WPS dipengaruhi oleh faktor pendorong (penggunaan layanan BPJS dalam keluarga dan kesadaran untuk mendapatkan fasilitas kesehatan BPJS) dan faktor penghambat (tidak tersedianya akses layanan BPJS di Resos/Sunan Kuning, persepsi negatif terhadap BPJS dan minimnya sosialisasi tetang BPJS).
MAKNA PERILAKU SISWA DALAM PERAYAAN KELULUSAN UJIAN PADA SMK NEGERI 1 REMBANG TAHUN AJARAN 2014/2015 (Tinjauan Interaksionisme Simbolik Blumer) Krisnawati, Krisnawati; Kismini, Elly; Sulaha, Adang Syamsudin
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui beberapa perilaku yang ditunjukkan siswa ketika merayakan kelulusan ujian, 2) Mendeskripsikan simbol dan maknanya yang ditunjukkan siswa, 3) Mengetahui alasan perilaku perayaan kelulusan dilakukan siswa SMK Negeri 1 Rembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, serta teori Interaksionisme Simbolik dari Blumer sebagai landasan analisis dalam pembahasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Perilaku siswa dalam perayaan kelulusan antara lain bersyukur, mencoret seragam OSIS dan mencoret dinding pagar sekolah, konvoi, dan foto bersama. 2) Simbol dan maknanya mulai dari perlengkapan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan bersih kemudian adanya warna-warni hidup yang diabadikan. Perilaku sebagai rasa kasih sayang, persahabatan, dengan kehidupan yang berputar keluar dari zona nyaman. Kemudian bahasa sebagai ekspresi gembira dan coretannya sebagai identitas solidaritas. 3) Alasan perayaan di lakukan siswa yaitu solidaritas, pengalaman, dan pengaruh media massa. Kendala yang dialami seperti ditegur aparat dan warga, rantai sepeda motor loss serta perlengkapan habis
PERGESERAN NILAI ORANG TUA DI KALANGAN MASYARAKAT JAWA (Studi Pada Lansia yang Tinggal di Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta) Irawan, Miko; Prasetyo, Kuncoro Bayu; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti Jompo merupakan salah satu tempat hunian untuk lanjut usia dalam menikmati masa tuanya dengan mendapatkan pelayanan jasmani dan rohani. Konsep panti jompo yang sebenarnya tidak sesuai dengan nilai budaya jawa kini telah diserap akibat adanya pengaruh modernisasi sehingga masyarakat telah melupakan nilai-nilai budaya. Konsep Jawa yang mengharuskan anggota keluarga hormat dan patuh pada orang tua sudah tidak dilestarikan lagi, hal ini menimbulkan ada pergeseran nilai orang tua di kalangan masyarakat. pergeseran nilai terhadap orang tua menyebabkan adanya perubahan perilaku negatif pada keluarga dalam memaknai orang tuanya. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana latar belakang lanjut usia di Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta, dengan melibatkan pemaknaan nilai orang tua dari lanjut usia dan keluarga, serta bentuk pergeseran nilai orang tua terhadap lanjut usia dalam budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan berlokasi di Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang lanjut usia Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta beragam kondisi dan keadaan, adanya pemaknaan nilai orang yang saling berkait dari perspektif lanjut usia dan keluarga, sehingga menimbulkan bentuk pergeseran nilai orang tua yang bersifat negatif dan tidak sesuai dengan budaya Jawa.
PERANAN PERKULIAHAN BIDANG STUDI KEPENDIDIKAN DALAM MENUNJANG PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) PADA MAHASISWA PENDIDIKAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI Rahmawati, Yeni; Fatimah, Nurul; Rochana, Totok
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 5 No 2 (2016): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena cultural shock mahasiswa kependidikan dalam melaksanakan tugas pengelolaan pembelajaran pada saat praktik pengalaman lapangan (PPL) menjadi sebuah kajian yang menarik untuk diteliti. Hal itu dikarenakan selama perkuliahan mahasiswa kependidikan telah dibekali keilmuan metodik pedagogik penunjang profesinya sebagai calon guru. Melalui pendekatan penelitian kualitatif, akan dikaji bagaimana peranan perkuliahan bidang studi kependidikan bagi mahasiswa pendidikan Sosiologi dan Antropologi pada saat PPL.Hasil penelitian menunjukan masing-masing mata kuliah memiliki tujuan pembelajaran yang spesifik atau khusus sebagaimana dinyatakan dalam teori pembelajaran bertujuan yang digagas oleh Edward C Tolman, kekhususan tersebut berimplikasi pada aktivitas belajarnya dan peranan perkuliahan pada saat PPL yang berbeda pula. Peranan perkuliahan perencanaan pembelajaran pada saat PPL sebagai implikasi pembelajaran di kampus, yaitu mampu membekali kemampuan merencanakan pembelajaran secara mahir sesuai kebutuhan kurikulum 2013. Peranan perkuliahan pembelajaran inovatif, yaitu mampu membekali keterampilan menginovasi pembelajaran sesuai analisis kebutuhan materi ajar, karakteristik siswa di sekolah PPL, serta sarana dan prasarana yang tersedia. Peranan perkuliahan evaluasi pembelajaran yaitu membekali kemampuan melakukan penilaian dengan instrumen yang beragam, tetapi kurang berperan dalam membekali operasionalisasi penilaian dengan kurikulum 2013. Peranan perkuliahan strategi belajar mengajar, berperan dalam membekali keterampilan mengajar layaknya guru, tetapi kurang berperan dalam mengembangkan mental keberanian menjadi guru, dan melakukan manajemen kelas
STRATEGI ADAPTASI EKOLOGI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PENCEMARAN LIMBAH PRODUKSI BATIK (Studi Etnoekologi di Daerah Aliran Sungai Setu, Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan) Sonta, Maritsa Anwari; Gunawan, Gunawan; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 2 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Industri kerajinan batik merupakan sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Kota Pekalongan. Meskipun demikian, industri kerajinan batik juga telah menyebabkan terjadinya pencemaran sungai. Walaupun sungai-sungai di Kota Pekalongan telah tercemar, namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat, salah satunya di DAS Setu di Kelurahan Jenggot. DAS Setu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk beragam kepentingan. Kepentingan tersebut terdiri dari tiga kategori, yaitu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, untuk golek angin, serta untuk membuang limbah. Bentuk pemanfaatan yang dilakukan masyarakat tersebut didasari atas persepsi mereka terhadap DAS Setu. Persepsi masyarakat tersebut meliputi DAS Setu sebagai tempat yang tidak bertuan, peceren, sungai yang sudah tidak normal, dan sumber pencemaran lingkungan sekitar. Persepsi masyarakat tersebut memengaruhi strategi yang mereka lakukan dalam menghadapi pencemaran DAS Setu. Strategi yang mereka lakukan terdiri dari strategi kolektif dan individual. Kata Kunci : Pencemaran DAS Setu, Persepsi, Strategi Adaptasi Ekologi ________________________________________________________________ Abstract Batik industry is the living source for most of Pekalongan people. However, the industry also causes the river pollution. Although the rivers in Pekalongan was polluted, the society still use them. One of them is Setu watershed, Jenggot Village. Setu watershed is used by the society for various importances. Those importances are divided into three categories, the first one is to fulfill economics needs, the second one is to have fun which is called golek angin, and the third one is to throw the waste. Those exploiting are based on the society’s perception towards Setu watershed it self. Their perception are such a Setu watershed as territory without owner, dump whose condition is very dirty which is called peceren, the river that was not normal, and problems sources of environment. Those perceptions influence their strategies to face the pollution in Setu watershed. The strategies they do are communal and personal strategy.
PENGEMBANGAN NILAI KARAKTER DAN KECAKAPAN HIDUP BAGI SANTRI NDALEM DI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL JANNAH KABUPATEN KUDUS Lutfiana, Hilma; Luthfi, Asma; Arsal, Thriwaty
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 1 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan nilai karakter dan kecakapan hidup bagi santri ndalem di pondok pesantren Roudlotul Jannah yang berpengaruh pada karakter dan keahlian khusus santri ndalem. pengembangan nilai karakter yang diperoleh santri ndalem yaitu terdiri dari nilai religius, berupa nilai ibadah, ikhlas, disiplin, sabar, tanggung jawab, tawadhu’. Sementara kecakapan hidup yang dikembangkan bagi santri ndalem adalah pengasuhan anak, kewirausahaan dan keahlian urusan domestik. Proses pengembangan nilai karakter dan kecakapan hidup dilakukan dengan cara memberikan keteladanan bagi santri ndalem, tugas dan tanggung jawab pada urusan domestik, dan melalui pembelajaran dan pembiasaan menghafal Al-Qur’an. Proses pengembangan nilai karakter yang dikembangkan melalui tugas sehari-hari itu, akan membuat kehidupan para santri menjadi terpola lalu kemudian berkembang menjadi suatu kebiasaan. Kebiasaan yang telah dilakukan oleh santri ndalem kelak akan bermanfaat setelah mereka bermasyarakat, seperti dasar untuk menjadi ibu rumah tangga, pengetahuan untuk membangun relasi dengan pihak luar,dan dapat mengamalkan ilmu Al-Qur’an yang telah dipelajari selama di pesantren.
MELANGGENGKAN BIMBINGAN BELAJAR DALAM KAPITALISME PENDIDIKAN Qomariyah, Ana; Fatimah, Nurul; Rochana, Totok
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 6 No 1 (2017): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berusaha mengungkapkan re-definisi peran dan makna bimbingan belajar pada siswa SMA N 1 Bae Kudus, yang turut melanggengkan kapitalisme dalam dunia pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan setelah reformasi peran bimbingan belajar ditujukan untuk siswa guna membantu dan mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar yang baik serta dapat mengatasi kesulitan belajar, sedangkan peran bimbingan belajar saat ini adalah sebuah layanan yang berorientasi pada bisnis karena adanya anggapan bahwa dari bimbingan belajar siswa dapat mencapai kesuksesan, sehingga melupakan fitrah sekolah dalam membantu siswa menuju kesuksesan. Semuanya dipercayakan pada bimbingan belajar yang memberikan janji bagi siswa yang bergabung di bimbingan belajar tersebut, sehingga memungkinkan peluang bagi kaum kapitalis untuk membuka usaha bimbingan belajar. Alasan siswa SMA N 1 Bae Kudus dalam mengikuti bimbingan belajar adalah adanya kebijakan dari pemerintah yang menetapkan batas minimal nilai UN. Batas nilai UN yang naik setiap tahunnya serta didukung sistem ujian yang dibentuk untuk menghindari kecurangan antar siswa dalam mengahadapi UN, selanjutnya keinginan siswa untuk lolos PTN menambah kuat praktik re-definisi bimbingan belajar. Siswa yang berorientasi pada hasil yang instan sehingga dengan mudah memutuskan untuk mengikuti layanan bimbingan belajar. Disadari maupun tidak ketika masalah ini terus dilanggengkan pada asumsi masyarakat, tidak dapat dihindarkan kapitalisme akan menggrogoti dunia pendidikan. Dunia pendidikan seperti kehilangan rohnya untuk mencerdaskan anak bangsa ketika dalam bimbingan belajar diajari pada proses yang instan dan meyakinkan pada hasil yang maksimal. Masyarakat terhegemoni akan besarnya pengaruh tantangan kapitalisme, memiliki orientasi yang tinggi pada keberhasilan dan kesuksesan yang hanya ditempuh dengan usaha yang instan pula.